Saranghae Penjaga Warnet/YunJae GS/Series/Chapter 2
August 18, 2013 at 8:39pm
langsung update yang kedua, hehehe
silahkan...
Judul : Saranghae Penjaga Warnet
Genre : Romance Comedy Family
Rate : T
Author :Avinda Devi Fatmasari a.k.a Avinda Shim (istri sahnya Shim Changmin. #plak!)
FB & Twit :Avinda Devi/ avindadf (monggo difollow, xD)
Main Cast :
ü Jung Yunho (namja)
ü Kim Jaejoong (yeoja)
ü Park Yoochun (namja)
ü Kim Junsu (yeoja)
ü Shim Changmin (namja)
ü Cho Kyuhyun (yeoja)
Supported Cast :
ü Jung Heechul (yeoja. Yunhoeomma)
ü Jung Hangeng (namja. Yunhoappa)
ü Kim Kibum (yeoja. Jaejoongeomma)
ü Kim Siwon (namja. Jaejoongappa)
ü Go Ahra
ü Tiffany
Ini fanfictiongenderswitch pertama yang saya buat. Terinspirasi dari dua teman namja sayayang bekerja diwarnet. Hahaha
Thanks buatmereka berdua yang ngasih ide buat bikin ini fanfiction. Gara-gara dengerincerita saklek dari mereka berdua, ckckckck #peace
Tapi ini cerita asli karangan saya. Dan disini banyak percakapannya yang mungkin terbelit-belit jadijangan bosen yah. Bakalan jadi series tapi mungkin aku jarang update tergantungreaders sih bisa maksa aku buat lanjut apa kagak, wkwkwk #plak! Lagian siapa jugayang mau baca epep abal-abal ini -_-
Ok maaf jikamasih banyak typo yang bertebaran dimana-mana. Karena saya memang bukanlahpenulis yang baik pada umumnya. But i hope you like it and enjoyedreaders...
Dan jangan lupaRCLnya yah aku seneng banget jika banyak yang like atau sekedar komen soalnyabisa bikin tambah semangat bikin ffnya.
Cek thisout
Chapter 2
-Jaejoong's PoV-
Ah mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan si namja mesum itu lagi. Danapa tadi dia bilang? Namanya jung yunho? Sepertinya aku pernah mendengarnamanya sebelumnya. Tapi dimana ya? Ah sudahlah tidak penting.
"jae noona kau didalam?" tanya seseorang yang aku yakini adalahchangmin sepupuku.
"nde tunggu sebentar aku ganti baju dulu min" balasku dari dalam kamar."dan jangan kau membuka kulkas!" pintaku tegas. Pasalnya kalau dia sudah mulaimembuka kulkas dijamin makanan apapun yang ada didalam kulkas pasti akan habisdibabat oleh si monsterfood itu.
"ah sudah terlanjur noona" katanya agak sedikit berteriak.
"ckck dasar monsterfood...! tanpa dicegahpun kurasa dia sudahmembukannya dari tadi"
"aku mendengarmu noona"
"oh, haha pendengaranmu tajam juga min" kekehku yang masih sibukmemakai baju.
"sudah selesai belum?"
"nde sudah, masuklah" kataku sambil merapikan rambutku didepan cermin.
"ah nyamanmya" ucap changmin yang kini sudah berbaring diranjangbermotif hello kitty milikku.
"kau kesini hanya ingin numpang tidur saja eoh?"
Akupun menghampiri changmin, duduk bersilang diatas ranjangku.
"anio aku ingin meminta bantuanmu noona" kata changmin denganmemejamkan matanya.
"ckck selalu saja kau kesini pasti ada maunya" tebakku.
"kau kenal cho kyuhyun tidak?" tanya changmin.
"cho kyuhyun? Tentu saja kenal dia teman dekatku"
Mendengar penuturanku sepertinya membuat changmin terkejut tidakpercaya. Sampai-sampai diaberanjak dari posisinya.
"jinjjayo? Itu bagus kalau begitu" ucapnya lagi.
"memangnya kenapa?" tanyaku heran melihat tingkah sepupuku yang mendadakberubah ekspresinya setelah mendengar penuturanku tadi.
"kenalkan aku dengannya ne noona" pintanya yang tiba-tiba memelaspadaku.
"kau menyukainya eoh?" godaku pada changmin.
"annio..! hanya..."
"sudahlah tidak apa-apa jika kau menyukainya" potongku. Dia hanyatersenyum-senyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu.
"kau malu eoh?"
"yak noona jangan menggodaku"
"arrasseo arrasseo, ehm... kau mengenal jung yunho tidak?" tanyakuspontan pada changmin. Entah setan apa yang merasukiku sehingga aku tiba-tibamenanyakan dia pada changmin.
"jung yunho? Tentu saja kenal. Dia yang aku ceritakan tempo harinoona,ketua osisku" kata changmin beranjak mengambil sebuah apel dimeja si monsterfood ini tak lupa ritualnya yang selalu membawa makanankemanapun. Pasti ini hasil tangkapannya didalam kulkasku.
"oh pantas saja namanya tidak asing ternyata changmin pernah berceritatentang dia" batinku sambil manggut-manggut sendiri.
"kau kenapa noona? Apa jangan-jangan kau menyukai yunho hyung yah?"tanya changmin dan sukses membuatku sangat amat terkejut.
"mwo? Menyukainya? Si namja mesum itu? mana mungkin changmin-ah"elakku.
"mwo? Namja mesum? Memangnya kau sudah diapakan dia noona?" tanyachangmin yang sukses membuatku membeku.
'GLEK' aku menelan ludahku sendiri.
Masa iya aku harus menceritakan kejadian memalukan yang menimpaku waktuitu? andwae.. andwae..!
"hei noona jae noona?" changmin melambai-lambaikan tangannya didepanwajahku saat aku melamun dan tidak menghiraukan panggilannya.
"JAE NOOOOONAAAA...!" teriaknya tepat ditelingaku dan hampirmembuatku tuli karena teriakan 8 oktafnya itu.
"yak minfood aku tidak tuli tau. Dasar! Rasakan ini"
Akupun memukulinya dengan menggunakan bantal guling yang ada. Memukulnyasekeras mungkin. Biar saja dia mau kesakitan salah sendiri tidak sopan.
'buk...buk buk..' aku terus memukulinya dengan tenaga semaksimalmungkin.
"yak berhenti noona... ne ne mian mian" katanya memelas dan langsungaku menghantikan aksiku memukulinya.
"awas kau yah, ngomong-ngomong bagaimana kau bisa kenal yunho?" tanyakudengan pertanyaan yang menurutku sendiri sangat bodoh. Karena jelas-jelas pastichangmin mengenalnya karena dia juga siswa SMA Dongbang.
"seharusnya itu pertanyaanku padamu, pabbo. Aku ini wakil ketua osisdan dia ketua osisnya jelas saja aku mengenal yunho hyung." Kata changmin menjitak kepalaku kecil.
"hehehe"
"atau jangan-jangan kau menyukainya noona?"
"sudah ku bilang aku tidak menyukai namja mesum itu" kataku tegas.
"hahaha tenanglah noona, aku jadi penasaran apa yang sudah yunho hyunglakukan padamu noona. Karena setahuku dia itu orang yang sangat cuek dan dinginterhadap yeoja"
"tidak ada yang terjadi diantara kita" ucapku lagi menyakinkan.
-Yunho's PoV-
Hari ini rasanya tulangku ingin remuk saja. Latihan basket hari inibenar-benar menguras tenaga. Mungkin karena turnamennya sudah dekat jadipelatih benar-benar memforsir kami. Sehingga setengah hari ini kami bolos matapelajaran untuk latihan basket. Tapi walaupun begitu aku tetap harus bekerjajadi penjaga warnet. Kondisi keuangan rumah akhir-akhir ini sangatmemprihatinkan. Walaupun tiap kali aku bertanya pada eomma tidak ada yang perludikhawatirkan tetap saja aku khawatir mengingat 3 hari yang lalu dirumah adapihak bank yang menanyakan sesuatu pada eomma. Walaupun tidak sedikit,setidaknya aku bisa membantu eomma dengan gajiku dan uang tabunganku yangselama ini aku kumpulkan tanpa sepengetahuannya.
'kriiinng...'
Ah rupanya ada pelanggan yang datang.
"selamat datang..." ucapku ramah pada pelanggan yang barusan datang.
"ah oppaaaaaa...!"
"aissshhh... dia lagi mengganggu saja" batinku.
Siapa lagi yang datang kalau bukan yeoja genit yang bernama Go Ahraitu. siswi dari SMA Shinki. Padahal penampilannya tidak menunjukkan orang yangtidak punya. Seharusnya barang seperti laptop dan perangkat internetnya diapasti punya. Tapi malah datang kewarnet. Memang yeoja gila!. Bukannya akutidak senang karena ada pelanggan yang datang tapi yeoja ini benar-benar sangatmengganggu.
"oppa.. oppa aku membawakan sesuatu untukmu" katanya yang langsungtidak sopan duduk disebelahku dan bergelanyut ditangan kanan ku.
"ah kau kesini mau apa? Warnetnya penuh sebaiknya kau pulang saja"balasku dan memang hari ini warnet sangat penuh.
"oh itu bagus oppa jadi kita bisa berduaan." Katanya lagi percaya diri.
"siapa juga yang mau berduaan dengan dia" batinku. Sambil berusahamenyingkirkan tangannya ditanganku.
'kriiinngg...' bel yang dipasang didepan pintu warnet berbunyi lagi. Pertandaada lagi pelanggan yang datang.
"mian bilik nomor berapa yang kosong" tanya pelanggan itu. sepertinyasuaranya tidak asing lagi ditelingku. Aku tolehkan kepalaku melihat siapa yangdatang dan ternyata gadis bibir cherry yang datang.
Oh God... jika aku mengingat kejadian beberapa hari lalu. Aku inginsekali mengulanginya. Haha bibir cherrynya yang manis.
"ah maaf noona semuanya sudah penuh" kataku padanya.
Nampaknya dia masih tidak suka padaku. Dilihat dari raut mukanya yangjika menatapku masih sangat tidak senang.
"baiklah aku tunggu" balasnya lagi yang kini duduk diseberang bangkukhusus penunggu.
"ah oppa ini aku membawa kue untukmu, cobalah" kata ahra mengalihknpandanganku dari yeoja bibir cherry itu.
"ne nanti aku makan taruhlah disitu saja" tunjukku pada sisi meja yangkosong.
"aku suapi ne oppa, aaaa..." paksa ahra yang menyodorkan kue padaku
"yak! Berhentilah menggangguku dan kau sebenarnya mau apa kesini eoh"bentakku pada ahra. Sekilas aku melirik yeoja bibir cherry itu. rupanya diatengah terkikik melihatku yang digoda oleh ahra. Aigoo senyumnya itu...
'krinnngggg...'
"noona muda harus pulang sekarang" kata seseorang yang aku yakiniadalah bodyguard dari yeoja bernama ahra ini.
"aku bisa pulang sendiri tanpa kalian" balas ahra ketus.
"tidak bisa noona harus pulang sekarang" kata bodyguard berseragamhitam itu dan langsung membawa ahra pergi. Sayup- sayup aku mendengar suarapenolakkan dari ahra namun tidak didengarkan oleh bodyguardnya itu.
"huft..." aku menghela nafasku lega karena sudah terlepas dari yeojagila itu. untuk kesekian kalinya aku melirik kearah yeoja bibir cherry itu. danternyata dia tengah menahan tawanya.
"tertawalah kau bibir cherry" kataku sambil benar-benar melirik danmenyindirnya.
"bwakakakakakak~~~" tawanya sambil memegangi perutnya. Tampaknya diasangat puas melihat aku digodai oleh ahra tadi.
"oppa aaaaa...hahaha" katanya lagi menirukan gaya ahra saat memaksauntuk menyuapiku sambil tertawa puas.
"yak kau bibir cherry!" ucapku dengan nada yang aku buat-buat setinggimungkin.
"kau bilang apa tadi namja mesum? Bibir cherry? Panggilan macam apa itu"
"kau sendiri memanggilku namja mesum? Siapa yang tidak sopan sekarang?"balasku tak kalah ketus dengannya.
"tapi kau memang namja mesum"
"aku bukan namja mesum bibir cherry, lagipula itu sebuah kecelakaan"elakku lagi.
"tsk...tsk... dasar namja mesum!"
"dan kau bibir cherry!"
"jangan memanggilku seperti itu"
"tidak mau kalau kau juga mash memanggilku namja mesum"
"arra jung yunho sang ketua osis yang terhormat"
Ucapannya benar-benar membuatku ingin tertawa. Darimana dia tahu kalauaku seorang ketua osis? Rupanya dia sudah menyelidikiku sebelumnya.
"rupanya kau sudah menyelidikiku bibir cherry" ucapku dan kontanmembuatku sangat terkejut. Aku suka ekspresinya yang sekarang. Benar-benarcantik.
"menyelidikimu bagaimana? Dan kau kenapa masih memanggilku bibircherry?" tanyanya agaj sedikit salah tingkah.
"kau tidak memberitahukan namamu jadi aku akan tetap akan memanggilmuseperti itu"
"huh dasar! Jaejoong, kim jaejoong"
"oh baiklah joongie"
"mwo? Joongie?"
"kau pilih aku tetap memanggilmu bibir cherry atau joongie?" tawarkumengodanya.
"terserah kau sajalah joongie lebih baik" katanya. Dan terlihat pipinyamerah merona karena aku terus mengodanya. Aigooo... benar-benar gadis yangsangat manis.
-Jaejoong's PoV-
Gara-gara menunggu diwarnet yang sangat lama dan juga karena tugas yangbegitu banyak jadi aku pulang terlambat. Aigoooo sudah hampir jam sembilanmalam. Pulang dari sekolah jam 5 langsung kewarnet dan mengantri hampir 1 jamlamanya. Ah benar-benar menyebalkan!
Segera aku keluar dari bilik dan hendak keluar untuk membayar. Kulihatsekitarku sudah kosong. Apa aku satu-satunya yang masih tersisa? Aku sebenarnyatidak heran karena memang daerah sini sudah sepi jika menginjak hampir jam 9malam. Itu kata orang-orang daerah sini sih aku tidak begitu tahu juga.
Saat aku hendak membayar, kulihat penjaga warnet yang tak lain danbukan adalah yunho namja mesum itu tengah tertidur dengan mulut terbukabersender di bangkunya. Ckckck bagaimana mungkin dia bisa tertidur denganposisi seperti itu dan mulutnya yang terbuka? Kalau ada lalat masuk bagimana? Kuperhatikanwajahnya dengan seksama ternyata dia sangat tampan untuk ukuran namja. Matanyayang seperti musang, kepalanya yang kecil, hidungnya yang mancung dan bibirhatinya itu sangat seksi. Bibir hatinya yang pernah menyentuh bibirku.
"aigooo... apa yang kau pikirkan kim jaejoong. Kenapa kau jadi pervertbegini" kataku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. Sambil memukul kepalakukecil.
"kau sudah puas memandangiku?" katanya tiba-tiba dan sangat membuatkuterkejut.
"siii...apa yang memandangimu?" elakku.
"haha tidak perlu gugup begitu jika tidak benar"
"aku tidak gugup. Berapa aku harus mambayar?" ucapku mengalihkanpembicaraan
"3rbu won"
"ini. Pas kan" kataku lagi dan langsung keluar dari warnet.
Jujur entah kenapa saat aku berhadapan dan melihat matanya langsung adasedikit perasaan yang berbeda. Tapi ya sudahlah. Segera aku menuju sepedakesayanganku yang biasanya aku gunakan untuk transportasi kesekolah.
"aiissshhh... bannya kempes eottohke..." kataku bingung. Bagaimanatidak? Setahuku tadi saat aku kemari bannya baik-baik saja kenapa sekarangkempes? Dan oh Tuhan ini sudah malam dan tempat ini benar-benar sudah sepi. Buswayyang biasa lewat sini juga pasti sudah tidak beroperasi karena hanya sampai jam6 sore. Batrei hpku juga habis tidak bisa menghubungi changmin atau appa untukminta menjemputku. Bagaimana ini... aku benar-benar ingin menangis saat inijuga.
"kau kenapa joongie?"
Suara yang tak asing lagi ditelingaku tiba-tiba menyapaku. Oh Tuhanjangan bilang dia si namja mesum itu yang akan menolongku. Aku yang malasakhirnya terpaksa mendongkakkan kepalaku kearahnya.
"gwaenchana" bohongku padanya. Padahal sebenarnya aku sangat butuhbantuannya sekarang.
Sekilas kulihat dia melirik ban sepedaku yang kempes itu.
"oh banmu kempes, naiklah denganku" katanya to the point. Akupunmelirik motor sport hitam yang sedari tadi terparkir didepan warnet. Motornyabagus sepertinya dia bukan orang yang tidak mampu. Tapi kenapa dia bekerjadiwarnet? Benar-benar namja yang aneh.
"kau mau apa tidak?" tawarnya lagi membuyarkan lamunanku. Aku masihtetap diam membisu tidak menerima ataupun menolak tawarannya.
"ya sudah kalau tidak mau"
"yak yak aku mau, tapi sepedaku" kataku melirik sepeda kesayangankuyang malang.
"taruh saja dilorong dekat warnet itu, ku pikir tidak akan ada yang maumengambil sepeda bututmu itu" katanya mengejekku. Sambil menunjukkan lorongsebelah kanan warnet dengan dagunya. Segera aku menurutinya karena memangsangat amat terpaksa aku lakukan.
Dengan amat terpaksa juga aku memboncenganya untuk bisa pulang eomma dan appa sudah kebakaran jenggot karena aku belum pulang sampaisekarang.
"dimana rumahmu?" tanyanya saat motor yang dia kendarai hendak melaju.
"didaerah samsung-dong" balasku.
"oh tidak begitu jauh, ok berpeganganlah"
"jangan mencari kesempatan dalam kesempitan yah namja mesum"
"terima kasih karena kau sudah mengingatkanku" katanya dan langsungtancap gas dan membuatku tersentak kaget.
"yak kau ingin membuat aku mati jantungan eoh?" teriakku sambil memukulbahunya.
"kan sudah ku bilang berpenganganlah"
Karena aku benar-benar tidak ingin mati muda maka aku menuruti semuaperkataannya. Jelas sekali dia mencari kesempatan. Changmin salah besar jikanamja ini dingin dan cuek pada yeoja buktinya sekarang?
"kenapa diam saja?" tanyanya tiba-tiba.
"aku tidak ingin mati sekarang eoh, biar kau berkonsentrasi membawamotornya" balasku ketus.
"kau perhatian sekali joongie"
Haduh sepertinya aku salah bicara dasar jaejoong pabbo...
"aisshhh jinjja... Ah kenapa kau bisa bekerja diwarnet? Kau punyamotor yang bagus jadi tidak tampak kekurangan" tanyaku tiba-tiba mengalihkanpembicaraan. Entah darimana ide itu muncul untuk menanyakan hal yang seharusnyatidak aku pedulikan.
"rupanya joongie ku ini sangat cerewet dan ingin tahu"
'DEG'
Apa dia bilang joongieku? Aisshhh... kenapa jantungku berdebar saatdia bilang 'joongieku' seolah aku ini kekasihnya saja.
"tapi baiklah akan aku jawab, ekonomi keluargaku sebenarnya tidakbegitu baik. Aku ingin sekali menjual motorku untuk melunasi hutang eomma tapieomma selalu melarangku" jawabnya jujur padaku. Mendengar ceritanya aku hanyabisa ber'oh' ria saja. Tanpa aku sadari motornya sudah dekat menuju rumahku.
-Author's PoV-
Sepasang suami istri tengah mondar-mandir kebingungan dirumahnya yangsangat sederhana itu. nampaknya mereka tengah khawatir karena putri sematawayang mereka belum juga pulang dari sekolah.
"kau tidak menghubungi hpnya?" tanya sang suami siwon.
Rupanya keluarga kim lah yang tengah kebingungan karena putri sematawayangnya kim jaejoong belum pulang.
"hpnya tidak aktif yeobo" balas nyonya kim kibum yang tak kalahkhawatir.
"anak itu kemana sebenarnya"
"tunggu yeobo diluar sepertinya ada suara motor, coba kita lihat" katakibum dan langsung mengecek dari jendela karena mendengar ada suara mesinmotor.
Sementara itu diluar rumah rupanya jaejoong sedang bersama seorangnamja yang mengantarkannya pulang. Tak lain dan bukan adalah yunho.
"ini helmnya, gomawo sudah mengantarku" kata jaejoong sembarimenyerahkan helm yunho.
"sudah bawa saja besok pagi berangkat sekolah aku jemput lagi" balasyunho tersenyum mengoda.
"siapa juga yang mau dijemput olehmu"
"hahaha sepedamu kan kempes"
"tapi aku bisa naik bis atau aku bisa berangkat dengan changmin"
"changmin?" tanya yunho heran sambil mengeryitkan alisnya.
"ne changmin namjachinguku, jadikau jangan macam-macam padaku"
"hahaha, kau mau mencoba membodohiku eoh?" balas yunho sambilmengacak-acak rambut jaejoong. Perlakuan yunho itu sukses membuat jantungjaejoong berdetak tidak karuan.
"aaa...ku tidak membodohimu kok" ucap jaejoong sambil mengerucutkanbibirnya.
"aku tahu semuanya joongieku..."kata yunho mendekatkan wajahnya ke wajah jaejoong. Refleks membuat jaejoongmenutup matanya karena memang jarak wajah mereka yang sangat dekat. Yunho yangmenyadari sikap jaejoong lantas tidak menyia-yiakan kesempatan ini. Dia terusmendekatkan wajahnya dan sekarang jaraknya semakin dekat dan semakin...
"ehem...!"
Siwon appa jaejoong tiba-tiba keluar dan mengganggu acara kedua anakmuda itu. keduanya nampak salah tingkah.
"aaa..ppa" kata jaejoong kaget mendengar appanya tiba-tiba keluar.
"ah annyeong ahjussi" sapa yunho pada kim siwon appa jaejoong.
"oh jadi begini joongie kau pulang malam karena berkencan dengan namjaini" sindir siwon appa jaejoong.
"appa salah paham joongie tadi mencari tugas diwarnet" tutur jaejoongpada sang appa. Namun bukannya luluh siwon kini malah meraih helm yang tadidibawa jaejoong dan memukulkannya pada yunho.
"dan kau! Berani-beraninya kau mengajak joongie ku keluar sampai jamsegini, dan tadi apa yang kau lakukan kau ingin mencium joongie? Dasar kau...rasakan ini" kata siwon sambil terus memukuli yunho dengan helm.
"yak ahjussi mian...mian ahjussi salah paham...!" elak yunho sambilsedikit menghindar dari pukulan siwon.
"appa hentikan...! dia tidak salah apa-apa, appa hanya salah paham"
"apa-apaan kau joongie, kenapa kau membela namjachingumu ini hah...!"
Dan perdebatan antara yunho, jaejoong, dan siwon berlanjut dengan yunhoyang diintrogasi oleh siwon dikediamanrumah keluarga kim. Kini diruang tamu nampak kim siwon yang disebelah kanannyaada sang istri kim kibum dan disebelah kirinya ada jaejoong yang tengahmengintrogasi penuh yunho. Yunho sendiri hanya bisa menunduk dihadapan siwonappa jaejoong. Sambil sesekali memegangi sudut bibirnya yang lecet terkenapukulan helm oleh siwon.
"siapa namamu anak muda" tanya siwon pada yunho.
"yunho appa" kata jaejoong cepat.
"yak kim jaejoong aku tidak bertanya padamu jadi diamlah" bantak siwonpada putrinya.
"nde appa"
"seperti yang dikatakan jaejoong ahjussi namaku yunho, jung yunho"
"mwo? Jung yunho? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelumnyayeobo" kata kibum istri siwon yang berada disebelah kanannya.
"tentu saja pernah, changmin sering berceloteh tentang dia eomma" katajaejoong lagi dan kini dihadiahi deathglare oleh sang appa yang otomatismembuat jaejoong menunduk takut.
Sebelum siwon bertanya lebih lanjut kepada yunho tiba-tiba ponsel yunhoberdering.
"ehmm maaf bolehkah saya mengangat telepon dulu ahjussi ahjumma? Inidari eommaku" ijin yunho kepada kibum dan siwon.
"kemarikan ponselmu" pinta siwon.
"tapi ahjussi ini..."
"sini berikan padaku"
Dengan sangat amat terpaksa yunho memberikan ponselnya yang terusberdering kepada siwon appa jaejoong. Nampak wajah jaejoong sangat syok danmungkin merasa bersalah atas perlakuan appanya terhadap yunho.
"yak yunho kemana saja kau kenapa belum pulang jugaaaa...!" sapaseorang yeoja yang tak lain adalah eommanya yunho diline telepon. Karena sangatkeras reflek siwon menjauhkan ponsel yunho dari telinganya. Melihat reaksi darisiwon yunho karena sang eommanya yang begitu cerewet yunho hanya bisa menahantawanya.
"maaf ini bukan yunho" kata siwon.
"mwo? Bukan yunho? Lalu dimana yunho? Apa terjadi sesuatu pada anakku? Ayolahbicara sesuatu hei kau jangan diam sajaaaa..." cerocos eomma yunho yang tanpajeda sedikitpun.
"yunho ada dirumahku"
"dirumahmu? Dimana? Suruh dia pulang sekarang jugaaaa..."
"yak nyonya jangan berteriak seperti itu, kau tahu anakmu mengajakkencan putriku hingga malam seperti ini" balas siwon tak kalah geram karenaeomma yunho yang terus berteriak kesetanan.
"kencan? Putraku itu anak baik-baik tuan paling putrimu yang mengodanya"kata eomma yunho seenaknya.
"yak! Kau bilang apa?"
"yeobo kenapa?" tanya kibum yang terkejut melihat ekspresi siwon yangtidak mengenakkan saat bicara dengan eomma yunho ditelepon.
"gwaenchana kibum" balas siwon kepada sang istri. Namun rupanya eommayunho mengira bahwa siwon tengah memanggilnya dengan sebutan kibum.
"kibum? Namaku heechul, kim heechul" tukas eomma yunho tegas.
"aku tidak sedang bicara padamu nyonya dan apa tadi kau bilang? Kimheechul?"
Siwon mengeryitkan alisnya mendengar nama itu. rupanya dia tidak asingmendengar nama kim heechul. Bukan hanya siwon saja, kibum yang mendengarsuaminya menyebut nama heechul pun tak kalah terkejutnya. Dia lantas merebutponsel yunho ditangan siwon. Yunho dan jaejoong yang melihat adegan itu hanyabisa bertanya-tanya dalam hati sebenarnya apa yang terjadi antara orangtuajaejoong dan eomma yunho.
"heechul eonni, benarkah ini heechul eonni? Ini aku kim kibum" katakibum pada eomma yunho.
"kibum? Kibum snowwhite kampus?" balas heechul
"ah ye eonni ini aku, kau kemana saja eonni. Oh ya kemarin hangeng oppadatang kerumahku dia mencarimu dan bla bla bla..."
Akhirnya ponsel yunho kini disabotase oleh eommanya jaejoong yangternyata mengenal baik heechul eomma yunho. Jaejoong dan yunho hanya bisamelihat tingkah kedua orang tua jaejoong dengan tatapan yang sulit diartikankarena bingung. Siwon pun tak kalah hebohnya dengan sang istri dan akhirnyamereka berdua masuk keruang tengah dengan membawa ponsel yunho dan meninggalkanyunho dan jaejoong yang masih bertanya-tanya.
gimana? minta pendpatnya donk? xD
