DISCLAIMER: Semua karakter-karakter gaje disini kepunyaan pemilik mereka. Dan semua nama-nama OC disini juga milik yang punyanya. Semoga tidak dibakar #dihajar

Warning: Peminjaman nama yang banyak tidak diberitakan dahulu pada sang pemilik, gaje, mungkin OOC, dan bla bla bla…

Bahasa seorang OC yang gila-gilaan dan tak baku.

Genre: Terserah yang baca deh. Saya mah bikin aja. Masa bodo, bwee #dihajarreaders

A/N: Terima kasih pada semuanya yang udah mau review~

Pertemuan Bagian Pertama

BRUAK CRING DUASH

"ZABIMARU!"

SRAAK TRANG

"KYAAAAA!"

"ENYAHLAH KAU IBLIS!"

"AKU BUKAN IBLIS! AKU TERSESAT!"

Setelah mendengar kata "tersesat", Renji menghentikan serangannya pada makhluk di depannya itu. Ya, mereka berada disebuah hutan yang gelap. Bahkan bertambah gelap karena sudah malam. Mereka berdua hanya ditemani oleh sorot sinar dari bulan.

"Ha? Kau tersesat? Aku juga tersesat dan kau muncul dengan cara menghantamku dan hampir menciumku! Apa-apaan itu? Ngomong-ngomong, siapa kau?" Tanya Renji dengan kasar pada wanita di hadapannya.

"Wow, tenang dulu! Bukankah sebelum kau menanyakan seseorang, kau harus memperkenalkan dirimu dulu? Tidak sopan." Balas orang yang ditanya itu.

"Aku Abarai Renji, aku seorang shinigami, dan pangkatku adalah wakil kapten divisi 6 dari Soul Society. Nama Zanpakutoku adalah Zabimaru dan aku sudah menguasai baik shikai maupun Bankai. Sekarang perkenalkan dirimu!"

"KYAAA! Kamu shinigami? Aku Grell Sutcliff! Aku juga seorang shinigami dan kamu begitu imut! Kyaaaaa rambutmu juga merah menggemaskan!"

Wanita it- maksudku Grell yang mengaku kalau dia juga seorang shinigami langsung menerjang Renji dengan antusiasnya dan Renji langsung menendangnya dengan telak dan… GOL GOL GOL GOL GOL! INDONESIA BERHASIL MENCETAK ANGKA LAGI DA- oke narator salah baca teks. Maksud saya Grell telak masuk (baca: ngedobrak) pintu rumah, tunggu. Di hutan ada rumah?

"WOI! JANGAN RIBUT DASAR HEWAN-HEWAN GAK TAU ADAT! GUE LAGI NONTON BOLA NIH! MASA KALAH SIH?" teriak seseorang dari dalam rumahnya.

Renji yang kaget dengan refleksnya itu tadi langsung menghampiri Grell yang sudah tidak sadarkan diri di dalam rumah itu. Untungnya tendangan Renji hanya berhasil membuat Grell mendarat di ruangan yang sepertinya sudah tidak terpakai. Dan sepertinya, sang pemilik rumah tidak sadar kalau salah satu ruangan di rumahnya sudah hancur karena terlalu seru nonton bola.

"Ah~ Renji~ Kenapa kau kejam sekali padaku? Padahal aku bersedia menjadi pendampingmu sehidup semati dan mengkhianati cintaku pada Sebas-chan~ Huhuhu, Sebas-chan aku rindu padamu. Andai kau tidak terlibat dalam kejadian itu kau pasti tidak perlu mati! Huhuhu, aku sedih sekali. Aku sangat menyesal! Dan saat aku menemukan penggantimu aku malah ditendang seperti ini! Huwaa!" ucap Grell dengan panjang lebar sambil nangis bawang dan mengarang cerita seenaknya.

Renji yang terharu dan begitu saja percaya pada cerita Grell akhirnya menenangkan Grell dan memeluknya *?* Ia sepertinya sangat percaya dan berusaha menenangkan Grell yang nangis bawang dan berusaha agar tidak ketawan oleh pemilik rumah.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara gerutuan seorang lelaki yang datang menuju ke ruangan yang dihuni oleh penunggu Renji dan Grell.

CKLIK

"Ah sial sekali, kenapa harus kalah ya. Huh, padahal sudah kubela-belain nonton subuh-subuh, harusnya aku tidur saja hari ini." Gerutu orang itu.

"Ah, minum segelas susu dingin saja!" ia langsung berjalan menuju kulkas kesayangannya di ruangan gelap itu.

GREDEGREDEG #dibantaiLUXAM

"UWOOOOO!"

"UWAAAAAA!"

"UKYAAAAA?"

Saat sang pemilik yang haus membuka kulkasnya muncul 2 makhluk berambut merah yang langsung terlihat dengan tidak elitnya berdesakkan di dalam kulkas.

"Siapa kalian? Mau apa di kulkas gue? Kalian mau nyolong ya?" Tanya si pemilik dengan lebay karena mau ngelanjutin nonton bolanya.

""Ma…maafkan kami! Kami tidak bermaksud begitu." Kata Renji berusaha menenangkan orang itu.

"Iya, kami tersesat di hutan. Lalu temanku menendangku dan aku berhasil menerobos rumahmu sehingga saat kami mendengan suara langkah kaki kami langsung spontan sembunyi." Sahut Grell dengan sangat antusiasnya membuka aib.

"Hmm, jadi kalian tersesat ya? Di hutan sini ada desa. Tapi rumahku terpencil sehingga kalau kalian ingin pergi ke desa jalannya agak jauh. Apa kalian mau tinggal di sini sementara?" Tanya pemilik rumah. Wah, pemilik rumahnya ternyata baik.

"Apa tidak merepotkan?" Tanya Grell.

"Tentu saja sangat merepotkan." Jawabnya.

Grell dan Renji hanya bisa sweatdropped saat mendengar pernyataan dari sang pemilik rumah tersebut. Saat Grell dan Renji masuk ke ruang tamu rumah yang tidak besar tapi kecil itu, mereka melihat kalau di depan TV ada tikar gulung. Mereka juga melihat perlengkapan bola seperti seragam dengan tulisan 'IRFAN BACHDIM", bola sepak, bola voli, bola tennis, bola pingpong, bola-bolaan, boneka bola *?*

"Oh, kalian bisa panggil gue Zaki. Gue cinta bola *?* terutama American Football. Hobi gue main bola, gue paling suka nonton bola subuh-subuh, minum susu dingin, sama makan mie goreng Mak Acik. Cita-cita gue jadi suporter bola. Nah, sekarang giliran siapa?"

"Aku! Aku! Aku Grell Sutcliff! Panggil saja Grell. Aku cinta Sebby, hobiku adalah berjalan bersama Sebby dan mengumpulkan foto-foto Sebby, aku paling suka bersama Sebby. Cita-citaku bisa melahirkan anak Sebby!"

Kesimpulannya, pernyataan Grell saya sampaikan dengan majas hiperbola yaitu: Kata-kata yang diucapkan Grell sangat amat teramat tidak penting.

Oke, kita tinggalkan orang aneh ini dan berlanjut ke…

"SELAMAT PAGI DUNIA!" teriak seseorang sambil membuka jendela kamarnya. Ya, orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah…

"LUXAM! CEPET MANDI!"

"SABAR, BLACK! GUE LAGI MENIKMATI UDARA SEGAR!" balas Luxam sambil bernyanyi gaje.

Orang yang di panggil Black itu hanya bisa pundung karena kata-katanya dibalas dengan pernyataan tidak penting dari Luxam yang sudah membaca dialog yang telah diberikan padanya oleh sang author tidak bermutu ini.

Beberapa menit kemudian, Luxam menuju ke kamar mandi dan melakukan 'tugas'nya. Saat sedang pakai Shampoo…

"Keong Racun! Baru kenal eh ngajak tidur! UWO UWO!" nyanyinya.

BRUAKK JEGER

"MAMI!"

"NAPE LO LUXAM?"

DUAR BRUM DEGREDEGREDEG *?*

"WHAT THE #$%!" teriak Black kaget saat melihat atap rumahnya sudah bolong dan sebuah sosok terjatuh di hadapannya.

"BLACK! TOLONG GUE! GUE MASIH SABUNAN! ADA METEORIT JATUH KE KAMAR MANDI!"

.

.

.

Setelah Luxam selesai mandi dengan sempurna, ia dan Black melihat benda apa yang telah membuat pagi mereka rusuh seperti ini.

"Jadi, Black. Kau kenal mereka?"

"Tidak. Apa mereka temanmu Luxam?"

"Bukan juga."

Mereka berbicara layaknya regu pengintrogasi. Lalu salah satu dari benda yang tadi tidak sadar tersebut membuka matanya. Ia adalah… JENG JENG JENG JENG! Undertaker #plakplok

"Hihihi. Penemuanku berhasil? Ini hebat sekali! Hihihihi." Gumam Undertaker. Luxam dan Black hanya terdiam melihat kelakuan mencurigakan Undertaker itu.

"Ah, Ronald. Bangunlah!" katanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ronald yang tidak sadarkan diri tersebut. Apa yang terjadi? Tubuh Ronald berubah! Ia menjadi…menjadi…TANAKA?

Lalu Tanaka terbangun dan Undertaker bersabda:

"Apa yang terjadi padamu?"

Reaksi H2O dan O2 adalah:

"Ho…ho…ho…"

.

.

.

"AH! Grell-senpai kejam! Ia pergi ke rumah Undertaker-san bersama William-senpai! Padahal aku juga diundang, tetapi kenapa malah aku disuruh mengerjakkan semua tugas-tugas Grell-senpai? Hiks…"

.

.

.

"Huh!" gumam Grell.

"Ada apa?" Tanya Renji.

"Kira-kira Ronald sudah menyelesaikan semua tugasku belum ya?"

"Eh?"

"Ya, karena itu aku mendandani Tanaka untuk menyamar menjadi Ronald juga untuk menipu Undertaker agar ia berpikir kalau Ronald datang."

"Kau ini membicarakan apa sih?"

"Lupakan saja! Yang pasti aku ingin bersama Sebby sekarang." Ucap Grell yang kemudian menutup badannya dengan selimut.

.

.

.

"Hihihi, biarkan sajalah."

"HEI! Kau siapa?" Tanya Luxam.

"Nama saya Undertaker. Hihihi, ini Tanaka."

"Ho…ho…ho…"

"Hai, Tanaka!" Sapa Black.

"Ho…ho…ho…"

"Apa kau baik-baik saja?"

"Ho…ho…ho…"

"Apa kau lapar?"

"Ho…ho…ho…"

"Kau tidak apa-apa?"

"Ho…ho…ho…"

"Baiklah, lupakan."

"Ho…ho…ho…"

"Hi…hi…hi…" sambung Undertaker yang ikutan.

"Ho…ho…ho…"

"HENTIKAN KEGILAAN INI!" teriak Luxam.

.

.

.

"Te…tenang dulu, mas! Sa…saya Cuma mengobati luka anda kok!"

"Dimana ini?"

"Ini di Kutub Utara."

"Kutub?"

Sebastian kemudian melihat ke sekelilingnya. Ia berada di dalam sebuah gubuk kecil. Di sini ada sebuah api unggun di hadapannya, ia sedang berdiri di atas karpet yang terbuat dari kulit binatang mamalia berbulu, dan gubuk ini terdiri hanya dari satu ruang yaitu ruangan yang sedang ia tempati saat ini.

"Wah, kalian berdua mirip! Apa kalian saudara?" Tanya perempuan yang sedang mengobati luka Sebas. Ya, Sebas muncul di atas gunung dengan tidak sadarkan diri dan dirinya terguling di salju dan membentur bebatuan. Saat itulah perempuan ini menemukannya di dekat rumahnya.

Sebastian terdiam. Ia menyadari kalau di sampingnya ada seseorang yang dimaksud perempuan itu. Seorang berambut biru kelabu dengan model rambut belah tengah seperti miliknya itu. Orang itu juga sepertinya terluka. Tetapi luka orang itu lebih ringan dari lukanya.

"Nah sekarang, jelaskan siapa dirimu."

"Saya…Sebastian. Sebastian Michaelis."

"Ah…begitu. Apa dia temanmu, Sebastian-san?"

"Aku tidak kenal kalian semua." Jawabnya dengan nada judes jutek gimana gitu #plak.

"Ugh…" terdengar suara rintihan dari seseorang yang berada di samping Sebastian. Orang itu sudah mulai sadar.

"Ah, syukurlah! Anda sudah sadar." Kata perempuan itu pada lelaki yang baru tersadar dari pingsannya.

Lelaki itu langsung terduduk. Melihat sekeliling seperti Sebastian, kecuali ia tidak langsung berdiri dan berposisi sigap seperti Sebastian tadi. Badannya terlihat lemah. Raut wajahnya menunjukkan raut kebingungan juga ketakutan. Sepertinya ia agak sedikit takut dengan wajah Sebastian yang terlihat seperti mau membunuhnya yang sedang tidak berdaya itu.

"Si…siapa kalian?"

"Perkenalkan dirimu dahulu."

"I…Ishida Uryuu. Panggil saja Uryuu."

"Sebastian."

"Saya Azalea! Salam kenal!" teriak perempuan itu di tengah kesunyian antara kedua orang dingin itu. Ia langsung mendapat tatapan hangat dari Uryuu dan tatapan yang sangat dingin oleh Sebastian. Sebastian tanpa tuannya sangat dingin rupanya. Seperti udara kutub saja #plakplok.

"Ah, dingin sekali di luar."

"Ku…KUCING BISA BICARA?" teriak Azalea lebay gak karuan.

"Ya, namaku Yoruichi. Salam kenal. Aku berteduh di sini dulu bersama Uryuu." Kata Yoruichi sambil tiduran.

Countdown

5

4

3

2

1

"KUUUUCCCIIIIINNNNNGGGG! KYAAAAAAA, IMUT SEKALI DIRIMU! WARNA YANG INDAH! BULUMU HALUS! EKOR YANG GEMULAI! DAN…DAN BANTALAN KAKI BERWARNA PINK YANG EMPUK UNTUK DIPEGANG!" teriak seseorang dengan lebih lebay dari pada Azalea berteriak tadi. Sudah tau kan siapa? Orang itu langsung berlari ke arah kucing hitam yang sweatdropped tersebut dengan kecepatan seperti shunpo, sonido, hirenkyaku atau apalah namanya itu (Author lupa nama gerakan cepat quincy).

Disergapnya sang kucing malang tersebut, bergelinding, lalu menimpa kucing itu (Bas, kau tak tahu diri sekali. Badanmu itu sudah besar masih gelindingan sampe nimpa kucing. Uwo uwo uwo~ #authornyanyisumbang #BUAGH). Bantalan kaki sang kucing langsung dipegangnya dan mengelus-ngelusnya. Sang kucing lalu dipeluknya dengan kuat sehingga kucing itu tak bisa bergerak dan akhirnya ia hanya bisa berpasrah kepada Yang Maha Kuasa *?*

Azalea yang melihat wajah Sebastian yang sungguh amat sangat lebay itu sedang tersenyum menikmati waktunya bersama Yoruichi, tiba-tiba langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebas oh Sebas~ Ternyata anda sungguh menawan~ Batin Azalea.

.

.

.

"Selamat tidur!" teriak Naruto kepada 2 orang yang sekamar dengannya.

Naruto, Ciel, dan Hitsugaya akhirnya tidur di satu kamar karena rumah milik Aria memang kecil. Tetapi lumayan untuk 1 orang tinggal. Tetapi karena mereka sampainya di sini, ya mau tidak mau harus begini.

Ciel tidur di kasur, Naruto di lemari dinding, dan Hitsugaya di lantai beralaskan futon. Mereka bertiga pun tertidur dalam damai di malam yang dingin itu.

.

.

.

Apakah yang akan terjadi pada mereka yang malam ini bisa tidur dengan damai? Bagaimanakah nasib karakter-karakter lain? Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Waspadalah-waspadalah! #dihajarBangNapi. Ingat, saya akan selalu mengintai kalian dimana pun kalian berada. KYAHAHAHAHA! Saya, Cheshire Grell selaku narator pamit dulu dari chapter ini.

.

.

.

Untuk yang sudah review, siap-siap kalian! Pasang sabuk pengaman dan chappy depan anda akan melihat nama anda-anda semua tertera di dalam buku sejarah *?*

Mind to review~?