Z's Story
UP ALL NIGHT
.
.
Cast: Ong Sungwoo (Fantagio Trainee), Kang Daniel (MMO Trainee), etc.
.
.
Note: Alur lambat, mungkin tidak sesuai ekspektasi. Waspada keberadaan Typo. Menerima kritik sepedas bon cabe. Happy reading (:
.
CHAPTER 1
Seoul Fashion Week, 2017
"Ooongggg! Di mana kau? Jangan bilang kau tidak akan dating, ini kali pertama kau tidak ikut berpartisipasi di acara SFW!" terdengar suara –teriakan- diujung telepon. "ya ya ya. Aku akan dating, tunggu saja, lagi pula acaranya baru mulai 30 menit lagi, aku masih punya banyak waktu." Seperti biasa pemuda Ong itu hanya menjawab dengan acuh. "ku tunggu kau secepatnya!"
'kenapa semua orang tidak pernah mau membiarkanku untuk menenangkan diri di surga-ku' ujar Seongwoo dalam hatinya.
Ong Seongwoo, pemuda bermarga Ong tersebut termasuk sesosok Designer ternama di Seoul bahkan Korea. Dia memiliki sebuah butik yang cukup sederhana, tidak cukup besar namun sangat Aesthetic –tolong catat, dia hanya bekerja seorang diri. Butiknya ia beri nama "Ong D'Sign" karena kata "Ong" tidak akan pernah bisa lepas dari dirinya, sempat dia ditanya mengapa memilih nama tersebut untuk nama butiknya, dia hanya menjawab 'karena aku tidak pernah bertemu orang dengan marga yang sama denganku, mereka selalu tuli, jadi aku ingin mengajarkan mereka bagaimana cara mengucap dan mengdengar kata Ong.' Begitulah Ong Seongwoo dengan segala kedataran dirinya.
Sebenarnya Seongwoo bukanlah pemuda yang datar / pendiam / sejenisnya. Ini hanyalah karena kejadian di masa lampau yang membuatnya jadi seperti ini.
.
.
"Hey, Choi Minki! Kau yang memaksaku dating kemari tapi kau tidak menyambutku? Seharusnya aku tidak datang saja tadi" gerutus Seongwoo kepada Minki yang tadi memaksanya untuk datang.
"hehe, mian tau sendiri aku di sini sebagai panitia, jadi sangat sibuk. Kau bisa duduk di kursi yang sudah disediakan, nanti aku akan menyusulmu."
"terserah." Seongwoo pun menuju kursi yang sudah terdapat namanya. 'dasar Minki, dia benar-benar memaksaku untuk datang.'
.
Acara Seoul Fashion Week pun dimulai, banyak sekali busana dari perancang busana ternama seantero kota Seoul. Pemuda Ong itupun memperhatikan setiap model yang melenggang diats catwalk –tentu saja untuk mencari inspirasi. 3 jam telah berlalu dan acara Seoul Fashion Week pun selesai, Seongwoo berniat untuk langsung oergi namun ditahan oleh temannya. "Mau kemana kau, jangan dulu pergi, aku ingin mengajakmu makan siang terlebih dahulu." MInki langsung menarik tangan Seongwoo. Mau tak mau Seongwoo pun mengikuti MInki.
Sesampainya di tempat yang Minki maksud, di sana sudah hadir teman 'seperjuangan' mereka –Yoon Yongbin, Im Youngmin, dll. mereka pun memulai acara makan siang mereka, canda tawa menghiasi sekawanan orang tersebut.
"hyung, apa kau tidak berniat untuk mencari 'pengganti' yang lama?" Yongbin bertanya kepada Seongwoo
Seongwoo tak menjawab, yang ia lakukan hanya mengacak-acak makanannya –dari tadi hanya dia yang tidak memakan makanannya. Seongwoo diam, terpaku hanya karena pertanya sepele dari Yongbin, namun pertanyaan itu membuatnya ingat akan masa lalunya.
#flashback
"aku rasa hubungan kita tidak akan bisa bertahan lama." Sang gadis bernama Kim Sejeong itu memulai pembicaraan.
"maksudmu? Maaf, tapi aku tidak mengerti arah pembicaraanmu."
"kita akhiri saja sekarang, aku tidak mau kalau hubungan kita mengganggu belajar kita. Kita bahkan sudah sulit bertemu akhir-akhir ini."
"tapi apa harus dengan cara ini? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Sejeong?" Seongwoo menggengam tangan Sejeong.
"tentu saja aku mencintaimu, hanya saja aku tidak ingin bila nanti salah satu dari kita mendapat masalah di kelas yang bisa membuat kita berdua dikeluarkan dari sekolah." Tentu saja itu bukan alasan yang logis untuk seorang Ong Seongwoo.
"kau pasti berbohong. Itu bukan alas an yang bisa aku terima."
"Ong Seongwoo! Kau harus ingat, kita sama-sama berada di kelas 3 sekarang, sebentar lagi kita akan mengakhiri sekolah kita, melanjutkan ke perguruan tinggi. Apa kau tak mau masuk ke universitas yang kau mau?"
"tentu saja aku tau, aku tau semua itu. Tapi tetap saja ini bukan alas an yang cukup untuk kita putus." Seongwoo mulai emosi karena Sejeong. "apa kau gengsi? Apa kau takut ditinggalkan oleh teman-temanmu? Apa kau takut nilaimu turun dan tidak bisa menjadi siswa terbaik lagi?" itulah Ong Seongwoo dengan sejuta pertanyaannya.
"Ya! Ya! Ya! Apa aku masih kurang menjawabnya? Aku hanya ingin masa-masa terakhir sekolahku dipenuhi canda tawa bersama teman-temanku, aku ingin menjadi siswa terbaik selama 3 tahun berturut-turut, aku hanya ingin dipanggil God Sejeong karena aku bisa segalanya."
"baiklah kalau itu maumu, kita akhiri saja." Seongwoo pun berlalu meninggalkan Sejeong yang masih duduk di bangku taman sekolah.
'semoga kau bisa menggapai semua impianmu Sejeong, aku hanya bisa menuruti keinginanmu, semoga kau tidak akan melupakan kenangan kita selama satu tahun kebelakan.'
Dan pada hari itu, di Musim semi terakhir sebelum mereka meninggalkan sekolah mereka. Pasangan yang dijuluki Perfect-Couple karena kesempurnaan merekapun mengakhiri hubugannya.
#flashback end.
"hyung? Apa aku salah betanya?" Yongbin menyadarkan Seongwoo dari lamuannya.
"ah, tidak, tidak ada yang salah. Aku hanyaingat kalau aku masih ada keperluan lain. Aku pergi duluan." Seongwoo pun berlalu meninggalkan teman-temannya.
Ketika memasuki mobilnya, Seongwoo merutuki kebodohannya sendiri. Kenapa dia harus mengingat masa lalunya kembali. 'kau memang bodoh Ong Seongwoo, kau benar-benar bodoh sampai harus mengingat kembali masa lalu mu' Seongwoo berujar dalam hati sebelum akhirnya menacap gas mobilnya.
.
.
.
Brukk. Seongwoo membanting pintu ruang kerjanya dengan cukup keras. Seongwoo dibuat kesal oleh dirinya sendiri,pdahal dia sudah dengan susah payah melupakan kejadian tersebut. 'apa aku harus mencari pasangan sekarang?'
5 tahun telah berlalu memang, namun Seongwoo masih belum bisa melupakan Sejeong. Seongwoo memandang sebuah foto yang selalu ia simpan di laci meja kerjanya. 'apa kabarmu sekarang? Apa kau sudah melupakanku?' tanpa sadar Seongwoo pun terlelap sambil menaruh foto tersebut diatas dadanya.
Drap drap drap. Suara langkah kaki mendekati pemuda Ong tersebut. Pemuda tersebut mengambil foto yang sedari tadi dipegang Seongwoo. "hmm, baru kali ini aku melihat ada lelaki selemah dirimu. Bahkan kau dibuat gila hanya karena kenangan bersama perempuan yang bahkan tidak mencintaimu." Ujar lelaki tersebut sambil merobek foto Seongwoo –bersama Sejeong. Lelaki itupun pergi meninggalkan Seongwoo.
.
.
(-)
.
.
Hari sudah mulai gelap, Seongwoo terbangun karena mendengar suara ponselnya. Dengan berberat hati Seongwoo pun mengangkat panggilannya.
"ada apa Minhyun? Aku sedang tidak ingin diganggu."
"wah, ada apa dengan Tuan Ong kita? Jangan bilang kau sedang galau sekarang? Lebih baik sekarang kau keluar dan buka pintu Butikmu karena aku akan mengajakmu berkeliling."
"malas. Kau saja pergi sendiri."
"kau yakin tidak mau pergi? Sepertinya kau butuh Bar dan sedikit minuman beralkohol." Tawaran Minhyun cukup membuat Seongwoo tertarik.
"baiklah, tunggu sebentar. 5 menit lagi aku keluar."
5 menit kemudian, Seongwoo sudah berada diluar butiknya. Namun ada satu hal yang mengganjal, dia kehilangan kunci Butiknya –atau mungkin lupa menaruhnya. Minhyun yang sadar akan ekspresi minhyun pun bertanya.
"apa yang sedang kau cari? Kau seperti baru menghilangkan1 bagian ginjalmu saja."
"aku kehilangan kunci butikku. Aku yakin tadi menyimpannya di meja diruang kerjaku. Tapi saat kucari sudah tidak ada."
"mungkin kau lupa, lagian kan kau masih punya berpuluh-puluh kunci cadangan kan? Tidak perlu khawatir." Seongwoo hanya mengangguk tanda mengerti ucapan Minhyun.
Merekapun pergi ke Bar untuk mencicipi beberapa Minuman. Minhyun memutuskan untuk menggunakan mobilnya karena ia piker Seongwoo tidak akan bisa berkonsentrasi pada jalanan dengan kondisi seperti itu.
Kurang dari 1 jam mereka sudah sampai di Bar yang mereka tuju, terbilang cepat untuk ukuran Weekend.
"Ong, kau duluan saja. Aku harus ke ATM terlebih dahulu."
"tidak peduli!" ya, karena Seongwoo tau maksudnya, dia mengambil uang di ATM tentu saja untuk memberi uang tip kepada perempuan di dalam sana.
Seongwoo pun berlalu meninggalkan Minhyun. Dia lebih dahulu memasuki Bar. Matanya mulai memandang sekitar, mencari lokasi paling strategis untuknya dan Minhyun nanti. Sebenarnya Seongwoo bukanlah orang yang suka dengan keramaian, namun untuk kali ini sepertinya tidak masalah baginya.
Akhirnya Seongwoo menemukan tempat paling strategis untuknya. Ketika dia berjalan, tanpa sengaja dirinya bertabrakan dengan seseorang sehingga dia harus terjatuh.
"oh, maaf. Aku tak sengaja, maafkan aku." Ujar Lelaki itu seraya menjulurkan tangannya untuk memberi pertolongan.
"tidak masalah, aku hanya sedang dalam keadaan kurang baik saja." Seongwoo pun berdiri dibantu oleh lelaki tersebut. Matanya terbelalak melihat lelaki dihadapannya. "apa kita pernah bertemu?"
"benarkah? Kurasa tidak." Jawab lelaki itu dengan senyumannya yang menawan.
"mungkin hanya perasaanku saja, maaf sebelumnya. Aku pergi dulu." Ujar Seongwoo seraya pergi meninggalkan lelaki tersebut.
"Namaku Kang Euigeon." Pria tersebut memperkenalkan diri ketika Seongwoo telah menjauh. "siapa namamu?" lelaki tersebut mendekati Seongwoo.
"Namaku Ong Seongwoo. Ong! Bukan Hong atau Gong atau Bong." Jawab Seongwoo sambil menekankan pada nama Marganya.
"aku bisa mendengar dengan jelas. Senang berkenalan denganmu Ong Seongwoo." Lagi-lagi lelaki bermarga Kang itu menampakkan senyuman yang menawan.
Seongwoo pun berlalu meninggalkannya dengan pipi memerah. Tunggu. Ada apa dengan Seongwoo.
.
.
Kkeut.
.
.
Annyeong!~ maaf kalau saya pergerakan lambat, ada beberapa masalah menyangkut kuliah jadinya gabisa update dulu. semoga FF ini bisa membawa suasana baru, semoga FF ini bisa diterima karena FF ini Extremely Different with other(s) OngNiel (walaupun Danielnya masih belum nongol sepenuuhnya).
.
.
p.s selamat berbuka puasa.
.
.
p.s.s. 2 hari lagi hari jumat, semoga jagoan kita semua bisa lolos ke Final Stage. Aamiin.
