Author ini langsung nge-publish dua chap, ya!
hehehe..
Moga-moga responnya bagus!
Author.. masih harus banyak belajar!
Jangan lupa tinggalkan pesan, Key!
Review..
Kalo bisa jangan terlalu kejam, kasih commentnya, ya!
Hehehehe..
Please Enjoyed! ^^9
Learn Two
Dipagi hari yang sama dan di kota yang sama. Dari sebuah kamar yeoja yang akan beranjak dewasa, dari siswa High School menjadi mahasiswa. Terdengar lagu Taylor Swift; 22, mengalun dikamar yeoja muda tersebut. Dan sang pemilik kini tengah bersiap diri didepan meja riasnya yang tertata rapi dengan barang-barang khas yeoja seusianya, ia menyisir rapi rambut cokelat sebahunya. Sesekali bibir tebal sexy-nya mengulas sebuah senyum dan kadang ia pun ikut bersenandung mengikuti lagu Taylor.
Ia mengikat setengah rambut sebahunya tersebut, lalu tak lupa sedikit lip balm dan lipgloss natural pink ia poleskan pada bibirnya sebagai sentuhan akhir. Ia berdiri dari kursi meja riasnya, memandang dari atas sampai bawah penampilannya pagi ini; rok half circle berwarna hitam selutut, white shirt dengan short sleeves, dan sebuah button jacket berwarna hitam dengan list putih disekelilingnya. Gaya klasik, vintage, dan sweet mengingatkan kita pada Blair di drama tivi Gossip Girl.
Cho Kyungsoo, yeoja muda yang hari ini akan menerima pengumuman penerimaan mahasiswa baru disalah satu Universitas paling unggul di Korea; Konkuuk University. Mengambil jurusan PR dan Hubungan International. Anak kedua dari klan Cho, dan puteri tunggal.
" Cha! Hari baru akan dimulai.. Fightting!," semangatnya pada dirinya sendiri. Tiba-tiba ia merasakan perutnya bergejolak hebat, rasa sakit dan mual menyerang tanpa diduga. Rasanya mual sekali, yang ia inginkan sekarang adalah muntah. Pipinya sudah mengembung, ia membekap mulutnya berlari menuju kamar mandinya.
" Hoek.. Hoek.. Hoeeeeeeeeeeek…!," ia memuntahkan semuanya, dan dapat ia lihat sisa dari makan semalam. " Hoek..!," kembali ia muntah, tapi kali ini hanya air. Wajah cerianya berubah pucat, keringat mengucur dari kening dan lehernya.
Dengan sisa tenaga yang ia punya, Kyungsoo beranjak dari washtafel setelah sebelumnya menyiram bersih. Mengambil beberapa tisu dan mengelap bibir dan peluhnya. Tubuh mungilnya bergetar hebat, ia mencoba mengoleskan lagi lipbalm dan lipgloss yang tadi terhapus muntahannya dan air.
Seseorang datang mengetuk pintu kamarnya, " Noonaaaaaaa…! Kau sudah siap? Palli kita sarapan! Aboji dan Eomma sudah menunggu!," tegur namja diluar. Kyungsoo menoleh kearah pintu, " Nde.. aku akan segera turun Sehunnie!," balasnya pada sang adik. " Oh! Okay..!," terdengar suara langkah Sehun yang menjauh dan mulai menuruni tangga.
Kyungsoo kembali membenahi penampilannya, " Ini pasti hanya masuk angin saja," ucapnya pada diri sendiri. Ia langsung memakai high heels oxford shoesnya dengan lengan yang masih gemetar dan berkeringat. Dan menenteng postman bag bahan kulit miliknya yang klasik, tapi tetap chic dengan gaya vintagenya.
Yeoja itu melangkah dengan hati-hati saat menuruni tangga dari lantai tiga kamarnya menuju lantai satu ruang makan keluarga pelayan terlihat berkeliaran dan mulai menyibukkan diri melihat Aggasshi muda mereka datang, langsung membungkuk dan pun membalas rasa hormat mereka dengan mengangguk dan tersenyum seramah mungkin.
" Annyeong!," sapanya pada seluruh anggota keluarganya yang sudah mengelilingi meja makan. " Mmh.. pagi! Chagiyaaaa!," balas Tuan Cho dan Nyonya Cho serentak saat Kyungsoo menarik kursi makannya dan jatuhkan tubuhnya. " Yo.. Noona!," sapa Sehun tanpa rasa hormat.
" Yak! Cho Sehun..sopan sedikit pada Noonamu!," tegur sang Eomma sambil membantu seorang kepala pelayan mereka menyajikan sarapan. Pancake dipagi hari, susu untuk Tuan Muda Sehun dan Nona Muda Kyungsoo. Tuan Cho Hanggeng masih sibuk dengan koran paginya.
Hingga Nyonya Cho Heechul berseru kaget, " Omo! Kyungsoo-ah! kau pucat..," Heechul menghentikan kegiatannya menuang kopi milik Cho Hanggeng, menatap panik sang puteri. Sehun yang tengah menyantap pancakenya pun langsung teralihkan pada Ibu dan Anak itu, begitu juga Tuan Cho yang langsung melipat korannya asal; menatap intens pada Kyungsoo yang terlihat pucat dan berkeringat.
" Waeyo?," tanyanya terdengar agak cemas. " Gwaechana? Kau tak usah memaksakan dirimu Soo-ah!," Heechul menempelkan tangannya dikening Kyungsoo. " Kau sakit Noona?," kini giliran Sehun yang bertanya. " I'm okay, mom!," Kyungsoo melepas tangan Heechul yang ada didahinya, ia menatap Heechul memohon agar tak usah khawatir.
" Kau bilang Okay? Ck..lihat wajahmu! Pucat seperti mayat," cibir sang eomma agak kasar, dan semua anggota keluarga Cho sudah terbiasa dan memaklumi ucapan pedas sang Nyonya Besar.
Kyungsoo menggeleng, ia tetap dengan pendiriannya bahwa dirinya baik-baik saja. " Chagi.. lebih baik hari ini kau tak perlu pergi kekampus, kau bisa menundanya beberapa hari hingga kau sehat lagi," Hanggeng menatap cemas sarat kasih Kyungsoo." Aku tidak bisa menundanya Aboji! Aku sudah berjanji pada Baekkhyun Eonnie untuk melihat pengumumannya hari ini," tegas Kyungsoo menolak saran dari Hanggeng.
" Noona.. jangan paksakan dirimu? Nanti yang ada kau akan menyusahkan Baekkhyun Noona juga," timpal Sehun sambil melanjutkan sarapannya." Kau ini kenapa? Padahal tadi malam kau masih sehat-sehat saja, bahkan kau minta tambah saat makanan penutup?," Heechul memandang heran Kyungsoo. " Entahlah! Yang jelas saat ini aku masih cukup bertenaga untuk melihat pengumuman tersebut," Kyungsoo tetap pada pendiriannya.
" Pakai supir!," Hanggeng memerintah dengan nada final. " A-aboji.. akunaik taksi saja, aku dan Baekhyun Eonnie janji bertemu di sebuah café dulu," Kyungsoo masih mengelak. " Yak! Cho Kyungsoo! Neo..! keras kepala sekali yeoja ini!," geram Heechul tak sabaran.
Hanggeng dan Sehun saling berpandangan, " Sama sepertimu," " Seperti Eomma tak keras kepala saja," sindir Appa dan Anak tersebut. Heechul melirik keduanya tajam." Aku selesai! Noona aku duluan," Sehun segera bangkit dari kursi makannya, meraih tas ranselnya. Segera berangkat sekolah, ia tak mau terjadi perdebatan panjang dengan sang eomma. " Annyeong! Sampai bertemu nanti malam.. Aboji, Eomma!," Sehun segera melenggang meninggalkan ruang makan.
" Sehun-ah! kau akan pulang telat…?!," teriak Heechul. " Nde! Aku ada ekskul basket bersama Jongin…!," balas Sehun dengan berteriak juga.
" Hati-hati Sehun-ah!," teriak Heechul dan Hanggeng berbarengan kepada Sehun anak bungsu mereka.
" Deg..!," jantung Kyungsoo berdegup kencang mendengar nama itu, kira-kira sudah 2 minggu sejak kejadian prom nite dan " hal itu " terjadi antara dirinya dan namja itu. Perubahan raut wajah Kyungsoo yang tiba-tiba menjadi tegang membuat Heechul penasaran, " Soo-ah.. waeyo?," Heechul menyentuh pelan bahu Kyungsoo. Kyungsoo segera memperbaiki mimik wajahnya kembali normal, walau masih pucat.
" A-ani Eomma.. mungkin setelah sarapan ini wajahku tak akan lagi pucat," Kyungsoo berusaha terlihat normal, sehat. Ia memulai memotong pancakenya yang sudah diselimuti sirup maple dengan potongan strawberry dan jeruk.
" Baiklah.. terserah kau saja, kalau kondisimu masih tak berubah! Lebih baik kau pulang, eomma akan menyuruh kepala pelayan Shin untuk memanggilkan dokter dan memasakkanmu bubur," Heechul mengambil tempat disebelah Hanggeng dan bersebrangan dengan Kyungsoo." Nde..," ucap Kyungsoo pasrah, ia berusaha memakan sarapannya. Sejujurnya perutnya masih sakit, rasa mual itu kembali lagi. Baru beberapa suapan pancake sudah membuatnya eneg, ia menahan dirinya. Ia tak mau membuat cemas bumonimnya.
Dan rasa mual itu semakin menjadi, seakan ada sesuatu yang menekan ulu tak bisa lagi membendung rasa ingin muntahnya yang sepertinya sudah dipangkal cepat Kyungsoo berlari menuju dapur, memuntah semuanya di washtafel. Heechul dan Hanggeng terkejut dengan apa yang Kyungsoo lakukan. Heechul segera menyusul Kyungsoo dengan wajah panik diikuti Hanggeng.
" Hoek.. Hoek.. Hoeeek…!," Kyungsoo memuntahkan pancakenya, " Hoek.. Hoeeek..!," rasa mual Kyungsoo semakin menjadi, dan itu sangat terlihat menyiksa. Heechul memijat-mijat ringan tengkuk Kyungsoo." Aigooo..! Kyungsoo waeyo?," tanyanya panik. Disela kegiatan muntahnya ia menggeleng.
Hanggeng memandang khawatir pada anak yeojanya, " Kyungsoo-ah Aboji akan menelepon Baekhyun dan membatalkan ke kampus. Dan aku juga akan memberi kabar pada pihak kampus bahwa calon mahasiswa mereka yang bernama Cho Kyungsoo tak bisa datang!," ucap Hanggeng final menatap miris keadaan Kyungsoo.
" A-aboji~~," gumam Kyungsoo pasrah. " Dan panggil dokter kemari!," perintah Heechul final menatap memerintah pada si kepala pelayan Shin yang ikutan terlihat cemas terhadap majikan mudanya yang berdiri diambang pintu dapur. Kyungsoo tak lagi muntah, Heechul membersihkan bibir dan area sekitar mulut puterinya dengan telaten menggunakan tisu yang disodorkan seorang pelayan.
Lalu, Hanggeng menyodorkan air putih hangat pada Kyungsoo." Gwaenchana Chagiya? Mmh..," Hanggeng membelai sayang rambut Kyungsoo, ia masih terlihat khawatir dengan keadaannya pagi ini. " A-aku rasa Cuma masuk angin dan kurang istirahat saja Aboji.. Eomma~~," rengek Kyungsoo setelah meminum air putih hangatnya.
" Ani.. kau harus istirahat! Lihat kau memuntahkan semua sarapanmu dan kau sangat pucat!," Heechul membantu Kyungsoo beranjak pergi meninggalkan dapur. " Kalian terlalu berlebihan~~. Tidak usah sampai memanggil dokter! Minum obat dan tidur beberapa jam saja itu sudah cukup," Kyungsoo masih ngeyel.
" Kyungsoo-ah! disaat seperti ini sebaiknya kau jangan keras kepala! Ini pasti efek dari kegiatan belajarmu yang sangat diforsir untuk masuk Konkuuk!," Heechul mencoba berpendapat. " Nde! Benar kata eommamu Chagi..kajja! Beristirahatlah," bujuk Hanggeng berdiri disebelah kiri Kyungsoo, ia menggenggam hangat lengan mungil puterinya.
Belum beberapa langkah meninggalkan dapur, rasa ingin muntah itu muncul lagi menyerang segera melepaskan dirinya dari apitan Heechul dan Hanggeng, berbelok kembali ke washtafel dapur." Hoeeeekkk….!,.
Hanggeng segera meminta pelayan untuk menelepon dokter keluarga. Heechul memandang was-was Kyungsoo, dengan hati-hati ia memijit-mijit tengkuk Kyungsoo seperti tadi. " Aigoo.. sepertinya ini bukan masuk angin biasa,".
" Kau benar, Yeobo!," Hanggeng membenarkan. " Hahh.. apa kau merasa mual Kyungsoo-ah?," tanya Hanggeng, Kyungsoo menggangguk membenarkan. " Separah itukah mualmu, hingga muntahmu seperti ini? Seperti morning sick saja," celetuk Heechul cemas sambil terus memijit-mijit tengkuk Kyungsoo.
" Mwo? Morning sick?Maksudmu morning sick yang sering terjadi pada wanita hamil yang sering melanda di pagi hari," jelas Hanggeng." Nde! Aku mengalaminya saat sedang hamil Kyungsoo dan Sehunnie! Hehehe..," cerita Heechul mengenang masa kehamilannya." Haah.. benar! Aku masih ingat, saat itu kau sangat , itu hanya terjadi saat kehamilan anak kedua dan ketiga," tambah Hanggeng.
" Aku juga tak tahu kenapa? Saat hamil Kyunnie aku sangat kuat dan tidak mengalami morning sick," Heechul kembali percakapan Hanggeng dan Heechul, Kyungsoo; yeoja itu memasang ekspresi tak sedang memikirkan sesuatu, ditengah kegiatan muntahnya yang belum juga reda.
" Ya.. kau lihat saja bocah itu sekarang, dia tumbuh besar menjadi namja yang kuat dan sehat. Saking kuatnya dia begitu keras kepala, egonya begitu besar, dan apalagi sikap manjanya itu bila sudah merengek meminta sesuatu. Kepalaku seakan ingin pecah bila dia sudah membuatku terlibat masalah! Aissh..," rutuk Hanggeng pada putra pertamanya itu.
" Tapi, sekarang uri aegya kita itu sudah menikah! Dan kita tidak perlu lagi menghadapi tingkah kekanak-kanakkannya, because why? Sudah ada uri Sungminnie yang akan menjadi pawang anak itu. Dia akan menjadi pria dan suami yang hebat sepertimu, Han..!," harap Heechul dengan diakhiri tawa kecil pada Hanggeng.
" Aku sudah selesai..! aku-aku mau ke.. kamar," pamit Kyungsoo yang agak kelelahan setelah muntah. " Kau sudah selesai?," tanya Heechul. Yeoja itu hanya mengangguk dan sedikit memejamkan matanya sebentar." Baiklah.. ayo! Kita kekamarmu, istirahatkanlah tubuhmu!," ajak Heechul yang mengiring Kyungsoo dari samping. Ia memegangi tubuh mungil puterinya. " Eomma~~ aku bisa sendiri," elak Kyungsoo melepas lengan Heechul dipinggangnya.
Hanggeng dan Heechul mengernyit bingung dengan perubahan sikap Kyungsoo menjadi dingin." Gwaenchana?," tanya Hanggeng hati-hati. " Apa aku terlihat baik-baik saja Aboji?," Kyungsoo menarik cepat tasnya yang ada diatas meja makan saat mereka kembali keruang makan.
Hanggeng memandang punggung Kyungsoo yang berjalan menuju tangga dengan pandangan cemas." Anak kesayanganmu itu akan baik-baik saja, Shin Ahjummah sudah menelepon dr. Jay Kim untuk datang memeriksa kondisinya," Heechul menarik lengan Hanggeng untuk kembali duduk dimeja makan dan melanjutkan sarapan. Ya! Cho Kyungsoo adalah puteri kesayangan sekaligus anak kesayangannya, terdengar pilih , memang begitulah. Bisa dibilang Kyungsoo anak baik, dia penurut, agak pendiam, pintar dalam segala hal, dan dia anak satu-satunya yang tak pernah selama ia bersekolah membuat namanya masuk list bad students. Atau membuat Hanggeng atau Heechul datang kesekolah untuk menemui Guru Konseling atau Kepala Sekolah karena kenakalan yang ia buat, yeoja ini bersih tanpa kenakalan.
Dia anak yang menuruti segala peraturan disekolah dan dirumah, bahkan mungkin seluruh peraturan yang ada diseluruh Seoul. Jauhi masalah dan hidupmuakan baik-baik saja atau peraturan itu dibuat untuk dipatuhi dan dijalankan; mungkin seperti itulah motto hidupnya. Tapi, tidak untuk dua saudara namjanya; Kyuhyun dan Sehun. Peraturan dibuat untuk dilanggar dan diterobos, hidup ini cuma sekali, berani " kotor " itu baik, dan namja itu harus berani mengambil resiko. Mungkin begitulah kata-kata yang tertanam di kepala kakak beradik tersebut, setiap melakukan sebuah keonaran dan membuat masalah yang berujung dengan surat peringatan para Guru atau panggilan langsung kepada Hanggeng dan Heechul untuk datang kesekolah. Pintar dan tampan tapi, seorang trouble makers tingkat akut, kelas kakap. Begitulah imej yang tertempel pada Cho Kyuhyun pada saat sekolah dulu, dan sekarang imej itu melekat pada Cho Sehun saat ini.
Kyungsoo boleh menjadi kesayangan Hanggeng, tapi Kyuhyun dan Sehun kebanggaan dari seorang Nyonya Besar Cho Heechul. Karena, hanya Heechul-lah yang paling tahu menjinakkan mereka, dan lagi keduanya hanya takluk pada Heechul sang eomma yang memiliki segudang akal untuk mendidik, menghukum, dan membalas keisengan mereka.
Kyu~~ Kyu~~ Min~~ Min~~
Didalam kamar Kyungsoo tengah menatap resah bayangan dirinya di cermin meja sedang duduk dipinggiran tempat tidur queen sizenya yang terlihat rapi dan bersih, ia meremas kuat bed cover tebal bermotif cloudnya.
" Ottokhae?," gumamnya lirih. Lalu, ia menggeleng kuat " Aniya..! impossible.. itu tidak mungkin, tak akan terjadi!,".
Kyungsoo segera merogoh tasnya yang tadi ia lempar kasar kesisi lain tempat tidurnya, ia mencari smart phone hitamnya. " Semua akan baik-baik saja Cho Kyungsoo!," lagi ucapnya pada dirinya sendiri. Dengan tangan agak bergetar, ia mencari nama seseorang yang sepertinya sangat bertanggung jawab dengan masalah pagi ini.
Setelah menemukan yang ia cari, " Ini dia!," pekiknya. Kyungsoo mendekatkan smart phonenya ketelinga. Terdengar nada memanggil, sesekali ia menggigiti bibirnya cemas, mata bulatnya bergerak tak sabaran. " Angkat~~," pintanya penuh harap. " Jebaaal..! angkat Jongin-ah..! aku membutuhkanmu," gumamnya lagi panik dan penuh harap.
Berkali-kali yeoja muda itu menghubungi namja bernama Jongin, tapi nihil tak satupun dari panggilan tersebut membuahkan perasaan frustrasi Kyungsoo melempar asal smart phonenya." Cho Kyungsoo semua akan baik-baik saja! Tenangkan dirimu..saat kau melakukannya, lewat masa suburmu," Kyungsoo mencoba membaringkan tubuh mungilnya, Kyungsoo mencoba memejamkan matanya, ia mencoba mengistirahatkan tubuh, perasaan, dan pikirannya.
Baru setengah jam Kyungsoo memejamkan matanya, sebuah ketukan halus terdengar di pintu kamarnya. Ia melirik lelah kearah pintu. " Kyungsoo-ah..!," sapa Heechul dari luar kamar. " Ahjjusshi Jay sudah datang, dia akan memeriksa dirimu," ucapnya lagi.
Kyungsoo tersentak, ia meneggakkan tubuh mungilnya. " Jay Ahjusshi?," gumamnya pelan. " Nde.. Eomma!," Kyungsoo merapatkan selimut tebal pada tubuhnya. Pintu kamarnya terbuka, dan terlihat tiga orang dewasa berjalan masuk. Eomma, Aboji, dan seorang namja yang terlihat dua tahun lebih tua dari Aboji; berperawakan tenang dengan wajah pokerfacenya yang manly, berpakaian rapi dengan jas putih khas dokter membalut kemeja abu-abu pucat yang ia diikuti oleh seorang yeoja muda berpakaian tak kalah rapi dengan Jay Ahjusshi.
" Annyeong," sapanya ramah pada Kyungsoo. " Annyeong.. Jay Ahjusshi," balas Kyungsoo sedikit mengangguk dan tersenyum pada sang dokter. " Cha! Jay-ah, palli kau periksa keadaan puteriku satu-satunya itu!," perintah Aboji dengan nada bercanda.
" Yak! Yeobeo..kau ini tak sabaran sekali," tegur Heechul protes. Aboji hanya terkikik tanpa dosa." Baiklah aku akan segera memeriksamu Soo-ah," Ahjusshi tersenyum ramah pada Kyungsoo. " Dan kalian berdua, bumonim yang sangat mencintai anaknya, biasakah kalian keluar dulu? Aku ingin memeriksa dia!," Ahjusshi menunjuk kearah Kyungsoo yang sudah bersiap untuk diperiksa.
" Waeyo? Kenapa kami disuruh keluar?," Hanggeng bertanya tidak terima. " Aku butuh ketenangan dan konsentrasi. Kalau kau masih disini aku yakin kau akan sangat rewel, banyak bertanya," Ahjusshi membuka tas kerjanya, dan menunjuk pintu kamar Kyungsoo. " Ya, sudahlah yeobeo.. kita tunggu diluar saja, Kyungsoo akan baik-baik saja! Percayakan pada Jay," Heechul langsung menuruti perkataan sepupunya itu, dan menyeret tubuh Hanggeng keluar kamar sekuat tenaga, karena si tua ini masih berusaha menahan tubuhnya.
" Blam..!," pintu kamar tertutup, menyisakan Kyungsoo, Aboji, dan seorang yeoja yang sepertinya seorang perawat sekaligus Asisten Jay." Kita mulai! Kau bisa melepas blazermu?," perintah Jay Ahjusshi, Kyungsoo mengangguk dan menurut. Stetoskop sudah terkait di telinga Ahjusshi, dan tangannya dengan berhati-hati dan professional melepas satu kancing kemeja Kyungsoo.
" Kau kenapa Soo-ah? pagi-pagi sudah membuat heboh? Mmhh…," Ahjusshi mencoba membuka percakapan, disela konsentrasinya memeriksa detak jantung Kyungsoo." Ah.. Aboji terlalu berlebihan," Kyungsoo tertawa hambar." Oh.. Chukae! Eommamu bilang kau diterima di Konkuuk," Ahjusshi mengucapkan selamat.
" Ah.. Gamshamnida," balas Kyungsoo singkat." Pintar seperti biasa. Mmh..kau merasakan pusing atau sesuatu yang lain yang kau rasakan? Ada yang sakit, nyeri?," Jay Ahjusshi bertanya untuk memastikan, ia meletakkan punggung tangannya dikening Kyungsoo. " Agak pucat, semalam kau makan apa? Kau merasa mual sejak kapan?," Ahjusshi mengeluarkan senter dan sejenis stik es krim dari tas kerja hitamnya. " Ani. Aku tidak makan yang aneh-aneh, hanya saja semalam aku makan tiga porsi pudding mangga dan satu potongan sedang Kue Tart Lemon buatan Sungmin Eonnie. Rasanya asam, tapi segar!," kenang Kyungsoo ceria. " Ahjusshi harus mencobanya, kue buatan Sungmin Eonnie!," rekomen Kyungsoo.
" Oh, ya? Beruntung sekali Kyuhyun menikahi Sungmin, pasti dia akan sering makan kue enak buatannya. Kyungsoo-ah bukankah kau memiliki maag? Apa kau merasa perih dilambungmu?," kembali Jay bertanya. Kyungsoo menggeleng, " Sudah 6 bulan ini maagku tidak kambuh, aku selalu makan tepat waktu. Dan aku tidak merasa rasa mual itu aku rasakan tadi pagi, secara tiba-tiba rasa mual itu datang," jelas Kyungsoo, Jay mengarahkan senter kecilnya di kedua mata Kyungsoo secara bergantian dan meminta yeoja muda itu membuka mulutnya lebar, menjulurkan lidahnya, dan sekarang menyenter rongga mulutnya.
Jay berekspresi bingung, ia tidak berani berhipotesa. Dan dengan sigap ia melepas kancing blouse Kyungsoo didaerah perut, meletakkan kepala stetoskopnya. Matanya membulat sempurna, Jay mengeluarkan ekspresi terkejut.
" Soo-ah.. apa.. merasa berat badanmu naik? Atau turun?," Jay bertanya hati-hati. " Mwo? Ahjusshi tidak sopan bertanya mengenai berat badan pada seorang yeoja! Huft..," Kyungsoo segera memasang wajah cemberut yang menggemaskan dengan wajah yang merona malu." Soo-ah.. ayolah!," pinta Ahjusshi penuh harap.
" Biasa saja! Hanya saja tiba-tiba beberapa minggu ini nafsu makan bertambah. Keunde, sepertinya naik 1 atau 2 kilo..hehehehe," Kyungsoo akhirnya mengaku juga dengan diakhiri kekehan kecil.
" Grep!," dengan cepat Jay Ahjusshi langsung menyambar pergelangan tangan kanan Kyungsoo, ia mencari titik urat nadinya. Dia melihat pada jam tangan rolex silver yang melingkar ditangan kirinya, ia berusaha menyamakan detak nadi dengan detik. Jay Ahjusshi memasang wajah seriusnya, bergantian ia menatap wajah manis Kyungsoo dengan jam tangannya. Sekitar 2 menitan Jay Ahjusshi menghitung detak nadi Kyungsoo.
" Ah.. Ahjoong-ssi! Tolong kau periksa denyut nadinya, aku ingin memastikan sesuatu," titah Jay Ahjusshi pada asistennya, yeoja itu segera mengangguk dan mengambil alih tugas hati-hati dan konsentrasi, yeoja itu mencari dan menghitung denyut nadi dahinya mengernyit, dan sebuah senyum simpul tercetak diwajah yeoja menatap Jay Ahjusshi dan mengangguk, seperti menyiratkan sesuatu.
Karena air muka Jay tiba-tiba menjadi tidak terbaca oleh menatap was-was kakak sepupu eommanya itu. Rahang manly Jay mengeras, sebenarnya ia merasa tidak yakin. Ia tidak berani menatap langsung wajah polos Kyungsoo, yeoja muda itu keponakannya yang baik-baik dan innocent.
" Ottokhae?," tanya Jay hati-hati pada asistennya itu. Sejenak yeoja itu tidak langsung menjawab, ia menatap ragu-ragu Kyungsoo dan Jay. " Uisanim.. mmh.. detaknya agak memburu.. dan..,"asisten Jay Ahjusshi menggantung kalimatnya." Mianhae Uisanim..," yeoja itu sedikit berjinjit menyamakan tingginya dengan atasannya itu, lalu tanpa mengurangi rasa hormat, ia berbisik pelan ditelinga Jay Ahjusshi.
Kyungsoo menatap penasaran bercampur bingung pada keduanya, ia focus memperhatikan pergerakkan Jay Ahjusshi dengan asistennya yang tengah berbisik sesuatu, yang sepertinya sangat mencengkram bed covernya dengan kencang.
Mata Jay Ahjusshi membulat sempurna, ia menoleh pada Kyungsoo dengan was-was. Dan tatapannya berubah mendesah pelan dan berjalan mendekati sofa kecil yang ada di dekat ranjang Kyungsoo. Dapat Kyungsoo lihat Jay Ahujsshi meremas punggung sofa motif floral lembutnya itu, namja dewasa itu mengusap wajahnya kasar.
" Wa-waeyo.. A-ahjusshi?," tanya Kyungsoo tergugup penuh kehati-hatian. " Soo-ah..! Ahjusshi sangat menyayangimu.. Ahjusshi juga menyayangi Kyuhyun-ah dan adikmu Sehun juga, layaknya anak..anakku sendiri!," jawab Jay dengan nada lirih dan tulus.
Tanpa basa-basi lagi Jay Ahjusshi segera keluar kamar Kyungsoo, meninggalkan yeoja itu dengan asistennya.
Kyungsoo menatap lemas pintu kamarnya yang terbuka lebar, setetes air mata lolos mengalir dari mata besarnya yang indah, ia menggiigit bibir bawahnya dan mencoba memejamkan matanya berharap bayangan buruknya itu tidak nyata.
" Ottokhae~~ Kai~~," lirihnya putus asa. Asisten Jay Ahujsshi menatap iba yeoja muda yang berasal dari keluarga baik-baik, dengan harta melimpah, dan masa depan yang masih panjang dan cerah itu tengah terisak kecil.
" Andwee~~ i-ini pasti.. tidak mu-mungkin!," dengan kaku Kyungsoo melihat kearah perutnya yang masih rata, ia mencoba merabanya. " I-ini.. ti-tidak nyata! Hiks..hiks..!," Kyungsoo membekap mulutnya ditengah isakkannya. Begitu perih dan miris melihat yeoja itu sekarang, terduduk di tempat tidur.
To Be Countinue
How?
Pasti pendek lagi..
Aigooo..
Author akan berusaha buat cerita lebih panjang..
Adios Amigossssss...
#hilangdibalikpintukemanasaja #doraemon
