Little Warning: Mungkin dich ini kalian akan dibuat pusing oleh kepribadian mereka yang ga jelas sekali. XD
karna itu kalian harus baca ini dalam keadaan berkonsentrasi.. Jika tidak kalian akan blenk, jadi percuma.. Hehe #alaymoveon
:D


Hidup itu penuh dengan rahasia dalam sebuah kejutan.

Aku, sejujurnya aku terbiasa pada kehidupan yang datar dan normal. Bukan hidup yang rumit penuh kejutan.

Pagi menyapa, begitu pun kicauan burung-burung terdengar seperti alunan merdu yang sungguh begitu menyejuk-kan jiwa dipagi hari ini.

Seorang namja terusik karna itu. Letak jendela yang tepat berada didekat ranjang membuat namja manis itu sedikit gelisah karna sinaran cahaya matahari yang menembuh dari kaca jendelanya membuat hawa panas ditubuhnya. Sebelum membuka mata, namja ini terlebih dahulu menutupi wajahnya dengan jemari mungil miliknya. Kemudian ia mendudukkan diri ditepi ranjang.

Beberapa detik namja ini perlu mengumpulkan nyawanya. Setelah yakin nyawanya telah seratus persen kembali namja ini pun langsung terkejut hingga menarik nafas dengan dalam, serta mata yang membulat lebar. Ia melirik dengan panik keseisi ruang.

Apa-apaan ini?! Seingatnya kemarin malam dirinya tertidur dengan empuknya diatas ranjang mewah miliknya. Lalu, bagaimana dirinya bisa berada diruangan ini? Ini kamar siapa? Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang bertengger manis diotaknya.

Hingga akhirnya pandangan mata namja nan manis ini terpaku pada sebuah cermin yang kebetulan tengah memantulkan objek dirinya.

Namja ini dengan pelan berjalan mendekati cermin, dengan Shock namja ini menyentuh wajahnya, memperhatikan dengan seksama serta teliti pahatan dari lekukan wajahnya.

Apa ini. Bagaimana bisa jadi begini? Ini bukan wajahnya, tubuh ini bukan miliknya!

Lalu, bagaimana ini bisa terjadi!?

Gubrak!

Pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang. Dan orang itu adalah tuan Kim, appa Yesung.

"Hey kau sudah bangun anak pemalas." Appa Yesung berdiri dengan angkuhnya didepan pintu, menatap marah pada anaknya.

Cih, takdir benar-benar sudah merubah segalanya. Dulu laki-laki ini sangat lembut pada Yesung. Rasa sayangnya tidak hanya sekedar kebohongan belaka. Tapi yah.. Keadaan sudah berubah sekarang.

Mungkin efek dari pergaulan yang buruk. Berjudi, serta mabuk-mabukan yang membuat saraf otaknya rusak hingga appanya bisa jadi jahat seperti ini. Sungguh Yesung yang malang.

Yesung hanya diam seolah jengah dengan appanya. "Sekarang masaklah makanan. Aku lapar!" Titah appa Yesung.

"Tidak akan. Aku tidak pandai masak sama sekali pak tua." Jawab Yesung tenang, kini Yesung dengan tangan yang saling menyilang diperut, ia berjalan dengan pasti melewati appanya sendiri, "Dan jika kau ingin makan, sebaiknya kau masak saja sendiri."

Appa Yesung hanya melongo melihat sikap anaknya, benarkah itu Yesung anaknya, owh yang dia ingat Yesung adalah anak yang manis dan penurut. Bagaimana bisa berubah dalam sekejap.

Dilain Tepat..

Cho Kyuhyun's House.

Disebuah ruang yang begitu mewah, perabotannya amat berharga tinggi serta nilai seni yang tiada duanya.

Cho Kyuhyun itu adalah seorang penikmat seni. Bila hal-hal yang berbau seni akan dia urus sendiri walaupun waktunya memang selalu tersita oleh pekerjaan yang tidak bisa dikatakan melelahkan tapi sangat menguras tenaga serta otak. Namun pada akhirnya akan membuatnya lelah juga.

Yah memang begitulah, tidak benar dengan fakta yang mengatakan pekerjaan fisik selalu lebih melelahkan dibangdingkan dengan bekerja dengan otak. Karna faktanya berfikir terkadang lebih melelahkan dibangdingkan mengangkat barbel seberat 25kg.

Seorang namja tampan berkulit pucat seperti susu putih yang amat menggoda. Laki-laki itu terlihat masih nyaman dalam alunan mimpi indahnya. Tertidur pulas diatas ranjang mewah yang sangat lembut ditiduri serta diselimuti sebuah selimut yang tak kalah lembutnya dari kain sutera.

TOK..TOK..TOK! "Tuan bangunlah.."

Ketukan pintu dari luar kamarnya mengusik tidur nyaman Kyuhyun hingga ia terbangun dengan cepat.

Ceklek!

Pintu dibuka dengan pelan menampakkan sesosok namja paruh baya, dia adalah kepala pelayan Kyuhyun.

Pria tua ini berjalan mendekati ranjang Kyuhyun. Dan dengan pelan pria itu mendekati Kyuhyun. "Baguslah anda sudah bangun." Ujar pria paruh baya itu lagi hingga akhirnya Kyuhyunpun tersadar dari sesuatu. Siapa pria tua ini? Batin Kyuhyun.

"Ahjushi bagaimana aku bisa berada disini?"

Pria paruh baya yang berperan sebagai kepala rumah tangga dikediaman Cho Kyuhyun. Pria paruh baya ini mengerut dahi seolah bingung. Pria ini ingat sekali bahwa ini peqtama kalhnya tuannya ini berbicara dengan sopan padanya, padahal jika diingat ini hampir tahun ke-6 laki-laki ini bekerja dikediaman Cho, begitu pula dengan pertanyaan terakhir tuannya yang terkesan aneh.

Kyuhyun mengerutkan dahi. "Ahjushi kenapa kau hanya diam begitu?" Tanya Kyuhyun bingung.

"Ah tidak tuan, hanya saja kau tampak aneh."

"Aneh?" Kyuhyun termagu. "Ahjushi sudah jam berapa ini?"

"Itu" Mata pria itu meliri pada jam waker yang berada di meja disamping ranjang Kyuhyun. "Sudah jam 10" Ujar kepala pelayan itu memperjelas.

Kyuhyun reflek terkejut, sudah jam 10, ini gawat!

"Ahjushi, tunjukan aku letak kamar mandi."

Kepala pelayan itu kembali melongo atas pertanyaan majikannya itu, apa-apaan ini! Bagaimana bisa tuannya ini bisa lupa dimana letak kamar mandi mewah rancangannya sendiri. Dan lagi, dimana sikap angkuh dan dingin juga mengerikannya?

Pria ini benar-benar pusing memikirkan jawabannya. Maka dari itu kepala pelayan itu tanpa banyak bertanya lagi segera menunjuk sebuah pintu yang memang terletak didalam kamar ini.

Kyuhyun menoleh, dan diapun mengerti.

"Kalau begitu saya pamit permisi tuan Cho." Setelah itu kepala pelayan itu segera keluar dari ruangan majikannya.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, lagi..

"Aish aku lupa, bagaimana bisa aku berada ditempat ini? Dan lagi ahjushi itu aneh." Ketus Kyuhyun.

Kyuhyun dengan segera beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. Dan tau kah, kesan pertama ia memasuki kamar mandi itu adalah? Sangat mewah!

Bahkan dari segi ukuran saja kamar mandi ini lebih luas dari kamar tidur pribadinya. Ini sungguh menakjubkan! Siapakah pemilik kediaman ini? Siapapun orang itu sudah pastilah dia sangat kaya, dan juga berselera seni yang tinggi.

Kamar mandinya saja sudah mewah dan seluas ini. Lalu, bagaimana dengan ruangan lainnya. Kyuhyun terenyum kecut saat memikirkan itu.

Kyuhyun melepas kancing piamanya satu persatu lalu membiarkan kain itu tergeletak dilantai. Ia terus berjalan menuju shower. Dan ia sungguh shock!

AAaaakhh!

Suara teriakan melengking menggema dikediaman Cho. Hingga teriakan itu terdengar ketelinga sang kepala pelayan paruh baya itu.

Pria itu pun bergegas kembali kekamar pria yang sebagai tuannya itu.

"Ada apa tuan?" Tanya kepala pelayan itu.

Kyuhyun masih terpaku shock didepan cermin dibawah shawer.

"Paman, kenapa wajahku berubah jadi begitu." Lirih Kyuhyun.

"Apa maksud anda tuan?" Kepala pelayan itu tampak bingung.

Kyuhyun makin mendekat menuju cermin bersiap akan menyentuh bayangannya. Dengan raut wajah yang shock, Kyuhyun mengelus bayangan dari pantulan dirinya dicermin.

Ini mustahil! Bagaimana bisa jiwanya bisa berada diraga Kyuhyun. Lalu apa kabar dengan tubuhnya?!

Seorang Kim Yesung, kini dia terperangkap dalam tubuh seorang namja kaya yang.. Oowh so perfect! Owh god, mimpi apa dirinya semalam. "Tuan." Sapa sang pelayan yang sontak saja menyadarkan Yesung dari ketidak percayaannya.

Yesung menoleh pada pria paruh baya itu. "Eh, ne"

"Apa anda baik-baik saja tuan?"

"Yah aku baik-baik saja ahjushi.." Jawab Yesung masih dengan raut kebingungan.

"Apa anda yakin? Karna tadi saya mendengar anda berteriak tuan."

"Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sekarang ahjushi keluarlah. Aku akan mandi."

Walaupun masih merasa berjuta kejanggalan dari kejadian ini namun Yesung tidak akan memikirkan itu untuk lebih jauh sekarang ini. Yang jelas dia harus pulang melihat keadaan ayahnya dan juga.. Tubuhnya. Untuk itulah dengan halus Yesung meminta kepala pelayan itu untuk keluar.

Dan walaupun raut wajah pria paruh baya itu menunjukan ekspresi keraguan, pria itu tetap menuruti keinginan majikannya. Hingga kepala pelayan Kyuhyun itu pun pergi meninggalkan Yesung yang masih tampak linglung.

.

Ini sungguh diluar nalar!

Cho Kyuhyun, pria tampan yang kini tengah terperangkap didalam tubuh seorang namja manis yang sungguh, ini benar-benar membuatnya setengah gila.

Bagaimana bisa jiwanya terperangkap didalam tubuh orang lain seperti ini. Sekalipun takdir mengharuskannya untuk bertukar tubuh, kenapa harus tubuh Kim Yesung.

Tubuh ini sangat tidak cocok untuknya. Terlalu manis, sangat lemah dan sungguh menggoda.

Sesungguhnya Kyuhyun tengah duduk dengan angkuhnya disofa kamarnya. Dan ini benar-benar kamarnya dalam artian yang sesungguhnya.

Tadi setelah sedikit perdebatan dengan Appa Yesung yang berujung pada kemenangan telak yang dia dapatkan, Kyuhyun pun segera kemari untuk melihat keadaan. Dia penasaran dengan tubuhnya. Siapa yang menempati tubuhnya? Apa kah ada yang merasuki? Atau malah sebaliknya, mungkinkah tubuhnya hanya tergeletak kaku diatas tempat tidur solah ia tengah koma seperti kisahnya putri tidur yang menunggu dicium dulu baru terbangun.

Kyuhyun duduk disofa single yang terdisain tepat menghadap pada kamar mandi dikamarnya.

Sebenarnya tidak mudah baginya untuk bisa masuk kerumahnya ini, apalagi kekamarnya sendiri. Tubuh ini bukan diciptakan untuknya, dan wajah manis ini bukan miliknya. Lalu bagaiman bisa orang lain percaya jika dia bilang bahwa dia adalah Cho Kyuhyun yang dengan ajaib terperangkap ditubuh seorang pria mungil nan manis bernama Kim Yesung. Jika itu dia lakukan maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa orang lain menganggapnya namja manis yang gila karna terobsesi menginginkan kehidupan sebagai seorang Cho Kyuhyun. Hah, itu sangat menggelikan!

Tapi itu tidak masalah, jangan memanggilnya Cho Kyuhyun jika hal sepele seperti ini saja tidak mampu ia selesaikan. Dan hasilnya.. Dia sudah duduk dengan angkuhnya dikamar yang ia tempati kemarin.

Kyuhyun masih setia menunggu. Ia yakin orang yang tengah mandi didalam kamar mandinya itu adalah Cho Kyuhyun palsu. Dan Kyuhyun juga sangat yakin bahwa pemikiran awalnya yang mengira bahwa tubuhnya tidak berjiwa itu sangat salah. Ia penasaran. Kira-kira apa reaksi dari Cho Kyuhyun palsu bahwa Cho Kyuhyun asli tengah berada didepannya. Mungkin kah bahwa yang menempati tubuhnya itu adalah Kim Yesung?

Bukankah dibeberapa drama selalu begitu? Seseorang terperangkap ditubuh seseorang yang memang sudah ditakdirkan untuk bertukar tubuh dan begitupun sebaliknya. Dan bukankah itu dinamakan bertukar jiwa?

CEKLEK!

Akhirnya apa yang Kyuhyun tunggu semenjak tadi akhirnya terjadi. Seseorang yang ia tunggu itupun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan menggenakan jubah mandi sutera bewarna coklat gelap membungkus dengan lembut tubuhnya.

Aish! Itu sangat tidak menggambarkan dirinya.

Kyuhyun selalu menggunakan handuk jika sehabis mandi. Melilitkan dengan kuat kain itu dimana memang seharusnya ditutupi, tidak menutupi tubuhnya secara menyeluruh seperti orang itu.

Dia suka dengan tubuh tubuhnya, tidak berotot namun kesan sexynya tidak dapat terelak-kan. Tubuhnya terlihat padat dan tampak kencang. Sexy bukan.

Namja yang baru keluar dari kamar mandi itu awalnya tidak menyadari kehadiran Cho Kyuhyun, namun ketika ia tengah bercermin barulah namja itu yang berada ditubuh Kyuhyun itu terbelalak melihat Kyuhyun yang bertubuh Yesung itu.

.

Sesungguhnya aku terbiasa menjalani hidup yang rumit.

Namun rumit yang satu ini berbeda.

Ini tidaklah sama dengan rumit-rumit yang lainnya. Hingga akupun membiarkan semua ini melayang mengikuti arus takdir.

Namja bertubuh Cho Kyuhyun itu telah menyelesaikan kegiatan mandi, maka dari itu dia segera mengamit jubah mandi yang terletak tergantungan kemudian mengenakannya setelah itu barulah ia keluar.

Namja ini bukanlah type orang yang suka memandangi kesekitaran. Diapun berjalan menuju cermin memandangi wajahnya yang ia pikirkan 'Kenapa bisa berubah begitu saja wajahnya ini?!'

Belum sedikitpun pertanyaannya terjawab namja ini langsung saja terperangah, dengan cepat ia menoleh kepada namja manis yang tengah duduk sambil memperhatikannya disofa single itu.

"Siapa kau? Itu tubuhku, bagaimana bisa?!"

Kyuhyun hanya mendengus mendengar pertanyaan beruntun dari orang didepannya itu, dengan begitu dia yakin bahwa yang tengah menempati tubuhnya saat ini bukan orang lain, melainkan adalah Kim Yesung. Dia benar bukan.

"Benar itu kau" Kyuhyun mendengus. "Bagaimana rasanya hidup dengan setatus sebagai seorang Cho Kyuhyun hmm?"

"Apa maksudmu.. Tunggu, apakah.. Kau Cho Kyuhyun?" Tanya Yesung dengan kikuk.

Tentu saja Yesung jadi merasa tidak enak hati. Ternyata yang menempati raganya adalah lelaki tampan nan arogan itu, yang setaunya bernama Cho Kyuhyunkan..

Sepertinya takdir tengah mempermainkan mereka. Dalam fikiran Yesung terbesit satu hal.. Dengan begitu banyaknya manusia didunia ini, kenapa harus Cho Kyuhyun yang menjadi patnernya dalam menjalani takdir. Batin Yesung.

"Kenapa kita bisa bertukar tubuh seperti ini Cho Kyuhyun?" Ujar Yesung dengan lirih wajahnya sangat jelas menggambarkan kesedihan, dan yang menampakan raut kesedihan itu wajah Cho Kyuhyun yang berjiwa Yesung didalamnya.

Kenapa jadi seperti ini? Seharusnya tidak seperti ini, orang lain ada ditubuhnya dan orang itu sangat tidak pantas merasuki tubuh yang sudah kotor dan rendahan seperti dirinya.

Orang ini, Cho Kyuhyun. Dia pasti benci pada Yesung karna menempati tubuhnya dan hidupnya yang sangat sempurna.

"Kenapa? Apa hatimu merasa tidak pantas untuk berada ditubuhku, begitu bukan?" Kyuhyun bangkit berdiri, berjalan mendekat pada Tubuhnya yang berjiwa Yesung. Tatapan matanya sungguh intens menghujam tepat kebola mata Yesung hingga ia tak mampu untuk terlalu lama menatap mata itu yang dulunya selalu sendu tidak mengerikan seperti sekarang. Apa jika dia masih didalam tubuhnya, memang dalam tubuhnya yang sebenarnya. Bisakah dia menggunakannya untuk mendominasi orang lain seperti pria ini mendominasi dirinya? Fikir Yesung.

"Jujur saja. Aku tidak menyangka ini dirimu Kim, dan aku juga berada ditubuhmu. Pertanyaan yang tepat saat ini bukanlah bagaimana tubuh kita bisa tertukar. Tapi bagaimana cara kita menjalani hidup kita kedepan. Apa kau tidak pernah memikirkan itu hem?" Kata-kata Kyuhyun tepat dan tajam disetiap nada serta intonasi suaranya, membuat Yesung semakit takut dan merasa bersalah walaupun ia tidak tau apa yang harus disalahkan.

Inikan bukan salahnya jika jiwa mereka saling bertukar, salahkan takdir yang tengah bermain-main terdahadap hidup mereka.

"Maaf aku tidak tau bagaimana harus berkata. Aku juga tidak mengerti, bagaimana kita bisa seperti ini. Maaf."

Kyuhyun makin menyeringai mendengar jawaban Yesung. Dalam fikirannya adalah 'Namja ini payah!'.

Kira-kira apa yang membuat namja ini menjadi sosok yang sungguh rapuh seperti ini. Bahkan selalu mengalah pada keadaan, pada takdir yang seharusnya bisa ia kendalikan dengan mudah. Takdir tidak perlu dirubah, tapi diperbaiki.

Tapi namja ini seolah menunjukan bahwa ia hanyalah makhluk lemah yang tidak ada apa-apanya dibandingkan srigala. Hanya mampu pasrah walaupun hati terluka.

Kyuhyun makin menatap Yesung yang terus menunduk semenjak tadi seolah ia menghindar dari kontak mata Kyuhyun, mata miliknya.

"Lihat aku. Jangan menunduk ketika aku tengah berbicara!"

"Jadi, bagaimana kita menjalani hidup kita kedepannya?"

Tidak ada jawaban dari Yesung atas pertanyaan Kyuhyun. Bahkan Yesung sekuat tenaga mencoba untuk tenang walaupun tubuhnya sudah bergetar ditatap begitu tajam oleh Kyuhyun.

Dia tidak suka ditatap seperti itu. Karna itu membuatnya takut.

"Aku tidak tau.."

Kyuhyun menyeringai. "Baik, jika itu jawabanmu." Kyuhyun melayangkan tangannya menempelkan jemari itu kewajah namja tampan yang ada didepannya. Dia mengelus wajah Yesung, atau mungkin wajahnya kemarin. "Ternyata jika diperhatikan seperti ini wajahku memang tampan. Pantas saja orang-orang banyak yang tergila-gila padaku." Kyuhyun semakin menyeringai melihat reaksi Yesung.

Yesung yang diperlakukan seperti itu malah semakin gelisah dan gemetar. 'Pria ini berbahaya.' batin Yesung. Dia semakin tidak nyaman dengan tindakan namja yang berwajah dirinya itu. Entah kenapa namja ini seperti punya sesuatu hal yang aneh. Itu terbukti dari gelagat Kyuhyun yang terus-terusan menyeringai padanya seolah menganggap remeh Yesung.

"Kim Yesung. Kita akan bertukar tempat untuk waktu yang tidak ditentukan. Dan itu dimulai dari sekarang. Apakah kau bisa?"

Yesung tidak habis fikir dengan namja ini. Ia berucap sungguh tenang, seolah ini adalah sesuatu yang memang sudah lama ia harapkan. Apa semua orang kaya selalu seperti ini? Selalu tenang tanpa beban.

Namun lain dengan Yesung, dia jadi Shock sendiri dengan intruksi Kyuhyun.

Wooow, ini menyenangkan!

Bertukar tubuh dengan orang yang berkehidupan sempurna? Sungguh itu kesempatan langka. Bahkan Yesung tidak pernah bermimpi jalan hidupnya akan seperti ini. Tapi tunggu!

"Jangan senang dulu Kim." Sontak saja senyum yang tadinya terkembang diwajah Kyuhyun sirna sudah. Yesung jadi merengut atas ucapan Kyuhyun. "Kenapa?"

"Tentu saja karna menjadi diriku itu tidak mudah. Kau yakin mampu untuk menjadi pemimpin diperusahaanku?"

Hah okeh! Itu pertanyaan bagus sekali. Tentu saja jawabannya TIDAK.

'Sialan. Setelah menerbangkanku kelangit kemudian dia menghempaskanku lagi kedasar. Kurang ajar!' Yesung membatin.

"Maka dari itu aku akan masuk keperusahaan sebagai dirimu dan aku akan menjadi asisten special disana." Lanjut Kyuhyun kemudian. Yesung masih diam memikirkan tawaran Kyuhyun.

Itu bukan ide yang buruk. Dengan Kyuhyun yang akan selalu disampingnya pasti akan mempermudah semuanya, lagipula itu adalah perusahaan Kyuhyun. Pasti Kyuhyun tidak ingin perusahaannya menjadi colaps jika bukan ia yang mengendalikan.

"Baiklah. Tentu aku akan setuju." Yesung berucap mantap.

Tidak peduli bahwa ia akan tampak seperti namja licik yang telihat memang mengharapkan keadaan seperti ini, karna ia begitu senangnya menerima tawaran dari Kyuhyun. Seperti laki-laki tidak tau diri bukan.. Lalu kenapa? Bukankah harga dirinya memang sudah lenyap.

Ingat! Bukankah ia namja kotor. Lalu apa salahnya jika sekali saja Yesung juga ingin merasakan kehidupan sempurna yang penuh dengan limpahan rasa hormat.

Yesung ingin dihargai. Inilah yang ingin dirasakannya lagi. Dengan dia bersemayam ditubuh Kyuhyun, pasti akan sangat menyenangkan, Pikirnya.

"Good boy.." Ujar Kyuhyun sambil lalu.

"Eh Kyu, appa bagaimana keadaannya? Apa kau sudah menyiapkan sarapan untuknya?" Yesung berjalan mendekati Kyuhyun yang tadi akan pergi keluar.

Walaupun kini ia tengah menjadi sosok seorang Cho Kyuhyun, bukan berarti dia dengan mudahnya melupakan ayahnya. Ayah yang begitu teramat didicintainya karna itulah ia langsung bertanya pada Kyuhyun.

"Appa mu sudah tergeletak tak berdaya sebelum aku kemari."

Yesung mengerutkan kening atas jawaban Kyuhyun. "Maksudmu apa?"

"Tadi appa kesayangan mu itu seakan-akan ingin membunuhku. Yah karna itulah, sebelum dia memukulku aku dulu membuatnya tidak berdaya." Kyuhyun menjawab dengan enteng tanpa tau perubahan raut wajah Yesung setelah mendengar omongannya.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA APPAKU CHO KYUHYUN!"

.
.

Hai chingudeul~

kangen?

Hehehe pendekkah? Typo pasti bertebaran.. Hehe

gimana menurut kalian? Kalian ngertikan dengan jalan cerita yang ili bikin?

Maap updatenya lama.. Karna lagi masa-masa sibuk, dan juga gairah nulis yang menurun makanya jadi sulit.. Tp karna ili ngerasa masih berhutang kpada MLR (my lovely reader) ili harus nyelesaiin ini secepatnya. Hehehe, XD

dan maap lagi kalo dich ini jauh dari harapan ya..

bye~

Review

.
Thankyu..