Tangga Ati
Haikyuu! © Furudate Haruichi
Tangga ati © Mayumayucchi
Rating: T ( ada kata kata yang agak nganu)
WARNING: Sho-ai, OOC!, Typo(s) , bisa menyebabkan mual, pusing , muntah , mata berdarah, kram kaki dan tangan, kembalinya ingatan akan mantan, menganggap mantan lebih tampan dari sebelumnya, lupa jika sudah move on(tambahan).
summary : Sepertinya otak Tsuki hanya pintar di pelajaran dan voli. - Kuroo Tetsurou alias rambut jengger ayam.
Surat
Sepatu kets berwarna merah hitam dipakai, tas ransel disampirkan ke bahu. KeiDora siap berpetualang menjelajahi hutan. Tsukki berjalan sendiri menuju kampus hari ini karena tetangga sebelah rumah mengambil kelas pagi dan Tsukki kelas siang. Sambil memakai headphone kesayangan Tsukki berjalan melewati banyak toko yang berjajar sepinggir jalan hingga kaki jenjangnya melewati pagar universitas.
Tsukki berdiri di depan loker bernamakan Tsukishima Kei dan membukanya, Lalu terlihatlah sebuah surat dengan stiker hati. 'surat cinta ya' pikir Tsukki pertama kali.
'Surat cinta kok warnanya hitam , baunya apek lagi.' ada kejanggalan dalam surat yang diterima Tsukki. Tanpa menunggu lama surat aneh itu dibuka.
To: Tsukishima Kei
Kepada mu yang membaca surat ini.
Sudah lama aku selalu memperhatikan mu.
Cara-mu saat makan strawberry shortcake.
Cara-mu membenarkan kaca mata yang bertengger di hidung-mu.
Saat kau berlari dikejar anjing pitbull milik Ukai-san.
Saat kau memandang ku dengan tatapan jijik.
Untuk mu yang membaca surat ini.
Aku memang bukan manusia yang romantis.
Bukan manusia tajir layaknya Bill Gerbang.
Bukan manusia sekuat Todoroki Shouto.
Ataupun se-absolut Akashi Seijurou.
Tapi.
Aku adalah manusia yang akan menemanimu saat jatuh.
Manusia yang akan menyelamatkanmu tanpa berpikir seperti Midoriya Izuku.
Aku akan mencintaimu seperti Ren yang mencintai Haru dan cintanya tak hilang oleh waktu.
Aku selalu menyukaimu.
Memikirkanmu.
Mendoakanmu.
Aku juga selalu mencoba berada di sampingmu.
from: Seseorang yang selalu menyebut namamu dalam doa-nya (K.T)
Tubuh Tsukkishima membeku saat membaca surat hitam yang didapatnya. Pikirannya melayang layang. Apakah selama ini idolanya sudah me-notis-nya. Apakah selama ini idola nya yang seorang atlit berambut sedikit acak acakan ini me-notis-nya. Idola nya yang menjadi senpai di universitas tempatnya belajar. Idola yang memiliki tinggi kurang darinya. Idola yang menurutnya sangat keren saat menggepuk bola. Tsukki mengambil napas dan membuangnya perlahan.
'Ini tidak mungkin. Maaf tapi aku hanya mengidolakan mu tanpa perasaan apa apa K.T-san.' Batin Tsukki dalam hati. Tsukki menaruh kembali Surat hitam itu dan memasuki kelas.
Kuroo menunggu Tsukki yang masih mengikuti kelas untuk pulang bersama. Kepala di tumpu dengan lengan kanan dan memasang tatapan malas dan bosan, teh tawar di meja tersisa tinggal seperempat dari volume awal.
'Apa Tsukki sudah membaca suratku,ya ?'
'Reaksi Tsukki nanti seperti apa?'
'Apa dia tau itu aku? kan dia gak peka banget'
"Kuroo-san." Ah ini dia yang ditunggu sudah datang. Kuroo segera bangkit dari meja kantin dan menghampiri Tsukki. Tangan berotonya dikalungkan di leher Tsukki dan berjalan keluar universitas.
"Tsukki mau ku traktir strawberry shortcake?"
"Kau yakin bisa membayar Kuroo-san?"
JLEB
NANCEB
"Sudahlah, masalah bayar membayar biar aku yang tanggung."
"Aku tidak mau diperkerjakan mencuci piring karena Kuroo-san tidak bisa bayar."
Sesampainya di kafe mereka memesan makanan dan tak lama kemudian makanan datang. Sebuah shortcake strawberry dan caramel frappucino untuk Tsukki dan segelas Americano untuk Kuroo. Memang lidahnya bukan lidah yang di desain untuk makanan berasa manis. Kuroo melihat bagaimana Tsukki memakan makanan manis itu, bagaimana Tsukki menjilat krim yang belepotan di pinggir mulut, Bagaimana cara tangan putih itu memotong cake menggunakan garpu, dan saat Tsukki meliriknya sambil menjilat krim putih di sekitar bibir. 'Wajahnya ngajak banget' Batin Kuroo.
"Kau terlihat bahagia hari ini, Tsukki. Ada sesuatu?" Kuroo mencoba keberuntungan dengan menge-test apakah Tsukki sadar akan suratnya yang ditaruh diloker Tsukki tadi pagi. Masih dengan tangan memotong cake Tsukki memjawab.
"Oh, tadi idolaku mengirim surat pernyataan cinta, Kuroo-san. Tapi baunya apek." Tsukki mengeluarkan surat hitam-apek dari tasnya dan menunjukkan pada Kuroo.
'IDOLA TSUKKI?! Itukan surat yang anuu itu. jadi selama ini GUE IDOLA TSUKKI!' Kuroo terkejut dan jantung Kuroo berdetak kencang bagai berak saat tiba tiba lampu mati. Deg-deg an,gan!
Masih stay cool , cooler, dan coolest Kuroo bertanya. "Memang Idola mu siapa, Tsukki?"
"Oh itu, cuma atlit biasa. Menurutku dia sangat keren dan namanya yang 'Kuro' berarti hitam itu sangat cocok." Hati Kuroo mencelos mendengar kata kata Tsukki.
Apakah selama ini kode kodenya dari kode ngajak makan sampai kode morse dan kode anak pramuka lainnya sudah tertangkap Tsukki. Apakah selama ini kegiatannya menguntit Tsukki dengan membayar oknum bocah kutu loncat sudah terbayarkan. Apakah selama ini bayangannya tentang Tsukki dan dia yang akan tinggal di suatu rumah berdua nanti akan terealisasi.
'Ini Tsukki beneran? Kok gak tsundere?' 'Beneran gue yang jadi idolanya Tsukki?' Isi kepala rambut ayam Kuroo berkecamuk memikirkan kemungkinan kemungkinan bahwa Tsuki telah menjadi fans nya.
"Memang yang mengirim siapa, Tsukki."
"Entahlah, orang nya berinisial KT. Tebakanku sih idolaku karena sedikit orang yang berinisial KT di universitas."
"Lalu, Tebakanmu siapa dia ?" Tanya Kuroo dengan santai meskipun jantungnya berdebar kencang. Deg-deg an lah gan, saat kecengan tiba tiba bilang kalo ngefans.
'Semoga itu gue, semoga itu gue , semoga itu gue.' Batin Kuroo berteriak dalam hati agar Tsukki mengucapkan bahwa idolanya adalah dia.
"Idolaku bernama Ku- Tunggu sebentar Kuroo-san" Tiba tiba dering ponsel Tsukki mengganggu moment yang sangat mendebarkan. Tsukki melihat nama Akiteru terpampang di layar ponselnya.
"Halo, oni-chan."
"Kei, sempak ku yang warna pink gambar spongebob di mana ya?"
"Sebentar, oni-chan biar ku ingat." Tsukki mencoba mengingat sesuatu tentang sempak kakaknya. Tsukki tidak sadar bahwa ponsel nya di setel mode load speaker yang membuat Kuroo bisa tau pembicaraan mereka.
"Oni-chan aku sudah ingat dimana."
"Dimana, Kei?"
"Sekarang sedang ku pakai."
"Itukan sempak udah seminggu nyempil di toilet, Kei. Mau kucuci dan malah kau pakai."
krik
krikkrik
krikrikkrik
"Oh, begitu. Maklum saja. Kok gatel."
Kuroo rasanya pengen ngakak.
"Nanti pulang dicuci ya, Kei. Jangan lupa."
"Iya kak" Sambungan telepon ditutup. Tsukki siap melanjutkan pembicaraan yang tertunda.
"Jadi, Tsukki. Siapa Idolamu?"
"Dia orangnya keren, dapat diandalkan, permainannya juga bagus. Aku sudah mengidolakannya sejak aku SMP kelas 2 karena dia sudah membawa nama sekolahnya di bidang olahraga dengan sangat baik meskipun baru masuk SMA.
'Baru masuk SMA? wakti Tsukki kelas 2 SMP dia kelas 1 SMA. Jadi jarak umurnya 2 tahun. Umurku dengan Tsukki juga berjarak 2 tahun.' Kemungkinan kemungkinan tersebut makin mendekat ke nama Kuroo Tetsuroo.
"Namanya adalah..."
"Kuro..."
'Pasti nama gua, pasti nama gua.'
"Kuroko Tetsuya"
ASEM
Payung
Apa yang kalian pikirkan tentang sepayunv berdua? Romantis bukan? Itulah pikiran Kuroo saat ini. Didukung oleh jam pulang nya yang sama dengan Tsukki, hujan, dan dia membawa sebuah payung, Kuroo melangkah menuju pintu masuk universitas. Kuroo rasanya ingim berteriak bahagia saat dilihatnya Tsukki sendirian tanpa payung.
"Tsukki belum pulang?" Tanya Kuroo basa basi saat berdiri di samping Tsuki yang terlihat gelisah.
"Kuroo-san buta ya? Jelas jelas tubuhku masih di sini." Mulut sarkas Tsukki mengeluarkan kata kata jutek.
"Ih, Tsukki PMS ya? Kok galak banget."
"Maaf saja Kuroo-san. Aku ini pria. Penisku tidak bisa mengeluarka dar-" Mulut Tsukki dibekap dengan tangan Kuroo.
"Jangan keras keras. Bicaramu itu vulgar tahu!" ntar fic ini rubah rating!
"Memang apa yang vulgar dari penis dan va-" Kuroo tahu bocah ini kuliah kedokteran tapi bahasa yang dikeluarkan cukup vulgar bagi orang awam. Apalagi Tsukki menyebutkannya keras keras di depan pintu masuk.
"Mau pulang bareng, Tsukki?" Mencoba mengalihkan topik dari topik alat kelamin, Kuroo menyodorkan payung pada Tsukki.
"Boleh saja, Kuroo-san." Kuroo merasa sangat bahagia saat Tsukki mengiyakan ajakannya berpayung bersama. Bayangkan bung sepayung berdua sama orang yang ditaksir!
Payung Pink dibuka dan mereka berdua berlindung di bawah payung pink dengan telinga kucing di bawah hujan deras. Kuroo sengaja menggeser payung ke kiri agar Tsukki terhindar dari hujan. Biarlah dirinya yang kehujanan yang penting Tsukki aman, itu pikir Kuroo. Tak lama mereka berjalan diselingi percakapan kecil, sebuah mobil sedan mendekat. Mobil berwarna hitam metalik itu mendekat ke arah Kuroo dan Tsuki lalu kaca pengemudi dibuka dan terlihatlah seorang pria dengan bintik bintik di wajah dan beberapa rambut yang menantang gravitasi.
"Tsukki mau bareng? belakang lagi kosong lho." Tawar Yamaguchi pada teman masa kecilnya.
"Oh, terimakasih Yamaguchi. Kutinggal dulu ya Kuroo-san." Tsukkishima segera masuk ke kursi belakang dan Yamaguchi langsung tancap gas.
Kuroo ditinggal sendirian. Hujan. Deras. Kuroo hanya melongo melihat kejadian tadi. Belum sempat bereaksi eh gebetan sudah pergi duluan.
'Jadi ini rasanya saat gebetan ditikung ya' Pikir Kuroo. Kuroo melipat payung dan berjalan ditengah hujan.
'Biarlah air mata ini bercampur hujan yang membasahi tubuhku' batin Kuroo dramatis saat ditinggal pulang gebetan. Tiba tiba-
ZRAASHHHHH
Sebuah mobil mengebut kencang dan membuat air serta lumpur si pinggir jalan menyiprat ke tubuh Kuroo. Baju putih Kuroo menjadi setengah cokelat karena kejadian barusan. Ditinggal pulang gebetan. Terkena lumpur.
BANGS*T
ASMA
Tbc sudah terlalu mainstream
Ummm. Halo. ini hasil kebut 4 jam menulis non-stop jadi maaf jika ada typo atau yang lainnya. Di sini Tsukki memang saya buat tidak terlalu tsundere dan agak polos. Jika ada ide mohon dilampirkan di kolom komentar dan terimakasih.
