Chapter 2
_-ooo000ooo-_
- Between Me, You, And Rahee -
.
.
.
.
Do Kyungsoo (GS)
Kim Jongin
Kim Rahee (Jongin's Daughter)
.
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Krystal Jung
.
.
:::::::::
Happy Reading!
Awa Typo!
::::::::
.
.
.
Kyungsoo dan Sehun menatap kearah luar dengan rasa terpana. Disana, tepatnya dihalaman luas itu, sepasang ayah dan anak sedang berinteraksi bersama. Benar-benar momen yang langkah. Mulut Kyungsoo dan Sehun sama sama terbuka namun tidak lebar.
"Kyungsoo, apa yang kau lakukan padanya?". Tanya Sehun penasaran. Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak melakukan apa-apa!". Bantah Kyungsoo. Beberapa detik kemudian ponselnya berbunyi, membuatnya harus menghindari Sehun.
Saat Kyungsoo melihat nama kontak yang tertera disana, 'Baekhyunie'. Kyungsoo memukul dahinya. "Aku harus bagaimana!". Kyungsoo menghela napasnya sebelum ia memutuskan untuk menjawab panggilan itu.
"Halo!-".
"KYUNGSOO!". Mendengar teriakan itu, Kyungsoo reflek menjauhkan ponselnya dari telinga. "Baekhyun-ah, apa kabar?".
"Kabarku tidak baik Kyungsoo, kemana saja kau beberapa bulan ini hah?".
"A-aku kan sudah bilang, aku ingin mencari pekerjaan".
"Tidak perlu sampai seperti itu Kyungie, bekerja ditempatku kan bisa!".
"Ya, dan kita akan terlilit utang jika hanya menjadi pelayan cafe. Lagi pula aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sekarang. Aku akan kirimkan uang lewat rekening lama".
"Tidak! Kita perlu bicara. Dan kita harus bertemu!"
"Tidak-tidak, aku tidak akan sempat". Tolak Kyungsoo.
"Dengar Kyungsoo, Kita harus bertemu, TITIK!".
"Tap-"
"Aku ku kirim alamat tempat kita bertemu nanti! DAN JANGAN MENGHINDAR!". Bentaknya diakhir dan langsung memutuskan panggilan itu. kyungsoo shock mendengarkannya.
"Huhhh, bagaimana ini aku kan tidak bisa meninggal Rahee!". Ucapnya sambil menggigit kuku-kuku jarinya.
- Between Me, You, And Rahee -
Kyungsoo agak ragu-ragu menghampiri Nyonya Kim yang sedang duduk sambil membaca buku. Pasalnya dia takut nanti jika tidak di izinkan keluar. Karena saat pertama kali bekerja sebaga baby sitter, Kyungsoo harus berjanji tidak boleh meninggalkan Rahee barang sedetik pun.
"Ada apa Kyungsoo?". Tanya Nyonya Kim namun tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dia baca. Kyungsoo memilin-milin bajunya, mencoba mencari kata-kata yang tepat.
"Nyonya Kim, saya ingin mengatakan sesuatu".
"Kemarilah, duduk disini!". Seru Nyonya Kim sambil menepuk-nepuk sofa disampingnya. Kyungsoo pun dengan cepat duduk disana.
"Katakanlah!".
"Begini Nyonya, boleh tidak jika aku izin keluar besok".
Nyonya Kim melepaskan kacamata dan memandang Kyungsoo. "Tidak biasa-biasanya kau ingin keluar. Kalau boleh saya tahu, ada urusan apa?".
"Em, begini. Saya ingin bertemu dengan teman saya, katanya ada hal yang penting yang ingin dia bicarakan dan saya perlukan izin dari Nyonya". Kyungsoo memilih kata-kata sebagus mungkin.
"Bagaimana dengan Rahee?".
"Eem, Rahee akan bersama saya, Nyonya hanya perlu mempercayai saya".
"Baiklah, besok kau boleh pergi dengan saya, karena ada beberapa hal yang perlu saya urus".
"Benar Nyonya?". Tanya Kyungsoo dengan antusias. Nyonya Kim mengangguk sambil tersenyum.
"Terima kasih, Nyonya!".
- Between Me, You, And Rahee -
Kyungsoo benar-benar tenang sekarang, Nyonya Kim telah mengizinkannya untuk keluar. Tapi besok dia harus bertemu dengan Baekhyun, sebaiknya dia memilih kata-kata yang tepat agar Baekhyun mengerti. Baekhyun adalah sosok sahabatnya dan Eonnienya, walaupun bukan Eonnie kandung, namun mereka sangat menyayangi satu sama lain. Mereka berdua telah bersama dari kecil, karena mereka adalah yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Saat ini panti asuhan itu tengah mengalami krisis, makanya Baekhyun dan Kyungsoo yang notabene nya yang tertua disana, ingin membantu mengatasi krisis tersebut dengan bekerja keras untuk adik-adik panti asuhan mereka. Baekhyun sekarang bekerja sebagai pelayan Cafe dengan gaji pas-pasan, dan Kyungsoo pun berpikiran akan mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi. Jadilah dia seorang baby sitter sekarang.
Kyungsoo bersenandung pelan, sampai dia rasakan Jongin berpapasan dengannya. Jika saat seperti ini Kyungsoo baru sadar jika majikannya ini tampan. Jongin kini mengenakan Turtle Neck rajutan yang membungkus tubuh atletisnya, juga rambut yang masih basah. Hati Kyungsoo tiba-tiba berdegup kencang, pipinya mulai memerah karena merona. Dia seperti remaja yang sedang bertemu dengan gebetannya.
"Kau sakit?". Tanya Jongin.
Kyungsoo gugup, dia berusaha menormalkan dirinya. Dia menggeleng kepalanya. "Tidak, Tuan Jongin memangnya ingin saya sakit?".
"aku kan hanya bertanya". Jawabnya datar kemudian dia seperti ingin menanyakan sesuatu. "Rahee sudah tidur?". Kyungsoo tersenyum mendengarkannya. "Sudah, dia sepertinya sangat kelelahan". Jawab Kyungsoo masih dengan senyuman.
"Tuan, aku rasa Rahee sangat senang karena hari ini dia menghabiskan waktunya bersama Tuan Jongin. Saya bukan bermaksud lancang atau apa, saya hanya ingin mengatakan jika ada baiknya Tuan Jongin meluangkan waktu untuk Rahee. Kasihan dia, dia hanya bayi yang butuh kasih sayang dari Appanya. Permisi Tuan Jongin, selamat malam!". Ujar Kyungsoo kemudian melewati Jongin.
Sedangkan Jongin terdiam disana, merenungkan apa yang dikatakan Kyungsoo. Dia memang ayah yang buruk untuk Rahee. Tapi dia akan mencoba sekarang, mencoba untuk terus melangkah kedepan.
- Between Me, You, And Rahee -
Kyungsoo turun dari mobil Hummer hitam sambi menggendong Rahee, dia memasuki kedai kecil yang ada disana. matanya mencari sosok Luhan, yang ternyata ada disudut ruangan itu. Kyungsoo melambaikan tangannya yang dibalas oleh Luhan.
"Kyungsoo!". Panggilnya lalu memeluk Kyungsoo tidak peduli dengan sosok bayi yang terhimpit. Kyungsoo yang sadar mendorongnya dengan halus.
Mata Baekhyun membulat ketika melihat bayi yang ada digendongan Kyungsoo, mulutnya juga terbuka lebar. "Kyungsoo! Jangan katakan jika ini adalah bayimu, jadi selama ini kau bekerja-".
Kyungsoo langsung menggeleng kepalanya. "Ya Ampun Baek, tega sekali kau menuduhku seperti itu".
"Tentu saja aku berpikir seperti itu, toh kau menghilang beberapa bulan yang bisa dibilang lama". Oceh Baekhyun. Kyungsoo hanya memutarkan bola matanya malas. "Bisakah aku duduk dulu, aku sudah pegal ini!". Baekhyun pun langsung mempersilahkan Kyungsoo untuk duduk disana. mereka memesan minuman.
"Dan sekarang coba jelaskan dari A sama Z, tentang beberapa bulan kau menghilang!". Tuntut Baekhyun bagaikan seorang jaksa. Kyungsoo mencoba menyamankan Rahee yang ada dipangkuannya.
"Seperti ini, kurang lebih 9 bulan lalu aku sedang mencari pekerjaan, dan saat itu juga aku bertemu dengan seorang ajhumma yang menawarkanku bekerja dirumah majikannya, ya walaupun hanya sebagai seorang Baby sitter tapi gajinya lumayan. Dan saat gaji pertama, aku langsung mengirim ke rekening panti asuhan kita". Jelas Kyungsoo singkat padat, jelas.
"Ohh, jadi kau yang mentransfer uang itu, kami pikir itu adalah salah satu donatur panti asuhan kita. Tapi Kyungie, jika Chanyeol Oppa tahu bahwa itu kau, maka dia tidak akan mau menerima uang itu!". ucap Baekhyun. Mendengar nama Chanyeol, membuat Kyungsoo bergedik nyeri. Chanyeol atau nama aslinya adalah Park Chanyeol adalah anak dari Ibu pemilik panti asuhan. Park Ryeowook. Dari dulu Chanyeol menunjukan rasa cintanya kepada Kyungsoa, namun Kyungsoo tetap menganggapnya sebagai Oppa kandungnya.
"Ih, memangnya kenapa hah? Kau juga bekerja dan aku juga. Harusnya dia tidak akan bersikap seperti itu".
"Jika untukmu lain Kyungsoo, kau tidak melihat dia panik, khawatir dan marah saat kau pergi dari panti. Dia bahkan memaksaku untuk memberitahukanmu kemana kau pergi, tapi aku juga tidak tahu".
Kyungsoo menghela napasnya. "Kalau begitu jangan sampai Ryeowook Eomma dan Chanyeol Oppa tahu-"
"Kyungsoo-ah!". Panggil suara familiar itu. kyungsoo pun langsung melihat kesumber suara. Disana ada Chanyeol Oppa. WTF?!
Kyungsoo langsung menatap Baekhyun dengan panik. "Bagaimana ini! Kenapa dia bisa tahu aku disini. Apa dia mengikutimu, Baekhyunie?".
Chanyeol langsung mendekat kearah mereka dengan pandangan marah, senan dan juga rindu, semua bercampur jadi satu. Kyungsoo dan Baekhyun langsung berdiri. "Oppa?". Panggil mereka berdua. "Baekhyunie, Oppa sudah menduga bahwa kau akan bertemu dengan Kyungie, jadi Oppa mengikutimu tadi". Ucap Chanyeol, kemudian mengalihkan tatapannya kepada Kyungsoo. "Kyungie kau kemana saja hah? Kami semua merindukanmu!". Ujarnya, kemudian mengalihkan pandangan kepada bayi itu. "Kyungsoo bayi siapa itu?".
Kyungsoo tersenyum. "Namaku Kim Rahee, salam kenal Chanyeol Samchon dan Baekhyun Imo". Kata Kyungsoo sambil meniru suara anak kecil, seolah-olah itu Rahee.
Chanyeol dan Baekhyun sama-sama terdiam. "Ini adalah anak dari majikanku, dan aku adalah baby sitternya". Ucap Kyungsoo membuat Chanyeol terkejut. "Apa?! Jadi selama ini kau jadi baby sitter, Kyungie?". Kyungsoo mengangguk ata pertanyaan Chanyeol.
"Kyungie, Kau kan bisa bekerja seperti Baekhyunie, kau tidak perlu menjadi baby sitter, lagi pula sekarang ada donatur yang menyumbang pada panti. Jadi pulanglah!". Ucap Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun menatap satu sama lain.
"Ani! Aku tidak akan pulang Oppa"
"Kyungie!"
"Maaf Oppa, aku tidak akan pulang dan aku akan terus bekerja".
"Kyungsoo!". Panggil Chanyeol yang mulai marah.
"Tidak Oppa!"
"Kau tidak Rindu Eomma?".
"Tentu aku merindukannya Oppa, tapi aku mohon biarkanlah aku bekerja!".
Rahee mulai terganggu dengan percakapan kedua orang dewasa itu, dia mulai merengek pelan. "Kurasa sudah waktunya aku pamit. Permisi Oppa, Baek!". Kyungsoo langsung keluar dari Kedai itu, namun Chanyeol mengikutinya, disusul Baekhyun.
Chanyeol menahan lengan Kyungsoo, lalu menarik ke mobil sedan tua miliknya. Tapi kyungsoo memberontak. "Biarkan akau membantu panti asuhan kita Oppa, biarkan aku bekerja!". Ujar Kyungsoo sambil berusaha melepaskan kekalan tangan Chanyeol pada lengannya. "Kyungsoo! Kau tidak perlu bekerja sebagai itu, kau akan bekerja ditempat Baekhyun bekerja, dan Oppa bisa mengawasimu". Bentak Chanyeol. Membuat Rahee menangis. Kyungsoo memberi isyarat pada Baekhyun agar mengambil Rahee. Baekhyun pun mengambil alih Rahee, dia mencoba menenangkan bayi mungil itu.
"Oppa dengar ini! Aku akan terus bekerja disana, sampai kapan pun!". Ujar Kyungsoo dengan suara yang keras. Chanyeol benar-benar marah sekarang dia pun berusaha menarik Kyungsoo kemobilnya itu, meski Kyungsoo terus memberontak.
- Between Me, You, And Rahee -
Jongin memperhatikan jalan yang dilewati oleh mobilnya itu, namun tak lama kemudian dia melihat sosok yang familiar ditepi jalan sana. Seorang wanita yang sedang ditarik paksa memasuki mobil, dan satu wanita lainnya menggendong bayi. "Berhenti!". Titah Jongin dengan tegas. sehun sang asisten pribadinya yang berada di job depan-tepat disamping supir-, langsung menoleh ke belakang. "Ada apa Tuan?". Tanya Sehun bingung.
"Kubilang berhenti!". Bentak Jongin, mobil mewah itu pun menepi dan berhenti.
"Sehun, Bawa mereka kesini!". Awalnya Sehun bingung, tapi dia mulai mengikuti arah pandang Jongin dan hap! Disana Ada Kyungsoo dan Rahee. Sehun mengangguk dan turun dari mobil itu.
Sehun berlari kecil kearah sana, dia langsung menangkis tangan laki-laki itu pada Kyungsoo, lalu menarik tubuh mungil Kyungsoo kebelakang. "Maaf, anda siapa?". Tanya Sehun. Laki-laki yang notabene adalah Chanyeol itu menatapnya sinis. "Justru akulah yang berhak menanyakan seperti itu, aggasi!".
Kyungsoo langsung berlari kearah Baekhyun dan mengambil alih Rahee. "Maaf seharusnya anda tidak boleh memaksa seorang wanita seperti itu, lagi pula saya berhak melindungi Kyungsoo sesuai perintah Tuan saya!". Ujar Sehun dengan tenang dan datar.
Chanyeol memajukan langkahnya untuk memberi bogem pada laki-laki dingin itu, namun ditahan oleh Baekhyun. "Oppa!".
Sehun pun menuntun Kyungsoo untuk menyebrangi jalan raya itu, kemudian menaiki sebuah mobil mewah.
"Arghhh!". Geram Chanyeol. Baekhyun hanya menatap Chanyeol dengan nanar. Hatinya sakit begitu melihat Chanyeol sangat mencintai Kyungsoo.
- Between Me, You, And Rahee -
Kyungsoo sangat ketakutan sekarang, dia memasuki rumah itu dengan tubuh gemetaran. Dia seperti maling yang tertangkap basah. Di depannya ada Jongin yang menatapnya tajam dan bengis. Seperti ingin memakannya hidup-hidup. Rahee yang kala itu sudah tertidur langsung diambil oleh Hwang Eonnie, lalu membawanya kekamar. Sekarang tinggallah Kyungsoo dan Juga Jongin.
"Kau tahu apa kesalahanmu?". Tanya Jongin dengan menahan amarahnya.
Kyungsoo mengangguk pelan.
"Kau membiarkan Rahee menangis dan membiarkan Rahee digendong oleh orang asing. Kau ini benar-benar tidak becus. Kau ingin aku memecatmu hah!". Kyungsoo menundukkan kepalanya. Yang saat ini dia butuhkan adalah seseorang yang bisa membelanya, Nyonya Kim.
"Tapi Baekhyun bukan orang asing, dia itu sahabatku dan dia orang yang baik".
"Membantah Kyungsoo?". Tanya Jongin dengan angkuh.
"Tidak Tuan Jongin, yang saya katakan it-"
"KAU DIPECAT!".
Dua kata yang membuat Kyungsoo membulatkan matanya.
"Jongin!". Nyonya Kim yang baru saja memasuki rumah langsung melihat apa yang terjadi. "Ada apa ini? Kenapa kau memecat Kyungsoo".
"Sebaiknya tanyakan itu padanya Eomma!".
Nyonya Kim mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo. "Tuan Jongin, tolong jangan pecat saya, saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, Tuan". Kyungsoo mulai menangis, tidak selain dia butuh uang dia juga tidak ingin berpisah dari Rahee.
Nyonya Kim masih bingung dengan apa yang terjadi. "Sebenarnya ada apa ini?".
"Eomma, dia itu lalai dalam menjaga Rahee, dia membiarkan Rahee menangis dan membiarkan Rahee digendong oleh orang asing. Jika terjadi sesuatu padanya bagaimana?".
"Apa benar Kyungsoo?".
"Tidak Nyonya Kim, orang itu adalah teman saya dan dia baik. Dan maaf jika saya membiarkan Rahee menangis, karena ada suatu hal yang terjadi".
Nyonya Kim menghela napasnya. "Kau tidak akan dipecat, tapi kau akan dihukum Kyungsoo!". Ujar Nyonya Kim.
Jongin dan Kyungsoo sama-sama membulatkan matanya.
"Eomma/Nyonya!".
Nyonya Kim sekarang berada di dalam kamar Rahee sekaligus kamar Kyungsoo, matanya terus memandang Kyungsoo yang sedang memberi Rahee susu -dari botol minum bayi-sambil menina bobokannya. "Kau harus sanggup dengan hukuman ini Kyungsoo".
- Between Me, You, And Rahee -
Sementar itu Kyungsoo menelan ludahnya kasar. Hukumannya adalah ia tidak boleh keluar dari rumah itu, kecuali ada yag mengawasinya dan satu lagi hukumannya adalah hukuman yang paling berat Kyungsoo dapatkan yaitu merayu Tuan Jongin agar terpikat padanya. Ini gila!
"Kyungsoo?"
"Iya, Nyonya Kim"
"Eh tidak-tidak, kau akan menjadi menantuku, tentu saja kau harus memanggilku Eomonim, mengerti?"
"Mengerti Eomonim". Kyungso pasrah sekarang!"
Nyonya tersenyum penuh kemenangan.
Mission : 1
Kyungsoo membawakan kopi untuk Tuan Jongin, biasanya itu adalah tugas pelayan disana. tapi Nyonya Kim menyuruhnya, katanya sih untuk melakukan pendekatan. Wuih, parah!
"Ini Kopinya, Tuan!". Ujar Kyungsoo.
"Emm!". Hanya itu tanggapan Kim Jongin, tatapannya masih pada tabletnya.
Dari kejauhan, Kyungsoo melihat Nyonya Kim memberi isyarat untuk duduk di sofa disana. kyungsoo menggeleng kepalanya dengan cepat. Tapi Nyonya Kim benar-benar seorang pemaksa, akhirnya Kyungsoo mengalah. Jantungnya berdegup kencang berkali-kali lipat dari biasanya. Kyungsoo yakin jika dia akan serangan jantung jika lama-lama dekat dengan Jongin.
Dengan diam-diam, Jongin melirik Kyungsoo yang duduk tak jauh darinya, lalu matanya beralih melirik pada Nyonya Kim yang tersenyum penuh kemenangan. Cihh, Eommanya ini benar-benar ingin menjadikan baby sitter itu sebagai menantunya. Jongin mengacuhkan Kyungsoo, berpura-pura tidak menganggap Kyungsoo.
Nyonya Kim memberi isyarat agar Kyungsoo berbicara. Kyungsoo agak ragu-ragu. "Tu-tuan Jongin, maafkan saya tentang kejadian tadi, saya tidak bermaksud mengacuhkan Rahee. Saya berjanji hal itu tidak akan terulang lagi, jadi saya benar-benar ingin minta maaf!".
"Emm". Hanya itu tanggapannya. Kyungsoo mulai geram, dari tadi dia bicara panjang lebar, hanya 'Emm' saja balasannya. Lagi-lagi dan lagi Kyungsoo menoleh kearah Nyonya Kim. Kali ini Nyonya Kim benar-benar gila, dia menyuruh Kyungsoo agar duduk di samping Jongin. Baiklah, Kyungsoo merasa tertantang. Dia akhirnya duduk disamping Jongin.
Jongin langsung menatap Kyungsoo dengan tajam. Tapi bagi Kyungsoo itu adalah tatapan yang seksi. Woww, sejak kapan Kyungsoo jadi nakal seperti ini. Memikirkannya membuat Kyungsoo geli.
Lama mereka berdua bertatapan. Nyonya Kim yang melihatnya menutup mulutnya agar tidak berteriak senang. Dia pun langsung meninggalkan calon pasangan tersebut.
Jongin menyeringai, sepertinya dia harus mengikuti permainan Eommanya dan Kyungsoo ini. Jongin pun menutup tabletnya dan meletakkannya di meja kecil disana. tubuhnya mulai bergeser mendekati Kyungsoo. Jadilah tubuh mereka sangat dekat. Kyungsoo merasa ketakutan, dia mulai menggeserkan tubuhnya menjauh. Namun lagi-lagi berusaha mendekatinya, dan Kyungsoo berusaha menjauh, hingga dia terhimpit dengan pembata sofa. Jongin mulai mendekati wajahnya ke wajah Kyungsoo.
"Ahhhhhh!". Kyungsoo menjerit seraya menutupi wajahnya yang memerah itu dengan kedua tangannya. Jongin tersenyum sesaat, senyum yang diartikan sebagai senyuman yang menyenangkan. Andaikan Nyonya Kim melihat ini, pasti dia akan melompat-lompat kegirangan.
Karena berhasil mengerjai Kyungsoo Jongin memilih untuk pergi menuju kamarnya, meninggalkan Kyungsoo disana yang masih ketakutan.
Mission : Failed
Sesampai dalam kamarnya, Jongin tertawa lepas. Dia benar-benar tertawa lepas, setelah sekian lamanya dia tidak tertawa, akhirnya karena Kyungsoo dia tertawa. Sadar dengan apa yang terjadi Jongin langsung menghentikan tawanya.
Jongin bertanya-tanya dalam hati, kenapa ia bisa seperti ini? Apa ada yang salah?
Tiba-tiba Ponselnya berdering, ada pesan yang masuk disana, dengan nomor kontak yang tidak dikenal.
'Jonginie, ada hal yang perlu aku bicarakan, aku akan ke kantormu besok sebelum jam makan siang. From :Krys'.
Jongin membantingkan ponselnya itu pada ranjangnya. Wanita itu benar-benar keras kepala rupanya. Dia benar-benar muak.
- Between Me, You, And Rahee -
Kyungsoo masuk kedalam kamarnya dengan wajahnya yang masih merah, dan jantungnya berdebar kencang. Dia melihat Rahee masih membuka mata dan tengkurap di dalam box bayi itu.
"Rahee! Appamu itu benar-benar keterlaluan, lihat apa yang dilakukanpada Eonnie. Pokoknya saat besar nanti Rahee harus memarahi Appa!". Ucap Kyungsoo. Sementara bayi itu hanya mengoceh-oceh gembira dengan apa yang Kyungsoo katakan tadi. Solah-olah mendukung apa yang Appanya lakukan.
"Ihh, Rahee rupanya mendukung Appa Ya? Yaaa! Yaaa!". Kali ini Kyungsoo berbinar melihat tingkah laku Rahee yang menggemaskan. Huhhh andaikan Rahee ini adalah anaknya, hidup Kyungsoo pasti bahagia.
- Between Me, You, And Rahee -
Keesokan harinya...
Mission : 2
Kyungsoo sedang mengintip Jongin yang sedang sarapan sendiri di ruang makan itu. tadi Nyonya Kim mengatakan jika dia harus menemani Jongin. Yang benar saja, yang tadi malam itu saja membuat Kyungsoo tidak bisa tidur.
'Ayo, Kyungsoo kau pasti bisa'. Batinnya dalam hati. ia mengambil napas lalu membuangnya kembali.
Gadis mungil bermata bulat itu pun mendekati Jongin. "Selamat pagi Tuan Kim Jongin, apa perlu saya temankan Tuan sarapan?". Tangannya tidak berhenti-henti memilin-milin tepian meja makan itu, berusaha menggoda Jongin. Sementara jongin mengacuhkannya, dia sama sekali tidak terganggu dan semakin lahap memakan sarapan paginya. Kyungsoo merasa teracuhkan. Dia membuka topik lain. "Tuan Jongin~, mau tidak menemani berbelanja kebutuhan Rahee, soalnya Nyonya Kim tidak mengizinkan saya pergi jika tidak ada Tuan Jongin yang mengawasi saya". Kyungsoo berusaha mati-matian agar tidak menjerit. Dia benar-benar di acuhkan lagi. "Tuan-".
Jongin segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyungsoo dengan mulut terganga lebar disana. "Tuan Jongin, tidak ingin melihat Rahee pagi ini?". Teriak Kyungsoo agar Jongin mendengarkannya, namun NIHIL.
Entah dari mana munculnya Nyonya Kim, dia menepuk-nepuk bahu Kyungsoo berusaha memberi semangat. "Kita masih punya kesempatan lagi. Never Give Up!". Ucap Nyonya Kim. Sementara itu Han Ajhumma –yang sedang membereskan meja makan- menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Nyonya Kim dan Kyungsoo.
Mission : Failed
- Between Me, You, And Rahee -
Mission : 3
"Ini". Nyonya Kim menyerahkan rantang itu pada Kyungsoo yang sedang menggendong Rahee. "Bawakan itu pada Jongin, didalamnya ada makanan kesukaan Jongin untuk bekal makan siangnya, biasanya sih Jongin makan siangnya di kantor". Jelas Nyonya Kim. "Tapi Rahee bagaimana?".
"Rahee kan ada Halmonienya!". Nyonya Kim langsung mengambil Rahee dari Kyungsoo.
Kyungsoo pun pergi kekantor Jongin dengan diantar oleh Jung Ajhussi. Melihat dominan orang-orang disana menatapnya aneh, membuat Kyungsoo deg-degan. Ia pun menghampiri resepsionis disana.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Wanita resepsionis itu dengan ramah.
"saya ingin bertemu dengan Tuan Jongin". Jawab Kyungsoo, seketika tatapan wanita itu berubah menjadi tatapan mencemooh. Memangnya Kyungsoo salah bicara. Wanita yang bername tag Kim Ji-soo itu pun bertanya. "Sudah ada Janji?".
Saat ingin menjawabnya, tiba-tiba Kyungsoo melihat Sosok Ajhumma norak yang pernah berkunjung kerumahnya, ralat rumah Majikannya. 'sedang apa wanita itu disini?'. Batin Kyungsoo, kemudian dia menjitakkan kepalanya sendiri, wanita itu kan kekasih dari Tuan Kim Jongin yang tampan itu? tapi itu tidak akan lama, karena Kyungsoo akan menikahi Kim Jongin. Muahahahahahaa *ketawa setan.
"Apa Kim Jongin ada?". Tanya wanita yang Kyungsoo lupa namanya. Kalau tidak salah namanya Berlian, oh bukan itu... apa ya. Aha! Krystal. Ya Krystal.
"Tunggu sebentar Nona Krystal". Jisoo pun segera menelpon seseorang –sepertinya Sekretaris Jongin-. Setelahnya dia tersenyum ramah pada Krystal. "Tuan Kim Jongin ada di ruangannya. Cih, berbeda sekali perlakuannya.
Tanpa sengaja Krystal menatap Kyungsoo. Dia menurunkan kacamata hitamnya itu. "Kamu? Babi sitter itu kan?". Tanyanya. Kyungsoo hanya mengangguk.
"Ada perlu apa datang kesini!".
"Saya ingin memberikan ini pada Tuan Kim Jongin, amanah dari Nyonya Besar Kim". Ujar Kyungsoo dengan menunjukkan bekal makanan itu.
"Sini, biar aku yang bawakan!". Ujar Krystal seenaknya, dia langsung mengambilnya dari Kyungsoo, namun dengan cepat Kyungsoo merebutnya kembali dengan kasarr. "Maaf, tapi amanah dari Nyonya Besar Kim, saya harus memberikannya langsung pada Tuan Kim Jongin". Elak Kyungsoo.
Wanita itu mencoba tersenyum, namun senyum dingin karena penolakan Kyungsoo. "Baiklah, kalau begitu kau boleh ikut denganku keruangannya". Ajak Krystal dengan angkuh.
Ada untungnya kehadiran Krystal siang ini, jadi Kyungsoo dengan mudah meyusup ke kantor Jongin. Sesampai di lantai kerja Jongin, disana tampak sekretaris yang menunggu mereka dengan wajah yang ketakutan.
"Maaf, Nona Krystal saya baru saja diberitahu oleh Tuan Kim, agar anda pergi dari sini". Ujar Wanita –sekretaris Jongin-.
Krystal mencebik marah. "Tapi resepsionis bilang aku boleh kesini!". Bantah Krystal. "Ya, tapi saya pikir Tuan Kim tidak akan marah, jadi mohon sekarang Nona Krystal pergi. Saya tidak ingin dipecat nanti". Ujar Sekretaris bernametag Bae Jo-hyun itu. sementar itu Kyungsoo hanya mendengarkan percakapan mereka saja.
Krystal langsung saja menyusup keruangan Jongin, sementara Sekretaris itu menjerit-jerit seraya memanggil Krystal. Kyungsoo? Dia ikut-ikutan menyerbu(?) masuk ruangan itu.
"Jongin kita perlu bicara!". Ucap Krystal.
"Maaf Tuan Jongin, saya sudah melarangnya". Ujar sekretaris Jongin itu dengan napasnya yang terengah-engah .
"Tuan Jongin! Saya bawakan bekal siang untuk anda!". Ujar Kyungsoo dengan polos, membuat semua yang ada diruangannya itu memandangnya dengan heran.
Sedangkan Jongin? Keningnya berkerut. Tiga wanita disana membuat dia darah tinggi. "Buat apa kau kesini? Aku tidak menyuruhmu membawakan bekal untukku!". Ucap Jongin dengan kesal pada Kyungsoo. "Dan kau Joo Hyun, keluarlah. Sekalian bawa Krystal". Lanjutnya sambil memijat pelipis.
"Tidak Jongin bukankah semalam aku mengatakan bahwa aku ingin bicara denganmu? Apa sebegitunya kau membenciku?". Ujar Krystal tak terima. Dia meronta-ronta saat Joo Hyun menariknya keluar
"Tentu kau tahu jawabannya Krystal! Keluar dari ruanganku atau akau akan memanggil security!". Bentak Jongin.
"Kenapa Jongin? Apa kau punya seseorang yang kau sukai?". Tanya Krystal.
"Ya, dan aku ingin bersamanya berduaan saja!". Ujar Jongin dengan satu tarikan napas. Membuat Joo Hyun dan Krystal menatap Kyungsoo. Ya siapa lagi wanita diruangan ini selain mereka berdua.
"Jongin! Jangan katakan jika itu adalah Baby sitter itu!".
"Ya, dan aku akan menikahinya, jangan pernah mengangguku lagi!".
Kyungsoo terkejut mendengar penuturan Jongin. Dia tidak salah dengarkan?
"MWO?!"
.
.
.
.
TBC
Wkwkwkwk ini Fanfic gagal jadi Twoshoot. lebih chapternya gpp kan?
makasih buat yang udah Review. senang banget ada yang suka sama ff ini.
terima kasih buat kakak2 yang udah review. maaf aku gak bales satu2
Bye2 di Chapter depan everbody~~
Muahhhhhh 3 3 3
Don't Forget To Review.
