"Ada apa Alaude?" Laki-laki berambut hitam yang sedikit panjang itu hanya tersenyum dan menatap kearah Sang Cloud Guardian Vongola itu. "Sepertinya kau sedang sakit..."
"Aku tidak apa-apa..." Alaude hanya bisa menutup matanya dengan sebelah tangan. Kenyataannya, Alaude sedang sakit dan hanya bisa berbaring ditempat tidurnya. "Ada apa kau kemari Bucking Bronco...?"
"Kau masih tetap memanggilku seperti itu?" Laki-laki itu mencoba untuk memegang dahi Alaude. "Aku sudah katakan untuk memanggil namaku bukan?"
"Jawablah..." Alaude mendeathglare laki-laki itu.
"I-itu karena kau selalu menyembunyikan sesuatu... Dan aku tahu kalau kau berbohong ketika kau mengatakan kalau kau tidak sakit..." Laki-laki itu hanya bisa menatap Alaude.
"Kenapa kau sangat perhatian padaku...?"
"Karena aku... Mencintaimu Alaude..."
Title : Time Limit
Rated : T
Genre : Angst/Romance
Main Pairing : AxDx18 slight memorial CxA (C=Primo Cavallone :D)
Disclaimed :
Time Limit © Me
KHR © Amano Akira
Warning : Gaje, OOC, AU, chara death
Chapter 2, New Student, New Teacher, New Problem...
'Jawab aku Dino Cavallone... Kenapa ia bisa begitu mudahnya membuang nyawanya sendiri...'
~Alaude-kun~
"..." Alaude hanya bisa menatap mobil limousin mirip Cavallone yang berwarna hitam itu. Saat ini, ia sedang berada didepan gerbang utama bersama dengan Dino dan juga semua anak buahnya.
"Ada apa Alaude...?"
"Benda keras apa ini...?" Alaude memegang mobil itu dan mencoba untuk mengetuknya, yang tentu saja sangat keras sekali. Ia melihat semua sudut mobil itu, karena memang di zamannya belum ada satupun mobil yang diciptakan bukan?
"Benar juga, dimasa Primo belum ada mobil..." Dino hanya bisa menepuk tangannya mengingat semua kenyataan kalau Alaude berasal dari waktu yang berbeda. "Namanya adalah mobil, mungkin... Fungsinya sama dengan kereta kuda dizamanmu..."
"Maksudmu benda besi beroda ini bisa berjalan? Bagaimana dengan kudanya?" Alaude menatap Dino dengan tidak percaya. Dino hanya bisa terkejut sedikit dan tertawa keras. "Apa yang kau tertawakan..." Alaude hanya mendeathglarenya saja.
"Ti-tidak..." Dino menggelengkan kepalanya, masih sedikit tertawa kecil sambil menutup mulutnya. "Aku hanya membayangkan Kyouya yang seperti i-" Dino menghentikan perkataannya, bukan apa-apa tetapi ia tahu kalau dibandingkan dengan orang lain bahkan yang mirip itu benar-benar tidak menyenangkan.
"Ada apa?" Alaude mencoba untuk mencari tempat untuk membuka pintunya. "Aku mirip dengan Hibari Kyouya itu bukan?"
KRAK!
...
Bunyi apa itu?
Ternyata bunyi ganggang pintu yang sukses dipatahkan oleh Alaude. Dan satu kata yang ada dibenak Dino : sepertinya aku akan meminta Reborn untuk biaya perbaikannya. Tunggu, sejak kapan Dino memperhitungkan pengeluaran seperti Mammon? Tak ada yang tahu...
"Bagaimana cara membuka pintu ini..." Alaude hanya bisa kebingungan melihat gagang pintu yang ada ditangannya itu.
"Kau bisa masuk dari sebelahku Alaude..." Dino membuka pintu bagiannya dan mengajak Alaude untuk masuk kedalam mobil.
"Apa tidak apa-apa?"
"Tenang saja, aku jamin tidak akan apa-apa..." Dino mencoba untuk meyakinkan Alaude yang tidak ingin masuk kedalamnya. "Percayalah padaku Alaude..." Dino hanya tersenyum lebar kearah Alaude.
"Cobalah untuk percaya pada orang lain Alaude, minimal padaku..."
"..."
"? Alaude-kun?" Dino menatap Alaude yang hanya terdiam melihatnya.
"Tidak apa-apa..." Alaude masuk dan duduk begitu saja didalam mobil. Ia melihat semua sudut didalam mobil itu. "Sama saja dengan kereta kuda..."
"Tentu saja sama..." Dino duduk disebelahnya dan hanya tersenyum saja melihat kelakuannya. "Baiklah Romario... Aku ingin kembali ke markas untuk bersiap-siap..."
"Baiklah Boss..."
...In Namimori Building...
Hibari yang ada diruangan itu hanya menatap kearah mobil sang tutor, dan juga semua yang dilakukannya bersama dengan laki-laki yang mirip dengannya itu.
Hibari's POV
Tch, aku tidak suka dengannya sejak awal. Pertama kali, ia tidak ingin bertarung denganku dan memanggilku lemah. Dan sekarang, ia malah mengatakan kalau ia akan merebut Haneuma dariku.
Kalau ia ingin mengambil herbivore itu silahkan saja. Aku tidak punya urusan dan juga hubungan apapun dengannya.
...
Tetapi kenapa ingatan itu terus memasuki fikiranku?
Ketika ia mencium Haneuma dan juga perkataan itu...
"Aku akan merebutnya darimu Hibari Kyouya..."
Sial, ini semua karena perkataan-perkataan bodoh laki-laki itu. Aku tidak akan memikirkan Haneuma bodoh itu ataupun teman barunya itu.
End of POV
Tanpa Hibari sadari, saat ini tatapannya benar-benar mencerminkan kesedihan walaupun ia berusaha untuk menutupinya. Memegang dadanya yang bergemuruh, ia hanya membalikkan badan dan memalingkan pandangannya dari Dino dan juga Alaude.
...In the Car...
...
Tidak ada satupun orang yang memulai pembicaraan. Alaude hanya menatap kearah jendela, setelah sebelumnya terkagum-kagum karena melihat 'benda besi beroda tanpa kuda' itu berjalan dengan cepat. Dino hanya melihat kearah Alaude yang sedang menatap kosong kearah luar jendela.
"Ada apa?" Alaude yang sebenarnya sedari tadi menyadari Dino memperhatikannya menatap kearahnya.
"T-tidak..." Dino yang masih mengingat ciuman 3 menit itu hanya menggeleng dan tidak bisa bertatapan langsung dengan Alaude. "Hanya saja, kenapa kau berada dimasa kami? Dan urusan apa yang kau katakan belum selesai itu?"
"Haruskah aku menjawabnya?" Alaude menatap Dino, dan tidak mengatakan apapun. Dino merasa kalau Alaude tidak mau mengatakan semuanya pada Dino, belum. Ia hanya menggeleng sambil tersenyum kearah Alaude.
...
Lagi-lagi kesunyian menyelimuti tempat itu. Tidak ada yang berniat bertanya atau menjawab pertanyaannya.
'Aku mencintaimu Alaude...'
'Kenapa kau berkata seperti itu...?'
'Aku tidak bisa mencintaimu... Kita berdua sama-sama laki-laki...'
'Aku tidak akan mencintai orang lain selain kau... Meskipun orang itu memiliki wajah yang sama denganmu...'
"...ude...Alaude...Alaude-kun?" Alaude menatap kearah Dino yang memanggilnya.
"Ada apa?"
"Kita sudah sampai..." Dino hanya tersenyum kearah Alaude dan menatapnya.
"Baiklah..." Setelah ia keluar dari pintu yang dibukakan Dino karena takut Alaude akan merusakkan pintu lagi. Disana, mereka tiba disebuah manshion yang memang dibuat oleh kelompok Cavallone di Jepang karena seringnya mereka pergi ke Jepang untuk keperluan misi.
"Selamat datang di markas Cavallone..." Dino hanya tersenyum sambil menghela nafas puas melihat Alaude yang sudah sampai dikediamannya. "Anggap saja rumah sendiri..."
"Hn..." Alaude hanya diam dan berjalan kesekeliling untuk melihat keadaan disana. Melihat beberapa lampu taman dan benda-benda aneh yang tidak pernah ia lihat di zamannya.
"Ahaha..." Dino hanya tertawa kecil melihat Alaude yang sekarang ini seperti anak kecil yang baru saja melihat benda-benda itu. Memang benar, Alaude tidak pernah melihat benda-benda itu. Makanya ia seperti anak kecil yang senang melihat benda-benda itu.
"Apa yang kau tertawakan..." Dino yang keasikan tertawa tidak sadar Alaude sudah berada didekatnya dengan borgol yang ada ditangannya.
"T-tidak, hanya saja kau terlihat senang sekali melihat benda-benda itu..." Dino sedikit gugup tetapi tetap tertawa kecil.
"Apakah itu aneh...?" Alaude hanya bisa memalingkan wajahnya dan tidak menatap Dino. Dino menyadari kalau saat itu wajah Alaude memerah.
"Ahaha..." Dino tertawa lebih keras lagi membuat Alaude hanya bisa terdiam menatapnya. "Tidak-tidak... Itu tidak aneh kok..." Dino menghapus air mata yang keluar karena terlalu banyak tertawa.
"..." Alaude bukannya marah atau menyerang Dino, ia hanya diam menatap Dino. Sedikit terkejut, raut wajahnya langsung memerah sedikit dan melembut. Ia benar-benar tidak habis fikir kenapa Dino bisa begitu mirip dengan laki-laki itu.
"Ngh..." Alaude memegangi kepalanya yang terasa berdenyut lagi. Ia benar-benar merasa mual.
"Alaude-kun, kau tidak apa-apa!" Dino mencoba untuk menangkap Alaude. Wajahnya terlihat pucat dan juga nafasnya memburu seperti saat itu.
"Alaude kau tidak apa-apa...!"
"A...l..." Alaude menatap kearah Dino, tetapi ia tersadar dan melepaskan pegangan Dino walaupun badannya terasa sangat lemah. "A-aku tidak apa..."
"Tetapi kau seperti akan ambruk..."
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit lelah..." Alaude menolak ketika akan dibantu oleh Dino. "Jangan menganggapku orang lemah..."
"Baiklah..." Dino mengangkat tangannya dan mempersilahkan Alaude melakukan apapun. "Tetapi kau harus istirahat oke?" Alaude hanya mengangguk tanpa mengatakan ataupun menatap Dino.
...Alaude's Room (Guest Room)...
...
"Ugh..." Alaude hanya bisa membenamkan kepalanya diatas bantal. Keringat dingin bercucuran dikepalanya dan wajahnya terlihat pucat saat itu. Lagi-lagi ia merasa pusing dan juga lemas saat itu.
"Sial..." Ia hanya bisa menutup matanya dan mencoba untuk tidak menghiraukan sakit yang terasa dikepalanya. Tetapi tiba-tiba sebuah tangan yang besar mengelus rambutnya. "Siapa..."
"Sudah kuduga kau sakit..." Suara itu, walaupun samar Alaude mencoba untuk membuka matanya. Ia tidak bisa terlalu jelas melihat siapa yang memanggilnya. Tetapi sentuhan hangat dan nyaman itu, ia pernah merasakannya. "Istirahatlah... Jangan memaksakan dirimu..."
"...ya..."
"Aku akan meninggalkanmu untuk beristirahat..." Orang itu yang semula duduk diatas ranjang Alaude mencoba untuk bangkit dan meninggalkan Alaude untuk beristirahat. Tetapi, tangan Alaude langsung mencengkram tangannya, tidak mengizinkannya untuk pergi.
"...Jangan pergi..." Alaude tetap tidak membuka matanya dan hanya mengigau. "...jangan tinggalkan aku lagi, Al..."
...
"..." Laki-laki berambut kuning blonde, Dino sang Don Cavallone hanya bisa terdiam mendengar nama itu. "Al...? Alfonso Cavallone...?" Dino yang tidak mendapatkan jawaban dari Alaude hanya bisa menghela nafas panjang. Ia mengusap kepala Alaude dengan lembut dan duduk disebelah Alaude kembali.
"Tenang saja..." Dino tersenyum dan mengusap kepala Alaude. "Aku tidak akan meninggalkanmu..."
...Dinner Time...
"..." Alaude membuka pintu menuju keruangan makan itu. Ia melihat Dino yang sudah duduk disalah satu tempat yang ada disana, sedang berbincang-bincang dengan Romario.
"Ah, malam Alaude-kun..." Dino yang melihat Alaude masuk kedalam ruangan itu hanya tersenyum dan berdiri. "Bagaimana keadaanmu?"
"Aku tidak apa-apa..."
"Kalau kau masih pusing, bagaimana kalau kau dikamar saja? Aku akan menyuruh pelayan membawakan makanan ketempat-" Dino menghentikan perkataannya ketika Alaude mendeathglarenya.
"Jangan menganggapku anak kecil..."
"Kau seusia dengan Kyouya kan? Kalau begitu kau masih anak kecil..." Dino tertawa kecil dan melihat Alaude.
"Maksudmu bocah itu?" Alaude menatap Dino yang sedang menatapnya. "Jangan samakan aku dengan anak kecil sepertinya... Walaupun seperti ini usiaku 22 tahun..."
...
"Seumur denganku...?" Dino menunjuk dirinya sendiri dan Alaude hanya mengangguk. "Kau bukannya berusia 16 tahun?"
"Apakah aku pernah mengatakan seperti itu?"
"..." Dino masih belum menangkap semua perkataan Alaude. "Heee! Kukira kau seumuran dengan Kyouya!"
"Kau..." Alaude sudah siap dengan borgol miliknya dan akan menyerang Dino.
"M-Matte!" Dino menaruh tangannya didepan badannya mencoba untuk menghentikan Alaude yang akan menyerangnya. "S-soalnya kau terlihat lebih muda dariku..."
...
"Itu karena kau yang cepat tua bodoh..."
"Jahatnya..." Dino langsung pundung mendengar perkataan Alaude yang langsung menusuk kedalam hatinya. Tetapi ia hanya tertawa dan menggaruk dagunya. Lagi-lagi Alaude hanya bisa terdiam dan seburat garis merah terlihat di pipinya.
"...Al..."
"Boss, ada telpon dari Reborn-san..." Romario datang dengan membawa telpon tanpa kabel. Dino yang sedang tertawa langsung menatap Romario dan mengambil telpon itu.
"Ya Reborn, ada apa?" Alaude yang melihat kearah Dino melihat telpon yang dipegang oleh Alaude.
"Apa ini...?"
"A-Alaude, aku tidak bisa mendengar Reborn..." Dino hanya bisa gugup melihat Alaude yang sangat dekat didepannya. "Bisa kau ulangi Reborn?"
...
"A-apa?" Dino terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Reborn dan hanya bisa jawdrop mendengarnya. Apapun yang dikatakan oleh Reborn, pasti tidak bagus.
...Namimori Chuu...
"B-begitulah, Alaude-kun akan menjadi murid baru di kelas ini..." Bahkan guru yang mengajar dikelas itu bergidik ngeri melihat laki-laki yang mirip dengan sang ketua komite disiplin itu berdiri didekatnya. Walaupun ia tidak melakukan apapun yang membahayakannya, kalau tatapan orang bisa membunuh pasti sekarang sang guru akan terbunuh karena tatapan dingin Alaude.
Dan kau tahu apa?
Ternyata Alaude ditempatkan dikelas yang sama dengan Hibari dan juga Ryouhei. Terlihat Hibari yang menebarkan suasana horror dikelas itu. Ditambah dengan aura Alaude yang memang sudah sangat menusuk, bahkan aura terang milik Sasagawa Ryouhei yang selama ini menetralkan suasana kelas itu sekarang seperti angin yang berlalu begitu saja.
"Kenapa kau ada disini herbivore...?" Hibari hanya bisa menatap Alaude yang sangat parah sekali karena ditempatkan ditempat duduk yang ada disebelah Hibari karena memang tidak ada tempat lain selain disana.
"Herbivore? Jadi Carnivore sepertimu tidak pernah menang sekalipun dari orang yang kau sebut harbivore?" Alaude hanya bisa membalas deathglare yang dilancarkan Hibari.
"B-Baiklah kita akan mulai..." Sang guru melihat pertempuran deathglare dari dua orang Carnivore paling ganas itu dan tidak berani untuk memulainya. "M-maaf Alaude-kun... Hibari-san..."
"Apa!" Hibari dan Alaude melancarkan deathglare secara bersamaan dan menyebabkan sang guru saat itu juga dibawa kerumah sakit karena pingsan.
"Maaf sensei, aku terlambat to the extre...me..." Ryouhei yang terlambat datang ke kelas hanya bisa sweatdrop melihat suasana kelas yang lebih mirip markas Mukuro yang bernama Kokuyou Land daripada kelas. "Ada apa ini?"
"Sasagawa Ryouhei/Sun Guardian decimo Vongola, kenapa kau baru datang!" Alaude dan Hibari membentak Ryouhei bersamaan. Ryouhei hanya bisa bingung dan melihat kearah Hibari dan Alaude.
"Aku kesiangan to the... Extreme?" Ryouhei melihat kearah Alaude. "Haaa, Kau kan-!"
Dengan teriakannya yang membuat kesabaran kedua skylark itu habis, Ryouhei terkapar dengan luka dimana-mana dan bersimbah darah.
"Jangan membuat keributan..."
Anak-anak yang lainnya hanya bisa bergidik ngeri melihat kedua orang itu dan kasihan melihat Ryouhei yang sudah seperti mayat-mayat yang tidak berbentuk lagi.
BRAK! DHUAK! PRANG! DOR (?)! MEONG! (?)
Suara itu terdengar didepan ruang kelas, membuat semua anak sweatdrop dan jawdrop mendengarnya.
...
Sunyi sejenak, pintu terbuka dan muncullah sesosok makhluk (?) Bersimbah darah dan juga terhuyung-huyung. Melewati begitu juga mayat (?) Ryouhei yang belum tersentuh sama sekali.
"S-selamat pagi semuanya..." Suara itu, walaupun bentuk (?) Orang itu tidak karuan, tetapi ia sudah bisa menebak siapa orang itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Don Cavallone, Dino.
"Apa yang kau lakukan disini Haneuma..." Hibari yang masih memegang tonfanya hanya bisa mendeathglare Dino yang ada didepan.
"Kau tidak tahu?" Alaude menatap Hibari dengan tatapan datar. "Dino akan menjadi guru disini mulai hari ini..."
"Eh, Dino-san akan mengajar? Itu benar-benar mengejutkan to the extreme!" Ryouhei yang sudah bangkit dari kubur dan sembuh langsung seperti film-film kartun pada umumnya itu berteriak kembali dan menyebabkan sebuah tonfa dengan pengait dan juga duri yang ada di borgol itu menancap kembali di kepalanya.
Anak-anak lain sweatdrop+jawdrop melihat keadaan Ryouhei,
Dino ikut-ikutan sweatdrop melihat tingkah Alaude, Hibari, dan juga keadaan mengenaskan dari Ryouhei.
"Y-yah..." Dino berusaha untuk tenang dan tersenyum didepan kelas. "Namaku adalah Dino Cavallone, mungkin kalian sering melihatku berada di Namimori..."
"Ya, bukankah kau kekasih Hibari-san?"
"E-eh, siapa yang mengatakan itu?" Dengan wajah memerah, Dino hanya bisa menunjukkan ekspresi terkejut yang lebay.
"Bukannya memang begitu?"
"Kukira juga begitu..."
"Dan sekarang, kau tidak mengakui kalau Dino adalah kekasihmu yang berarti kau menyukainya..." Alaude hanya bisa menyilangkan tangannya dan menghela nafas panjang.
"Kamikorosu..." Hibari mengangkat tonfanya dan siap menyerang semua murid yang ada disana. Tetapi, Dino langsung menghentikannya dan menahan tangannya. Tumben ia tidak tergelincir ataupun melakukan apapun yang ceroboh padahal saat ini anak buahnya tidak ada disekitarnya.
"Baiklah, perkenalanku belum selesai Hibari-san..." Dengan penekanan nama keluarga dan embel-embel -san, Dino menunjukkan sifat tidak membedakan Hibari dengan murid-murid lainnya. "Baiklah, Sasagawa Ryouhei... Kembali ketempat dudukmu..."
"Ha-i~ Dino-san..."
"Panggil aku sensei disini Sasagawa Ryouhei..." Dino hanya bisa tersenyum lembut sambil memakai kacamata bacanya tanpa bermaksud apapun.
JLEB!
Seakan terkena panah diseluruh hati siswi-siswi yang ada disana, penampilan Dino saat itu benar-benar mengenai hati mereka dan otomatis membuatnya menjadi guru tertampan di Namimori saat itu.
"Baiklah..." Dino yang hanya bisa bingung dengan kelakuan semua muridnya itu hanya tersenyum menyebarkan pesonanya yang sangat mengganggu iman itu. "Aku ulangi lagi, namaku adalah Dino Cavallone. Sebenarnya aku hanya akan mengajarkan matematika pada kalian... Tetapi, entah kenapa wali kelas kalian memintaku untuk menggantikannya, maka sekarang aku akan menjadi wali kelas kalian untuk sementara..."
"Itu karena kedua Carnivore skylark itu..."
"Baiklah, sekarang bagaimana kalau kita mulai pelajarannya?" Dino tersenyum lembut kembali membuat siswi-siswi disana larut kembali didalam pesona sang Don Cavallone. "Alaude-kun, Hibari-san tolong hentikan pertempuran deathglare yang kalian lakukan..."
"..." Alaude hanya bisa diam melihat Dino. "Baiklah..."
"...tch..."
...Tsuna's Class...
"Juudaime, apa yang terjadi kemarin sebenarnya?" Gokudera yang duduk didepan Tsuna menghampirinya dan mencoba untuk mendapatkan informasi tentang kehancuran ruangan Hibari. "Pasti orang yang nekat yang bisa menghancurkan ruangan si karnivore itu!"
"S-sebenarnya Gokudera-kun..."
"Hei Tsuna!" Yamamoto yang baru saja dari luar langsung menghampiri Tsuna dengan terburu-buru. "Oi, Hayato-koi!"
"J-jangan memanggilku seperti itu didepan Juudaime Yakyuu Bakka!" Wajah Gokudera terlihat memerah karena panggilan Yamamoto. Ia hanya bisa tertawa melihat kelakuan kekasihnya itu.
"A-ada apa Yamamoto-kun?"
"Kau tidak akan percaya hal ini..."
"Tentang kedatangan Cloud Guardian Primo?" Tsuna menebak-nebak apa yang ingin dikatakan sang Rain Guardian.
"Hm? Memang ia datang? Bagaimana mungkin..." Yamamoto hanya bisa tertawa ringan. "Apakah ia sedang berlibur kemari lagi setelah bermain mafia roleplay ketika itu? Kuharap Asari-san juga ada disini..."
"Kau masih menganggap ini permainan mafia!" Tsuna dan juga Gokudera hanya bisa sweatdrop melihat betapa polosnya jawaban Yamamoto. Yang bersangkutan malah tidak menyadarinya.
"Ah itu tidak penting... Kau tahu-"
"Tentang Dino yang menjadi penjaga Alaude selama disini?" Saat itu jika saja mereka tidak berada di sekolah dan ia membawa pedangnya, ingin sekali ia menebas kepala Tsuna yang memotong pembicaraannya. Tunggu, sejak kapan Yamamoto menjadi sadis? Tidak ada yang tahu... (Lagi?)
"Bukan... Dino-san menjadi wali kelas di kelas Hibari-san..."
...
Terdiam...
Tsuna dan Gokudera mencoba untuk mencerna kata-kata dari Yamamoto, dan mendapatkan kesimpulan kalau yang dikatakan Yama adalah : Dino selain menjadi penjaga Alaude selama disini, ia juga menjadi guru di kelas Hibari.
"Apa?"
...Lunch Time...
...
Saat ini di atap Namimori, berkumpullah semua anggota Vongola+sang Don Cavallone. Mereka sedang menikmati makan siang mereka dan tentu saja Alaude juga ikut dengan mereka. Hibari? Ia memang tidak ikut makan siang itu, tetapi ia berada ditempat paling tinggi di atap itu.
"A-ano Alaude-san..." Tsuna sedikit ketakutan melihat Alaude. Mendengar namanya disebut Alaude melirik kearah Tsuna dengan tatapan tajam.
"Ada apa Decimo Vongola..."
"T-tidak..." Walaupun Alaude tidak mengatakan atau melakukan apapun, Tsuna sudah bisa merasakan aura yang bisa membuatnya berkeringat dingin.
"Jangan terlalu kaku dengannya Tsuna..." Dino hanya bisa tertawa melihat sang adik terlihat gugup berbicara dengan Alaude.
"I-Iya..."
...
Setelah itu semua melakukan kegiatan makan seperti biasa.
Tsuna sedang memakan bentonya bersama dengan Yamamoto dan Gokudera.
Yamamoto mencoba untuk menyuapi sushi kepada sang Hayato-koi tercinta (aih mesranya~ #didinamit).
Gokudera mencoba untuk memakan sandwichnya dengan muka yang memerah dan menghindari suapan Yamamoto yang sebenarnya ia tolak karena malu.
Haru sedang berbincang-bincang dengan Hana.
Ryouhei mencoba untuk mengganggu acara makan Gokudera juga dan membuatnya menerima suapan penuh cinta dari Yamamoto.
Dino hanya bisa tertawa dan memakan makanan yang ia beli dari kantin Namimori.
"Hm?" Dino melihat Alaude yang hanya diam tidak memakan makanannya. Atau bisa dibilang, ia seperti kesusahan memakannya. Semua makanannya berceceran diluar kotak bento itu. "Alaude, kau tidak memakan makananmu?"
...
Alaude mencoba untuk mengambil daging yang ada dikotak itu tanpa memperdulikan perkataan Dino. Tsuna dan yang lainnya hanya melihat kearah Alaude. Mencoba mengambilnya dengan sumpit, tetapi gagal.
Mencoba lagi...
Gagal...
Mencoba lagi...
Gagal...
...
Men-
"Tch..." Alaude mengeluarkan borgolnya dan akan menghancurkan semua bento beserta lantai atap Namimori itu (lah kenapa?).
"E-eh jangan lakukan itu Alaude!" Dino mencoba untuk menghentikan Alaude.
"Ia tidak bisa menggunakan sumpit ya..." Satu kesimpulan yang diambil semuanya.
"Benda ini merepotkan..." Alaude hanya bisa mendeathglare sumpit yang ada diatas kotak itu. Sesuatu yang tidak berguna...
"B-bagaimana kalau aku mengajarimu Alaude-san...?" Tsuna maju dengan takut-takut, dan Alaude hanya mengangguk.
"..." Dino melihat Alaude yang terlihat bingung melihat Tsuna yang mengajarinya dengan takut-takut. "Hei Alaude, katakan aaaa..."
"? Aaaa...?" Alaude yang langsung menghadap kearah Dino dan sebuah karage sukses disuapkan oleh Dino kedalam mulut Alaude menyebabkan semua orang disana terkejut dan wajah mereka memerah.
"Kalau kau mengatakannya dari awalkan aku bisa membelikanmu sandwitch saja..." Dino hanya terkekeh pelan dan melihat Alaude yang wajahnya sedikit memerah.
"Kau, sudah kubilang jangan-"
"Buka mulutmu lagi..." Dino menunjukkan sebuah telur dadar yang dijepit dengan sumpit.
"..." Menuruti kata Dino, Alaude membuka mulutnya dan membiarkan Dino menyuapinya lagi.
"Anak baik..." Dino menepuk-nepuk kepala Alaude, dan seperti sedang menepuk-nepuk anak anjing. Mungkin kalau dilihat di komik, muncul kuping anjing beserta ekornya ditubuh Alaude.
"..." Alaude yang menyadari itu langsung mendeathglare Dino. "Jangan menganggapku anak kecil..."
"M-maaf!"
"Ternyata sama saja dengan Hibari-san..." Lagi-lagi mereka memikirkan satu hal yang sama. Dan hanya bisa tertawa melihat kearah mereka.
...
Hibari melihat semua itu dengan tatapan kesal. Entah karena semua itu keadaan menjadi ribut dan membuatnya tidak bisa tertidur, atau karena ia cemburu melihat Dino dan Alaude yang terus bersama.
"Aku cemburu padanya...?"
...
"Tidak..." Hibari hanya bisa merebahkan tubuhnya lagi dan menatap langit.
"Tetapi... Rasa sakit ini..."
"Aku benar-benar tidak menyukai ini..." Lagi-lagi ia tidak menyadari kalau lagi-lagi ia menunjukkan raut wajah yang sedih melihat semua yang terjadi antara Dino dan Alaude.
...Primo's Time...
"Primo!" G terlihat terburu-buru masuk kedalam ruangan Giotto. Saat itu Giotto sedang menatap kearah jendela, tepatnya kearah langit. "Alaude dia-"
"Ia tidak ada dimanapun bukan...?" Giotto tidak menatap G dan tidak mengalihkan pandangannya dari luar.g hanya mengangguk pelan mendengar perkataan Giotto. "Dia... Ada di zaman Decimo..."
"Zaman Decimo tetapi-!"
"Aku tahu G..." Giotto hanya bisa menatap sang storm guardian sekaligus tangan kanannya itu. G mendekati Giotto dan menemukan sang Primo Vongola sedang tersenyum sedih, setetes air mata tampak terlihat disudut matanya.
"Primo..."
"M-maaf..." Giotto hanya bisa memaksakan tawanya dan menghapus air matanya. "Aku... Aku hanya tidak ingin kehilangan seseorang lagi..."
"..." G hanya menatap sang boss dan menepuk kepalanya dengan pelan. "Kau boleh menangis jika hanya ada aku Primo... Tidak perlu membohongi dirimu..."
...
"Maaf...G..." G hanya bisa membiarkan Giotto memeluknya dan menenggelamkan kepalanya di dada G.
...Cavallone HQ (Decimo Time)...
"Benar-benar hari yang melelahkan..." Dino hanya merenggangkan tangannya saja sambil sedikit menguap. Ia melihat kearah Alaude yang sepertinya sedikit lemas dan wajahnya memucat kembali seperti pada malam itu. "Alaude... Kau tidak apa-apa?"
"...aku tidak apa-apa..." Alaude tidak mendeathglare ataupun menatap Dino. Dino menghela nafas panjang melihat kelakuan Sang Primo Cloud Guardian itu. Tetapi, ia ingat sesuatu yang ditemukannya kemarin setelah makan malam.
"Ah, aku menemukan ini ditempat penyimpanan..." Dino memberikan selembar foto yang dimasukkannya kedalam bingkai kaca. Sebuah gambar Alaude yang entah darimana ia dapatkan, bersama seorang laki-laki berambut hitam sedikit panjang yang mirip dengan Dino. "Sepertinya ini dibuat oleh seseorang... Dan aku yakin pertama kali merasa pernah melihatmu dari lukisan ini."
"Kenapa kau memiliki benda ini..." Alaude hanya bisa menundukkan kepalanya saja memegang lukisan itu.
"Aku menemukan ini di selipan buku yang ada dikoleksi buku-buku lama Cavallone..." Dino tersenyum kearah Alaude. "Satu-satunya buku yang masih terawat walaupun terlihat lapuk karena dimakan usia... Buku milik Primo Cavallone, Alfonso Cavallone... Ia yang bersama denganmu inikan Alaude-kun...?"
...
Tidak ada jawaban dari Alaude.
"Alaude...?" Dino menundukkan kepalanya untuk melihat Alaude yang lebih pendek darinya itu.
PRANG!
Tiba-tiba bingkai itu pecah dan Alaude langsung berlari meninggalkan Dino yang kebingungan dengan sifatnya itu.
"Alaude, kau kenapa!"
Dino berlari mengejar Alaude dan mencarinya diseluruh sisi ruangan di markas Cavallone itu. Disaat seperti ini, ia sangat menyesal kenapa membuat markas sebesar ini.
Sementara Alaude hanya bisa berlari dan terhenti ketika merasakan kepalanya berdenyut hebat. Ia tidak menghiraukannya, ia terus berlari hingga tak sanggup lagi bahkan untuk berdiri sekalipun.
"..." Alaude hanya bisa diam, wajahnya terlihat sangat sedih. Memukul dinding yang ada disampingnya dengan sebelah tangan, dan sebelah tangannya lagi menutupi matanya. "Kenapa... Kau tidak muncul disaat seperti ini... Al..."
...
Sangat susah untuk menemukan Alaude, sampai akhirnya ia melihatnya disudut korridor yang ada diruangan utama. Lututnya menyentuh lantai, dan ia tampak memegangi kepalanya yang berdenyut kembali untuk kesekian kalinya.
"Alaude!" Dino berteriak dan melihat kearahnya. Alaude yang mendengarnya langsung menoleh dan melihat Dino. Tetapi tubuhnya sudah tidak cukup kuat untuk mempertahankan kesadarannya.
"Kenapa..." Alaude hanya bisa menundukkan kepalanya ketika Dino menghampirinya. "Kenapa ia harus meninggalkanku begitu saja... Kenapa ia bisa begitu saja membuang nyawanya hanya karena aku..."
"...Alaude..."
"Aku tidak suka ia melakukan itu..." Alaude berusaha untuk tidak berteriak dan hanya mencengkram tangan Dino. "Jawab aku Dino Cavallone... Kenapa ia bisa begitu mudahnya membuang nyawanya sendiri..."
"...itu..."
"Aku hanya ingin bertemu dengannya... Aku hanya ingin mendapatkan jawaban dari semua ini...hanya...itu..." Kata-kata itu terucapkan sebelum akhirnya ia tidak bisa lagi menahan kesadarannya, dan tidak sadarkan diri begitu saja. Dino segera menangkan tubuh Alaude sebelum jatuh ketanah dan melihat keadaannya.
"Sebenarnya... Apa yang terjadi...?"
...TbC...
Cio : Cut... *hiks*
All crew : *hiks*...
Dino : kenapa semuanya nangis...? *masih meluk Alaude*
Alaude : lepasin gw bego... *muka merah*
18 : sepertinya kau menyukai ketika memeluk dan menyuapinya ya D...? *deathglare cemburu on*
D : E-Etto Kyouya...
18 : aku tidak mau berbicara lagi denganmu... *buang muka*
D : Kyonyon~ ~(TДT~) *ngacir ngejer 18*
18 : masa bodo...
A : ...
? : Ara-kun~! *nepok pala Alaude*
A : jangan panggil gw kaya gitu Al bego...
C (Primo Cavallone) : jangan begitu ^_^" giliranku masih lama, jadi sedikit cemburu melihatmu dengan Dino...
A : biarkan saja... *cuek*
C : jahatnya Σ (˚Д ˚")
Cio : udah-udah jangan tengkar! Gimana kalau putar Behind the Scenenya? ^_^
All : oke sensei!
...Behind the Scene...
Scene 1 (Flash Back CA)
"Kenapa kau sangat perhatian padaku...?"
"Karena aku... Tahu kau sedang mengandung anakku Alaude..."
...
Krik... Krik... Krik...
"Kau mau kubunuh ya...?"
Cio : ga perlu repot-repot Alaude... Gw yang bakal mempercepat kematian Al di VnG...
C : *mojok*
Cio : makanya! Di warning kaga ada MPREG lw seenaknya nambahin dialog!
C : kan cuma pengen panjangin Flash backnya doang... Sampe skarang gw belum muncul... Cman jadi bayangan doang di flash back...
Cio : ntar lw juga muncul! Udah g usah protes!
Scene 2 (In front of the Limo?)
"..." Alaude hanya bisa menatap mobil limousin mirip Cavallone yang berwarna hitam itu. Saat ini, ia sedang berada didepan gerbang utama bersama dengan Dino dan juga semua anak buahnya.
"Ada apa Alaude...?"
"Kenapa isi mobilmu semuanya boneka...? Dan doujinshi D18...?" Alaude yang sudah membuka pintunya hanya bisa menatap isi mobil yang ada didepannya dan membaca-baca doujinshi H-Yaoi yang ada disana.
"Karena itu hobiku!"
Cio : *ambil dinamit Gokudera*
59 : Oi author bego apaan-!
Cio : *lempar ke mobil limo D*
*meledak*
Cio : siapin mobil baru yang bebas dari doujinshi, dan juga boneka-boneka itu... S-e-k-a-r-a-n-g... Atau-
All : B-baiklah sensei... *angguk-angguk ngeri*
D : gyaaa! Semua koleksi doujinshiku! *mojok*
A : *sibuk baca buku yang berhasil diselamatkan*
Scene 3 (Welcome to Cavallone HQ)
"Baiklah..." Setelah ia keluar dari pintu yang dibukakan Dino karena takut Alaude akan merusakkan pintu lagi. Disana, mereka tiba disebuah manshion yang memang dibuat oleh kelompok Cavallone di Jepang karena seringnya mereka pergi ke Jepang untuk keperluan misi.
"Alasan aja tuh sensei... Padahal aslinya cuman mau ngerekam adegan buat D18 disini..." (Dino)
"Jadi ini toh markasnya pembuatan M-rated D18..." (Alaude)
"Aku lapar..." (Enzio)
"...boss ternyata tampan juga..." (What! Romario!)
Cio : *lemparin semuanya dari gedung bertingkat 100*
All : gyaaaaaa!
Cio : lw kira gw ga tau apa yang lw pikirin! Kalau gw emang pengen bikin adegan lemon kenape, lw juga seneng kan D?
D : kok bisa tau!
Cio : Alaude, gw punya banyak banget koleksi rated-M D18 kalau mau lw bisa minta habis take! Jangan difikirin sekarang bego!
A : ...bagaimana bisa tahu...?
Cio : tenang aja Enzio, tuan lw itu walaupun bego gitu tetep perhatian sama elu ga mungkin ga dikasih makan!
E : kok tau...?
Cio : dan gw ga nyangka kalau lw ngejaga Dino karena ada maunya! *nunjuk2 Romario*
R : k-kok dia bisa tahu!
All crew : serem... Sensei mirip nenek sihir...
Cio : *deathglare ke semua crew* *iket diatas api juga* siapa yang berani bilang gw nenek sihir... *evil smirk*
All crew : kok bisa tahu!
Cio : semua fikiran kalian ketulis bego!
All : iya juga ya... *sweatdrop*
Scene 4 (Sickness or Nafsuness xD)
"Aku akan meninggalkanmu untuk beristirahat..." Orang itu yang semula duduk diatas ranjang Alaude mencoba untuk bangkit dan meninggalkan Alaude untuk beristirahat. Tetapi, tangan Alaude langsung mencengkram tangannya, tidak mengizinkannya untuk pergi.
Ketika orang itu menoleh, Alaude langsung mencium dan mendorongnya keatas tempat tidur. Masih menciumnya dengan sangat dalam dan memainkan lidahnya, satu per satu kancing Dino dilepas oleh Alaude dan-
18CCio : *ahem*
AD : e-eh?
Cio : 3 kesalahan lw yang berat...
C : pertama adegan ini buat di M-rated...
18 : kedua, bahkan author ga nulis tu adegan di skenario dia...
Cio : ketiga, lw itu lagi sakit bukan lagi nafsu!
C18 : dan terakhir... Kalian mengambil keputusan yang salah karena berani ciuman didepan kami...
A : *cman diem tapi keringet dingin* *18 siap tonfa didepan dia*
D : e-etto nii-chan... Matte...
C : beda ffic, beda lagi... Disini gw bukan nii-chan elo, tapi senior elo bego! *siap cambuk*
DA (deviant art dong!) : ...sensei...?
Cio : untuk kali ini gw pura-pura ga liat~ *siul2*
C18 : siap-siaplah kalian berdua *evil smirk*
Scene 5 (sorry, I'm forget...)
"Sasagawa Ryouhei/Sun Guardian decimo Vongola, kenapa kau baru datang!" Alaude dan Hibari membentak Ryouhei bersamaan. Ryouhei hanya bisa bingung dan melihat kearah Hibari dan Alaude.
"Aku kesiangan to the... Extreme?" Ryouhei melihat kearah Alaude. "Haaa, Kau kan-!"
Dengan teriakannya yang membuat kesabaran kedua skylark itu habis, Ryouhei terkapar dengan luka dimana-mana dan bersimbah darah.
Kameraman : eh tunggu sensei!
Cio : paan!
Kameraman : gw lupa pencet play tadi :P
Cio : gitu doang... A18 ga papa kan diulang?
A18 : *angguk*
Ryouhei : ...gimana nasib gw? *babak belur beneran*
Take 2 Scene 5
"Sasagawa Ryouhei/Sun Guardian decimo Vongola, kenapa kau baru datang!" Alaude dan Hibari membentak Ryouhei bersamaan. Ryouhei yang sudah memiliki sedikit luka di tubuhnya hanya bisa bingung dan melihat kearah Hibari dan Alaude.
"Aku kesiangan to the... Extreme?" Ryouhei melihat kearah Alaude. "Haaa, Kau kan-!"
Dengan teriakannya yang membuat kesabaran kedua skylark itu habis, Ryouhei terkapar dengan luka dimana-mana dan bersimbah darah.
Cio : eh tunggu-tunggu!
Kameraman : apaan sensei?
Cio : posisi lw sama Hibari kebalik Alaude, harusnya lw kekanan, hibari ke kiri! Ulang!
Ryouhei : Kyo...kugen... *dah sekarat*
Take 50 scene 5
"Sasagawa Ryouhei/Sun Guardian decimo Vongola, kenapa kau baru datang!" Alaude dan Hibari membentak Ryouhei bersamaan. Ryouhei yang udah hampir sakaratul maut hanya bisa bingung dan melihat kearah Hibari dan Alaude.
"Aku kesiangan to the... Extreme?" Ryouhei melihat kearah Alaude. "Haaa, Kau kan-!"
Dengan teriakannya yang membuat kesabaran kedua skylark itu habis, Ryouhei terkapar dengan luka dimana-mana dan bersimbah darah.
Cio : oi, kenapa senjata kalian berdua ketuker bego! *tunjuk A pake tonfa 18 pake borgol*
A18 : eh iya...
Cio : ulang!
Kameraman : sensei! Ryouhei dibawa kerumah sakit katanya karena semua tulang dia remuk n lukanya parah banget!
Cio : eh? Kenapa bisa kaya gitu?
All : ya iyalah... Digebukin dua skylark sampe 51 kali...
...End BtS...
Cio : *swete* ternyata banyakan kegajeannya yang di ni crita...
Kozu : baru sadar lw?
Cio : Kozu lw dah balik!
Kozu : bukannya lw yang ngorbanin gw buat makan Mystery X food di fandom Persona series... -_-" kufikir aku melihat taman bunga saat itu...
Cio : oke, saatnya menjawab pertanyaan!
Kozu : jangan ngalihin pembicaraan!
...Review and Answer!...
Hiragami Tsukumo : ini udah di update~ *guling2 juga*
Tachikawa Yuzuki : gyaaa! Makasih juga buat reviewnya 3 gw bakal selalu semangat to the Extreme!
Kurea Cavallone : cuman sekali-sekali kok jadi ukenya Alaude xD soalnya Alaude lebih keras kepala dari Kyouya xD #tonfa'ed dan semua permintaan anda sudah dikabulkan (_ _)
Nakyo Hibasawa : iya, karena balik ke masa itu dia jadi kaya begono, ntar alasan kenapa dia gitu dijelasin di chapter-chapter selanjutnya kok~ masalah gmn dia contact2an ama si Reborn+uni juga~
Rui Arisawa : jawabannya yang ketiga x3 ntar dijelasin pas Alaude ngontact si Reborn + Uni. Trus pemisahan di, ke itu emang karena gw g ada waktu merbaikinnya lagi :(. Iya xD ane lupa julukan pake huruf besar xD dan ini updatenya~
CursedCrystal : dikirain BtS ane garing *malu* Alaude emang good kisser x3 *ditampol borgol* Al jadi sakit karena *piiiip* dan ini updatenya~ xD
