Shingeki no Kyojin belongs to Isayama Hajime-sensei

Sinar mentari pagi yang cerah telah menyeruak masuk kedalam kamar bersiluet hijau dan membangunkan seorang gadis dari mimpinya, itu mimpi buruk, karena gadis yang bernama Mikasa sebenarnya tidak bisa tidur, memikirkan kejadian di akun facebooknya kemarin,
Gadis cantik itu tidak tahu apa yang akan terjadi nanti di sekolah, ini hari senin dan ia harus siap-siap.

Biasa, ia pergi sekolah naikmotor bersama Eren, tapi hal yang tidak biasa adalah mereka sama-sama terdiam, apa mungkin gara-gara kejadian kemarin saat sang ketua OSIS itu mengirim pesan dinding keakun facebook Mikasa?

Di koridor sekolah Mikasa bertemu teman sebangkunya, Sasha.
"Pagi Mikasa~ oh ya kok kemaren komen kamu gak nongol sih dipesan dindingnya Farlan-senpai?"
Mikasa menggigit bibir bawahnya, to the point sekali.
"Ng. . .aku fokus nyari soal matematika Sha!" Gadis itu berbohong, yup, ia sebenernya bingung mau jawab apa.
"Yah sayang banget,eh Ren aku suka komen kamu yang bilang 'perasaan gak bisa dipaksa,kau mau Mikasa pacaran sama senpai tapi dia gak ada rasa sama senpai?' kena telak banget Ren!hahaha. . ." Sasha beralih berbicara dengan Eren, tapi tanggapan Eren hanya dingin,dan malah mendahului jalan Mikasa dan Sasha
"Ck!kalo soal perasaan dingin banget sih tuh orang!" Kesal Sasha,Mikasa hanya tersenyum tipis melihat punggung Eren dari jauh, melihat itu,tiba-tiba gadis kentang itu menyenggolnya, Mikasa terkaget.
"inget, kemaren Farlan-senpai baru nembak difacebook, yah meski kayaknya emang setiap hari sih dimana aja!"
"Terus?"Mikasa agak kesal dengan pernyataan Sasha
"Aku,Mina,Connie,Thomas bahkan yang lain gerah ngeliat kedeketan kamu sama Eren, iya sih 'saudara-tiri' tapi kan orang tua kalian masing-masing beda, kenapa kalian gak pacaran aja, Farlan-senpai juga pasti bakal nyerah kan?"comel Sasha, Mikasa hanya geleng-geleng kepala dan langsung pergi duluan ke kelasnya,
"dih!IMikasaaaa!tunggu!

Selama pelajaran sebenernya Mikasa mikirin kata-kata Sasha barusan, jujur ia lebih suka belajar dan ngumpul-ngumpul bareng temannya, Ia juga lebih suka jika Eren dan Farlan-senpai itu berteman, tapi itu mustahil!

Selama pelajaran olahraga basket pun, gadis bersurai hitam itu pun tidak bisa konsen!
"Kamu kenapa sih Mikasa?nyervices bola kok gak masuk-masuk?" Tanya Connie bingung,
"Gak tau nih!aduh capek ya!" Keluh Mikasa kemudian.
"Makan yuk, pelajaran udah mau habis,gurunya pun udah gak ada!" Ajak Sasha semangat.
"Ini kan jam terakhir Sha, uang-ku habis!" Jawab Mina.
"Tenang, kalian berlima aku traktir, ayo!" Ajak Sasha lagi, mendengar kata traktiran, Mina, Connie, dan Thomas senang-senang aja, otomatis Mikasa dan Eren ikutan mereka kekantin.

Saat ke enam remaja itu sudah sampai di kantnn, mereka dikagetkan sama rombongan Farlan yang lagi nyanyi dan main gitar di pojokan kantin,

Semakin kukejar. .semakin kau jauh. .tak pernah letih tuk dapatkanmu. .
Terus berlari namun kutakut. .terjatuh lagi. . .
Tak ingin lagi. .
Membuatku perih. .

Lagu "semakin kukejar dan semakin kau jauh" berkumandang diseantero kantin, Mikasa hanya mematung ditempat sementara Sasha dan Connie mesem-mesem gak jelas.
"Kayaknya aku tau tuh lagu buat siapa" Ucap Thomas sambil ngelirik Mikasa, Eren udah keliatan gak mood disitu,
"Eh ayo!" Ajak Sasha dan mereka pun duduk tepat di depan meja rombongan Farlan.
Eren sengaja ambil duduk disebelah Mikasa, Mina duduk di samping Thomas, sementara Connie dan Sasha duduk didepan mereka. Sasha pun memesan makanannya.

Terlihat teman-teman Farlan menyadari gadis pujaan sang ketua OSIS itu telah duduk manis didepan mereka, teman-temannya pun mulai meledekinya sambil bernyanyi.

Oh mungkinkah. .dirinya ada didepan mataku?
"Udah didepan mata noh Lan," Saut temannya sambil tertawa,

Bila mungkin terjadi pasti itu hanya mimpi, mungkinkah jadi milikku?mungkinkah jadi milikku?
"Aduh dijawab dong, jangan diem aja, ahahaha" Saut teman Farlan yang lain, Mikasa mulai risih, ia sebenernya ingin pergi tapi gak enak sama Sasha

Sasha, Connie, Thomas, dan Mina menikmati kecanggungan gadis cantik bersurai hitam tersebut, Sementara remaja bermata sehijau jamrud tambah gak mood aja, Mikasa?ia sudah keringat dingin

Melodipun berubah terdengar lagu D'massive-Diantara kalian

Kuakui kusangat sangat menginginkanmu
tapi kini kusadar kutak akan bisa. .
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi?

Kau terindah. . Kan slalu terindah. .
Aku bisa kumengungkapkannya?
Kau pemilik hatiku. . . tuk memilikimu. .
Kau terindah. .kan slalu terindah. .
Harus bagaimana?

Teman-teman Farlantetap meledeki Mikasa, Teman-teman Mikasa pun hanya bisa kagum sama keberanian Farlan. Mikasa menunduk, Eren udah gak kuat untuk narik Mikasa pergi jauh dari situ.

Tiba-tiba Farlan merubah lagunya

" I must be crazy now. Maybe I dream too much. But when I think of you. I long to feel your touch. To whisper in your ear. Words that are old as time. . ."

Hanya seorang Farlan yang bisa menyanyikan lagu bahasa inggris yang romantis seperti itu, Mikasa membeku, yang lainnya hanya terkesan kagum. Melihat itu secepatnya Eren menarik Mikasa dari sana membawa jauh dari aroma Farlan yang membuatnya tidak bisa berkutik

"Huaa Romantis~~~!" Teriak Sasha memecah keheningan yang telah dibuat Eren dan Farlan tadi. .

Farlan tersenyum getir
"Sialllll!"

TBC