LIAR

©2016 – Cupid

Main Pairing: Fang x Api

Other(s): Gempa x Yaya – Air x Taufan

DISCLAIMER: Semua cast yang ada di sini milik Animonsta, sementara Cupid hanya minjem aja :'v

A/N: Sorry for late update ya T.T Cupid harap kalian suka sama part 1 – nya :'v


Angin pagi membuat Api menjadi malas untuk pergi ke sekolah, gadis itu lebih memilih berbaring di 'singgasana'–nya, ketimbang pergi ke kamar mandi dan turun ke bawah untuk sarapan.

Lagi pula hari ini tidak belajar, Api bergumam dalam hati sembari menarik selimut berwarna biru pastel hadiah dari Yaya sebagai ulang tahun–nya yang ke enam belas. Lima belas detik berlalu, Api perlahan – lahan memasuki dunia mimpi.

Buk!

"Ayo bangun! Jangan malas, sudah enam belas tahun kelakuan seperti anak enam tahun!"

Suara menggelegar bagaikan petir dari ibu–nya, membuat gadis berparas imut itu terbangun sembari mengucek mata–nya. "Hari ini juga tidak belajar, kok" ucap Api sembari melangkah gontai menuju kamar mandi–nya.

"Biarpun tidak belajar, siapa tahu ada pengumuman!"

"Kalau ada pengumuman biasa–nya juga dapat sms"

"Jangan banyak alasan!"

Api lebih memilih diam daripada membalas ucapan ibu–nya, gadis itu tak ingin membuat perdebatan seperti pada pagi hari yang sebelumnya.


Api turun dari mobil–nya, gadis itu melangkah dengan malas. Jika ada teman yang mengajaknya untuk bolos hari ini juga, dengan senang hati ia akan menerimanya.

"Pagi, Api!"

Seorang gadis bertopi biru ke samping menyapa Api yang sedang dalam keadaan tidak baik, Api tidak membalas ucapan gadis itu, ia lebih memilih untuk jalan terus.

"Oy!"

Gadis itu mencubit ke dua pipi Api sementara yang di cubit kemudian mendesah sebal. "Taufan!"

Taufan langsung menghentikan tingkahnya, kemudian gadis itu merangkul Api sembari melihat salah seorang pemuda yang sedang duduk di pojokan lapangan basket sembari meminum sebuah air mineral.

"Yosh, dia tampak tampan hari ini!"

Api mengangkat salah satu alisnya, gadis itu ikut menatap seorang pemuda yang duduk di pojok lapangan basket tersebut. "Air? Aku baru tahu kau suka Air!" Api menggoda Taufan, rupanya gadis itu sudah melupakan kekesalannya.

Taufan tersenyum malu, dalam hati ia telah sukses membuat Api melupakan kekesalannya. Lagipula, Taufan tidak menyukai Air. "Aku panggil Air ya…" Api langsung mendatangi Air yang masih duduk di pojok lapangan, Taufan berlari menyusul Api yang rupanya sudah ada di samping Air.

"Air si Taufan suka sama kamu!"

Dengan polos–nya si Api memberitahu kepada Air bahwa Taufan menyukainya. Air terdiam beberapa saat, pemuda itu kemudian menatap Taufan yang sudah datang sembari menatap tajam ke arah Api.

"Kau bukan tipe–ku, jadi maaf" Air berkata sinis sembari berjalan meninggalkan Api dan Taufan.

Taufan melirik ke arah Api yang cengengesan, dari aura–nya terlihat jelas si Taufan akan mencekik Api saat ini juga.


Setelah bermain kejar – kejaran dengan Taufan, Api merasa letih. Gadis itu memutuskan untuk mengambil air mineral yang ia simpan di dalam loker–nya. Ketika ia membuka loker, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah surat jatuh di atas sepatu–nya.

Api berjongkok dan mengambil surat tersebut, dalam hati ia kerap bertanya – tanya siapa sang pengirim surat tersebut?. Taufan yang ada di belakang Api kemudian berjinjit, gadis itu penasaran dengan sebuah surat yang di pegang Api. "Coba buka mungkin surat peringatan!" Taufan meledek ke arah Api.

Yang di ledek kemudian menoyor kepala Taufan, setelah itu Api langsung merobek ujung amplop tersebut. "Hah? Inikan tulisan…"

Untuk Api,

Kau mungkin orang pertama yang surat cinta – nya di balas olehku.

Karena aku sudah membalas surat – mu, kau mau kan menonton film di bioskop denganmu?

Kau pasti sudah tahu siapa aku, kecuali kau mengirim surat cinta kepada banyak cowok.

Tertanda,

Tebak sendiri dan pikir sendiri.

Jangan malas.

Api terdiam beberapa saat, salah satu murid merebut surat yang ada di tangan Api.

"Ini tulisan Fang!"

Cetus salah satu murid dan dalam sekejap, surat balasan dari Fang untuk Api menjadi topik hangat yang paling di bicarakan di sekolah.

"Taufan, temani aku ke kelas Yaya!"

Api meminta Taufan untuk menemaninya ke kelas Yaya yang kebetulan merupakan kelas Fang juga.

"Boleh, aku juga penasaran apakah memang benar Fang yang benar – benar mengirimimu surat"


Ke dua sahabat itu sudah sampai di depan kelas Yaya, gadis yang selalu mengenakan jilbab berwarna merah muda itu langsung menggoda Api ketika berpapasan dengannya.

"Wah, aku tak percaya suratmu di balas oleh salah satu murid tertampan!"

Yaya menggoda Api sembari mencubit ke dua pipi gadis itu. "Fang ada?" Api bertanya dengan nada agak tertahan, gadis itu terpaku sesaat ketika Fang yang sudah ada di samping Yaya.

"Jadi bagaimana?"

Fang melipat ke dua tangannya, menunggu jawaban dari Api. "Eung…" Api berpikir cukup lama, ia takut jika kejadian itu terulang lagi. Mereka berdua pernah berpacaran dan sampai sekarang Api masih menyukai Fang dan malahan masih mencintainya.

"Malah melamun, jadi?"

Api hapal betul sifat Fang, pemuda itu tidak sabaran dan agak menyebalkan.

"Boleh, kapan?"

"Terserah"

Fang memiliki sifat yang selalu bilang 'terserah' kalau di ajak ke mana atau kapan, dan Api sudah hapal betul sifat itu.

"Kau yang mengajak"

"Kalau hari ini jam tiga sore tetapi kau harus datang sendiri bagaimana?"

Fang memiliki sifat tidak suka menjemput, Api tahu Fang memiliki prinsip 'Pulang sendiri, datang sendiri'. Api menghela nafasnya, "saat pulang kau bisa antar aku ke rumah?"

Fang menggeleng, "untuk apa? Jangan manja!"

Taufan dan Yaya melongo ketika melihat Api dan Fang yang seolah – olah sudah pernah (sangat) dekat sebelumnya. Sekadar informasi, satu sekolah tidak ada yang tahu bahwa Api dan Fang pernah berpacaran.

"Mengapa kau membalas suratku dan mengajakku ke bioskop?" Api bertanya.

Sebelum Fang kembali masuk ke dalam kelasnya, pemuda itu kemudian berkata dengan nada dingin.

"Jangan banyak tanya dan kembali ke kelasmu!"

Api ingin sekali melempar Fang dengan sepatunya kalau Taufan tidak menenangkannya.

End or To Be Continued?


Cupid's note:

1. Sorry for late update guys

2. Maap juga kalo ceritanya jadi gaje /dilempar

3. Bocoran buat part 2, nanti ada Gempa x Yaya moment so stay tune ya~

4. Mind to review?