Main cast : Baekhyun, Chanyeol ChanBaek

Other cast : Kyungsoo, Sehun, Kai, Luhan, Kris dll

Genre : Romance, Marriage, Drama

Rate : T

WARNING! typo(s) GS GENDERSWITCH, yang tidak suka GS mohon tidak membaca. No Bash No Blame

DISCLAIMER: Semua chara milik Tuhan, ibu, bapak, agensi masing masing, aku hanya meminjam nama doank (berharap Baekhyun jadi milik saya #plak)

Summary : eomma tahu aku bukanlah orang yang pintar dalam percintaan, tapi apa ini? PERJODOHAN oh Ya Tuhan demi seluruh lelaki tampan di dunia ini, mereka benar benar keterlaluan, tega-teganya mereka menjodohkanku dengan namja yang bahkan sama sekali belum pernah ku temui. What the hell

happy reading... ^^

YOU'RE MINE™

"APA? eomma dan appa mau menjodohkanku?" teriak Baekhyun nyaring, terkejut dengan apa yang di katakan ibunya barusan, untung dia tidak tersedak roti selai strawberry yang sedang ada di mulutnya, pasalnya Baekhyun sedang sarapan berdua bersama ibunya saat ini.

"Ne Baekki" jawab nyonya Byun dengan sedikit ragu, ia sudah menduga seperti apa reaksi anaknya satu itu setelah mendengar dari mulutnya sendiri berita perjodohan yang di sampaikannya barusan. "Appa yang meminta eomma untuk menyampaikan berita ini, dan appamu sangat berharap kau mau menerima perjodohan ini."

"Yang benar saja eomma!" Baekhyun melototkan matanya pada ibunya

"tapi Baekki, kau tidak ada pilihan untuk menolak!" terang ibu Baekhyun.

"aku tidak mau, TIDAK MAU! aku masih ingin hidup bebas tidak dengan ikatan perkawinan atau pun sejenisnya" tolak Baekhyun keras

"Baekki, ini sudah kesepakatan keluarga dan tidak semudah itu di batalkan."

"MWO? kalian keterlaluan sekali, bisa-bisanya menjodohkanku dengan seseorang tanpa meminta persetujuanku dulu, Demi Tuhan ini sudah bukan jaman kerajaan Juseon lagi eomma kenapa masih harus ada perjodohan?" gerutu Baekhyun benar-benar tidak percaya akan keputusan orang tuanya

"Tapi ini demi bisnis appamu sayang, rekan bisnis appamu itu sudah menolong penuh perusahaan appa yang hampir bangkrut dulu," tukas ibu Baekhyun memelas pada putrinya "Tolong lah Baekki, ini namanya balas budi, kau ingin appa mu di cap sebagai orang yang tak tahu balas budi eoh?" nego Nyonya Byun lagi.

"Entahlah, tapi aku tetap tidak mau," jawab Baekhyun bersikukuh.

"Jebal Baekki ya, eomma mohon padamu" ibu Baekhyun menangkupkan kedua tangannya di depan dada, pose orang mengiba ck! benar benar pintar berakting

"berhenti berakting eomma aku tetap tidak akan menerima perjodohan itu, eomma saja yang menikah dengannya, What ever dengan bisnis appa. Lebih Baik aku kembali ke L.A " tapi Baekhyun tidak sebodoh itu. Dia tidak bisa ditipu oleh acting murahan ibunya, bisa dibilang dia sangat canggih dalam masalah seperti ini

"YA! Baekhyunnie, sejak kapan kau mulai bicara kasar begini! kau tahu kalau bisnis appamu sampai bangkrut kau juga yang akan menderita, dan apa katamu? kembali ke LA? jangan harap anak nakal, pasportmu eomma sita!" ancam nyonya Byun pada putrinya.

Beakhyun lantas membulatkan matanya yang sipit itu, lalu mengerucutkan bibirnya lucu,

"eomma jahat sekali, kenapa memaksaku begini, lebih baik kemarin aku tidak perlu pulang ke rumah," cercanya dengan ekspresi kekanak-kanakan pura-pura ingin menangis. Sambil memikirkan rencana untuk kabur dari rumah.

"What ever!" jawab ibu Baekhyun cuek, menirukan gaya gaya artis tengil yang sering berakting drama-drama favoritnya. Sambil beranjak dari kursinya dengan wajah yang, demi Tuhan baru kali ini Baekhyun benar-benar muak dengan ekspressi ibu kandungnya itu. "Oh dan satu lagi jangan pernah berfikir untuk kabur dari rumah, karena eomma sudah menyuruh semua satpam berjaga- jaga di setiap pintu keluar, arasseo Baekki?!" sambung ibu Baekhyun dengan evil smirk yang, errrrrr menyebalkan. Entah dipelajari dari siapa, seingat Baekhyun ayahnya adalah orang yang lembut dan tidak pernah berekspresi mengerikan dan semenyebalkan ini. Kini yang ada dalam pikiran Baekhyun hanya satu 'pasti drama drama murahan yang ditonton eomma setiap malam itu' huh menyebalkkan

"EOMMA JAHAAAATTTTTTTTT!" teriak Baekhyun membahana setelah ibunya menghilang dari ruang makan "Hah apa-apan ini? bagaimana mungkin aku harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak ku kenal, mereka benar-benar keterlaluan. Aduh! kepalaku benar benar sakit sekarang, lalu bagaimana bisa eomma tahu rencana ku untuk kabur." Baekhyun mengacak acak rambutnya frustasi.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MENYEBALKAN!"

Sementara di balik tembok, ibu Baekhyun sedang terkikik geli melihat tingkah prustasi putrinya, dia pikir rencana awal sudah berhasil walau ini belum sepenuhnya, tapi ia pikir ia akan memenangkan pertarungannya dengan Baekhyun segera

"Mian Baekki, ini yang terbaik untukmu eomma yakin kau akan menyukai pemuda itu." ibu Baekhyun sudah pernah bertemu pria yang akan dijodohkannya dengan Baekhyun itu

"Dia pria yang sangat tampan Baekhyun, dan juga penuh sopan santun." senyum penuh menghiasi wajah cantik ibunya.

.

.

.

.

.


OTHER SIDE

Suasana cafe yang romantis dan nyaman itu terlihat dua sosok pasangan kekasih yang terlihat serius mengobrol.

"Chanyeol ah, lihat aku, aku sedang berbicara padamu," ucap yeoja cantik di pada kekasih tampannya yang sedang duduk di depannya itu "Jangan marah padaku! aku benar-benar sudah menunggu kesempatan ini jauh jauh hari Yeol, bukankah tahu ini yang aku tunggu-tunggu dari dulu?" ucapnya memelas pada kekasihnya memohon ijin untuk pergi keluar negeri meneruskan pendidikannya

Chanyeol tahu, sangat tahu malahan bahwa kekasihnya yang cantik ini sangat ingin menjadi desaigner terkenal dan ia juga tahu kalau kekasihnya itu sangat egois, Kyungsoo harus mendapatkan apa yang ia mau. Itu yang Chanyeol sangat tahu dari kekasihnya. Walau dengan kenyataan sikap Kyungsoo yang demikian lantas tidak melunturkan sedikitpun rasa cintanya untuk sang pujaan hati. Chanyeol akan mengabulkan apapun yang Kyungsoo mau, tapi lain dengan hari ini

"Tidak Soo, aku tidak akan mengijinkanmu pergi, kanapa kau tidak bersekolah di sini saja. Kau tahu Seoul kan? disana juga ada Universitas yang tidak kalah dengan di Paris, kau bisa belajar disana dan kita akan tetap bersama," bujuk Chanyeol pada kekasihnya. Bukan Kyungsoo namanya jika kalah argumentasi dengan Chanyeol, dia akan selalu lebih mendominasi kemenangan ketimbang kekalahan dan pada akhirnya Chanyeol akan tetap menuruti ke inginannya

"Ku mohon Yeol, hanya 3 tahun kau pasti bisa menungguku," ucap Kyungsoo berusaha meyakinkan Chanyeol

"Aku tidak yakin Soo, di dunia ini hal hal cepat sekali berubah, bagaimana kau bisa yakin kita masih akan tetap bersama jika jarak dan waktu memisahkan kita."

"Aku percaya padamu Park Chanyeol, Aku mencintaimu dan Kau mencintaiku, kita pasti bisa bertahan." Kyungsoo menggenggam erat tangan Chanyeol kemudian di kecupnya mesra.

Chanyeol masih tidak yakin, dia menggeleng gelengkan kepalanya.

"Yeol, kau mau bukti? akan ku buktikan padamu," ucap Kyungsoo menantang, matanya memancarkan pandangan yang entah tidak dapat didefinisikan oleh Chanyeol sa'at itu.

"Jadikan aku milikmu seutuhnya."

.

.

.

Akhirnya di tempat ini, kamar hotel tepatnya sepasang kekasih sedang bercumbu mesra di atas ranjang . Sang wanita tampak mengalungkan tangan indahnya pada leher sang pria, sedangkan sang pria tetap menghadiahi ciuman panas pada bibir kissable kekasih tercintanya.

Keduanya bahkan enggan berhenti dari aktivitas panas itu jika saja mereka tidak ingat bahwa manusia masih membutuhkan oksigen untuk tetap bisa bertahan hidup.

"Apa kau yakin Soo?" tanya Chanyeol pada gadis di bawahnya yang sedang terengah-engah berusaha menstabilkan nafasnya setelah acara ciuman panas mereka tadi. Bukannya menjawab tapi Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya pasrah dengan pandangan yang cukup menggoda iman.

"Aku tidak tahu jika kau mempunyai ide segila ini Do Kyungsoo,.dan sejak kapan kau merencanakan ini untuk menyogokku?" tanya Chanyeol masih mengecupi tiap inci kulit mulus kekasihnya.

"ahhhh... aku hanya ingin membuat kau mempercayaiku Yeol, ssssshhhhh..." jawab Kyungsoo tak kuasa meredam desahan sexy dari bibirnya karena ulah sang pacar yang sedang melambungkan kesadaranya kelangit paling tinggi.

"Kurasa bukan begini caranya baby, tapi kau terlanjur menggodaku, jadi jangan salahkan aku jika aku tidak lagi bisa mengontrol diriku atas dirimu" tukas Chanyeol masih melanjutkan aktivitasnya mengecupi leher kekasinya sambil berusaha membuka kancing kemeja yang dikenakan Kyungsoo.

"Lakukan Yeol, euughhhh... lakukan apapun yang kau inginkan" lenguhan indah Kyungsoo semakin membuat hasrat Chanyeol naik ke level maximal.

akhirnya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi pasangan muda ini.

.

.

.

.

.

BAEKHYUN POV

"Eomma, apa benar dia ingin membunuhku secara perlahan, bagaimana mungkin aku dikurung di dalam rumah seperti ini, huh menyebalkan. Apa mereka tidak menyayangiku lagi eoh," gerutuku sendiri di dalam kamar. Aku benar-benar ingin menentang perjodohan ini tapi aku yakin eomma tidak akan melepaskanku begitu saja oh Ayolah Baekhyun berfikir, berfikir...

"Ku rasa ini adalah akhir dari hidupku," ucapku lemas akhirnya.

dddrrrtttt... dddrrrtttt... Ku tolehkan kepalaku di samping dan kulihat ponselku bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk, dari layar ponselku dapat ku lihat Id Caller itu adalah si albino Sehun, segera ku angkat panggilannya.

"yeoboseo"

"yeoboseyo, noona kau sekarang di mana?"

"aku di rumah Sehunnie, di dalam kamar yang sedang terkunci lebih tepatnya. Dan Ini adalah ulah eomma."

"mwo? bagaimana bisa eommonim menguncimu di dalam kamar noona? memangnya kau melakukan kesalahan apa?"

"iiisshh ini bukan salahku albino, eomma bilang dia hanya takut aku kabur, makanya dia mengunci pintu kamar ku saat aku ke kamar mandi tadi."

"kabur bagaimana maksudnya Baekki? pasti ada sesuatu hal yang terjadi" tanya Sehun penasaran, sampai lupa memanggil nama Baekhyun dengan sebutan noona.

"kau tahu Sehunnie, eomma bilang dia akan menjodohkanku dengan anak rekan bisnis appa" aduku pada Sehun dengan wajah cemberut, yang tetap saja Sehun tidak melihatnya dari sana.

"APAAAAAA? yang benar kau Byun Baekhyun," teriak Sehun kencang sampai berdengung ditelingaku.

"YA! bocah jaga suaramu. Kau mau membunuhku dengan teriakkan suara beratmu itu!" balasku berteriak pada manusia di seberang sana sambil mengusap-usap kupingku

"mianhae, Baekkie aku hanya shock mendengar kabar ini, apa kau menyetujuinya Baek?"

"Apa kau fikir aku gila mau menerimanya begitu saja Oh Sehun?" jawabku sewot padanya.

"lalu, kau menolaknya kan?"

"aku sudah menolaknya sekuat jiwa raga ku Oh Sehun, tapi beginilah akhirnya, aku malah di kunci didalam kamar dan tidak di biarkan keluar, hiks," ucapku memelas pada Sehun disertai isakan kecil yang tiba-tiba keluar dari bibirku.

" ya Byun Baekhyun jangan menangis, apa perlu aku kesitu sekarang, aku heran bagaimana mungkin eomma dan appamu yang notabenenya sangat menyayangimu bisa memaksamu begini eoh?"

"entahlah Hun, aku juga tak habis pikir tapi aku benar benar tidak bisa menolak keinginan mereka. Kau sedang di kampus kan? awas kalau kau berani membolos dan datang kemari aku bersumpah tidak mau bertemu lagi denganmu!"

"kenapa malah mengancamku? sebentar lagi pelajaranku usai lalu aku akan ke rumahmu."

"tidak usah, lagi pula aku sedang ingin sendiri dan tidak ingin diganggu orang lain, ya sudah aku tutup teleponnya."

klik. kumatikan ponselku secara sepihak tidak perduli pada Sehun diseberang sana yang mungkin saja sibuk mengumpat padaku Ah masa bodoh! aku sedang stres sekarang dan aku tidak peduli pada orang lain.

ceklek

Tiba tiba kudengar ada orang membuka pintu, aku yakin itu eomma, aku tidak peduli pokoknya sekarang aku sedang ngambek padanya.

"Baekki..." kudengar eomma memanggilku, tapi aku tetap bersikukuh mengabaikannya dan malah sekarang aku memunggunginya.

"aigooooo Baekkie eomma sedang ngambek eoh?!"

"..."

"apa Baekkie. tidak mau bicara pada eomma lagi?"

masih ku biarkan saja eommaku mengoceh memanggil manggil namaku, tidak aku tanggapi.

"aissh Byun Baekhyun keras kepala sekali ya? dengarkan eomma baik-baik sayang ini bukan keinginan pribadi kami,, eomma dan appa hanya merencanakan masa depan yang indah untukmu."

'indah pantatatku! ini namanya masa depan suram!' jawabku dalam hati, sedangkan mulutku masih ku pertahankan diam.

"Byun Baekhyun apa kau lupa janjimu pada eomma bahwa kau akan melakukan apapun demi kebahagiaan appamu chagi? apa kau tidak mau menerima perjodohan ini dan membuat appa kecewa Baek?"

sial, kenapa eomma malah mengungkit-ungkit ini, jujur ini adalah skak mat buatku.

"Eomma..." gumamku akhirnya sambil menolehkan tubuhku menghadap eomma lalu duduk sejajar dengannya.

"kenapa eomma membawa-bawa itu lagi? eomma tahu kan aku tidak bisa melawan apapun yang appa perintahkan, walaupun dia tidak pernah sekalipun memaksaku, tapi sekali ini saja eomma jangan lakukan perjodohan ini kumohon" aku benar benar mengiba didepan eommaku.

"Eomma tidak bisa memutuskan sayang, tapi eomma sama sepertimu, eomma tidak ingin membuat appamu kecewa dan jatuh Baek. Sebenarnya apa ada alasan yang kuat kau menolak perjodohan ini? atau kau sudah punya kekasih?"

aku menggelengkan kepalaku menanggapi pertanyaan eomma, memang benar aku tidak punya kekasih seperti yang eomma tanyakan padaku, tapi yang aku beratkan hanyalah masa-masa lajangku dan lagi aku bahkan belum resmi menjadi dokter seperti yang aku harapkan selama ini. Masa iya aku harus mengubur dalam impianku setelah bertahun tahun menimba ilmu di luar negeri.

"lalu apa yang memberatkanmu chagi? ayolah Baek tidak ada salahnya kau mencobanya dulu, kau akan bertemu dengannya nanti dan kau akan putuskan juga nanti."

"aku hanya takut pria itu tidak seperti pria idamanku eomma," jawabku lemas.

"Baekki, dia sangat tampan, tinggi, baik dan pintar pula, eomma yakin kau akan cepat menyukainya".

Aku lihat eomma yakin sekali dengan jawabannya barusan. Aku hanya berfikir sejenak, tidak ada salahnya kan mencoba, toh aku juga sangat payah dalam mendapatkan laki-laki.

"tapi kalau nanti aku tidak bisa mencintainya aku boleh kan menolak perjodohan itu."

Dan kulihat eomma menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

"itu akan eomma bicarakan dengan appamu nanti, oh iya eomma membawakanmu ini" kata eomma sambil menyodorkanku sebotol.

.

.

.

.

.

yougurt

strawberry?

Aku membulatkan mataku, tiba-tiba teringat sesuatu.

BAEKHYUN POV END

.

.

.

.

.

SEHUN POV

"YAAA Byun Baekhyun" tut... tut...tut...

Kulihat panggilanku sudah dimatikan sepihak oleh gadis galak itu. Apa-apaan ini. Perjodohan katanya? Tidak bohong sa'at ini dadaku tiba-tiba terasa sesak, padahal aku sedang berada di lapangan outdoor dan dapat kurasaksn angin sedang berhembus sangat kencang, tapi kenapa seakan-akan sesak tidak ada udara sama sekali disini.

"Sial, kenapa rasanya sesak sekali," umpatku entah pada siapa, sembari memukul-mukul dadaku dengan tanganku sendiri.

"Bagaimana mungkin Baekhyun akan menikah dengan orang lain, lalu bagaimana denganku? bagaimana rencanaku yang sudahku persiapkan matang-matang jauh hari?" aku mengepalkan tangan ku kuat berusaha menahan emosi ku, ini benar-benar berita terburuk yang pernah ku dengar.

"Apa aku harus menyerah? aaaaaarrrrrrggghhh..." aku benar-benar frustasi saat ini.

"Baekhyun, apa yang harus aku lakukan? Aku menyukaimu sejak lama. Tapi aku benar benar pengecut untuk menyatakannya padamu, dan setelah ini apa masih ada harapan untukku Baek? kau benar-benar pengecut Oh Sehun!" aku memaki diriku sendiri atas kebodohanku selama ini, aku memang menyukai Baekhyun dari dulu, tapi kembali aku akui aku adalah seorang pengecut. Salahkan takdir yang selama ini mendekatkan ku dengan Baekhyun. sejak kecil aku dan Baekhyun sudah berteman. Dimana ada Baekhyun selalu ada aku, begitu pun sebaliknya.

Aku dan Baekhyun hanya terpaut usia satu tahun. walau Baekhyun akan tetap memarahiku jika aku memanggil namanya tanpa embel-embel noona, tapi aku tidak pernah menganggapnya dan tetap memanggilnya dengan Baekhyun saja. Akhirnya lambat laun dia mulai menerima ku panggil begitu, tapi kadang dia juga akan mengomel-omel tak jelas. Tetap saja aku yang menang.

Kami sudah bersama sedari kami duduk di sekolah dasar. Sa'at itu dia berada dikelas 6 dan aku kelas 5. Aku akan selalu melindungi Baekhyun dari setiap orang yang mengusilinya, walau aku lebih kecil dari Baekhyun tapi aku sukses melindunginya kemana pun. Kami pun terbiasa tumbuh bersama. Bahkan sa'at SMP dan SMA pun kami tetap satu sekolah, karena aku sudah berjanji untuk melindunginya. Aku akan berada didekatnya, selalu.

"Tidak, ini belum berakhir aku masih harus memperjuangkan Baekhyun, lagi pula ia juga tidak menerima perjodohan ini."

SEHUN POV END

.

.

.

.

.

OTHER SIDE

"Chanyeol sudah kau kemasi barang-barangmu? kita akan berangkat ke Jepang untuk bertemu rekan bisnis appa besok!" Ucap ayah Chanyeol begitu melihat putranya memperlihatkan batang hidungnya.

"Ne appa," jawab Chanyeol seadanya, dia sudah tau ini jauh-jauh hari, karena ayah Chanyeol memberitahunya soal pertemuan dengan rekan bisnis ayahnya di Jepang. Dan dia diwajibkan ikut.

Tak mau ambil pusing Chanyeol langsung memasuki kamarnya dengan tidak semangat sama sekali. Ia langkahkan kakinya ke kamar mandi, setelah sampai di rumah, pikirannya sangat kacau. Chanyeol memandangi dirinya pada pantulan cermin didepannya.

"Aku memang tidak akan menang melawanmu Soo, bahkan jika kau menyakitiku aku hanya akan diam saja, kau selalu menguasai apapun atas diriku. Aku bahkan sampai bingung pada diriku sendiri. Kau memang bodoh Chanyeol sangat bodoh!" Chanyeol mencibir dan memaki dirinya sendiri.

"Benar-benar menyedihkan, jika orang lain melihatku pasti mereka juga akan menertawakanku." Chanyeol terkekeh pelan. Dia menertawakan dirinya yang buta akan cintanya pada Kyungsoo, kekasihnya yang paling egois, tetapi gilanya Chanyeol sangat mencintai Kyungsoo.

"Ku anggap ini sebuah kelebihan yang Tuhan berikan padaku, karena bisa bertahan dengan gadis seegois dirimu Do Kyungsoo."

.

.

.

.

flashback on

Sinar matahari pagi terpancar menyilaukan. Cahaya melalui celah gorden yang dibuka setengah itulah tubuh tinggi pemuda bernama Park Chanyeol terusik dalam tidurnya, Chanyeol bangun karena matanya silau akibat pancaran sinar matahari yang menerobos masuk.

eeeuuughhh... lenguhnya sambil merenggangkan oto-ototnya yang terasa kaku, akibat pergulatan yang dilakukannya semalam.

Chanyeol yang sepertinya mulai sadar dari tidurnya teringat apa yang dilakukannya tadi malam bersama kekasihnya. Sebelum dia menyadari kalau dia bangun tanpa busana pagi ini.

Chanyeol segera menolehkan tubuhnya kesamping ranjangnya. "SIAL!" umpat Chanyeol saat mengetahui di kamar itu sudah tidak ada Kyungsoo disana. Dia segera bangun dan mengambil pakaiannya yang tergeletak tak beraturan di lantai dan memakainya tergesa- gesa, namun sa'at dia akan beranjak dari kamarnya Chanyeol mendengar ponselnya berdering nyaring, Kyungsoo yang menelpon, segera Chanyeol megangkat ponselnya

"yeoboseyo"

"KAU DIMANA SEKARANG DO KYUNGSOO?" teriak Chanyeol pada si pemanggil di telepon.

"Kenapa kau berteriak Yeol ah? kau sudah bangun ya, ku kira kau belum bangun. Aku hanya ingin berpa-"

"katakan dimana kau SE KA RANG!" tanya Chanyeol tidak sabaran, bahkan ia tak membiarkan Kyungsoo melanjutkan ucapannya. Dia yakin, sangat yakin bahwa kata-kata yang akan kekasihnya katakan adalah hal yang paling tidak ingin dia dengar sa'at ini. Namun belum sempat Kyungsoo menjawab, Chanyeol tengah mendengar suara keramaian dari tempat pacarnya berada, ia yakin itu adalah-

"Aku tahu! kau pasti ada di Bandara. Tunggu disana dan jangan berani-berani kau beranjak dari tempatmu!" Ancam Chanyeol pada Kyungsoo

"Tapi Yeol pesawatku akan segera terbang! kau tak perlu kesini" jawab Kyungsoo ragu, tapi setelah ditunggu ternyata tidak ada sahutan dari seberang sana, Kyungsoo mengecek ponselnya. "panggilannya tidak terputus, tapi kemana Chanyeol, kenapa aku tidak mendengar suaranya?" tanya Kyungsoo heran pada ponsel yang berada di tangannya.

Yang benar saja! Chanyeol sa'at ini sedang mengendarai mobilnya menuju bandara, dia bahkan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Tapi sialnya dia malah terjebak lampu merah, otomatis Chanyeol menghentikan mobilnya secara tiba-tiba dan menyebabkan dia di klakson oleh beberapa mobil di belakang nya "SIALLL!" umpatnya lagi sambil memukul stir kemudinya. Dia segera mengeluarkan ponsel dari jacketnya dan ternyata sambungan teleponnya dengan Kyungsoo tadi belum terputus, lalu Chanyeol segera mengambil ponselnya dan memanggil nama Kyungsoo.

Kyungsoo masih saja meletak kan ponsel pada telinganya hingga dia sadar kalau chanyeol sudah tidak menghendaki panggilannya tadi, namun sa'at dia ingin mematikan ponselnya dia mendengar Chanyeol memanggilnya.

"Kyungsoo ya, dengarkan aku, tetap disitu jangan kemana-mana sampai aku datang, mengerti?" ucap tegas chanyeol pada kekasihnya.

" Kau yang dengarkan aku Yeol, Pesawatku akan take off 3menit lagi dan sekarang aku harus bersiap-siap jadi kau tak perlu kemari."

Chanyeol dengar perkataan Kyungsoo bahwa Pesawat nya akan tke off 3menit lagi. Dia menatap lampu merah was-was takut dia tidak akan sampai mengejar kekasihnya.

"Chanyeol aku sangat bahagia dengan apa yang telah kau berikan padaku selama ini, kau tahu Yeol, kau sudah mendapatkan semua yang ada pada diriku, aku sudah menyerahkan semuanya padamu, jiwaku bahkan ragaku, kau memiliki cintaku Yeol, jadi kumohon biarkan aku pergi, dan tunggulah aku kembali. Aku sangat berharap padamu percayalah padaku, aku tak akan pernah melupakanmu. Aku harus pergi sekarang! Aku sangat mencintaimu Park Chanyeol."

Chanyeol hanya mendengarkan semua yang dikatakan Kyungsoo padanya dengan pandangan kosong. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap bagi Chanyeol. Dia sudah ditinggalkan. Park Chanyeol sudah ditinggalkan pergi oleh kekasih yang sangat ia cintai. Dan dia merasa bodoh sekarang.

Chanyeol tetap diam seperti tadi cukup lama, sebelum suara klakson membuyarkan pikirannya dan menamparnya ke alam sadar. Umpatan-umpatan kasar ia dengar ditujukan padanya karena tak dia kunjung melajukan mobilnya, padahal lampu sudah berubah warna hijau dari tadi. Pantas saja mobil yang ada di belakangnya sudah tak sabaran. Setelah sadar akan kekacaun yang tidak sengaja ia buat Chanyeol segera melajukan mobilnya menjauh. 'Aku Membencimu Soo' batin Chanyeol yang ditujukan pada Kyungsoo atas pernyataan terakhirnya tadi sebelum Kyungsoo memutus sambungan teleponnya. Tapi kenyataannya tidak lah seperti itu. Chanyeol tidak akan pernah membenci Kyungsoo. Tidak akan bisa!

'MIANHAE PARK CHANYEOL' Kyungsoo berjalan menuju pesawatnya dengan meneteskan air matanya.

flashback off

.

.

.

.

.

TO BE Continued

... ... ...

Hallo Hallo...akhirnya chap 2 jadi juga. ^^. Aduuuuh malu banget kemarin setelah lihat hasil ff ini yang chap 1. Setelah di publish eh ternyata, masyaAllah typo(s) nya coyyyyy. Aku akui diriku ini memang careless 😝 peace 'V. Dan kalau soal penulisannya aku bener-bener minta ma'af 'saya tidak perfect pada EYD' ya jadinya berantakan sekali deh penulisannya, Intinya aku masih harus belajar lebih banyak lagi dari para Sunbae di FFN.

Tidak lupa aku ucapin terimakasih buat yang udah mau baca FF gaje ku ini, terimakasih buat yang review, yang fav dan follow walaupun g review dan para Silent Readers jika ada ataupun yang cuma berkunjung, pokoknya aku ucapin terimakasih aja. Aku gak maksa buat review semua tergantung diri masing-masing, karena aku juga sadar, kadang kalau baca FF juga gak review kkkkk mungkin seperti ini rasanya. Ya gak papa cukup tau aja. Aku udah rasain jadi pembaca dan penulis jadi bisa tahu bagaimana suka dukanya.

Chap ini bisa dibilang cepet kan? karena kemaren pas ngetik yang chap 1 juga udah nyicil chap 2. Tapi untuk yang chap tiga ma'af kalau nanti bakal lama update sooalnya belum ada gambaran sama sekali, eh ada sih sedikit, sedikit banget, tapi tiba-tiba ilang entah kemana, karena dengar pemberitaan BaekYeon dating hari ini, Demi Tuhan What The f*** astaga aku bener-bener gak bisa terima ini. Rasanya sakit banget dengernya. Aku yakin kalian juga kan? Shock banget kagak ? kirain anak itu gak bakalan beneran seberani itu pacaran sama Sunbae nya ya, walaupun kita tau Baekhyun itu orang nya nekat banget-menurutku-Tapi ini masih belum bisa aku terima titik. Terserah buat mereka yang dukung hubungan BaekYeon. Aku juga tidak ngebashing ataupun ngedukung. CUkup tutup mulut. Gini aja masih nyesek hiks,, T.T ya sudahlah sekian sampe disini dulu curcolnya.

see you next chap...

maaf kalo masih nemu banyak typo(s)

.

.

.

.

.

bagi yang berkenan

Mind To Review juseyo^^