"Berhati-hatilah!" pesan Siwon saat Kyuhyun, Sungmin, dan Donghae hendak melangkah memasuki portal. Kyuhyun dan Sungmin pun tersenyum tipis, sedangkan Donghae membungkukkan badannya sambil sesekali mengucapkan kata terima kasih, walau sebenarnya percuma mengingat Siwon yang tidak memiliki kemampuan seperti Kyuhyun dan Sungmin.
"Donghae mengucapkan terima kasih banyak pada mu, Oppa!" ucap Sungmin, senyum masih setia bertengger diwajah manisnya.
"Ah… Aku kan tidak melakukan apa-apa, kenapa harus berterima kasih? Sudah kalian cepat lah masuk, agar kalian cepat juga kembalinya." Siwon mengibaskan tangannya keudara. Kyuhyun mendegus, dengan cepat dia pun menarik tangan Sungmin untuk segera memasuki portal diikuti Donghae dibelakangnya.
Siwon tersenyum saat siluet Sungmin dan Kyuhyun-tentunya bersama Donghae- menghilang ketika cahaya menyilaukan yang berasal dari portal itu seakan menyeretnya masuk jauh kedalam portal.
"Apa Kyuhyun tidak bisa bersikap lembut pada Sungmin? Hah.. pantas saja Sungmin lebih memilih Donghae dari pada Kyuhyun." gumam Siwon.
.
GyuMin407
Present
"You and Me With The Ghost"
Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan.
Romance, Drama, Angst, Fantasy.
Enjoy^o^
.
.
.
Sungmin merasa perutnya mulas, semua yang ada disekelilingnya tampak berputar-putar. Ini baru kali pertamanya Sungmin menjelajah waktu menggunakan portal milik Kyuhyun dan ini juga kali pertamanya Sungmin menjelajahi waktu. Sungmin memegangi kepalanya dengan sebelah tangannya, dia tidak menyangka rasanya seperti sedang mabuk laut.
Sungmin mengangkat wajahnya dan menemukan Donghae yang juga tengah menatapnya dengan tatapan sendu, Sungmin tersenyum, senyum yang dipaksakan, "Aku tidak apa-apa, hanya sedikit pusing saja."
Donghae terlihat tengah menghela nafas lalu menunduk, Sungmin terdiam. Jelas-jelas dia melihat raut kesedihan diwajah tampan kekasihnya itu, selalu ekspressi ini yang Donghae tunjukan jika dia tidak bisa menenangkan Sungmin, menunduk. Sungmin tau Donghae berniat menenangkannya, hanya saja mereka tidak bisa melakukan kontak fisik karna sosok Donghae hanyalah arwah. Dan Donghae tau, yang dibutuhkan Sungmin saat ini adalah sebuah pelukan, sebuah pelukan yang nyata bukan pelukan yang biasa Donghae berikan padanya.
GREP
Sungmin terkesiap ketika sebuah lengan melingkari bahunya, menopang tubuhnya agar tidak ambruk. Ini bukan lengan Donghae, tentu saja! Pemuda itu ada tepat didepannya. Ini bukan lengan Donghae, ini lengan milik seorang laki-laki yang berdiri tepat disampingnya, Kyuhyun.
Sungmin mengangkat wajahnya, menatap wajah Kyuhyun dari samping. Sungmin mendengus, laki-laki itu bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari depan. Sungmin melirik Donghae dari sudut matanya, Donghae tengah menatap kearah lain seperti enggan menatap kearahnya, Sungmin memilih diam, rasa bersalah kini menggerogoti hatinya.
"Sebentar lagi kita sampai, tahan sebentar mualnya." Ucap Kyuhyun dengan tatapan masih lurus kedepan.
"Kau bicara dengan siapa, Kyu?" sahut Sungmin. Kyuhyun menoleh, menatap Sungmin dengan satu alis terangkat. "Tentu saja kau." Ucapnya sebelum kembali menatap kedepan, tak menghiraukan waut kesal diwajah manis Sungmin.
Sementara itu, walau memalingkan wajah, Donghae ternyata memperhatikan interaksi kedua orang didepannya. Sedikit banyak itu membuat ketenangan hati Donghae terusik, Donghae tau Kyuhyun memiliki perasaan lebih kepada Sungmin. Hanya orang bodoh saja yang tidak bisa melihat nya, dan Donghae bersyukur orang bodoh itu Sungmin. Karna hanya Sungmin yang tidak bisa melihat cinta itu didalam mata Kyuhyun.
.
.
.
21 November 2010
Kyuhyun, Sungmin, dan Donghae melihat kalendar yang ada didepannya dengan ekspressi yang berbeda-beda. Kyuhyun dengan ekspressi datarnya, Sungmin dengan ekspressi berbinar-binarnya, sementara Donghae dengan ekspressi kurang bersemangatnya.
"2010, kita mundur ke-tiga tahun yang lalu." Gumam Kyuhyun.
"Ini dimana?" Tanya Sungmin, dia merasa asing dengan rumah mewah ini, tentu saja.
"Ini rumah ku." Sahut Donghae. Sontak Kyuhyun dan Sungmin pun menoleh kearah Donghae yang tengah melihat-lihat setiap sisi rumah mewah tersebut.
"Kau ingat?" Tanya Kyuhyun.
"Entahlah, aku mengucapkannya begitu saja, spontanitas." Jawab Donghae tanpa melihat kearah Kyuhyun.
Kyuhyun terdiam, bukankah barusan dia berkomunikasi dengan Donghae? Bukankah dia tidak bisa berkomunikasi dengan hantu? Tapi kenapa dia bisa berkomunikasi dengan Donghae tadi? Ini sebuah kemajuan, pikir Kyuhyun.
"Hey!" pekikan seorang wanita diujung koridor rumah menyadarkan ketiganya. Kyuhyun langsung menarik Sungmin untuk masuk kedalam kamar yang berada tepat disamping mereka.
"Sepertinya aku melihat dua orang disini." Gumam wanita itu didepan pintu kamar yang Kyuhyun dan Sungmin masuki tadi.
'Jangan dibuka, jangan…' batin Kyuhyun menatap pintu kamar yang entah milik siapa ini dengan tatapan waspada, bisa gawat jika wanita itu menemukan mereka disini.
"Mungkin aku salah lihat." Setelah itu terdengar suara ketukan heels yang semakin menjauh. Kyuhyun pun menyimpulkan bahwa wanita itu sudah pergi entah kemana.
"Dia bisa melihat kita?" Tanya Sungmin sambil sesekali mengintip keadaan dibalik celah pintu yang terbuka sedikit.
"Tentu saja, kita manusia yang tidak tembus pandang." Ucap Kyuhyun ketus sambil sesekali melirik kearah Donghae. Donghae berdehem sebentar lalu mengalihkan tatapannya kearah lain, ucapan Kyuhyun sedikit banyak telah menyinggung perasaannya.
"Ya Tuhan…" lirih Sungmin melihat tingkah kedua laki-laki didepannya.
.
.
.
"Tidak! Aku tidak akan mau dijodohkan oleh siapapun, Eomma!" suara teriakan itu membuat Kyuhyun, Sungmin, dan –arwah-Donghae terkesiap. Merekapun bergegas keluar kamar dan kembali mengintip didekat tembok yang mengarah langsung keruang tengah rumah ini. Sungmin terkesiap ketika melihat laki-laki itu disana, Lee Donghae yang nyata ada dibawah sana. Jadi, berteriak tadi adalah Lee Donghae, kekasihnya.
"Eomma, aku sudah bilang kan kalau aku tidak mau!" kini mereka melihat Donghae tengah mengacak-ngacak rambutnya frustasi dihadapan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik. Dan mereka pun menyimpulkan bahwa wanita paruh baya itu adalah ibu Donghae.
"Calon mertua, eoh!" ledek Kyuhyun sambil menyikut lengan Sungmin. Sungmin diam, tidak merasa tertarik untuk menanggapi ocehan Kyuhyun. "Ck! Kalian tidak seru!" dumel Kyuhyun ketika melihat Sungmin mengacuhkannya.
"Eomma tidak peduli! Kau harus menikah dengan Hyukjae! Tidak ada penolakan, Lee Donghae!" ucap ibu Donghae dengan nada memerintah yang sangat kentara, siapapun pasti enggan untuk melawannya.
"Kasihan sekali kekasih mu itu, masih saja dijodohkan. Jaman sudah modern, kenapa keluarganya masih saja menganut system perjodohan? Ckck." Komentar Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Namun Kyuhyun langsung terdiam ketika melihat ekspressi wajah Sungmin dan Donghae yang sulit ia baca, terlalu rumit.
Dan tiba-tiba cahaya putih memenuhi koridor rumah mewah tersebut, dan mereka bertiga pun merasa seperti terseret cahaya tersebut.
.
.
.
"Eh? Café?" pekik Sungmin. Kini mereka tengah berada disebuah café yang mereka pun tidak tau namanya.
Tepat disamping meja Kyuhyun, Sungmin, dan-arwah-Donghae mereka melihat sosok Donghae yang nyata tengah duduk berhadapan dengan seorang gadis cantik. Tanpa sengaja, Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun yang duduk disampingnya. Awalnya Kyuhyun kaget dan hendak protes namun akhirnya dia tersenyum dan membiarkan tangan Sungmin menggenggamnya, niatnya ingin mengomel pun menguap entah kemana. Dan-arwah-Donghae pun melihat semuanya dengan ekspressi yang sulit diartikan.
"Kita harus segera membatalkan perjodohan ini, saya tidak bisa menikah dengan kamu." Kyuhyun dan Sungmin langsung memasang telinga mereka baik-baik ketika mendengar suara Donghae yang nyata berbicara pada gadis dihadapannya. Gadis itu hanya menatap datar Donghae didepannya. Kyuhyun dan Sungmin pun menyimpulkan bahwa gadis ini adalah Hyukjae yang tadi dibicarakan ibu Donghae.
"Tapi aku hamil, dan ini anakmu!" jawab Hyukjae tegas.
DEG!
Sungmin tersentak, pegangannya ditangan Kyuhyun semakin mengerat sampai membuat Kyuhyun meringis kesakitan. Hyukjae hamil? Anak Donghae? Tanpa piker panjang Sungmin langsung berlari meninggalakan café tersebut diikuti Kyuhyun dibelakangnya.
Sedangkan arwah Donghae kini hanya bisa mematung ditempatnya. Sedikit demi sedikit potangan kejadian dimasa lalunya terngiang-ngiang dikepalanya.
"Mian.. Maafkan aku, Min." lirih arwah Donghae sambil menundukkan kepalanya.
.
.
.
Kyuhyun terus berlari mengejar Sungmin yang berlari tak jauh darinya, tak dipedulikannya umpatan orang-orang yang tak sengaja ditabraknya. Kyuhyun tidak peduli, yang hanya dipedulikannya kini hanyalah Sungmin, hanya Sungmin.
"Min!" Kyuhyun menahan sebelah tangan Sungmin dan menariknya kedalam dekapannya. Sebuah pelukan nyata, sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari Donghae.
"Hiks.. Kyu…" Sungmin semakin terisak, membenamkan wajahnya dalam-dalam kedada Kyuhyun.
Kyuhyun merasakan kaus bagian dadanya basah, itu pasti air mata Sungmin. Tapi Kyuhyun diam saja, terlalu bingung untuk bertindak. Kyuhyun tidak suka melihat Sungmin seperti ini, dia mau membantu Sungmin dan Donghae agar Sungmin bahagia, bukan menangis tersedu-sedu seperti ini.
'Jangan, jangan begini, Min. Kau harus bahagia.' Batin Kyuhyun.
.
.
.
"Aku rasa keputusan untuk kembali ke masa lalu Donghae adalah ide yang buruk. Seharusnya aku tidak perlu kembali ke masa lalunya." Kini Sungmin dan Kyuhyun tengah duduk santai di bangku taman kota.
Sungmin sudah tidak menangis, tapi gadis itu terus-terusan mengoceh. Kyuhyun sejak tadi hanya diam mendengarkan, baginya lebih baik melihat Sungmin yang cerewet dan menyebalkan dari pada melihat Sungmin menangis seperti tadi.
"Seseorang pernah berkata padaku, mencintai itu bukan bagaimana kita diberi tapi bagaimana memberi. Tidak semua keinginanmu akan berjalan sesuai dengan harapanmu." Ucap Kyuhyun pelan, tatapan nya menatap kosong ke depan. Kyuhyun pun melanjutkan, "Bukankah semua orang memiliki masa lalunya masing-masing? Masa lalu adalah milik orang itu sendiri, kita tidak bisa ikut campur."
Sungmin menatap Kyuhyun takjub. Apa benar ini Kyuhyun? Cho Kyuhyun teman kecilnya? Kyuhyun yang selalu egois dan selalu mementingkan dirinya sendiri berbicara sebijak itu, apa ini benar-benar Kyuhyun?, "Kau benar-benar Kyuhyun? Belajar dari mana kau bisa mengucapkan kalimat sakti begitu?"
Kyuhyun mendegus, "Aku jatuh cinta, dan dari situ aku banyak belajar." Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin bungkam. Entah mengapa Sungmin kini merasa was-was, Kyuhyun jatuh cinta? Dengan siapa?
"Oh.. Siapa wanita yang tidak beruntung itu?" ucap Sungmin sambil terkekeh pelan. Dahi Kyuhyun mengerut, ia menyadari ada yang aneh dari nada bicara Sungmin.
'Maaf min, tapi wanita yang tidak beruntung itu kamu.' Batin Kyuhyun.
"Kenapa kau ingin tau?" Kyuhyun menatap Sungmin jengah. Kyuhyun tersenyum ketika melihat Sungmin yang salah tingkah. Melihat itu, otak jahil Kyuhyun pun bekerja, menggoda Sungmin adalah kesenangan Kyuhyun dulu.
"A-aku hanya ingin tau, k-kau pelit sekali sih!" Sungmin mengalihkan pandangannya kemana saja asal tidak kemata Kyuhyun, wajahnya pun kini sudah merah padam seperti kepiting rebus.
'Aishh ada apa dengan ku?' batin Sungmin.
Kyuhyun hanya tertawa melihat tingkah Sungmin, Kyuhyun selalu suka saat melihat wajah merah merona Sungmin saat ia menggodanya, terlalu manis baginya. Dan itu menambah nilai plus kecantikan Sungmin dimata Kyuhyun.
.
.
.
Sungmin yang awalnya kesal pun akhirnya ikut tersenyum melihat tawa Kyuhyun yang begitu lepas disampingnya. Sudah lama sekali mereka tidak bercanda seperti ini, sejak tiga tahun yang lalu tepatnya. Dan jujur saja, Sungmin sering merindukan saat-saat kebersamaan mereka. Saat Kyuhyun menggodanya, menjahilinya, itu terasa sudah lama sekali.
"YA! Berhenti tertawa!" omel Sungmin, Kyuhyun pun mau tak mau menghentikan tawanya. Walau masih senyum-senyum tidak jelas.
"Kembali ke topic pembicaraan kita tadi, apa dia cantik? Apa aku mengenalnya? Apa kalian sudah berpacaran?" ucap Sungmin dengan satu kali tarikan nafas. Kyuhyun menghela nafasnya malas, Sungmin memang benar-benar cerewet.
"Kenapa kau tidak membawa pensil dan kertas? Kalau begitu kau akan semakin mirip dengan wartawan…" ucapan Kyuhyun terhenti ketika melihat Sungmin memelototinya. "Oke.. Oke.. bagiku, dia yang tercantik yang pernah aku lihat. Aku rasa kau mengenalnya dengan sangat baik, dan aku belum berpacaran dengannya. Jangankan berpacaran, mengatakan perasaan saja belum."
"Jadi kau belum menyatakan perasaan mu?" Tanya Sungmin hati-hati.
"Tidak, lebih baik dia tidak tau. Dia sudah memiliki orang yang dicintainya, bagiku mencintainya dari jauh saja sudah cukup. Melindunginya dari jauh, melihatnya tersenyum dari jauh saja sudah menjadi salah satu kebahgiaan tersendiri untuk ku. Aku tau dia tidak mencintaiku."
"Tau dari mana? Mengatakan saja tidak!"
"Aku tau, aku terlalu mengenalnya." Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin bungkam. Dia tidak menyangka kisah Kyuhyun akan serumit ini.
Mereka pun diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sedangkan Sungmin sibuk dengan detak jantungnya yang berdetak tak karuan ketika berada disamping Kyuhyun. Bukankah mereka dulu sering duduk bersebelahan begini? Kenapa Sungmin merasakan sesuatu yang asing disini. Bahkan Sungmin takut keadaan yang hening ini bisa membuat Kyuhyun mendengar detak jantungnya.
.
.
.
To be Continued
.
.
.
Aduhh aku minta maaf banget lohh yaaa chapter 1 kemarin banyak banget typo bertebaran…. Aduh aku jadi malu-_- sebenarnya ini cerita udah lama banget tersimpan di dokumen computer Cuma belum sempet dipublish. Nah baru bisa sekarang dan dengan pede nya aku posting tanpa proses editing dulu, jadilah typo dimana-mana. Jeongmal mianhae, aku usahakan untuk chapter selanjutnya gak akan ada typo yang keterlaluan lagi.
NurLarasati13 : kyumin itu teman dari kecil dan kebetulan mereka sama-sama bisa melihat hal-hal yang berbau horror atau mistis. Kalau siwon yang jadi CEO, itu karena siwon tidak memiliki kemampuan seperti kyumin.. masih bingung kah?^^
Dewi. : hehe iyaa kalo jodoh gak akan kemana-mana kok.. iyaa, terimakasih yaa sudah mengingatkan, maaf kalo banyak typo nya ^^
Paprikapumpkin : hehe kyu tabah kok kan dia cowo strong hihi. Hmm nanti ada saatnya sungmin tau kok, stay tune yaaa^^
KobayashiAde : aaaaa Miann yaaa banyak typo nyaa, aku gak melakukan editing kemarin, maaf yaaa kalo membingungkan huhu.. ini udah update stay tune yaaa ^^
Prfvckgyu : ne, terimakasih sudah mengingatkan^^ dan maaf untuk typonya;(
Okey.. kritik saran diterima yaaa kalo masih ada typo bilang aja ke aku hehe :d klik kolom review dan tulislah sesuatu disana, gomawo^^
Review?
Salam
GyuMin407
