Cast

EXO Members, BAP Members, 6 members of Seventeen

Genre:

Supranatural, Fantasy, Friendship, Romance (?), etc.

Rate:

T (maybe)

#

Sheldon Peter Lankton Presents

Please review after reading this story… ^^

#

#

Author pov

Zelo pergi menuju kawasan Myeondeong street, kali ini dia bertemu dengan komunitas street dancer, BAP. Namun sepertinya masih sepi, jadi Zelo bermain dengan skateboard kesayangannya menunggu teman-temannya datang.

"permainan skateboardmu bagus"

Seorang namja berjamper hitam tiba-tiba muncul bersama seorang namja dengan jaket kulit dan topi.

"ohh…terima kasih" jawab Zelo sambil tersenyum.

"kau…bukannya Kyungsoo hyeong?" tanya Zelo

"ohh…kau Zelo ya? Tak ku sangka kita bertemu lagi, oh iya ini saudaraku, Baekhyun" kata Kyungsoo.

"senang berkenalan denganmu, Baexian hyeong" kata Zelo tak sengaja memanggil nama panggilan Baekhyun yang biasa di gunakan Luhan.

Baekhyun langsung menatap Zelo dengan mata yang merah. Zelo sedikit takut.

"kau tau Luhan, Zelo?" tanya Baekhyun to the point. Zelo makin panik, namja yang baru bertemu dengannya kini mencurigainya.

"ti…tidak, aku tidak tau, dia siapa? Hyeong kenapa ada di sini?" tanya Zelo mengalihkan tema.

"jangan mencoba mengalihkan tema, Zelo. Kau pasti kenal dengan Luhan. karena hanya dia yang memanggilku seperti itu" kata Baekhyun. Kyungsoo yang awalnya hanya bengong ria, langsung menatap Zelo setelah mendengar perkataan Baekhyun. dua pasang mata merah sedang menatap Zelo. Zelo makin takut, langsung lari dari 2 namja itu.

Zelo terus berlari dan sering kali melihat belakang apakah Kyungsoo dan Baekhyun mengejarnya. Saat Zelo menghadap ke depan, ia langsung berhenti mendadak. Kyungsoo ada di depannya, saat berbalik di belakangnya sudah ada Baekhyun.

"ku mohon hyeong, jangan menatapku seperti itu" kata Zelo sambil menutup wajahnya.

"mianhae, kami membuatmu takut" kata Kyungsoo langsung merubah warna matanya begitu juga dengan Baekhyun. Zelo mengintip sedikit lalu menurunkan tangannya.

"lain kali jangan membuatku takut, hyeong mengerti" kata Zelo. "tunggu…kau tidak takut kami memangsamu?" tanya Baekhyun. Zelo menyeringai.

"tentu saja tidak, dari awal aku bertemu Kyungsoo hyeong, aku sudah tau hyeong adalah werewolf, begitu juga dengan Baekhyun hyeong" kata Zelo.

"berarti kau…. Matoki?" tanya Kyungsoo mulai was was. "ehh? Tidak…bukan…aku ini penjaga hutan terlarang yang terakhir…untuk saat ini" jawab Zelo langsung berbalik dan pergi kembali ke Myeondeong street.

"tunggu!" seru Baekhyun menyusul Zelo bersama Kyungsoo.

#

#

"kau bilang penjaga hutan? Berarti kau keluarga Jungki hyeong? tapi kenapa kau manusia? Apa jangan-jangan kau setengah werewolf?" tanya Baekhyun. Zelo menghelakan nafas. "apa aku tampak seperti seorang werewolf? Jungki itu kakakku bukan ayahku" jawab Zelo.

"hey! Zelo! Kau membawa anggota baru?" tanya Baekho. "emm…aku bertemu dengan mereka di sini, tadi. Karena masih sepi aku mengajak mereka jalan-jalan dulu" jawab Zelo berbohong.

"hyeong, Zelo memiliki aroma tubuh yang bercampur… kau tau kan?" tanya Kyungsoo.

"iya, dari bau khas Jungki hingga….Luhan…apa benar dia tidak tau Luhan ada di mana?" tanya Baekhyun.

"hey! Hyeong! mau gabung dengan kita?" tanya Baekho. "tidak, terima kasih. Kami sudah bergabung di komunitas singer. Kami juga tidak jago dance" jawab Kyungsoo.

"baiklah" jawab Baekho

"ayo teman-teman, kita mulai. Mudah mudahan, uang yang kita dapat banyak" kata Minhyuk.

"iya!" jawab semua anggota komunitas

Zelo sibuk dengan komunitasnya, sedangkan Kyungsoo dan Baekhyun hanya melihat Zelo menari sesuai lagu yang terputar. Zelo adalah anggota yang paling disukai. Khususnya kaum noona dan ahjumma. Jadi setiap ia menari pasti banyak ahjumma yang memberikan mereka uang, dan juga cubitan gemas ke Zelo setelah Zelo selesai menari.

Setelah selesai, Zelo pulang ke rumah, kali ini Kyungsoo dan Baekhyun sudah pergi. Sesampainya di depan rumah, seorang namja tinggi dengan rambut blonde berkacamata tampak berdiri di depan rumahnya.

"anda siapa ya?" tanya Zelo. Namja itu menatap Zelo, lalu pergi begitu saja ke arah hutan.

"tampaknya semua saudaranya sedang mencari Luhan hyeong" batin Zelo. Kemudian masuk ke dalam rumah

"aku pulang…." seru Zelo

"kau sudah pulang Zelo? Kau mau aku masakkan apa?" tanya Luhan

"tidak usah hyeong, aku masih kenyang, tadi aku ditraktir temanku" jawab Zelo

#

#

Luhan pov

Zelo telah kembali, karena dia tampak kelelahan, aku ingin membuatkannya sesuatu. Tapi dia menolak dengan alasan sudah makan. Padahal aku ingin makan bersamanya.

"hyeong lapar ya?" tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku. Tapi sepertinya perutku tidak mendukungku, rasanya sakit sekali karena menahan lapar.

"kalau hyeong ingin memasak, lakukan saja. Kenapa harus menungguku?" tanya Zelo. "karena…aku ingin makan bersamamu" jawabku. Zelo tersenyum lalu mengelus kepalaku.

"baiklah, kalau itu mau hyeong, aku menurut saja, hyeong ingin masak apa, itu terserah hyeong, aku mau mandi dulu" ujarnya lalu pergi ke kamarnya.

Akhirnya dia mau juga, tunggu…kenapa aku manja sekali dengannya? Aku kan semenya kok malah dia yang tampak jadi seme bukan uke?

Aku langsung masuk ke dapur dan mulai memasak. Beberapa menit kemudian masakanku sudah jadi, bersamaan dengan Zelo yang baru saja turun tangga. Kali ini ia menggunakan longcoat.

"hyeong setelah makan malam, kita ke hutan ya" ucapnya.

"ohhh baiklah, nah ayo makan dulu" Aku langsung duduk di tempat biasanya, begitu juga dengan Zelo, duduk di kursi yang menghadapku.

"emmm…babyZelo…" panggilku.

"nde? Ada apa hyeong?"

"kenapa saat itu kau langsung menerimaku?" tanyaku.

Zelo diam, dia juga tidak mengerti bisa seperti itu, dan dia tidak mengerti kenapa melakukan itu.

"entahlah hyeong, saat itu pikiran dan hatiku seperti berseteru. Tapi aku lebih memilih mengikuti kata hati saja, jadi aku terima hyeong" jawabnya

"kau tidak menyesal?" tanyaku. "tidak, karena aku juga menyukai hyeong sejak dulu, aku sudah mengetahui dan mengenal hyeong. saat usiaku masih 6 tahun. Aku sering melihat hyeong dengan Jungki hyeong bermain, bercanda, dan lain-lain" ucapnya.

"lalu? Seperti itu saja, kau sudah mengenalku?" tanyaku.

"tidak, seharusnya hyeong juga mengenalku, aku kan adiknya Jungki hyeong, hyeong masih ingat dengan palu plastic yang sering digunakan untuk memukul kepala hyeong?" tanyanya

"palu..plastik? palu yang…." Kataku sambil mengingat sesuatu. Zelo membuka lemari kecil yang ada di belakangnya. Lalu kulihat palu plastik dan beberapa mainan lainnya. Aku mulai ingat, Zelo adalah anak kecil yang suka menggangguku, anak kecil yang sangat jahil, anak kecil yang selalu memukul kepalaku dengan palu plastic setiap bertemu.

#

Flashback On

"Ihh…dasar…serigala jelek…. Tuk tuk tuk..rassaakan!" seru little Zelo

"Aduhh…aduhh" keluh Luhan

"Ihh kalo jadi manusia, hyeong tambah tua…" ejek little Zelo

"Ehhh enak aja tua, kulitku mulus lebih mulus dari kamu, bocah jelek" balas Luhan

"huweee…Jungki hyeong… ahjusshi ini jahat!" rengek little Zelo

"ehh aku gak setua itu!" seru Luhan

"Luhan…." kata Jungki

"ampun…ampun…sudah jangan nangis, dasar bocah licik" kata Luhan

Flashback End

#

"ternyata kau…. astaga, anak jahil itu sekarang jadi seperti ini? Anak jahil itu adik Jungki yaitu kau? kenapa aku tidak menyadarinya?" tanyaku

"itu karena hyeong terlalu tua untuk menyadarinya" sindir Zelo

Sakit aku di sindir seperti itu. Tapi karena Zelo yang berkata itu dengan wajah imutnya, apa boleh buat…

"lagipula, aku tidak mau kalau hyeong melukaiku. Biasanya werewolf suka memaksa, kalau aku tolak nanti hyeong langsung menyiksaku. Tapi kalau hyeong memang tidak suka, tidak papa. Tadi kan hyeong hanya menciumku saja, lalu tertidur. Pasti semalam hyeong gak tidur" kata Zelo

"aku tidak sekejam itu Zel, tapi memang benar aku sedikit suka memaksa. Iya…begitulah aku semalam tidak tidur" kata Luhan.

Zelo terkekeh mendengar perkataan jujur Luhan. "baru kali ini aku bertemu serigala sepolos hyeong" kata Zelo membuat Luhan memblushing ria.

#

Author pov

Setelah Luhan dan Zelo selesai makan malam, mereka pun pergi ke hutan tapi sebelumnya Luhan di suruh Zelo untuk menggunakan jubah milik Jungki. Tujuannya sih untuk menghilangkan bau khas tubuhnya. Luhan pun menggunakannya lalu mereka berangkat ke hutan.

Setibanya di hutan, Zelo duduk di sebuah batang pohon yang tumbang

"kau menunggu apa, Zel?" tanya Luhan

"aku menunggu seekor kucing hitam, setiap aku datang kemari, ia selalu datang" jawab Zelo

"ada apa dengan kucing itu?" tanya Luhan

"kucing itu peliharaanku, hyeong" jawab Zelo

Beberapa menit mereka menunggu, tapi kucing hitam itu tidak datang, melainkan 2 orang namja datang menghampiri Zelo dan Luhan. 2 namja itu adalah namja yang di kenal oleh mereka berdua, mereka adalah Baekhyun dan Kyungsoo.

Kenapa Baekhyun dan Kyungsoo selalu muncul? Karena mereka berdualah yang sudah mencurigai Zelo tentang hilangnya Luhan.

"eh? Hyeong?" tanya Zelo

"kau datang kemari untuk apa, Zelo?" tanya Kyungsoo sedangkan Baekhyun menatap curiga dengan namja berjubah dibelakang Zelo.

"aku menunggu kucing hitamku. Tapi dia tidak muncul juga" jawab Zelo

"kucing itu sudah mati" kata Kyungsoo

"hyeong tau dari mana?" tanya Zelo

"karena aku yang membunuh kucing itu. dia mengganggu saat aku berburu" jawab Kyungsoo.

"hyeong jahat! Dia kan kucing peliharaanku" kata Zelo

"Zelo, siapa namja yang ada di belakangmu itu?" tanya Baekhyun

"emm…dia…dia…temanku, hyeong. namanya...Yamada" kata Zelo

"kenapa dia seperti itu?" tanya Baekhyun

"dia pemalu dan penakut, tapi jiwa penasarannya tinggi… baiklah, hyeong, kami pergi dulu" kata Zelo

"dan Kyungsoo hyeong…kau berhutang kucing padaku" lanjut Zelo menatap kesal Kyungsoo. Lalu pergi dengan Yamada alias Luhan.

#

#

Zelo dan Luhan sudah kembali dari hutan, dan saat hendak masuk rumah, sesosok namja misterius diam-diam memotret mereka dari jarak 50 meter dari Zelo dan Luhan.

"Zel…" gumam Luhan

"ada apa hyeong?" tanya Zelo

"tidak papa, ayo masuk" kata Luhan langsung masuk bersama Zelo

#

#1 bulan kemudian#

Zelo sedang sibuk berbincang dengan Yongguk dan Himchan, di rumah Himchan. Zelo terpaksa meninggalkan Luhan lebih lama karena Himchan merengek agar dia datang.

"Zelo, kami pernah berpikir soal anggota baru klub. Tapi aku teringat dengan kau. jadi aku memutuskan untuk memintamu kembali ke klub" kata Yongguk

"tapi hyeong….hal itu berbanding terbalik dengan tugas keluargaku" kata Zelo

"kau itu anak yang sangat cerdas, rencanamu selalu berhasil, pemikiranmu selalu tepat. Kami butuh itu" kata Yongguk

"lagipula, kau hanya sendirian di rumah kan? Apa ada yang kamu sembunyikan?" tanya Himchan

"tidak, tapi aku tidak suka cara kalian…. membunuh itu tidak baik. Hyeong aku harus pergi sekarang" kata Zelo. Belum sempat ia membuka pintu, Yongguk sudah menarik tangannya, dan mendorongnya menabrak tembok. Zelo tidak bisa kabur sekarang karena terjebak di antara Himchan, Yongguk, dan tembok.

"hyeong aku tidak suka di paksa" kata Zelo.

"aku tidak memaksamu, tapi kalau kau tidak mau, aku tidak segan-segan membakar hutan terlarang itu, Zel" kata Yongguk

"atau membunuh namja ini" kata Himchan sambil menunjukkan sebuah foto dirinya dan Luhan yang hendak masuk ke rumah setelah kembali dari hutan

"dia hyeongmu kan? Atau boyfriendmu? Karena dia merangkulmu tidak biasa" tanya Himchan

"jangan pernah menyentuh dia" kata Zelo

"jadi benar, namja yang ada di lantai 2 itu nyata? dan dia tinggal bersamamu? Kembalilah ke klub atau kau akan melihat namja itu mati, Zelo" kata Yongguk

Zelo mulai keringat dingin, ia tidak tau harus bagaimana… ia tidak mau hutan terbakar, ia juga tidak mau Luhan disakiti oleh 2 hyeong licik ini.

"baiklah, aku akan kembali dengan kalian, tapi berjanjilah untuk tidak mengusik hutan ataupun hyeongku" kata Zelo

"itu sudah pasti, kau bisa mengandalkanku" kata Yongguk

"ambillah ini" kata Himchan memberikan sebuah kotak berisi jubah hitam dan topeng Totomato milik Zelo yang dulu sempat Zelo buang.

Zelo masih diam, antara mengambil barang itu atau tidak…

"kau tidak mau hyeongmu menunggu lama kan?" tanya Yongguk

Zelo langsung mengambil kotak itu. "aku pergi dulu hyeong" kata Zelo langsung pergi dari rumah Yongguk

#

#

Zelo pov

Aku langsung pergi menuju rumah dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah, seperti biasa Luhan hyeong menyapa hangat padaku.

"Zelo, kau sudah pulang? Mau makan malam?" tanya Luhan

"tidak hyeong, aku sudah makan sebelum pulang, apa hyeong sudah makan?" tanyaku balik

"sudah, karena aku sudah kelewat lapar jadi aku membuat ramen. Ohh iya apa yang kau bawa itu Zelo?" tanya Luhan

Aku sedikit gugup saat Luhan bertanya seperti itu. "ini kado untuk seniorku, Daehyun hyeong. oh iya, hyeong aku ke kamarku dulu ya" jawabku bohong

"ne, babyZelo" kata Luhan langsung duduk di sofa dan menonton televisi. Aku langsung naik ke lantai 2 menuju kamarnya

#

Setelah aku masuk kamarku, aku meletakkan kotak yang aku bawa ke kasur dan membukanya, aku masih tidak percaya, jubah yang dulu aku buang kini kembali lagi. Apakah aku harus rela menjadi musuh untuk Luhan hyeong?

Aku menutup kotak itu lalu meletakkannya di atas lemari, kebetulan ada beberapa kotak dengan ukuran yang sama di atas lemari jadi aku menaruh kotak itu di sisi belakang, agar Luhan hyeong tidak mengetahuinya. Aku langsung merebahkan badanku ke kasur dan menatap langit-langit, tak sadar aku sudah melamun hingga….

Wha!

"Luhan hyeong!" seruku setelah tiba-tiba muncul wajah mengejutkan di depanku, di hadapanku. Aku merubah posisiku menjadi duduk, Luhan hyeong duduk di sebelahku dan menatapku dengan tatapan polos + bingung.

"ani hyeong…aku tidak papa" kataku setelah aku yakin apa yang akan ditanyakannya.

"sungguh? Ekspresimu menunjukkan kau sedang bingung" kata Luhan

"hyeong aku lelah, aku mau tidur dulu" kataku.

"unnn…baiklah aku juga harus tidur kalau begitu" kata Luhan langsung turun dari ranjangku

"ihh hyeong, hyeong tidur di sini saja. Sekali-kali gantian, kan aku sudah sering tidur dengan hyeong di kamar hyeong. sekarang di kamarku" ujarku.

"bagaimana kalau kali ini kita tidur di kamar masing-masing saja?" tawarnya.

"tidak mau, hari ini suhu sedang dingin, selimutku kurang hangat, kalau ada hyeong di sebelahku pasti lebih hangat" jawabku

"huuhh…dasar licik….bisa bisanya kau mengandalkan iklim saat ini. Baiklah aku tidur denganmu" ujarnya lalu berbaring di sebelahku. Aku langsung memeluk tubuhnya seperti guling, hangat sekali rasanya. Hingga beberapa menit kemudian, aku tertidur

#

Luhan pov

Akhirnya dia tertidur, aku hendak turun dari ranjang, tapi pelukannya masih cukup kuat, aku menatap wajah damainya, dia sudah tertidur pulas tapi kenapa pelukannya tidak meregang juga, apa boleh buat kali ini aku tidur di kamarnya.

#

Keesokan harinya

#Di kediaman Exo Wolves#

"aku masih curiga dengan Zelo" kata Kyungsoo sambil merebahkan badannya di sofa

"memang ada apa dengan namja itu, hyeong?" tanya Tao

"bau tubuhnya dominan dengan bau tubuh Luhan. pasti dia menyembunyikan Luhan selama ini" jawab Kyungsoo

"kau serius?" tanya Sehun

"iya… tapi yang aku pikirkan wajah Zelo kenapa persis dengan Totomato. Setauku Totomato sudah mati itupun di hadapan wakil ketua mereka Tatsmato" kata Kyungsoo

"tidak, Choi Junhong belum mati, dia masih hidup hanya saja dia menghilang dan mengundurkan diri dari Warriors" kata Kris.

"berarti Zelo adalah Junhong?" tanya Chanyeol. "tidak juga, kau belum punya bukti yang kuat kan? Kita tidak bisa menyimpulkan seperti itu, walaupun wajahnya sangat mirip bukan berarti itu dia" kata Suho

"bagaimana kalau besok malam kita datang ke rumah Zelo, apakah Luhan ada di sana atau tidak" kata Lay

"itu ide yang bagus" kata Chen dan Xiumin

#

#

Keesokan harinya

Luhan pov

#Di rumah Zelo#

"hyeong! ayo kita jalan-jalan. Hyeong gak pernah keluar" kata Zelo

"baiklah, kali ini aku ikut denganmu" Zelo langsung menarik tanganku dan keluar rumah. Tak lupa aku mengunci pintu rumah. Kali ini kita pergi dengan mobil sportnya, jadi aku yang menyetir

"kita kemana Zelo?" tanyaku. "kita ke supermarket saja hyeong, aku mau membeli bahan, kulkas sudah kosong" jawabnya. Aku pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan yaa…normal lah..

Setibanya di tempat tujuan, kami turun dan bergegas masuk, ke supermarket. Zelo langsung mengambil troli dan menyuruhku mendorongnya, sedangkan Zelo yang memilih belanjaannya.

Saat di bagian fruits & veggies corner. Tanpa sengaja Zelo menabrak seorang namja yang sedang sibuk memilih belanjaan

"mianhae, aku tidak sengaja" kata Zelo

"loh? babyZel? Kau…." tanya namja yang membawa keranjang

"kenapa ada di sini?" lanjut namja berjaket hitam

"eh, Youngjae hyeong…Daehyun hyeong. aku sedang belanja, bersama hyeongku" jawab Zelo

2 namja yang dipanggil Zelo dengan nama Youngjae dan Daehyun tadi langsung menatapku. Mereka berdua langsung tersenyum padaku, aku pun tersenyum kepada mereka juga.

"dia seperti bukan Jungki hyeong, Zelo" kata Daehyun

"Jungki hyeong kan sudah tiada, dia…namanya Luhan, dia…" kata Zelo

"namjachingumu? Wahh imut ketemu imut" kata Daehyun

"ohh iya, kalian sering belanja kemari?" tanyaku dan kedua namja itu mengangguk. "iya, karena kami sering mengunjungi Yoseob dan Ren, mereka berdua kan kerja di sini" kata Youngjae

#

Author pov

Setelah perbincangan itu, Daehyun langsung menatap Zelo

"Zelo, bisakah kami berbicara denganmu? Bertiga saja" kata Daehyun

"baiklah, hyeong. Luhan hyeong, tolong pilihkan daging sapi dan lambnya ya. Aku akan segera kembali" kata Zelo setelah mendapat anggukan dari Luhan dia pergi dengan Youngjae dan Daehyun, ke pojokan sekitar 65 meter dari Luhan

"dia itu werewolf kan?" tanya Youngjae sambil menatap Luhan yang tengah sibuk memilih daging dengan cara 'yang mana yang ku pilih'.

"ne hyeong. dia werewolf, dia sahabatnya Jungki hyeong" jawab Zelo

"dia Exo Wolves?" tanya Daehyun.

"emm…bukan, dia kelompok Wolves yang lain" jawab Zelo

"ingat Zelo, kau sudah memilih kembali pada Warriors, jadi kalau dia adalah Exo, kau harus membawanya ke base camp, mengerti?" kata Daehyun

"mm- mengerti hyeong" kata Zelo

"baiklah, ayo kita temui dia lagi, sepertinya dia sudah selesai memilih" kata Youngjae

#

#

"apa masih ada yang kurang, Zelos?" tanya Luhan

"tidak hyeong, ayo kita langsung ke kasir" kata Zelo

"baiklah, sampai jumpa Daehyun, Youngjae" pamit Luhan

"sampai jumpa" jawab Daehyun dan Youngjae

#

Setelah membayar Zelo bergegas menarik Luhan dan masuk ke dalam mobil, kali ini Zelo yang menyetir

"kau kenapa Zelo?" tanya Luhan

"hyeong hati-hati dengan orang yang bernama Ren dan Yoseob yah" kata Zelo

"kenapa? aku tidak tau 2 orang itu" kata Luhan

"yang tadi di kasir, itu Ren namanya, lalu yang tadi sedang merapikan barang di bagian kosmetik itu Yoseob, asal hyeong tau, mereka Matoki hyeong. kalau mereka menyadari hyeong adalah Exo Wolves, mereka akan menangkap hyeong" kata Zelo

"kenapa bisa kau kenal dengan penjahat?" tanya Luhan

"mereka teman satu universitasku hyeong, tapi aku tidak suka dengan Matoki hyeong, mereka membunuh para penghuni hutan, itu kan bertolak belakang dengan tugasku" kata Zelo

"tapi kau tidak perlu khawatir Zelo, karena Matoki sudah kehilagan Totomato. Totomato adalah anggota yang paling ditakuti Exo Wolves" kata Luhan

"kenapa begitu?" tanya Zelo

"Totomato alias Junhong, adalah anggota Matoki yang kelewat jeniusnya. Semua rencananya selalu berhasil, perhitungannya selalu tepat. Tapi untung saja dia sudah dibunuh oleh Xiumin" kata Luhan

"ohh begitu" kata Zelo

'hyeong tidak mengerti, hyeong tidak tau. Akulah Totomato, aku belum mati, tapi aku mengundurkan diri dari Matoki, hanya saja Yongguk hyeong memaksaku kembali' batin Zelo

#

Sesampainya di rumah, Zelo dan Luhan masuk ke dalam, Luhan langsung menuju kamar untuk mandi, Zelo langsung ke dapur untuk menata belanjaan yang ia bawa ke kulkas dan lemari.

Awwwuuu~~~~~~

Zelo langsung terdiam kaku, suara lolongan itu cukup keras, dan ia yakin serigala itu ada di halaman sisi rumahnya yang berbatasan langsung dengan hutan, dan juga ia yakin serigalanya tidak cuma satu.

Zelo langsung bergegas ke halaman rumah, lalu mengedarkan pandangannya, benar dugaannya, ada 5 namja datang, 2 diantaranya adalah namja yang di temuinya saat akan berkumpul dengan komunitas dancenya, 1 orang lagi adalah namja misterius yang di temuinya saat ia pulang dari kegiatan komunitas, dan 2 lagi ia tidak mengenalnya.

"Kyungsoo hyeong? Baekhyun hyeong? mau apa malam-malam datang kemari?" tanya Zelo

"dimana Luhan?" tanya seorang namja dengan wajah poker facenya

"aku tidak…tau" jawab Zelo

"kau jangan berbohong pada kami, bocah" kata namja yang paling tinggi

"kami tau kau menyembunyikannya, bau tubuhmu itu, bercampur antara khasmu, Jungki, dan yang paling kuat adalah Luhan" kata seorang namja dengan wajah angelicnya

Zelo menghelakan nafas. Dia tidak menjawab semua perkataan yang terlontar dari para wolves di depannya.

Luhan yang melihat Zelo dan kelima wolves ada di halaman langsung keluar kamar menyusul Zelo.

#

"Zelo…..!" seru Luhan

"Luhan hyeong?" tanya Kyungsoo

"ternyata benar kau ada di sini, Xiaolu?" tanya Sehun

"untuk apa kalian mencariku?" tanya Luhan

"tentu saja untuk membawamu kembali ke rumah" kata namja yang paling tinggi

"sudahlah Kris, aku tidak mau pulang. Aku sudah punya kehidupan baru, dan Sehun, maaf aku sudah tidak bisa menjalin hubungan denganmu lagi, kini aku sudah punya Zelo. Dan aku hanya bisa menganggapmu sebagai adik" kata Luhan membuat 5 wolves itu terkejut

"Suho, apa yang harus kita lakukan?" tanya Kris pada namja berwajah angelic itu.

"apa boleh buat kita bawa paksa dia" jawab Suho. Mendengar itu Zelo langsung melindungi Luhan

"kalian tidak bisa mengambil Luhan hyeong" kata Zelo

"apa kau mau mati, bocah? Kau hanya penjaga hutan yang lemah, berbeda dengan Jungki, kau tampak seperti bocah penakut" kata Kris sambil mendekati Zelo.

Plakk

Zelo menampar pipi Kris cukup kuat. Kemudian Zelo menarik kerah baju Kris

"dengar, jangan pernah membandingkan ku dengan hyeongku, aku tidak suka itu. Jungki hyeong adalah Jungki hyeong. Aku adalah aku. Kami berbeda" kata Zelo langsung mendorong Kris

Kris sedikit terkejut, baru kali ini ada seorang manusia berhasil membuatnya terluka selain Matoki.

"pergilah, hyeong… aku tidak akan pernah membiarkan kalian membawa Luhan hyeong" kata Zelo

Kris yang notabenenya serigala paling keras kepala, tidak mau pergi, justru dia merubah dirinya menjadi seekor serigala seukuran kuda pacuan, begitu juga dengan yang lainnya.

"Zelo…" gumam Luhan

"tidak papa, hyeong… aku akan melindungi hyeong" kata Zelo

Kris mulai berlari dan hendak menerkam Zelo, Zelo hanya diam di tempat, seperti orang pasrah, tidak. Lebih tepatnya orang yang menerima tantangan. Zelo tau kelemahan Kris. Dia sudah menyiapkan sesuatu di balik longcoatnya

"Zelooo!" seru Luhan

Saat Kris hendak mencakar wajah Zelo, Zelo mengeluarkan sesuatu itu dan menjadi pelindung wajahnya.

"kau tidak akan berani merusaknya kan?" tanya Zelo, yang dia bawa adalah Alpaca Ace milik Kris yang hilang 2 tahun yang lalu.

"Ace…dia masih ada?" tanya Kris. Zelo menggoyangkan tangan yang memegang boneka Alpaca ke kiri dan ke kanan. Kepala Kris mengikuti arah tangan Zelo

"kalau kau berani mencoba menyentuhku atau Luhan hyeong, aku tidak segan-segan membunuh Acemu" kata Zelo

Mau tidak mau akhirnya Kris duduk dan mengurungkan niatnya untuk membunuh Zelo. Zelo meletakkan boneka Ace di hadapan Kris.

"hyeong, aku kembalikan boneka ini. 2 tahun yang lalu, aku menemukannya di dekat sungai, keadaannya sedikit lusuh dan basah, jadi aku membawa pulang dan membersihkannya lalu menyimpannya di tempat yang aman" kata Zelo

"kau tau, kenapa 2 tahun yang lalu boneka itu ada di pinggir sungai?" tanya Kris. "aku dengar hyeong di kejar oleh sekelompok orang berjubah hitam" kata Zelo

"apakah saat itu kau melihat orangnya?" tanya Kris. Zelo hanya diam, dia tidak ingin mengatakannya, tentu saja tidak, karena dulu yang mengejar Kris adalah Himchan dan dirinya.

"tidak hyeong" jawab Zelo. "nama samarannya Totomato, alias blue masked bunny. Wajahmu, mirip dengannya" kata Kris

"ohhh..begitu…" kata Zelo.

"baiklah, aku memaafkanmu, karena kau telah mengembalikan Alpacaku" kata Kris

"aku tidak terima hyeong, bagaimana dengan Luhan?" tanya Sehun

"kau bisa mendengar jawaban Luhan" kata Kris

"aku tidak ikut kalian" kata Luhan

"kau dengar sendirikan? Ayo kita kembali" kata Kris lalu pergi setelah mengambil Alpacanya, di susul Suho, Baekhyun dan Kyungsoo. Sedangkan Sehun mendekati Zelo

"ingat Zelo, sampai kapanpun aku tidak akan melepas, Luhanku untukmu. Dan aku akan selalu mencari cara untuk membunuhmu, ingat itu" bisik Sehun langsung pergi menyusul kawanannya.

Setelah mereka pergi, Zelo langsung terduduk, entah kenapa dia menjadi lemah. Luhan langsung memeluknya dan mengelus kepalanya.

"hyeong, sejujurnya aku takut. Saat Sehun hyeong menatapku, dia seperti hendak membunuhku, lalu dia mengancamku" kata Zelo

"tenang, mereka sudah pergi, aku senang kau menyembunyikan ketakutanmu tadi, kau hebat bisa membuat Kris kalah" kata Luhan

#

Di saat itu, nampak sesosok pria berjamper putih dan topi hitam, berdiri di balik pohon pinggir jalan, sekitar 100 meter dari Zelo dan Luhan

"kena kau, Totomato. Ternyata kau menyembunyikan Exo wolves. Tapi aku juga berterima kasih karena mendekatkan wolves dengan warriors" ujar namja asing itu lalu pergi.

#

TBC