I'LL STAND BY YOU

JAEYONG

JAEHYUN X TAEYONG NCT

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Hyung~, Taeyongie hyung" seorang bayi besar merengek memanggil-manggil hyung tersayangnya mencoba mendapat attentionnya, ia mempoutkan bibirnya ketika tidak mendapat respon berarti dari yang lebih tua. "Hyung!" lagi ia mencoba memanggil sedikit keras membuat yang lebih tua tersentak.

"iya jae ada apa?". Taeyong yang lebih tua menjawab pelan sambil tersenyum tipis, tapi Jaehyun menemukan dirinya tidak menyukai senyum itu. Senyum hyungnya yang manis tidak semanis yang biasa ia lihat, terlihat entahlah palsu(?). Bukannya Jaehyun tidak sadar, ia jelas terlampau sadar jika itu tentang Lee taeyong kalau hyungnya ini jadi lebih pendiam dari biasanya, sering melamun, tinggal dipractice room lebih lama dari yang lain ataupun mengurung diri dikamarnya. Ia juga bukannya bodoh, dia cukup pintar untuk menebak masalah apa yang mengganggu hyung-nya ini. Yang jadi masalah adalah sifat buruk Taeyong yang 'tidak pernah mau terbuka' kepadanya atau yang lain. Jaehyun menghela nafas.

" Hyung, are you ok?", bodohnya jaehyun sudah tau masih nanya-_-".

"I'm fine, jae", baik darimananya coba Jisung yang masih kecil juga bakal tau kalau orang yang lebih tua dua tahun darinya ini sedang tidak baik-baik saja.

"Hyun-"

"Jae, aku pergi dulu ya", belum sempat ia bicara taeyong sudah pamit mau kabur.

"kemana hyung?"

"berlatih", dan pintupun tertutup.

.

.

.

.

.

Pagipun berganti malam, Jaehyun duduk gelisah di depan ruang TV, hyungnya yang lain sudah pada tidur. Apalagi Taeil hyung, Yuta hyung, Winwin, Mark, & Heechan, mereka langsung terkapar di kamar masing-masing sekembalinya mereka dari Super Concert . lalu apa yang membuat si tampan kita gelisah dan tidak beristirahat seperti yang lain?. Hyung tersayangnya belum kembali dari acara 'berlatihnya', ya Lee taeyong langsung kabur sesampainya ia di dorm. Dan demi Tuhan ini bukan malam lagi setelah ia melihat jam, ini sudah jam 2 pagi dan taeyong belum kembali(?). That's enough, ia akan menjemputnya dan menariknya ke dorm suka atau tidak.

. . .

. . .

Taeyong masih saja berlatih, rapp maupun dancenya, menurutnya ia tidak sempurna, ia harus berlatih lagi, berusaha lebih keras dari sebelumnya.

'ini tidak cukup, aku masih bisa lebih baik dari ini'

'mengapa ia tak bisa menjadi lebih baik dari yang lain'

'kalau seperti ini, ia akan terus tertinggal'

Tak perduli bahwa energinya terkuras habis, punggungnya mulai terasa sakit dan nafasnya yang terputus ia terus saja menari berharap skillnya bertambah jauh lebih baik. Ia terlalu focus sampai tidak menyadari seseorang terus saja memperhatikannya dari 30 menit yang lalu.

. . .

. . .

Ruangan berlatih ini gelap, yah sudah jadi kebiasaan Taeyong hyung kalau ia berlatih sendiri lampunya pasti dimatikan 'biar lebih focus' katanya. Dan meski ruangan ini gelap aku masih bisa melihatnya dengan jelas, Taeyong hyung terus saja menari, tidak perduli dengan nafasnya yang terputus-putus ck.

Well hyungnya ini memang terlihat sexy ketika menari, tapi ada yang berbeda, ia pikir tarian hyungnya kali ini terlalu berantakan, Jaehyun bukannya pintar menilai gerakan dance hanya saja bertahun-tahun memperhatikan Taeyong ia cukup tau hyungnya ini jika menari gerakannya bebas tapi terkonsep, anggun namun kuat disaat bersamaan benar-benar sempurna.

Tapi kali ini yang ia lihat tariannya seperti ledakan emosi(?), seakan hyungnya meluapkan apapun yang ia rasakan, sedih, kecewa, tidak puas, putus asa, entahlah jaehyun hanya dapat merasakan perasaan negative lainnya. Ia baru akan melangkah menghentikan latihan hyung-nya sampai sebuah suara menghentikannya

"Arggh!"

"HYUNG !", dengan panik Jaehyun berlari mendekati hyungnya yang terjatuh.

"Gwencanna hyung?, pelan-pelan, apa kakimu terkilir?", Jaehyun terus saja bertanya dengan panic terlalu takut jika sesuatu hal buruk menimpa hyungnya.

"Kalau kau lelah seharusnya jangan memaksakan diri !"

"Lihat apa yang terjadi !", Jaehyun tanpa sadar menaikkan nada bicaranya, ya Jaehyun cukup kesal dengan hyungnya yang terus saja memaksakan diri.

"aku baik-baik saja jaehyun-ah", jawab taeyong sedikit menahan sakit ketika Jaehyun menekan pergelangan kaki, mencoba menggerakan kaki, ok dia merasakan kakinya kesimpulannya ia tidak terkilir mungkin hanya sedikit bengkak. Bahaya jika ia sampai terkilir ditengah jadwal NCT127 yang padat.

" Baik ?!, bagaimana jika kakimu sampai terkilir huh?!"

" tenanglah jaehyun-ah, aku hanya merasa lelah jadi kehilangan kehilangan dan terjatuh"

"Lelah?! Jika kau sadar harusnya kau 'beristirahat' bukannya berlatih layaknya robot Lee Taeyong!", lagi, jaehyun menaikan nada bicaranya bahkan berani memanggil namanya tanpa embel-embel Hyung.

Taeyong yang berada dalam mood yang buruk mulai sedikit kesal tapi ia coba menahannya.

"hyung, apa kau ada masalah?", Taeyong tersentak, pandangan jaehyun seolah menenusuknya, ia mengalihkan pandangan menuju pintu.

"Tidak"

"hyung tatap lawan bicaramu ketika berbicara!", jaehyun mengakup pipi Taeyong memaksa menatap matanya.

"hyung, apa kau ada masalah?"

"t-tidak jaehyun-ah", mendengarnya jaehyun menatap hyungnya tanpa ekspresi, sesulit itukah mengatakan jika ia punya? Dan bercerita padanya? Jaehyun pikir mereka 'dekat', atau itu semua hanya delusinya saja?.

Tidak tahukah hyungnya ini kalau ia khawatir?, dan juga sakit melihat mata itu tidak secerah biasanya, melihat senyum itu tidak seindah biasanya. Ia peduli pada hyungnya, ia menyayanginya ah- tidak, kurasa mencintai jauh lebih tepat.

"hyung, berhenti membaca komentar-komentar itu"

Mendengarnya taeyong tersentak.

Jaehyun tau apa yang menyebabkan hyung-nya bersedih, 'membaca article & komentar-komentar yang memuat tentang dirinya' dan itu adalah salah satu kebiasaan Taeyong yang paling ia benci. Karena setelahnya hyungnya akan menjadi pemurung seperti sekarang ini.

Ya haters taeyong tidak akan semudah itu hilang, sekalipun taeyong sudah membuktikan diri bahwa ia berubah, ia layak berada digroup bersama yang lain. Meraka akan terus saja menghujat, mengungkit, dan terus mencari apapun kesalahan taeyong, sekecil apapun itu dan membuatnyan menjadi masalah besar.

Jaehyun pikir haters taeyong benar-benar kekanakan, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua bukan?, menghujat hyung-nya seperti itu apa mereka pikir mereka sudah sempurna?!. Lagipula tau apa mereka tentang hyung-nya ini?.

Lee Taeyong adalah seseorang yang sangat menggemaskan lupakan kharismanya ketika ia sudah berada di stage, dia tipikal orang yang beubah cerewet ketika berada ditengah orang-orang yang dekat dengan dengannya, jahil, dan penyayang. Hyung-nya yang penuh percaya diri ketika sedang berada di stage, kuat namun juga rapuh.

Dan apaun itu tentang Lee taeyong jaehyun menyukainya!.

"aku membacanya untuk memotivasiku, mengetahui dimana kekuranganku, sehingga aku dapat memperbaikinya"

"memotivasi kau bilang?, hal itu hanya membuatmu terus memaksakan diri berlatih seperti orang linglung !"

"kau sempurna hyung, you can rapp, dance, and singing too. Katakana apa yang kurang dari dirimu?!"

"rappku tak sebagus Mark! tarianku tak sebaik Ten!, semuanya cacat, jika aku tidak berlatih aku akan terus tertinggal Jung Jaehyun !"

Apa ia sedang bercanda, huh?!

"cacat?, tertinggal kau bilang?, disini tidak ada yang lebih berbakat daripada dirimu hyung, Mark mengagumimu kau ingat ketika interview dan ia ditanya 'siapa rapper korea idolanya? Dan ia menjawa Lee taeyong, dirimu hyung. Dan pernahkah kau mendengar Ten hyung protes ketika pelatih selalu memilihmu menjadi center dalam setiap choreography? Itu karena Ten hyung mengakui kalau kau pantas dan lebih baik dari dirinya. Berhentilah menganggap dirimu adalah yang terburuk hyung".

Taeyong terdiam mendengarnya, namun itu membuatnya semakin tidak terkontrol, ia ingin percaya tapi komentar-komentar itu terus berputar dikepalanya mengingatkannya untuk tidak besar kepala.

Tubuhnya lelah, moodnya buruk, hatinya tidak stabil dan kepalanya berdenyut sakit. Ia tak sadar kalimat yang akan ia keluarkan selanjutnya akan membuat seseorang bersedih.

"tau apa?" ucapnya pelan

"TAU APA KAU TENTANGKU JUNG YOON OH !", mereka berdua tersentak, bagi Jaehyun ini pertamakalinya hyung-nya berteriak kepadanya, sedangkan Taeyong ia terdiam menyadari apa yang barusan ia katakan, tidak seharusnya ia berteriak seperti itu apalagi terhadap Jaehyun.

"mianhe, a-aku pikir aku terlalu lelah, aku akan kembali ke dorm", setelahnya taeyong pergi meninggalkan Jaehyun yang masih terdiam.

.

Sebelum menutup pintu taeyong berucap pelan tapi cukup untuk didengar oleh Jaehyun.

"Jaehyun-ah, tolong…tolong jangan mencampuri urusanku terlalu jauh"

Setelah mengatakannya taeyong benar-benar pergi bersamaan dengan pintu yang tertutup.

Meninggalkan Jaehyun yang hatinya retak mendengar penuturannya.

Matanya berubah redup seolah memancarkan kesedihan yang dalam.

"tau apa katanya? Haha", ia tertawa getir

"aku tau hyung, semuanya. Semua tentangmu"

"karena aku mencintaimu hyung, tidakkah itu terlihat jelas dimatamu?".

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Note:

Hello, Vy~ datang untuk memenuhi janji nie hope you enjoyed with my story^^

rencananya sih mau buat Oneshoot, tapi karena tadi dapat pencarahan jadi dirombak lagi nie FF hahaha mianhe

untuk kalian yang udah sempetin kasih review. Vy~ berterimaksih banget! itu bisa jadi semangat buatku looo

sebenarnya selain penambahan cerita aku juga dapat ide dan konflik baru buat new ff TT-TT tapi aku mau nyelesain yang ini dulu wkwk

kalau ditunda-tunda takutnya keburu males, aku kan sukanya gitu harap maklum

ok, i'm done

see you at the new chapter Bye~~~

Muach~