Sebelumnya aku minta maaf,yg di chapter 1 ga ada keterangan apa-apa,tiba-tiba langsung ke cerita.

Trus aku juga inget,blum dikasih judul =_=

Jujur,waktu ngupload dan ngetiknya waktu pas lagi sakit,pikiran jadi kemana-mana *curcol dikit*

Mudah-mudahan itu ga mengganggu para readers. Soalnya aku disini masih sangat pemula.

Sekali lagi,please butuh saran kalian

Disclaimer : cerita school rumble murni hasil karya mangaka Jin Kobayashi,saya hanya membuat fiction dari ceritanya saja.

Chapter 2 : your trueself

"Ngg….nghhh…"Mikoto terbangun dari pingsannya.

"Aaah….."dia memegangi dahinya,terasa ada sesuatu disitu,itu handuk basah.

'aku…kenapa…?'pikirnya.

Ketika hendak bangun,ternyata di sampingnya ada seorang laki-laki yang tertidur sepertinya dia terus menunggu Mikoto siuman.

"A…Asou…"gumamnya.

Dia ingin memegang rambut Asou,seketika itu juga Asou langsung menarik tangannya.

"Ah,Suoh,kau sudah bangun…"

"Ehmm..i…iya…"

Mikoto masih tak sadarkan bagai manusia yang tak mempunyai Mikoto menerawang ke pikirannya masih kosong.

"Sudah lebih baik?"

"….i….ya…"jawabnya dengan nada datar.

"Hmm?Kau ingin minum?kuambilkan dulu ya…"Asou beranjak dari kursinya,tapi dihalangi oleh genggaman tangan Mikoto yang memegang tangan Asou.

"Tidak,tidak usah,…"katanya.

Tangan Mikoto masih memegang tangan Asou.

"Ah,ya,soal tadi aku minta maaf,sepertinya aku terlalu keras mengoper bolanya."

"…."

"Suoh?kau baik-baik saja kan?"Asou melambaikan tangannya ke wajah Mikoto.

"Ah…iya…aku tidak apa-apa kok."Mikoto tersadar dan melepas tangan Asou.

Sepertinya Mikoto sudah kembali ke alam memegangi kepalanya yang masih pusing,dia melihat Asou yang Nampak khawatir dengan keadaanya.

"Ah,iya,benar!sekarang jam berapa?"dan sepertinya Mikoto sudah tersadar sepenuhnya.

"Sekarang?hampir jam 4 sore."

"Eeeh?lalu pelajarannya…?"

"Aku sudah minta ijin ke guru yang kau tak usah khawatir."

"O…oooh…"

Tiba-tiba seseorang datang dari balik pintu UKS.

"Suoh!"teriaknya sambil membuka pintu UKS.

"Miko-chan!"diikuti dengan seorang gadis di belakangnya.

"Hanai!Tsukamoto!"

"Syukurlah Miko-chan!"Tenma memeluk Mikoto.

"Ho…hoi, berlebihan…"Mikoto balas merangkul Tenma.

"Oh!sepertinya kau baik-baik saja Suoh."Hanai seperti lega melihat Mikoto yang sudah sehat kembali.

"Ya,tentu saja."

"Terima kasih Asou,kau sudah menjaganya dengan baik."Hanai mengalihkan ke Asou.

"Sama-sama,kalau begitu aku pulang dulu…"Asou pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Asou,tunggu…"

"Ya?"Asou berhenti di sisi pintu.

"Anuu,terima kasih…"

"Ya…"khas Asou,jawabannya datar.

"Baiklah Suoh,pulangnya kuantar saja."tawar Hanai.

"Iya,terima kasih…"

Mikoto ingin saja menolak,tapi dia tahu teman masa kecilnya itu pasti akan memaksanya.

" lain juga khawatir,Eri-chan juga Akira-chan."

"Begitukah?lalu dimana mereka?"

"Akira-chan ikut club,Eri-chan sudah pulang,katanya ada mereka titip salam Akira-chan juga menyerahkan selembar surat untukmu."Tenma menyerahkan surat itu.

Mikoto menerimanya dan membacanya.

Untuk Mikoto.

Selamat kau sudah digendong ala putri oleh pangeranmu.

Dari : Takano Akira

'Akira bodoh!'batinnya.

"Ada apa Miko-chan?wajahmu memerah?"

"Tidak apa-apa kok…"Mikoto menggenggam dan meremas surat pemberian Akira dengan menunjukkan ekspresi marah.

Hanai membonceng Mikoto,dan diantarkan sampai menjelaskan apa yang terjadi pada ayah dan ibu saja soal Asou yang melempar bola itu tidak dibicarakan oleh Hanai.

Mikoto berbaring di tidurnya dan masih membayangkan sesuatu.

"Saat membersihkan kolam renang,saat survival games,saat pesta dansa…"

Mikoto mulai berbicara sendiri.

"Dan tadi…kenapa aku harus memegang tangannya?ada apa dengan diriku?"

Semakin dipikir,Mikoto semakin dia tertidur pulas.

Pagi hari menjelang,Mikoto lupa menyetel dia harus kebut-kebutan dengan waktu yang berjalan.

"Aaaah,sial!gara-gara memikirkan sesuatu,aku sampai kesiangan."Mikoto mulai menyalahkan dirinya sendiri.

Mikoto keluar dari kamarnya dan segera menyantap sarapan memakan sarapannya dengan sangat cepat.

"A... pelan-pelan saja…"kata ibu Mikoto yang sedikit khawatir dengan tingkahnya pagi ini.

"Maaf bu,aku dikejar waktu."jawab Mikoto saat dia meletakkan sumpit diatas mangkuk.

"Aku berangkat bu."

"Hati-hati di jalan."

Mikoto segera berlari,takut dia akan ketinggalan ternyata dewi keberuntungan berpihak halte ada bus yang sedang langsung menaiki bus itu.

"Hufff…syukurlah masih ada bus…"sambil menghela nafas.

Dia mencari-cari bangku kosong yang bisa sepertinya semua kursi sudah dia harus berdiri

Tak disangka,ada seorang laki-laki dengan seragam sekolah yang sama dengan Mikoto yang menaiki yang berwarna orange dan memakai anting itu sudah tidak asing lagi di mata segera menyapanya

"Suga!"

Anak laki-laki yang dipanggil Suga itu menoleh ke arah Mikoto.

"Oh,Suoh!"

"Tak kusangka kau naik bus yang sama denganku."

"Sebenarnya aku tadi ketinggalan bus,jadi aku berlari menuju halte yang lain."

"Heee…kupikir rumah kita searah juga…"

Mikoto memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan.

'kalau rumah kita searah,setiap hari aku akan menemuimu.'Suga melirik ke Mikoto.

Mikotomemalingkan wajahnya lagi ke arah Suga.

"Kenapa kamu melihat aku seperti itu?wajahmu seperti orang mesum tahu."terang Mikoto blak-blakan.

"Heks!apa maksudmu?"Suga kaget mendengar pengakuan Mikoto.

"Humm,memang wajahmu terlihat seperti orang enak dilihat tahu."

"hei! Kalau menghina jangan keterlaluan"

Mereka diam sejenak.

"aku heran,sifat kalian bertolak belakang,tapi kalian bisa berteman akrab."

"Kalian?"Suga kebingungan,tak tahu maksud Mikoto.

"Kamu dan Asou."

"Oh,dianya saja yang ingin berteman denganku…"

"Bohong,pasti kau yang memintanya untuk jadi temannya."

"Memang dan asou sama-sama suka basket dari kelas kami merasa cocok,jadi kami berteman."

Tiba-tiba Suga teringat sesuatu,tentang dirinya dan Asou.

"Memang,Asou orang yang sangat baik dan menemukan orang seperti itu di abad gara-gara itu aku sempat tak aku kenal dekat,ternyata memang dia tipe orang seperti yang dia orang yang serius dalam menjalankan juga tidak egois dalam mengambil keputusan."Suga tak sadar bahwa dia sudah bercerita panjang lebar ke Mikoto.

"Ah,maaf,aku bercerita tentang masa laluku."

Mikoto merasa tersadar akan dasarnya Asou memang baik,meski sebenarnya dia dingin,dia sangat perhatian pada sekelilingnya.

Ketika itu,bus sudah sampai pada halte dekat sekolah.

"ah,kita sudah Suoh,gerbangnya hampir ditutup."

Kata-kata Suga menyadarkannya dari pikiran tentang segera turun dari bus dan berlari menuju sekolah.

Nyaris gerbang hampir ditutup,tapi mereka berhasil masuk sekolah tepat hari ini dewi keberuntungan ada di sisi Mikoto.

Setibanya dia di kelas,dia melihat teman-temannya sibuk membahas tentang sesuatu.

"Ada apa ini?"tanya Suga ketika dia sampai di kelas bersama dengan Mikoto.

"Ah,sekarang Suga mendekati Suoh!bisa jadi cinta segi empat nih."teriak salah seorang temannya.

"A..apa maksud kalian?"Mikoto tak mengerti dan kebingungan.

"kemarin kau digendong sama Asou kan?kami pikir kalian sudah Nampak serasi."jelas seorang perempuan pada Mikoto.

"Apa?ti…tidak seperti itu kok!aku tidak tahu kalau Asou yang…."

Belum sempat Mikoto bicara,seorang laki-laki mengatakan sesuatu.

"ditambah saat itu Hanai ingin menolongnya,tapi tidak ini adalah cinta segitiga antara Hanai,Suoh dan Asou."

"Aduuuuh….kubilang hentikan!aku tak seperti itu!"sangkal Mikoto.

" hanya agak mencemaskannya,karena dia merasa tak enak badan."Hanai menyelat dan membantah teman-temannya.

"Wah, mengaku!"

Kali ini kelas lebih ramai dari tak ambil pusing dengan masalah tak masalah dengan Hanai,karena seisi kelas juga sudah tahu bahwa Hanai menyukai Yakumo,adik Tenma.

Yang dikhawatirkan Mikoto adalah tanggapan Asou tentang ini.

"Hei,kalian,tenanglah dan duduk di bangku kalian!bel sudah berbunyi dari tadi."

Seorang pria berumur 30-an muncul di belakan Mikoto yang masih berdiri di depan pintu.

"Maaf,Tani-sensei…"kata Mikoto dengan menunduk,lalu dia duduk di bangkunya.

Chapter dua selesai.

Maaf kalau memang ada yang kurang jelas dan cacat,saya hanyalah seorang amatir.

Obat ampuh seorang amatir adalah review dari readers.

Sebelumnya,aku akan member ga tahu nama kecilnya Asou,makanya di fanfic ini aku hanya menulis Asou saja.

Mohon dimaklumi m(_ _)m