Trying To Get Your Love

By: Phaniechan98

Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto

.

.

Gender : Romance, Drama, AU, Friendship

Warning:

Ooc

Typo

Rate M (just for save)

.

.

.

.

.

.

.

Chapter:2 Mission Begins: Step 1 And A Little Help Parents

Dihalaman belakan sekolah yang ditumbuhi banyak pohon sakura yang sedang mekar terdapat dua anak manusia beda gender sedang menatap satu sama lain. Sang onyx pria memandang emerald dengan lembut bercampur gugup, sedanngkan sang emerald milik si gadis hanya membalas dengan tatapan malas.

"Ada apa Sasuke-san, cepatlah sembentar lagi waktu istirahat akan habis..." Kata si gadis yang membuat pria itu tambah gugup. mampu ditutupi dengan tampang stonic nya.

"Aku Cuma mau bilang," jeda sejanak untuk menghilangkan kegugupan walau wajahnya masih datar. "Aku menyukaimu Sakura." Sakura terkejut mendengar pengakuan Sasuke.

"Tidak, maaf..." jawab Sakura

Deg!

Sasuke terkejut rasanya jantungnya berhenti berdetak selama satu detik. Ia melihat Sakura berlari menjauhinya. "Tunggu!" namun sosok itu tidak menghentikan larinya "Sakura!"

"tunggu Sakura!"

BRUK!

"Itai!, kenapa aku bisa bermimpi waktu Sakura menolak ku..." Kata Sasuke sambil berdiri setelah tadi sempat jatuh dari kasurnya. Dan saat matanya menangkap Kertas Karton yang kemarin di tempel Naruto didindingnya. Ia tersenyum "Today Mission Is Begins" ucapnya sambil berjalan ke arah kamar mandi yang ada dikamarnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura datang kesekolah bersama kakanya Sasori yang berjalan dibelakangnya sambil melipat tangan didada dan melototi semua Siswa yang berani curi-curi pandang pada adiknya layaknya bodyguard yang dibayar mahal. Ia berangapan semua pria yang mendekati adiknya Cuma karena menyukai paras adiknya yang manis apalagi jenis pria seperti sahabatnya yang berkeriput itu, yah semua kecuali pria itu ia lah satu-satunya yang dapat meluluhkan hatinya.

"Oni-chan, bisa kau hentikan tatapan itu." Kata Sakura sambil menghadapkan kepalanya kebelakang. Sasori hanya nyengir dan membuat Sakura kesal ,ia menggembungkan pipinya. Sasori yang melihat itu langsung saja menarik tangan adiknya kekelas. Saat sudah sampai Sasori berpamitan dengan Sakura sambil mencium sekilas jidat adiknya.

Sasuke yang melihat itu merasa sedikit kesal dan sedikit cemburu. 'tenang Sasuke dia calon kakak iparmu' katanya dalam hati. Ia menolehkan kepalanya kearah meja Naruto untuk membicarakan misi mereka. Tapi ia diacuhkan karena yang bersangkutan lagi asik bermesraan dengan pacarnya.

"Hinata kau tau, kalo aku disuruh memilih antara dirimu dengan ramen gratis seumur hidup. Aku pasti akan memilihmu, karna bagiku kau segalanya." Kata Naruto sambil mencium punggung tangan Hinata.

"Be-benarkah Na-Naruto-kun..." balas Hinata dengan wajah sudah seperti kepiting rebus.

Dan dilain tempat, Sasuke yang mendengar rayuan Naruto untuk Hinata langsung berwajah masam. Telinganya serasa gatal dan dia tiba-tiba mual saat mendengar rayuan Naruto. 'tentu saja kau akan memilih Hinata Dobe, uang mu lebih dari cukup untuk membeli ramen seumur hidup! Dasar bodoh!' Gerutu Sasuke. Ia bukannya iri atau apa, ia hanya benci di acuhkan.

"Hinata apa tadi malam kau tidak tidur?"

"E-eh kenapa Na-Naruto-kun bertanya se-seperti itu?" tanya Hinta heran.

"Karena tadi malam kau muncul dimimpi indah ku Hinata"

Muka hinata tambah merah. " Na-Naruto-kun selalu menggodaku" jawab Hinata malu-malu.

'Sial! Aku merasa jadi obat nyamuk, tidak bukan kalo aku obat nyamuk mereka berdua pasti nyamuknya!' batin Susuke kesal.

'Chi! Aku baru saja patah hati karena ditolak, seharusnya dia sebagai sahabatku mengerti perasaan ku dan puasa pacaran dulu!' lanjut Gerutuan Sasuke dalam hati. Wajahnya ditekuk sambil mengeluarkan aura mengerikan.

Dan pada saat itu kebetulan Lee lewat dan langsung merinding. Ia langsung berlari keluar kelas dan tidak sampai satu menit ia kembali.

"Teman-teman aku merasakan aura yang mengerikan. Aku akan membersihkan kelas ini dari hal-hal mistis yang membuat kita takut dan menghilangkan semangat masa muda kita!" teriak Lee dan memulai melempari garam keseluruh ruangan sambil teriak-teriak "Kami-sama hilangkan hal-hal gaib dan mistis dari ruangan kelas ini!" "Kami-sama,Kumohon Kami-sama!".

Dan teman-teman sekelasnya yang melihat kelakuan Lee hanya bisa speecless. Beda dengan Karin yang melihat Lee dengan pandangan penuh dengan kekaguman. 'Oh!,pangeran hijau ku, kau benar-benar pria yang perhatian pada sekitarnya, emm aku makin menyukaimu...Ooo Bunga-bunga cinta bermekaran, ciee yang terus-terusan kepikiran~' gumaman dan nyaniannya dalam hati.

.

.

.

.

.

.

Dilain tempat diruangan V.I.P disebuah restoran bintang lima. Terdapat berbagai pengusaha didalam lah yang mengadakan pertemuan antara pengusaha sukses ini, dengan alasan tali silah turami dan sebagai rekan bisnis yang baik semua pengusaha yang memiliki anak laki-laki hadir termasuk ayah Sakura yang duduk di samping kiri Fugaku dan ayah Naruto di sebelah kanan Fugaku. Bukan hanya mereka ada juga ayah Kiba, ayah Shikamaru, Ayah Suigetsu, ayah Juugo, ayah Sai, ayah Daidara dan Ino,dan ayah Chouji dan masih banyak lagi.

"Senang rasanya kita semua berkumpul disini, sudah sangat lama dari terakhir kali kita berkumpul" Ujar Fugaku. "ayo, kita saling berbagi cerita diluar masalah perusahaan" lanjutnya dengan senyum yang sangat lembut, sampai membuat jantung ayah Sai -Danzo- berberdegup dengan kencangnya(?).

"Bagaimana kabarmu dan Istriku Fugaku?" tanya Inoichi-ayah Ino dan Daidara-.

"Kabarku baik dan kabar istri ku juga sangat baik." Balas Fugaku.

"Whaaaa, mood-mu terlihat sangat bagus hmm? Memangnya ada apa?" tanya Shikaku.

"Aku hanya sangat senang anak ku sudah dewasa"

"Eeeh apa kah itu Sasuke-kun?, Naruto pernah bercerita padaku kalo Sasuke-kun tengah jatuh cinta kepada teman sekelasnya" kata Minato.

"Hm, kau benar. Bahkan istriku sangat tidak sabar bertemu dengan gadis yang disukai anak ku"

"Eeeh Sasuke pria yang manis. Dan yang kudengar dari anak ku Daidara, kalo Itachi adalah seorang playboy"kata Inoichi.

"kau benar Itachi itu,adalah hasil karya ku dengan istriku yang unik tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Dia terlalu absurd dan sedikit freak."

"Hahaha Ngomong-ngomong siapa gadis beruntung itu?" tanya Kizashi

Inilah saatnya pikir Fugaku. Fugaku tersenyum tipis dan mentap Kizashi dengan sangat lembut.

"Putri mu"

"Eeeee" semua orang dalam ruangan tersebut terkejut.

"Be-benarkah" kata Kizaski.

"Hm, kau maukan Sasuke menjadi Menantu mu?"

"Tentu" Balas Kizaski.

"Ciee sepertinya –krukuk akan ada yang-krukuk yang berbesan-krukuk" Goda ayah Chouji

"Dan juga jangan lupakan Si bungsu Yamanaka yang nantinya akan berganti nama menjadi Shimura" kata Shikaku.

"Hahahaha kau benar"

"Yah kita lupa soal mereka berdua Sai dan Ino"

"Sepertinya mereka memang berjodoh. Nama panggilan mereka sama-sama terdiri dari tiga huruf"

"ahahaha Ino masih terlalu kecil untuk hal semacam itu" kata Inoichi

Danzo Cuma bisa senyum dan menggelengkan kepala tidak setuju dengan ucapan Inoichi.

.

.

.

.

Kembali kesekolah diatas atap sekolah Sasuke sedang memakan Bento bikinan ibu tercintanya ditemani dengan sahabat kuningnya. Mukanya tertekuk, memandang masam Naruto. Yang dipandang jadi salah tingkah.

"Teme kau kenapa?, tiba-tiba marah tidak jelas?"

"..."

Tidak ada jawaban. Sasuke masih kesal karena dicuekin dikelas, ingin hati mendiskusikan langkah pertama dalam misi. Eh,malah ditinggal pacaran. Ia serasa jadi Jones, berwajah tampan yang digilai banyak gadis.

"Baiklah untuk langkah pertama kau mau mencari informasi dari siapa, aku akan mencari informasi dari Hinata. Jadi hanya sisa dua pilihan Ino dan Tenten-ttebayo."

"Hm, kita mulai dari Tenten..."

"Kita?,kenapa tidak kau sendiri saja-ttebayo"

"Aku tidak tau apa yang harus dilakukan"

"Heee,Okey,okey-ttebayo"

"Jadi kapan kita menemui Tenten"

"Tenten adalah anggota klub beladiri, dan Kita bisa menemuinya hari ini saat pulang sekolah-ttebayo"

"Hm, lalu apa kau sudah mendapat sedikit informasi dari Hinata?"

"Sudah sedikit, Tapi sangat penting" Sasuke mengerutkan dahinya "Kekasih Sakura-chan dulu adalah kakak Hinata, Hyuga Neji Sempai kita yang meninggal karena kecelakaan saat kita masih ditahun pertama. Hinata bilang Sakura-chan masih belum bisa melupakannya karena itulah dia selalu menolak peryataan cinta orang lain." Sasuke terkejut " Hinata bilang kau harus berjuang untuk mendapatkan Sakura-chan, liat Teme kekasih ku memberimu semangat ia juga bilang akan membantumu-ttebayo"

Sasuke tidak tau harus merespon bagaimana perkataan Naruto. 'Hyuga Neji orang seperti apa dirimu, kau beruntung memiliki cintanya. Apa aku bisa mengambilnya darimu' batin Sasuke sambil menghadap keatas menglihat awan. Dan saat dia menurunkan pandangannya. Onyx-nya melebar.

"Dobe, dimana tempura udangku!" kata Sasuke dengan nada datar,dingin dan menyeramkan.

Glup!

Naruto meneguk liurnya dengan susah payah. "Ahahahaha mana aku tau Teme, mungkin kau memakannya dengan tidak sadar. Kaukan melamun tadi-ttebayo"

"Aku baru memakannya satu. Tempuranya ada empat, harusnya sisa tiga. Tapi kenapa sekarang malah tidak ada, eh?"

"Mungkin disini ada hantu penyuka tempura Teme" kata Naruto pura-pura merinding "Mungkin aku harus memanggil Lee kalau perlu Gai sensei sekalian." Lanjut Naruto yang mencoba kabur.

"Tidak perlu" kata Sasuke. Ia meletakan bento-nya yang hanya tersisa nasi yang banyak dan potongan wortel. Lalu mendekat pada Naruto dan menepuk pundaknya sambil tersenyum manis, terlalu manis malah sampai membuat Naruto takut.

"Aku akan membuat hantunya jera Dobe!" lanjut sasuke yang mengubah senyum manisnya menjadi senyuman keji. Dan entah mengapa langit yang tadi cerah tiba-tiba menjadi mendung dengan suasana mencekam.

"Kyaaaa, hentikan Teme ini bukan fic gore-ttebayo!"

"Kemari kau, oi! Jangan lari"

"Kyaaa, Aku tidak mau Teme"

"Jangan lari! Berhenti ku bilang oi! Dobe !"

"Kyaaaaa!"

~Dikelas Lee yang menglihat perubah langit menjadi tegang. "Aku harus membuat upacara pengusiran roh jahat, disekolah ini. Aku akan meminta bantuan Gai sensei." Gumamnya dengan mata yang berapi-api dan membuat Kakashi sensei yang sedang mengambil novel mesumnya yang ketinggalan menjadi speecless.~

(skip time)

Lonceng tanda tanda pulang sekolah sudah terdengar.

"Aku Duluan Ino-pig, Hinata, Tenten" kata Sakura

"Hati-hati" Kata Hinata dan Tenten

"Hmmm, tenang saja Forehead akan selalu selamat karena ada bodyguard merah dibelakangnya"

Pleee!

Mendengar itu Sakura hanya menjulurkan lidahnya dan juga di balas Ino dengan juluran lidah.

Pleee!

"Hime-chan apakah kau sudah selesai" teriak Sasori dari depan pintu.

"Iya Oni-chan!, dadah teman-teman see you tomorrow"

"Dadah"

Menglihat Sakura yang sudah keluar kelas. Sasuke dan Naruto pun mendekati Tenten, Ino dan Hinata.

"Ehm!, boleh bicara sebentar-ttebayo?"

"Tentu, kalian mau tau tentang Forehead kan" kata Ino

"Hinata sudah memberitau Kami" Balas Tenten

"Jadi kalian mau membantu ku?" Tanya Sasuke harap-harap,cemas. Walau wajahnya masih stonic.

"Tentu, aku sering menangkap basah Sasuke-kun yang sedang curi-curi pandang dengan Forehead"

"Yosh! Kami semua akan memberitaumu semua tentang Sakura" Kata Tenten

"K-Kami ju-juga akan membantu Sa-Sasuke-kun" kata Hinata

"Domo arigatogozaimas" kata Sasuke sambil tersenyum tulus.

"Congratulations Teme Mission: Step 1 successful-ttebayo" kata Naruto yang sok-sokan bahasa inggris.

Sementara di halaman sekolah terdapat pemandangan yang mengejutkan. Terlihat Lee dan Gai sensei yang memakai baju ballet yang ada kepala angsanya – kaya di Naruto SD- dan memegang setoples penuh garam sedang menari dengan heboh bin aneh sambil melemparkan garam dan teriak-teriak.

"Pergi kau roh jahat! Aura suram mu yang membuat suasana menjadi mencekam membuat murid ku takut dan kehilangan semangat masa muda mereka. Pergilah ! Menjauhlah ! Enyahlah! Ke laut saja sana!"

"Oh Kami-sama Tolong bantu aku dan Gai sensei mengusir roh jahat itu!, Tolong lah Kami-sama!, Kumohon Kami-sama!"

Orang yang menglihat pertunjukan pada jam pulang sekolah dihalaman depan sekolah tersebut menjadi speecless berjamaah.

"Oh! Mata ku, jangan dilihat Hime-chan" kata Sasori yang langsung menutup mata Sakura dan membawanya kepakiran mobil.

Dan dibalik tiang dekat pertunjukan guru dan murit itu, ada Karin yang menatap Lee penuh dengan kekaguman dan nafsu. wajah merah, hidung mimisan dan mulut yang terbuka. "Oh! Tuhan Lee sangat sexy dan akan meabadikan ini" kata karin sambil merekam pertunjukan Lee dan Gai dengan air liur yang menetes. Dan mengacuhkan tatapan orang yang memandangnya aneh.

.

.

.

.

.

.

.

Dirumah terlihat Madam Uchiha yang sedang menelpon teman-temannya, istri-istri rekan bisnis dan rekan kerja suaminya satu per satu dan memberitahukan kalo anak bungsunya sedang jatuh cinta dengan putri dari Haruno Kizaski.

"Tentu kami akan mengadakan perjodohan antara Uchiha dan Haruno. Anak ku benar-benar jatuh cinta dengan putri Kizaski-san dan aku jadi tidak sabar menjadi besan Mebuki"

"nanunanu" suara dari telpon.

"hmm tentu aku akan mengundangmu ke acara pernikahan anak bungsuku nanti, Kushina"

"nanunanu"

"Eh, Apa persedian ramen Naruto habis, baiklah sambai jumpa"

"hmm sekarang siapa lagiyah yang harus diberitau, ah ini saja"

Tut~tut~tut~

"Moshi- moshi" jawab si penerima.

"Halo ini Mikoto"

"Nagato?"

"Nagato!"

"Kaboto?"

"Kaboto!"

"Yamato?"

"Yamato!"

"Sumanto?"

"Maaf salah sambung!" Mikoto pun memutuskan sambungan telepon secra sepihak.

"Bikin kesal saja"

"Ada apa sayang?"tanya Fugaku yang binggung.

"Tak ada, Cuma mencoba Iritology..."

"Huh?"Fugaku sweatdro.

"Sayang, Apakah kau Sudah memberitau Kizaski-san kalo kita akan mengadakan perjodohan Sasuke dengan putrinya?"

"Bukan hanya Kizaski tapi semua rekan bisnis ku yang memiliki anak laki-laki"

"Hontoni!, lalu bagaimana tanggapan Kizaski-san!"

"Ia bilang, Dia senang kalo punya menantu seperti Sasuke"

"Huuuaaaaaa!,Banzai!, Banzai!" Mikoto bersorak kegirangan.

TO BE COTINUED

.

.

.

.

Omake:

"Tadaima!" Teriak Itachi.

"Okaeri, Kenapa bulang telat Itachi"

"Hmmm, Apa aku sudah bilang kalo Ibu cantik hari ini..." kata Itachi sambil memeluk ibunya

"Kenapa telat, kau habis dari berkencan lagi?" Tanya Mikoto sambil menyipitkan matanya ke arah Itachi.

"Ahaha, mau bagaimana lagi Misuzi terus memaksa,sebagai lelaki yang baik hati aku tidak dapat menolak"

"Kemarin kau bilang Yuki, hari ini Misuzi, besok siapa lagi Itachi?"

"Ahahaha dimana my lovely Ototo bu?" Tanya Itachi mengalihkan pembicaraan.

"Dikamar ia sedang belajar jangan diganggu yah..."

"Ha'i" balas Itachi sambil menaiki tangga 'benar besok siapa yah Ima, eemm Tomiki, siapa yah' Batin Itachi.

Dan saat melewati kamar adiknya. Ia berhenti sebentar di depan pintu dan mengintip kamar adiknya. " Wah, benar kata ibu Sasu-chan sedang belajar" gumamnya saat melihat punggung adiknya yang berapi-api. "Tumben bukankah dia tidak pernah belajar dirumah" lanjut Itachi sambil berjalan menuju kamarnya.

Dikamar terlihat Sasuke Duduk dimeja belajar, raut serius tertampang jelas diwajahnya. Bahkan ia memakai ikat kepala bertuliskan 'BERJUANG!' dikepalanya. Ia menulis dengan sepenuh hati.

'Hm, Ino bilang Sakura menyukai makanan manis, Catat'

'Hinata bilang Sakura Takut hantu,Catat'

'Tenten bilang Sakura benci kecoa, Catat'

Yah sepertinya itulah yang Sasuke pelajari, ia berusaha keras memahami gadis yang dicintainya...

End For Omake.

Next Chapter: Mission: Step 2 And Meetings Between Families

Author's Note:

Karena banyak yang tanya ini oneshoot atau MC?. Jawabannya adalah MC dengan tambahan omake disetiap chapternya :D

Balas Review:

Untuk balas Review Phanie-chan akan dibantu oleh si keriput manis Itachi-kun~~~

(/.\)= hai semuaaaaa, saya akan membantu Phanie-chan Untuk balas Review, okey langsung saja yang pertama untuk tafis kaya nya pertanyaan nya terjawab di Chapter ini deh,hehehe...

(^.^)= Okey giliran Phanie-chan untuk Makasih sudah dibilang keren..., Phanie-chan emang sengaja bikin keluarga Uchiha harmonis dan Ooc semua.

(/.\)= Yosh! Untuk ini adalah MC dengan tambahan omake disetiap chapternya :D

(^.^)= Untuk nelsonthen52 apakah ini sudah fast? #bertanya sambil mengedipkan mata.

(/.\)= Phanie-chan genit~~ , Okey then untuk An Style penasaran yah sama cerita kami semua , ikutin aja terus fic ini, and chapter berikutnya saya bakal muncul loh...

(^.^)=Untuk Ahdian kyaa juga, ini udah lanjut.

(/.\)= Untuk forlia kalo kamu senang abang juga senang neng #menggombal no jutsu

(^.^)= Untuk dodi ini udah lanjut dan update kilat juga. Dan Itachi-kun bakal muncul banyak di chapter berikutnya.

(/.\)=Untuk dewita jali Sasu-chan emang udah dewasa, tapi bagi saya ia tetaplah adik kecil ku yang manis~

(^.^)= Untuk duni Yup! Neji adalah sang mantan.

(/.\)=Untuk sania Yup saya emang menarik dimata semua prempuan and ini udah lanjut :D

(^.^)= Bukan kamu yang menarik Ita-kun tapi fic ane. Okey next untuk tamizuki makasih, dan ini sudah lanjut :D

(/.\)=Untuk ongkitang Kyaaaa# ikut-ikutan teriak . ini udah lanjut ko :D

(^.^)= Untuk Aoi Yukari yup semua yang ada di fic ini emang kocak...

(/.\)= Yosh! Selesai juga membalas semua Review, untuk Chapter berikutnya saya muncul loh , untuk mengajarkan Sasu-chan cara PDKT. Jangan lupa Review yah karena cepat lambatnya Kemunculan saya di chepter berikutnya tergantung Review dari kalian semua~~

(^.^)= dari tadi Ita-kun promosi diri terus deh, Okey Untuk balasan Review chapter ke 2 ini kalian mau siapa silakan pilih...

(/.\)= Pilih saya! Pilih saya!

(^.^)= Ita-kun engga bisa karena udah membalas Review untuk chapter 1!. Yohs! Ayo kita ucapkan sama-sama Ita-kun.

(/.\) & (^.^)=Please Mind to Review and Thank you for reading #Bow