Title : One More Time (CHANBAEK)
Author : DandelionLeon (Aleyna Park)
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo, Choi Zelo dan masih banyak cast yang dirahasiakan.
Genre : Romance, Drama
Rate : M (Mature)
Pairing : Chanbaek, Hunhan, Kaisoo and other.
Disclaimer : seluruh cerita sepenuhnya ide dari saya sendiri, cast disini hanya pinjam nama. Seluruh cast milik Tuhan dan orang tua mereka.
WARNING! Yaoi (boyxboy), explicit content, bahasa vulgar bakal bertebaran di chapter-chapter selanjutnya. Buat bocah harap tekan tombol close. Dosa tanggung sendiri! :p . DLDR! gak suka, jangan baca! *melotot*
Summary : Apakah aku bisa mengatakan 'aku mencintaimu' sekali lagi? Aku membuangmu, namun akhirnya kau memenuhiku. Jika kau bersikeras menolakku, maka maafkan aku. Aku akan memaksamu untuk menatapku kembali, dengan cara yang kotor sekalipun. Kau harus menjadi milikku. /Karena luka yang tak dapat terhapus sangat menyakitkan./
Recommended song : Navi ft. Kebee of Eluphant – Incurable Disease
. From The Beginning Until Now – Ost Winter Sonata
.
Butiran-butiran salju turun dengan pelan menyentuh bumi. Angin malam terasa dingin menusuk kulit. Entah mengapa malam ini begitu terasa tak nyaman bagi lelaki mungil itu, Byun Baekhyun.
Setelah ia sampai tadi siang dan berbincang sejenak dengan Zelo, ia langsung memutuskan untuk pulang ke apartemen yang baru saja ia beli.
"Apa aku keluar saja ya?" Tanyanya entah pada siapa. Setelahnya ia mengangguk. Diraihnya mantel coklatnya lalu mengenakannya dengan cepat. Kakinya berjalan menuju lift. Seulas senyum tergambar di bibir manisnya. Baekhyun memutuskan untuk pergi ke restoran milik ayahnya.
Byun Baekhyun melirik kedai kopi milik ayahnya kini dengan wajah bahagia. Ia benar-benar merindukan tempat ini. Mungkin terhitung sudah lima tahun lebih ia tak kemari. Rambut magentanya tertiup angin musim dingin dengan pelan.
Banyak yang berubah dari kedai miliknya kini. Sepertinya Chen benar-benar giat melakukan pekerjaannya hingga dapat mengubah desain kedai kopi ini lebih indah dari sebelumnya.
Kaki Baekhyun melangkah masuk. Tangannya mendorong pintu kayu kecoklatan tersebut dengan pelan, sehingga menimbulkan bunyi lonceng yang begitu nyaring.
"Selamat datang di Byun's coffee shop tuan." Baekhyun balas tersenyum anak lelaki yang kini memakai seragam khas pegawai kafenya. Setahu Baekhyun anak lelaki ini tak pernah bekerja disini sebelumnya.
"Kau baru disini?"
Anak lelaki tersebut tampak terkejut, namun ia menggeleng.
"Tidak tuan. Aku sudah bekerja selama enam bulan disini. Yeah, bekerja part time untuk membiayai sekolahku." Jawab si anak lelaki bernama Kim Taehyung tersebut.
Baekhyun hanya mengangguk seraya tersenyum manis.
"Dimana Kim Chen dan Kim Xiumin berada?"
Alis Taehyung tampak berjengit.
"Maksudmu bos besar dan wakil bos, begitu tuan?"
Baekhyun terkekeh pelan. Membayangkan bagaimana bentuk hyung-hyungnya itu kini. Ia mengangguk antusias.
"Mereka ada di lantai dua, tepatnya di ruangan berpintu kaca disana."
"Arraseo, gomawo Taehyung-ssi."
Baekhyun memutuskan untuk beranjak ke atas. Berjalan menuju ruangan Chen-dahulu ruangan ayahnya-dengan langkah besar-besar. Sepertinya lelaki manis itu tak sabar ingin segera bertemu hyungnya tersebut.
TOK… TOK… TOK…
Tak ada sahutan sama sekali. Baekhyun mempoutkan bibirnya-kebiasaannya yang tak bisa dihilangkan.
TOKK… TOKK… TOKKK… Sekali lagi. Kali ini dengan lebih keras. Namun tak ada sahutan. Akhirnya jemari lentiknya memegang kenop pintu. Membuka pintu tersebut pelan-pelan dan_
Ingatkan Baekhyun untuk bernafas sekarang. Pandangan dihadapannya kini sangat amat membuatnya shock. Chen tengah berciuman dengan Xiumin.
"EHEMMM!" Deheman keras Baekhyun membuat kedua orang itu melepaskan tautan mereka. Chen memasang wajah tak senang.
"Apakah kantor ini telah berubah menjadi tempat berpacaran?"
Keduanya menoleh spontan ke arah Baekhyun. Dan tebak saja apa yang terjadi. Chen dan Xiumin langsung berlari memeluk Baekhyun.
"Baekhyun!" Ucap keduanya serempak.
Baekhyun terkekeh pelan. Keduanya melepaskan pelukan 'maut' tersebut. Menatap Baekhyun dari ujung kaki hingga kepala, seperti menatap makhluk dari planet lain.
"Ada apa dengan penampilanmu? Rambutmu_"
"Aish! Chen hyung! Memangnya kenapa dengan rambut seperti ini? Bukankah aku terlihat tampan?"
"Bukan tampan, tetapi tambah cantik saja, kkkk"
Baekhyun mempoutkan bibirnya saat mendengar ejekan Xiumin tersebut. Benar-benar lucu.
"Aigoo~ merajuk eoh? Kajja, kita berbincang di bawah saja! Eottae? " Ajak Chen.
Baekhyun mengangguk setuju. Ketiga lelaki tersebut berjalan menuju lantai bawah. Berbincang dengan ditemani secangkir kopi sepertinya tidak buruk juga bukan?
"Jadi, apa yang kau lakukan di Swiss selama ini Byunbaek?" Tanya Chen .
"Tentu saja bersekolah lalu aku bekerja."
"Sebagai?"
"Arsitek, spesialisasinya Desainer interior ruangan." Jawab Baekhyun santai. Chen dan Xiumin mengucapkan kata hebat berulang kali. Walau sebenarnya hal tersebut hal yang biasa bagi Baekhyun.
"Omong-omong, kau sudah memberitahu Luhan dan Kyungsoo bahwa kau telah kembali ke Korea?"
Lelaki mungil itu menggeleng lalu menyengir.
"Belum, aku sengaja. Nanti saja bertemu mereka. Walau sebenarnya aku merindukan mereka."
Xiumin terkekeh pelan. Ia menjentikkan jarinya. Tak lama setelahnya muncul si lelaki yang Baekhyun temui tadi di pintu luar.
"Woah! Kau seperti tukang sulap saja. Dengan menjentikkan jarimu, dia langsung datang." Heboh Baekhyun. Ketiga orang itu hanya tersenyum pelan.
"Taehyung-a, bawakan secangkir Americano untuk Chen, Ice Coffe Blended untukku, dan Capuccino untuk Baekhyun."
"Baiklah tuan."
"Kau memang selalu tau kesukaanku hyung." Ucap Baekhyun diiringi kekehan. Chen hanya terkekeh sebagai respon.
Ketiganya larut dalam perbincangan ringan dan konyol. Kerap kali terdengar kekehan dari bibir Baekhyun. Sungguh, Baekhyun yang sekarang entah mengapa terlihat lebih bersinar bagi Xiumin maupun Chen. Ia tampak tertawa begitu lepas seperti tak ada satu beban pun yang hinggap pada lelaki mungil itu.
Waktu berjalan begitu cepat saat kau berada bersama orang yang kau sayangi ternyata benar adanya. Baekhyun tak menyadari bahwa kini hari semakin malam. Pukul sebelas lewat lima belas menit. Bahkan café telah tutup sejak jam sepuluh tadi. Akhirnya Baekhyun pamit pada kedua hyungnya itu untuk segera kembali ke apartemen miliknya.
Kakinya berjalan menuju tempat apartemennya-yang memang jaraknya tak begitu jauh dari café. Namun, lelaki itu membalikkan tubuhnya berlainan arah. Ia berjalan menuju mini market kecil untuk membeli beberapa cemilan.
Sudut bibir kanannya terangkat saat lelaki itu berjalan melewati sebuah club ternama di Myeongdong. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat beberapa insan saling berpagut panas. Benar-benar tak tau malu, fikirnya.
BRUKKK… Hampir saja tubuh mungil itu terjatuh. Untung saja Baekhyun bisa menguasai dirinya agar tak terjatuh begitu saja. Ia mendengus jengkel. Mata Baekhyun terbelalak saat orang-yang tak Baekhyun ketahui bagaimana wajahnya-itu memeluknya erat. Baekhyun berfikir ini pasti ahjussi-ahjussi mesum yang butuh belaian. Cih!
Namun itu hanya perkiraan sementara lelaki itu. Jantungnya terpompa keras saat mencium aroma maskulin yang tak asing di indera penciumannya.
"Chogiyo, bisa kau lepasakan? Ini sesak!"
Ucap Baekhyun meminta. Ia menggeliat di dalam pelukan si orang asing. Tak butuh waktu lama, seseorang itu melepaskan pelukannya.
Nafas Baekhyun tercekat, lidahnya kelu bahkan hanya untuk mengucapkan sepatah kata pun. Jantungnya terpompa keras, tatkala lelaki jangkung dihadapannya itu menyebut namanya dengan ekspresi terkejut luar biasa.
"B-Byun Baekhyun?"Ucap lelaki itu lirih.
'Chanyeol.' Gumam Baekhyun dalam hati.
Mengapa bertemu disaat seperti ini? Baekhyun merasa belum siap. Sangat amat belum siap. Berdekatan dengan lelaki itu membuat luka lamanya seakan kembali terkoyak. Ia berusaha menenangkan dirinya. Memasang wajah seolah ia tak mengerti apapun yang diucapkan Chanyeol.
"Chogi, kau salah orang. Permi_yak!"
'Tidak, ku mohon jangan seperti ini.'
Tubuh Baekhyun menegang tatkala Chanyeol memeluknya dengan erat. Pelukan yang terasa sangat posesif. Seakan tak ingin melepaskannya lagi.
"Gajima, kumohon jangan pergi lagi." Ucap Chanyeol frustasi.
DEG! Hati Baekhyun terenyuh. Ia merasa bagai mimpi, benarkah yang memeluknya kini adalah Chanyeol? Fikirnya. Baekhyun menggeleng keras. Ia masih bersikeras menutupi identitasnya didepan lelaki itu. Dapat Baekhyun cium aroma alkohol dari diri Chanyeol.
"Kau mabuk tuan, kau salah orang!" Pekik Baekhyun seolah ia benar-benar kesal.
"Ani, bahkan suaramu mirip dengannya. Kau Byun Baekhyun. Kau Byun Baekhyun-ku bukan? Jawab!"
Sejenak Baekhyun terdiam, apa dia segila ini? Atau hanya karena pengaruh alkohol yang diminumnya? Entahlah, Baekhyun merasa ini semua sangat aneh.
"Aish! Aku bukan Byun Baekhyun-mu! Ku mohon lepaskan tuan."
"Tidak, aku takkan melepaskanmu. Kau tau? Rasanya aku hampir mati saat kau pergi. Aku ingin mati dengan semua penyesalan ini. Jangan pergi lagi." Baekhyun benar-benar bungkam. Suara lirih lelaki itu membuat hatinya sakit. Ia memejamkan matanya rapat-rapat. Mencoba menenangkan jantungnya.
"Hanya sejenak, peluk aku sejenak" Mohon Chanyeol lagi. Baekhyun menutup matanya kembali, lalu setelahnya ia menghembuskan nafasnya. Tangannya tergerak mengusap pundak Chanyeol dengan pelan.
"Baiklah, tapi setelah ini kau lepaskan aku. Aku juga memiliki urusan lain, tuan." Ucapnya datar. Dapat Baekhyun rasakan Chanyeol mengangguk dalam pelukannya. Tak ada yang tau bahwa air mata Baekhyun turun saat ini. Ia memasang wajah seolah ia baik-baik saja. Padahal jauh dalam lubuk hatinya, lelaki itu benar-benar ingin memeluk Chanyeol. Ia merindukan lelaki jangkung itu, sangat. Namun, janjinya sejak kepindahannya dulu membuat Baekhyun kembali ke alam nyatanya. Bahwa Chanyeol takkan bisa ia miliki. Bahwa perasaan itu telah ia hapus, walau sebenarnya belum sepenuhnya terhapus. Bahwa ia telah merelakan perasaannya. Ia tak ingin kembali seperti dulu. Byun Baekhyun yang dulu dan yang sekarang adalah dua pribadi yang berbeda. Baekhyun yang dulu adalah sosok lemah dan cengeng. Dan Baekhyun yang sekarang adalah sosok tegar, tak mempedulikan apapun yang orang katakan dan rasakan.
"Aku permisi." Ucap Baekhyun datar. Saat Chanyeol melepas pelukan mereka. Ia berlari menutupi wajahnya agar tak di lihat lelaki itu. Mengusap air mata bodohnya dengan kasar. Meninggalkan Chanyeol yang limbung di tanah.
'Maafkan aku, Chanyeol-ssi."
.
.
Cahaya mentari masuk melalui celah-celah gorden berwarna keungungan tersebut. Seorang lelaki jangkung bersurai hitam legam tertidur pulas di ranjang berukuran king size miliknya. Matanya terbuka pelan, jemarinya bergerak menutupi matanya agar terhalang dari sinar mentari.
Diliriknya jam weker silver yang ada di atas nakasnya. Pukul tujuh tepat.
Masih dengan posisi berbaringnya. Terbayang akan kejadian semalam. Ya! semalam.
'Pasti aku bermimpi lagi.' Batin lelaki itu dengan senyum mirisnya.
Meeting pagi ini membuatnya harus rela bangkit dari ranjang empuknya kini. Mengharuskan Chanyeol-lelaki itu-untuk segera mandi lalu berpakaian dan… ke kantor lagi untuk bekerja.
Guyuran air dari shower kamar mandi membasuh tubuh tegapnya. Chanyeol tampak terdiam dengan lamunannya sendiri. Sesekali terdengar hembusan nafas yang entah mengapa terdengar kasar dari bibirnya. Lelaki itu melanjutkan kembali aktifitas mandinya.
Tak ada yang berarti. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Chanyeol merasa hampa dan kosong. Ia duduk di meja makan kecilnya dengan selembar roti, selai kacang dan juga secangkir kopi. Menikmati sarapan pagi yang terasa sangat amat hening. Benar-benar menyebalkan baginya.
Selesai sarapan, Chanyeol berjalan menuju kamarnya untuk mengambil berkas-berkas yang harus di bawa. Ia menatap lagi pantulan dirinya di depan cermin. Dengan setelan jas formal berwarna hitam, kemeja berwarna krim dan juga dasi merah tua yang melekat di kerahnya. Rambut hitamnya yang di naikkan ke atas dirapikannya sedikit. Setelahnya lelaki itu tersenyum miring-sangat tampan- lalu berjalan menuju tempat parkiran berada. Melajukan mobil mewahnya menuju Victory Corporation berada.
Sapaan beberapa karyawan hanya dibalas anggukan dari lelaki itu. Ia berjalan menuju ruangannya berada. Meeting pagi yang diadakan secara mendadak mengharuskan Chanyeol untuk segera mengambil berkas penting di meja kerjanya. Belum lagi sang sekretaris yang belum juga pulang dari Gangwon akibat masalah yang terjadi disana membuat Chanyeol harus bergerak cepat seorang diri. Ia tak ingin menyerahkan hal sepenting ini pada karyawannya. Chanyeol ingin segala pekerjaannya berjalan dengan sempurna.
Lima belas CEO dari beberapa perusahaan raksasa di Korea Selatan dan juga beberapa investor asing telah duduk di kursi masing-masing. Ruangan rapat terasa sangat hening tatkala kedatangan Chanyeol.
"Baiklah semuanya, kita mulai rapat sekarang juga."
.
.
"Sajangnim? Kita harus memperbaiki beberapa fasilitas di Daemyung resort. "
Chanyeol mengangguk dengan mata yang masih fokus pada tumpukan berkas di depannya. Tangannya bergerak untuk menyelesaikan beberapa berkas yang harus di tanda tangani.
"Panggil beberapa desainer ruangan terbaik. Aku akan ke sana saat urusan disini selesai."
"Ne, sajangnim."
PIIPP…
"Masuk."
CKLEKKK…
"Kau selalu seperti ini. Kapan kau akan makan?"
Chanyeol menghela nafasnya. Ia mengedikkan kedua bahunya asal, tanpa mengalihkan fokusnya sedikit pun untuk menatap Sehun di depannya. Ia lebih memilih berkutat dengan tumpukan kertas di banding melihat wajah menyebalkan Sehun. Entah mengapa Chanyeol merasa Sehun lebih mirip seperti alarm yang selalu datang ke kantornya hanya untuk mengingatkan untuk makan.
"kau marah soal yang semalam?" Tanya Sehun dengan nada datar.
"Kau fikir aku anak-anak? Untuk apa pula aku marah hanya karena hal seperti itu?"
Sehun mengangguk dalam diam. Ia berjalan menuju sofa hitam di tengah-tengah ruangan Chanyeol.
"Kau tau? Aku memiliki kabar baik untukmu."
Chanyeol hanya tersenyum tipis. Ia masih berada dalam kegiatannya semula.
"Memangnya kabar baik apa itu?" Tanya Chanyeol tanpa ada nada penasaran sedikit pun.
"Huh, kau akan tau nanti."
"Jika kau kemari hanya untuk memberi tahu info yang setengah-setengah lebih baik kau pergi, Oh Sehun. Kau benar-benar menggangguku."
Sehun terkekeh. Sahabatnya itu memang terlalu kaku. Workaholic sejati dan bisa dibilang mirip seperti robot pekerja.
"Ayolah Chanyeol, jika aku memberi tahumu, semua takkan menjadi kejutan lagi! "
Tak ada sahutan sama sekali. Chanyeol terdiam saat sebuah undangan berwarna merah dengan gambar sebuah pohon natal berada diatas meja kerjanya. Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya. Menatap Sehun menuntut penjelasan. Seakan mengerti dengan arti raut wajah sang sahabat, Sehun menjawab dengan malas-malasan.
"Christmas even, acara untuk natal yang di adakan di sekolah kita dulu. Disana akan ada reuni besar-besaran. Kau harus datang atau kau akan menyesal nanti."
"Aku tidak bisa berjanji karena_"
"Kau akan menyesal, siapa yang tau jika Baekhyun juga akan hadir disana?"
Bingo! Sesuai dengan dugaan Sehun. Fokus Chanyeol langsung buyar saat mendengar nama lelaki itu. Si lelaki berkulit putih menyeringai lebar.
"Baiklah, nanti aku pasti datang."
"Itu baru sahabatku!"
DRRTTT… DRRTT…
"Yeoboseyo?" Sehun menguap malas setelah berucap kata 'halo' pada seseorang di seberang sana.
'Kau dimana idiot?'
"Di kantornya Chanyeol. Ada apa bodoh?"
'Datanglah ke apartement segera! Kau berhutang banyak penjelasan padaku karena telah menghancurkan dapurku!' Tuntut seseorang disebelah sana. Sehun memutar bola matanya malas. Benar-benar cerewet, fikirnya.
"Baiklah siluman rusa, I love you. Mmuachhh"
'Sialan kau_' PIIPP
"Hahahahahaha…"
Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Sehun. Pasti Luhan lagi, batinnya. Malas bertanya hal yang tak berguna tersebut-menurutnya, Chanyeol memilih untuk menyesap kopi hitamnya sejenak, sekedar mengusir rasa haus di kerongkongannya.
Otaknya kembali teringat pada kejadian semalam. Ia sungguh penasaran dengan sosok yang ia 'peluk'. Benar-benar mirip Baekhyun. Chanyeol menimang-nimang. Menatap Sehun yang kini tengah duduk bermain gadget di sofa tak jauh darinya. Masalahnya, Sehun itu berbeda dengan Jongin yang masih memiliki jiwa dewasa. Sehun itu menyebalkan oke? Tapi dibandingkan penasaran dan bertanya dalam hati seperti ini, lebih baik ia bertanya saja bukan?
"Sehun, soal semalam… apa kau melihat sosok lelaki di dekatku?"
Sehun menghentikan aktifitasnya. Ia menatap Chanyeol dengan datar, seolah tak berminat dengan topik yang Chanyeol bicarakan sama sekali.
"Aniyo, kau hanya pingsan diatas tumpukan salju seperti orang bodoh. Itu yang ku lihat. Memangnya kenapa?"
"Aku melihat Baekhyun dan_lupakan saja!"
"Kau bermimpi, itu faktanya. Jangan terlalu berharap jika yang kau lihat semalam itu adalah Baekhyun karena kau tengah mabuk."
Dan perkataan Sehun seolah membenarkan segalanya. Chanyeol tersenyum kecut, ia merasa semakin mirip seperti orang gila. Obsesinya untuk bertemu Baekhyun membuat dirinya seperti ini. Menciptakan sebuah delusi konyol yang belum tentu hal itu adalah benar adanya. Padahal sesungguhnya sosok itu benar-benar Byun Baekhyun. Mungkin Tuhan belum mengijinkan keduanya untuk bertemu saat ini.
"Kau tidak ke rumah sakit?" Tanya Chanyeol mengalihkan ke topik baru.
"Tidak, aku sedang tidak ada praktek. " Ujar Sehun. Omong-omong Sehun adalah seorang dokter spesialis bedah.
Chanyeol hanya mengangguk ringan. Ia kembali melanjutkan acara menandatangani berkasnya. Sehun menguap lebar.
"Dasar robot pekerja! Hentikan pekerjaanmu sejenak dan ayo kita makan siang!"
Setelahnya Chanyeol hanya bisa pasrah di seret paksa oleh makhluk bernama Oh Sehun itu.
.
.
Daemyung resort, tentu saja seluruh rakyat Korea maupun turis mancanegara tau bahwa resort tersebut adalah resort terkenal milik keluarga Park.
Chanyeol berjalan-jalan mengitari resort tersebut bersama beberapa rekan kerjanya yang lain. Perbaruan suasana resort mengharuskan Chanyeol untuk segera berangkat ke Gangwon. Udara musim dingin membuat Chanyeol mengeratkan mantel mahal miliknya.
"Sekretaris Lee, bagaimana dengan desainer interior ruangan? Kau telah menemukannya?" Tanya Chanyeol pada sang sekretaris. Lee Minhyuk-sekretaris Chanyeol mengangguk mantap.
"Sudah tuan, kau takkan kecewa. Dia adalah satu dari sekian banyak desainer interior ruangan terbaik yang telah ku seleksi."
Chanyeol mengangguk. Ia menatap ke luar ruangan. Sepertinya badai salju tengah berlangsung. Ia menghela nafasnya panjang. Terpaksa Chanyeol harus menginap disana.
"Siapkan satu kamar untukku." Ucap Chanyeol tenang.
"I-itu, mohon maaf sajangnim. Kamar yang tersisa hanya untuk rekan kerja kita, si tuan desainer itu." Jawab Minhyuk dengan gugup. Takut-takut sajangnimnya itu mengamuk.
Chanyeol menatap sang sekretaris tajam.
"Kau bermaksud membiarkan aku pulang ditengah badai salju seperti ini, Lee Minhyuk-ssi?"
"A-aniyo sajangnim! Bagaimana jika kau dan dia berbagi kamar saja? Lagi pula dia seorang lelaki. Tak ada salahnya untuk_"
"Maaf, aku terlambat."
Disaat itu, disaat mendengar suara itu. Chanyeol merasa waktu berhenti. Ia membalikkan tubuhnya dengan gerakan perlahan. Takut-takut suara yang ia dengar hanyalah delusinya semata.
"Tidak masalah tuan Byun. Aku mengerti bahwa pasti sulit membawa mobil ditengah badai salju."
Marganya Byun, mungkinkah?
"Geurae, untung saja aku sudah hampir dekat sini tadi. Jadi, dimana direktur berada?"
Ini benar-benar suaranya! Ya, tidak salah lagi!
"Ah, perkenalkan. Ini Park sajangnim, direktur kami."
DEG!
Seolah waktu berhenti dengan sengaja. Ketika dua pasang mata itu saling bertemu. Nafas mereka seakan tercekat di tenggorokan. Namun sebisanya, keduanya bersikap seolah biasa saja. Walau satu diantara keduanya merasakan kaget luar biasa.
"Selamat sore Byun Baekhyun-ssi. Saya Park Chanyeol, direktur dari CYP Inc. , anak perusahaan dari Victory Corporation."
Baekhyun terdiam, menatap Chanyeol yang mengulurkan tangan disertai senyuman lembutnya. Jemari lentiknya mulai menjabat tangan besar Chanyeol. Sungguh, seperti tersengat ribuan volt listrik. Ia berdebar. Rasa itu ternyata belum menghilang.
"Selamat sore Park Chanyeol sajangnim. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Baekhyun dengan akting terbaiknya. Ia tersenyum palsu, seolah benar bahwa dirinya baru mengenal Chanyeol. Chanyeol tersentak.
Kenapa secepat ini mereka bertemu? Chanyeol tak mengerti. Namun, disatu sisi ia merasa bahagia. Seseorang yang ia harapkan kehadirannya selama ini, kini ada di hadapannya. Ia ingin memeluk tubuh itu, sungguh ia merindukannya.
"Ehem, sajangnim? Jadi, bagaimana dengan kamar tidur?" Deheman sang sekretaris membuat keduanya melepaskan tautan tangan mereka.
Chanyeol berdehem sejenak, begitu pula dengan Baekhyun.
"Baiklah, aku setuju untuk sekamar dengan Byun Baekhyun-ssi." Jawab Chanyeol sambil tersenyum miring.
Sedangkan Baekhyun, ia menatap kedua lelaki itu tak paham. Kamar? Sekamar dengan Byun Baekhyun-ssi? Kalimat itu terus terngiang di otaknya. Ia menatap Minhyuk bertanya. Bukankah ia hanya melakukan pekerjaan disini?
"Maksudmu apa Lee Minhyuk-ssi? Bukankah kita hanya akan melakukan meeting dalam rangka perubahan desain interior? "
"Maaf sebelumnya, tetapi diluar sedang ada badai. Kau tau sendiri bukan Baekhyun-ssi? Lagi pula jarak dari Gangwon ke Seoul memakan waktu yang lumayan lama. Jadi, sajangnim memutuskan untuk menginap."
"Iya, tetapi kenapa aku harus sekamar dengannya_maksudku itu tidak akan sopan bukan?" Protes Baekhyun lagi dengan wajah tak terima. Chanyeol hanya terdiam sedari tadi. Menatap Baekhyun dengan intens, menilik wajah manis itu lekat-lekat.
"Maafkan aku sekali lagi Baekhyun-ssi. Seluruh kamar penuh dan hanya satu kamar yang tersisa untukmu. Awalnya aku mengira sajangnim akan pulang tetapi_"
"Bisakah kita lanjutkan nanti malam? Aku lelah, dimana kamarnya?" Potong Chanyeol dengan cepat.
Minhyuk membenarkan kacamatanya.
"Kamar 614 sajangnim."
"Baiklah, ayo."
Dengan seenaknya, lelaki itu menarik lengan kurus Baekhyun. Laki-laki mungil itu awalnya berontak. Hanya saja ia sadar, dirinya harus menjaga sikap agar tak menjadi pusat perhatian. Entahlah, ia merasa bagai mimpi. Dan ia merutuki kebodohannya yang mau menerima pekerjaan tanpa mencari tau tentang perusahaan yang bekerja sama dengannya. Semoga Byun Baekhyun bisa melewati malamnya dengan tenang.
.
.
TBC
Annyeonghasseyo? Sebelumnya aku bakal ucapin dulu *tarik nafas* "HAPPY BIRTHDAY URI HAPPY VIRUS PARK CHANYEOOOOL!" walau udah telat ucapinnya, tapi gpp…
Ahh~ mianhae… jeongmal mianhaeyo~~ aku gak tepat janji buat update fast. T.T . aku lagi banyak tugas, banget malah. Belum lagi ulangan yang diadakan terus menerus. Lagi, aku lagi gak mood sebenernya. Jadi, ya gitu. Lamaaaaaa banget. Tapi yaksok, kedepannya aku gak bakal gini lagi deh.
Thanks buat yang udah review, kalian baik banget. Dan lagi, aku sempet kaget ngeliat reviewnya yang sampe tembus angka 80 dalam satu chapter. Ini suatu kebanggaan, hiks… makasih udah suka dengan cerita yang aku buat.
Oh iya, chanbaek udah bertemu. Walaupun dengan keadaan yang absurd dan juga mungkin dari kalian bakal bilang ini terlalu cepat. Aku jelaskan, ini adalah awal dari segalanya. Kalo aku buat mereka bertemu di chapter tiga, itu bakal flat entar ceritanya. Gak ada moment yang bisa buat kalian greget.
Buat yang nebak bahwa yang dipeluk channie itu adalah baekkie, selamat! Kalian dapet hadiah ciuman dari om sooman. -.,-
Soal baekhyun yang nerima kerjaan di perusahaan chanyeol, disini memang belum aku jelaskan. Di chapter depan bakal aku jelasin. Dan juga, merek sekamar-uhhuk- sebenarnya atas datar setingan dari author sengklek ini. fufufufu *tawa nista*
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Yuk monggo, review dulu yang banyak biar di update kelanjutannya. Saranghaeeeee~~~
BIG THANK'S FOR :
[marry your daughter] [chanbaexx] [aquariusbaby06] [Mela querer chanBaekYeol] [Lee Yoon Hee] [araraaa] [BibiGembalaSapi] [hanachoco] [septacha] [Parkbaekyoda] [Lee Hyuk Nara] [FriederichOfficial] [ahnjinhee2] [vitCB9] [rina byun272] [young'demin] [Nenehcabill] [mustikataemin] [elvirawinda1] [DinAlya] [fakegagas] [neli Amelia] [haru gwanshim] [teukiangle] [SilverWhite98] [bellasung21] [narsih'hamdan] [vivikim406] [Indrie EXO-L] [reiasia95] [urichanbaekhunhan] [tiffanychoi23byun] [BabyWolf Jonginnie'Kim] [yuwuldnansmyhart] [winter park ChanChan] [Guest] [chanbaekacc] [chanbaekcute] [kaisoo] [chanbaeknim] [rina972] [bee] [Guest2] [akuu adalah aku] [Guest3] [Byun Baekkie] [nur991fah] [AlienBaby88] [myhunhanbaby] [byvn88] [Matabulet kyungie] [hunbaby] [kyurin'sweet] [ryanryu] [indrie] [XiaoLu] [cynemo] [Guest4] [Fionny13] [Guest5] [GGranie] [ParkbyunieTut92] [Guest6] [Guest7] [Kim Yong Jin] [willow] [guest8] [doctorbaek] [Park Chan Gyu] [Ndowclow] [fitry'sukma'39] [lidrafa] [kiddeo] [Flenkyu] [TheGoddess] [XiaoLu] [Wu Zi Rae KTS] [Minaaa] [cynemo] [Jung Ri young] [insanegl]
.
.
