Mahou no yoru fushigina © Utsukushi Hana-chan

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Rate © T

Genre © Romance

Pair © Naruto Namikaze, Hyuuga Hinata

Warning © Typo, Au, OOC, No EYD, alur kecepetan dan lain-lain

.

.

.

.

.

"Hey kenapa kemarin kamu tidak masuk sekolah Hinata-chan?" Tanya Sakura sambil menyamakan langkahnya dengan Hinata.

Hinata memandang Sakura sebentar kemudian menatap ke depan lagi. Tidak mungkinkan ia mengatakan yang sebenarnyakan?

"Umm, kemarin aku sedikit demam." Bohong Hinata dengan senyum manisnya agar Sakura percaya padanya.

"Oh, tapi sekarang kau sudah lebih baikkan?" Tanya Sakura lagi karena benar-benar khawatir dengan keadaan sahabat indigonya ini.

Hinata mengangguk kecil sebagai jawabannya yang membuat Sakura mendesah lega.

"Syukurlah," mereka berdua mulai berjalan dalam diam. Perjalanan menuju Konoha high school tidak terlalu jauh, hanya tinggal dua belokan lagi mereka akan sampai.

Sakura terlihat memikirkan sesuatu untuk memulai pembicaraan dengan Hinata, sampai sebuah ingatan tentang kejadian kemarin di sekolah membuatnya menepuk jidatnya pelan.

"Astaga Hinata aku baru ingat, kemarin ada seorang murid baru loh." Cerita Sakura dengan sangat antusias. Hinata yang mendengarnya penasaran, kenapa sahabat pinkynya terlihat sangat antusias menyeritakan seorang murid baru. Ah mungkin saja murid baru tersebut tampan, membuat Sakura antusias menceritakannya.

"Murid baru."

"Yup, dia sangat tampan Hinata-chan." Sakura tiba-tiba merangkul Hinata membuat Hinata hampir kehilangan ke seimbangan.

"Terus?" Hinata mulai tak tertarik dengan alur pembicaraan Sakura, karena tebakannya kepada murid baru tersebut benar.

"Dia memiliki mata bak samudra, rambut pirangnya, tiga gores di masing-masing pipinya. Ah pokoknya dia sangat tampan, tapi masih tampanan Sasuke-kun." Ucap Sakura di akhiri dengan tawa renyahnya saat menyebut nama Sasuke.

Merasa kenal dengan ciri-ciri tersebut Hinata tampak memandang Sakura dengan pandangan tak percaya, ya ia tak percaya pada ciri-ciri yang di ceritakan Sakura karena ciri-ciri yang Sakura ceritakan sama persis dengan ciri-ciri Naruto.

"Kau serius Sakura?" Tanya Hinata.

"Yup aku serius~" perkataan Sakura terhenti tak kala dirinya dan Hinata melihat sebuah mobil mewah memasuki perkarangan sekolah.

Jangan tanyakan sekarang Hinata dan Sakura berada di mana karena sedari tadi mereka berjalan, tak terasa mereka sudah sampai di depan pintu gerbang KHS.

"Lihat itu dia!" Seru Sakura sambil membawa Hinata menuju dalam halaman tempat parkir yang luas.

Terlihat gadis-gadis yang berada tak terlalu jauh dari tempat si murid baru memarkirkan mobilnya memekik keras.

Hinata dengan sabar menunggu pintu mobil tersebut terbuka, dan pada saat pintu mobil tersebuka perlahan-lahan surai pirang terlihat menyembul kemudian di ikuti seluruh badannya.

"..." Hinata memandang tak percaya apa yang di lihatnya saat ini rasanya dunia Hinata seakan runtuh tak kala melihat seseorang yang amat ia kenal.

Sakura tampak menyeringitkan alisnya melihat Hinata yang tampak terkejut.

"Hey Hinata? Kau tidak apa-apa?" Tanya Sakura sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Hinata.

"Eh? Ah ya aku tidak apa-apa Sakura-chan." Hinata tampak terus memperhatikan sosok tersebut.

"Namanya Naruto Namikaze, Hinata-chan." Sakura tampak menyenggol bahu Hinata pelan.

"Aku tahu." Jawab Hinata singkat. Sakura memandang bingung Hinata dari mana Hinata tahu nama murid baru tersebut jelas-jelas Hinata baru pertama kali bertemu dengannya.

"Sudah bel ayo masuk ke kelas." Hinata menarik tangan Sakura membuat Sakura memekik kecil kemudian pasrah menerima seretan Hinata yang kuat.

Sesampainya Hinata dan Sakura di kelas tampak Hinata menormalkan detak jantungnya yang sedari tadi memompa dengan cepat. Nafas Hinata terlihat sangat berat tak kala seseorang dengan rambut pirang melewati kelasnya dengan dua orang yang ia kenal namanya adalah 'Sasuke dan Kiba'.

"Ohayou minna." Suara Kurenai-sensei terdengar di pendengaran semua siswa yang berada di kelas membuat mereka dengan cepat duduk rapi di tempat duduk masing-masing.

Mata lavender Hinata memandang bosan papan tulis tersebut.

"Apakah itu benar-benar kau?" Gumam Hinata pelan. Tangannya terangkat pelan menyentuh kalung yang ia kenakan. Ia usap pelan kalung tersebut kemudian kembali menatap ke depan, untuk mulai pokus pada pelajaran yang di ajarkan Kurenai-sensei. Ia tidak ingin kalau nilainya akan jelek pada pelajaran guru kesayangannya ini.

[Skip]

"Hey Hinata-chan ayo kita ke kantin." seru sakura, Hinata mengangguk kecil kemudian berjalan menghampiri Sakura yang berdiri di depan kelas.

Saat mereka beru saja keluar dari kelas Sakura dan Hinata terlihat tertawa sambil berbicang-bincang kecil. Dan saat Sakura dan Hinata baru saja berbelok Hinata tak sengaja menabrakh seseorang. karena tidak melihat ke arah depan. Hinata tak sengaja menabrak seseorang dan membuatnya sekarang terjatuh dengan bokong yang menyentuh lantai. Sedangkan Sakura yang melihat Hinata terjatuh segera membantu Hinata berdiri.

"Go...gomen aku tidak hati-hati." Hinata tampak membungkung badanya sembilan puluh derajat. Sakura yang menyadari orang yang di tabrak Hinata tampak ikut minta maaf.

Saat Hinata mengangkat kepalanya untuk melihat eksperesi seseorang yang di tabraknya, tampak keterkejutan menghampirinya membuatnya mundur beberapa langkah.

Sedangkan yang di tabrak tampak menyeringai tipis. "Tidak apa-apa Hinata-chan." Ucapnya kemudian mengacak rambut Hinata pelan dan berjalan melalui Hinata dan Sakura.

Sakura tampak terkejut melihat hal yang menurutnya sangat langka tersebut.

[Skip Kantin]

"Hinata-chan! Tadi dia memanggil namamu dengan nama kecilmu dan dia mengacak rambutmu, apa aku tak salah lihat?" Tanya Sakura sambil menggoyangkan bahu Hinata.

"Aku tidak tahu Sakura-chan," Hinata tampak ingin pingsan saat ini juga.

"Kau kenal dengan Namikaze-san itu?" Tanya Sakura yang di balas gelengan kepala Hinata.

"Terus dari mana dia tahu nama mu?" tanya Sakura yang di balas bahu Hinata yang terangkat yang menurut Sakura artinya 'aku tidak tahu.'

"Huft, ya sudah ayo makan!" Teriak Sakura sambil mengangkat sumpit kemudian menyumpit helaian-helaian ramen yang terlihat sangat lezat.

Hinata hanya terkikik pelan melihat tingkah sahabatnya Sakura yang terlihat lucu.

Tiba-tiba pendengaran Hinata terusik tak kala mendengar suara teriakan-teriakan gadis yang menyebut nama 'Naruto.'

Eh Naruto apakah Naruto berada di kantin? Dengan cepat Hinata menengok ke kenan dan ke kiri untuk melihat pujanan hatinya. Eh pujanan hatinya? Apakah sekarang Hinata sudah jatuh cinta terhadap Naruto? Tapi apakah Naruto yang ini merupakan Naruto yang di temukannya malam itu?

Entahlah hanya kami-sama saja yang tahu.

Deg

Sapphire bertemu dengan lavender. Kedua pipi Hinata merona merah, kemudian dengan gerak patah-patah Hinata kembali menatap ramennya dan memakannya dengan pelan.

Sakura yang melihat tingkah Hinata berubah tampak tersenyum kecil. "Kenapa eh? Merona karena melihat pangeranmu?" Goda Sakura membuat Hinata tambah salah tingkah.

"Tidak!" Teriak Hinata membuat semua orang yang berada di kantin tersebut melihat ke arah Hinata tidak terkecuali si Naruto tampak tertawa pelan melihat tingkah Hinata.

Hinata tampak menutup mulutnya dengan ke dua tangannya, kemudian Hinata duduk dengan cepat.

"Sakura-chan, aku masuk ke kelas dulu." tampak Hinata berdiri dari duduknya dan segera berlari keluar dari kantin meninggalkan Sakura yang masih menatapnya bingung.

Tampak lelaki pirang menghampiri Sakura kemudian duduk di tempat yang sudah di tinggalkan Hinata.

"Hey." Sapanya sopan membuat Sakura meneguk ludahnya pelan.

"Ada apa Namikaze?" Tanyanya dengan sebelah alis terangkat.

"Berikan ini pada Hinata-chan," Naruto menyodorkan sesuatu kotak persegi dengan warna merah muda ke arah Sakura. Sakura memandang Naruto dengan tatapan aneh.

"Kau mengenal Hinata?" Tanya Sakura dengan pandangan seperti orang mengintrogasi.

"Dia kekashiku." Jawab santai Naruto dengan wajah datarnya.

"Nani!" Teriak Sakura membuat semua orang yang berada di kantin tersebut mendelik kesal ke arah Sakura.

"Go..gomen." Sakura membungkuk pelan kemudian duduk kembali.

"Namikaze-san bagaimana bisa?" Tanya Sakura lagi.

"Sudah aku tak banyak waktu, ingat jangan kau buka." Perintah Naruto yang di akhiri dengan kekehan pelan.

Karena bel sudah berbunyi dengan cepat Sakura pergi menuju kelasnya dan segera menemui Hinata untuk meminta penjelasan.

[...]

"Kau berhutang penjelasan." Ucap Sakura. Sedangkan Hinata yang membereskan barang-banrangnya tampak menatap bingung Sakura.

"Maksudmu?"

Sakura kemudian mengeluarkan kotak persegi yang di berikan oleh Naruto untuk Hinata.

"Dari Naruto, dan katanya kau pacarnya! Bagaimana bisa sedangkan kau katanya tak mengenalnya." Sakura tampak histeris.

"Eh!" Hinata membelakan matanya mendengar ucapan Sakura.

"A...aku benar-benar tak tahu apa-apa Sakura-chan." Hinata tampak mengibas-ngibaskan telapak tangannya. Sakura tampak menghela nafas sebentar kemudian menunjukan senyumnya.

"Kau beruntung Hinata-chan, Naruto si murid baru jatuh cinta padamu." Sakura menepuk-nepuk bahu Hinata. Membuat Hinata membelakan matanya karena sifat Sakura berbeda dengan yang tadi.

"Sudah dulu, gomen aku tidak bisa pulang bersamamu."

Hinata menatap punggung Sakura yang yang sudah menjauh. Karena hari mulai beranjak sore dengan cepat Hinata melangkahkan kakinya keluar dari kelas dan dengan cepat keluar dari sekolah.

Saat ia baru saja keluar dari gerbang sekolah suara kelakson mobil mengagetkannya.

Hinata menatap mobil tersebut. Kemudian saat mobil tersebut sudah sampai di depannya pintu mobil tersebut terbuka. Hinata menunduk kepalanya sedikit untuk melihat siapa yang mengendarai mobil sport putih tersebut. Dan gotcha!

Ternyata yang mengendarai mobil tersebut adalah si Naruto Namikaze!

"Masuk." Perintahnya dengan senyum kecilnya yang menurut Hinata menakutkan. Ah debaran aneh lagi-lagi membuat Hinata menggeleng pelan.

"A...aku bisa pulang dengan naik bis," Naruto memutar bola matanya bosan.

"Masuk atau kau akan jadi bahan bully anak-anak perempuan yang berada di depan sana?" Tanya Naruto dengan seringai di bibirnya. Hinata tamak menaikan sebelah alisanya karena ucapan Naruto barusan.

Oh tidak benar apa yang di katakan Naruto, Memang di depan jalan sana terlihat gerombolan gadis yang terlihat sangat menyeramkan apa lagi dengan lengan baju mereka yang di gulung, terlihat sangar di mata Hinata.

"Maaf merepotkan Na...Naruto-san." Hinata dengan hati-hati duduk di samping Naruto yang siap menacap gasnya.

"Apa Naruto-san pernah bertemu denganku sebelumnya?" Tanya Hinata hati-hati.

"Tidak." Jawab singkat Naruto sambil terus melihat ke arah jalan raya.

"Terus kenapa Naruto-san bilang ke Sakura kalau Na...Naruto-san kekasihku?" Tanya Hinata dengan suara yang kecil.

Naruto terkekeh pelan kemudian menghentikan laju mobilnya karena lampu merah menyala.

"Un kenapa ya? Aku juga tidak tahu." Naruto terkekeh pelan kemudian melanjutkan lagi perjalanan mengantar Hinata pulang.

Setelah 20 menit berlalu dengan suasana yang sepi, akhirnya Naruto dan Hinata sampai di depan rumah Hinata.

"Arigatou Naruto-san." Hinata kemudian membuka pintu mobil Naruto. Saat Hinata berada di luar mobil Naruto, Hinata menunduk tanda terimakasih kemudian memasuki rumahnya.

Tampak Naruto masih berada di depan rumah Hinata, matanya memandang sebentar jendela kamar yang ia yakini jendela kamar Hinata. Beberapa menit masih diam Naruto kemudian menacap gasnya untuk pulang ke rumahnya. Bisa-bisa ia di marahi oleh Kaa-sannya kalau pulang malam.

"Gomen. Aku belum bisa jujur. Dan belum bisa menjelaskan yang sebenarnya." Naruto tersenyum kecil mengingat ke cerobohannya lupa mengambil kalung yang di berikannya kepada Hinata. Sungguh cerobohkan si Namikaze muda ini.

.

.

Tbc

.

A/N : huhu aku udah pusing mikir kelanjutannya. Tapi ya yang kemaring emang masih ngegantung. Ya gomen kalaw chap ni kurang memuaskan hehe.

Spesial tSpesial thanks to : Cicikun, lucky kimberly, Jims001, , Chess sakura, ricardo. , HinaHimeLovers8, Gray Areader, Bro, hqhqhqhq

Akhir kata Review lagi :D