Title: Jimderella and 4 Knights (Sekuel Ice Prince For My Heart)

Cast: Jin, Taehyung, Yoongi, Hoseok, Jimin #JinMin #VMin #YoonMin #HopeMin

Genre: Love, Friendship

Lenght: Three Shoot (5 Chapter include Prologue dan Epilogue)

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]

A little inspired by Korean Drama "Cinderella and Four Knights".


"Park Jimin, mulai hari ini, rumah ini akan kedatangan dua orang lagi, keduanya sepupu dari Jin dan Taehyung.." sahut Mr Kim pagi itu ketika memanggil Jimin ke ruang kerjanya yang ada di dalam rumah yang besar itu.

Mr Kim sangat jarang ada di rumah selama ini karena terlalu sibuk mengurusi semua bisnisnya yang ada di berbagai negara.

Namun kali itu ia sengaja pulang ke rumah karena ingin memperkenalkan kedua keponakannya yang akan tinggal disana.

"Uh? Dua orang lagi?" tanya Jimin.

Mr Kim menganggukan kepalanya. "Aku tahu cukup berat bagimu untuk menghadapi kedua anakku.. Dan pasti akan semakin merepotkanmu dengan menambahkan kedua sepupunya... Namun orang tua mereka meminta mereka tinggal disini karena orang tua keduanya kebetulan harus mengurus banyak hal sepertiku untuk beberapa bulan lamanya dan tidak tega meninggalkan anak-anak mereka sendirian..."

"Aaaaah... Mereka seperti Jin hyeong dan Taehyung? Harus ditinggal orang tuanya yang sibuk dengan bisnisnya?" sahut Jimin.

Mr Kim menatap Jimin.

"Ups.. Mianhae.. Aku tidak bermaksud menyindirmu, ahjussi..." sahut Jimin.

Mr Kim tertawa. "Hahaha... Tidak apa-apa.. Toh yang kau ucapkan juga tidak ada salahnya.. Hahaha..."

"Lihat saja betapa ramahnya Kim ahjussi... Lalu, sikap dingin kedua anaknya itu turunan dari ibu mereka yang sudah meninggal lima tahun yang lalukah?" gumam hati kecil Jimin.

"Aku meminta bantuanmu mengawasi mereka selama di rumah ini setelah kau selesai bertugas menjaga toko pakainku..." sahut Mr Kim, diiringi anggukan kepala Jimin.

"Jung Hoseok, usianya setahun diatasmu dan Taehyung, ia akan pindah melanjutkan kuliahnya di kampus yang sama dengan kampus tempat Jin dan Taehyung.. Ia mengambil kuliah jurusan seni dan sangat suka dance... Aku rasa kau akan mudah bergaul dengannya karena ia tidak sedingin kedua anakku.." sahut Mr Kim.

"Jung Hoseok..." sahut Jimin sambil menganggukan kepalanya, mengingat nama dan kepribadian yang tengah dijelaskan Mr Kim.

"Satunya lagi Min Yoongi, usianya setahun dibawah Jin.. Ia murid jenius dan sudah menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu dari Jin.. Ia yang akan kuperbantukan untuk mengurus toko pakaian yang kau pegang sekarang..." sahut Mr Kim.

"Diperbantukan? Maksudnya, ahjussi?" tanya Jimin, kebingungan.

"Yoongi, karena ia sudah lulus dan belum berpikir untuk melanjutkan usaha orang tuanya, ia akan kuminta membantumu mengurus toko pakaian yang kau pegang, jadi itu akan memperingan pekerjaanmu agar kau punya cukup tenaga untuk mengurusi keempat pria ini di rumah... Karena aku tahu, Jin selalu memperbudakmu seenaknya... Jadi untuk meringankan letihmu, kuminta Yoongi membantumu di toko..." sahut Mr Kim.

"Aigoo... Gumapta, ahjussi... Jinjja..." sahut Jimin dengan tatapan begitu terharu melihat betapa Mr Kim sangat menyayanginya.

"Tapi, kuharap kau bisa bekerja sama dengan Yoongi..." sahut Mr Kim.

"Waeyo, ahjussi?" tanya Jimin.

"Adatnya juga keras, seperti Jin dan Taehyung... Yoongi itu anak dari adik ibunya Jin dan Taehyung, jadi adat keras istriku yang menurun kepada adiknya itu ikut menurun kepada anak dari adiknya yang bernama Min Yoongi itu..." sahut Mr Kim.

"Aaaaaah..." sahut Jimin sambil menganggukan kepalanya.

"Kalau Hoseok, dia anak dari adikku... Ibu Hoseok adalah adikku, jadi sikap periangku dan adikku menurun pada Hoseok, hahaha..." sahut Mr Kim sambil tertawa, membuat Jimin ikut tertawa.

"Bersiaplah, dua jam lagi seharusnya mereka tiba disini..." sahut Mr Kim.

"Pantas saja kau memintaku menutup toko untuk hari ini.." sahut Jimin.

Mr Kim menganggukan kepalanya. "Aku ingin hari ini kau beradaptasi dengan keberadaan mereka disini... Jadi toko kuliburkan satu hari... Lagipula, kau butuh beristirahat sejenak kan?"

"Gumapta, ahjussi... Hehehe..." sahut Jimin sambil tertawa kecil.

"Ngomong-ngomong rambut blondemu bagus juga... Kau terlihat sangat manis.." puji Mr Kim.

Kedua pipi Jimin memerah mendengar pujian itu. "Ah... Gumapta, ahjussi... Tapi Jin hyeong jadi sering menyindirku, katanya aku mengikuti gaya rambutnya..."

"Abaikan saja ucapannya.. Ia memang selalu mencari kesalahan orang lain.." sahut Mr Kim, diiringi tawa dari mereka berdua.

.

.

.

Dua jam sudah berlalu.

Jimin, Taehyung, dan Jin, beserta Mr Kim sudah menunggu kedatangan Hoseok dan Yoongi di gerbang utama rumah mereka.

Taehyung dan Jimin masih merahasiakan hubungan mereka dari Mr Kim karena mereka berpikir saatnya belum tepat untuk memberitahukan bahwa mereka berdua tengah berpacaran.

Jin beberapa kali mengancam akan memberitahu ayahnya, namun sepertinya ancaman Taehyung cukup didengarnya sehingga ia tetap diam dan tidak memberitahukan hal itu pada ayahnya.

Tak lama kemudian sebuah mobil yang sangat mewah datang, dan kedua pria itu turun dari dalam mobil.

Jung Hoseok, sang pria berambut blonde, dengan senyuman menghiasi wajahnya. "Selamat siang~"

Jimin tersenyum melihat sosok Hoseok yang sangat ceria. "Setidaknya ada yang ramah di rumah ini~" sahut hati kecilnya.

Min Yoongi, sang pria berambut coklat gelap, dengan mata kecilnya dan ekspresi datar di wajahnya. "Siang.."

DEG!

"Mwoya? Aigooo~ Benar ucapan ahjussi, ia terlihat sangat dingin seperti kedua ice prince ini..." gerutu hati kecil Jimin.

Jin melakukan highfive dengan Hoseok, menandakan bahwa mereka berdua cukup akrab, sementara Taehyung mengabaikan highfive yang diberikan Hoseok padanyaa, membuat Hoseok terpaksa melewati Taehyung dan langsung menyapa Mr Kim.

"Annyeong, samchon a~ Aigoooo~ Bogoshipo~" sahut Hoseok sambil memeluk erat tubuh Mr Kim, kelihatannya mereka sangat dekat.

Mr Kim tertawa dan menepuk punggung Hoseok, membalas sapaannya.

Berbeda dengan Hoseok yang menyapa dengan ceria, Yoongi hanya menganggukan kepalanya menyapa Jin dan Taehyung.

"Annyeonghaseyo, samchon... Oraenmaniyeyo.." sahut Yoongi sambil membungkukan badannya, menyapa Mr Kim.

Mr Kim menganggukan kepalanya sambil tersenyum. "Kenalkan, ini Park Jimin, orang kepercayaanku.. Ia yang akan mengajarimu mengenai bagaimana mengurus toko pakaianku yang kuceritakan padamu, Yoongi... Dan ia yang juga akan menjaga kalian berempat selama ada di rumah ini.. Tapi jangan memperbudaknya seperti yang selalu Jin lakukan padanya.."

Jimin tersenyum, menyapa Hoseok dan Yoongi, sementara Jin menggerutu mendengar ucapan ayahnya itu.

"Semoga kita bisa berkomunikasi dengan baik..." sapa Jimin sambil tersenyum.

"Aku rasa kita bisa berkomunikasi dengan baik, Park Jimin~" sahut Hoseok sambil tersenyum membalas sapaan Jimin.

Sementara Yoongi hanya menganggukan kepalanya membalas sapaan Jimin.

Membuat Jimin menelan ludahnya. Rasanya perjuangannya akan bertambah untuk menghadapi pria dingin bernama Min Yoongi itu.

.

.

.

Mr Kim segera berpamitan setelah menjelaskan semua yang bisa dijelaskannya kepada Hoseok dan Yoongi.

"Kutitipkan mereka berempat padamu..." pesan Mr Kim kepada Jimin sebelum ia pergi dari rumah itu dan belum tahu kapan akan kembali kesana.

Kini, keempat anak konglomerat itu beserta Jimin tengah berkumpul di ruang utama atas instruksi Jin.

Sebenarnya Yoongi ogah-ogahan berkumpul namun karena Jin paling tua disana maka ia hadir di ruang utama itu, menghormati sepupunya yang lebih tua darinya.

"Oke, selamat siang semuanya~ Selamat berkumpul di rumah, mksudku, istanaku ini.." sahut Jin dengan gaya sombongnya.

"Cih..." gerutu Taehyung. Ia paling benci ketika hyeong satu-satunya itu bertingkah sebesar kepala seperti itu.

"Pertama, aku ingin memberitahu pada Jimin..." sahut Jin sambil memandang ke arah Jimin.

Jimin terkejut mendengar namanya disebut.

"Diantara kami berempat, hanya aku dan Hoseok yang akrab.. Selebihnya? Eobseo~ Jadi, jangan heran kalau suasana keluarga ini tidak akan seceria bayanganmu..." sahut Jin, membuat Jimin tersenyum dengan terpaksa mendengar ucapan itu.

"Awal yang buruk..." gerutu hati kecil Jimin. "Bagaimana mungkin bukan hanya kakak adik kandung yang tidak akur, namun sampai sepupu pun tidak akur? Keluarga yang sangat aneh..."

"Dan cukup kau tahu, Hoseok a... Hubunganku dengan Jimin juga tidak baik.. Jadi jangan kau pikir kita bertiga bisa bermain bersama.. Aku lihat kau cukup tertarik dengannya, jadi kalau kau mau bermain dengannya, jangan pernah ajak aku!" sahut Jin sambil menatap Hoseok.

"Kalian tidak dekat juga? Bukankah kalian sudah tinggal bersama cukup lama?" tanya Hoseok, kebingungan.

"Bahkan aku dan dia yang sudah bersama sejak aku lahir pun tidak akur hingga detik ini.." sahut Taehyung dengan nada dingin seperti biasanya sambil menunjuk ke arah Jin, menjawab pertanyaan Hoseok.

"Aaaaah.. Kalian benar-benar parah..." sahut Hoseok sambil menggelengkan kepalanya, pasrah melihat betapa tidak akurnya kedua kakak beradik Kim itu.

"Untuk Yoongi, aku rasa kau bisa tetap melakukan semua sendirian sesukamu, selama tidak menggangguku tentu saja... Dan selamat kesusahan berkomunikasi dengan Jimin selama kalian di toko, karena setauku orang seperti Jimin sama sekali bukan tipa orang yang bisa kau ajak berkomunikasi dengan baik..." sahut Jin sambil menatap Yoongi.

Bulu kuduk Jimin bergidik mendengar ucapan Jin.

Jimin bisa membayangkan betapa mengerikannya mereka berdua di toko nanti.

Yoongi menatap Jimin dengan ogah-ogahan, lalu hanya menganggukan kepalanya sambil menguap, menandakan bahwa ia sama sekali tidak tertarik kepada Jimin.

"Cih~" gumam Jimin melihat ekspresi Yoongi ketika menatapnya.

Taehyung menatap Jimin, memberikan semangat pada kekasihnya itu dengan caranya sendiri.

Jimin, yang menyadari tatapan Taehyung untuknya, segera tersenyum ke arah kekasihnya itu.

"Dan satu hal lagi... Yang sangat penting untuk diketahui..." sahut Jin lagi.

Feeling Jimin sudah mulai tidak enak.

"Jimin ini adalah kekasih dari Taehyung, jadi kalian jangan berpikir untuk menggodanya atau mengganggunya, atau kalian akan berhadapan dengan psikopat itu... Kalian tahu sendiri kan betapa mengerikannya psikopat satu itu?" sahut Jin sambil menatap Taehyung.

Taehyung memicingkan matanya sambil menatap dingin ke arah hyeong satu-satunya itu.

"Uhuk!" Yoongi terbatuk mendengar ucapan Jin. "Maksudmu, psikopat itu bisa jatuh cinta?"

"Whoaaaaaa~ Daebak! Yaaa, Kim Taehyung! Kau normal rupanya?" tanya Hoseok, terkejut mendengar ucapan Jin.

"Siapa yang menyuruhmu memberitahu mereka?" sahut Taehyung dengan nada dingin sambil menatap Jin.

Jin hanya mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi tanpa rasa bersalah. Jawaban yang membuat Taehyung semakin kesal.

"Apa benar kau kekasihnya?" tanya Hoseok sambil menatap Jimin.

Jimin menganggukan kepalanya, bingung harus bersikap bagaimana.

"Whoaaaa~ Daebak, jinjja! Aku tak menyangka kau bisa memenangkan hati ice prince mengerikan sepertinya... Sejak pertama kali melihatmu, aku sudah bisa merasakan, auramu begitu berbeda... Ternyata kau sehebat ini..." sahut Hoseok.

Jimin hanya bisa tersenyum bodoh sambil menggaruk kepalanya.

"Aku jadi semakin tertarik padamu..." sahut Hoseok tiba-tiba.

"Uh?" Jimin membelalakan kedua bola matanya.

"Taehyung a, ayo kita bersaing dengan cara yang adil..." sahut Hoseok sambil menatap Taehyung, membuat sebuah bantal kursi melayang ke wajah Hoseok, hasil lemparan Taehyung yang mendarat tepat di wajah Hoseok.

"Siapa bilang aku mau bertanding denganmu, hyeong? Aku tidak akan menyerahkan Jimin pada siapapun!" sahut Taehyung dengan nada dingin.

Membuat kedua pipi Jimin memerah mendengar ucapan Taehyung.

"Cih..." gerutu Jin yang masih cemburu melihat hubungan Taehyung dan Jimin.

"Apa sudah selesai? Aku malas mendengar hal-hal seperti ini..." sahut Yoongi dengan gaya coolnya.

"Selesai~ Kau bisa beristirahat dengan tenang di kamarmu.." sahut Jin.

Yoongi segera berjalan masuk ke kamarnya.

"Hyeong, ayo tanding renang denganku!" sahut Hoseok kepada Jin.

"Call~" sahut Jin sambil berjalan bersama Hoseok menuju kolam renang yang ada di rumah itu.

"Bersabarlah menghadapi Yoongi hyeong.. Bukankah kau sudah terbiasa menghadapi sikap dinginku?" sahut Taehyung sambil menepuk bahu Jimin, menyemangati kekasihnya itu.

"Araseo, Taehyung a~ Gumawo.." sahut Jimin dengan nada lemas, dengan senyuman di wajahnya.

"Kalau diantara mereka ada yang mengganggumu lagi, ceritakan saja padaku... Aku akan menghabisi siapapun yang mengganggumu.." sahut Taehyung, masih dengan nada dinginnya.

Jimin menganggukan kepalanya. "Mengapa kalian tidak akur? Bukankah kalian semua bersaudara?"

Taehyung berpikir sejenak, lalu menjawb, "Geunyang~"

"Huft~ Keluarga yang aneh..." sahut Jimin.

.

.

.

"Jadi karena itu hubunganmu dan Jimin tidak baik? Whoaaaaa~ Aku semakin penasaran padanya!" sahut Hoseok ketika Jin menceritakan semuanya pada Hoseok setelah mereka selesai bertanding renang dan tengah duduk-duduk di tepi kolam renang.

Semua kejadian mengenai bagaimana Jimin menolaknya dan memilih bersama Taehyung.

"Aku benar-benar tertarik dengannya, hyeong... Ia bisa membuat kalian berdua jatuh cinta padanya, padahal kalian berdua memiliki banyak fans yang selalu kalian tolak begitu saja..." sahut Hoseok lagi dengan antusias.

"Cih! Kalau tahu aku ditolaknya, lebih baik aku tidak usah mengatakan aku menyukainya!" gerutu Jin, merasa harga dirinya tercoreng.

"Samchon terlihat begitu menyukainya, hyeong..." sahut Hoseok.

"Tentu saja.. Aku bahkan sangat kesal ketika pertama kali appa membawanya ke rumah ini! Aku selalu menyiksanya karena kesal melihat betapa appa menyukainya, padahal tak ada hubungan keluarga sama sekali..." sahut Jin.

"Jadi karena itu kau menyiksanya?" tanya Hoseok.

"Dulu karena itu, sekarang karena ia menolakku... Cih, aku rasa kami memang ditakdirkan seperti ini... Aku menyiksanya seenakku, dan ia korban sikap emosiku... Ini takdir kami berdua sepertinya..." gerutu Jin.

Hoseok kembali teringat akan senyuman Jimin ketika menyambutnya tadi. Dan Hoseok tiba-tiba tersenyum penuh arti.

Seolah sebuah lagu yang menggambarkan perasaannya terdengar di telinganya.

"How can this mind or beauty exist?
Even if I can take a star in the sky
Your beauty is better
Hided wings of angel if not you'll fly away

I feel your heart heart heart
My heart is beating even I see your back
I want to kiss every your expression
Make you feel
my love love love
Worry nothing anymore
I'm trembing about things for you
I won't let you go easily

You're the only one for me
Look at me only
I'll run to you even you're at the end of the earth
For protecting you
I'm the only one for you
I like your smile
I'll love you more and dream of you"

"Mengapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Jin.

"Hyeong, aku rasa aku semakin tertarik padanya... Ottoke?" tanya Hoseok tiba-tiba.

"Mwoya? Kau sudah gila? Kau berniat bersaing dengan Taehyung?" tanya Jin sambil membelalakan kedua bola matanya.

"Molla... Hanya saja aku merasa tertarik padanya..." sahut Hoseok.

.

.

.

Jimin berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman, dan di dapur ternyata ada Yoongi yang sedang meminum segelas juice jeruk sambil duduk di meja bar yang ada di sudut dapur.

Dapur sedang kosong, hanya ada Jimin dan Yoongi disana.

Jimin, yang mengetahui betapa dingin sikap Yoongi itu, berusaha menghindari pembicaraan dengan Yoongi dan membuka kulkas dengan pelan, berusaha tidak bersuara sedikitpun.

Setelah mengambil sebotol air putih, Jimin menutup pintu kulkas dan membalikkan tubuhnya, dan tiba-tiba saja Yoongi sudah berdiri tepat dibelakangnya, tengah menatap Jimin dengan tatapan sangat dingin.

Seketika itu juga sekujur tubuh Jimin terasa sangat dingin.

"Hyeo.. Hyeong... Ada apa?" sahut Jimin.

Yoongi terus menatap Jimin dan memicingkan matanya.

Jimin merasa risih ditatap seperti itu oleh Yoongi.

"Ada apa... Hyeong...?" tanya Jimin lagi.

"Apa kau begitu bahagia bisa menjadi kekasih Taehyung?" sahut Yoongi dengan nada yang tak kalah dinginnnya dengan Jin dan Taehyung.

"Ma.. Maksudnya?" Jimin kebingungan.

"Apa menikah dengan pria kaya adalah salah satu cita-citamu untuk memperbaiki kondisi ekonomimu? Seperti cinderella di negeri dongeng?" sahut Yoongi lagi, masih dengan tatapan dan nada dinginnya.

Jimin membelalakan kedua bola matanya.

"Jim...derella? Haruskah kupanggil kau seperti itu? Itukah cita-citamu sejak kecil?" sahut Yoongi lagi.

Jimin tidak bisa menjawab, bukan karena ia membenarkan ucapan Yoongi, namun tatapan Yoongi begitu dingin dan membuat Jimin sangat ketakutan.

Sikap dingin Yoongi jauh lebih menyeramkan dibanding Jin dan Taehyung!

Yoongi segera berjalan pergi meninggalkan Jimin dalam ketakutannya.

.

.

.

"Selamat sore, Jimin a~" sapa Hoseok ketika ia duduk di sofa di ruang utama, menghampiri Jimin yang sedang menonton televisi sendirian disana.

Jimin butuh hiburan untuk menenangkannya setelah ia berpapasan dengan Yoongi di dapur tadi.

"Uh? Hoseok hyeong~ Ada apa?" tanya Jimin, terkejut melihat Hoseok tiba-tiba duduk di sebelahnya.

"Apa kau sudah makan?" tanya Hoseok.

"Makan siang? Sudah... Kau, hyeong? Perlu kubuatkan sesuatu kah?" tanya Jimin.

"Uh? Kau bisa memasak?" tanya Hoseok dengan antusias.

"Hmmm... Sedikit? Tapi rasanya bagaimana aku tidak tahu.. Tapi Taehyung menyukai masakanku..." sahut Jimin sambil tersenyum.

"Kau sering memasak untuk Taehyung?" tanya Hoseok.

"Uhmmm~ Kadang-kadang, hanya kalau ada waktu.. Kau kan tahu sendiri, Jin hyeong kalau sudah kumat rewelnya, aku sulit bernafas karena harus segera melayani permintaannya..." sahut Jimin.

"Mana aku tahu? Kan aku baru pindah kesini, aigoo~" sahut Hoseok sambil mengacak pelan rambut Jimin.

Jimin tertawa mendengar ucapan Hoseok. "Ah, benar juga, kan kau baru pindah, hyeong~ Hehehe~"

"Senyumanmu manis, Jimin a..." sahut Hoseok sambil menatap Jimin.

"Uh? Hahaha~ Gumawo pujiannya, hyeong~ Aku senang melihatmu... Akhirnya ada yang bisa kuajak bercanda dan bicara di rumah ini..." sahut Jimin sambil tersenyum sangat manis, menampilkan eyesmile miliknya.

"Apa mereka berdua sedingin itu padamu?" bisik Hoseok.

Jimin menganggukan kepalanya. "Apalagi sebelum aku berkencan dengan Taehyung, rasanya aku hampir menangis setiap hari karena kelelahan menghadapi sikap dingin mereka..."

"Lalu, bagaimana ceritanya kau dan Taehyung berpacaran? Aku penasaran..." sahut Hoseok.

Jimin menceritakan semuanya, dari awal ia dan Taehyung berkenalan sampai akhirnya Taehyung tiba-tiba mengutarakan perasaannya pada Jimin.

Butuh waktu hampir dua jam bagi Jimin untuk bercerita kepada Hoseok tentang hubungannya dengan Taehyung, dan bagaimana beratnya kehidupannya disana sebelum ia dan Taehyung berpacaran.

"Whoaaaa~ Coba aku ada disini ketika kau kesulitan waktu itu... Aku pasti akan menghibur dan menyemangatimu~" sahut Hoseok dengan senyuman cerianya.

"Gumawo, hyeong... Hehehe~" sahut Jimin sambil tersenyum.

Hoseok dan Jimin kembali berbincang-bincang akan berbagai hal, dan ternyata mereka sama-sama suka dengan dunia dance, jadi pembicaraan mereka semakin terlihat akrab.

"Aku benar-benar senang bisa berbincang denganmu, hyeong~ Rasanya seperti kita sudah lama kenal, hehehe~" sahut Jimin.

Hoseok menatap Jimin tiba-tiba.

"Uh? Waeyo, hyeong?" tanya Jimin, bingung mengapa Hoseok tiba-tiba diam dan terus menatapnya seperti itu.

"Jimin a... Aku rasa aku mulai menyukaimu... Kau benar-benar tipe idealku... Aku merasa nyaman berbincang-bincang denganmu seperti ini... Jinjja..." sahut Hoseok tiba-tiba, membuat Jimin terkejut mendengar ucapan itu.

Dan kebetulan saja, tepat ketika Hoseok mengungkapkan perasaannya pada Jimin, Taehyung sedang melintas di ruang utama, berniat mengajak Jimin jalan-jalan sore di taman rumah mereka yang cukup besar dan sangat indah itu.

Taehyung memicingkan kedua matanya, menatap Hoseok dan Jimin dari belakang sofa tempat mereka berdua duduk.

.

-TBC-


REPLY FOR REVIEW:

esazame: jimin jadi bidadara/? XD

hopekies : here lanjutannya, kies :) udah baca yg ice prince? thx udah nyempetin baca ya :) iya taetae dingin2 sweet/? XD here lanjutannya :)

SooieBabyUke : salam kenal sooie, sepertinya baru liat idmu review ff saya :) thx ya udah nyempetin baca ff saya :) btw, semoga kamu suka alur ceritanya ya :) here lanjutannya :)

ORUL2 : here lanjutannya ya :) mau digantikah castnya dari jimin jadi ORUL2? :) iya jimin uke varokah/? wkwkw XD

kumiko Ve : hoseok mah gila, petakilan wkwkw XD yoongi yg horor kalo mukanya udah jutek mode on ve XD pingin jhope sekali2 disemein ah lelah pangeran bikin ff hoseok uke/? XD (padahal emang dalam hati ini hoseok selalu uke buat saya) :)

peachimine : here lanjutannya chanchan :) wish u like it :) mumumu :*