JADIAN

sumary : berita sasuke nembak sakura membuat SMAN Konoha gempar. /"sumpil sumpil demi apaaah sasuke nembak sakura?!"/"wtf sas, lu kerasukan?"/"oemjiiih sasuke gueeehh"/OOC,GAJE,WARNING : SAKIT MATA/ CHAPTER 2 UPDATE!

DESCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO

.

.

.

"SAKURA!" Teriakan Sasuke sukses membuat seluruh orang di koridor lantai 2 memerhatikannya seketika. Sakura yang lagi ngerapiin loker cuman menatap sekilas, kemudian lanjut lagi dengan kesibukkannya.

krik krik krik

Kampret

"Woi gue manggil elu, dengerin napa!" Sasuke nyamperin Sakura yang masih sibuk sendiri lalu menyerahkan setumpuk kertas, "Nih, lu disuruh Pak Asuma ngebagiin pengumuman!"

Sakura menutup lokernya, lalu menatap Sasuke datar. "Males banget." dia kemudian jalan meninggalkan Sasuke yang mulutnya udah kebuka tapi belum sempat ngomong.

Kambing

"WOY!" Sakura tetap cuek jalan menuruni tangga. Sasuke dengan kesabaran yang menipis ikut turun berusaha ngejar sambil ngelewatin dua anak tangga sekaligus. Sakura yang risih langsung mempercepat langkah kakinya. Akhirnya mereka berdua malah balapan turun tangga.

Tiba-tiba Sasuke salah langkah yang menghasilkan dirinya merosot kebawah tangga.

GEDEBRUK!

Sasuke sukses jatuh nyium lantai.

Sakura yang ngeliat langsung ketawa terbahak-bahak. "HAHAHA, SUKURIN! siapa suruh ngikutin gue.'' tawanya mengibaskan rambut pink panjangnya kemudian lanjut jalan dan —sekali lagi—meninggalkan Sasuke yang mulutnya udah kebuka tapi belum sempat ngomong.

'Duh Gustii...' Sasuke cuman bisa ngebatin ngeliat cewek yang baru dipacarinya seminggu itu. Emang salah dia juga sih, milih pacar kek Sakura. Pasalnya Sakura tuh emang cewek ter—TER N.Y.E.B.E.L.I.N sesekolahan. Bu Tsunade, alias mamanya Sakura adalah kepala sekolah, makannya dia agak semena-mena. Ga ada cewek disekolah yang mau temenan ama dia, kecuali Hinata. Itu pun nggak kayak temenan, lebih kayak babu karena Hinata selalu disuruh ngebawain barang-barang nya. Plus, Sakura itu mantannya segudang, 5 menit sekali putus (Hmmmm) Udah kecentilan, matre, resek lagi. Lengkap sekaliii...

Oh iya masih ada lagi, selain centil, matre dan resek..., Sakura juga termasuk anak bermasalah karena dia udah sering banget masuk ruang BK. Dia itu orangnya tempramental, sekalinya ngamuk perabotan sekolah yang jadi korban, makannya catatan BK nya banyak banget. Terakhir, sifat Sakura yang lebih—paling —sangat dibenci adalaaaah...

.

.

.

PINTAR

YAK, BENAR SEKALI.

Sakura itu pintar, kelewat cerdas malah. Walaupun sering bolos kelas, dia tuh kalo ujian selalu masuk 3 besar. Yah, meskipun hanya diperingkat 3 sih, (karna peringkat 1-2 itu selalu dihuni Sasuke atau Neji) tetep aja itu menohok hati siswa-siswi konoha yang merasa paling rajin belajar. Bayangkanlah, sungguh TERLALU (nadanya bang roma).

Jadi kesimpulannya, Sakura adalah anak yang super duper mega giga tera N.Y.E.B.E.L.I.N.

Lantas apa yang membuat seorang Sasuke Uchiha, sang kapten basket dan wakil ketua OSIS memutuskan untuk memacarinya?

Apakah karna kecantikannya? ukuran dada? bokong? atau jidat?

Mari kita tanyakan langsung pada tersangka,

Author : "Sasuke Uchiha, benarkah anda telah resmi berpacaran dengan Sakura Haruno?

Sasuke : "hn."

Author : " Apa yang membuat anda tertarik dengan Sakura Haruno?"

Sasuke : "hnnn"

Author : "hn?"

Sasuke : "hn!"

Author : "hn...?"

Sasuke : "hn hn"

Author : " Daaann, begitulah pembaca sekalian! Ternyata itulah yang menyebabkan Sasuke Uchiha tertarik dengan Sakura Haruno." #digebukinmasal

Oke, back to story

.

.

.

Sasuke masuk kelas dengan gontai dan langsung duduk di bangkunya. Dia benar-benar lelah karna daritadi mondar-mandir terus. Mulai dari latihan basket, ngaterin laporan kelas ke ruang guru, rapat osis, bantuin pak/bu Orochimaru di laboratorium sampai membagikan pengumuman yang SEHARUSNYA menjadi tugas Sakura.

"hadeh..." Sasuke mendesah pelan. Diletakkanya kepala dan lengannya diatas meja, siap-siap posisi tidur. Baru aja mau merem, tiba-tiba ngerasa ada anget-anget(?) nempel di badannya. Sasuke mendelik,

"Sakura?!"

"Hehehe...hai sas!" sapa gadis berambut pink yang lagi nyenden di di bahunya Sasuke.

"Ngapain lu kesini! Hush, sana gausah nyenden-nyenden! gue mau tidur, capek tauk!" kata Sasuke sok sowet, padahal dalem hati berbunga-bunga apalagi wangi parfum sakura yang nambah bikin semriwing.

"Iiih, lu jahat banget sih! Kan, gue cuman mau ngecek keadaan lo aja gegara tadi abis mrosot dari tangga. gue juga bawa plester, kok!" Sakura manyun.

Oh em jii... ternyata dia peduli juga ke gue, pake bawa-bawa plester segala lagi. ternyata lo gak senyebelin itu, I love you sak...pengennya Sasuke sih, ngomong gitu, tapi yang keluar malah,

"Udah ga sakit! sana-sana, minggir!"

"Gamau. Gue juga mau tidur disini." Sakura kekeuh nyenden di bahu Sasuke yang sok-sok an menolak untuk disendenin padahal jantungnya udah lompat-lompat gak jelas.

"Hih, terserah lo deh, dasar nyebelin."

Sakura melotot kearah Sasuke.

"Elo tuh, yang nyebelin dasar tai ayam! udah diperhatiin masih aja jutek!" Sakura mukul-mukul pundak Sasuke. 'aw aw aw! gila nih cewek, sakit banget!'.

"Ngaca plis, kan elo yang ngetawain gue pas jatuh tadi pagi!" jawab Sasuke bales melotot. Rasa berbunga-bunga nya hilang seketika saat Sakura mengatainya 'tai ayam'.

"Ya kan gue gak sengaja!" Sakura gak mau kalah.

"Gak sengaja jidat lo, orang jelas-jelas lo ngetawain gue! dasar jenong!"

"Gak usah bahas jidat gue, rambut pantat ayam!"

"Apa lo bilang?!" 'Gue tarik kata-kata gue, dia emang nyebelin!' batin Sasuke.

Dan, akhirnya mereka berdua gak jadi tidur gara-gara debat yang berkepanjangan dan tak ber-faedah ini.

############

Hari sudah semakin sore.

Sasuke berjalan menuju ke parkiran dan berhenti didepan motor matic hitam yang dipenuhi sticker lambang uchiha. Ia kemudian menstater motornya lalu pergi keluar dari gerbang sekolah. Baru aja setengah jalan, tiba-tiba ia melihat cewek pink-pink duduk ditengah jalan.

"ASTAGA!"

Sasuke ngerem mendadak,

"WOI CEWEK SARAP! LO NGAPAIN DITENGAH JALAN?! MINTA DITABRAK?!" teriak Sasuke emosi. Cewek pink-pink yang ternyata adalah sakura itu bangkit dari posisinya dan langsung naik dibelakangnya Sasuke.

Sasuke cengo.

"Gue nungguin lo daritadi, cepet anterin gue pulang." kata Sakura dengan nada memerintah.

"KENAPA GAK BILANG DARITADI SIH DAN KENAPA HARUS NUNGGUNYA DI TENGAH JALAN?" Sasuke makin emosi. Emang bener nih cewek nyebelin bang—aahh! sudahlah!

"Brisik! udah jalan aja."

Sasuke geleng-geleng kepala sebelum kembali menyetir. Ditengah perjalanan,

"PELAN-PELAN BEGOOO! LO MAU MATI MUDA?!" Sakura berteriak kenceng saat Sasuke memboncengnya dengan kecepatan 80 km. "Brisik!" Sasuke yang jengkel mendengar teriakan Sakura malah menambah kecepatannya.

"AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH!" Sakura tanpa sadar memeluk erat pinggang Sasuke.

'Syukur,, rejeki gue...' batin Sasuke senyam-senyum.

TIME SKIP-20 menit kemudian

Sesampainya dirumah, Sakura langsung turun dari motor dengan kaki geter-geter. Sasuke yang ngeliat ceweknya cuman bisa ngakak ,

"Hahaha, gimana? enak nggak digonceng?"

"Seneng ya lu, ngeliat gue menderita" Sakura mengeluh.

"Manyun-manyun minta dicium lo?" ucap Sasuke PEDE yang mendapat jitakan dari Sakura. "MESUM!"

Sasuke ngelus kepala benjolnya sambil ketawa. "Udah ya, udah mau maghrib gue pulang dulu." Pamit Sasuke kembali menstater motornya.

"Nggak mau mampir dulu?" tanya Sakura sambil nutup pagar.

"Nggak, gue males kalo ada orang, ntar aja kalo lagi sepi." jawab Sasuke enteng.

"E dasar!"

Sasuke tersenyum sekilas sebelum pergi pulang kerumahnya. Sakura hanya diam memerhatikan motor Sasuke yang perlahan menghilang di perempatan gang. Sebuah senyum mengambang dibibirnya.

"Dasar cowok."

.

Bersambung


Jadi bagaimana readers? apa kalian suka? atau kurang greget? atau malah tambah jelek? silahkan tumpahkan semuanya di kolom review~

Dan, terima kasih kepada kalian semua yang telah mereview di chapter satu. Maafin gue karna gak bisa membalas review kalian semua satu-satu (biasalah orang sibuk)

wkwkwkwk, canda.

dah, ya gue mau nyuci dulu bye bye