BEHIND YOU

.

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast

.

Rated : T

.

Warning : GS| Abal | Typo(s) |OOC| Membosankan | Ide cerita yang pasaran | Tidak sesuai EYD

Semua cast milik diri mereka masing masing, orang tua dan Tuhang YME. Dan saya hanya meminjam nama mereka saja. ^^

.

^^ Happy Reading^^

Bias bias lampu luar menembus ventilasi kamar tanpa penerangan lampu. Terlihat seorang yeoja yang terbaring gelisah sembari memeluk boneka kelincinya. Entah sudah keberapa kalinya ia menghela nafas panjang, dan sudah keberapa kalinya juga ia melirik jam yang tergantung didinding kamarnya yang samar karena minimnya cahaya.

Jarum jam itu sudah mengarah ke angka 12, namun rasa kantuk belum juga menderanya, dan satu satunya alasan kenapa ia tak bisa tidur adalah tentang percakapannya dengan kedua teman barunya tadi sore.

Sungmin – yeoja itu memilih mendudukkan tubuhnya, bersandar di punggung ranjang. Menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan kepalanya disana. Matanya terpejam, mencoba mengingat kembali tiap kata yang diucapkan Donghae dan Hyukjae –teman barunya.

"Apa sedari kecil Kyuhyun memang seorang kleptomania?".

"Tidak. Dia seperi itu semenjak Sehun meninggal, tepatnya saat kami baru memasuki tingkat dua SMA".

"Sehun? Nuguyo?".

"Sehun adalah adik Kyuhyun, ia meninggal saat kecelakaan mobil yang menimpanya dan Kyuhyun. Kyuhyun masih bisa tertolong karena lukanya tak begitu serius, sementara Sehun, dia tidak bisa bertahan, bahkan sebelum ia dibawa kerumah sakit. Dan semenjak itulah sifat Kyuhyun berubah dingin, dan mengambil barang barang sepele di pusat perbelanjaan".

"Bagaimana bisa, kecelakaan merubah sifat orang menjadi kleptomania seperti itu?".

"Entahlah, Dokter bilang ada luka benturan dikepalanya, mungkin itu yang menyebabkannya. Kami juga tak tahu pasti, apa ada faktor lain atau tidak".

"Memperkerjakan mu adalah salah satu usaha Cho ahjumma untuk mengontrol Kyuhyun, kami mohon Min, bantu kami membujuknya agar mau melakukan therapi, segala cara sudah kami lakukan. Tapi ia benar benar keras kepala".

"Kau tak usah takut, walaupun angkuh, tapi dia anak yang baik dan manja. Anggap saja dia bukan majikanmu dan bukan seorang kleptomania".

Sungmin mendongakkan kepalanya, menghela nafasnya - lagi – dan membaringkan tubuhnya. Matanya terpejam, sebisa mungkin menggapai rasa kantuk itu.

"Lee Sungmin, kau harus membantunya. Fighting!". Gumamnya sebelum terlelap.

.

.

.

.

"Mwo? Noona menjadi pengasuh namja berusia 21 tahun?". Namja bernama Choi Minho itu reflek meninggikan suaranya, matanya yang bulat semakin membulat setelah mendengar cerita Sungmin tentang pekerjaan barunya.

"Ya! Pelankan suaramu bodoh!". Protes Sungmin bebarengan dengan pukulan yang mendarat dikepala Minho. Namja itu berdecak sebal sambil mengusap pelan bekas pukulan itu. "Appo noona!".

"Salahmu sendiri, mengapa harus berteriak seperi itu".

"Aku tidak berteriak, hanya terkejut mengetahui noona menjadi pengasuh namja berusia 21 tahun, dan noona bilang dia seorang kleptomania? Omo~ memangnya tak ada pekerjaan lain?". Sungmin memutar bola matanya jengah. Sepertinya teman teman Minho salah besar jika menganggapnya sebagai namja cool, cuek, dan hemat dalam berkata. Faktanya ia sangatlah cerewet jika bersama Sungmin.

"Mereka membayarku, mereka juga tak keberatan aku bekerja paruh waktu saja, aku tak merasa dirugikan Minho-ya".

"Apa itu tak membahayakan mu noona?". Tanya Minho ragu.

"Membahayakan seperti apa yang kau maksud hah? Tenanglah, cukup percaya saja pada noonamu yang cantik ini. Arra! ".

"Ne… Ne… Ne… terserah noona saja".

Mereka kembali melanjutkan langkahnya menyusuri koridor itu. Tak sedikit pasang mata memperhatikan mereka. Terang saja, karena salah satu objeknya mengenakan seragam SMA di area kampus. Dan wajah tampan itu juga salah satu alasan para yeoja yang berada disana tak bosan menatapnya.

"Eh! Ada apa kau ke kampus ku?". Tanya Sungmin memulai percakapan mereka kembali.

Seperti teringat sesuatu, dengan cepat Minho membuka tas ranselnya, mengambil paper bag kecil dan menyodorkanya pada Sungmin. "Ige mwoya?". Tanya Sungmin lagi.

"Eomma sudah kembali dari Thailand, ini oleh oleh dari Eomma untuk noona".

"Omo~ kenapa ahjumma harus repot repot membelikanku oleh oleh".

"Nonna seperti tak tahu Eomma saja, Eomma sangat hobi belanja, dan mana mungkin Eomma melupakan noona". Cibir Minho. Sungmin terkikik geli mendengarnya. Memang Eommanya itu terkadang lebih memanjakan Sungmin dari pada dirinya. Mungkin karena kedua anaknya adalah namja. Dan tentu saja kehadiran Sungmin membuatnya senang.

"Tapi setidaknya aku saja yang kerumahmu".

"Eomma memaksaku noona, tapi kau memang harus kerumah, Appa dan Eomma merindukanmu".

"Ne, hari libur nanti aku akan kerumahmu. Sampaikan terimakasihku pada mereka". Sungmin menoleh. "Oh iya, Siwon apa kabar? Apa hyungmu itu mendapatkan pacar orang Amerika, sampai melupakan korea?".

"Hahaha, sepertinya begitu noona." Minho menghentikan langkahnya. "Ah noona, aku harus pergi, Taemin sudah menungguku". Pamit Minho.

"Taemin? Nugu? Hey! Jangan mempermainkan hati yeoja lagi". Ucap Sungmin sedikit berteriak karena Minho sudah melangkah jauh.

"Tenang noona, kali ini aku janji tak akan bermain main lagi, dia yeoja yang berbeda". Jawab Minho yang juga berteriak.

"Dasar!". Decak Sungmin masih menatap punggung tegap Minho yang semakin menjauh.

.

.

.

.

Siang hari ini tak sebegitu panas seperti hari kemarin, malah cederung mendung, mungkin akan turun hujan. Hari sabtu kampus memang tak begitu ramai, karena hanya segelintir mahasiswa yang mengambil jadwal kuliah akhir pekan seperti ini.

Suasana koridor yang lengang menampakan sosok namja tampan sedang berjalan dengan mata terfokus pada layar PSP ditangannya. Semestinya hari ini ia terbebas dari suasana gedung pendidikan bertingkat itu, karena hari ini memang bukan jadwal kelasnya, tapi entah alasan apa yang membuatnya datang kemari.

"Kyuhyun…". Merasa ada yang memanggilnya, namja bernama Kyuhyun itu menghentikan langkahnya, menoleh pada sosok yeoja yang tengah berlari kecil kearahnya. "Hahh… akhirnya, aku menemukanmu juga".

"Kenapa kau kemari?". Tanya Kyuhyun angkuh. Yeoja itu mendengus kesal seraya menyamai langkah lebar Kyuhyun. "Tantu saja mencarimu, kau lupa? Ini adalah pekerjaanku, dan seharusnya aku yang bertanya seperti itu, bukankah hari ini kau libur?".

Kyuhyun melirikkan matanya sekilas. Ia sudah tak memainkan PSP nya lagi, dimasukannya benda pusaka itu pada kantung celananya. "Bukan urusanmu". Jawabnya singkat.

Yeoja itu mengedikan bahunya tak peduli, kakinya terus mengikuti langkah Kyuhyun yang membawa mereka ke parkiran. "Mau kemana?".

"Cerewet sekali, cepat masuk, bukankah ini pekerjaanmu?".

.

.

.

.

"Kyunie, emm… kau tak ingin sembuh? ". Tanya yeoja yang duduk dibangku samping kemudi. Namja yang dipanggil Kyunie itu hanya mengangkat sebelah alisnya.

Kyunie? Dia memanggilku Kyunie?

"Iya, mengapa kau tak melakukan terapi?". Lanjutnya.

"Untuk apa? Aku tak sakit Minnie". Kali ini yeoja yang Kyuhyun panggil Minnie menaikkan alisnya sebelah, persis seperti yang diakukan Kyuhyun tadi.

Minnie? Dia memanggilku Minnie?

Sungmin mengangguk. "Apa kau tak ingin lepas dari sebutan kleptomania? Jika kau seperti itu terus, mana ada yeoja yang akan tertarik denganmu, apa kau tak ingin punya pacar hm?". Tanya Sungmin blak blakkan. Oh ayolah Lee Sungmin. Kau sedang berbicara dengan majikanmu sekarang.

"Seperti itukah kau bicara pada majikanmu nona?". Jawab Kyuhyun bernada teguran.

"Aku sudah mendapat ijin dari Nyonya Cho, bahwa aku di perbolehkan bertindak sesuka hati tanpa kekerasan, bahkan Donghae dan Hyukie menyuruhku agar tak menganggapmu sebagai majikan". Sungmin berujar penuh kemenangan, di wajahnya tercetak seringaian yang sama sekali tak cocok di wajah imutnya.

"Ya! Aku ini Cho Kyuhyun majikanmu, mana ada yang seperti itu, diperbolehkan bertindak sesuka hati, tak menganggapku sebagi majikanmu. Aku yang menggajimu, atau kau ingin bekerja tanpa menikmati gajimu?".

Seketika Sungmin terdiam, bukan. Bukan karena ancaman namja Cho itu. Melainkan ini adalah kalimat terpanjang Kyuhyun semenjak ia mengenalnya. Sedetik kemudian suasana hening itu di penuhi tawa Sungmin yang menggelegar.

"Hahaha… kau salah tuan muda Cho, yang menggajiku adalah Nyonya besar Cho, jadi simpan saja ancaman mu itu, hahaha…".

Kyuhyun berdecih dan kembali fokus pada jalanan siang itu. "Hey! Kau belum menjawab pertanyaan ku Kyunie, apa kau tak ingin lepas dari penyakitmu itu hm? Mana ada yeoja yang akan tertarik pada mu nanti". Lanjut Sungmin setengah mengejek. Yeoja itu tak berniat mengejek, mungkin saja Kyuhyun akan tertarik melakukan terapi jika dipancing seperti itu.

"Mwo? Aku bahkan bisa menunjuk yeoja manapun yang ini aku jadikan pacar".

"Aku tak percaya".

Tanpa Sungmin sadari, seringaian licik terlukis diwajah Kyuhyun. "Hahh… baiklah, kau menang Minnie". Ucap Kyuhyun pasrah. Sungmin tersenyum puas. "Aku akan melakukan terapi, asal kau mengabulkan permintaanku".

"Apa?".

"Jadilah pacaraku". Sungmin membelalakan matanya, menatap tak percaya pada Kyuhyun yang tersenyum licik. Ia mengerjapkan matanya berkali kali, menghilangkan rasa kagetnya.

"Apa kau sudah gila? Permintaan macam apa itu? Dan perlu kau ketahui, aku sudah memiliki pacar".

"Aku tak perduli". Ujar Kyuhyun cuek. "Jika kau tak mau menjadi pacarku, aku juga tak mau melakukan terapi bodoh itu"..

.

.

.

.

Seumur hidupnya, baru kali ini yeoja penyuka kelinci itu menginjakan kakinya di Mall nomor satu Korea selatan. Sungmin lebih memilih Mall yang menyediakan banyak diskon, dan itu tak mungkin ia temukan disini. Semua yang tersedia disini adalah merk ternama, dan harganya membuat Sungmin bergidik ngeri.

Sudah 20 menit Sungmin mengelilingi Mall ini, dan sudah 20 menit juga Sungmin mengikuti Kyuhyun yang tak tahu akan kemana. Diperjalanan tadi namja Cho itu berkata ingin membeli sesuatu yang Sungmin tak tau itu apa.

"Kau tunggu disini". Titah Kyuhyun saat mereka berhenti persis di depan toko accesoris perempuan. Sungmin mengiyakan perintah Kyuhyun. Tanpa risih, ia memasuki toko yang di dominasi oleh pembeli yeoja.

Tak sedikit dari mereka terkagum dan histeris tertahan kala melihat namja tampan seperti Kyuhyun tengah memilih jepit rambut lucu. Beruntung sekali yeoja yang dibelikan jepit rambut itu. Yah~ seperti itulah isi hati yeoja yeoja disana.

Beruntunglah toko itu di batasi kaca bening, sehingga Sungmin masih bisa melihat Kyuhyun yang hendak memasukan jepit rambut pada saku celananya. Tanpa berfikir dua kali,Sungmin mengambil langkah seribu menghampiri Kyuhyun.

"Chagiya, ah… ternyata kau disini". Ujar Sungmin tersenyum palsu. Ia mengambil jepit rambut yang belum sepenuhnya tenggelam di saku Kyuhyun. "Ah, pilihanmu bagus, kajja kita bayar".

Kyuhyun menganga tak percaya menatap Sungmin yang sudah berdiri di antrian kasir. "Chagiya, palliwa, sampai kapan kau berdiri disitu terus?". Lanjut Sungmin membuyarkan pikiran Kyuhyun.

.

.

.

.

"Mulai sekarang aku tak akan membiarkanmu jauh dari ku Kyunie, satu meter pun tak akan".

Kini mereka berada di restoran mewah yang menyediakan makanan khas Indonesia. Entahlah, setelah insiden menegangkan - bagi Sungmin – di toko accsesoris tadi membuat perut mereka menjadi lapar, dan dua porsi sate ayam menemani ocehan Sungmin yang tak kunjung henti.

"Untung saja mereka tak melihat, jika ada yang melihat, aku yakin kau sudah dimasukan penjara, dan divonis hukuman 20 tahun Kyunie". Kyuhyun tertunduk malas. Ucapan Sungmin barusan sangatlah berlebihan.

"Tapi seleramu cukup baik Kyunie, jepit rambut ini indah. Buat ku saja ne?". Tanya Sungmin seraya memperhatikan kembali benda kecil berwarna merah itu.

"Setelah seenaknya kau memanggilku chagiya di depan umum, sekarang kau malah meminta jepit itu untukmu?". Cibir Kyuhyun.

"Itu agar mereka tak curiga bodoh!". Cetus Sungmin tak mau kalah. "Tak mungkin Nyonya besar Cho memakai jepit rambut ini, lebih baik untukku saja".

"Terserah kau saja". Sungmin tersenyum lebar mendengar ucapan dingin Kyuhyun. Tangannya terulur memakai jepit itu dikepalanya. "Apa aku terlihat cantik?".

"Aku akan meminta Eomma untuk memecatmu". Jawab Kyuhyun jauh dari pertanyaan Sungmin.

"Lakukan saja". Sungmin terkikik geli ketika Kyuhyun mendengus kesal.

"Huuaaa… ini enak sekali Kyunie, benar benar enak".

"Kau memilih menu yang tepat. Apa namanya? Sa- sate. Ah.. iya sate, terdengar seperti bahasa jepang".

"Seharusnya kau juga memesan salad untuk mengimbanginya, makanan yang dibakar tak begitu baik untuk tubuh".

Baiklah, sepertinya keramaian di meja itu disebabkan oleh satu orang saja, dan Kyuhyun terus setia menikmati tiap tusuk daging ayam saus kacang itu.

"Ya! Kyunie, kau mendengarku tidak!".

"Kau ini cerewet sekali". Kyuhyun menolehkan pandangannya pada Sungmin. "Oh kau ini jorok sekali, ada saus kacang di bibir mu tapi kau tak merasakannya. Ck, seperti anak kecil saja". Cela Kyuhyun.

"Eh? Benarkah?". Ucap Sungmin seraya melirik sudut bibirnya. Tangan itu di tepis cepat saat Sungmin hendak mengelapnya. Dengan cepat Kyuhyun mencondongkan badanya, menempelkan bibir tebal itu pada bibir Sungmin, menyapu saus kacang dengan sekali kecupan.

Sungmin terdiam, matanya melebar, dan jantungnya seketika menjadi berdetak kencang. "jika seperti ini, kau tak harus mengotori tanganmu". Ujar Kyuhyun.

.

.

.

.

'Jika perut kenyang, mungkin Sungmin akan berhenti mengoceh'. Kyuhyun harus membuang opini itu jauh jauh, karena sampai sekarang telinga Kyuhyun tetap saja dipenuhi ocehan Sungmin. Walau sempat Sungmin berhenti mengoceh karena acara-bersih-bersih-Kyuhyun, tapi itu hanya sebentar. Sebentar!.

Saat berjalan kepintu exit Mall itu, terlebih dahulu Kyuhyun membelokan langkahnya menuju toilet. Sungmin mengikuti kemanapun langkah Kyuhyun, sepertinya yeoja itu memang tak akan membiarkan Kyuhyun jauh darinya walau hanya satu meter.

"Apa kau ingin ikut dengan ku kedalam?". Ocehan Sungmin terhenti beralih mencerna ucapan Kyuhyun. Tak lebih dari lima detik matanya melotot lebar saat ia tersadar bahwa kini ia berdiri persisi di depan toilet pria.

"Kau ingin kedalam dengan ku Minnie~". Goda Kyuhyun sengaja mengerlingkan matanya. Mungkin sedikit balas dendam karena moodnya dirusak oleh ocehan panjang Sungmin.

Blush~

Tak tahu karena kata kata Kyuhyun yang terkesan menggodanya, atau memang sangat malu karena tak menyadari keberadaannya sekarang, yang jelas semburat merah tergambar jelas dipipi Sungmin.

"Aku tunggu disana". Lirih Sungmin. Yeoja itu menyandarkan tubuhnya di dinding agak jauh dari sana. Sambil menunggu Kyuhyun, menelpon Jungmo sepertinya tak buruk.

"Yeobseo". Sapa Sungmin setelah panggilannya tersambung.

"Yeobseo, wae chagi, ada apa kau menelponku?".

"Aniya, hanya ingin menelpon mu saja".

"Aku sedang sibuk sekarang, nanti ku telpon kau. Mianhae".

Flipp~

Belum sempat Sungmin menjawabnya, panggilan itu sudah terputus. Sungmin menghela nafasnya. "Kau selalu seperti itu jika sedang sibuk Jungmo-ah". Ucapnya menatap kecewa layar ponsel itu. "Gwenchana, aku mengerti".

Sungmin memasukan kembali ponselnya. Ia tersentak kaget kala Kyuhyun sudah berdiri persis disampingnya. "Kau mengagetkanku Kyunie".

"Pacarmu?". Sungmin mendengus kesal. Bukannya minta maaf, Kyuhyun malah berbalik bertanya. Selalu seenaknya sendiri mengalihkan pembicaraan. "Ne…". jawab Sungmin lesu.

"Kajja pulang, mood ku sudah benar benar hancur oleh ocehanmu tadi".

Sungmin memincingkan matanya, menatap garang Kyuhyun yang sudah lebih dulu melangkah. "Ya! Kenapa kau masih berdiri disitu. Palli". Gertak Kyuhyun.

.

.

.

.

Oh! Mood seorang Cho Kyuhyun sepertinya benar benar sudah 'hancu'r. Sampai sampai senyuman itu tak kunjung luntur dari bibir tebalnya. Nyonya Cho yang tengah menyiapkan makan malam bersama para maid sedikit bingung melihat tingkah anaknya.

"Kau sudah pulang?". Kyuhyun berjengit kaget mendengarnya. Hey! Bahkan namja itu tak menyadari jika Eomma dan para maid berada disana.

"Ne Eomma". Jawab Kyuhyun salah tingkah.

"Ada apa denganmu hm?". Hanya gelengan acuh yang Nyonya Cho dapatkan. "Bagaiman dengan Sungmin?". Nyonya Cho kembali bertanya.

"Pilihan Eomma sangat buruk, Eomma tak pintar mempekerjakan orang". Raut wajah Kyuhyun sengaja dibuat kesal. Nyonya Cho sedikit kecewa mendengarnya. "Benarkah? Baiklah besok Eomma akan memecatnya".

"Andwe!". Teriak Kyuhyun lantang. Dahi Nyonya Cho berkerut, menatap aneh kearah anak laki lakinya. "Maksudku, kita lihat dulu kerjanya, mungkin karena belum terbiasa, jadi kerjanya sangat sangat buruk". Pewaris tunggal keluarga Cho itu nampak gugup, membuat Nyonya Cho mati matian menahan tawanya.

"Kau sendiri yang bilang pilihan Eomma buruk, jadi apa salahnya jika Eomma memecatnya…". Nyonya Cho memberi jeda. "Biar Eomma menyuruh Appa mu untuk mencari orang menggantikan Sungmin".

"Aish… eomma, aku hanya berkomentar saja, lagi pula aku tak ingin Eomma dan Appa lelah mencari orang lagi untuk menjaga ku". Elak Kyuhyun.

"Benarkah?".

"Aish.. sudahlah, aku mandi dulu, gerah sekali rasanya".

Nyonya Cho tersenyum lebar melihat gelagat Kyuhyun yang mengambil lengkat cepat menuju kamarnya. Oh! Yeoja berumur itu sempat melihat rona merah di wajah tampan anaknya yang tak pernah ia lihat beberapa tahun ini.

.

.

.

.

Kau puas menghancurkan hariku Lee Sungmin? Lihat saja, dalam waktu dekat ini Eomma akan memecatmu!

-Sent-.

"Sehun-ah, dulu kau pernah bercerita pada Hyung, kau menginginkan yeoja manis, cerewet namun lucu, kau bilang yeoja itulah yang membuatmu nyaman". Kyuhyun tersenyum tipis. "Jika kau bertemu dengannya, Hyung yakin kau akan menjadikannya pacarmu, tak peduli ia jauh lebih tua dari mu. Hahaha… iya kan?".

"Kau memiliki tipe yang baik Sehun-ah". Sepersekian detik raut wajah Kyuhyun berubah sedih, ia menundukan kepalanya lesu, tanpa ia sadari, cairan bening menetes dari matanya.

"Maafkan Hyung Sehun-ah, mianhae, jeongmal mianhae"..

.

.

.

.

Drrtt… Drrrtt…

Secepat kilat Sungmin menyambar ponsel yang tergeletak disebelahnya. Ia mendesah kesal saat nama Cho Kyuhyun lah yang terpampang di layar ponsel itu.

"Apa itu? Ancamanmu tak mempan tuan muda Cho". Sungmin berujar sebal setelah membaca pesan singkat Kyuhyun. Diletakannya kembali ponsel itu tepat disebelahnya.

"Kupikir Jungmo". Sungmin menghela nafas. "Hahh~ kau bilang akan menelponku Jungmo-ah, sedah malam begini, kau belum saja menelponku"..

.

.

.

.

"Donghae-ah, kemari, Appa kenalkan pada teman bissnis Appa". Namja paruh baya itu setengah berteriak memanggil anak semata wayangnya, suasana gedung yang ramai membuat Tuan Lee juga harus melambaikan tangannya, karena sang anak berdiri agak jauh darinya.

Ya. Mereka kini sedang berada di acara ulang tahun perusahaan milik teman Tuan Lee, dan sebagai penerus Lee Corp, tentu saja, namja bernama Lee Donghae itu turut hadir mendampingi sang Appa.

"Kenalkan, dia tuan Kim, teman Appa dulu, itu putranya, dan itu calon menantu tuan Kim". Ucap tuan Lee.

"Anyeong haseyo, Lee Donghae imnida". Donghae membungkuk hormat setelah memperkenalkan dirinya.

"Kau mirip dengan Appamu nak". Tuan Kim tersenyum sambil menepuk pundak Donghae. "Kenalkan, ini putarku". Sambung tuan Kim memperkenalkan putranya.

"Anyeong haseyo, Kim Jungmo imnida, dan ini calon istriku, Park Han Byul". Donghae menjabat tangan Jungmo, sedikit berfikir dirasa nama itu tak lagi asing di telinganya.

"Kim Jungmo?". Ulang Donghae.

.

.

.

.

T.B.C

Anyeong chingudeul, author kembali….

Terima kasih buat semua yang udah baca dan Review.

Ah author ngasih tau sekali lagi nih… klepotomania yang di idap Kyuhyun bukan konfik utama. Itu cuma pelengkap dan selingan saja ne…

Author juga ngga tau pasti, konflik utamanya dari Kyuhyun, atau malah dari Sungmin. Mungkin akan kejawab di chapter selanjutnya.

Cukup sekian, gomawo Chingudeul. Review lagi ne…

ANYEONG…

Q & A

Q : Kleptomania itu penyakit apa?

A : okeh, ini author sudah rangkumin dari beberapa artikel yang author baca.

Definisi. Klepto memang berarti mencuri dan mania adalah dorongan yang terus menerus untuk mencuri. Barang yang diambil bukanlah barang yang bernilai tinggi, biasanya barang yang diambil adalah barang kecil yang tidak berharga, atau setidaknya barang yang tidak berharga bagi si penderita.

Faktor yang mempengaruhi adalah factor lingkungan, agama, pendidikan, materi, keturunan dan juga kecelakaan. Kecelakaan yang mengakibatkan benturan dikepala atau cedera otak juga bisa mencetuskan kleptomania. Bukan hanya benturan fisik, melainkan dalam bentuk hantaman fikiran juga bisa memicu seorang menjadi kleptomania. (Ex : pernah merasa kehilangan sesuatu yang sangat disayanginya).

Jenis Treatment untuk penderita kleptomania:

1. Medikasi, menggunakan obat obatan yang bekerja langsung pada sistem susunan saraf dan memberi ketenangan jika terjadi perubahan mood (ex: Antidepressant, Benzodiazepines, Moodsatabilizer, dll)

2. Psikoterapi. Terapi yang digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy, terapi keluarga, terapi psikodinamika, self – group therapy, dan Rational emotive therapy.

#authorcengo

Q : Request FF yang Kyumin nya sodara.

A : Chingu, coba mampir di FF ku yang My Dongsaeng My love. Agak sedikit mirip sama request kamu. Tapi ceritanya errr~ ancur chingu. #ngumpet diketekMing.