Warning: Masih crossover dengan komiknya. Penyalahgunaan ilmu anatomi (mugkin lebih ke neurologi? juga tidak bisa dianggap 100 persen benar karena, selain diambil dari wiki, perasaan pas saia diceramahin soal sirkuit papez dulu ga kaya gini deh gambarnya...), fisiologi dan biokimia. Oh, dan ada angst di bagian akhir dari cerita.

+Satu

Ada banyak alasan mengapa Charles tidak dapat berkonsentrasi pada permainan caturnya kali ini. Rencana mereka besok adalah salah satunya. Koreksi, rencana mereka besok adalah alasan utamanya. Ia masih kurang yakin mengenai rencana mereka untuk mencegah terjadinya perang besok. Ia tidak tahu tepatnya bagaimana cara mereka menghentikan Shaw ketika mereka sampai di sana. Memang, banyak orang mengatakan bahwa improvisasi adalah seni. Akan tetapi, Charles cenderung memilih untuk memiliki rencana yang bisa diimprovisasi dari pada mengimprovisasi keadaan secara langsung.

Charles akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan data dari Shaw. Jangankan data, demi satu datum pun ia mau memberikan setengah kekayaannya. Seandainya saja saat ini ada Cerebro yang bisa ia mendeteksi pikiran mutan yang menjadi anak buah Shaw, ia akan bisa mengetahui rencana Shaw.

Mungkin ia bisa meyakinkan Hank untuk membuat replika Cerebro. Charles segera menghapus rencana tersebut segera setelah memikirkannya. Cerebro tidak dapat dibangun dalam satu malam. Hank tidak akan setuju dengan rencana yang terlalu tiba-tiba begini. Walaupun ia yakin Erik pasti mau membantu membangun ulang alat tersebut jika Charles memohon dengan sangat.

(Sesungguhnya, Charles lebih yakin Erik akan membantu Hank memukulnya dengan besi terdekat sampai pingsan daripada membantu Charles melakukan hal gila di malam sebelum mereka berhadapan langsung dengan Shaw. Jujur saja, Charles tidak mau sadar dari pingsannya dan mendapati mereka sedang diserang rudal dari Amerika dan Russia atau sedang berhadapan dengan Shaw yang mengamuk. Tidak, terima kasih. Ia memilih tidur dan bangun dengan cara yang normal saja.)

Charles menghela napas dan menatap gelas yang berada di atas meja. Ia tidak ingat kapan ia meneguk habis minuman yang ada di gelas itu. Ia terlalu sibuk dengan pikirannya dan keraguannya untuk dapat mengingat hal sepele macam itu.

"Halo, Charles," sapa Erik, mengacaukan jalan lamunannya.

Charles mengangkat matanya dari gelas di meja ke sepasang mata yang terlihat berwarna keemasan disinari nyala perapian. Erik Lehnsherr, Max Eisenhardt, dan Magnus menatapnya dengan khawatir. Charles mengerjapkan matanya. Ia bisa merasakan campuran dari kekhawatiran, keheranan, dan sesuatu yang terasa seperti keakraban, seolah Erik telah mengenal Charles sejak lama, mengalir dari pikiran Erik.

"Halo, Erik," balas Charles.

Sesuatu yang terlihat mirip seperti senyum muncul di sudut bibir Erik. "Giliranmu."

Charles menatap papan catur yang berada di antara mereka. Jujur saja, ia sama sekali tidak ingat kalau ia sedang bermain catur dengan Erik. Charles menggerakkan salah satu pion dengan sembarang. Ia sama sekali tidak menyadari ketika Erik langsung menangkap bidak itu dengan kuda sesaat setelah Charles meletakkan bidak itu di atas papan. Ia juga tidak melihat ketika Erik mendongak menatap Charles, ingin mengetahui bagaimana reaksinya ketika mengetahui bahwa Erik telah membaca gerakannya dari awal hanya untuk melihat Charles kembali berkutat dalam lamunannya.

Charles tidak melihat semua itu. Akan tetapi, ia tetap saja tahu karena memori Erik sejak awal telah bercampur baur dengan memorinya. Ia bisa melihat semua itu dan merasakan keheranan Erik. Hal yang lebih menakutkan adalah : Charles sama sekali tidak berniat untuk membaca pikiran Erik. Charles tidak berusaha untuk mengintip pikiran Erik. Akan tetapi, Erik selalu meneriakkan isi pikirannya pada Charles tanpa sadar.

(Charles tahu bahwa Erik hanya meneriakkan pikirannya pada Charles karena ketika Charles bertanya pada Emma apakah ia bisa mendengar teriakan dari pikiran Erik, Emma memberitahunya bahwa Erik mempunyai pertahanan natural terhadap telepath.

Baiklah, Emma tidak berkata tepat seperti itu. Pembicaraan mereka lebih seperti ini:

"Emma, apa kau bisa mendengar suara pikiran Erik?"

"Sepertinya kita sudah sama-sama menetapkan fakta bahwa kita berdua adalah telepath sejak insiden di kapal dulu? Kau mau bukti lebih lanjut, sayang? Coba kau turunkan dulu perisai pikiranmu itu agar aku bisa membuktikan lebih lanjut engan kata-kataku di pikiranmu."

"Lucu sekali, Emma. Tapi sayangnya bukan itu yang kumaksud. Apa kau bisa mendengar pikiran Erik saat ini tanpa berusaha untuk membaca pikirannya."

Wanita berpakaian serba putih itu menatapnya datar. Ekspresi wajahnya seolah menyuruh Charles untuk mempertanyakan kemampuan dari otaknya untuk berpikir. Hal ini tentu saja konyol, mengingat Charles masih ingat bahwa ia menyimpan dokumen yang berisi kertas-kertas yang menyebutkan bahwa ia mendapat berbagai macam gelar doktorat dan berbagai macam sertifikat yang seharusnya dapat meyakinkannya bahwa ia tidak perlu mempertanyakan kepintarannya. Seharusnya.

"Aku serius, Emma."

"Aku juga serius mempertanyakan apakah kau adalah telepath karena hasil mutasi atau hasil pendidikan para cenayang."

"Bagaimana kalau kau turunkan perisai pikiranmu itu agar kita berdua bisa sama-sama melihat bukti bahwa aku adalah seorang telepath dengan kata-kataku di pikiranmu?"

"...Tidak, terima kasih."

"Jadi?"

Emma memutar bola matanya. "Bagaimana mungkin aku bisa mendengarnya tanpa usaha? Dia itu natural."

"Oh," komentar Charles datar.

Emma mendengus. "Sebaiknya kau mengonsultasikan masalahmu dengan seseorang; kau mulai terdengar seperti temanmu itu.")

Kalau dipikir lagi, ketika Charles pertama kali bertemu dengannya dulu, Magnus memang telah memiliki perlindungan natural terhadap telepath. Pikiran Magnus tertutup dan karena itulah Charles langsung menyimpulkan bahwa, sama seperti dirinya, Magnus juga seorang mutan. Charles mulai curiga bahwa hal yang terjadi saat ini merupakan efek samping dari tindakan gegabahnya menghapus ingatan Magnus untuk menyelamatkan diri.

(Jujur saja, Charles yakin Magnus tidak akan membocorkan rahasianya pada siapapun. Namun, saat itu Magnus begitu terfokus pada dendamnya dan Charles khawatir ia tidak akan berpikir dua kali untuk menukarkan fakta bahwa Charles adalah seorang telepath dengan informasi mengenai keberadaan Klaus Schmidt jika ada yang menawarkan. Sebagai calon figur publik yang akan membela hak-hak para mutan, Charles tidak dapat mengambil resiko bila informasi ini jatuh ke tangan media masa.)

(Charles juga akan mengatakan hal yang sama kalau ada yang menanyakan tentang Moira Kinross. Tentu saja Charles tidak menghapus ingatan Moira karena dia kecewa Moira membatalkan pertunangan mereka dan menikahi McTaggert. Tentu saja tidak. Akan tetapi, Charles sudah memastikan tidak ada satu orang pun yang ingat akan pertunangannya dengan Moira.)

"Charles," panggil Erik.

Tergugah dari lamunannya untuk kedua kalinya, Charles berkata sambil menatap kabur properti di sekelilingnya, "Giliranku?"

"Bukan," ujar Erik sarkastis.

"Kau memanggilku karena kau ingin aku lebih fokus?" tebak Charles.

"Coba lagi."

"Ah. Jadi, kau menyebut namaku karena kau ingin merasakan seperti apa namaku ketika kau mengucapkan tiap hurufnya? Erik, aku tidak menyangka kau-"

"Sama sekali bukan."

"Aku menyerah." Charles mengangkat kedua tangannya. "Apa yang kau inginkan dariku, Erik?"

"Apa yang sedang kau pikirkan, Charles?" tanya Erik.

"Kamu," jawab Charles secara otomatis.

"...Jangan bercanda."

Charles tertawa. "Maaf, aku hanya sedang berpikir mengenai kekuatan mutasiku."

"Telepatimu? Tentang apa?"

"Bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu apakah menghapus ingatan seseorang secara paksa akan mempengaruhi kondisi mental orang tersebut."

Erik menjatuhkan kepalanya ke telapak tangannya. Gerakan ini sudah sangat terbiasa ia lakukan ketika berhadapan dengan Charles Xavier sampai-sampai ia tidak berpikir dua kali ketika melakukannya. Charles bisa mendengar Erik bergumam dengan begitu lelahnya, "...dan tentu saja kau baru memikirkan hal ini di malam sebelum kita berhadapan dengan Shaw."

"Ini hanya pikiran tidak jelas, Erik. Mengapa kau terlihat depresi begitu?"

"Pikiran tidak jelasmu ini berpotensi untuk menjadi salah satu latihan bagi kekuatanmu, Charles! Bagus sekali kau mengatakannya saat ini ketika kita hanya punya waktu sekitar sebelas jam sebelum berangkat mengunjungi teman kita yang tercinta dalam wisata kita ke Kuba. Hapus memoriku sekarang, Charles!"

Perintah terakhir Erik terdengar begitu non sequitur di telinga Charles. Begitu di luar konteks sampai-sampai Charles harus dengan fasihnya bertanya, "Huh?"

"Aku ingin kau menghapus memoriku sekarang, Charles. Kita akan segera melihat bagaimana efek penghapusan pikiranmu terhadap kondisi mentalku."

"Erik, kau tidak perlu melakukan hal seperti ini."

"Ayolah, hapus ingatanku! Aku tahu kau bisa."

"Erik, aku yakin hal ini melanggar undang-undang mengenai HAM. Aku tidak ingin masuk penjara."

"Aku mutan, Charles. HAM tidak berlaku padaku."

"Kau salah, Erik," sahut Charles. "Pada akhirnya mutan juga manusia."

"Kau tahu, aku bisa mencabik-cabik pernyataanmu barusan, tapi aku tahu itu akan makan waktu lama. Bagaimana kalau kita selesaikan dengan permainan catur?"

"Catur," ujar Charles datar.

"Kita akan bermain catur dengan taruhan," kata Erik.

Charles tertegun dan segera mencari pikiran Erik. Akan tetapi, tidak ada memori yang tersisa dari malam pencarian mutan mereka. Charles diam-diam menghembuskan napas lega dan mengacuhkan perasaan hampa yang-tiba-tiba muncul dalam hatinya.

(Bukan hati. Hati berfungsi untuk mengeluarkan cairan empedu yang membantu proses pencernaan. Hati juga berfungsi dalam pemecahan sel darah merah dalam metabolisme porfirin, metabolisme obat-obatan, dan masih banyak fungi lainnya. Bukan, emosi berkaitan dengan sirkuit Papez. Dari hippocampus melalui fornix ke corpus mammillaris lalu melalui tractus mammillothalamicus ke thalamus, kemudian malalui genu capsula interna ke gyrus cinguli, melewati cingulum ke gyrus parahippocampalis dan kembali lagi ke hippocampus. Setidaknya sebelum kemudian ditemukan jalur lain yang berhubungan dengan amygdala, septum, dan gyrus lainnya. Kemudian emosi itu diekspresikan lewat neuron-neuron yang meledakkan sinyal-sinyal ke medula spinalis lewat transmitter dan menyalurkannya ke organ. Charles berpikir apa yang menyebabkan rasa hampa di dadanya; apakah mungkin karena bronkokonstriksi? Apakah karena vasodilatasi?)

"Apa taruhannya?" tanya Charles.

"Kalau aku menang, kau akan menghapus ingatanku dan kita berdua akan melihat hasilnya," jawab Erik.

"Kalau aku menang?" tanya Charles.

"Kau yang tentukan," ujar Erik

"Bagaimana kalau begini," Charles berkata, "Kalau aku menang aku ingin kau berjanji untuk tidak meninggalkan aku."

(Charles melihat dari kejauhan ketika lelaki berambut putih itu melayang pergi bersama dengan tumpukan emasnya. Di sebelahnya, Gabrielle yang tidak bisa melihat tiga meter kubik emas Nazi batangan melayang di udara bertanya dengan cemas, "Charles, ada apa?"

"Tidak apa-apa," jawab Charles dengan senyum hampa.

Charles tidak begitu heran ketika kemudian ia meninggalkan Gabrielle.)

Erik hanya memutar matanya. "Jangan sentimental begitu."

Ketika mulai berkonsentrasi dan melihat satu-satunya pion yang tersisa adalah rajanya dan Erik masih memiliki tiga pion dan satu gajah, Charles mendengar, aku tidak akan meninggalkanmu.

("Lucu, ya," kata seorang anak buta yang ia temui di taman kota, "orang-orang yang menyakitimu paling sakit biasanya adalah orang yang berjanji bahwa mereka tidak akan pernah menyakitimu, kau tahu?"

"Entahlah." Charles tersenyum, walau anak itu tidak bisa melihatnya. "Aku harap aku tidak pernah tahu.")

Satu jam kemudian, raja Erik berhadapan satu lawan satu dengan raja Charles begitu Charles memakan bidak terakhir yang dimiliki Erik. Erik menatap permainan di hadapannya dengan tidak senang. Pikiran Erik memang sunyi, tetapi seandainya saja papan catur dan buah catur di hadapan mereka terbuat dari logam, Charles yakin saat ini yang berada di atas meja hanyalah besi cair tak berbentuk.

Kesunyian pikiran Erik terasa tidak begitu menyenangkan bagi Charles.

"Erik, kamu itu-"

"Ya?"

Tidak bisa main catur, ya, bisik Charles dalam pikiran Erik.

Pernyataan Charles dengan efektif memecah pikiran Erik yang saat itu berada dalam suatu titik antara kemarahan dan ketenangan menjadi dipenuhi kemarahan.

"Erik," ujar Charles ketika pikiran Erik dipenuhi gambaran yang cukup sadis, "ingat, titik di antara kemarahan dan ketenangan."

"Oh, tenang saja, Charles." Seringai Erik terlihat lebih sadis dari pada ikan hiu. "Akan kuberi tahu padamu apa itu titik di antara kemarahan dan ketenangan yang telah didiamkan selama berminggu-minggu. Namanya sekarang adalah dendam."

Dua jam kemudian, Charles sekarang mengetahui apakah menghapus ingatan seseorang secara paksa akan mempengaruhi kondisi mental orang tersebut atau tidak. Jawabannya adalah ya.

In Conclusion:

Pada akhirnya, Charles tetap menghapus memori Erik tentang pernyataannya. Pada akhirnya, Erik secara tidak sadar melanggar pernyataannya sendiri. Pada akhirnya, orang-orang yang meninggalkannya adalah mereka yang berjanji untuk tidak meninggalkannya.

(Charles tidak tahu kalau Erik dalam hati menyesal karena ia tidak pernah mengatakan pada Charles bahwa ia tidak akan pernah meninggalkannya. Charles tidak tahu bahwa Erik menyalahkan dirinya karena tidak mengatakan hal itu walaupun permainan mereka remis.)

Mungkin, pikir Charles dalam hati, dalam penghapusan ingatannya yang ketiga, ia secara tidak sengaja menghapus Erik Lehnsherr dan menggantikannya dengan Magneto. Seperti halnya penghapusan ingatan yang pertama mengubah Magnus menjadi Erik Lehnsherr.

(Charles tidak tahu bahwa dengan penghapusan ingatannya yang ketiga, walaupun Erik Lehnsherr berubah menjadi Magneto, Magneto pada akhirnya adalah Magnus. Juga bahwa Erik berhenti menyentuh botol berwarna coklat di peralatan mandinya.)

Pada akhirnya, Charles paling tidak suka mengasihani dirinya sendiri.

(Pada akhirnya, baik Max Eisenhardt, Magnus, Erik Lehnsherr, dan Magneto adalah orang yang sama.)