Title : Love for You (Special KyuMin)
Genre : GS, Romance, and litle bit Hurt
Rated : T
Length : ?
Cast :
- Cho KyuHyun
- Lee SungMin
- Lee DongHae
- Lee HyukJae
- Kim JongWoon
- Kim RyeoWook
Disclaimer : Just Don't Bash and Don't copas without my permission.. J
Summary : Desiran ini terasa aneh pada awalnya, tapi semakin lama aku merasakannya, semakin aku yakin bahwa desiran halus ini hanya untukmu dan memang milikmu.
.
.
.
.
Special Chap
KyuMin
.
.
.
.
Previous_
Kyuhyun menatap wajah Sungmin. Darah segar keluar dari hidung yeoja manis itu.
Namja itu pun mengangkat tubuh Sungmin. "Mulai saat ini, yang berani mengganggu kekasihku, akan berhadapan denganku!" gertak Kyuhyun, lalu melangkah menuju ruang kesehatan.
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
Author PoV
Kyuhyun merebahkan tubuh mungil itu ke atas ranjang ruang kesehatan.
"Ada apa dengannya?" tanya dokter yang berada di ruangan itu.
"D-dia terkena bola saat kami sedang mengobrol di lapangan tadi," jawab yeoja yang sejak tadi hanya diam.
"Biar ku periksa.." ujar dokter itu dengan tenang seraya mendekat ke arah Sungmin.
"Kau kembalilah ke kelas, biar aku yang menjaganya," kata Kyuhyun pada yeoja yang berdiri di sampingnya.
"N-ne? Gwaenchanayo.. A-aku akan di sini.."
"Seohyun-ssi.. Kembalilah ke kelasmu," ulang Kyuhyun.
"N-ne.." yeoja bernama Seohyun itu tidak dapat membantah lagi dan langsung keluar ruangan.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya kembali pada Sungmin.
"Eotthae?" tanya Kyuhyun saat petugas itu selesai memeriksa.
"Dia tidak apa-apa, hanya saja dia shock melihat darah dan mungkin akan sedikit pusing. Tak usah terlalu khawatir, Cho Kyuhyun!" ujar yeoja bermarga Park itu sambil beranjak ke mejanya.
"Syukurlah.." Kyuhyun menghela nafas lega. "Gomawoyo, noona.."
"Jangan memanggilku begitu di sini, Cho! Kau tahu ini lingkungan sekolah.." tegur yeoja cantik itu dengan datar.
"Ish! Memangnya kenapa? Bukankah malah bagus?"
"Bagus apanya? Kau mau dituduh kau masuk ke kampus ini karena KKN?" yeoja itu beranjak ke meja kerjanya yang terletak di balik tirai.
"Mana mungkin begitu? Aku masuk ke sekolah ini karena kerja kerasku sendiri!" tukas Kyuhyun sambil mengikuti dokter cantik itu.
"Arasseo! Tapi.. Bagaimana kau bisa menolongnya?" tanya yeoja itu.
"Aku? Aku kebetulan lewat," jawab Kyuhyun, berbohong tentunya.
"Menolong sampai bersedia menemani untuk ukuran 'kebetulan lewat' kurasa bukan alasan yang bisa kuterima begitu saja.. Ayolah, Kyu.. Kau menyukainya?" goda yeoja itu sambil tersenyum.
"Aish! Jangan campuri urusanku!" sergah Kyuhyun.
Dokter Park terkekeh. "Aku hanya ingin berpesan. Jika kau menyukainya, jaga dia.." ujar dokter itu setelah tawanya mereda.
Kyuhyun langsung menatap dokter Park dengan serius sekarang. "Apa noona tahu sesuatu tentangnya?" tanya Kyuhyun to the point.
"Apa yang ingin kau ketahui, Kyu? Kupikir kau menyewa orang untuk mencari tahu tentangnya.." ujar dokter muda itu seraya mengambil 2 cangkir dan menuangkan teh ke dalamnya.
"Apapun yang noona tahu tentangnya," jawab Kyuhyun.
Jungsoo meletakkan satu cangkir teh itu ke hadapan Kyuhyun dan kembali duduk di kursinya. "Dia gadis yang istimewa," ujar yeoja itu sambil menyeruput tehnya.
"Aku tahu itu. Aku bisa melihatnya," timpal Kyuhyun.
"Dari luar dia tampak seperti tidak memiliki masalah. Atau mungkin lebih tepatnya dia memang tidak pernah menganggap semua hal yang ada di depan matanya adalah masalah," ujar Jungsoo.
"Berarti dengan kata lain dia memiliki masalah?"
"Itu menurutku. Hanya memiliki satu teman di sekolah sebesar ini, apa menurutmu itu bukan masalah?"
"Ya.. Itu memang masalah. Tapi pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab hingga masalah itu ada, 'kan?"
Jungsoo mengangguk. "Kau yakin mau mendengarnya?"
"Noona~" rajuk Kyuhyun saat mendengar Jungsoo mengulur ceritanya.
Jungsoo tertawa renyah. "Arasseo.."
Kyuhyun pun bersiap mendengarkan.
"Dulu dia pernah diculik. Sewaktu SMP dia pernah melanggar perintah orang tuanya agar tidak pergi ke manapun. Untuk seusianya saat itu, dia sulit menolak ajakan temannya yang mengajaknya pergi bermain. Dan saat itulah dia diculik. Orang tuanya mencarinya ke sana-kemari. Sebetulnya tidak akan menjadi masalah jika penculik itu meminta uang tebusan, karena orang tuanya pasti menyanggupi. Tapi para penculik itu tidak membutuhkan uang. Yang kutahu, mereka adalah rival dari keluarnya," cerita itu terhenti saat Jungsoo kembali meneguk tehnya.
"Lalu?"
"Di saat kalut seperti itu, orang tuanya terus mencari. Dan saat itu, mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya tertabrak truk dan mereka meninggal seketika."
"Mwo? Lalu Sungmin?"
"Dia ditemukan oleh para body guard yang di sewa oleh orang tuanya. Saat pemakaman, dia hanya terdiam menatap kedua nisan. Entah apa yang dia pikirkan, tapi Sungmin tidak mengucapkan sepatah katapun. Matanya terus menatap kosong pusara kedua orang tuanya. Berbeda dengan adiknya yang terus menangis.."
"Adik?"
"Namdongdaeng. Lee Sungjin. Saat itu dia masih SD.."
"Tapi.. Di mana letak anehnya?" Kyuhyun mengernyit bingung.
"Orang-orang melihat Sungmin tak menangis dan banyak yang bilang kedua orang tuanya meninggal karena dirinya."
"Bodoh sekali pikiran semacam itu!"
"Memang.. Tapi aku dengar cerita dari salah satu orang kepercayaan keluarganya bahwa sepulang dari pemakaman dia menangis terus sambil mengucapkan kata 'maaf' dan memeluk foto orang tuanya. Yeoja itu juga meminta maaf pada adiknya. Dan bersyukur, adiknya sama sekali tidak menyalahkannya.."
Kyuhyun menghela nafas. "Apa dia semenderita itu?"
"Jika hanya begitu, dia tak mungkin hanya memiliki satu teman," sahut Jungsoo.
Kyuhyun menatap dokter itu dengan tatapan menyelidik. "Maksudmu.. Ada faktor lain lagi?"
Jungsoo tersenyum. "Kau tahu dia tidak suka naik mobil pribadi?"
"Ya.. Aku tahu karena dia selalu naik bus saat pulang sekolah.."
"Saat memasuki bulan ketiga dia bersekolah di sini, ada satu kasus. Ada siswa yang meninggal dunia karena kehabisan darah.."
"Mwo?"
.
.
Flashback On_
Sungmin berjalan dengan perlahan menuju rumahnya yang terletak masih cukup jauh dari halte tempatnya turun. Jam telah menunjukkan pukul 22.00 dan jalanan tampak gelap.
SRAK!
Sungmin mendengar suara langkah kaki selain dirinya dari arah belakangnya.
Sedikit bergidik, yeoja imut itu tak mau menoleh. Dia terus berjalan dengan mempercepat langkanya. Namun langkahnya terhenti saat 2 orang namja menghalanginya.
"Mau ke mana, nona manis?" kata salah satu namja yang bertubuh subur seraya mendekatinya.
"Pe-permisi. A-aku mau lewat.." ucap Sungmin tergagap.
"Mau lewat mana?"
Sungmin berbalik, namun ternyata ada 2 namja lagi. Sungmin menunduk dan melangkah mundur.
"Ayolah~ Jangan takut.." salah satu dari mereka memegang pundak Sungmin.
Sungmin menghindar. Matanya telah memanas menahan tangis. "J-jebal.. D-dowajuseyo.."
"Meminta tolong pada siapa, huh?" namja itu semakin mendekat mengelilingi Sungmin yang semakin gemetar.
DUK!
AKH!
Sungmin menginjak kaki salah satu dari namja di hadapannya dan segera lari.
"Ya! Kejar dia!"
Mereka pun mengejar Sungmin.
"Dowajuseyo!" pekik Sungmin sambil terus berlari.
Saat ini Sungmin tak terlalu memperhatikan langkahnya. Gadis itu hanya berharap ada yang membantunya dan setidaknya bisa bersembunyi.
"Jangan lari!"
TEP! BRUK!
Sungmin menyandung batu dan terjatuh.
"Hah~ Sekarang kau mau ke mana, eoh?" keempat namja itu mendekati Sungmin.
Sungmin membalikkan tubuhnya. "J-jebal.. M-maaf kalau aku mengusik kalian. Biarkan aku pulang, kumohon.." isak Sungmin sambil beringsut mundur.
"Temani kami, baru kau bisa pulang.." ucap namja berambut cepak dengan nada yang terdengar mesum.
Sungmin memejamkan matanya erat saat namja itu menunduk dan ingin meraih wajahnya.
BUGH!
"Jangan menyentuhnya!" suara seseorang membuat Sungmin membuka matanya perlahan.
Seorang namja berseragam sama sepertinya tengah berdiri. Salah satu dari keempat preman itu terlihat telah tersungkur.
"Cepat lari!" ujar namja itu pada Sungmin.
"Beraninya kau!" namja bertubuh gempal di hadapannya tampak geram.
BUGH!
Namja itu melayangkan pukulan-pukulannya kepada preman-preman itu.
"YA! Apa yang kau lakukan?! Cepat lari! Cari siapa pun!" tegur namja itu saat melihat Sungmin masih terdiam di tempatnya.
Sungmin pun tersadar dan berdiri. Dengan langkah tertatih yeoja itu mencari bantuan ke sekeliling.
"Aku lawanmu!" namja itu menghalangi langkah salah satu preman yang ingin mengejar Sungmin.
Sungmin terus mencari orang yang bisa membantunya. Dalam pikirannya hanya namja itu. Dia tak mungkin bisa melawan preman-preman itu sendirian.
Sungmin mengeluarkan ponselnya. Yeoja itu mencari nomor adiknya dan menghubunginya.
"Yeoboseyo?"
"Sungjin-ah! T-tolong aku!"
"Noona-ya! Gwaenchanayo?!"
"Sungjin-ah.. T-tolong kirimkan body guard ke sini.." isak Sungmin.
"Tenanglah noona. Kau sekarang ada di mana? Aku akan datang!"
"Aku di-"
TUUT..
"Yeoboseyo?" Sungmin memandang ponselnya yang mati.
Yeoja itu menangis semakin kencang. Tubuhnya melemas hingga dia terduduk di aspal.
"Dowajuseyo!" jerit Sungmin.
"Agashi? Ada apa?" seorang petugas jaga mendekatinya.
Sungmin mendongak dan berdiri. "Ahjussi. T-tolong temanku. Dia dalam bahaya.. Dia sedang dipukuli preman," ujar Sungmin.
"Nde? Di mana dia sekarang?"
Sungmin pun menuntun petugas jaga itu dengan langkah cepat.
Sesampainya di tempat semula Sungmin lemas melihat namja yang menolongnya telah terkapar. Kepalanya mengeluarkan banyak darah.
Petugas jaga itu segera mendekatinya. "Ya! Bangunlah!"
Sungmin terkulai lemas. Pandangannya seakan berputar dan akhirnya ia tak sadarkan diri.
Flashback Off_
.
.
.
"Dan seluruh siswa di sini menganggapnya sebagai penyebab kematian anak itu?" Kyuhyun memandang Jungsoo tak percaya.
Jungsoo mengangguk seadanya.
"Benar-benar gila! Lalu keluarga anak itu?" tanya Kyuhyun.
"Mereka tidak memperpanjang masalah. Justru mereka bangga ditengah-tengah kesedihan mereka, putra mereka meninggal karena menolong orang lain. Itulah yang mereka pikirkan. Ya~ Terkadang aku merasa dunia tidak adil untuknya. Menjadi orang yang selalu disalahkan.."
Kyuhyun menghela nafasnya berat.
"Kau tahu temannya itu?" tanya Jungsoo kemudian.
Kyuhyun menatap Jungsoo. "Seo Joohyun?"
"Berhati-hatilah dengannya, Kyu.." ujar Jungsoo memperingati. "Aku tak tahu alasan dia dekat dengan Sungmin. Yang kutahu, dia masih menjadi kekasih pemuda itu saat pemuda itu meninggal."
"Pemuda itu?"
"Jung Yonghwa. Pemuda yang menolong Sungmin. Seohyun adalah murid pindahan. Dia masuk ke sekolah ini saat tahun kedua dan entah bagaimana caranya, dia langsung akrab dengan Sungmin."
"Pantas aku merasa ada yang aneh dengan yeoja itu.."
"Yang terpenting, jika kau ingin menjaganya, jagalah dia dengan baik. Selama ini yang menjaganya hanya adiknya. Sungjin begitu menyayangi Sungmin. Namja itu masih kecil, tapi telah tumbuh menjadi namja yang memiliki tingkat kedewasaan yang tinggi. Namja itu akan marah jika melihat Sungmin disakiti. Bahkan dia menyewa banyak mata-mata untuk bisa mengawasi Sungmin, karena Sungmin tidak suka jika harus selalu diantar jemput oleh sang adik. Mungkin nanti Sungjin akan datang menjemputnya, dan mungkin pula nanti kau 'berhadapan' dengannya," ujar Jungsoo serius.
"Jika memang aku harus benar-benar 'berhadapan' dengannya, kenapa tidak?" sahut Kyuhyun yang terdengar tidak main-main.
"Sungjin namja yang cerdas asal kau tahu!"
"Itu bagus! Berarti aku akan memiliki adik ipar yang sebanding denganku.."
"Adik ipar? Percaya diri sekali kau, Cho Kyuhyun?!"
"Itu salah satu identitas diriku, jika kau tidak tahu, noona!"
Jungsoo hanya menggeleng pelan mendengar perkataan namja di hadapannya, lalu kembali menyesap tehnya.
Kyuhyun memilih beranjak ke tempat Sungmin terbaring dan duduk di samping ranjang itu. Namja tampan itu menatap Sungmin dengan lekat.
"Sebegitu kesepiankah dirimu, Lee Sungmin?" gumam Kyuhyun.
"Eomma.. Appa.." Sungmin mengigau.
"Eoh? Sungmin-ssi?" panggil Kyuhyun –mencoba menyadarkan.
"Mianhae.." racau Sungmin lagi.
Kyuhyun menatapnya iba dan meraih telapak tangan Sungmin.
BRAK!
"Noona!" seru seseorang.
"Eoh? Sungjin-ah. Kau datang?" sapa Jungsoo saat melihat seorang namja berseragam sekolah lain masuk ke ruangan.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk dan matanya langsung bertemu dengan mata namja yang bernama Sungjin itu.
Sungjin menghampiri tempat Kyuhyun dan noonanya.
Kyuhyun berdiri dan melepas genggaman tangannya. Entahlah.. Namja tampan itu mendadak gugup saat bertatapan dengan Sungjin.
Memang benar apa yang dikatakan Jungsoo, bahwa Sungjin bukan namja sembarangan.
"Nuguseyo?" tanya Sungjin saat tepat berada di hadapan Kyuhyun.
"A~ Cho Kyuhyun imnida," Kyuhyun sedikit membungkuk.
"Jadi kau yang bernama Cho Kyuhyun?" Sungjin duduk di kursi yang sebelumnya ditempati Kyuhyun.
"Ne?" Kyuhyun mengernyit bingung.
"Noona sering bercerita tentangmu," ujar namja itu.
Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya. Atau mungkin lebih tepatnya namja itu senang.
"Gomawo sudah mau menjadi teman noonaku, Cho Kyuhyun-ssi.." ucap Sungjin tanpa mengalihkan pandangannya dari Sungmin yang masih belum membuka matanya.
Kyuhyun sedikit tersipu mendengarnya.
"Baru kali ini aku mendengar noona bercerita tentang seorang namja. Dan orang itu adalah kau," ujar Sungjin tenang seraya membelai kepala Sungmin lembut.
Jantung Kyuhyun berdegup kencang mendengarnya. Bukan karena takut, tapi karena namja itu senang.
"Apa kau serius dengan noonaku?" tembak Sungjin.
"N-nde?" rasa senang itu dengan cepat berganti menjadi rasa gugup.
Sungjin menatap Kyuhyun dengan lekat. "Kudengar kau tadi berbicara sesuatu saat menolong noonaku, Cho Kyuhyun-ssi?"
Kyuhyun membalas tatapan Sungjin tajam dan tegas. "Menurutmu?"
"Aku tidak tahu pasti. Hal yang tak bisa kulakukan adalah membaca pikiran orang," Sungjin berdiri dan menghadap Kyuhyun lalu menyunggingkan senyuman miringnya.
"Aku hanya bisa bilang, kalau aku betul-betul serius!" tegas Kyuhyun.
"Ugh!" lenguh Sungmin, membuat kedua namja itu menghentikan obrolan mereka.
"Noona? Kau sudah sadar?" Sungjin menggenggam tangan Sungmin erat.
Tampak Sungmin membuka matanya dan memegang kepalanya yang sepertinya terasa pusing.
"Noona, gwaenchanayo?" tanya Sungjin lagi.
"Eoh? Sungjin-ah? Kenapa kau ke sini?" tanya Sungmin lirih.
Sungjin dan Kyuhyun menarik nafas lega.
"Aku khawatir padamu, noona. Kau ini!" jawab Sungjin.
Sungmin tersenyum lalu diedarkannya pandangannya dan menemukan Kyuhyun sedang berdiri tak jauh darinya. "Kyu?"
Kyuhyun tersenyum lembut. "Ne.."
"Kenapa.. Kau disini?" tanya Sungmin.
"Aku di sini untuk menjagamu.." jawab Kyuhyun.
Sungmin memalingkan wajahnya yang merona.
Sungjin hanya tersenyum tipis. "Kita pulang, eoh? Istirahatlah di rumah," kata Sungjin.
"Aku.. Bel pulang kan belum berbunyi, Sungjin-ah.." tolak Sungmin.
"Tapi kau harus istirahat, noona," bujuk Sungjin.
"Tapi.."
"Adikmu benar, Sungmin-ssi. Kau harus beristirahat," potong Kyuhyun yang lagi-lagi membuat Sungmin merona tanpa alasan yang jelas.
"Turuti kata-kata kekasihmu, noona!" celetuk Sungjin.
"Ya, Lee Sungjin!" protes Sungmin. Wajah yeoja cantik itu semakin merah.
Sungjin terkekeh. "Aigo~ Noonaku semakin cantik saat tersipu.." goda namja itu.
Sungmin mendelik lalu duduk dan memakai sepatunya sambil meracau tak jelas. Membuat Sungjin dan Kyuhyun terkekeh melihatnya.
"Ayo kita pulang!" sewot Sungmin dengan nada yang masih lemah. "Aku pulang dulu, Park-saenim. Gamsahamnida untuk hari ini," Sungmin menunduk untuk berpamitan.
Jungsoo tersenyum, "Ne. Hati-hati, jaga pola makanmu agar anemiamu tak kambuh. Sungjin-ssi, jaga noonamu, aratci?" nasihatnya.
"Arasseo~ Kyuhyun-ssi, gomawo.." ujar Sungjin.
Sungmin membungkuk ke arah Kyuhyun lalu melangkah disusul oleh Sungjin.
Kyuhyun terdiam sejenak, lalu mengejar kakak beradik itu.
"Sungjin-ssi!" panggil Kyuhyun.
Sungmin dan Sungjin menghentikan langkah mereka dan berbalik.
"Wae?"
"Um.. Apa.. Besok aku boleh menjemput noonamu untuk berangkat bersama ke sekolah?" tanya Kyuhyun terus terang.
BLUSH!
Sungmin kembali merona.
Sungjin melirik Sungmin yang sedang menunduk lalu tersenyum.
"Geureom~ Datanglah dan jangan membuat noonaku terlambat mengikuti jam pelajaran pertama!" sahut Sungjin pada akhirnya.
Kyuhyun tersenyum senang. "Gamsahamnida!"
Sungjin merangkul Sungmin dan membawanya melanjutkan langkah mereka.
'Akhirnya.. Ada seseorang yang bisa menjagamu selain aku, noona.. Dia tulus.. Aku tahu itu,' ucap Sungjin dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
_to be continue..
Annyeong haseyo.. #ngumpet dipunggung Kyu oppa
Rena datang bawa chapter 2nya Love for You special Kyumin..
Rena bener-bener minta maaf untuk update yang lama.. :(
Mungkin chapter ini juga agak membosankan untuk kalian.. Maaf banget..
Gomawo untuk kalian yang masih setia nungguin ffnya Rena dan yang udah nyempetin ngeriview.. :)
Oya, untuk yang versi YeWook, Rena bingung nih.. lanjutinnya kapan.. mengingat ini bulan puasa..hehe.. #plak!
Untuk yang versi HaeHyuk ditunggu ya (bagi yang mau tunggu).. hehe..
Terakhir,, Rena tunggu review tanpa bashnya.. :)
Sekali lagi maaf..
Gomawo untuk yang sudah mau mampir baca..
Annyeong,, #bow..
.
.
Kosakata hari ini:
Dowajuseyo: tolong aku!
