Chapter 2

Disinilah Baekhyun, di Perpustakaan tempat kedua yang ia sukai setelah taman belakang sekolah. Alasannya sederhana, disini tenang dan tak banyak orang, sehingga ia bisa leluasa bergerak tanpa embel-embel yeoja.

Baekhyun menidurkan kepalanya dan menjadikan lengannya sebagai bantal. Merenungi nasibnya yang bisa terbilang aneh ini. Mengingat bagaimana pertama kali ia masuk ke sekolah ini dan mengubah identitasnya menjadi seorang perempuan.

.


.

Author

byunBYeol

Title

Undercover Princess (CHANBAEK)

Main Cast

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other Cast

Rating

T - M(ungkin)

Genre

Drama, Romance, School-life

WARNING

BOYS LOVE, YAOI, SLASH, BOY X BOY

Disclaimer

1/2 fanfict ini terinspirasi dari sebuah film dan 1/2nya lagi dari otak gue sendiri Semoga kalian suka~

Summary

Baekhyun, seorang pria manis yang terpaksa harus menyamar sebagai seorang perempuan berparas cantik di sekolahnya. Dengan Chanyeol si pangeran sekolah yang terus mengejar cintanya, bagaimanakah nasib percintaan Baekhyun dan Chanyeol setelah semuanya terbongkar? - (CHANBAEK)

.

.


.

.

"hmm~ jadi kau adalah Byun Baekhyun?"

Seorang pria paruh baya menghisap cerutu yang ada di jepitan jarinya dan menghembuskan asap itu sambil mengadahkan wajahnya.

"I-iya sajangnim, saya Byun Baekhyun"

Pria manis bernama Byun Baekhyun menatap pria itu sambil mengangguk kecil

"Byun Baekhyun, mm ya ya ya, suaramu cukup indah, wajahmu pun tidak jelek, terbilang cukup menarik dan manis"

"Jadi, bagaimana, sajangnim? Dia bisa bergabung dengan kita?"

Pria lainnya yang ada di situ ikut bersuara

"Oh no no no, jangan gegabah Heechul-ssi. Dia masih terlalu muda untuk bergabung dengan kita. Dia harus lulus sekolah dulu baru bergabung"

Pria bernama Heechul itu kemudian menatap Baekhyun, yang di tatap pun kembali menunduk

"A-aku sudah putus sekolah, sajangnim. Orang tuaku sudah tak ada" cicit Baekhyun

"Oh.. apakah kau mau kembali bersekolah?"

"Ya jika aku diberi kesempatan"

"Baiklah Byun Baekhyun, kau bisa melanjutkan study-mu. Aku akan membiayai semuanya"

"Be-benarkah sajangnim?"

"Tentu"

"Ah terima kasih banyak sajangnim"

"Aku akan mengurus semuanya, dan ikuti peraturanku. Kau hanya perlu bersekolah, belajar, lulus dan bergabung dengan agensi kami"

"Ya, sajangnim! Saya akan belajar segiat dan serajin mungkin, saya berjanji akan mendapatkan banyak prestasi, saya tidak akan mengecewakan sajangnim"

Dengan wajah sumringah, Baekhyun membunguk dan berkali-kali mengucapkan terima kasih

"Ya, aku mempercayaimu Baekhyun, dan selama itu juga, kau akan jadi anak asuh tuan Heechul ini. Beliau akan memantau dan membimbingmu"

Heechul membungkuk sambil tersenyum

"Ne, terima kasih tuan Lee, saya akan berusaha semampu saya"

Baekhyun juga ikut tersenyum dan membungkuk pada Heechul

"Mohon bantuannya" seru Baekhyun.

"Kalian bisa keluar sekarang"

Setelah membungkuk(lagi) pada atasannya itu, mereka-Baekhyun dan Heechul- pun keluar dari ruangan boss mereka, tepatnya calon boss untuk Baekhyun.

"Nah, Baekhyun, aku akan menjadi mentormu mulai sekarang"

Heechul menepuk pundak Baekhyun

"Ah ne, mohon bantuannya tuan Heechul"

Baekhyun membungkuk

"Hahaha, panggil saja aku paman, tak perlu se-formal itu, Baekhyun"

"Ah, baiklah paman. Mohon bimbingannya, aku akan melakukan yang terbaik yang ku bisa, aku akan menuruti perkataan paman"

"Baguslah.. kau itu calon terkenal, senang bertemu denganmu"

.


.

"Baekhyun, aku mendapat kabar kalau kau bisa mulai bersekolah minggu depan, Lee sajangnim sudah mengurus semuanya"

Ucap Heechul sambil membaca dengan cermat surat-surat yang diberikan pihak agensi mengenai kelanjutan pendidikan Baekhyun

"Ah benarkah paman?"

Baekhyun buru-buru mendekat pada Heechul dengan wajah bahagianya

"Ya.. tapi, kau harus tahu ini Baek.."

"Apa itu paman?"

Heechul menghelai nafasnya, menatap Baekhyun dengan tatapan tak terbaca

"Ayo paman katakan padaku"

"Sepertinya sajangnim mendaftarkanmu bukan sebagai namja"

Baekhyun menyerngitkan dahinya, lalu memiringkan kepalanya tak mengerti

"Sajangnim. Dia mendaftarkanmu sebagai murid perempuan di sekolah barumu nanti"

Baekhyun memelototkan matanya, dan duduk bersebelahan dengan Heechul

"Jangan bercanda paman, mungkin paman salah lihat, atau pihak sekolah salah mencetak"

"Kau tidak ada pilihan lain Baekhyun, kau harus menurut, bukan begitu?"

"Tapi kenapa? Apa alasan Lee sajangnim memasukkanku sebagai murid perempuan? Aku laki-laki, paman!"

"Kita akan membicarakannya dengan agensi, kalau tak dapat dirubah, ya mau bagaimana lagi?"

"Tolonglah paman.. aku tidak mau mempermalukan diriku sendiri"

"Ya, aku akan membantumu sebisaku, Baekhyun"

.


.

"Baekhyun, Baekhyun, Baekhyun. Maafkan aku.. ini kesalahanku ternyata hahaha, kau tahu kan aku ini sudah tua, jadi saat kulihat fotomu, dan mendaftarkanmu di sekolah, aku kira kau seorang yeoja, maafkan aku Baekhyun, aku melupakan kau adalah seorang laki-laki ck."

"S-sajangnim, bisakah kau rubah lagi?"

"Oh jangan Baekhyun, hitung-hitung kau belajar berakting kan? Hahaha"

"Sajangnim, lalu bagaimana dengan Baekhyun? Dia laki-laki, dan juga bagaimana dengan-"

"Tidak Heechul. Aku sudah menyiapkan semuanya, Baekhyun itu berwajah manis dan cantik, aku yakin tak ada yang menyangka jika dia seorang laki-laki, kau harus mendandaninya, itu tugasmu saat Baekhyun masuk sekolah nanti"

"B-baiklah sajangnim"

"Paman~" lirih Baekhyun lalu menunduk.

Alasan macam apa itu? Lupa? Oh, bukankah dia sudah mencantumkan data yang jelas? Sangat jelas malah. Kenapa calon bossnya itu dengan mudahnya mengganti identitas aslinya? Apa itu disengaja? Entahlah, Baekhyun tak dapat membantahnya lagi. Demi keberhasilan dan kesuksesannya di masa depan, seperti kata Heechul padanya.

.


.

"nah, sudah selesai, bagaimana menurutmu Baekhyun? Apa terlihat cantik?"

Heechul memperhatikan wajah Baekhyun yang sudah berubah. Menjadi lebih bahkan sangar err cantik.

"Ini sedikit menggelikan paman. Maksudku, riasannya tak apa tapi ini? Rambut palsunya sangat mengganggu, ditambah seragam dengan rok mini seperti ini!"

Baekhyun mencebikkan bibirnya sambil sesekali menggaruk kepalanya yang berlapis wig karna terasa gatal

"Hahaha, kau sangat cantik Baekhyun, aku mengakuinya. Kau harus bangga memiliki wajah dan tubuh indah seperti ini. Bahkan hanya menggunakan eyeliner pun kau terlihat sangat menawan. Kau memang berbakat menjadi seorang artis. Good luck baekkie~" Heechul mencubit gemas pipi Baekhyun

"Aish paman, berhentilah. Aku ini remaja laki-laki, bukan remaja perempuan yang sedang puber"

"Baiklah baiklah, ayo berangkat sekolah"

"Apa aku benar-benar tidak apa dengan penampilanku yang seperti ini?"

"Tenang saja Baekhyun, agensi akan melindungimu, begitu juga dengan identitasmu. Belum lagi, kau ini cantik, pasti banyak yang akan membela gadis cantik sepertimu, ups~"

"Aa~ paman, berhenti menggodaku eoh!"

"Baiklah, baiklah, ayo cepat. Datang pagi bisa memudahkanmu mencari banyak pria tampan nanti kk~"

"Hya! Paman!"

.


.

"Baekhyun, kau bisa kan masuk sendiri? Kerjaanku menunggu di kantor huwaa~ aku sibuk sekali~"

Heechul menjerit frustasi di dalam mobilnya itu

"Baiklah, baiklah, aku bisa sendiri paman"

"Hh~ cari ruang kepala sekolah ya?"

"Ne, aku mengerti"

"Ah, lihat-lihatlah penampilanmu itu"

"Iya"

"Untungnya kau tidak memiliki jakun jadi tak perlu syal untuk menutupinya"

"Hya! Aku punya! Hanya saja tidak terlihat!"

"Kkk~ aigoo manis sekali eoh? Ya sudah sana masuk"

"Mm ne! Paman semangatlah! Kalau bisa jemput aku juga ya hehe"

"Ne, kau juga! Aku akan usahakan menjemputmu"

"Hm, aku pamit paman"

"Ya, belajarlah dengan baik, ah! Tunggu!"

Heechul buru-buru memasukkan sesuatu ke dalam tas Baekhyun

"Jaga-jaga jika eyelinermu luntur, kau bisa memakainya sendiri kan?"

"Ya, tentu- eh! Apa-apaan paman?! Aku laki-laki ㅠ.ㅠ"

"Kkk~ hanya untuk jaga-jaga biar kedipan matamu bisa lebih membunuh baek" ucap Heechul cengengesan

"Aish, paman ini cabe sekali eoh?"

"Dan kau harus belajar dariku kkk~ sudahlah sana. Mm apa kau membutukan lipstick di dalam tasmu juga?"

"Yak! Tidak! Aku pergi paman! Annyeong!"

Baekhyun buru-buru turun dari mobil itu daripada terus berseteru/? Dengan Heechul, yang ada eyelinernya luntur karna terlalu banyak berteriak(?) *loh?

Baekhyun mulai masuk ke dalam gedung sekolah, mengamati tiap nama keterangan ruang yang menggantung di setiap pintu. Mencari ruang kepala sekolah tujuan utamanya.

Baekhyun menengok kanan kiri, ia tidak menemukan ruangan bertuliskan 'ruang kepala sekolah' yang ia dapati hanya suara teriakan yang menggema

'Apa murid disini sedang latihan vokal? Kenapa berteriak terus? Dasar alay(?)' Batin Baekhyun.

Baekhyun tak mempedulikannya dan kembali berjalan.

Tuk~

"Hey manis, apa kau mencari seseorang?"

Seorang lelaki berdiri di depan Baekhyun dan membuat langkahnya berhenti. Baekhyun mendongakkan wajahnya-karna laki-laki itu lebih tinggi darinya-. Baekhyun menyerngitkan dahinya kala pria tinggi itu malah menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum miring dan kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana

'Cih, sok ganteng' batin Baekhyun

"Mm, aku hanya mencari ruang kepala sekolah"

"Eh? Bukankah kau mencariku?"

"Tidak. Aku tidak mencari siapapun, aku mencari ruang kepala sekolah. Apa kau tahu dimana?"

Pria itu terdiam. Tampak terkejut dengan pertanyaan Baekhyun.

"Hey! Kau tidak mengetahuinya ya? Kenapa diam?"

Baekhyun melambaikan tangannya di depan wajah pria itu

"Ehm. Aku Park Chanyeol"

"Aku tidak tanya itu. Aku bertanya dimana letak ruang kepala sekolah, Chanyeol"

Ucap Baekhyun sedikit emosi

"Eh? Mm itu.. ada di lantai 3"

Chanyeol-pria tinggi- itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Terima kasih"

Kemudian Baekhyun berlalu melewatinya.

"Apa dia hanya pura-pura tak mengenaliku karna dia merasa gugup?" Chanyeol ber-monolog sambil melihat Baekhyun yang sudah menjauh

"Ya, dia pasti sebenarnya menyukaiku, jadi dia hanya pura-pura tidak tahu" Chanyeol menggedikkan bahunya dan berjalan membelah kerumunan siswi yang memenuhi ruang itu.

Baekhyun pun resmi menjadi siswi di sebuah SMA musik yang terkenal karna banyak lulusan SMA itu menjadi seorang artis/penyanyi terkenal. Dan sekolah itu pun menjadi 'langganan' agensi yang akan merekrut Baekhyun nantinya. Baekhyun pun tak berteman dengan banyak orang, ia cukup tertutup karna tak percaya diri dengan penampilannya saat ini, padahal sudah banyak para pria yang jatuh hati pada kecantikan Baekhyun dan para wanita yang iri padanya. Namun Baekhyun tetaplah Baekhyun, ia menginginkan dirinya tetap sebagai laki-laki di sekolah itu.

.


.

Baekhyun termenung cukup lama di dalam perpustakaan itu, mengingat kembali dirinya yang di 'pungut' oleh agensi besar itu hingga sekarang.

Bruk

"Hah hah~"

Seseorang duduk di sebelahnya, dan otomatis membuat Baekhyun menoleh

"Chanyeol?"

"Oh hai Baekhyun"

"Kenapa kau disini?"

"Aku melihatmu terdiam di sini sendirian, apa kau sakit, Baekhyun?"

Chanyeol bertanya dengan antusias sambil menatap Baekhyun, sedangkan yang ditatap malah membuang muka dan mengalihkan penglihatannya

"Aku tak apa. Pergilah" usir Baekhyun

"Aku membawakan makanan untukmu, kulihat kau daritadi belum makan apapun"

Chanyeol memberikan sebuah kotak nasi dan air mineral

"Aku tidak lapar"

"Ayolah Baek, apa kau tidak melihat kesungguhanku? Aku bahkan berjuang untuk pergi ke kantin sampai kesini. Berlari dari kejaran gadis-gadis gila itu, dan membawakan ini hanya untukmu"

Chanyeol memegang kedua makanan itu dan kembali menyodorkannya pada Baekhyun

"Aku tidak mau"

"Baek, segigit saja, setelah itu kau boleh membuangnya, atau aku bisa pergi jika kau mau, tapi aku mau melihatmu makan makanan yang kubeli, please?"

"Kenapa kau suka sekali memaksa eoh?"

"Karena aku suka padamu"

Deg.

Baekhyun merasakan itu lagi. Akhir-akhir ini Baekhyun selalu merasakan detakan kecil yang samar-samar ketika bertemu pria itu dan membuat Baekhyun semakin jengkel saja melihat Chanyeol berada di sekitarnya.

"Segigit saja~ ayolah, aku butuh perjuangan untuk membawakan ini untukmu"

"Lalu untuk apa kau membawakannya?"

"Agar kau tahu Baek, aku sungguh menyukaimu"

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun dan berkata dengan amat sangat dramatis, membuat perut Baekhyun tiba-tiba mual.

"Baiklah. Setelah itu kau pergilah"

"Ya tentu, jika kau memintanya"

Baekhyun memakan makanan itu, hanya sesuap lalu meminum airnya.

"Nah sudah, kau pergilah"

"Baiklah, sesuai kemauanmu, terima kasih Baekhyun"

Chanyeol tersenyum lalu berdiri hendak pergi

"Tunggu!"

Chanyeol langsung berbalik dengan wajah sumringah

"Aku tau kau akan memintaku untuk tetap duduk dan menemani-"

"Bawa makanan ini juga"

Baekhyun memberikan makanan yang masih tersisa banyak itu pada Chanyeol dan diterima oleh Chanyeol dengan wajah cengonya.

"Cepat pergi"

"Ah baiklah"

Baekhyun memandang Chanyeol, tepatnya makanan yang dibawa Chanyeol. Baekhyun akui kalau dia sangat lapar dan sialnya makanan itu sangat enak. Tapi ia masih punya harga diri untuk tidak menghabiskan makanan yang Chanyeol bawa. Alasannya satu, gengsi cyin(?)

Baekhyun kembali menunduk sambil mengelus perutnya yang lapar.

Tuk~

"Ini, kau habiskan ya? Aku tahu kau pasti lapar, tenang saja, jangan malu-malu, aku akan senang jika kau menghabiskan makanan ini. Selamat makan Byunnieku~"

Chanyeol kembali datang dan menaruh makanan tadi di depan Baekhyun

Cup~

Chanyeol mencium pucuk kepala-wig- Baekhyun. Sudah biasa memang jika seorang Park Chanyeol mencium banyak gadis. Tapi itu tak biasa bagi Baekhyun. Wajahnya memanas dan pipinya merona. Mendapatkan perlakuan manis dari Chanyeol membuat dirinya terlihat seperti remaja perumpuan labil yang sedang jatuh cinta. Baekhyun membenci situasi ini.

TBC/END?


Nah, udah ketauan kan kenapa si baek jadi cewe? Gue juga ga tau itu alesan ga logis banget xD anggap aja logis yak wkwk

Jadi sebenernya baek itu semacam ikut audisi untuk jadi artis, dan seperti cerita di atas, baek harus lulus sekolah dulu. Dan mengharuskan dia ikut kemauan si sajangnim buat jadi seorang siswi di sekolahnya xD

Untuk chanbaeknya, gue mau bikin baeknya jutek, padahal ceye udh perhatian, alesannya biar baek ga jatuh cinta sama ceye :v

Chapter depan gue usahain banyak chanbaeknya dna kemesraan mereka, konfliknya pun gue masih belom tau kapan di munculinnya, bisa jadi chapter depan (kalo masih pada minat sama ini ff xD)

Akhir kata(?) Gue ucapin terima kasih buat yang sempetin review(selain yang gue paksa wkwk) semoga kalian suka sama cerita abal ini wkwk

Fast update? Reviewnya juga banyakin dong XD

Review+foll+fav juga ya wkwk XD

(Ti ati banyak typo)