Forget The Past

Disclaimer : I own nothing, semuanya jelas punya mom Jo.

Warning : typo merajalela, absurdness, gajeness, lebayness, dramaness.

Hay hay hay, aku kembali lagi dengan chappie 2 ! semoga chapter kali ini memuaskan, ya ! Maaf juga, aku update-nya kelamaan ya ?

Yaupin, ga usah kebanyakan omong, baca aja langsung !

Harry Potter © J. K. Rowling

Forget The Past © diamonddiadem11

Alexandra PoV

Aku bangun terlambat ! aduhh, gawat sekali ini ! Masa Ketua Murid Putri—yang baru saja diangkat—terlambat masuk kelas ?! Itu sungguh-sungguh tidak lucu !

Well, ini bukan saatnya memikirkan itu, ini saatnya untuk memikirkan, bagaimana aku bisa sampai di kelas Ramuan tanpa terlambat.

Aku segera berlari menuju kamar mandi Ketua Murid, harusnya, sih, si Scorpius itu sudah berangkat,-kalau dia tidak terlambat bangun juga—sudahlah, aku tidak peduli dia masih disini atau sudah berangkat, pokoknya aku bisa mandi lalu pergi ke kelas Ramuan tanpa terlambat !

Tapi, kenyataannya,

Scorpius masih disini, dan dia juga baru saja membuka pintu kamarnya, terlihat sekali ia juga baru saja bangun. Kami bertatapan sejenak, sebelum akhirnya berlai bersamaan menuju kamar mandi.

"Aku duluan, Malfoy" kataku sambil masih berebutan untuk masuk ke kamar mandi

"Hah ? Sudah jelas aku duluan yang memegang handel pintu, Nott !" hardiknya padaku

"Tapi, aku duluan yang terbangun, Malfoy !"

"Aku tidak peduli, pokoknya aku duluan !"

"Aku duluan, Malfoy. Tidak bisakah kau mengalah kepada perempuan ?!"

"Tidak"

"Berarti kau banci" kataku mengejeknya.

"Hey, aku bukan banci !" katanya sambil melepaskan handel kamar mandi. Kesempatan ini langsung kumanfaatkan untuk merebut handel kamar mandi tersebut dan langsung masuk ke kamar mandi.

"Sialan kau, Nott !" teriaknya dari luar kamar mandi

"Aku duluan ya, Malfoy, selamat menunggu" balasku dari dalam kamar mandi.

xoxoxoxoxoxo

Aku berlari agar sampai tepat waktu di kelas Ramuan. Tiba tiba saja,

Brukk—

Aku menabrak seseorang, oh ternyata dia, Albus Potter, salah satu sahabatku juga. Yah, bukankah aku pernah bilang, bahwa aku dan Rose cukup dekat ? Karena itu juga, aku bisa kenal dan bersahabat dengan Albus Potter, yang notabene adalah sepupunya.

"Al, maafkan aku, ya. Aku tidak sengaja, aku buru-buru" aku meminta maaf kepadanya sambil memunguti buku-bukuku yang berserakan karena terjatuh dari tasku.

"Tidak, tidak apa-apa, Alexa, santai saja" balasnya ramah sambil tersenyum kepadaku.

"Yasudah, sekali lagi aku minta maaf. Bye, Al. Aku duluan" Pamitku pada Al

"Ya, bye juga" balasnya.

Mungkin ini hanya perasaanku saja, tapi aku merasa, tadi saat aku sedang berbicara dengan Al, ada seseorang yang memperhatikanku,

Dan seseorang itu adalah

Scorpius Malfoy.

Scorpius PoV

Sial, aku bangun terlambat. Karena mengerjakan essay Ramuan tentang kegunaan-kegunaan bezoar, aku jadi terlambat seperti ini. Sudahlah, aku harus mandi lalu berlari secepat kilat menuju kelas Ramuan.

Langsung saja aku berlari menuju kamar mandi.

Dan ternyata, Alexa juga baru saja keluar dari kamarnya. Kami bertatapan untuk beberapa saat, sebelum akhirnya berlari menuju kamar mandi. Dan…

Hap ! aku berhasil menggapai handel kamar mandi lebih dahulu,

Tapi,

"Aku duluan, Malfoy" katanya sambil masih berebutan untuk masuk ke kamar mandi

"Hah ? Sudah jelas aku duluan yang memegang handel pintu, Nott !" hardikku padanya

"Tapi, aku duluan yang terbangun, Malfoy !"

"Aku tidak peduli, pokoknya aku duluan !"

"Aku duluan, Malfoy. Tidak bisakah kau mengalah kepada perempuan ?!"

"Tidak"

"Berarti kau banci" katanya mengejekku

"Hey, aku bukan banci !"

Dia mengejekku banci. Sialan, tanpa sadar, kulepaskan handel pintu kamar mandi—yang langsung direbutnya, dan ia masuk ke kamar mandi-.

Sudahlah, daripada aku terlambat, lebih baik aku menggunakan kamar mandi di asrama Slytherin.

xoxoxoxoxoxo

Aku mandi secepat kilat, lalu berganti pakaian secepat kilat juga. Aku langsung menyambar tasku yang kuletakkan di sofa asramaku.

Aku langsung berlari agar tepat waktu untuk sampai di kelas Ramuan. Tapi, tunggu, mataku menangkap sesuatu-seseorang, sepertinya-siapa itu ?

Oh, Albus Potter dan Alexandra Nott.

Entah kenapa, dadaku rasanya seperti ditonjok. Sesak rasanya. Tapi kenapa ? Cinta ? Tidak mungkin, aku masih sangat-sangat-sangat mencintai Rose Weasley. Tidak mungkin aku secepat itu mencintai orang lain.

Hey, mereka tertawa bersama !

Sungguh, aku tidak rela ! Pasti ini karena Al adalah rivalku, dan aku sudah menganggap Alexa sebagai adikku sendiri.

Kakak mana yang membiarkan adiknya tertawa bersama rivalnya ?

Ya, tentu, sudah jelas kalau ini hanya rasa sebatas kakak dan adik, sebatas teman, sebatas sahabat, partner, yah apapun itu, lah, pokoknya, yang pasti ini bukan cinta-cintaan !

Karena aku masih sangat mencintai Rose Weasley !

Alexandra PoV

Untung saja aku masuk kelas tepat waktu, hanya 5 menit sebelum Profesor Slughorn masuk kelas.

"Well,hari ini kita akan mencoba membuat Felix Felicis. Kita harus bekerja berpasangan."

Langsung terdengar sorak sorai teriakan anak-anak, ada yang setuju, ada yang menentang.

"Pasangannya akan kupilihkan" langsung terdengar desah kecewa dari seluruh penjuru kelas.

"Mr. Potter, dengan Miss. Longbottom"

"Mr. Longbottom, kau dengan Ms. Goyle"

"Mr. Crabbe dengan Ms. Vance"

Aku sudah tidak mendengar lagi kata-kata Profesor. Slughorn, sampai ia bertanya

"Adakah yang belum mendapatkan pasangan ?"

Spontan saja aku langsung mengangkat tanganku.

"Miss Nott ? Hanya Miss Nott ?"

Dan seketika saja pintu ruangan terbuka, dengan Scorpius yang berlari masuk.

Scorpius PoV

"Maafkan saya, Profesor. Saya sedikit tidak enak badan, sehingga saya mengunjungi Rumah Sakit terlebih dahulu" bohongku agar selamat dari detensi.

"Tak apa-apa, nak. Nah, sudah jelas, kan, Miss Nott, kau berpasangan dengan Mr. Malfoy ?"

Aku tidak tahu apa-apa, yang jelas, setelah itu, Alexa memandangku penuh amarah. Aku langsung meletakkan tasku di bangku di sebelah bangkunya.

"Alexa, sebenarnya, kita dipasangkan untuk apa, sih ?" tanyaku pada Alexa

"Membuat Felix Felicis, Scorp" jawab Alexa singkat

"Tapi itukan memakan waktu"

"Ya, itu berarti, kita harus bekerja sama sampai Ramuan itu selesai"

"Oh, anyway, terima kasih, ya, Karena kau sudah membuat aku terlambat" kataku sarkasme

"Sama-sama, Scorp. Terima kasih juga karena kau sudah memperhatikanku dengan Al tadi"

"Kau tahu ?" kagetku

"Jelas saja, kau tahu tidak ? Bau parfummu itu dapat dicium dari jarak puluhan meter ! Dan catat, aku sudah satu asrama denganmu selama 2 minggu, itu artinya, aku sudah mencium bau yang sama selama 2 minggu, itu membuatku hafal bau parfummu !"

"Ya, aku memang memperhatikanmu, Tapi kau jangan GR dulu ! Aku sudah menganggapmu adikku sendiri. Dan orang orang tahu, aku dan Al adalah rival, jadi, kakak mana yang akan membiarkan adiknya tertawa bersama dengan rivalnya ?"

"Yah, aku juga tidak GR, Scorp ! Sudahlah, sebaiknya kau ambil bukumu dan lakukan apa yang diperintahkan oleh Profesor Slughorn !"

Alexandra PoV

"Alexa, sebenarnya, kita dipasangkan untuk apa, sih ?" tiba-tiba Scorp bertanya padaku

"Membuat Felix Felicis, Scorp" jawabku singkat

"Tapi itukan memakan waktu"

"Ya, itu berarti, kita harus bekerja sama sampai Ramuan itu selesai"

"Oh, anyway, terima kasih, ya, Karena kau sudah membuat aku terlambat" katanya sarkasme padaku

"Sama-sama, Scorp. Terima kasih juga karena kau sudah memperhatikanku dengan Al tadi"

"Kau tahu ?" dia terlihat kaget

"Jelas saja, kau tahu tidak ? Bau parfummu itu dapat dicium dari jarak puluhan meter ! Dan catat, aku sudah satu asrama denganmu selama 2 minggu, itu artinya, aku sudah mencium bau yang sama selama 2 minggu, itu membuatku hafal bau parfummu !"

"Ya, aku memang memperhatikanmu, Tapi kau jangan GR dulu ! Aku sudah menganggapmu adikku sendiri. Dan orang orang tahu, aku dan Al adalah rival, jadi, kakak mana yang akan membiarkan adiknya tertawa bersama dengan rivalnya ?"

"Yah, aku juga tidak GR, Scorp ! Sudahlah, sebaiknya kau ambil bukumu dan lakukan apa yang diperintahkan oleh Profesor Slughorn !"

Oh, adik, ya, tentu saja, aku hanya adik di mata Scorpius. Hanya adik. Ingat itu, Alexa, hanya adik !

xoxoxoxoxoxo

Hay, semuanyaaa ! I'm back with chapter 2 ! Gimana gimana ? klasik banget yah, ide ceritanya ? Mungkin ya, tapi tunggu aja, aku bakalan bawa gebrakan baru di chapter selanjutnya !

Sebenernya, cerita ini pengalaman pribadi loh, aku di pihak Alexa. Jlebb banget sih awal-awalnya, tapi lihat nanti, endingnya !

Pokoknya…. Review ya guys !

Gracias, Merci, Danke, Dank u, Gamsahabnida, Xie-xie, thank you, Terima kasih.