Genre :
Action, Romance, Adventure
Rating :
M
Disclamare :
Naruto Shippuden [Masashi Kishimoto]
Highschool Dxd [Ichiei Ishibumi]
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Uzumaki No Monogatari
By :
Kaze No Tsuki Ne
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
Chapter 2 : Pertemuan awal
~Konohagakure~
Naruto berjalan menuju kediaman Hyuuga. disepanjang perjalanan, banyak penduduk Konoha menyapanya. Itu bukan hal yang aneh menurutnya, tetapi ia sedikit merasa aneh saat melihat tidak ada satu pun temannya yang menyambut dirinya, tapi untuk sementara ia tidak memikirkan itu dulu. Tujuannya adalah bertemu dengan Hinata, dan itu lah yang hanya ada difikirannya.
Setelah beberapa saat menempuh perjalan dari gedung Hokage, akhirnya ia sampai kekediaman Hyuuga, dengan hati yang siap dan keyakinan yang tinggi, Akhirnya Naruto mengetuk pintu itu.
Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka, tetapi bukan hinata yang membukannya. Melainkan Hiashi Hyuuga yang merupakan ayahnya Hinata. Naruto menjadi sedikit terkejut saat melihat Hiashi.
"Naruto" Hiashi menyapa Naruto.
"H..hiashi Oji-san" logat Naruto sedikit menjadi aneh.
Hiashi tersenyum kearahnya dan mempersilahkan Naruto masuk. "Silahkan masuk"
"Terima kasih" Naruto masuk mengikuti Hiashi, dari wajah Naruto. Terlihat jelas ia sangat gugup, dia berfikir akan bertemu langsung dengan Hinata, tapi ternyata ayahnya Hinata yang ia temui.
Hiashi mengajak Naruto keruang tengah, setelah itu ia mempersilahkan Naruto untuk duduk. "Silahkan duduk"
"Ha'i" Naruto duduk berhadapan dengan Hiashi, lagi-lagi hal itu membuatnya sedikit Grogi, keringatnya terus mengalir saat Hiashi menatapnya. Tentu saja Naruto bertingkah seperti itu, karena sekarang ia sedang duduk berhadapan dengan kepala Clan elit di Konoha serta Ayah dari orang dia cintai.
Setelah beberapa saat terjadi keheningan, akhirnya Hiashi bertanya pada Naruto.
"Jadi kapan kau kembali ??" tanya Hiashi.
"Baru saja" jawaban Naruto terlalu kaku dan Formal, Hiashi yang mendengarnya sedikit tertawa.
"Ahaha...kau tidak perlu tegang seperti itu" ucap Hiashi yang membuat Naruto cengengesan.
"A..ahaha..iya" Naruto menjawab apa yang dikatakan Hiashi, dan sepertinya ia mencoba menyesuaikan diri.
Setelah itu, Hiashi kembali bertanya pada Naruto. "Jadi bagaimana dengan latihan mu ??"
"Ya walau pun sangat sulit, tapi aku berhasil menyelesaikannya" ucap Naruto tersenyum.
"Syukurlah" ucap Hiashi.
"Hiashi Oji-san, apa Hinata tidak berada dirumah ??" tanya Naruto saat menyadari dirumah ini hanya ada mereka berdua saja.
Hiashi memejamkan matanya, kemudian menarik nafas dan kembali menatap Naruto dengan wajah serius.
"Naruto, Apa kakashi tidak memberi tau mu sesuatu ??" tanya Hiashi.
"Sesuatu ??, apa itu ?? Aku tidak tau, begitu sampai di gedung Hokage, aku hanya bertemu dengannya sebentar lalu langsung pergi kemari" ucap Naruto.
"Begitu ya, jadi kau belum mengetahuinya" ujar Hiashi.
Naruto merasa bingung dengan apa yang dikatakan Hiashi. "Ada apa Hiashi Oji-san ??" tanya Naruto.
"Aku akan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat ku terpukul, apa kau bisa menerimanya ??" tanya Hiashi.
"Apa maksudnya ??, aku tidak mengerti" ucap Naruto.
"Naruto, apa kau mencintai putri ku Hinata ??" tanya Hiashi..
"Tentu saja aku mencintainya" jawab Naruto tanpa ragu.
"Kalau begitu kau harus menerima ini" Hiashi memberikan Syal berwarna merah pada Naruto.
"Syal ??, apa itu dari Hinata ??" tanya Naruto.
"Ya..dia membuatkan ini khusus untuk mu" ucap Hiashi.
Naruto mengambil syal itu dan wajahnya terukir senyum. "Ini Syal yang bagus" Naruto mengomentar itu, kemudian ekspresi berubah menjadi penuh tanda tanya. "Tapi kenapa dia tidak memberikannya secara langsung ??" tanya Naruto.
Wajah Hiashi berubah menjadi senduh. "Dia sudah meninggal" ucap Hiashi.
Naruto sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Hiashi. "A..apa ??"
"Naruto, Hinata sudah meninggal" Hiashi mengulanginya sekali lagi.
Tubuh Naruto mematung, ekspresinya begitu terkejut. "Me..meninggal kata mu ??, Tidak mungkin" Naruto mencoba menyangkal apa yang dikatakan Hiashi.
"Aku tau kau tidak bisa menerima itu, tapi kenyataannya Hinata sudah tidak berada didunia ini lagi" ucap Hiashi.
"Hi.hinata" Suara Naruto bergetar
"Naruto..
"Bagaimana mungkin. Aku sudah berjanji pada Hinata untuk menikahinya, tapi kenapa hal seperti ini terjadi" Ucap Naruto dengan nada tinggi.
"Tepat setelah kau pergi, salah seorang anggota Clan Ootsutsuki menculik Hanabi. Hinata, Sakura, Shikamaru dan Sai pergi untuk menyelamatkan Hanabi. tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi, bulan hampir menabrak bumi, para Kage pun memutuskan untuk menghancurkan bulan. tetapi mereka tidak mengetahui kalau Hinata dan yang lain berada dibulan. ketika mereka menyadarinya, semua sudah terlambat, meriam chakra menghancurkan bulan itu bersama mereka semua" jelas Hiashi.
Wajah Naruto tertunduk, seluruh tubuhnya menjadi lemas, bukan hanya kekasihnya saja, ternyata teman-temannya pun sudah meninggal juga.
"Kenapa kalian tidak memanggilku" Naruto mengatakan itu dengan wajah tertunduk.
"Hinata tidak menginginkan itu" ucap Hiashi.
"Sial..sial..sial..kenapa ini terjadi" ia memukul lantai melampiaskan kekesalannya. "Jika saja aku tidak pergi, semuanya pasti baik-baik saja" Lanjutnya.
"Berhenti berkata seperti itu. Ini bukan lah kesalahan siapa pun. Memang ini adalah takdir mereka" ucap Hiashi
"Tapi aku kehilangan teman-teman dan orang yang kucintai, bagaimana bisa aku menerimanya" teriak Naruto.
"Hinata juga putri, aku bukan hanya kehilangan satu putri ku, tapi mereka berdua meninggalkan ku" Hiashi mengatakan itu dengan nada tinggi dan membuat Naruto terdiam. "Aku ingin kau merelahkan kepergian mereka, Hinata dan yang lain sudah tenang dialam sana, dan kau juga harus tau itu" Hiashi berbicara dengan nada lembut.
Naruto bangkit dari duduknya, kemudian ia menuju ke arah pintu. "aku harus kembali" ucap Naruto dengan nada kesedihan.
Hiashi pun mengangguk setuju. "Tenangkan diri mu Naruto" ucap Hiashi.
Naruto pun meninggalkan kediaman Hyuuga, terlihat wajahnya sangat muram. Tidak sengaja, ia bertemu dengan Ino dijalan.
"Naruto..." panggil Ino.
Naruto melihat kearah Ino, ia tersenyum kecut kearah Ino. "Apa kabar" ucap Naruto.
"Naruto..kau
"Aku sudah mengetahui semuanya" ucap Naruto dengan senyum dipaksakan.
Ino membalas senyum Naruto. "Kau harus kuat Naruto" ucap Ino.
"Aku mengerti. Kalau begitu aku pergi dulu, sepertinya aku perlu waktu untuk sendiri" ucap Naruto melanjutkan jalannya menuju ke rumahnya.
Ino menatap Naruto yang sudah pergi. "Aku juga kehilangan Seseorang yang kucintai" guman Ino.
Malam hari setelah Naruto tau tentang tragedi selama ia pergi, ia memutuskan untuk keluar malam mencari udara, ia terus berjalan dan menemukan sebuah bangku di bawah lampu jalan, ia memutuskan duduk disitu, perlahan air matanya keluar, ia kembali mengingat masa-masa bersama ketiga teman dekatnya dan Hinata.
"Naruto" panggil seseorang dari samping. Naruto mengelap air matanya dan melihat kearah orang yang memanggilnya, dan ternyata itu adalah Sasuke.
"Aku mengerti perasaan mu" ucap Sasuke.
"Aku hanya kesal, kenapa aku tidak ada disaat mereka membutuhkan bantuan" ucap Naruto.
"Naruto, saat ini mereka sedang memperhatikan kita dari alam sana, jika kau terus bersedih mereka juga pasti akan bersedih" ucap Sasuke mengambil posisi duduk disebelah Naruto.
"Kau adalah orang yang kuat, kau bisa mengatasi segala macam situasi, aku yakin perlahan kau akan menerima kepergian mereka" lanjut Sasuke.
"Karena Aku, Kakashi, Dan teman-teman yang lain masih bersama mu, memang menyakitkan. Karena aku juga kehilangan dia" ucap Sasuke
Naruto melihat dan tersenyum kepada Sasuke.
"Kau benar, aku tidak bisa seperti ini terus. Terima kasih Sasuke" ucapnya.
"Hn" balas Sasuke.
~Rumah Naruto, Konohagakure~
malam hari berganti menjadi pagi, Terlihat saat ini Naruto bersiap-siap, ketika ia selesai memakan Ramennya, tujuannya adalah kantor Hokage.
Sepertinya Naruto sudah sedikit mengatasi keterpurukannya, dia mutuskan untuk menjalankan misi agar bisa melupakan hal yang menyakitkan itu.
Sesampainya dikantor Hokage, ia langsung menemui Kakashi.
"Yo" Sapa Naruto.
"Naruto" Kakashi terkejut.
"Ada apa dengan mu Kakashi-Sensei, kau seperti melihat hantu" ucap Naruto.
"T..tidak..aku hanya terkejut saja melihat mu" ucap Kakashi.
"Ahaha..begitu" Naruto tertawa seperti biasa. Kakashi yang penasaran dengan Naruto pun bertanya. "Apa kau baik-baik saja ??" tanya Kakashi.
"Aku baik-baik saja" ucap Naruto.
"Maafkan aku Naruto, jika sa..
"Kau tidak perlu minta maaf Sensei" ucap Naruto.
"Eh ??" kakashi terkejut.
Kemudian Naruto kembali tersenyum. "Mereka sudah tenang disana, aku tidak ingin membuat mereka sedih karena kita mempermasalahkan itu" ucapnya.
"Naruto" Kakashi tersenyum melihat Sifat dewasa Naruto.
"Dari pada memikirkan hal itu, bagaimana jika kau berikan aku misi" pintah Naruto.
"Apa kau yakin ingin menjalani misi ??, kau baru kembali semalam" ucap Kakashi.
"Aku bosan jika berada didesa saja" ucap Naruto.
Kakashi menghelakan nafas. "Baiklah" ucap Kakashi. Dan ia memberikan misi diluar desa pada Naruto.
Kakashi memberikan misi untuk mengantar gulungan penting ke Sunagakure, saat itu juga Naruto langsung pergi.
~Sunagakure~
Singkat cerita saat ini ia sudah sampai di Sunagakure, Gaara yang sudah diberi tau akan kedatangan Naruto langsung menyambutnya.
"Yo..lama tidak bertemu" ucap Naruto pada Gaara.
"Naruto.." Gara menghampiri Naruto dan mereka bersalaman. Kemudian Naruto melirik pada dua orang yang dibelakang Gaara. "Yo..kalian berdua" ucap Naruto.
Temari dan Kankuro hanya memberikan senyum saja.
"Ayo kita masuk Naruto" ajak Gaara
Ketika berada diruangan Kazekage, Naruto disuguhi minum, makan dan segalanya. Setelah itu mereka mengobrol.
"Jadi kau sudah tau kabar tentang kematian Hinata dan yang lain ??" tanya Gaara.
"Ya..aku mengetahuinya" ucap Naruto. Kemudian ia melihat kearah temari.
"Maafkan aku, karena aku salah satu kage yang menyetujui rencana untuk menghancurkan bulan" ucap Gaara menunduk menyesal.
"Aku tidak menyalahkan siapa pun, aku mengerti situasi yang kalian hadapi" ucap Naruto.
"Terima kasih Naruto" ucap Gaara.
"Hm" Naruto memeberi senyuman ke Gaara. Kemudian ia bangkit dari duduknya. "Baiklah, aku harus kembali ke Konoha" ucap Naruto.
"Apa kau tidak menginap disini ??, hari hampir malam" tanya Kankuro.
"Ah terima kasih, tapi aku akan pulang saja" ucap Naruto.
"Hm..baiklah, hati-hati dijalan" ucap Gaara.
"aku pergi sekarang, sampai jumpa" Naruto menempuh perjalan kembali ke Konoha, ia melewati hutan yang luas. Awal semua Normal-normal saja, tetapi tiba-tiba dari kejauhan terlihat lubang hitam terbuka di atas langit dan memuntahkan sesuatu. Naruto terus memfokuskan pengelihatannya. Dan ternyata itu adalah Seorang wanita yang jatuh dari ketinggian.
Dengan cepat ia mengambil kunai bercabang tiga dan melemparnya kearah wanita itu. Dan saat kunai itu hampir mengenai wanita itu.
Hirashin No Jutsu
Naruto hilang dalam kilatan kuning dan muncul tepat diarah kunai yang dilemparnya. Dengan cepat Naruto menangkap wanita itu dan menggendongnya ala bridel Style.
Setelah itu Naruto mendarat dibatang pohon dan menyandarkan wanita itu.
Tampaknya wanita cantik yang terlihat seperti berumur 20an dengan rambut perak serta Rambutnya panjang sampai ke punggungnya dengan anyaman yang panjang di setiap sisi dengan pita biru kecil diujungnya sedangkan sisanya dibiarkan tergerai sesuai dengan pakaian Maidnya. Ia tampak pingsan dan pada bagian perut sebelah kananya mengeluarkan darah.
"Darah ?? Sepertinya wanita ini terluka" ucap Naruto Ia menyentuh luka diperut wanita itu dan dari telapak tangannya mulai muncul chakra berwarna hijau, dan sepertinya itu warna chakra yang dimiliki oleh ninja medis.
Perlahan luka itu tertutup, sepertinya Naruto berhasil. Setelah seluruh luka itu menutup Naruto menghentikannya.
"Sudah aman" guman Naruto. Tapi wanita itu belum sadar juga. "Apa aku harus membawanya pulang" pikir Naruto.
Melihat keadaan hutan yang sangat rimbun dan gelap, Akhirnya ia memutuskan untuk membawa pulang wanita itu.
Sesampainya dirumah Naruto, ia langsung meletakan wanita itu ditempat tidur dan menyelimutinya, sedangkan dirinya sendiri memilih tidur di lantai.
~Rumah Naruto, Konohagakure~
Pagi ini burung berkicau begitu indah. Hingga akhirnya semua itu rusak oleh leparan barang-barang dari rumah Naruto "Hoiy hentikan...hoiy..." Naruto terus-terus mengelak dari barang-barang yang melayang kearahnya.
"Kau mesum, kenapa kau meniduri ku" Dan tentu saja pelaku pelemparan itu adalah wanita berambut putih yang Naruto tolong tadi malam.
"Apa maksud mu??" ucap Naruto masih mengelak.
"Dasar mesum, kau masih pura-pura belum mengerti" wanita itu tidak ada henti-hentinya melemparkan apa yang ia lihat..
'Gawat, dia salah paham' batin Naruto.
kecepatan kasat mata Naruto sudah berada di belakang wanita itu dan mencengkram tangan kanannya. Wanita itu terkejut melihat kecepatan Naruto.
"Hentikan" ucap Naruto. Akhirnya wanita itu berhenti melemparkan barang ke Naruto. Naruto pun melepas cengkramannya. Dan ia mengambil posisi duduk berhadapan dengan wanita itu.
"Hoiy...kau salah paham, aku bukan meniduri mu" ucap Naruto.
"Jadi kenapa aku berada disini ??" tanya wanita itu.
"Semalam aku melihat mu terjatuh dari lubang dimensi dan kau terluka. Keadaan hutan saat itu gelap gulita, aku tidak tega meninggalkan mu" ucap Naruto.
Wanita itu langsung membuka selimut yang ia pakai dan melihat lukanya sudah pulih. "Hilang ??" ucap Wanita itu.
"aku menyembuhkan luka mu" ucap Naruto. Wanita itu kembali menatap Naruto. "Apa kau tidak berbohong" ucap wanita itu memastikan.
"100% tidak" Naruto menggelengkan kepalanya.
Wanita itu masih menatap curiga Naruto. "Aku masih belum percaya" ucap kembali wanita itu.
"Huuftt...jika begini terus, aku akan betul-betul akan meniduri mu" Naruto menggoda wanita itu.
Wajah wanita itu menjadi merah padam. "K..k..kau mesum"
Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Naruto menjadi beku saat wanita itu mengarahkan jarinya ke Naruto.
"Eh.." ucap Wanita itu melihat Naruto membeku.
Krak..
Krak..
Pyaar..
Es yang membuat Naruto membeku menjadi hancur berkeping-keping. Wanita itu terkejut saat Naruto menghancur es itu dengan mudah.
"Hoiy...aku hanya becanda, kau mau membunuh ku ya" Naruto protes atas tindakan yang dilakukan wanita itu.
"Bagaimana kau bisa menghancurkannya" tanya wanita itu kagum.
"Oh..elemen es ya...itu mudah saja, aku hanya membuat uap dari tubuhku dan melemahkan esnya, jika sudah melemah, aku bisa menghancurkannya dengan cara menaikan tekanan chakra ku" Naruto menjelaskan hal itu pada wanita itu.
"Apa maksud mu chakra ??" tanya wanita itu.
"Eh...apa kau lupa, chakra itu sumber daya kita sebagai shinobi" ucap Naruto.
"Kita sekarang berada dimana ??" tanya lagi wanita itu.
"Kita berada di Konoha, salah satu desa besar yang ada selain 4 desa lain" jelas Naruto.
"Konoha ??.." wanita itu bangkit dari tempat tidur menunju sebuah jendela dan saat ia membuka jendela itu. Terlihat jelas hamparan desa konoha yang indah.
"Ini bukan Underworld atau pun dunia manusia" ucap wanita itu.
"Kau berbicara apa ??" tanya Naruto pada wanita itu.
"Siapa nama mu ??" tanya wanita itu. Dengan senyum khasnya Naruto menjawab. "Aku Naruto Uzumaki, Shinobi dari konoha" ucap Naruto.
"Naruto Uzumaki, aku mengucapkan terima kasih pada mu karena menyelamatkan ku. Baiklah, aku juga akan memberitahu siapa diriku..."
Naruto mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan wanita itu.
"Nama ku Grayfia Lucifuge, aku adalah ratu dari Raja Iblis Lucifer"
"Uahahahaha...apa ?? Ratu Raja iblis ??...uahahahaha..jangan becanda" Naruto tertawa mendengarkan perkataan wanita yang bernama Grayfia itu.
Sedangkan Grayfia kesal melihat Narutoo yang mengejeknya. "J..jadi kau tidak percaya"
"Jadi kau bilang bahwa diri mu itu iblis" ucap Naruto.
"Ya...lihat ini"
Basss
Grayfia mengekuarkan sayap hitam kalelawar dipunggungnya, Naruto sedikit takjub. "Wow..sayap" ucap Naruto.
"Ini adalah bukti bahwa aku iblis" ucap Grayfia. Kemudian Naruto memperhatikan seksama seluruh penampilan Grayfia. "Pakaian mu terlihat aneh, dan kau memiliki sayap" ucap Naruto.
"Aku bukan berasal dari dimensi ini" ucap Grayfia.
"Apa maksud mu ??" tanya Naruto.
"Aku berasal dari dimensi yang berbeda" jelas Grayfia.
"Jadi karena itu kau keluar dari lubang dimensi ??" tanya Naruto.
"Ya mungkin, aku tidak ingat soal kejadian itu" ucap Grayfia.
"Hmmm...baiklah, aku percaya kau adalah iblis, aku bisa merasakan energi kehidupan mu berbeda dari manusia." ucap Naruto seolah berfikir. "Tapi aku tidak yakin ada iblis secantik dirimu" ucap Naruto.
Wajah Grayfia kembali memerah. "A..apa yang kau fikirkan bodoh, kami iblis sama seperti manusia" ucap Grayfia.
"Jadi kalian bisa menikah dengan manusia ??" tanya Naruto.
"Tentu saja bisa, tetapi kami iblis hidup sampai beratus-ratus tahun, sedangkan manusia hanya sebentar" jelas Grayfia.
"Begitu ya...aku mengerti" ucap Naruto mengangguk. "Jadi sekarang berapa usia mu ??" tanya Naruto.
"Usia ku sudah ratusan tahun" ucap Grayfia.
"Wow..lamanya, tapi fisik mu seusia dengan ku" ucap Naruto.
"Ya seperti itu lah" ucap Grayfia. Kemudian Naruto bangkit dari duduknya.
"Jadi, kenapa kau bisa terluka ??" tanya Naruto
"Aki diserang oleh seseorang, tapi saat dia ingin menghabisiku, aku berhasil menteleport diriku terlebih dahulu" jelas Grayfia.
"Hmm...jadi itu yang membuat mu terlempar kesini" ucap Naruto.
"Dimensi ini sangat unik" ucap Grayfia
"Hm ? Unik ??" tanya Naruto.
"Ya..didimensi kami tidak ada manusia normal yang memiliki kekuatan, tapi didimensi ini semua manusia memiliki kekuatan" ucap Grayfia.
"Ahahaha...jadi itu ya. Kami menggunakan chakra sebagai sumber kekuatan, disini manusi itu disebut Shinobi" jelas Naruto.
"Shinobi ya, nama yang sedikit keren" ucap Grayfia.
Naruto bangkit dari duduknya. "Cepatlah ganti baju, kita harus ke kantor Hokage, tapi sebelum itu Kau bisa menggunakan baju ku dan jacket ku, pakaian mu terlihat sangat aneh" ucap Naruto.
"A..a..apa ??, baju mu ??? Tidaalkkkkkk"
To be Continue...
