Master of Solomon and Dark Magic

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

.

Namikaze Naruto

.

.

.

.

Supranatural, Fantasy, Adventure, Romance

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.

Setelah semua peserta selesai melakukan sparring, mereka di kumpulkan kembali dalam barisan seperti biasanya. Naruto berdiri dengan tanang, menatap ke atas podium, tempat berdirinya Kaisar, beserta Perdana Menteri yang sedang melakukan perundingan siapa saja yang akan lulus. Kiba yang sebelumnya menatap rendah pemuda Namikaze itu sekarang tidak bisa ngomong apa-apa, setelah melihat kemenangan mutlak yang di lakukannya dengan Uchiha bungsu sebelumnya, bahkan dirinya menjadi minder untuk mendekati pemuda itu, juga beberapa kalangan bangsawan yang masih tidak percaya dengan kemampuan pemuda tersebut, sedangkan dari kalangan rakyat biasa, ada yang menatap kagum, juga tertarik dengan kemampuan Naruto yang mampu mengalahkan salah satu dari penyihir keturunan bangsawan.

" Namikaze Naruto?" panggil seseorang membuat Naruto melirik ke kanan, terlihat seorang pemuda berambut hitam klimiks, berkulit pucat, menggunakan jas lengan panjang tertutup berwarna hitam, dengan kombinasi celana kulit hitam, serta sebuah grimoire berwarna sampul hitam, tersenyum ke arahnya.

" Ya?" tanya Naruto sedikit menaiki alis kanannya, bingung dengan pemuda yang ada di depannya itu.

' Shimura Sai, dia adalah putra tunggal dari Perdana Menteri Danzo. Pemuda ini menggunakan monster summon sebagai sihir yang di milikinya untuk bertarung.' batinnya bingung melihat wajah senyum kecil Sai.

" Perkenalkan, namaku adalah Shimura Sai. Seperti kamu dengar nama keluargaku, aku adalah putra dari Perdana Menteri Shimura Danzo. Aku hanya ingin mengucapkan atas kemenanganmu melawan Uchiha Sasuke sebelumnya." katanya sedangkan Naruto sedikit tersentak mendengar pelunturan pemuda sebayanya itu. Menaiki sudut bibir kanannya sedikit, Naruto menatap kembali ke depan.

" Itu hanya kebetulan saja aku menang melawan dia. Dirinya belum menunjukkan semua kemampuan yang di milikinya, dan aku yakin, jika Uchiha Sasuke masih memiliki kemampuan-kemampuan mengerikan lainnya yang masih di sembunyikannya." katanya membuat Sai tersenyum kecil mendengarnya.

' Begitupula dirimu yang memiliki kemampuan lain yang masih di sembunyikan. Aku juga penasaran dengan kemampuan yang kamu miliki, Naruto.' batinnya.

" Baiklah Para Peserta! Kami akan mengumumkan siapa-siapa saja yang lulus, dan di angkat menjadi seorang Magic Knight Konoha!" seru Danzo, membuat semua peserta menjadi tegang. Shion melipat kedua tangannya di depan dada sambil memejamkan kedua matanya, berdoa dengan khyusuk kepada pemuda yang di cintainya itu, begitupula Sara dan Kimimaro yang berdiri tegang, menunggu hasil pengumuman peserta yang akan menjadi Magic Knight Konoha. Danzo menatap ke belakang, terlihat Hiruzen yang mengangguk sekali ke arahnya. Tersenyum kecil, pria tersebut kembali menatap ke arah arena, tempat berdirinya semua peserta Magic Knight, dan mata topaznya tidak lepas dari pemuda Namikaze yang berdiri di samping putra satu-satunya itu. Menarik nafas sejenak, kemudian dirinya menghembuskan kembali, berseru.

" Dari 426 peserta Magic Knight yang mengikuti ujian, yang kami nyatakan lulus, hanyalah 218 orang peserta untuk tahun ini!" serunya membuat semua orang yang mendengarnya menjadi tegang.

" Aku akan membacakan 10 besar peserta yang lulus di ujian ini, maka sisanya, akan kami tempelkan di dinding pengumuman setelah acara ini selesai." lanjutnya, membuat semua orang menunggu. Danzo menatap seluruh wajah cemas, juga peserta dari kalangan rakyat berdoa supaya mereka lolos. Tersenyum kecil, dirinya kemudian berseru.

" Rangking 10, jatuh di tangan Shimura Sai!?" serunya yang kemudian seluruh peserta menatap ke arah Sai yang tersenyum, juga tepukan-tepukan tangan meriah di berikan untuknya.

" Rangking 9 jatuh di tangan Nara Shikamaru. Rangking 8 jatuh di tangan Haruno Sakura. Rangking 7 jatuh di Akamichi Chouji. Rangking 6 jatuh di tangan Inuzuka Kiba, Rangking 5 jatuh di tangan Yamanaka Ino, Rangking 4 jatuh di tangan Hyuga Hinata, Rangking ke 3 jatuh di tangan Hyuga Neji. Rangking ke 2 jatuh di tangan…." putusnya menatap ke arah seluruh peserta, juga para penonton yang menunggu kelanjutannya. Menyengir dalam hati, pria tersebut melanjutkan kembali.

" Uchiha Sasuke."

DUARRRRR!

Bagai ledakan bom dahsyat, seluruh peserta, penonton, juga bangsawan yang mendengar pernyataan dari Perdana Mentri tersebut membatu, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Uchiha Sasuke, yang mereka kenal sebagai sosok seorang jenius, anak dari mantan perwira tinggi Konoha, juga adik dari Kapten Kesatuan Pertahanan Uchiha Itachi, menjadi orang nomor 2.

" Dan, untuk pemegang rangking 1, jatuh pada…." katanya terputus kembali, dimana Sai yang melirik ke arah Naruto yang sedari tadi memejamkan kedua tangannya, seperti tidak peduli dengan peringkat ujian ini.

" Jatuh kepada Namikaze Naruto!" serunya lantang membuat seluruh orang yang mendengarnya syok. Tidak percaya, terkejut, tersenyum lebar, menangis, adalah gambaran-gambaran wajah orang-orang sekarang.

" YAYYYYYYYYY! NARU! KAMU BERHASIL!" seru Shion lantang, sambil melompat ke udara, dengan air mata yang keluar di kedua pelupuk matanya, membuat semua orang menatap ke arahnya, juga anak-anak panti melompat kegirangan, jika abang yang mereka kagumi itu menjadi orang nomor satu. Sara yang mendengar pelunturan dari Perdana Menteri tersendu-sendu, begitupula Kimimaro yang tersenyum bangga kepada pemuda yang sudah dia anggap anaknya sendiri. Masih dalam kedua mata terpejam, Naruto tersenyum tipis mendengar teriakan-teriakan bahagia orang-orang terdekatnya, yang kemudian dirinya membuka kedua matanya, iris azure tajamnya menatap ke arah Kaisar juga Perdana Mentri yang menatap ke arahnya sambil tersenyum. Tepukan-tepukan tangan meriah terdengar, membuat Shion menatap sekeliling sambil tersenyum lebar, kemudian menatap ke arah sosok Naruto yang membalikkan tubuhnya, menatap ke arah mereka sambil memberikan senyum menawanya. Bibir Shion bergetar melihat senyum menawan pemuda yang di cintainya itu, jatungnya berdebar dengan tidak karuan, juga tatapan matanya yang biasanya tajam, kini di penglihatannya menjadi lembut.

" KAK NARU!" teriak semua anak-anak panti itu, berlari berhamburan mendekati ke arah Naruto yang membuka kedua tangannya, kemudian berjongkok, terlihat semua bocah-bocah tersebut menubruk pemuda tampan tersebut, tidak menghiraukan peserta-peserta lain, juga penonton yang ada di atas podium. Kimimaro menepuk pundah Shion, membuat gadis cantik tersebut tersentak, menatap ke arah pria berambut putih tersebut tersenyum ke arahnya, kemudian mengarahkan dagunya ke samping, menunjukkan untuk bergabung dengan yang lainnya. Shion langsung mengelap jejak air matanya, tersenyum pasti ke arah pria tersebut, yang kemudian berlari, bergabung dengan Naruto yang di kerumuni oleh anak-anak panti lainnya. Naruto tertawa pelan melihat tingkah adik-adiknya itu, sambil mengelus beberapa rambut adik-adiknya itu.

" Naruto!" seru suara seseorang, membuat Naruto menatap ke depan, terlihat Shion yang berlari ke arahnya sambil ngos-ngosan. Membangkitkan tubuhnya, Naruto berlari kecil ke arah Shion, membuka kedua tangannya, yang langsung saja memeluk tubuh mungil Shion erat, membuat gadis tersebut membulatkan kedua matany, karena di perlakukan tiba-tiba oleh pemuda yang di cintainya itu.

" Na-naru…" panggilnya terbata.

" Terima kasih." bisik Naruto pelan, membuat Shion bingung mendengarnya.

" Terima kasih selalu ada di sampingku. Terima kasih selalu mendukungku. Terima kasih selalu menyemangatiku. Dan….." kata Naruto terputus yang kemudian mendekatkan wajahnya di telinga kanan gadis tersebut, membuat degup jantung Shion berdetak kecang menunggu kelanjutannya.

" Terima kasih, karena sudah mencintaiku." bisiknya tepat di telinganya, membuat Shion membulatkan kedua matanya. Mendorong keras dada bidang pemuda tampan tersebut, kemudian dirinya menatap ke arah Naruto yang tersenyum lembut ke arahnya.

" Ka-kam-mu ta-tah-hu…" kata Shion terbata, membuat Naruto melepaskan pelukannya, menggaruk pipi kanannya dengan jari telunjuknya, terlihat rona pink tipis keluar di kedua pipinya.

" I-iya. Kak Kimimaro dan kak Sara yang cerita jika kamu menyukaiku, Shion. Aku setelah mengetahuimya, lalu mencoba memperhatikanmu, ya walaupun kadang kamu cerewet kalau aku lupa makan. Tapi, semua yang ada kamu miliki, bisa membuatku bertekuk lutut kepadamu." jawabnya malu, membuat Shion yang mendengarnya membatu, tapi tidak lama setelahnya, seluruh wajahnya berubah menjadi warna tomat, sampai ke leher dan telinga, menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya. Naruto yang tersadar, kemudian dirinya mengambil sesuatu di tas pinggang miliknya, kemudian terlihat sebuah kalung perak, dengan liontin bintang segi enam seperti miliknya.

" Shion." panggilnya membuat gadis tersebut mencoba menatap ke arah pemuda tampan tersebut, walaupun wajahnya masih merah, akibat kalimat cinta tidak langsung darinya itu. Naruto kemudian mengalungkan kalung perak tersebut ke leher gadis cantik tersebut, membuat Shion menatap ke arah liontin itu bingung.

" Kalung ini akan menjagamu, karena kalungmu terikat sama dengan kalung milikku ini. Jika kamu dalam bahaya, maka kalung yang aku miliki akan bereaksi. Sama seperti dengan cincin Bang Kimimaro, anting Kak Sara, juga kalung-kalung anak panti lainnya." jelas Naruto sambil tersenyum, membuat Shion menatap tidak percaya ke arahnya. Seperti teringat sesuatu, Naruto kemudian mengeluarkan sesuatu kembali dari tasnya, terlihat sebuah cincin emas putih, dengan ukiran bintang segienam dan permata hitam kecil, di setiap sudut bintang tersebut. Naruto mengambil telapak tangan kanan Shion, kemudian dirinya memasukkan cincin tersebut di jari manis gadis tersebut, yang ternyata sangat pas. Shion menatap tidak percaya, kemudian menatap ke arah Naruto yang tersenyum puas akan perbuatannya, kemudian pemuda tampan itu menatap ke arah gadis tersebut.

" Cincin ini adalah buatanku sendiri. Ini adalah cincin yang sama dengan milikku." katanya sambil memperlihatkan telapak tangan kanannya juga, terlihat cincin yang sama seperti yang di pasangkan oleh pemuda tersebut. Bibir Shion bergetar, matanya memasan kembali, karena akan menangis kembali, tetapi Naruto menepuk puncak kepala gadis tersebut dengan lembut.

" Aku akan menjadi seorang Magician Knight terhebat. Jadi tunggulah aku, Shion." kata Naruto, membuat Shion menghapus air matanya yang hampir keluar, memberikan senyum termanisnya kepada pemuda tampan tersebut.

" Tentu Naru. Aku akan menunggumu sampai kamu menjadi pria nomor satu di Kerajaan ini." katanya membuat pemuda tersebut tersenyum tipis mendengarnya.

" Kyaaa! Bang Naru dan Kak Shion tunangan!" pekik bocah perempuan, membuat Shion merona mendengarnya, sedangkan Naruto terkekeh mendengarnya.

" Sekarang Kak Naru dan Kak Shion tunangan, kemudian menikah, kemudian punya anak. Kami nanti punya adik!" pekik bocah perempuan lainnya kegirangan, membuat Shion semakin merona mendengar celoteh polos mereka. Naruto hanya tertawa pelan, lalu mengelus lembut rambut mereka.

" Naruto." panggil Sara, membuat Naruto menghadapkan wajahnya ke arah wanita cantik bersurai merah tersebut, beserta Kimimaro yang ada di sampingnya. Sara memeluk pemuda tampan tersebut, menepuk lembut pundak pemuda tampan tersebut.

" Selamat atas keberhasilanmu, Naruto." kata sara tulus, membuat Naruto membalas pelukan wanita cantik tersebut.

" Terima kasih, Kak Sara." balasnya, yang kemudian Sara melepaskan pelukannya, tersenyum tipis ke arah pemuda tampan tersebut. Kimimaro berjalan mendekati pemuda tersebut, menepuk pelan bahu kanan Naruto sambil tersenyum, membuat Naruto membalas senyuman pria tersebut, mengangguk paham.

" Namikaze Naruto." terdengar suara berwibawa seseorang, membuat Naruto, Shion, Sara, Kimimaro juga anak-anak panti menatap ke arah asal suara tersebut, terlihat Hiruzen, Danzo dan Sai yang ada di belakang ayahnya tersebut.

" Yang Mulia Kaisar dan Perdana Menteri." kata Naruto sopan sambil membungkukkan badannya sedikit, diikuti yang lainnya. Hiruzen dan Danzo tersenyum melihat pemuda tampan tersebut.

" Selamat atas keberhasilanmu, Naruto. Aku sangat bangga, ada penyihir dari rakyat bisa bisa menang melawan salah satu penyihir bangsawan terkuat Konoha." kata Hiruzen tulus, membuat Naruto tersenyum tipis mendengarnya.

" Hamba hanya beruntung saja, Yang Mulia Kaisar. Hamba yakin jika Uchiha Sasuke masih memiliki teknik sihir mengerikan yang masih dirinya sembunyikan." rendah Naruto sambil membungkuk sedikit dalam ke arah kedua orang penting tersebut. Danzo hanya menggeleng pelan mendengar perkataan pemuda tampan tersebut.

" Tidak mungkin hanya beruntung saja. Aku juga sudah melihat kemampuan hebat yang kamu miliki. Di usia 16 tahun, kamu sudah bisa mengsummon 2 makhluk sihir dengan mudah, padahal penyihir bangsawan saja, paling muda mereka bisa mengsummon 2 makhluk sekaligus di usia 20an. Kamu memang seorang jenius, Naruto." kata Danzo mengeluarkan penilaiannya, membuat Naruto tersenyum, kemudian meluruskan tubuhnya.

" Sungguh terhormat, hamba dari rakyat biasa di bilang jenius oleh Perdana Menteri yang di juluki 'West Wind' Konoha juga di beri pujian oleh sang 'Profesor' yang mengetahui semua sihir di dunia sihir ini." kata Naruto sambil tangan kanannya di letakan di pundak kirinya, membuat Danzo dan Hiruzen tertawa mendengarnya.

" Tapi sejujurnya Naruto, aku sangat penasaran dengan kemampuan sihir yang kamu miliki. Bolehkah aku melihat grimoire milikmu?" tanya Hiruzen membuat Naruto sedikit ragu, tapi akhirnya mengangguk pelan.

" Tentu saja, Yang Mulia Kaisar." katanya sambil menyerahkan grimoirenya kepada Hiruzen. Baru saja telapak tangan Hiruzen mendekati grimoire miliknya itu, tiba-tiba saja, petir-petir hitam menyelimuti grimoire itu, menampar telapak tangan Kaisar tersebut, membuat Hiruzen, Danzo juga Sai terkejut melihat kejadian di hadapan mereka.

" Maaf sebelumnya Yang Mulia Kaisar, tapi grimoire milik Naruto memang tidak bisa di sentuh oleh orang lain. Saya juga dulu penasaran dengan sihir di grimoire miliknya, juga di tampar oleh petir hitam itu. Dulu pernah saya tanya kepada Naruto apa itu perbuatan dirinya, tapi dia menjawab jika dirinya tidak tahu apa-apa tentang hal tersbeut." jelas Kimimaro membuat Hiruzen menatap ke arah grimoire tersebut, yang sudah seperti kembali normal, kemudian menatap tangannya, terlihat seperti bekas cambukkan di telapak tangannya. Tersenyum tipis, Hiruzen mengangguk paham.

" Sepertinya grimoire ini memang hanya ingin tuan saja yang menggunakannya." nilai Hiruzen sambil tersenyum tipis, walaupun dalam hati sedikit kecewa tidak bisa melihat keterangan sihir-sihir yang ada di dalam grimoire tersebut. Naruto hanya tersenyum tipis mendengar pelunturan Kaisar tersebut.

" Benar juga. Magician Knight di haruskan tinggal di kerajaan. Naruto, apa kamu sudah membawa barang-barangmu?" tanya Danzo yang di jawab anggukan oleh pemuda Namikaze tersebut. Shion memberikan tas ukuran sedang berwarna coklat kepada pemuda tampan tersebut, yang di terima oleh Naruto sambil memberikan senyum tipis kepada gadis cantik tersebut. Menatap ke arah Hiruzen yang tersenyum ke arahnya, pemuda Namikaze itu mengangguk.

" Aku sudah siap. jadi, dimana aku akan berkumpul dengan yang lainnya?" tanyanya, membuat Danzo melirik ke arah putranya, membuat Sai mengangguk paham, kemudian dirinya memberikan sebuah kertas kepada Naruto.

" Ini adalah tempat dimana kita akan berkumpul Naruto." katanya yang dimana Naruto menerima kertas tersebut, membaca sekilas, mengangguk. Pemuda tampan tersebut kemudian menatap ke arah Kimimaro, sara juga adik-adiknya, tersenyum.

" Doakan Naru agar sukses Kak Kimimaro, Kak Sara dan kalian semua. Naru akan berjuang keras untuk menjadi Magician Knight hebat kelak." katanya, yang di jawab anggukan oleh mereka.

" Jaga dirimu baik-baik di sana Naruto. Kakak dan yang lainnya akan selalu mendoakanmu untuk mencapai impianmu." kata Kimimaro tulus, yang di jawab anggukan pelan oleh pemuda tampan tersebut, kemudian dirinya menatap ke arah Shion, yang tentu saja membuat gadis cantik tersebut tersentak, memalingkan wajahnya ke arah lain. Berjalan mendekati gadis tersebut, membuat Shion semakin gugup. Tiba-tiba saja, tangan kanan Naruto melingkar pundak gadis tersbeut, yang langsung saja di tariknya ke dadanya, membuat Shion terkejut seketika.

Kiss…

Naruto mengecup kening gadis tersebut lembut, membuat Shion membulat kedua matanya, sedangkan kimimaro dan Sara tersenyum, juga adik-adik Naruto yang menatap berbinar kejadian yang ada di depan mata mereka, karena impian mereka selama ini akhirnya terjadi. Melepaskan kecupannya, Naruto menyisir poni Shion dengan lembut, tersenyum.

" Jaga dirimu baik-baik. Aku akan kembali menjempunmu, Shion." kata Naruto lembut, membuat gadis bermata lavender pucat tersebut membulat, tapi tidak lama setelahnya, dirinya tersenyum, mengangguk.

" Aku akan menunggumu, Naru." jawabnya lembut membuat Naruto tersenyum kecil mendengarnya.

" Forneus." panggil Naruto yang tiba-tiba saja, dari dalam tanah lapangan tersebut, melompatlah seekor hiu raksasa berwarna biru gelap, kemudian berenang mendekati ke arah Naruto, juga Shion yang terkejut melihat mahkluk laut tersebut. Menatap kembali untuk terakhir kembali, Naruto memberikan senyum kecil, kemudian dirinya melompat ke atas kepala hiu raksasa tersebut.

" Aku pergi dulu." pamitnya, yang di jawab anggukan oleh Kimimaro, Sara, Hiruzen, juga Danzo.

" Ayo berangkat, Forneus." katanya yang setelahnya, hiu raksasa tersebut berenang ke udara, meninggalkan mereka semua. Shion yang melihat kepergian pemuda tampan tersebut, berjalan beberapa langkah, tampa melepas pandangannya ke punggung pemuda tampan tersebut.

" SEMOGA SUKSES NARU!" teriaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Naruto yang terbang bersama Forneus, menatap kembali ke brosur yang di berikan oleh Sai. Pemuda Namikaze tersebut menatap ke bawah, terlihat istana megah yang berdominasi warna merah bata, dengan bendera lambang lidah api, berdiri kokoh di bawahnya.

' Akhirnya, akhirnya aku menjadi seorang Magician Knight. Ini adalah tahap pertamaku untuk mencapai tujuanku.' batinnya dengan kedua tangannya yang terkepal erat, sedangkan Forneus melirik ke atas, menatap ke arah tuannya itu, seperti memahami apa yang di pikirkan oleh pemuda tampan itu. Tersentak, dirinya melihat sebuah lapangan luas tempat dirinya nanti akan pergi ke pertemuan para Magician Knigh baru.

" Forneus." kata Naruto, yang seakan mengerti, hiu raksasa tersebut menurunkan tubuhnya ke bawah, berenang cepat ke arah lapangan yang di maksud pemuda Namikaze itu. Mendarat dengan tenang di atas lapangan belakang istana, Naruto kemudian melompat turun dari atas kepada hiu raksasa panggilannya. Membalikkan badannya, Naruto menatap ke arah Forneus yang juga menatap ke arahnya. Tersenyum tipis, tangan kanannya terangkat, mengelus lembut moncong hiu raksasa makhluk iblis itu, membuat Forneus memejamkan keenam matanya, sambil mengeluargan legukan nikmat.

" Terima kasih Forneus. Sekarang, kamu bisa kembali lagi ke Neraka. Aku akan memanggilmu kembali jika aku membutuhkan bantuanmu." kata Naruto lembut, membuat Forneus mengangguk sekali, yang kemudian, perlahan-lahan tubuhnya menghilang dalam kumpulan bintang-bintang kecil. Setelah semua bintang menghilang di hadapan Naruto, perlahan-lahan, senyumannya menghilang, di gantikan wajah datar biasa yang dirinya gunakan. Berjalan masuk ke dalam, sambil tangan kanannya menggengam tasnya, sedangkan tangan kirinya memegang brosur peta yang di berikan oleh Sai. Berjalan dalam diam, dirinya sesekali melirik ke arah brosurnya, kemudian berjalan tenang masuk ke dalam kerajaan. Interior-interior di dalamnya begitu megah, juga tumbuhan-tumbuhan yang ada di setiap sudut jalan tumbuh dengan indah.

" Ah!? Kamu Namikaze Naruto, benar?!" terdengar suara seruan seseorang dari belakang, membuat Naruto berhenti, menatap ke belakang, terlihat seorang pemuda dengan rambut mangkok hitam klimiks, memiliki bola mata bundar dengan iris malam yang indah dengan alis mata yang cukup tebal, menggunakan jubah sihir berwarna hijau muda, dengan motif daun-daun berterbangan, terlihat sebuah grimoire bersampul hijau di pinggangnya, dengan lambang pusaran angin, serta sebuah tas yang cukup besar di tentengnya. Pemuda tersebut sampai di samping Naruto yang sedikit heran karena tiba-tiba saja memanggilnya.

" Ah maaf, aku lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan, namaku Rock Lee, aku adalah pengguna sihir angin. Aku juga berasal dari rakyat biasa sepertimu, Naruto." kata Lee tersenyum lebar, sambil menyodorkan tangan kanannya. Naruto mengangguk sekali, menjabat tangan pemuda tersebut.

" Namikaze Naruto. Salam kenal." katanya, yang kemudian melepaskan jabatan tangan terhadap pemuda hijau tersebut. Lee menatap ke arah brosur yang di pegang oleh pemuda tersebut, tersenyum lebar.

" Berkenang jika aku ikut bersamamu?" tanya Lee menatap ke arah Naruto dengan senyum lebarnya, sedangkan Naruto hanya menaiki alis kanannya sebentar, kemudian mengangguk sekali.

" Tidak masalah." jawabnya singkat, membuat Lee tersenyum bahagia mendengarnya. Naruto membalikkan tubuhnya, berjalan duluan, diikuti Lee yang berjalan di samping pemuda tersebut. Selama perjalanan, mereka berdua hening, tidak ada yang memulai percakapan. Naruto memang sudah biasa dengan suasana tenang, sedangkan Lee yang memang orangnya energik, kadang-kadang mencuri-curi pandang ke arah Naruto yang sesekali membaca brosurnya.

" Ada yang aneh dengan wajahku, Rock Lee?" tanya Naruto tiba-tiba membuat Lee tersentak kaget, menatap ke arah pemuda Namikaze itu yang membaca brosur miliknya. Menghadapkan wajahnya ke arah pemuda hijau tersebut, membuat Lee langsung salah tingkah dengan wajah yang tersipu malu.

" Ah… um… ti-tid-dak Na-namikaze." jawabnya gugup. Tidak peduli dengan keadaan Lee sekarang, Naruto berjalan kembali, terlihat di depan mereka sebuah pintu besar berwarna putih pucat yang merupakan tempat tujuan mereka. Membuka pintu besar tersebut, terlihat kumpulan peserta yang lulus sebelumnya berada di sana, menatap ke arah mereka. Naruto berjalan percaya diri masuk ke dalam, sedangkan Lee berjalan gugup di samping pemuda tersebut.

" Naruto." sapa seseorang, membuat Naruto menatap ke arah Sai yang memberikan senyum ke arahnya.

" Tuan muda Shimura Sai." sapa Naruto sopan, membuat Sai tertawa pelan, kemudian dirinya menggeleng.

" Sai sudah cukup Naruto. Tidak perlu formal kepadaku cuma karena aku adalah putra Perdana Menteri." kata Sai membuat Naruto menarik sudut bibirnya sedikit, mengangguk sekali.

" Sebenarnya, kenapa kita di kumpulkan di sini, Sai?" tanya Naruto, membuat Sai tersenyum ke arahnya.

" Di dalam sistem Magician Knight, Penyihir baru akan di bimbing oleh masing-masing ketua pasukan, yang kemudian mereka akan menjelaskan semua tugas pasukan-pasukan setiap Kesatuan. Kita akan di beri brosur untuk memilih squad mana yang akan kita masuk, dan menjadi pasukan dari Jendral setiap squad, akan tetapi, kita akan di bagi kelompok lagi, untuk menjadi anak buah dari Kapten masing-masing squad yang di pimpin." jelas Sai membuat Naruto mengelus dagunya, tertarik.

" Ngomong-ngomong, kamu akan masuk ke squad apa, Sai?" tanya Naruto ingin tahu.

" Aku akan masuk squad pasukan angkatan udara. Grimoire milikku rata-rata sihir pemanggil makhluk-makhluk tipe angin, juga sihir yang aku miliki membantu situasi area langit. Kalau kamu, Naruto?" tanya Sai penasaran, sedangkan Naruto hanya mengangkat bahu acuh.

" Aku ingin melihat Jendral juga Kapten setiap squad dulu, baru aku bisa memutuskan." jawabnya membuat Sai mengangguk paham mendengarnya. Pintu pojok kanan ruangan tersebut terbuka, membuat semua orang yang sebelumnya ribut, menjadi hening, menatap ke arah pintu tersebut. Terlihat Danzo muncul dari pintu tersebut, diikuti beberapa orang lainnya yang mengekor di belakangnya. Danzo berserta yang lainnya menghadap ke arah para Magician muda, menatap mereka dari kiri kemudian ke kanan. Ketika matanya bertemu dengan Naruto, pria tersebut tersenyum kecil, membuat pemuda Namikaze tersebut tersentak, kemudian dirinya sedikit membungkuk hormat sambil memberi senyum kecil.

" Baik. Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada kalian semua yang lulus masuk menjadi seorang Magician Knight." kata Danzo membuka percakapan.

" Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga Konoha memiliki Ksatria muda menjanjikan. Aku ingin kalian semua bersumpah, mengorbankan nyawa kalian untuk melindungi kerajaan, rakyat, juga orang-orang yang kalian kasihi sampai titik darah terakhir. Kita tahu, jika Konoha merupakan Kerajaan sihir terkuat di antara 4 Kerajaan lainnya, tapi bukan berarti kita boleh lengah. Kita juga harus tetap waspada dengan serangan dadakan dari kerajaan lain." lanjutnya membuat semua knight muda terdiam mendengarnya.

" Kalau begitu, mari aku perkenalkan Jendral AD, Marsekal AU, Jendral Kepolisian Kerajaan, Jendral Inteligen Kerajaan Konoha. Uchiha Obito, adalah Jendral Besar Angkatan Darat Kerajaan Konoha. Seperti yang pernah yang kalian dengar, beliau menjabat menjadi seorang jendral besar di usia 31 tahun, termasuk Jendral muda. Berkat kecerdasannya juga dirinya termasuk dalam kalangan bangsawan Uchiha, beliau sudah mendapat banyak penghargaan dari Kerajaan, baik dalam kemampuan, maupun kecerdasaanya." jelas Danzo yang kemudian terlihat sosok pria tegap berambut hitam pendek, dengan jubah biru tua yang menutupi jas kulit lengan panjang berwarna hitam, di kombinasi dengan celana kulit warna senada pula, beberapa aksesoris terlihat di jas sebelah kanannya, dan jangan lupa, sebuah grimoire yang ada di pinggang kanannya. Seluruh orang bertepuk tangan melihat sosoknya, tidak kala beberapa penyihir wanita remaja tanggung menatap memuja ke arahnya, terpesona dengan kharisma pria tersebut.

" Berikutnya adalah Marsekal AU Sarutobi Asuma. Seperti yang kalian tahu, beliau adalah putra dari Kaisar Konoha, Sarutobi Hiruzen. Seperti Jendral Uchiha Obito, beliau juga memiliki rekor yang hampir sama dengan penguasa darat tersebut. Walaupun beliau adalah seorang perokok berat, tapi jika Marsekal Asuma serius, tidak ada hari esok untuk kalian." kata Danzo sedikit bercanda, membuat beberapa orang yang mendengar menahan tawa, sedangkan pria dengan brewok, bermata coklat jerni, dengan jas kulit coklat muda beserta celana panjang kulit hitam miliknya itu menggaruk rambutnya yang tidak gatal mendengar candaan Perdana Mentri tersebut.

" Selanjutnya adalah Jendral Inteligen Konoha, Morino Ibiki. Beliau adalah sosok orang yang tegas, keras, juga disiplin. Sebagai seorang Inteligen sejati, Morino-san menunjukkan kecerdasan, juga kemampuan yang sangat membanggakan Kerajaan kita. Aku dengar tes masuk untuk bergabung dengan beliau sangatlah sulit, jadi, jika diantara kalian yang ingin masuk ke dalam badan inteligent, persiapkan mental masing-masing." jelas Danzo yang kemudian maju seorang pria muscle dengan dua luka gores di wajahnya, menggunakan jubah panjang berwarna hitam, dengan di dalamnya jas warna abu-abu dan celana panjang hitam.

" Yang terakhir, Jendral Besar Kepolisian Kerajaan, Hatake Kakashi. Beliau adalah salah satu dari penyihir rakyat biasa yang membanggakan Kerajaan Konoha, bisa memegang jabatan sebagai Jendral Kepolisian. Prestasi yang di milikinyapun tidak main-main, dan Kaisar biasanya mempercayai beliau untuk membantu satuan AD Konoha, jika keadaan genting. Tapi perlu berhati-hati untuk kalian para gadis-gadis muda, dia adalah seorang pria mesum tingkat akut." kata Danzo membuat Obito tertawa terpingkang-pingkang mendengarnya, begitupula semua orang yang mendengar tertawa. Kakashi hanya mengangkat bahu acuh, kemudian membaca sebuah buku orange yang dia ambil dari saku celana belakangnya. Naruto yang mendengar semua penjelasan dari perdana mentri hanya memijit tulang hidungnya pelan sambil memejamkan kedua matanya.

' Hatake Kakashi dan Morino Ibiki. Kedua Jendral tersebut berasal dari penyihir kalangat rakyat biasa. Menurut rumor, memasuki baan inteligen, peserta akan di uji kemampuan mental, kecerdasan, memecahkan sandi rumit, dan di latih menjadi mata-mata handal untuk memata-matai kerajaan lain, sedangkan di badan kepolisian yang di pimpin oleh Hateka Kakashi, di wajibkan untuk menguasai sihir bertahan dan menyerang, juga tugas mengawasi keadaan Kerajaan Konoha empat penjuru. Hatake Kakashi menggunakan sihir Petir dengan sihir elemen tanah, sedangkan Morino Ibiki adalah sihir besi.' pikirnya, kemudian dirinya mengingat-ingat kembali kemampuan juga penghargaan yang di pernah di raih oleh dua Jendral besar tersebut.

" Jika ada yang ingin kalian tanyakan, bisa sekarang." kata Danzo, yang tentu saja kesempatan tersebut tidak di sia-siakan oleh Naruto.

" Bolehkan saya bertanya?" tanyanya sambil mengangkat tangan kanannya, membuat semua orang langsung menatap ke arahnya. Danzo yang melihat pemuda tampan tersebut tersenyum, mengangguk.

" Tentu saja, Naruto." katanya.

" Jika ingin masuk dalam Kepolisian Kerajaan, apa ada ujian khusus? Karena saya pernah dengar jika tes yang di ambil adalah tes tertulis dan tes kesehatan." katanya yang langsung membuat semua penyihir muda tertarik mendengar pertanyaan pemuda tersebut.

" Apa kamu berencana untuk masuk ke Kepolisian Kerajaan, Naruto?" tanya Sai tertarik, membuat Naruto menarik sudut bibir kanannya.

" Iya. Sejujurnya, Jendral Hatake Kakashi adalah sosok magic knight yang sangat saya kagumi. Beliau di angat menjadi seorang kapten pada usia 18 tahun, lebih muda 2 tahun dari Uchiha Itachi, kemudian prestasi yang sangat saya kagumi adalah pada saat perang melawan kerajaan Petir, 6 tahun lalu, dan itu pada saat beliau berumur 24 tahun. Dirinya dengan 8 orang pasukan bisa mengalahkan hampir 500 pasukan penyihir. Kalau tidak salah, Jendral Hatake Kakashi di kirim karena pasukan AD kekurangan bala bantuan, yang katanya akan tiba beberapa hari kedepan. Dari situ saya mulai kagum dengan beliau. Kecerdasan, kedisiplinan, ketekunan juga kemampuan yang beliau miliki sangatlah luar biasa." jelas Naruto panjang lebar, membuat semua jendral yang mendengarnya berdecak kagum, karena menjelaskan dengan detail. Kakashi yang mendengar penjelasan Naruto tersenyum kecil, kemudian dirinya menutup buku orangenya, menatap lurus ke arah pemuda tampan tersebut.

" Kamu Namikaze Naruto, bukan?" tanya Kakashi yang di jawab anggukan mantap oleh pemuda tersebut.

" Aku dengar jika pada saat penerimaan knight muda, kamu menang melawan Uchiha Sasuke, apa aku benar?" tanya Kakashi membuat Naruto sedikit membungkukkan badannya.

" Hamba tersanjung di puji oleh Jendral yang di juluki ' Blue Fang' dari Konoha. Pertandingan tersebut hanya keberuntungan hamba, karena hamba yakin, Uchiha Sasuke masih belum menunjukkan semua kemampuan yang di milikinya." jawab Naruto merendah, membuat Kakashi tersenyum mendengarnya.

" Benar, memang ada tes khusus yang aku berikan untuk para knight muda yang berencana bergabung ke dalam Kesatuanku." jawab Kakashi membuat Naruto meluruskan tubuhnya, menatap tertarik ke arah Jendral berambut perak tersebut.

" Jika hamba boleh tahu, apakah tes tersebut?" tanya Naruto penasaran.

" Bertarung denganku dan membuatku terkesan." jawab Kakashi singkat membuat Naruto sedikit membulatkan kedua matanya. Kakashi yang melihat perubahan ekspresi Naruto menyengir dalam hati, dan dirinya mencoba memancing pemuda tersebut agar bergabung dengan Kesatuan miliknya.

" Kenapa? Apa kamu ragu bisa membuatku terkesan, Namikaze Naruto?" tanyanya menantang. Dirinya tahu, jika ketiga jendral tinggi lainpun pasti tertarik dengan pemuda tersebut, terlebih lagi rival sekaligus sahabatnya, Uchiha Obito. Kemampuan yang di miliki pemuda tampan itu sangat menarik perhatiannya, apalagi sudah bisa mengsummon dua monster sekaligus tanpa masalah di kalangan penyihir rakyat biasa. Naruto yang merasa tertantang, mengeluarkan sengiran andalannya.

" Tentu saja tidak. Saya pasti akan membuat anda berkesan dengan kemampuanku. Jika anda ingin mengujiku sekarang, saya siap." jawab Naruto yakin, membuat Kakashi menatap ke arah Danzo, terlihat perdana menteri tersebut mengangguk ke arahnya. Menatap kembali ke arah Naruto, dirinya menyimpan buku orange miliknya tersebut.

" Baik. Aku akan mengujimu sekarang." katanya membuat semua peserta terkejut

" Sebelumnya, kita pergi ke halaman tengah istana. Di sana tempat yang lumayan luas untuk pertarungan kalian berdua." ajak Danzo tertarik dengan pertandingan kedua pria tersebut, dan dirinya tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menyaksikan kemampuan lain pemuda Namikaze tersebut.

.

.

.

.

.

.

Mereka semua akhirnya tiba juga di istana tenga kerajaan. Kakashi yang berdiri di tengah lapangan dengan Naruto ada di hadapannya, di pisahkan jarak 10 meter, terlihat pemuda tampan tersebut sangat bergairah untuk melawan dirinya. Di sisi penonton, Obito menghembuskan nafas lelah, situasi di tengah lapangan tersebut.

" Padahal aku harap pemuda itu bergabung dengan AD. Kenapa selalu Kakashi yang mendapatkan knight yang sangat hebat?" kesalnya, membuat Danzo, Asuma, Ibiki juga beberapa prajurit dari Inteligen, kepolisian dan AU terkekeh mendengarnya.

" Mungkin memang sudah rejeki dirinya, Obito. Sudahlah, kita saksikan saja pertandingan pemuda itu. Aku juga sangat pensaran dengan kemampuannya." kata Asuma sambil menghidupkan pantik miliknya, yang kemudian di arahnya di ujung rokoknya, kemudian Jendral tersebut menghirup zat nikotil tersebut, kemudian menghembuskan asap putih dari mulutnya, sedangkan Obito menghembuskan nafas mendengar perkataan seniornya itu.

" Aku juga ingin tahu, seberapa jauh pemuda itu bisa bertahan melawan Kakashi. Tahun lalu, hanya 5 menit saja orang bertahan melawannya." kata Ibiki sambil melipat kedua tangannya di depan dada, menatap ke arah Naruto juga Kakashi yang masih belum mulai pertandingan.

" Pemuda itu membuat Ayah dan Yang Mulia Danzo tertarik dengannya. Aku yakin, dirinya bukanlah pemuda sembarangan." kata Asuma membuat Danzo yang mendengarnya perkataan putra sahabatnya itu tersenyum kecil, kemudian menatap ke lapangan.

Bersama dengan Kakashi dan Naruto, terlihat pemuda tampan itu mengencangkan sarung tangannya, juga ikat pinggang miliknya, sedangkan Kakashi mengambil buku orangenya, menatap ke arah Naruto.

" Tahun lalu, knight muda terhebat hanya mampu memuaskanku selama lima menit, dan itu juga aku tidak menggunakan semua kemampuanku juga menurutku masih kurang. Sekarang, aku ingin melihat kemampuanmu, seberapa lama kamu bisa memuaskanku." katanya membuat Naruto menyengir mendengarnya.

" Saya tidak akan membuat anda kecewa, Jendral Kakashi. Saya akan membuat anda terpuaskan melawan saya." kata Naruto membuat Kakashi tersenyum kecil mendengarnya.

" Kalau begitu, tunjukkan kata-katamu. Lightning Form : Lightning Spears." katanya yang langsung saja, tombak-tombak petir muncul di atas pria hatake tersebut, dengan cepat mengarah ke Naruto. Melompat menghindar, Naruto menunjukkan tangan kanannya yang di lapisi oleh cahay ungu gelap, yang langsung saja dirinya kibas secara vertikal.

" Ragnarok!" serunya yang kemudian muncul garis vertikal ungu gelap mengarah ke pria Hatake tersebut. Melompat menghindar, kedua mata Kakashi membulat melihat Naruto yang mensaltokan tubuhnya ke belakang, sambil mengibaskan kedua kakinya.

" Dark Form : Twin Scythes!" serunya yang kemudian, tercipta kibasan bumerang besar berwarna hitam kelam, meleset cepat ke arah Kakashi. Mau tidak mau, pria Hatake tersebut mengeluarkan grimoire miliknya, berseru.

" Strom Magic : Lightning Dance!" serunya yang kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan, terlihat kilatan-kilatan petir biru langsung saja dengan cepat meleset ke dua bumerang raksasa ciptaan Naruto itu.

BLARR!

Terjadi ledakan yang sangat dahsyat setelah benturan kedua serangan tersebut, membuat semua orang yang menyaksikan terkejut. Kakashi melompat mundur, langsung memasang posisi siaga, menunggu apa yang akan terjadi, karena asap akibat benturan serangannya dengan pemuda tersebut menghalangi penglihatannya. Kedua matanya kembali membulat, karena dari kabut putih tebal itu, keluar semburan air yang cepat mengarah kepadanya. Karena belum siap, mau tidak mau pria Hatake tersebut melompat menghindari serangan semburan air tiba-tiba itu.

' Air? Jadi, dia mengsummon makhluk grimoirenya untuk melawanku sekarang.' batinnya, tapi dirinya di kejutkan kembali, karena sebuah lancer hitam raksasa mengarah cepat ke arahnya. Tubuh Kakashi terpental ke bawah, yang kemudian mendarat keras ke tanah, membuat tanah tempatnya mendarat membentuk kawah yang berdiameter sekitar 5m. Obito, Asuma, Ibiki juga semua angkatan militer dan peserta syok melihat kejadian tersebut, karena salah satu ksatria penyihir terkuat Konoha bisa dengan mudah di tumbangkan oleh knight muda berumur 16 tahun, sedangkan Danzo yang melihat kejadian tersebut tersenyum kecil sambil mengelus dagunya.

' Serangan beruntun yang membuat lawan tidak bisa mencoba menyerang balik. Mengingat umurnya yang masih 16 tahun, sudah bisa melakukan rencana penyerangan yang sangat rapi, pemuda itu benar-benar seorang jenius.' batinnya takjub untuk kedua kalinya melihat gaya pertarungan Naruto. Sasuke yang melihat pertarungan itupun terkejut, menatap tidak percaya kemampuan yang di miliki pemuda pirang itu, begitupula Kiba yang meneguk ludah susah, melihat serangan yang tidak ada habisnya di lakukan oleh Naruto kepada salah satu jendral terkuat Konoha. Naruto yang berdiri di atas kepala Forneus berenang mendekat ke Eligos yang menatap diam ke arah kumpulan asap putih yang terkumpul. Menatap diam ke arah asap tersebut, Naruto yakin jika Eligos mengenai pria Hatake itu, tapi mengingat jika Kakashi merupakan salah satu jendral terkuat Konoha, tidak mungkin akan kalah dengan mudah terkena serangan biasa seperti itu.

" Damn….. aku tidak menyangkah jika kemampuanmu sangatlah hebat." kata suara seseorang, membuat Naruto langsung siaga, begitupula Forneus dan Eligos. Perlahan-lahan, asap putih yang keluar dari kawah tersebut menghilang, di gantikan sosok Kakashi yang berdiri sedikit sepoyongan, dengan seluruh badan dan pakaiannya yang berantakan. Mata Naruto menyipit, melihat kilatan-kilatan petir yang membentuk armor di tubuh jendral tersebut, terlihat di bagian dada armor tersebut terbentuk tujukkan yang hampir mengenai jantung pria itu. Mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah, dan terkoyak itu, Kakashi yang masih dalam lindungan armor petirnya itu, menatap tertarik ke arah pemuda Namikaze di depannya itu.

" Kamu adalah orang pertama yang membuat diriku babak belur seperti ini. Kombinasi serangan yang kamu miliki sangat di perhitungkan dengan tepat, seperti dirimu sudahlah seorang pro." puji Kakashi membuat Naruto yang mendengarnya tersenyum kecil.

" Sungguh terhormat jika hamba di puji oleh seorang Jendral Besar Konoha, tapi sayang sekali, saya masih amatir dalam hal pertarungan dengan superior saya." kata Naruto membuat Kakashi langsung mengeluarkan sengiran.

" Pemanasannya sudah cukup sampai di sini. Sekarang, giliranku untuk menunjukkan kemampuanku." kata Kakashi yang tiba-tiba saja, ledakan sihir besar keluar dari tubuh pria Hatake tersebut, membuat semua orang yang merasakannya membulatkan kedua matanya. Naruto langsung saja siaga, begitupula Forneus dan Eligos yang langsung menatap tajam ke arah kilatan-kilatan petir yang semakin lama semakin mengumpul tersebut.

" Kamu adalah pemuda pertama yang membuatku bergairah seperti ini. Terimalah. Strom Form : Draco Fulgur!?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC