Title : "My Husband, Kyu!"
Genre : Boys Love *gak berubah*, General,Romance, Hurt/Comfort, etc
Rating : T ajaaaaa~~~
Casts : KYUMIN! yang lain nyusul XD XD
Length : ?
Disclaimer : All cast MUTLAK milik Tuhan YME, dirinya sendiri dan keluarganya But as usual, the story is ABSOLUTELY MINE ^^
Summary : -
Warning : OOC, Many Typo(s), Cerita makin ngawur, dll~~~
.
.
OOooOOooOO
HAPPY READING
OOooOOooOO
.
.
CHAPTER DUA
.
Aku ingin terus mempercayainya…
Terus memberikannya kepercayaan…
Karena...
Aku ingin terus mencintainya…
.
.
SUNGMIN POV
Hari ini genap sepuluh hari.
Bukan, bukannya aku menanti sesuatu, tapi hal yang aneh ini membuatku tanpa sadar jadi menghitung hari sampai sekarang. Hal aneh yang mengusikku, membuatku bertanya-tanya, menuntut lubuk hatiku untuk mendapatkan jawaban. Tak dapat kupungkiri, hal ini terus-terusan membuatku bingung.
Kyuhyun tidak pernah menyentuhku lagi…
Kalau aku tidak salah hitung sejak aku terlambat membangunkannya waktu itu, sejak pagi hari itu ada yang aneh dengan Kyuhyun-ku. Dia tidak menolak setiap ciumanku, tapi kurang dari lima detik ia akan mengakhirinya saat itu juga. Aneh… yang kutau Kyuhyun justru akan membalas setiap kecupanku, bukannya tidak mungkin malah dia yang jadi bernapsu, tapi sekarang tidak.
.
.
Sekarang pukul setengah dua belas malam namun aku belum terjaga, hari ini aku memang berniat untuk menunggu Kyuhyun yang kerja lembur. Ini juga aneh, entah kenapa setiap hari Kyuhyun selalu pulang larut. Karena dia tidak bilang apa-apa,kuputuskan ia hanya banyak tugas kantor sampai lembur. Aku memaklumi, pasti bekerja sebagai direktur perusahaan, tugas kantornya tidaklah sedikit. Pas—
CKLEK!—lamunanku terhenti saat melihat pintu kamar didepanku dibuka, menampilkan seorang namja tampan dengan jas yang tersampir dilengan kirinya dan tas kantor di tangan kanannya. Suamiku.
Aku langsung beranjak dari kasur dan mengambil tas yang ia pegang, "Kau baru pulang, Kyu?" aku tau ini pertanyaan bodoh, padahal aku sadar apa jawaban Kyu sebentar lagi…
"Lembur."
Ya, jawaban singkat yang menghadirkan seribu tanda tanya diotakku.
"O-oh…" aku mencoba menahan nada tertahanku.
Kualihkan pikiranku dengan mengambil jas yang ia pegang dan menggantungnya dipintu lemari, tidak lupa tas kantornya yang kutaruh diatas sofa krem dikamar kami. Kutolehkan pandanganku kearahnya yang sedang bergelut melepaskan kaitan dasi hitam dikerahnya, tanpa buang waktu aku langsung menghampiri dan melepaskan kaitan dasi tersebut.
Begitu terlepas aku mendongak untuk melihat wajahnya. Datar. Entah kenapa ia menatapku dengan sangat datar, tak ada emosi sama sekali. "Kyu?" kuberanikan diri untuk mendekatkan wajahku padanya.
Cup~
Kukecup pelan bibir bawahnya. Belum sempat aku memberikannya lumatan singkat, ia langsung menarik diri dari wajahku.
"Aku lelah Min…" Kyuhyun beringsut menuju tempat tidur king size kami tanpa melepas kemeja dan celana kerjanya, ia langsung menarik selimut sampai dada dengan tubuh yang menghadap kearah dinding bukan kearahku.
Aku menyerngitkan alisku. Ini bukan Kyuhyun yang kukenal… reaksi dingin ini bukan Kyuhyun yang kutahu. Dengan masih dalam perasaan gelisah aku juga ikut merebahkan diri ditempat tidur, aku tidak tahu harus menghadap kemana. Apa menghadap dinding juga sepertinya, ataukah menghadap punggung tegap yang sudah lama tak mendekapku itu.
Kutolehkan kepalaku menghadap jam dinding kamar. Pukul 24:15 AM. Aku menghembuskan napasku pelan, diam-diam aku bergumam lirih,
"Sekarang genap dua minggu…"
.
.
.
Cukup! Aku tidak tahan lagi, aku harus bertanya langsung padanya! Waktu sebulan sudah membuat kesabaranku habis!
"Kalau menemuinya sekarang tidak apa-apa kan? Semoga dia tidak sedang ada rapat penting." Aku mengecek jam yang menunjukan pukul setengah satu siang itu.
Aku sudah tidak bisa bersabar lagi, aku harus tau ada apa dengannya? Puncak kesabaranku sudah mencapai titik maksimum sejak kemarin, sejak dia tidak pulang kerumah hanya dengan sebaris kalimat dipesan singkatnya pada handphone-ku.
…
From: Nae Yeobo
Aku lembur, tidak pulang hari ini.
…
Singkat sekali bukan? Biasanya ia akan langsung menelepon-ku jika tidak akan pulang,memberikan gombalan-gombalan yang diyakininya akan meluluhkan hatiku untuk mengizinkannya paling tidak untuk menginap dirumah Yesung hyung dan Wookie untuk tanding PS. Aku tahu memang kekanak-kanakan, tapi justru itu Kyuhyun yang kucintai. Dan sekarang?
"Haahh… lebih baik aku menjemput Hyunnie dulu di playgroup." Aku langsung melesat menuju kamar untuk berganti baju dan bersiap menjemput Hyunnie.
SUNGMIN POV END
.
.
"Eomma, kenapa kita pelgi ketempat kelja appa?" Hyunmin mendongak kearah Sungmin, tangan kirinya melingkar dileher Sungmin yang sedang menggendongnya.
"Tidak apa-apa chagi, eomma hanya ingin menunjungi appa-mu saja." Sungmin tersenyum simpul.
Sampai dimeja resepsionis Sungmin menurunkan Hyunmin dan menatap kearah resepsionis yeoja didepannya.
"Jeosonghamnida ahgassi, apa Direktur Cho sedang sibuk?"
"Oh, Sungmin ssi, direktur Cho setahu saya tadi ada janji dengan kliennya diruangannya. Mau saya antar kesana Sungmin ssi?" resepsionis ini tersenyum ramah, orang-orang satu kantor memang sudah tahu kalau Sungmin adalah 'istri' Cho Kyuhyun.
Sungmin menggeleng pelan, "Ani, biar aku kesana sendiri saja. Gamsahamnida." ia berniat membungkuk pelan sebelum sebuah suara menginterupsinya.
"Minnie, kebetulan sekali!"
Sungmin mengalihkan pandangannya kearah namja dengan setelan kemeja putih dan berdasi merah disebelah kanannya, "Yesung hyung? Kenapa kau membawa tasmu? Bukankah ini masih jam kantor?" Sungmin menyerngit heran.
"Aku sudah izin pada Kyu, Wookie memintaku untuk cepat pulang." Yesung tersenyum dan mengalihkan matanya pada sosok yeoja mungil dalam gandengan Sungmin. "Hyunnie! Ooh, ini benar-benar kebetulan yang menyenangkan!"
"Annyeong Yecung ahjucci!" Hyunmin tertawa lebar melihat Yesung.
"Kebetulan kenapa hyung?" Sungmin menatap Yesung penuh selidik, pasalnya hyung-nya yang satu ini terkadang suka tidak terduga.
"Aku pinjam Hyunmin-mu ne?"
Benarkan, dia memang tidak terduga!
Sungmin melongo melihat Yesung yang menggendong Hyunmin dengan lengan kanannya, "Pinjam? Apa maksudmu hyung?"
"Kau taukan Wookie sedang hamil anak kedua kami?" Yesung malah balik bertanya, Sungmin hanya mengangguk singkat, "Nah, entah kenapa ia ngidam ingin memeluk Hyunnie. Tadinya aku ingin meneleponmu untuk minta izin menjemput Hyunnie hari ini, tapi kebetulan kau ada disini dengan Hyunnie jadi aku langsung saja memintamu." Yesung menoel-noel pipi gembul Hyunmin.
"Wookie ngidam memeluk Hyunnie?" Sungmin masih menatap heran.
"Ne, boleh ya?" dengan pandangan memohon Yesung kembali menatap Sungmin.
Tersenyum singkat dan mengangguk, "Ne boleh saja hyung, asalkan Wookie senang." Pandangannya teralih pada Hyunmin, "Chagi, main dirumah Yesung ahjussi dulu ya? Ada Wookie ahjumma dan Ryeosung juga."
"Ne! Hyunnie mau ketemu cama Wookie ahjumma cama Cungie!" Hyunmin mengangguk semangat.
"Gomawo Min!" Yesung terseyum lebar, "Lalu ngomong-ngomong, kenapa kau ada disini?"
Sungmin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "A-aku hanya ingin mengunjungi Kyunnie saja hyung, hehehe…"
"Ooh, tapi sepertinya tadi dia sedang ada klien." Yesung memasang tampang berpikir.
"Aku tahu hyung, aku akan menunggu didepan ruangannya saja."
Yesung mengangguk, "Ya sudah, aku pulang dulu ne?"
"Ne, hyung. Chagi, jangan nakal disana, jangan merepotkan ahjussi dan ahjumma ya?" Sungmin mengecup pelan pipi kanan Hyunmin.
"Ne eomma!"
"Hyung, aku titip Hyunnie." Sungmin menoleh pada Yesung.
"Gwanchana, dia akan aman denganku. Annyeong Minnie!" Yesung beranjak menuju keluar kantor.
"Annyeong hyung, Hyunnie."
"Daahh eomma~" Hyunmin melambaikan tangannya dalam gendongan Yesung.
Sungmin hanya tersenyum simpul dan membalas lambaian tangan Hyunmin.
Begitu tak dilihatnya lagi bayangan Yesung dan Hyunmin, Sungmin pun langsung mengalihkan langkahnya menuju lift. Sekarang tinggal menuntaskan niatannya datang kesini, menemui Kyuhyun.
.
TING!
Sungmin telah sampai dilantai teratas gedung ini, tempat dimana ruangan Direktur Cho sekaligus suaminya itu berada.
"Fuhh~ semoga kliennya sudah pulang." Sungmin mengatur napasnya sebelum beranjak dari pintu lift.
Ia melangkahkan kakinya disepanjang lorong itu. Sungmin sudah sangat hapal seluk beluk kantor ini, karena sebelum menikah Sungmin dulunya adalah manager dibagian pemasaran. Setelah menikah dan mengandung Hyunmin, Sungmin memutuskan untuk resign dan mendedikasikan diri sebagai seorang 'istri' dan 'eomma' yang baik dirumah. Beruntung, Kyuhyun mengizinkan niatan Sungmin itu.
"Ah, ini dia!" Sungmin bersorak pelan begitu melihat pintu ruangan Kyuhyun.
Sungmin menimbang-nimbang apakah ia akan menunggu didepan atau didalam, dia takut klien Kyuhyun masih ada dan dia malah akan mengganggu pekerjaan Kyuhyun. Semenit, dua menit, akhirnya Sungmin memutuskan untuk masuk kedalam. Dia sesungguhnya masih takut ia akan mengganggu pekerjaan suaminya itu.
Tangan Sungmin terangkat untuk mengetuk pintu sebelum…
"Kuharap kita akan berhasil, Kyu oppa."
'Ng? Suara yeoja?'
"Tenang saja, aku sudah menjalankan semuanya dengan lancar."
'Kalau yang ini suara Kyuhyun… apa dia sedang dengan kliennya?'
"Ne, ne, oppa memang dapat diandalkan~"
"Tinggal satu rencana lagi, semoga kali ini pun akan berhasil."
'Apa yang sedang mereka bicarakan?'
"Aku tahu, istri-mu itu memang pintar oppa. Kurasa kali ini kau harus kerja keras."
'Istri? Aku? Mereka membicarakanku?'
Sungmin semakin merapatkan pendengarannya dibalik pintu ruangan Kyuhyun. Niatnya untuk mengetuk pintu hilang sudah. Banyak pertanyaan berkecamuk dipikiran Sungmin, sudah cukup dengan yang kemarin-kemarin dan sekarang harus bertambah. Terlebih yang membuatnya bingung adalah orang yang sama, suaminya.
"Iya, aku lelah kalau harus menjalani ini terus. Aku ingin segera mengakhirinya."
"Tenang saja oppa, aku akan membantumu!"
"Hahaha… kau memang yang terbaik Hyeorin-ah!"
DEG!
'Kyuhyun tertawa? Padahal 4 minggu lebih ini dia selalu bertampang dingin dihadapanku…dan siapa Hyeorin?'
Sungmin menyentuh dadanya, meremasnya pelan.
"Tentu saja, oppa! Kau lupa aku siapa?"
"Ne, mantan yeojachingu-ku memang hebat…"
DEG!
DEG!
'Ma-mantanyeojachingu…Kyuhyun?'
Remasan tangan Sungmin semakin kencang, dadanya berdegup kencang, napasnya agak terburu.
"Lalu kapan kau akan mengakhiri semua ini, oppa?"
"Mungkin lusa. Aku ingin cepat-cepat mengakhirinya dengan Sungmin, menjalani peran ini dengan Sungmin benar-benar menyesakkan asal kau tahu."
DEG!
DEG!
DEG!
Bola mata Sungmin membesar, lututnya mendadak lemas dan tak bertenaga. Kalau tidak karena bantuan dinding disampingnya bisa dipastikan Sungmin akan jatuh terduduk dilantai dingin itu.
Tes~
Setetes air mata tiba-tiba menitik dari mata kanan Sungmin, menyusul kemudian dimata kirinya. Dihapusnya kasar kedua mata yang telah mengalirkan air mata itu dengancepat, ditegapkannya kedua kaki yang agak tertekuk itu. Beberapa hembusan napas mengalun dari mulutnya guna menetralkan detak jantungnya, namun percuma… kembali air mata itu keluar dengan lancarnya.
Dengan cepat Sungmin langsung membelokan dirinya kearah lift yang ia naiki, langkahnya agak limbung. Wajahnya yang terus-terusan ia tundukan tak menyadari seorang namja sedang membaca lembaran-lembaran laporan ditangannya.
BRUK!
Tak ayal tabrakan pun terjadi.
"Ya! Kalau jalan—Minnie hyung?" yang ditabrak -Kim, ani, Choi Kibum- tadinya berniat membentak orang yang sudah membuat kertas laporannya jadi tercecer, namun kata-katanya terhenti begitu menyadari siapa yang telah menabraknya.
"Ah... Mi-mianhae Kibummie, kertasnya jadi berantakan. Biar kuberesi ne?" seulas senyum Sungmin tercipta diwajahnya, tapi sayang gurat kesedihan tetap tergambar disana dan Kibum menyadarinya.
"Kau kenapa hyung? Menangis?" Kibum dapat melihat jejak air mata dipipi putih Sungmin, bahkan air mata yang masih bergerombol di mata Sungmin pun dapat dia lihat dengan baik.
Sungmin menggeleng cepat, "Gwaenchana, Kibummie. Tadi aku hanya kelilipan saja, hehehe!" kembali tangannya mengusap kasar kedua matanya. "Ini kertas laporanmu, maaf aku sudah menabrakmu."
"Tidak apa hyung." Kibum bukannya percaya kata-kata Sungmin, tapi ia memilih mengikuti kebohongan Sungmin saja.
"Sudah ya Bummie, aku harus kembali. Sampaikan salamku untuk Siwonnie, ne? Annyeong~"
"N-ne, akan kusampaikan. Annyeong…"
Kibum menatap punggung Sungmin yang menghilang dibalik pintu lift, dilihatnya Sungmin yang masih tertunduk sambil mencengkeram dadanya.
.
.
SUNGMIN POV
Begitu sampai didepan kantor Cho Corp, pandanganku kembali menerawang. Kudongakan kepalaku menghadap pada lantai paling atas gedung, kufokuskan retinaku pada barisan kaca yang kuyakini dibalik itu adalah ruangan Kyuhyun.
Sudah tak kuperdulikan lagi air mata yang tak jua berhenti ini.
Lelah dengan mataku yang menghadap lurus dengan ganasnya sinar matahari siang itu, akupun menurunkan kepalaku dan mengalihkannya kejalan. Ku stop-kan taksi kuning disana dan beranjak masuk, menuju rumah Yesung hyung dan Wookie mungkin lebih baik…
.
Jadi inikah alasannya Kyunnie?
Alasan dibalik semua sikap anehmu itu?
Begitu menyesakan kah hidup dengan diriku?
Sudah tidak sanggup kah kau?
Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu…
Karena itu…
Aku akan menuruti keinganmu untuk mengakhirinya…
Tanpa kau duluan yang memintanya…
SUNGMIN POV END
.
…
.
ToBeContinue
.
Kependekan? Biarin, yang penting Mintz *ditabok*
So, bagaimana? Mau Sad Ending atau Happy Ending? Keputusan ada ditangan Tuhan~ hehehe XD XD
.
.
Jja, wanna RnR? ^^
.
Ada yang tanya kenapa alurnya kecepetan ya?
Jawab: Sengaja. *plakk!* Ini ide singkat yang kudapet pas lagi nonton SS3 Seoul #apahubungannya XD XD
.
Thanks to:
ammyikmubmik || abilhikmah || gorjazsimba || hyuknie || pumpkinsparkyumin || KyuMin Child Clouds || SPREAD JOY137 || Meilla || Sissy || Ri Yong Kim || winecouple || || and ALL Viewers ^^
