B.A.P DRABBLE
.
.
.
.
BANGHIM
Chapter 2
"Bbang~"
"Bbang ayo kita lihat kelinci itu"
"Bbang jangan foto aku diam-diam seperti itu"
"Bbang, apa kau mencintaiku?"
"Bbang kau tidak akan meninggalkan ku kan?"
"Bbang aku mencintaimu"
"Bbang sampai kapan kita diam-diam seperti ini?"
Kata-kata itu selalu berputar dalam pikiran laki-laki yang sedang menatap kosong kearah pintu masuk café. Sudah masuk hari keenam dia selalu menatap kosong kearah depan, walaupun dirinya sedang bekerja terkadang dia tidak focus pada pekerjaannya. Seperti contohnya saat ada pembeli yang sedang menyebutkan pesanannya, dia tidak mendengarnya dan berakhir dengan omelan pembeli tersebut.
"YA! BANG YONGGUK !" tegur temannya yang mendapati Yongguk tidak focus seperti biasanya
"Uh? Ada apa Hyosung-ssi?" jawab Yongguk dengan malas
"Kau mau dipecat oleh boss ya?"
"Hey… Kau mendengarkan aku tidak?!" omel Hyosung –teman Yongguk saat tidak melihat respon teman kerjanya ini
"Sudah hampir 2 minggu setelah Himchan meninggalkanmu dank au masih belum move on? Ayolah bbang… Carilah wanita atau laki-laki diluar yang seperti Himchan" ucapan Hyosung mendapatkan dengusan dari Yongguk
"Lebih baik kau diam Hyosung-ssi. Dan jangan panggil aku dengan sebutan itu, hanya Himchan yang boleh memanggilku dengan nama itu"
"Baik-baik terserah kau saja lah. Lebih baik kau membantuku membereskan meja nomor 20 dan 7 itu" kata Hyosung dan berlalu meninggalkan Yongguk
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Yongguk berjalan menuju rumahnya setelah pulang dari cafe tempat dia bekerja, dengan ditemani oleh earphone yang terpasang ditelinganya ia berjalan santai tanpa menyadari betapa sepinya jalanan yang ia lewati. Ya maklum saja manusia mana yang mau berkeliaran pukul 11 malam? Mungkin jika ada, Yongguk orangnya.
Tak terasa Yongguk sudah sampai didepan pintu rumahnya, segera ia memasukan kode agar pintu terbuka. 311990. Ah.. Rupanya Yongguk belum mengganti kode pintu rumahnya. Lupa mengganti atau memang tidak mau mengganti? Entahlah, hanya Yongguk yang mengetahuinya. Masuk kedalam rumah Yongguk langsung melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah, lalu ia menuju ke dapur untuk sekedar menghilangkan rasa hausnya.
"Bbang jangan ganggu aku! Aku sedang memasak sarapan!"
"Bbang kau ingin coffe?"
"Bbang lihat aku membuat muffin, kau ingin mencoba?"
"Bbang... Kau sedang membuat apa?"
"Bbang olehkah aku memasak daging ini?"
"Bbang apa kau memakan ice cream milikku?"
"Bbang~ Ingin meminum wine bersama?"
PRANGG
"BRENGSEK! PERGILAH DARI PIKIRAN KU KIM HIMCHAN!" teriak Yongguk sambil memecahkan gelas yang ia pegang saat kenangan itu muncul kembali di pikirannya.
"Aku mohon pergilah dari ingatanku..."
"Ini sangat menyakitkan hime..." lirih Yongguk
.
.
.
.
"Gukkie... Apa kau tidak mau menikahiku?"
"Happy 6th Anniversarry, Gukkie~"
"Gukkie... Tadi aku bertemu dengan eomma"
"Bbang~ Aku lelah selalu bersembunyi"
"Gukkie, eomma memaksaku pulang ke rumah"
"Gukkie, bisakah kita seperti pasangan yang lainnya?"
"Gukkie... Maafkan aku"
Yongguk terbangun saat mimpi itu datang lagi, mimpi yang Yongguk anggap sebagai mimpi buruk. Mimpi yang membuat Yongguk hidup dalam rasa bersalah dan kecewa. Rasa bersalah dan kecewa secara bersamaan pada Kim Himchan. Yongguk melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi. Hari Minggu, lebih baik dirinya bersiap-siap.
Minggu, 10 AM, KST
Yongguk berjalan perlahan memasuki Gereja, banyak orang yang sudah memenuhi kursi-kursi panjang Gereja. Yongguk berjalan menuju kursi belakang Gereja dan duduk disana. Dengan perasaan yang tidak menentu, ia melihat ke arah depan dimana terdapat sebuah altar dan sesosok pujaan hatinya –Kim Himchan sedang bersanding dengan wanita pilihan orang tua Himchan. Wanita yang membuat Himchan pergi dari kehidupan Yongguk. Wanita yang berhasil mendapatkan hati kedua orang tua Himchan. Wanita yang membuat Himchan kembali ke kodrat yang sebenarnya, menjadi laki-laki normal. Bukan laki-laki tidak normal –Gay
"Ya, saya bersedia menerima Jeon Haera sebagai istri saya" ucap Himchan sambil menatap pengantinnya lembut
"Ya, saya bersedia menerima Kim Himchan sebagai suami saya" ucap pengantin perempuan balas menatap Himchan juga.
"Dengan ini, Kim Himchan dan Jeon Haera saya sahkan sebagai pasangan suami istri. Silahkan mencium pasangan anda" ucap pendeta mempersilahkan dan Himchan mencium lembut bibir istrinya. Tepukan tangan dari orang-orang yang hadir bagaikan nyanyian kebahagian Himchan dan istrinya. Sedangkan bagi Yongguk, tepukan tangan itu serta senyuman pengantin baru tersebut adalah nyanyian kematian.
Tatapan mata Himchan dan Yongguk bertemu. Himchan terkejut melihat Yongguk datang ke acara pernikahannya. Yongguk tersenyum melihat Himchan terkejut akan kedatangannya. Gummy smile nya terpasang diwajahnya. Dengan bahasa mulut Yongguk mengucapkan "Selamat Atas Pernikahanmu Hime". Setidaknya ia bisa tersenyum disaat terakhir sebelum ia melepaskan Himchan dengan kehidupan barunya.
.
.
.
.
Maaf aku tidak bisa membahagiakanmu, Hime -Yongguk
Maaf aku meninggalkanmu, Bbang -Himchan
