UHKB Series –Kaihun
Tittle: Jongin dan Sehun
Cast:
Kim Jongin, Oh Sehun
Wu (Oh) Yi Fan, Kim (Oh) Junmyeon
Rate: T
Genre: Romance, Family, Friendship, M-Preg
Warning! OOC, Typo's, etc
Happy Reading~~
~Kaihun~
Author POV
Sehun duduk di sebuah ayunan di salah satu taman dekat rumahnya. Beberapa kali ia melihat ke sebuah kedai di sebrang sana yang sangat ramai. Ia sedang menunggu kekasihnya omong-omong. Kekasihnya? Iya benar, kekasihnya, pacarnya! Siapa lagi kalau bukan si preman sekolah, Kim Jongin, atau mungkin yang lebih dikenal dengan Kim Kai. Rupanya pacar tannya itu sedang dimandatkannya untuk pergi membelikan si cadel Sehun minuman kesukaannya, Bubble Tea.
Sehun mengayunkan kakinya, mencoba mengurangi kebosanannya dengan bermain-main dengan pasir di pijakannya. Sudah lama ia tak ke taman ini. Kapan ya kira-kira terakhir kali? Mata namja imut itu menerawang, menggali memorinya. Tak lama kemudian matanya berbinar senang saat mengingatnya. Sehun kan terakhir kali ke taman ini saat mengobati luka Jongin. Ya ampun, itu sih sudah sangat lama sekali. Sehun pacaran dengan Jongin saja sudah hampir 1 tahun. Mengingat saat ia mengobati luka Jongin dulu, Sehun jadi teringat bagaimana ia dan kekasih dekil kesayangannya itu bertemu.
Jika di pikir-pikir, kenapa dia mau ya dengan Jongin? Sudah hitam, dekil, preman, menyebalkan, tukang masuk ruang kedisiplinan lagi! Sehun ingat saat dulu mereka jadian, dan mereka berangkat ke sekolah bersama, dengan Sehun yang menggandeng lengan Jongin manja, membuat seluruh penghuni sekolah heboh. Banyak yang bergosip kalau Jongin hanya mempermainkan Sehun, mengancam Sehun untuk jadi pacarnya, dan lain sebagainya. Jongin yang terkenal mampu mengalahkan penguasa sekolah tetangga dalam duel saja sampai terpukul berat karna mendengar desas desus itu. Ia bahkan sampai ingin mengakhiri hubungan mereka karna merasa Sehun tak pantas untuknya. Tapi.. si cadel Oh Sehun bukannya menuruti, ia malah memeluk Jongin erat, berbisik di telinganya untuk tak mendengar ucapan orang-orang disekitar mereka, karna ia mencintai Jongin. Sebelum akhirnya namja milk skin itu menutup kedua telinga namja berkulit tan di hadapannya, dan mengecup bibir tebal Jongin untuk membuktikan bahwa ia memang mencintai si dekil Jongin.
Walaupun banyak yang bilang bahwa mereka itu seperti kopi dan susu, banyak yang mengibaratkan Sehun sebagai anjing poodle yang imut-imut, dan Jongin layaknya anjing herder yang galaknya minta ampun, namun gosip-gosip itu terbang terbawa angin saat melihat betapa manisnya sikap Jongin pada Sehun, membuat siapapun tak akan pernah mengira jika yang mengusak sayang rambut Sehun itu Jongin, si Kim Kai, preman sekolah yang disegani.
Tapi, kan tetap saja masih banyak yang menyukai Sehun dan lebih baik dari Jongin. Apa jangan-jangan ia di guna-guna ya? pikir Sehun ngaco.
"Hunnie~"
"Eh! Jongin! Kau mengagetkanku saja!"
Jongin mengeryitkan alisnya tak mengerti. Ia kan hanya memanggil kekasihnya seperti biasa, kenapa bisa sampai kaget?
"Maaf ya sayang kalau aku mengagetkanmu!" dan walaupun ia tak mengerti apa salahnya, ia akan tetap meminta maaf kepada kekasihnya itu. "Ini! Bubble teanya!" ia menyodorkan cup bubble tea rasa coklat, sama seperti miliknya sebelum akhirnya duduk di ayunan yang menggantung kosong tepat disebelah kekasihnya. Tadinya sih, ia ingin duduk di ayunan yang sama dengan Sehun, dengan namja manis itu di pangkuannya. Tapi, Jongin masih cukup waras untuk tak membuat ayunan itu putus karna menahan beban mereka yang pastinya berat.
"Kau sedang memikirkan apa sih, Baby?"
"Tak ada. Hanya saja, kupikir kenapa ya aku bisa mau dengan dirimu? Kau kan preman sekolah, dekil, menyebalkan, mengerikan lagi! Jangan-jangan kau mengguna-gunaku ya?" papar Sehun polos, tak mengerti dan peduli bahwa perkataannya membangkitkan luka lama.
Jongin hanya menghela nafas, terkadang kekasihnya ini memang suka tak menyaring apa yang dikatakannya terlebih dahulu. Tapi Jongin bisa apa jika kekasihnya berkata dengan wajah polos yang membuatnya tak akan sanggup untuk memarahi Sehun.
"Baby, kau jahat sekali sih~" rajuk Jongin memasang wajah pura-pura terluka.
"Tak usah bersikap sok imut begitu! Yang imut itu hanya diriku!"
Itu sakit, pasti. Tapi lagi-lagi, bagaimana mungkin si galak Kai bisa memarahi si manis Sehun?
"Jonginnie~ kau ingat? Dulu aku pernah mengobati lukamu disini~ pertemuan pertama kita~" ujar Sehun antusias.
"Tentu saja, baby! Kan pada hari itu pula aku jatuh cinta padamu~"
"Dasar Jongin dekil tukang gombal!"
~Kaihun~
Flashback On
Sehun melangkah riang di siang hari yang cerah ini. Tangan kanannya menggenggam cup bubble tea rasa coklat kesukaannya. Ah, tumben sekali namja manis ini sendirian. Dimana si maniak eyeliner yang selalu menempel padanya layaknya amplop dan prangko?
"Aish! Dasar Baekhyun hyung menyebalkan! Mentang-mentang sudah punya pacar, aku ditelantarkan! Awas saja jika Chanyeol hyung sedang tidak bisa pergi bersamanya dan ia kembali padaku, akan ku gigit jarinya biar ia tak bisa memakai eyeliner kebanggaannya itu lagi!" gerutu Sehun.
Terlalu asiknya ia menggerutu, membuatnya tak sadar bahwa jalan yang biasa ia lewati terlihat lebih lengang dari biasanya. Beberapa suara berisik balok dari kayu dan batu berjatuhan dibelakangnya yang masih asik berjalan sembari menyedot bubble teanya. Sehun tuli? Tidak, hanya saja sedang ada sesuatu yang menyumpal telinganya.
Can'tlose, I got juice
And they know I do
Can't lose, I got juice
And they know I do
Bibir pink tipisnya ikut bernyanyi mengikuti irama lagu yang di dengarnya. Terkadang membentuk kerucut sebal saat ia tak bisa mengikuti lirik lagu yang begitu cepat. Oh ayolah, Sehun itu payah dalam bahasa Inggris, meskipun mukanya sedikit terdapat garis blasteran bule serta Daddy nya yang kerap kali berlagak layaknya bule, tetap saja Sehun tak pandai di bidang itu. Lalu, ditambah menyanyikan lagu dengan beat yang mampu membuat lidahnya keseleo itu, mana suaranya cempreng lagi. Cukup sudah untuk menghancurkan lagu yang sebenarnya enak di dengar itu. Tapi tak apa, yang penting namja milky skin itu senang. Lagipula, kan tidak ada yang mendengar suaranya juga. Jalanan yang ia lalui sepi. Kau yakin memang sepi, Hun?
Tapi sayangnya Sehun tak menyadari bahwa ada dua orang yang tengah asik berkelahi di belakangnya. Belum lagi sekumpulan namja dengan seragam yang berbeda sedang saling kejar-kejaran di belakangnya.
Come through with your posse
Gettin' nasty
'Cause I got the sauce, yeah
Can't lose, I got juice
And they know I do
Lagi-lagi bibir tipis itu menyenandung saat bagian reffnya muncul. Jangan tanya kenapa Sehun hanya menyanyikan bagian itu. Sepertinya penjelasan diatas telah cukup untuk menjelaskannya. Beberapa lirik bahasa Inggris yang hanya diulang-ulang itu saja sudah cukup membuat Sehun kepayahan untuk melantunkannya, apalagi ditambah dengan lirik yang lainnya? Oh tidak! Sehun masih sayang pada lidahnya!
"Yak! Minggir!" teriak seorang namja yang sedang berkelahi dibelakang Sehun tadi. Sebenarnya sih namja berkulit tan itu tidak suka peduli dengan orang-orang disekitarnya. Toh jika mereka mau cari aman harusnya mereka yang menyingkir saat ada acara tawuran seperti ini. Namun, beruntungnya Sehun karna saat melihat seragam yang Sehun pakai sama dengan yang ia pakai, namja tampan itu merasa ia harus melindungi sesama siswa dari sekolahnya. Terlebih sepertinya namja yang berada tak jauh di depannya ini seakan sudah bosan hidup.
"Yak! Rambut madu! Cepat menyingkir!" teriak namja itu lebih keras sembari berusaha menghindari serangan lawan dan membalasnya tentu saja.
Namun sayang, si rambut madu yang dipanggilnya itu masih saja asik bernyanyi sembari sesekali bergaya ala rapper yang tentunya sangat tak cocok dengan tubuh ramping semampainya itu.
Dengan sedikit kesal namja bername tag 'Kim Jongin' itu meninju lawannya sebelum menendang jatuh sosok yang diketahui sebagai ketua dari sekolah tetangga itu, dan akhirnya berlari ke arah si rambut madu yang masih asik dengan dunianya.
"Can't loose~ I got juice–"
"Yak! Rambut madu!" dan tubuh ramping Sehun berbalik akibat tarikan namja tan itu.
Kedua manik sipit itu mengerjap, menatap bingung pada namja di depannya yang terlihat sedang menahan amarahnya, sebelum akhirnya..
"And they know I do~"
Oh My! Dasar Oh Sehun! Masih sempat-sempatnya ia melanjutkan nyanyiannya disaat seperti itu-_-
Dengan kesal Jongin menarik headset yang menyumpal kedua telinga namja milk skin yang membuatnya kesal itu.
"Yak! Apa yang kau lakukan?!" kesal si rambut madu.
"Kau ini! Sudah tahu ada tawuran, bukannya cepat kabur malah bernyanyi tak jelas dengan suara cemprengmu itu!"
"Tawuran? Kalian sedang tawuran?" tanyanya dengan ekspresi polosnya, membuat Jongin memutar matanya jengah. Sehun sedikit mengintip suasana di depannya sana karna tubuh tinggi namja tan di depannya yang menghalangi pandangannya.
"Ah! Iya benar! Kalian sedang tawuran rupanya!" jawabnya antusias menampakkan eyesemilenya yang cantik, yang tanpa sadar telah membuat namja tampan berkulit tan di depannya itu terpesona.
"Awas dibelakangmu!" pekik Sehun tiba-tiba kala melihat seorang namja yang ia yakini berasal dari sekolah lain tengah berlari ke arah mereka dengan sebuah balok di tangannya, membuat namja bernama Jongin –Sehun sempat melirik name tag nya tadi– refleks berbalik dan langsung menendang namja yang akan menyerangnya itu hingga tumbang sebelum namja itu mencapai mereka.
Tapi, tak sampai disitu saja. Jika lawanmu tumbang, bukan berarti kau bisa berhenti, karna sebelum kau membuat ia benar-benar tak berdaya, ia bisa saja membunuhmu kapan saja disaat kau lengah. Karna itulah, Jongin tak segan-segan untuk membuat sang lawan tak berkutik, melupakan keberadaan seseorang yang sempat membuatnya terpesona tadi. Dan ketika lawannya sudah tak berdaya lagi, dan ia menghirup nafas sebanyak-banyaknya akibat kelelahan, barulah ia menyadari bahwa ada sepasang mata yang tengah menatapnya dengan ekspresi tak percaya.
Oh god!
Mungkin Jongin telah gila, ia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Entah kenapa ia merasa menyesal telah memukuli lawannya itu. Bukan! Bukan karna ia kasihan pada lawannya! Hanya saja, ia merasa sangat terlihat mengerikan di depan sosok yang masih bergeming menatapnya itu. Entah mengapa ia merasa ingin menenggelamkan diri di lautan terdalam, tapi untungnya pemikiran itu seketika sirna sebelum terwujud, saat ia melihat bibir tipis yang awalnya menganga itu perlahan membentuk senyuman indah. Belum lagi ditambah raut wajah senang dan kedua tangan yang bertepuk riang.
"Wah! Kau hebat! Keren!" pekiknya heboh.
"Kai!" sosok yang dipanggil Kai –yang ternyata adalah Jongin– itu menengok ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya beberapa teman-temannya sudah kewalahan untuk melawan. Ia berdiri, menghampiri Sehun yang masih bertepuk tangan riang. Diraihnya tangan namja milk skin itu, membawanya ke bangku taman terdekat.
"Kau tunggu disini, oke rambut madu? Aku akan segera kembali! Jangan pergi dulu!" pesan Jongin dan dibalas anggukan patuh oleh Sehun.
"Anak pintar~" ia mengusak rambut Sehun sayang, menghasilkan semburat merah muda di pipi menggemaskan Sehun, sebelum akhirnya memasangkan headset di kedua telinga Sehun, dan segera berlari menghampiri teman-temannya yang mulai kewalahan.
~Kaihun~
"Hey! Rambut Madu!" sapa Jongin pada Sehun yang masih setia duduk menunggunya membuat Sehun segera melepaskan headset yang sedari tadi menyumpal telinganya.
"Omo! Kau terluka!" pekik Sehun. "Bagaimana ini?! Lukamu banyak sekali! Kita harus segera mengobatinya!"
Namun Jongin malah terkekeh geli mendengarnya, mengundang delikan kesal dari Sehun.
"Kai!" tangannya mengulur ke hadapan namja yang masih asik memperhatikan dimana saja lukanya berada.
"Huh?" tanya Sehun bingung.
"Namaku Kai, kau siapa rambut madu?"
"Oh~ Aku Oh Sehun!" balas Sehun, tak lupa ia menyambut uluran tangan Kai. "Tapi, kau bohong!"
"Mwoya?"
"Itu!" tunjuk Sehun pada name tag di dada kiri Kai. "Namamu Kim Jongin, bukan Kai!" protesnya.
Jongin tersenyum tampan yang membuat jantung Sehun berdetak lebih kencang.
"Namaku memang Kim Jongin, tapi semua orang memanggilku Kai, terkecuali keluargaku."
"Tapi aku lebih suka memanggilmu Jongin." Gumam Sehun.
"Kalau begitu, kau harus jadi anggota keluargaku dulu! Mungkin bisa dengan menjadi calon keluargaku dulu!" gombal Jongin.
"Keluarga?"
"Iya, keluarga! Keluargamu, keluargaku, keluarga kita~"
Muka Sehun memerah saat telah berhasil mencerna maksud omongan namja tampan dihadapannya ini. "Yak! Dasar! Kita bahkan baru kenal dan kau sudah berani menggombaliku!"
"Jadi, jika kita telah lama kenal aku bisa dong menggombalimu?"
"Ah! Sudahlah! Lebih baik kita cari obat untuk mengobati lukamu itu!" sebal Sehun. Ia segera menarik Jongin untuk mencari apotik terdekat.
Sepertinya di dekat taman dekat rumahku ada sebuah apotik, pikirnya.
"Sehun~ah!" panggil Jongin setelah beberapa langkah mereka berjalan.
"Apa?" jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya ke Jongin di sampingnya. Ia masih asik melihat-lihat sekitar apakah ada apotik yang mereka cari.
"Katamu, jika baru kenal aku tak boleh menggombalimu, tapi apa menggenggam tangan saat baru kenal itu boleh?"
"Mwo?" Tanya Sehun bingung, namun ia segera menyadari maksud ucapan Jongin. Tatapannya beralih pada tangannnya yang menggenggam tangan Jongin erat.
Aish! Kenapa aku tak sadar sih?! Rutuk Sehun dalam hati.
"Ah, mian! Aku tak sadar!" namja manis itu segera berusaha melepaskan genggamannya, namun sayang sepertinya obyek yang digenggamnya tak ingin melepaskan genggaman mereka dan malah berganti jadi menggenggam tangan putihnya, yang kini tangan mereka terlihat persis seperti kopi susu.
"Yak! Kim Jongin!" protes Sehun.
"Ayo cepat! Lukaku semakin sakit!"
"Alibi!" pekiknya kesal, tapi tetap saja ia mengikuti langkah Jongin yang membawanya menuju apotik yang mulai terlihat di depan sana.
Lagipula, genggaman Jongin terasa hangat, dan Sehun menyukainya.
Flashback Off
~Kaihun~
"Baby~" panggil Jongin pada Sehun yang bersandar di dadanya. Mereka telah sampai dirumah Sehun omong-omong, dan Sehun setelah berganti pakaian dengan manjanya menarik Jongin ke sofa diruang keluarganya, menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Jongin, membiarkan tangan kekar tan itu mendekapnya.
"Hmm?" balas Sehun, ia terlalu malas membalas karna tengah sibuk memainkan jemari Jongin yang mendekapnya.
"Kenapa kau memilihku? Maksudku.. seperti yang kau bilang, aku itu dekil, hitam, pesek, menyebalkan, menyeramkan, tukang masuk ruang kedisiplinan. Tapi, kenapa kau tetap memilihku?"
Sehun memutar bola matanya malas. "Kau sudah tau jawabannya, Jongin." Ujar Sehun malas.
"Tapi kan tetap saja! Banyak yang mengincarmu, tapi kenapa aku?"
"Karna jika aku memilih mereka, pasti mereka akan mati di tanganmu!" jawab Sehun asal.
"Iya juga sih.." Jongin mengangguk-anggukkan kepalanya setuju. Jelas ia akan menghajar siapapun yang berani merebut Sehunnya darinya. "Tapi, itu berarti kau terpaksa dong memilihku?!" ujar Jongin lagi saat ia baru menyadari ucapan Sehun.
Helaan nafas Sehun terdengar pelan, ia membalikkan tubuhnya menghadap Jongin yang masih menatapnya menunggu jawaban. "Sayang, aku memilihmu itu karna aku cinta sama kamu Jonginnieku yang dekil~"
"Hehe~" cengiran lucu muncul di wajah tampan Jongin. "Aku juga cinta kamu, Sehunnieku yang cantik~" balas Jongin menimbulkan semburat merah muda di pipi Sehun.
"Baby~" panggil Jongin lagi, menghasilkan dengusan sebal dari yang di panggil. Oh ayolah, baru saja Sehun bersandar dan kembali melanjutkan aktivitasnya memainkan jemari Jongin, dan kekasihnya yang sering kali menyebalkan itu kembali memanggilnya, mengusik kegiatannya.
"Apa lagi?"
"Kenapa dulu saat kita pertama kali bertemu, kau tidak takut denganku? Padahal kau sudah melihatku berkelahi, dan kau malah mengobatiku? Lalu membiarkanku mendekatimu meskipun kau tahu aku adalah preman sekolah?"
Sehun menatap Jongin serius. "Aku itu bodoh, ceroboh, terkadang apa yang keluar dari mulutku itu terlalu blak-blakan dan menyinggung orang lain. Aku butuh seseorang yang mampu membelaku, yang mampu melindungiku. Dan saat aku melihatmu saat itu, aku merasa kaulah satu-satunya orang yang dapat melindungiku."
"Jangan berpikiran bahwa aku hanya menganggapmu sebagai bodyguard!" sela Sehun saat melihat raut kekasihnya. Ia tahu apa yang dipikirkan kekasih tan nya itu.
"Aku hanya.. berpikir bahwa aku melihat sosok Daddy di dirimu! Maksudku, sosok Daddy yang senantiasa akan melindungiku dan Mommy! Ya.. seperti itulah!" kekehan terdengar dari bibir tebal Jongin saat mendengar kekasihnya yang seakan kehabisan kata-kata untuk menjelaskan.
"Ya, aku mengerti maksudmu, sayang!"
Chu~
Kecupan mendarat di bibir tipis Sehun, membuat kedua sudut bibirnya tertarik. Sebelum akhirnya ia yang balik mengecup bibir tebal kekasihnya, berulang-ulang, lagi dan lagi. Ya, mungkin mereka terlalu asik mengganti kecupan itu menjadi sebuah ciuman, hingga tak menyadari sosok tinggi yang tengah menatap Jongin tajam.
"Ekhem!" suara deheman yang cukup keras itu membuat Jongin mencari sumber suara, dan kedua matanya membelalak kaget saat mendapati siapa yang tengah menatapnya tajam. Sang calon mertua yang galak, Tuan Oh Yifan.
Perlahan Jongin mencoba melepas ciuman panjang yang ia bagi dengan Sehun. Akal sehatnya memerintahkan ia untuk segera mengakhiri kegiatan mereka atau kepalanya akan segera berlubang oleh senapan koleksi Tuan Oh.
"Baby?"
"Wae?" rajuk Sehun. Ia masih menikmati sesi ciuman mereka omong-omong.
"Itu–"
"Hunnie~" potong Yifan.
Sehun sontak menengok saat mendengar suara Daddy tersayangnya. "Daddy!" ia segera turun dari pelukan Jongin dan berlari menghampiri Daddy nya yang baru saja kembali dari keperluan bisnisnya di luar negeri, memeluknya erat, menghadiahi kecupan di pipi Yifan.
"Hunnie kangen, Dad!"
"Daddy juga, sweety!" dan kecupan juga mendarat di pipi menggemaskan Sehun.
"Annyeonghaseyo, ahjussi!" sapa Jongin. Ya, ia paling tidak ingin terlihat baik di mata calon mertuanya. Yang sayangnya hanya dibalas gumaman malas.
"Dad! Kenapa dingin dengan Jonginnie? Dia kan pacar Hunnie!"
"Hai, Jong!"
"Nah, gitu dong! Oh iya, Hunnie ke dapur dulu ya, Dad, Jong! Sepertinya Mommy sudah selesai memasak!" dan tanpa menunggu jawaban, Sehun telah berlari kecil menuju dapur, meninggalkan dua orang namja yang kini tengah duduk di ruang tamu itu dengan ekspresi yang berbeda. Sang tuan besar yang memakai jas hitam itu terlihat begitu senang dan seakan bersiap untuk memangsa namja yang lebih muda di depannya ini. Sedangkan namja satunya lagi yang lebih muda dan masih mengenakan seragam high school itu terlihat begitu tak rela sang kekasihnya meninggalkannya, berharap semoga ia masih bisa selamat dari amukan sang naga.
"Kau!"
Jongin menelan ludahnya saat mendapati sang calon mertua tengah menatapnya membunuh, belum lagi telunjuknya yang menunjuknya. Ya Tuhan, selamatkan aku! Aku masih belum mau mati, aku belum menikah dengan Sehun!
"Yeobo? Kenapa kau menunjuk Jongin seperti itu?"
"Iya, Daddy dan Jongin sedang apa?"
"Ah! Tidak sayang, tidak ada apa-apa!" kilah Yifan. "Apa makanannya sudah siap?"
Nyonya besar yang bertubuh mungil itu tersenyum manis. "Sudah! Ayo kita makan bersama!"
"Kajja, Jonginnie~" ajak Sehun. Ia menarik Jongin menuju meja makan sembari bergelayut manja di lengannya.
"Hey! Jangan menatapnya seperti itu!" sela nyonya Oh.
"Tapi dia sudah melakukan yang tidak-tidak pada anak kita!"
"Hanya ciuman bukan berarti yang tidak-tidak, sayang~"
"Tapi tetap saja!"
"Kau bahkan dulu melakukan yang lebih parah dari Jongin saat kita seusia mereka!"
"Myeonnie~" rengek Yifan, menghasilkan senyum di wajah ayu sang nyonya besar.
"Sudahlah! Ayo kita makan sekarang! Kau pasti sangat lapar!"
Yifan bergeming, ia malah mengerucutkan bibirnya. "Kau belum memberikanku ciuman selamat datang~"
"Tsk! Dasar kau ini!" dan kecupan singkat mendarat di bibir Yifan.
"Kenapa hanya sebentar?" protes Yifan.
"Karna jika lama, kita akhirnya tidak akan jadi makan siang, dan aku sudah sangat lapar, sayang~"
Yifan menghela nafas. "Baiklah, lagipula aku juga sudah tak sabar ingin mencoba masakanmu lagi!" balas Yifan dan dengan mesranya ia merangkul istrinya, melangkah menuju meja makan dimana anak dan –ekhem– calon –ekhem– menantunya menunggu.
Ya, sepertinya Jongin harus berterimakasih pada Nyonya Oh Junmyeon karna telah menyelamatkannya dari serangan Tuan Oh Yifan.
END
UHKB Series yang kedua~ untuk yang selanjutnya kira-kira siapa ya? Kekeke
Jan ditanya kenapa judulnya begitu, karna Kyura emang sering buntu sama yang namanya judul T.T
Jan lupa reviewnya, please~~ ^^
Karna review kalian ngebuat Kyura semangat untuk ngebuat fanfic yang lainnya~
Thank you very gamsa~
Bubye~
