Title : Forever With You
Cast : Kyuhyun, Yesung, Eunhyuk, Ryeowok, Kibum, Kim young woon (Kangin) , Hangeng and Other
Genre : Sweet, Romance,
Rate : T
Warning: BoyLove, typo, gaje, alur kecepetan, dan sederet kekurangan lainnya yang terdapat di ff ini.
.
.
.
.
"Lalu hyung apa rencana yang akan kau buat?" Tanya Eunhyuk yang tepat berada di depan Yesung.
Kini ketiganya tengah duduk di bangku/meja kantin sekolah.
"Aish.. sudah berapa kali aku berkata jangan memanggilku hyung, aku hanya lebih tua dua tahun saja dari kalian" protes Yesung menggembungkan pipinya sebal.
"Itu karna kami menghormatimu hyung, bukankah kami saeng yang sopan" bela Ryeowook.
"Tapi aku terlihat tua jika kalian memanggilku seperti itu.. aish yasudahlah terserah kalian saja" sebal Yesung.
"Ck.. Baiklah ceritakan saja apa rencanamu~ jangan ngambek lagi seperti itu nanti beneran terlihat seperti orang tua" Gurau Eunhyuk sedikit cengengesan.
Yesung melempar deathglarenya tapi malah membuat kedua sahabatnya tertawa semakin keras.
"Yak hentikan.." jerit Yesung membuat keduanya bungkam "baiklah dengarkan apa kataku" Yesung mencondongkan badannya untuk membisikan apa rencananya.
Bel tanda masuk kedalam kelas sudah berbunyi, itu artinya mereka bertiga harus segera masuk kedalam kelas.
.
.
.
Kyuhyun terlihat gelisah menunggu di dalam mobil, kenapa tuan mudanya belum juga terlihat keluar dari sekolah padahal yang ia tau ini sudah jam pulang sekolah.
Mungkin ke toilet sebentar itu tidak akan masalah sepertinya, karna sedari tadi ia sudah tidak tahan lagi menahan pipisnya.
Kyuhyun melangkah keluar mobil untuk menuju toilet terdekat.
Sementara ketiga orang itu kini tengah mengendap-ngendap dan bersembunyi di balik tembok.
"Hyung supir tampan itu telah pergi" Ucap Ryeowook.
"Yak.. jangan memanggil dia seperti itu~ aku muak mendengarnya" Protes Yesung.
"Ah wae? Dia memang benar-benar tampan"
"Yak Ryeowook-ah.." Yesung kembali melempar deathglarenya.
"Ah baiklah baiklah.." Ryeowook memutar bola matanya malas.
"Baiklah.. kalian bersembunyi di balik semak itu dan aku akan menghampiri mobilnya" Perintah Yesung yang langsung di turuti oleh keduanya.
Yesung berlari kecil menuju mobil hitam yang biasa di pakai untuk mengantar jemput dirinya.
Yesung mengerahkan semua pandangannya ke semua arah untuk memastikan jika Kyuhyun belum kembali.
Csshhh...
Dengan segaja Yesung mengempesi ban mobil belakang dan dengan cepat bersembunyi saat ia rasa Kyuhyun telah kembali.
"Dia masih belum pulang" lirih Kyuhyun saat melihat bahwa belum ada tanda-tanda keberadaan Yesung di dalam mobilnya.
"Aku sudah pulang~ sekarang antarkan aku pulang" Ucap Yesung yang muncul dari arah belakang secara tiba-tiba.
"Baiklah.." Kyuhyun sedikit menganggkukan kepalanya lalu membukakan pintu mobil untuk Yesung.
'Ck apa ini, apakah dia tidak melihat jika bannya telah kempes' gerutu Yesung dalam hati.
"Eh sebentar~ sepertinya bannya kempes" Tunjuk Yesung mengarah ban belakang mobil yang memang telah kempes.
"Eh benarkah.." Kyuhyun menengok kearah tunjukan Yesung "kenapa bisa seperti ini, perasaan tadi tidak apa-apa" Gumam Kyuhyun menggaruk tenguknya yang tidak gatal.
"Kalau begitu aku akan menggantinya dulu dengan ban cadangan, tuan menunggu saja di dalam mobil"
"Ah pasti akan sangat lama~ aku tidak bisa menunggu, perutku sudah sakit, aku ingin segera pulang dan minta di masakan makanan kesukaan ku kepada bibi jung, jadi aku tidak bisa menunggu"
"Tapi bagaimana bisa aku mengantarkan tuan dengan ban mobil yang kempes, jadi kumohon agar bersabar sebentar"
"Tidak bisa~ kau ingin aku mati kelaparan di sini eoh"
"Terus aku harus bagaimana tuan?"
"Ehm.. aku akan naik taxi saja, jangan khawatir aku benar-benar akan pulang kerumah jadi jangan takut akan di marahi oleh appaku, ini tidak masalah kan?"
Kyuhyun terlihat berfikir sejenak "baiklah~ tapi tuan harus benar-benar pulang ke rumah"
"Ya aku mengerti, aku pulang dulu" Yesung tersenyum ah bukan tapi lebih tepatnya berseringai, seringaian yang ia dedikasikan untuk rencananya yang berhasil.
Yesung berbalik dan melangkahkan kakinya menuju taxi yang telah terparkir sedikit jauh dari tempat Kyuhyun berada.
"Hyuk.. Wook.. ayo ikut aku" Isyarat Yesung menggerakan bibirnya tanpa suara.
keduanya berlari kecil mengikuti Yesung dan masuk kedalam taxi.
"Ah hyung kenapa kau lama sekali menyuruh kami keluar dari semak itu~ aku di gigiti semut tau" gerutu Ryeowook memasang wajah sebal.
"Aku juga.. kulit mulusku tergores duri, aww ini sangat sakit sekali" Protes Eunhyuk tidak mau kalah.
"Ck.. kalian ini sangat berisik sekali.. yasudah kalian boleh kemana saja untuk mengganti kesalahanku dan berhenti mengomel kalian membuat kepalaku ingin meledak" Ucap Yesung yang tengah sibuk melihat ke luar kaca tanpa ingin melihat kedua orang yang sedang ia ajak bicara.
"Yeah.." sorak keduanya.
"Bagaimana jika kita ke tempat karaoke? Aku sudah lama tidak kesana" usul Ryeowook yang mendapat anggukan setuju oleh Eunhyuk.
"Ide yang bagus.. bagaimana denganmu hyung" Tanya Eunhyuk.
"Terserah kalian saja.." jawab Yesung malas.
"Huaa.. baiklah~ pak antarkan kita menuju tempat karaoke" Ucap Ryeowook kepada supir taxi.
.
.
.
Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan cepat, ia harus memastikan jika tuan mudanya benar-benar sudah pulang kerumah atau tidak.
"bibi jung.. apakah tuan muda sudah pulang?" Tanya Kyuhyun kepada bibi jung yang tengah sibuk mencuci piring di dapur.
"Bukankah kau yang bertugas mengantar jemput tuan muda? Kenapa malah menanyakannya kepada bibi?" Tanya balik wanita paruh baya itu.
"Tadi ban mobilnya kempes dan tuan muda pulang menggunakan taxi terlebih dahulu, tadi dia berkata ingin di buatkan makanan oleh bibi makanya aku bertanya pada bibi" jelas Kyuhyun panjang lebar.
"Sepertinya tuan muda belum pulang, bagaimana ini? Beberapa jam lagi tuan besar juga akan pulang, ia pasti marah jika saat pulang tuan muda belum pulang kerumah" panik bibi jung.
"Ah terus bagaimana ini.. bibi apa yang harus aku lakukan?" Kyuhyun ikut panik, ia tidak boleh merusak kepercayaan yang telah Mr. Kim berikan padanya.
"Kau periksa keberadaan tuan muda melalui GPS saja, pasti akan ketemu" saran bibi jung yang langsung Kyuhyun turuti.
Ia langsung melesat keluar saat telah mengetahui keberadaan Yesung di mana.
.
.
.
"Hyung~ ayo minum lagi.." Ucap Ryeowook yang tengah mabuk.
"Benar.. kenapa kau hanya minum sedikit" Eunhyuk yang juga tengah mabuk ikut menimpali.
"Aku pikir kalian hanya akan berkaraoke saja~ kenapa sambil mabuk juga.." Yesung menidurkan badannya di sofa, rasa pusing effect minuman berakohol yang ia minum sungguh berpengaruh besar.
"Tuann.." Kyuhyun membuka pintu itu dan langsung menghampiri Yesung.
"Eh supir tampan~ kau kesini" goda Ryeowook yang tengah mabuk.
Kyuhyun sedikit bergidik "Hey apa yang kalian lakukan pada tuan muda eoh"
"Yak tampan kau jangan galak kepada kami~ tapi kau terlihat lebih tampan saat marah" goda Eunhyuk mendekati Kyuhyun.
"Haish.. sudah lepaskan dia.." Yesung menarik Kyuhyun dari rangkulan HyukWook.
"Kajja kita pulang" Ajak Yesung sedikit berjalan terhuyung.
"Eh.. tuan tidak apa-apa?" Kyuhyun menahan badan Yesung yang hampir terjatuh.
Sungguh rasa pusing dan mata yang berkunang-kunang ini membuat Yesung sangat susah untuk berjalan kaki.
Kyuhyun memutuskan untuk menggendong Yesung ala bridal style untuk menuju mobilnya, terlalu lama jika Yesung berjalan dengan kondisi seperti ini, tuan besar pasti akan keburu pulang.
Kyuhyun memasukan Yesung kedalam mobil, ia pun mengelilingi mobil untuk duduk di bangku supir.
Kyuhyun memasangkan safety belt Yesung, Ia menatap wajah Yesung sebentar saat wajah mereka berdekatan, Yesung tentu saja tidak menyadarinya karna ia telah tertidur dengan pulas sekarang.
"Anak manis.. gara-gara pergaulan kau menjadi nakal seperti ini" Gumam Kyuhyun sedikit tertawa, lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
.
.
.
"Bibi tolong bukakan pintunya" Ucap Kyuhyun yang tengah bersusah payah menggendong Yesung, walaupun badannya mungil tapi ia cukup berat juga.
Dengan cepat Kyuhyun melesat menuju kamar Yesung di lantai atas dan menidurkannya di bed king size milik Yesung dengan seprai hijau bermotif kura-kura.
Kyuhyun bisa bernafas lega, untung hal yang buruk tidak terjadi.
Tapi matanya kini terlalu penasaran melihat benda hijau yang ada di dalam aquarium.
"Apa itu?" Gumamnya bertanya kepada diri sendiri.
"Yak berhenti menatapku seperti itu~ kau membuatku risih" jerit ddangkoma penuh amarah di dalam aquariumnya.
Kyuhyun semakin menyipitkan matanya, apa sebenarnya benda hijau itu?
Ia melangkahkan kakinya untuk melihat lebih dekat lagi.
"Yak.. yak.. apa yang mau kau lakukan? Kenapa kau mendekat?" Panik ddangko memundurkan badannya.
"Ah ternyata kura-kura" Kyuhyun tertawa kecil.
"Hei kenapa kau tertawa mesum seperti itu padaku eoh? Apa jangan-jangan kau akan memperkosaku? Hua.. daddy.. eh bukan.. majikan ku terlalu manis jika menjadi daddy, baiklah mommy ada om mesum yang mendekati ku" teriak ddangkoma histeris.
"Tapi kenapa dia hanya mangap-mangap saja? Suaranya kemana?"Tanya heran Kyuhyun.
Tuk..Kyuhyun mengetuk kaca aquarium itu dari luar membuat ddangko langsung menyembunyikan kepalanya kedalam cangkangnya.
"Heuh dasar mahluk aneh" Kyuhyun bergidik ngeri lalu melangkahkan kakinya menuju keluar kamar Yesung.
.
.
"Kyu.." sapa yang telah sampai di rumah.
"Ne sajangnim" Kyuhyun membungkuk sopan.
"Apakah kau sudah menjemput anakku? Dimana dia?"
"Sudah sajangnim~ ah itu tadi ia langsung menuju kamarnya, mungkin tuan muda sedang tidur sekarang"
"Benarkah? Tumben sekali dia langsung tidur.. baiklah kerja yang bagus Kyu" Mr. Kim menepuk pundak Kyu sebelum akhirnya melangkah pergi.
Kyuhyun dapat bernafas lega, untunglah tidak terjadi apa-apa.
'Mianhae Mr. Kim aku telah berbohong pada anda, lain kali saya akan lebih baik lagi menjaga tuan muda' ucap Kyuhyun dalam hati.
~Next Day~
"Bagaimana ini.. kenapa hutang mu kepada perusahaanku semakin bertambah eoh? Aku bisa rugi jika seperti ini terus" Kesal Mr. Han Geng Tan kepada Mr. Kim yang ternyata bernama lengkap Kim Young Woon (Appa Yesung).
"Maafkan aku tapi kumohon sekali ini saja kau mau kan memijamkan aku lagi uang~ aku tidak tau jika langkah yang aku ambil kemarin akan membuat perusahaanku merugi, kumohon selamatkan lah perusahaanku" Mr. Kim memelas dan memohon.
"Eh bukankah kau mempunyai anak laki-laki yang manis? Bertemu lah denganku malam ini, setelah aku melihat anakmu maka aku akan mempertimbangkan lagi hal ini"
"Baiklah terimakasih tuan"
.
.
.
"Eh tuan muda kau mau kemana?" Kyuhyun sedikit berlari kecil ke arah Yesung yang telah berpakain rapih.
"Aku mau menemui temanku~ antarkan aku" titah Yesung langsung masuk kedalam mobil.
"Tapi tuan.. tuan besar tadi menghubungiku menyuruhku untuk mengantarmu kesebuah restoran malam ini jadi tuan muda tidak boleh kemana-mana"
"Aku tidak peduli, pokoknya sekarang kau harus mengantarkanku" kekeuh Yesung memasang wajah acuh.
"Tapi tuan kumohon kau harus menurut kepada appamu~ bukankah dia orang satu-satunya yang berharga bagi anda di dunia ini? Jadi anda tidak boleh mengecewakannya"
Yesung terlihat berfikir sejenak, benar apa kata Kyuhyun, appanya adalah satu-satunya orang yang berharga di dunia ini yang ia miliki tapi selama ini ia sering mengecewakannya.
Yesung menghembuskan nafasnya kasar "baiklah" ucapnya dingin, walaupun ia menurut tapi eskpresi kesal masih terlihat kentara di wajahnya.
"Tapi tuan muda harus berpakaian lebih formal dari ini"
"Mwo? Maksudmu?
"Anda harus memakai setelan tuxedo tuan"
"Aish apalagi ini? Memangnya acaranya sepenting apa? Tidak mau~ aku malas" jawab acuh Yesung lagi.
"Tapi tuan harus memakai pakain yang lebih formal"
"Aish baiklah.." dengan kesal Yesung keluar dari mobil dan membanting pintunya cukup keras, ia kembali kerumah untuk mengganti pakaiannya.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, ia harus ekstra sabar menghadapi namja manis itu.
"Apakah ini yang kau inginkan? Kau puas?" Gerutu Yesung yang telah kembali dengan setelan tuxedo rapihnya.
"Tapi sepatu yang tuan gunakan masih belum formal tuan" Ucap Kyuhyun saat melihat Yesung masih menggunakan sepatu kets nya.
"Sudah cukup! Aku malas kembali kerumah~ lagipula aku tidak suka menggunakan sepatu mengkilat hitam itu, aku lebih menyukai sepatu ini" ucap Yesung tidak peduli.
Lagi-lagi Kyuhyun mengembuskan nafas kasar, ia harus sabar menghadapinya, ia langkahkan kakinya menuju rumah membuat Yesung mengangkat alisnya heran, tapi akhirnya Yesung tetap tidak peduli apa yang akan Kyuhyun lakukan.
"Bibi tau tidak letak rak sepatu tuan muda ada dimana?"
"Ah itu.. ada di sebelah aquarium ddangkoma, kau tau?"
"Ah ne Gamsahamnida bibi" Kyuhyun sedikit membungkuk lalu menuju kamar Yesung.
Kyuhyun memutar knop pintu itu sampai terbuka "Oh hai mahluk hijau kita bertemu lagi" ucap Kyuhyun sedikit tertawa.
"Kau tau di mana rak sepatu majikanmu? Ah benar kau tidak bisa bicara, ckck apa aku sudah gila" gumam Kyuhyun tertawa sendiri.
Ddangkoma merasa was-was dan memasang wajah ketakutan di tambah badannya yang juga ikut bergetar, orang yang ada di hadapannya sungguh aneh, itu yang membuat ia takut.
"Nah ketemu" Kyuhyun mengambil satu pasang sepatu lalu keluar dari kamar itu.
Yesung keluar dari mobil saat tau Kyuhyun telah kembali dari dalam rumah.
"Apa yang kau lakuk..an"
Kata-kata Yesung sedikit terputus saat Kyuhyun menjongkokan dirinya di hadapannya dan menggantikan sepatunya.
Sebelumnya tidak pernah ada orang yang melukan hal seperti ini padanya, ini membuat rasa kesalnya sedikit berkurang karnanya.
"Selesai.. kau boleh masuk kedalam mobil sekarang.. 30 menit lagi acaranya akan di mulai" Ucap Kyuhyun tersenyum hangat.
Yesung memalingkan wajahnya lalu masuk kedalam mobil.
.
.
.
"Kemana anakmu? Kenapa belum sampai?" Tanya Mr. Han yang duduk tepat di hadapan Mr. Kim, kini keduanya tengah berada di restoran mewah bintang lima yang berada di pusat kota seoul.
"Mungkin sebentar lagi"
"Appa.." Yesung menghampiri Mr. Kim.
"Ah itu dia sudah sampai" Ucap Mr. Kim seraya tersenyum.
"Ada apa appa menyuruhku kesini? Dengan pakain seperti ini pula~ sungguh aku tidak nyaman" gerutu Yesung menekuk wajahnya sebal.
"Ish kau jangan seperti itu~ kau harus berbicara lebih sopan lagi, membungkuklah kepada tuan han"
"Anyeong.." Yesung sedikit membungkuk dengan wajah datarnya.
"Ternyata benar anakmu sangat manis" ucap Mr. Han seraya tersenyum.
Yesung merasakan firasat yang tidak enak di balik senyuman itu, apa yang akan orang dewasa ini lakukan padanya.
"Jadi apa yang akan anda lakukan? Apa jangan-jangan..."
"Ah anieo.. bukan aku.. tapi tunggulah sebentar lagi" potong Mr. Han.
"Appa.." Kibum sedikit berlari menghampiri appanya.
"Ini adalah anakku~ ia baru kembali dari amerika"
"Anyeong ahjussi.. dan Kim Yesung.." Kibum membungkuk sopan.
Yesung tidak tertarik untuk melirik orang itu siapa tapi setelah mendengar namanya di panggil dengan reflek ia menatap orang yang telah memanggilnya itu.
"Oh apakah kau sudah mengenalnya?" Tanya Mr. Kim kepada Kibum.
Kibum tersenyum lalu mengangguk.
"Dan kau juga mengenalnya sungie?"
"Tidak aku tidak mengenalnya, appa" jawab datar Yesung.
"Aish kau tidak boleh berbicara seperti itu" bisik Mr. Kim tapi Yesung sepertinya tidak peduli.
"Gwenchana.. aku melihat Yesung saat angkatan pertama di sekolah senior high school dan saat angkatan kedua aku pindah ke amerika dan sekarang di angakatan ketiga aku kembali lagi ke korea jadi wajar saja jika aku tidak terlalu di kenal banyak orang" jelas Kibum panjang lebar.
"Tapi tetap saja anak ku telah berbicara hal yang tidak sopan, maafkan kami" Mr. Kim mendorong kepala Yesung untuk ikut menunduk.
"Jadi tujuanku adalah.. sepertinya aku akan to the point saja~ aku ingin menjodohkan anakmu dengan anakku bagaimana?"Jelas Mr. Han.
"Mwo?"Yesung sedikit membelalakan matanya kaget "Appa apa yang appa lakukan?" Tanya bingung Yesung.
"Mianhae sungie~ appa tidak tau akan seperti ini"
"Aish aku tidak mau.. pokoknya aku tidak mau di jodohkan appa" jerit Yesung.
"Yak sungie kau harus memelankan suaramu~ ini sangat tidak sopan" bujuk Mr. Kim.
"Pokoknya aku tidak mau" dengan penuh amarah Yesung melangkahkan kakinya menuju luar.
"Aish anak itu sangat tidak sopan" gumam Mr. Kim mengusap wajahnya kasar.
"Gwenchana ahjussi~ aku mengerti, mungkin aku harus mendekatinya secara perlahan" Ucap ramah Kibum.
Mr. Kim tersenyum "Kau memang anak yang baik "
"Dengar aku.. jika kau mau anak mu di jodohkan dengan anakku kau tidak perlu khawatir akan perusahaanmu, aku akan mem bantu sepenuhnya, maka pertimbangkanlah lagi semua ini" Mr. Han mulai melangkahkan kakinya keluar lalu di ikuti oleh Kibum di belakangnya.
.
.
.
"Ini semua karna mu~ apakah kau puas?" Dengan sengaja Yesung menabrak tubuh Kyuhyun yang tengah berdiri di luar.
"Apa maksud tuan?" Tanya Kyuhyun bingung.
"Gara-gara kau memaksaku untuk kesini aku jadi di jodohkan, kau sangat menyebalkan" Yesung kembali melangkahkan kakinya menjauhi Kyuhyun.
"Tuan kau mau kemana?" Teriak Kyuhyun saat melihat Yesung bukannya masuk kedalam mobil tapi malah pergi menjauh.
"Jangan ikuti aku, jika mengikutiku aku akan menabrakan diri" Ancam Yesung yang semakin menjauh.
"Kemana Yesung?" Tanya Mr. Kim yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Maaf sajangnim~ ia pergi ke arah sana" Ucap Kyuhyun sedikit membungkuk.
"Bawa ia pulang dengan selamat, aku akan menelpon Pak Lee untuk menjemputku"
Pak Lee memang telah kembali saat anaknya sudah membaik dan kembali berkerja di keluarga Kim tapi karna supir Yesung sudah di gantikan oleh Kyuhyun maka Mr. Kim memilih untuk mengangkat Pak Lee untuk menjadi supir pribadinya.
"Kyuhyun.. apakah kau susah untuk menyuruhnya memakai setelan tuxedo rapih seperti itu?" Tanya Mr. Kim tiba-tiba.
Kyuhyun sedikit terhentak kaget "ah itu.. tidak sajangnim"
"Kau hebat.. biasanya akan sangat susah menyuruhnya untuk berpakaian serapih itu" Ucap Mr. Kim tersenyum miris.
"Sebenarnya Yesung adalah anak yang baik dan manis, tapi semenjak ummanya meninggal ia jadi tidak ada yang memperhatikan, aku terlalu sibuk dengan bisnis, itu yang membuat Yesung jadi berteman dengan siapa saja dan ku harap kau dapat memaklumi juga sifatnya, jika ia sedikit menyebalkan" Mr. Kim sedikit tertawa.
"Ku harap kau bisa menjaganya saat aku sibuk berkerja.. aku bergantung padamu" Mr. Kim menepuk pundak Kyuhyun lalu tersenyum hangat.
.
.
.
Yesung berjalan kepala tertunduk, ia menyusuri jalan sepi nan gelap dan minim lampu penerangan, tidak tau tempat mana yang ia tuju yang pasti ia tidak mau pulang kerumah saat ini, ia merasa kesal kepada Kyuhyun dan juga appanya, kenapa harus kepada Kyuhyun? Bukankah ia tidak bersalah? Tapi menurut Yesung, Kyuhyun lah yang membuat ia menjadi seperti ini.
"Ekhem.."
Yesung menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang dari dalam gang sempit nan gelap itu.
"Hai namja manis kau mau kemana?" Tanya seorang yang berbadan tegap dengan nada menggodanya.
"Siapa kalian?" Jerit Yesung, ia merasakan akan ada hal buruk setelah ini, dengan sedikit takut Yesung berjalan mundur untuk lebih jauh dari orang-orang itu.
"Hei manis kau mau kemana? Kemarilah.. temanin om~ mau kan?" Goda pria satunya lagi.
Yesung semakin bergetar ketakutan, ini jalan buntu jadi apa yang harus ia lakukan.
"Tolong jangan mendekat" jerit Yesung ketakutan.
"Wow.. anak manis tidak boleh galak~ ayo ikut dengan om" pria itu semakin mendekat kearah Yesung, Yesung hanya dapat berjongkok dan menyembunyikan wajahnya, ia tidak tau harus bagaimana lagi, di belakangnya adalah tembok dan ia tidak bisa berbuat apa-apa karnanya.
"Manis.. tidak usah takut~ om tidak akan menggigitmu tapi akan memakanmu.. hahaha.." Pria itu tertawa lalu menyentuh pundak Yesung.
Yesung semakin bergetar, sungguh ia takut, airmatanya mulai keluar membasahi lututnya.
"Manis.."
Bugh.. bugh..
Kyuhyun datang menendang kedua pria itu sampai tersungkur jatuh.
"Aish brengsek.. siapa kau?" Tanya salah satu pria itu, lalu bangkit dari jatuhnya.
"Kau yang siapa.. jika berani hadapi aku" Kyuhyun mulai berancang-ancang untuk memukul.
"Dasar bocah ingusan.. jadi kau benar-benar berani" teriak pria satunya lagi.
Bugh.. bugh.. bugh..
Dan terjadilah pertengkaran di antara ketiganya yang di akhiri dengan kemenangan Kyuhyun, walaupun badan Kyuhyun tidak sebesar pria-pria tadi tapi ia jago bela diri taekwondo itulah yang membuatnya bisa dengan mudah mengalahkan kedua orang itu.
"Tuan muda.. sudah tidak apa-apa" Kyuhyun menyentuh bahu Yesung yang masih tertunduk.
"Kyu.. aku takut"Yesung berdiri dan langsung menghambur memeluk Kyuhyun, menangis sejadi-jadinya di pundak Kyuhyun.
Kyuhyun merasa iba, tangannya terangkat mengusap punggung Yesung secara lembut.
Walaupun Yesung sering berperilaku menyebalkan kepadanya tapi ia tau jika sifat Yesung seperti ini karna ada sebabnya.
"Sudah sangat larut malam, kajja kita pulang tuan" ajak Kyuhyun membuat Yesung tersadar, dengan segera ia melepaskan pelukannya dan mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang.
Dengan wajah memerah dan mata sedikit bengkak, kini Yesung telah tertidur pulas di dalam mobil.
"Dia benar-benar manis jika sedang tertidur" Gumam Kyuhyun mengusap lembut surai Yesung lalu tersenyum hangat.
"Eh apa yang kau lakukan Kyu~ kau sudah gila" Kyuhyun menepis tangannya sendiri dan memilih kembali fokus menyetir.
.
.
.
Yesung terbangun saat bunyi jam weaker di sampingnya berbunyi, ia melihat sekeliling ruangan itu, yups kamarnya.. pasti Kyuhyun yang mengantarkannya menuju kamar, fikirnya.
"Entah apa yang akan terjadi padaku jika Kyuhyun tidak datang untuk menyelamatkanku" Gumam Yesung.
"Ah tidak.. tidak.. itu memang seharusnya kan dia menjagaku, dia kan supirku jadi tentu saja ia harus melakukannya, lagipula karnanya juga aku jadi seperti ini, aku tidak boleh merubah tekadku untuk membuatnya mengundurkan diri" Yesung berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
.
.
.
"Cepat antarkan aku" titah Yesung yang telah siap berangkat sekolah dan langsung memasuki mobil.
Kyuhyun yang telah berada di dalam mobilpun langsung menyalakan mesin mobilnya lalu melaju menuju sekolah.
Hanya keheningan suasana yang tercipta saat ini, Kyuhyun sesekali melirik Yesung yang ada di sampingnya.
Memandang kearah kaca dengan wajah yang di tekuk, itulah ekpresi Yesung sedari tadi.
"Sudah sampai tuan" Kyuhyun mematikan mesin mobilnya.
"Bawakan tas ku" titah Yesung langsung keluar dari mobilnya.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, sebelumnya ia tidak pernah di suruh seperti ini.
"Ayo bawakan tasku menuju kelasku" Suruh Yesung lagi.
Kyuhyun pun akhirnya menurut dan membawakan tas milik Yesung, hanya membawakan tas kan? Jadi itu tidak masalah, fikirnya.
"Letakan tasnya di mejaku di sebelah sana" tunjuk Yesung yang langsung di turuti oleh Kyuhyun.
Kyuhyun berbalik hendak melangkahkan kakinya menuju luar kelas.
"Eh kau mau kemana? Aku belum selesai" Ucap Yesung membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.
"Aku lapar.. belikan aku burger, cepat"
"Baik tuan" Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju luar.
"Wah supir tampan itu kesini" kata Eunhyuk menghampiri Yesung.
"Tapi kau jahat hyung~ menyuruh dia ini dan itu" Ryeowook bersuara.
"Biarkan saja dia kan supirku" Jawab Yesung datar.
"Ini tuan.." Kyuhyun kembali beberapa menit kemudian dengan bungkusan di tangannya yang berisi burger di dalamnya.
"Apa? Kenapa bukan burger double cheese? Aku ingin burger dengan double cheese, cepat tukar lagi" Protes Yesung kembali meletakan burgernya kedalam bungkusan.
"Tapi tadi tuan tidak berkata ingin burger double cheese jadi aku membeli yang biasa"
"Aish sudahlah jangan banyak protes tukarkan lagi, cepat"
"Baiklah~ dengan langkah malas Kyuhyun mengambil kembali burger itu dan melangkahkan kakinya keluar kelas.
"Tumben kau ingin makan burger double cheese? Biasanya kau makan burger biasa" Ucap Eunhyuk memberikan tatapan aneh kepada Yesung.
"Benar~ apa kau melakukan ini hanya untuk mengerjai supir tampan itu, aish kau sangat kejam hyung" Ryeowook menimpali.
"Sudahlah kalian diam saja~ bukankah ini rencana awalku"
"Ini tuan" Kyuhyun kembali dengan bungkusan berisi burger yang baru.
Yesung membuka bungkusan burger dan mengambilnya "Kenapa rotinya gosong? Aku tidak suka"
"Ah itu bukan gosong tuan hanya kecoklatan saja" Ucap Kyuhyun.
"Kupas kulit rotinya, aku tidak suka"
"Tapi.."
"Cepat kupas.. kau bisa meminjam pisaunya di kantin sekolah"
Kyuhyun kembali menghembuskan nafas kasarnya, benar-benar harus ekstra sabar menghadapinya.
Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya menuju kantin.
Dan beberapa saat kemudian kembali lagi ke dalam kelas, dengan sabar Kyuhyun mengupas kulit roti yang berwarna kecoklatan, sampai kulit roti bagian luar terkupas habis.
"Wah hyukie dia benar-benar sexy kan saat menggerakan pisaunya" decak kagum Ryeowook.
"Benar wook-ah selain tampan tapi dia juga sexy" sahut Eunhyuk dengan mata yang berbinar menatap Kyuhyun.
"Ini tuan.." Kyuhyun memberikan burger yang telah selesai ia kupas kulit roti bagian luarnya.
Yesung menatap burger itu dan menggigitmya sedikit "Di dalam burger ini tidak ada acar timun di dalamnya, benarkan?"
"Tidak tuan.. tentu saja di dalamnya ada" jawab Kyuhyun.
"Tidak ada.. ah aku tidak suka.. buang saja" Yesung sedikit melempar burgernya keatas meja.
"Tapi tuan tidak boleh membuang makanan itu tidak baik" ucap Kyuhyun.
"Yasudah jika kau tidak mau membuangnya kau saja yang makan"
Deg
Sungguh harga dirinya seperti di injak-injak, memang iya adalah orang miskin tapi haruskah ia makan makanan sisa yang telah di lempar pula? Walaupun miskin tapi ia tetap punya harga diri.
Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar kelas dengan ekspresi wajah yang terluka.
"Hyung kau jahat.. kenapa seperti itu~ ia pasti sangat terluka, lihat saja ekspresi wajahnya.
"Hyuk kenapa kau sangat cerewet.. aku pusing mendengarnya" bentak Yesung acuh.
"Hyuk.. kenapa Yesung hyung menjadi jahat seperti itu, tidak mungkin jika ini hanya karna benci, pasti karna ada hal lain" bisik Ryeowook.
"Ne benar~ " Eunhyuk mengangguk tanda setuju.
.
.
.
~TBC~
Gimana ceritanya tambah gaje kan? Wkwk maaf deh maaf walaupun ff gaje tapi jangan lupa tinggalkan jejak yah.. reviewnya please~
Maaf jika masih banyak kekurangan dalam ff ini, sungguh saya masih dalam tahapan belajar xD kkk~
Ok sampai ketemu di chp selanjutnya^^ haha..
