Chapter 2

Happy reading^^

*

*

*

*

*

Vampire yang tidak boleh memiliki pasangan hidup yang tidak sebangsa dengan mereka. Vampire yang hanya bisa keluar di kegelapan malam. Matahari adalah musuh utama mereka. Cinta yang kedengarannya mustahil untuk mereka. Tapi siapa sangka? Akan ada suatu hubungan yang terjalan secara illegal. Perbedaan dua dunia yang memberatkan beban mereka. Peraturan cinta yang sulit namun unik.

Disclaimer:

Bleach © Tite Kubo

Every Heart © Boa

The Rule of Love © Kurosaki Shicchi

The Rule of Love

Chapter 2

The Sin in My Past

If you want to choose, what will you choose?

Dark or Light?

Malam kedua setelah Rukia bertemu dengan lelaki yang menyerupai Kaien. Kurosaki Ichigo. Merupakan seorang manusia yang bertempat tinggal di Karakura. Rukia hanya merenungi nasibnya. Pertemuannya dengan Ichigo telah membuatnya menjadi nona yang pendiam.

"Ara, mitsuketa yo, Rukia-sama," kata seorang wanita yang berlari ke arah Rukia yang termenung di bawah pohon yang biasanya dia datangi. Rukia kaget. Wanita yang cukup lama sudah tidak dia jumpai kini bertemu dengannya.

"Tsukimori? Kau kah itu?" Tanya Rukia kaget setelah melihat seorang wanita dengan mat.a berwarna kuning bulan, sama seperti namanya. Rambut ungu tergerai indah hingga mencapai bahunya. Rambut depannya yang berponi berhias bando bunga.

"Ohisashiburidesu," katanya memeluk Rukia.

"Tsukimori, kenapa kau kemari? Bukankah kau mengabdi kepada klan Kuchiki?" Tanya Rukia mengingat posisi Tsukimori sebagai pelayannya dulu saat dia masih di kastil Kuchiki.

"Kau benar. Tapi aku pelayan Rukia-sama. Rukia-sama masih majikanku," katanya sambil tersenyum.

"Arigato, Tsukimori." Kata Rukia.

Ikutsu namida o nagashitara

(Tell me baby, how many do I shed my tears?)
Every Heart sunao ni nareru darou

(Every Heart is not gentle yet)
Dare ni omoi wo tsutaetara

(To whom must we proclaim our feeling)
Every Heart kokoro mitasareru no darou

(Every Heart doesn't know so what to say)

"Aku sudah ke kastil Rukia-sama tadi," kata Tsukimori. Rukia melihat tatapan sedih Tsuki.

"Kimi wa hitori?" Tanya rukia kepada Tsuki. Namun yang bersangkutan menggeleng.

"Iie, aku bersama Yuki-chan," kata Tsuki di iringi oleh anggukan Rukia. Mereka terus berjalan melewati kota mati nan sepi ini. Sekarang jam satu pagi. Pantas saja mereka menyebutkan kota itu kota mati. Karena tak ada yang terjaga jam satu pagi.

"Aku, sudah mendengar semuanya dari Hinamori-chan, tentang Ku-" belum siap Tsuki berbicara Rukia sudah berhenti berjalan.

"Rukia-sama, doshite?" Tanya Tsuki. Rukia melihat ke arah Tsuki.

"Aku ingin menemuinya, aku ingin bertemu Kurosaki Ichigo. Lelaki yang telah membawaku menuju arus masa laluku bersama Kaien-kun," kata Rukia datar.

"Dame!! Rukia-sama, Ichigo tak lebih dari seorang manusia biasa," kata Tsuki berdiri di hadapan Rukia. Rukia menatap Tsuki tajam.

"Jadi kalau dia memang MANUSIA kenapa?" Tanya Rukia kasar. Emosinya naik.

"Apakah Rukia-sama ingin mengulang dosa yang terjadi di masa lalu Rukia-sama sendiri? Apa Rukia-sama ingin membuat nasib Kurosaki Ichigo sama seperti Kaien Shiba?" kata Tsuki sedikit keras.

"Diam..," kata Rukia.

"Apa Rukia-sama mau, kalau suatu saat akan berubah lagi? menjadi seorang vampire yang tak mengenali dirinya sendiri? Dan akhirnya akan menyerang Kurosaki Ichigo? Seperti yang Rukia-sama lakukan kepada Kaien shiba?" kata Tsuki bertubi-tubi. Rukia yang mulai sesak nafas memegangi kepalanya dengan tangannya.

"Yameru yo…," kata Rukia sedikit mengerang.

"Mengertilah Rukia-sama. Bahwa vampire itu tak PANTAS bersama manusia," kata Tsuki pelan.

"BERHENTI MENCERAMAHIKUUU…," kata Rukia teriak sambil memegang kepalanya yang berdenyut-denyut. Beberapa saat kemudian, keadaan hening.

Nagai nagai yoru ni obieteita

(I was frightened by the long, long night)
Tooi hoshi ni inotteta

(I prayed to the distant stars)

Rukia terus berjalan hingga mendekati kota Karakura. Dia berdiri di atas sebuah bukit yang cukup tinggi agar dapat melihat kota mati itu secara keseluruhan. Gelap. Percis seperti malam-malam dimana Rukia selalu memandang kota itu.

"Kapan aku bisa melihat cahaya? aku samasekali tak penah melihatnya. Tidak pernah sejak aku dilahirkan kembali menjadi wujud hina ini," kata Rukia sambil menundukkan wajahnya. Tsuki yang sedaritadi diam kini mendekati Rukia.

"Rukia-sama, kumohon kepadamu. Jangan temui lelaki bernama Ichigo Kurosaki itu." Kata Tsuki memohon. Rukia menggeleng.

"Aku rasa pertemuanku dengan Ichigo adalah takdir. Aku merasa kalau Ichigo adalah reinkarnasi dari Kaien. Aku tau itu. Kami bertemu untuk di persatukan kembali. Jadi, jangan halangi aku untuk bertemu dengan orang yang aku cintai." Kata Rukia tegas. Rukia ingin meninggalkan Tsuki namun sejenak berhenti setelah Tsuki berkata :

"Rukia-sama tidak mencintai Ichigo, Rukia-sama mencintai Kaien. Jangan hanya karena mereka berdua memiliki wajah yang sama, Rukia-sama langsung jatuh hati kepadanya." Kata Tsuki.

"Urusaii..," kata Rukia. Dengan secepat kilat, Rukia kini berada di belakang Tsuki.

"Rukia…, sama…,"

BRUUKK

Tsuki ambruk setelah menerima pukulan yang cukup keras di belakang lehernya oleh Rukia.

"Gomenasai yo, Tsuki." Kata Rukia kemudian pergi ke kota karakura untuk mencari Kurosaki Ichigo.

Meguru meguru toki no naka de

(Round and round in looping time)
Bokutachi wa ai o sagashiteiru

(We are searching for love)
Tsuyoku tsuyoku naritai kara

(For we want to grow stronger and stronger)
Kyou mo takai sora miageteiru
(we still look up to the high skies today)

Lelaki itu berjalan melewati kota yang gelap. Berharap wanita yang dia temui berada di hadapannya. Kenapa dia mencari wanita misterius itu? Tiga jam saja tidak sampai saat pertemuan pertama mereka. Kenapa kali ini lelaki ini sangat ingin bertemu wanita itu?

"Rukia…," kata Lelaki itu. Kurosaki Ichigo. Dia ingin sekali bertemu dengan wanita itu lagi. Dan dewi fortuna bersama Shicchi berada di pihak Kurosaki Ichigo. Dia melihat gadis itu berada di sebuah beranda rumah yang tak layak pakai. Dia tersenyum. Kemudian mendekati Rukia.

"Rukia," panggil Ichigo lalu duduk di sebelah gadis itu. Rukia hanya tersenyum kecil saat lelaki itu duduk.

"Kau masih mengingat namaku, Ichigo Kurosaki?" kata Rukia sambil tersenyum simpul. Ichigo tersenyum. Semburat merah yang ada di pipinya tak bisa di sembunyikan lagi.

"Dan tampaknya kau juga masih mengingat namaku, Kuchiki Rukia." Kata Ichigo lagi. Rukia hanya menunduk malu. Mereka berbincang-bincang hingga sampai saat Ichigo berdiri di hadapan Rukia.

"Ichi…,"

"Rukia, kuharap kita bisa bertemu lagi," Ungkap Ichigo.

"Mungkin..," kata Rukia setelah dapat ciuman di pipinya. Ichigo pergi meninggalkan Rukia.

"Hooek," kata Rukia. Dia merasakan sesuatu yang segar berwarna merah keluar dari mulutnya.

"Kuso! Energi.., negative. Dia memiliki energi negative. Sama seperti Kaien-kun, k-k-ku-kuso..," Kata Rukia lalu kembali ke kastil. Namun di perjalanan dia ambruk. Seseorang mendekati Rukia.

"Baka Imoto, seharusnya kau mendengarkan perkataanku." kata orang itu, kemudian membawa Rukia pergi.


"APA? Rukia-chan kabur? Bagaimana bisa? Kau yakin dia ingin menemui Kurosaki-kun?" Tanya Hinamori Momo.

"Ya, Tsuki-chan tak sadarkan diri di bawah pohon. Sekarang dia sudah baikan," kata teman Hinamori, Yuki Hanabira.

"Yuki-chan, aku tak keberatan kalau Rukia-chan menemui Kurosaki-kun. Tapi aku takut kalau mereka melakukan peraturan terlarang itu. Karena Kurosaki-kun manusia," kata Hinamori

"Dasar vampire bodoh!" kata Grimmjow.

"Apa yang akan terjadi jika mereka melakukan hal itu,?" kata Nanao.

"Energi vampire dan manusia berbeda. Manusia memiliki energi yang positif. Sementara kita, bangsa vampire memiliki energi yang negative. Vampire menghisap darah manusia. Maka darah yang ada di dalam diri kita tercampur. Hingga berdampak negative. Jika energi manusia dan vampire menyatu, maka vampire akan menghisap energi manusia tersebut. Bahkan lebih buruk lagi, manusia itu akan mati." Jelas Hitsugaya Toushirou panjang lebar.

"Tapi jika manusia itu mempunyai energi negative, mungkin keadaan akan berbalik. Vampire itu akan kehilangan energinya. Energi negative vampire akan mengalir ke tubuh manusia itu dan akhirnya, manusia tersebut menjadi vampire." Tambah Hisagi lagi.

"Seperti yang terjadi pada Shirou-chan dulu," kata Momo. Hitsugaya mengangguk.

"Shirou-chan ja nakutte, Hitsugaya-kun da," kata Hitsugaya.

"Karena itu, dibuat peraturan bahwa Vampire sangat dilarang berhubungan dengan Manusia. Apalagi sampai bersentuhan. " Kata Grimmjow.

"Apakah, semua manusia itu mempunyai hal seperti itu?" Tanya Yuki.

"Tidak. Ada juga manusia yang samasekali tak mempunyai tekanan energi. Manusia yang memiliki energi positive atau negative, bukanlah manusia biasa." Kata Hisagi di iringi anggukan Toushiro dan Grimmjow.

"Demo, kenapa vampire tak boleh berhubungan dengan manusia? Padahal, tidak semua manusia memiliki hal itu." Kata Momo

"Untuk menghindari peristiwa itu." Kata Grimmjow lalu duduk di kursi empuknya.

"Momo, kau jangan kemana-mana. Biar aku dan Shuuhei yang akan mencari Kuchiki," kata Hitsugaya menyentuh pipi Momo.

"Hitsugaya-kun aku ikut," kata Momo namun Hitsugaya langsung menggeleng.

"Aku tak mau terjadi apa-apa padamu, mengerti?" kata Hitsugaya di iringi anggukan Momo. Kemudian Hitsugaya mengecup kening Momo. (Shicchi juga mau!!!).

"Hati-hati, Shuuhei-kun." Kata Nanao setelah melepas pelukannya. Yuki dan Grimmjoww hanya memandang mereka iri.

"Ah, indahnya yang punya pacar…," kata Yuki. Grimmjow hanya mengangguk.

"Saa, Toushirou, Shuuhei. Lebih baik kalian cepat sebelum terjadi apa-apa pada Kuchiki," kata Grimmjow seperti orang malas (baca : shikamaru)

"Rukia-chan…," kata Momo dalm hati. Dia khawatir. Yuki juga memiliki perasaan yang sama.

Meguru meguru toki no naka de

(round and round in looping time)
Bokutachi wa ikite nanika wo shiru

(We live and come to understand things)
Toki ni warai sukoshi naite

(at times laughing, sometimes crying)
Kyou mo mata arukitsuzukete yuku

(We will continue to walk again today)

```Tsuzuku```

Shicchi buat beberapa OOC di Fic tadi. Yang mau jadi OOC bilang lewat ripyu ya..,

Cuma isi

Nama:

Panggilan:

Ciri2:
Mau jadi: Vampire atau Manusia (teman Ichigo)