EXTRASENSORY PERCEPTION
by : Cui'Pz Cherry & Kyunnieminnie-chan
.
INSPIRED BY KOTOURA-SAN © ENOKIZU
.
SUPER JUNIOR ©Sment
.
Cast: Cho Kyuhyun, Park Jung Soo as Cho Jung Soo (Leeteuk), Lee Donghae as Cho Donghae, Lee Sungmin, Kim Heechul, Max Changmin, Hangeng and other.
Warning: Genderswitch, typo, geje dll.
.
.
.
Flashback
"Tidak," desisnya tertahan. Nyatanya bayang di hadapannya makin menjadi, tertawa keras sekali. Mendengung-dengung nyaris memecah gendang telinganya.
"Diam..." menutup sepasang telinganya bukan upaya yang bagus, suara tawa itu masih terus menderu. Menyerbu indra pendengarannya tanpa toleransi. Kyuhyun tak tahan lagi.
"Pergi..." desisnya dengan mata tak lepas dari refleksinya. Memandang menantang, tak mampu mengelak, dasar hatinya menyimpan takut.
"Tidak bisa. Aku bagian darimu." Seringai setan mengembang pada bibir bayangnya. Pelan. Perlahan, makin melebar hingga mewujud sebuah kekehan mengerikan.
"Bagian apa?" Kyuhyun bertanya tanpa nada. Bayangnya mencibir nyinyir.
"Kenapa masih kau tanyakan? Kau lebih tahu dari siapapun."
"Apa maksudmu?" tidak. Kyuhyun tidak tahu dan ia tidak mau tahu. Itu saja.
"Benar kau tidak tahu?" tawa bayangnya menggoda, mengolok-olok Kyuhyun yang tampak tolol karena berbicara pada cermin di hadapannya.
"Aku ya aku, sisi lain dirimu," tegas si bayang menjawab.
Kyuhyun terdiam. Sisi lain? Ia menggeleng pelan. Ini mustahil. Ia sudah lelah hanya dengan mendengar isi pikiran orang, dan kali ini? Apa lagi?
Kyuhyun tak percaya. Sama sekali, meski nyatanya makhluk dalam cermin itu terus mengumbar seringainya. Memajang mata merah darahnya, menunjukan gigi taringnya yang mengerikan. Mengerikan sekali. Kyuhyun takut. Takut. Sangat takut. Faktanya ia ketakutan pada dirinya sendiri. Seperti halnya yang lain.
"Cukup!" Kyuhyun menggeleng. "Kau itu tidak ada! Akulah yang gila!"
Pyaaarrr...!
Kyuhyun sendiri tak yakin, apa detik ini ia masih layak disebut waras. Tapi, apa ada orang waras yang tak peduli pada tangannya yang mengalir darah? Terluka hasil dari cermin yang dihantamnya membabi buta? Ah, siapa yang peduli. Yang penting makhluk itu berhenti berceloteh. Itu saja cukup.
Serpihan kaca berserakan ke seluruh penjuru kamar. Kyuhyun terdiam, Akhirnya suara tawa itu tak terdengar lagi. Hembus nafasnya lega, ia mulai tertawa, tertawa dengan menggigit bibir bawahnya dengan begitu miris. Akhirnya hening yang ambil kendali. Kini ia bisa menyandarkan bahu di pinggiran ranjang sambil sesekali mengusap wajahnya. Entah bagaimana bisa muncul peluh di keningnya di cuaca dingin seperti ini. Bungsu keluarga Cho itu mungkin sudah tertidur jika tidak ada suara berisik dari luar.
"Mungkin dipecahkan lagi, Tuan." Yah, suara-suara gaduh itu mulai terdengar jelas. Bunyi langkah tergopoh makin mendekat.
"Cepat bereskan, sebelum melukai Kyuhyun." Kyuhyun hapal benar suara siapa itu. Appa. Lelaki yang begitu jarang di rumah. Kapan lelaki itu datang? Dan entah kapan terakhir kali ia bertemu Appanya? Entahlah. Betapapun magnae itu merindukan sosok Appa, tapi sepertinya untuk saat ini ia hanya butuh sendiri.
"Kyu? Kau tidak apa-apa?"
Sayangnya, Kyuhyun lupa mengunci pintu. Makanya Appa dan Paman pembantu rumah dengan mudah menerobos kamarnya. Paman membereskan beling yang tercecer, sementara Appanya menatap Kyuhyun dengan mata khawatir.
"Aku tidak mau ada cermin di kamarku." Bocah 13 tahun itu bergeming. Degup jantungnya masih tak tentram.
Appa melangkah mendekat, "ada apa? Apa yang salah dengan cermin?"
"Tidak. Aku cuma tidak suka cermin."
"Kau ini kenapa, Kyu?"
"Aku tidak suka cermin. Itu saja."
Menghempaskan nafas kuat-kuat, jika sudah seperti ini Appa tak bisa bertanya lebih jauh lagi. Appa tahu, itu bukan alasan yang masuk akal. Tapi, lelaki tengah baya itu mungkin tak perlu memperpanjang bahasan ini. Atau Kyuhyun akan membuat masalah lagi. Appa mengangguk dan meminta agar pembantu segera memesan lemari tanpa kaca untuk si magnae.
"Ada apa ribut-rib— ya! Kau melakukannya lagi, bocah?" Kepala Donghae menyembul dari bibir pintu. "Ummaaaaa... lihaaaaat, Kyu memecahkan kaca lagi."
Appa berusaha mendorong punggung Donghae, agar pemuda tanggung itu rela untuk kembali ke kamarnya. Satu telunjuk ia tempelkan dibibir, berharap Donghae mengerti isyaratnya dan tak meributkan masalah ini lagi.
"Ah, Appa ini kenapa?" Donghae menepis lengan Appanya pelan. "Ya! Kaca lemari di kamarku saja belum diganti, sekarang kau sudah memecahkan yang lain? Dasar sinting! Kau memang anak aneh."
Kyuhyun setuju dengan apa yang Hyungnya katakan, ia memang sinting dan aneh. Lantas? Mau apa dia? Mengirimnya ke Rumah sakit jiwa? Silahkan. Setidaknya di sana Kyuhyun pasti akan bertemu dengan orang-orang yang senasib dengannya. Itu tidak buruk. So? Kapan Kyuhyun akan diboyong ke tempat sanak sodara senasib itu? Ah, jangan mimpi, Kyu! Mau di taruh di mana muka Tuan besar Cho jika salah satu anak lelakinya masuk rumah sakit jiwa?
"Hoaaaeeem... aku ngantuk." Kyuhyun menguap lebar, dan bergulat enjoy dengan bantal guling, seperti tidak ada sesuatu yang telah terjadi, itulah sikap yang benar-benar membuat Donghae emosi. Apa-apaan sikapnya itu? Mahasiswa tampan itu pasti sudah membuat perhitungan jika Appanya tidak menggeretnya ke luar kamar dan berbisik pada Donghae, "Ada hantu di kamar Kyu." Dan tegukan ludah pahit yang membuatnya tanpa perlawanan kembali ke kamarnya dengan minta ditemani sang Appa pastinya.
Dan malam itu, adalah malam yang paling tidak ingin di ingat oleh Kyuhyun. Malam dimana Ia menyaksikan sendiri pertengkaran hebat Appa dan Ummanya. Malam dimana kedua orangtuanya memutuskan untuk berpisah. Karena dirinya. Ya, dirinya. Dirinya sendirilah yang menyebabkan orangtuanya bertengkar. Alasannya? Apalagi kalau bukan kemampuan Kyuhyun yang istimewa? Saat itu, Kyuhyun yang baru bangun dari tidurnya, turun kelantai bawah karena merasa haus. Minuman yang ada di lemari pendingin kamarnya habis. Ketika melewati ruang keluarga, Kyuhyun mendengar ada suara seseorang yang sedang asyik berbicara lewat telepon. Kyuhyun kenal betul suara siapa itu —Ummanya— untuk apa Umma menelpon malam-malam? Dan, apa-apaan nada suaranya tadi? Manja? Oh tidak, Kyuhyun tahu apa yang menyebabkan Ummanya mengeluarkan suara semacam itu dimalam hari.
Ummanya berselingkuh!
Ya Tuhan... sekujur tubuhnya terasa lemas. Bocah itu tidak menyangka, bahwa Ummanya yang dia sayangi ini, tega menghianati Appanya —yang juga Ia sayangi—
"Umma... kenapa melakukan ini? Umma tega hianati Appa?"
Seketika itu juga, Nyonya Cho tersentak kaget. Dia membalikkan tubuhnya ke belakang, menghadap anak bungsunya yang kini sedang menatapnya dengan pandangan penuh luka. Belum hilang rasa terkejut Nyonya Cho, kini anaknya itu melontarkan lagi kalimat yang membuatnya terdiam mematung.
"Umma berniat meninggalkan Appa dan bersama dengan lelaki Choi itu?"
"Kyuhyun-ah..apa yang kau bicarakan? Siapa lelaki Choi yang kau maksud chagi? Umma..Umma tidak..tidak kenal" Nyonya berusaha membela diri. Pasalnya, dia sama sekali tidak menyebutkan nama lelaki itu, kenapa anaknya ini bisa tahu sampai sejauh ini? Apa yang dikatakan Donghae itu benar? Kyuhyun bisa membaca pikiran? Ingatan Nyonya Cho melayang pada kejadian beberapa tahun lalu, saat anak bungsunya baru saja memasuki sekolah dasar. Kyuhyun dengan mudahnya mengucapkan kalau seonsaengnimnya yang masih muda itu berniat akan melangsungkan pernikahan sebentar lagi. Lantas saja guru muda itu tersipu mendengar penuturan anaknya. Awalnya Nyonya Cho mengira, Kyuhyun hanya asal menebak saja. Namanya juga anak kecil. Suka berbicara seenaknya. Tapi lama kelamaan, Nyonya mulai berpikir. Kalau asal menabak, kenapa bisa setepat itu?
"Umma..jangan lakukan. Aku mohon."
Setelah bergelut cukup lama dengan pikirannya sendiri. Akhirnya Nyonya Cho tersadar, bahwa dirinya dan Kyuhyun masih saling berhadapan satu sama lain. Kyuhyun masih menatapnya dengan sorot mata yang sama, bahkan lebih menyedihkan daripada tadi. Seakan belum cukup, Nyonya Cho dikejutkan lagi oleh seseorang yang secara perlahan muncul dari balik pintu ruang keluarga. Sosok yang selama ini sudah menemani hidupnya. Sosok suaminya.
"Appa.." Kyuhyun berucap lirih. Dia juga kaget tadi. Kaget karena tidak mendengar 'suara' apapun dari sosok Appanya yang bersembunyi dibalik pintu sedari tadi.
Dan saat itulah pertengkaran mereka terjadi. Kyuhyun hanya bisa diam mematung melihatnya. Memangnya apa yang bisa Kyuhyun lakukan? Bocah 13 tahun itu tidak bisa mengeluarkan suaranya saat menyaksikan Appanya sendiri sedang menampar pipi kiri Ummanya. Sampai akhirnya, pandangan bencilah yang Kyuhyun dapat. Tentu saja Ummanya yang memberikan tatapan itu. Kalau tidak ketahuan oleh Kyuhyun, dirinya tidak akan mendapatkan luka memar di pipi seperti ini.
'Dasar anak kurang ajar! Aku berharap kau tidak ada saja sekalian'
DEG
Mata Kyuhyun melebar. Dia terkejut. Ummanya menginginkan dia tidak ada? Kyuhyun tidak salah dengar kan? Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, tangannya meremas bagian dada sebelah kirinya. Sakit. Rasanya sakit sekali mendengar orang yang kau sayangi mengharapkan kau tidak ada di dunia ini. Tubuhnya jatuh terduduk, menagis tersedu dengan suara yang teramat sangat memilukan. Appanya juga langsung meninggalkannya tadi. Dia sendiri sekarang. Sendiri diruangan yang gelap ini.
Keesokan harinya lebih menyedihkan lagi, Kyuhyun melihat Ummanya dan Hyungnya —Donghae— sedang memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil. Kyuhyun yang masih berada dilantai atas, bergegas turun karena tahu apa yang akan mereka lakukan. Nafasnya terengah saat sudah sampai dihadapan Umma dan Hyungnya.
"Jangan pergi Umma..Hyung.." Kyuhyun berkata dengan lirih dan penuh dengan permohonan. Namun sayang, bukan kata-kata menenangkan yang dia dapat, malah tatapan penuh benci dari kedua orang yang Kyuhyun sayangi itu. Saat mobil menjauh dari pelataran parkir rumah keluarga Cho, bocah itu berteriak sekerasnya. Berharap Umma dan Hyungnya akan kembali ke rumah lagi. Tapi tidak, harapannya tidak terkabul. Mobil itu terus melaju dengan kencang membelah udara dingin pagi ini.
Umma dan Hyungnya pergi entah kemana, sedangkan Appanya kembali ke luar negri untuk mengurus bisnisnya sekaligus menghilangkan rasa kecewanya pada sang istri.
Hanya Jung Soo —Hyung tertuanya— yang masih sudi berada di rumah yang sama dengannya.
Flashback End
Hari ini, Kyuhyun boleh bernafas lega. Karena Kibum yang selalu mengikutinya itu sudah tidak akan mengikutinya lagi. Tentu saja, hari ini Kyuhyun harus pindah sekolah, lagi.
Kyuhyun tak tahu, apa keputusannya pindah sekolah kali ini tepat atau tidak. Pasalnya ini kasus yang kesekian kali. Entah sudah yang berapa kali dalam hidupnya. Yang jelas, dalam setahun, Kyuhyun bisa pindah sekolah hingga belasan kali. Berlebihan? Memang. Tapi, begitulah mereka. Mungkin Kyuhyun cukup bodoh dengan sikapnya yang selalu menyerah pada keinginan mereka, mereka yang menginginkannya hengkang dari sekolah lamanya. Alasannya? Karena mereka takut. Mereka takut pada seorang bocah rapuh seperti Kyuhyun. Mereka takut saat mata tajam itu memandang mereka dengan pandangan yang seolah bisa menembus pikiranmu. Yang seolah bisa dengan mudahnya bisa membeberkan apa yang kau jaga selama ini. Tak terkecuali ketakutan kepala sekolah akan kasus penyuapan yang akan bocor kepada publik, sampai kasus selingkuh teman sekelasnya. Dan apa yang Kyuhyun lakukan untuk membela diri? Untuk mengatakan pada mereka bahwa dia bukan 'monster' seperti yang mereka pikirkan? Tidak ada. Kyuhyun tidak melakukan apapun saat mereka mengejeknya dan memojokkannya. Kyuhyun hanya diam. Bukan pasrah, tapi lebih kepada dia tidak mau membuang tenaganya dengan percuma menghadapi orang-orang picik macam mereka. Hingga pada akhirnya dia menerima lagi bahwa dirinya harus beradaptasi kembali dengan lingkungan baru, teman baru, dan guru baru, dan tentu saja segala hal baru yang menurutnya akan lebih buruk daripada yang dulu ia alami. Kyuhyun yakin, apa yang akan dia dapat dari sekolah barunya nanti akan sama seperti di sekolah lamanya. Membosankan dan penuh dengan kebohongan.
"Kyuhyun-ah kau sudah si—"
"Aku sudah siap. Ayo berangkat."
Jung Soo mendesah lelah, mencoba bersabar dengan kebiasaan Kyuhyun yang selalu menyela kalimatnya. Akhir-akhir ini Jung Soo memang membiasakan diri, untuk mencoba percaya bahwa magnae-nya ini akan selalu tahu apa isi pikirannya tanpa perlu mendengarnya menyelesaikan kalimatnya. Pemuda itu berusaha untuk tidak tersinggung dengan sikap Kyuhyun yang seakan tidak mau membuang waktu dengan mendengar basa-basinya. Entah, mungkin perhatiannya dalam wujud menanyakan 'apakah kau sudah siap?' atau 'kau sudah menyiapkan buku apa saja yang ingin kau bawa?' terlalu kolot. Leeteuk hanya bisa mengekor pasrah ketika Kyuhyun langsung menuruni anak tangga tanpa menyempatkan diri menoleh padanya. Ya, sudahlah. Sebegai kakak yang paling tua, ia hanya perlu lebih mengewasi tindak-tanduk magnaenya itu.
"Apa maksudmu dengan 'aku harus diawasi' hyung? Kau tidak perlu mengawasiku terus-menerus. Aku bisa menjaga diri. Jangan khawatir, aku tidak akan membuat ulah."
Ah, astaga. Apa kata Kyuhyun barusan? Cho Jung Soo mulai mengutuk dirinya sendiri yang tidak juga terbiasa dengan kemampuan adiknya yang satu ini. Kyuhyun hanya menatapnya datar sebelum melangkah keluar meninggalkan Jung Soo yang lagi-lagi berdiri canggung menatap punggungnya.
Di balik kaca mata hitamnya Kyuhyun mengamati pelataran sekolah barunya. Ah, jadi ini sekolah yang akan dia tempati —entah sampai kapan— itu lagi-lagi besar dan berkelas. Tentu saja, walaupun sudah tidak tinggal serumah, tapi Appanya itu masih peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Penerus keluarga Cho harus menempuh jenjang pendidikan yang sudah terjamin kualitasnya. Begitulah. Hanya perhatian seperti itu yang Kyuhyun dapatkan dari orangtuanya. Berbeda sekali dengan kedua hyungnya. Tapi ah, sudahlah Kyuhyun tak peduli dan segera membuang jauh-jauh pikiran piciknya dan segera keluar dari sedan hitamnya. Sebenarnya tak ada yang berbeda dengan suasana sekolah yang dulu-dulu, elegan dan—
'Aaaahhhaaaannaaakk ssettaannn! bagaimana ini…'
Kyuhyun menoleh, mengedar pandang ke sekeliling. Suara siapa barusan yang membuatnya harus menarik kesan elegan di sekolahnya yang begitu elit?
'Aku lupa... aku pasti lupa... yaampun…'
Satu obyek pandang ia temukan. Gadis cantik ah, –lebih dari itu— dia sangat cantik meski potongan rambutnya terlalu pendek menurutnya. Gurat wajahnya cute yang didukung dengan mata lentik dan bibir pink merona. Kyuhyun mengernyit heran mengamati gadis itu berdiri dengan air muka panik, sementara kedua tangannya sibuk mengaduk isi tas.
'Oh my..kenapa bisa. Tidak! Tidak!'
Dia mencari apa sebenarnya? Buku pelajaran? Kaos olah raga? Kyuhyun mengerjap heran. Well, mungkin ini pertama kali ia penasaran dengan isi pikiran orang.
'Di mana celana? Di mana? Di mana celana dalam cadanganku?...
"Hmmpppffftt..." Sumpah mati Kyuhyun menahan tawanya.
A-apa barusan Kyuhyun tidak salah dengar? Celana dalam? Yang benar saja?!
Dengan mengemas sempurna sungging tawa di bibirnya, Kyuhyun melangkah pasti. Berniat acuh dengan apa yang baru saja ia lihat. Tapi, tidak bisa! Pandangannya tanpa sadar masih terfokus pada apa yang dilakukan gadis itu, mengeluarkan semua isi tasnya dengan frustasi, menggeram sambil berkali-kali meremas rambutnya dengan putus asa. Perlahan, wajah yang merona itu memucat.
"Waaaaaa..." Kali ini gadis itu benar-benar berteriak frustasi dengan sepasang tangan yang mengacak rambut.
"Kkhh haha.." tanpa sadar Kyuhyun tertawa melihatnya. Hanya tertawa kecil, mungkin lebih tepat disebut sebagai kekehan. Hey, bukankah ini hanya soal celana dalam cadangan? Kenapa begitu heboh?
Objek yang ditertawakan mengalihkan perhatiannya dari tas yang sudah berhamburan isinya. Melihat persis kepada sosok seorang pemuda asing yang entah kenapa terlihat berusaha menutupi bibirnya. Che, pemuda itu, mungkin hanya berusaha untuk tidak 'meledak' di hadapannya sekarang. Ah, perhatikan tatapan tajam yang seolah ingin membunuh Kyuhyun itu. Kyuhyun berdehem, mengambil alih ekspresi datarnya.
Sadar di perhatikan dengan tidak wajar, Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya.
"Apa lihat-lihat?" Nyalang gadis itu melempar pandang, Kyuhyun tercengang. Ini pertama kalinya diperlakukan tidak lazim. Terlebih, oleh seorang gadis.
"Pergi sana! Atau menunggu kulempar sepatu, hah?"
Kyuhyun geleng kepala, tak habis pikir. "Dasar celana dalam," gumamnya sebelum melenggang menuju kelasnya.
Apa katanya tadi? Celana dalam? Gadis itu masih mematung. Matanya mengerjap beberapa kali. Mencoba mengembalikan kesadarannya yang sempat hilang sesaat tadi. Dia melihat kesekelilingnya. Sepi. Tentu, 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Lalu apa yang dia lakukan disini? Ah..iya, dia ingat...tadi itu dia sedang mencari 'benda pusaka' nya. Samapi aktivitas mencarinya itu dihentikan oleh kekehan seorang pemuda yang tanpa ia sadari berdiri di sekitarnya. Ya Tuhan...apa tadi pemuda itu tahu bahwa ia sedang mencari 'benda pusaka' nya? Tapi, tidak mungkin. Dia tidak berteriak-teriak 'dimana celana dalamku, kan?'—oops. Lalu kenapa pemuda itu tertawa? Apakah ada yang lucu? Haaahh masa bodo lah —pikirnya, yang penting sekarang, dia harus segera membereskan isi tasnya yang berhamburan di depan gerbang sekolah dan bergegas masuk kelas.
Seharusnya Kyuhyun sudah mulai terbiasa mendengar isi pikiran orang, dan tadi itu sungguh pertama kali dalam hidupnya ia dibuat tertawa oleh inner jenaka gadis galak yang tadi ditemuinya di parkiran sekolah. Fuh, mengingatnya saja sudah membuatnya bernafsu tertawa.
Satu banding seribu, nyatanya di lain lokasi ia hanya mendengar keluhan kesah tanpa mutu dari para siswa dan siswi. Ini yang paling membosankan. Yah, mau bagaimana lagi? Bisa apa dia selain mendesah lelah?
Kelas X-1
Kyuhyun mengamati papan kecil yang tergantung di depan pintu kelas. Dia terdiam sesaat. Manarik nafas dalam-dalam sebelum menggenggam gagang pintu. Ah, ia mendengarnya lagi. Lagi dan lagi. Tentu saja ia sudah menduga hal ini sebelumnya.
Apa yang mereka semua pikirkan. Tidak ada bedanya dengan sekolahnya yang dulu. Memang, sebagai seorang pelajar yang 'bermasalah' tidak sedikit yang sudah tahu bagiamana reputasinya disekolah-sekolahnya yang terdahulu. Kyuhyun membiarkan saja mereka yang berpikiran buruk tentangnya. Toh, Ia sudah biasa. Tidak ada yang perlu Kyuhyun takutkan dari ejekan-ejekan mereka yang berlebihan. Untuk apa takut? Bukankah itu hanya pelampiasan karena sebenarnya justru mereka yang akan takut padanya?
'Kenapa anak ini harus ditempatkan dikelasku?'
Kyuhyun nyaris tergelak. Bahkan seorang guru pun tak tenang saat menyambut kedatangannya. Cih...apa itu sikap seorang guru? Memilih-milih siswa yang akan diajarnya? Siapa yang peduli, jika ia takut berarti ada yang tidak beres padanya. Tanpa dipersilahkan sang guru, Kyuhyun dengan seenak perut langsung memperkenalkan dirinya kepada teman-teman barunya. Yaahh... walaupun sebenarnya pasti di antara mereka sudah banyak yang tahu.
"Anneyonghaseyo.. Cho Kyuhyun imnida"
'Aku tidak mau dia sampai duduk disebelahku.'
'Dia menakutkan'
'Aura nya kenapa segelap itu'
'Benar-benar seorang monster'
"Kyuhyun-ssi..silahkan pilih tempat duduk yang kau suka. Kau bebas memilih."
Kyuhyun bisa mendengar harapan-harapan menjijikan mereka yang mengejeknya.
Dasar bodoh! Dimanapun aku duduk, kalian tidak akan merasa nyaman!
Kyuhyun terus melangkah hingga mendekati bangku yang terletak paling ujung dekat jendela. Di sebelahnya, remaja seusianya tertidur pulas dengan berbantalkan sebelah lengan yang terjulur ke meja. Kyuhyun tak peduli soal itu. Dia meletakkan tasnya di atas meja, lalu mulai menatap ke luar. Dan lagi-lagi, tidak mempedulikan sekitarnya. Sama sekali tak peduli. Baginya, datang ke sekolah itu hanya formalitas. Agar kedua orang tuanya tidak merasa aneh pada dirinya. Toh, tanpa belajar dengan keras pun dia sudah bisa.
'Heeee? Apa aku baru saja melewatkan sesuatu? Kenapa tiba-tiba disampingku ada seseorang yang tidak aku kenal? Ah, harus tanyakan kepada seonsaengnim!'
Kyuhyun mendengarnya.
"Seonsaengnim, ano...siapa yang ada disebelahku ini? Teman baru kah?"
"Apa kau tadi tidak mendengar apa yang aku bicarakan Changmin-ssi? Ya, dia teman baru. Berkenalanlah dengannya."
Ada binar di sepasang mata Changmin ketika menatap orang disebelahnya. Remaja itu sudah siap mengulur jemari, ingin menjabat tangan dan mengajak pemuda tanggung itu berkenalan...
"Nanti saja berkenalannya Changmin-ssi, fokuslah dulu dengan pelajaran." Jika saja Seonsaengnim tidak berkata demikian. Changmin memutar bola matanya dengan gurat wajah yang seolah bicara, "Masa bodo." Changmin tak peduli apa yang Seonsaengnimnya itu katakan. Siapa juga yang takut pada tua bangka botak itu? Changmin masih memperhatikan rekan barunya. Dengan senyum merekah ia siap bertanya, 'siapa namamu, sobat?' dan—
"Cho Kyuhyun. Kalau kau mau tahu." Ternyata ia sudah menjawabnya lebih dulu.
Changmin mengerjap, tadi itu kan dia belum bilang apa-apa. Aneh. Tapi Changmin tidak peduli. Dia merasa, si Cho Kyuhyun ini adalah orang yang keren. Dia jadi lebih bersemangat ingin mengenal lebih jauh tentang teman barunya ini. Tapi errr… Seonsaengnim sudah siap dengan penghapusnya jika Changmin membuat keributan di kelas.
Di jam istirahat pun, Kyuhyun masih dibuat heran dengan karakter remaja yang tadi tertidur di kelas. Dengan senyum merekah, pemuda itu menggeliat dengan berseru, "Aaaahhh akhirnya...bebaaaaaassss..." Che, memangnya tadi dia di penjara? Kyuhyun tak habis pikir.
'Kentang goreng, roti melon, jus strawberry...aku rindu kalian...'
Astagaaa~ Kyuhyun baru pertama kali melihat ada manusia yang isi otaknya hanya makanan. Ya! Bayangkan sendiri, memikirkan makanan saja kenapa wajahnya bisa se-pervert itu? Terobsesi dengan makanan, eoh? Dasar aneh.
"Hay? Kyuhyun-ssi, mau ke kantin bersamaku? Di sana banyak hal yang bisa memanjakan siswa-siswa kelaparan seperti kita lho... hehe." Kyuhyun masih enggan. Alasan pertama karena anak ini terlalu berisik dan yang kedua ia tidak lapar.
'Aku tidak sabar ingin menyantap roti melon buatan ahjumma penjaga kantin ituuuu…aaahh enaknyaaaa...'
"Aku tidak suka makanan manis. Apalagi roti melon."
Changmin mendadak berhenti memikirkan belahan jiwanya itu. Dia menatap Kyuhyun kaget. Tentang bagaimana cara Kyuhyun tahu bahwa saat ini ia tengah memikirkan makanan hijau itu. Apa dia juga penggemar roti melon sama sepertiku? Pikir Changmin yang pada dasarnya tidak begitu menyimak apa yang Kyuhyun katakan tadi. Dia hanya mendengar 'roti melon'nya itu disebut-sebut, itu saja. Tidak lebih.
"Aku sudah bilang, aku tidak suka roti melon..."
"Oh, begit—Eeeehhhh? Ke-kenapa kau bisa—" Changmin tak kuasa menahan reaksi hebohnya, sebelah tangannya menunjuk Kyuhyun, namun sayangnya sang target ternyata sudah kembali 'tenggelam' bersama buku-buku tebalnya. Changmin baru akan melayangkan beberapa pertanyaan,ketika dengan tiba-tiba terdengar lengkingan suara dari arah pintu kelas.
"Mana yang namanya Cho Kyuhyun?!"
Sontak beberapa pasang mata yang masih tersisa di kelas menatapnya bingung. Sejenak, perhatian mereka teralih pada Kyuhyun yang masih duduk tenang. Desah nafas panjang beberapa siswa terdengar sebagai perwakilan rasa ngeri mereka pada sosok Herder paling cantik di penjuru sekolah. Kyuhyun tertawa dalam hati, bagaimana makhluk cute macam gadis itu bisa membuat bulu kuduk mereka berdiri? Konyol bukan?
Beberapa jeda terlewat. Mata nyalang itu berkeliaran liar ke penjuru kelas. Tidak ada yang menjawab. Semua bungkam. Oke, ia bisa mencari sendiri. Bukan hal sulit mencari anak pindahan yang pasti wajahnya belum familiar di matanya.
Changmin menelan ludah pahitnya ketika menyadari si Herder cantik itu menghampiri bangku mereka dengan langkah cepat. Pasalnya, sunbaenya yang terkenal cantik tapi galaknya setengah mati itu kini sedang menunjukkan wajah yang siapapun enggan untuk mendekat. Sunbaenya itu perlahan-lahan menghampiri tempatnya dan Kyuhyun duduk.
"Tidak ada Cho Kyuhyun disini. Kau salah tempat."
Changmin dua kali meneguk ludah susah payah, bulir peluh meleleh tanpa tolerir. Kyuhyun tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, mencari mati rupanya.
Ada perubahan air muka drastis ketika gadis itu menatap Kyuhyun, 'Di-dia yang menertawakan aku di depan gerbang!'
"Kau masih ingat ya? Apa pusakamu itu sudah kete—"
Ucapan Kyuhyun tiba-tiba berhenti saat dengan seenaknya gadis itu membekap mulutnya dan menyeretnya keluar kelas. Gaduh tak terelakkan. Beberapa siswa bahkan ternganga tak percaya ketika menyaksikan scene dramatis tersebut. Idola mereka, si cantik yang super galak itu ternyata menyukai si murid baru! Begitulah menurut mereka.
To Be Continued...
Balesan review:
Irmawks
Lanjut.
Ceritanya menarik bgt.
Kasian mrcho
Reply : yup, ini udah lanjut. Hehe kasian ya ama kyu? Author ngga tuh *plak makasih udah review ^^
Guest 4/16/13 . chapter 1
annyeong...
lanjut thor!?...
reply: ne, ini udah lanjut. Makasih udah review ^^
Kyulate 4/16/13 . chapter 1
Lanjut ne
Reply: udah lanjut. Makasih udah review ^^
iloyalty1 4/16/13 . chapter 1
Ugh jangan sampai kyu gila.. Dan tentang 'kelebihan'nya itu ortu'y tau apa ga?
Reply: hehe..kyu dibikin gila ga yaaaa? Makasih udah review ^^
Guest 4/16/13 . chapter 1
mauuuuuu
kyu gila? Andwaee
reply: mau apa hayooo? ^^ makasih udah review^^
terunobozu 4/16/13 . chapter 1
author-san, coba di summary nya ditempel teukhaekyu brothership... n_n
ini keren, lanjut ne?
Tp sy jadi penasaran, bagaimana cara authorny berkaloborasi ? O.0a
reply: oh iya, authornya lupa. Ntar di benerin deh ^^a cara kolaborasinya dengan pembagian tugas menulis adegan dan merevisinya, hahaha. Makasih udah review ^^
Miss key 4/16/13 . chapter 1
Ouch he reads mind,,,bakal ada sisipan romance g? Kasih dikit yaa...meski point utama msh ttg family
Reply: romance bakal ada kok, tapi ga jadi inti cerita. Makasih udah review ^^
Kadera 4/16/13 . chapter 1
Ehhh ini seru ciusan
lanjut
plis lanjut dong
jangan lama" jugakU,U
asli fanfic ini bagus
Reply: he? Beneran bagus? Ciyus? Hehe..makasih udah review^^
Fitri MY
Lanjuuuuut...
Penasaran banget dengan nasib Kyu selanjutnya...
Reply: iyaa..ini udah lanjut XD makasih udah review ^^
icaiiank 4/17/13 . chapter 1
Kenapa Kyu punya kekuatan kaya begitu? Apa dia beneran titisan evil? O.o*plaaak*
thor di ff inii bakal ada Sungmin nya ga? Kalo ada ini ff GS bukan?
Reply: hahaha..mungkin emang beneran titisan evil ada ga yaaa? Hehe..liat aja ntar. Makasih udah review ^^
IrumaAckleschia 4/17/13 . chapter 1
lanjut ya
reply: ini udah lanjut. Makasih udah review ^^
Ryeohyun 4/17/13 . chapter 1
Hua kyu punya indra ke-6.
Disaat yg lain ingn pnya indra ke-6 tp kyu malah tersiksa. Lanjut thor..
Reply: ya begitulah ^^ tapi bukan indra ke6 juga sebutannya makasih udah review ^^
FiWonKyu0201 4/17/13 . chapter 1
Kudu LANJUT!
Kiyu disini misterius beud! Lanjut ne?
Reply: ini udah lanjut. Makasih review nya ^^
vha chandra 4/16/13 . chapter 1
kudu dilanjut
ceritanya gokil kok
keren pake beutttttt...
reply: ini udah di lanjut. Gokil? Haha. Makasih udah review^^
Blackyuline 4/16/13 . chapter 1
omg. kyu di sini punya kemampuan aneh, kyu dijauhi orang lain karena sering mengeluarkan omongan yang masih ada di dalam pikiran orang?. harusnya kyu diem aja, pura-pura ga tau apa yang dipikirkan orang, kalo jahat ya sekedar jauhi. / lah.. ini saran gue ke kyu panjang amat /
itu yang dihadapan kyu apa'an? bener deh deg-degan.. bacanya. lanjuutt thor :b
reply: iya, sesuai kana ma kyu yang ceplas ceplos ^^ hehe. Dia emank dasarnya ga diem mulutnya. Jadi yaaa apa yang dia rasa, denger, selalu dia ucap. Tapi pas kyu mulai dewasa, udah agak berkurang ko ceplas ceplos nya ^^a makasih udah review ^^
hime 4/16/13 . chapter 1
kereeeennnn... lanjut yaaaaa
reply: okeeehh udah dilanjut XD makasih udah review ^^
SieLf 4/16/13 . chapter 1
, I Like itt.,
Lanjuuuuuuuut ., :')
penasaran tingkatt., Negara
Reply: udah dilanjut XD bagus deh kalo penasaran..makasih udah review ^^
lyELF 4/16/13 . chapter 1
lanjuuutttt
really love it
teukhaekyu pula aaaaaa
kyu itu mind reader ya. dia denger scra langsung di telinganya kalo deketan atau lewat pengantar kyk natap mata gitu?
oke para author salam kenal!
and updet soon yaaa
reply: ini udah lanjut XD iya, kyu mind reader. dia bisa denger semua orang disekitarnya tanpa perantara(?) ko. Jadi, apa yang orang pikirin, kyu tau semua. Pasti berisik banget tuh kepala kyu. Haha. Untuk penjelasan lebih lanjut, baca chapter yang selanjutnya ya ^^ makasih udah lanjut XD salam kenal juga~
Aulia 4/16/13 . chapter 1
Lanjutin, updatenya jangan lama lama ya
Reply: ini udah lanjut. Makasih udah review ^^
dinikyu 4/16/13 . chapter 1
deabakkk...hehehe i like a brothership story...hehe
smangat aouthor buat lanjutin ff nya...hihi
reply: I like brothership story too~ hehe makasih udah review ^^
lenyclouds 4/16/13 . chapter 1
ada romancenya gak ini ff? Semoga ada! Harus ada! Ada ya? Haha *maksa*
Ffnya bagus, ceritanya gak pasaran! Ayo lanjut aja!
reply: romance ada ko. Tapi ga banyak2 amat makasih udah review ^^
Chairun 4/16/13 . chapter 1
Lanjuttt authorr!
Saya suka ama ceritanya.
Di tunggu next chapternya yaaa
Reply: ini udah lanjuuuuuutt XD makasih udah review ^^
Fishydew 4/16/13 . chapter 1
Lanjutttttt! Penasaran next chap gimana..
Semacam keren si evil bisa begitu huaaaaaaaa
Reply: udah lanjut ^^ pastilah kyupil keren XD makasih udah review ^^
sfsclouds 4/19/13 . chapter 1
mauuuuuuuuuuu...
aku pnsaran knp kyu pnya kelebihan itu. dan knp bayang.a aneh banget bgt...
lanjut thor, semngaaat... jangan lama2.
Reply: baca chapter selanjutnya ya.. ini udah dilanjut. Makasih udah review ^^
.
Sachiko Yamaguchi 4/17/13 . chapter 1
CERITANYA KEREN *0*
Haayoo, lanjut thor x3
Itu Kyu kasian tp hebat, bsa baca pikiran org lain.
Awal.y Sachi gak kebayang cerita.y kek gitu, tp pas waktu bagian Hae ma Kyu bicara da yg aneh, Sachi ambik ksimpulan mngkin Kyu bsa bca isi hti org lain. Tahu.y iya c:
Lanjut thor, harus update asap! *maksa*
Cerita.y bneran unik, suka sama diksi.y. Meski pnulisan hruf kapital d awal hrus dperbaiki
Ah, jd penasaran dgn hubunga Hae n' Kyu. Jgn blg Hae iri sma Kyu?
Jujur, agak gak stuju jg sama sikap Kibum yg biasa identik dgn sikap kalem n' pendiam.y. Entah knp sikap Kibum malah lebih ccok untk Hae "
Okok, author kudu update! X3
Jaa ne
Reply: hae emank agak iri ama kyu, tapi ntar. Duuh map ya Kibum dibikin gitu karakternya sama Cui, soalnya Cui nggak kenal banget sama Kibum, *ditabok
Ini udah lanjut~ makasih udah review ^^
