Jongdae masuk ke ruang musik bersama Baekhyun. Karena katanya Baekhyun ingin berlatih bersama Jongdae untuk penilaian seni musik lusa dan karena Jongdae hari ini ada ekskul musik jadi dia mengajak Baekhyun ke sini.
Mereka mulai berlatih lagu dari boyband terkenal, mereka memilih lagu Miracle In December karena lagu itu paling enak untuk dinyanyikan keduanya.
Sampai di tengah lagu ada orang masuk tapi tidak disadari keduanya. Itu Minseok. Dan dibelakangnya ada Chanyeol yang disuruh Luhan untuk menemani Minseok. Minseok menikmati keduanya bernyanyi dan Chanyeol terpaku. Terpaku menatap lelaki manis yang bersama Jongdae itu.
Setelah menyelesaikan lagu, keduanya terlonjak kaget ketika Minseok bertepuk tangan. Keduanya menoleh dan kaget melihat Minseok dan Chanyeol disana.
"Wah suara kalian bagus sekali, kalian jadi teman duet yang baik." puji Minseok. Jongdae dan Baekhyun masih melongo. Minseok berjalan mendekat.
"Kau Jongdae kan?" Minseok menunjuk pada Jongdae.
"I-iya."
Minseok beralih pada Baekhyun, "Dan kau.."
"A-aku hanya menemani Jongdae kak, kami sekalian latihan untuk penilaian lusa."
"Ah begitu. Kau bukan anak musik ya? Aku belum pernah melihatmu disini sebelumnya."
"Iya kak, aku tidak ikut ekskul ini."
"Kenapa? Suaramu bagus."
"Mama tidak mengijinkanku."
" Ah begitu."
Baekhyun kembali menunduk dan memainkan tali tasnya gugup. Dadanya bergemuruh kencang karena ada Minseok dan terutama Chanyeol yang tidak disadari menatap Baekhyun lekat.
"K-kalau begitu aku pamit pulang Jongdae, lanjut latihan di rumahmu ya besok." Baekhyun segera menenteng tasnya.
"Oke Baekhyun." Setelah membungkuk sopan pada Minseok dan juga Chanyeol, Baekhyun langsung bergegas keluar dab pergi dari ruang musik itu.
"Jongdae..." belum Minseok menyelesaikan perkataannya untuk Jongdae, anak eksul musik yang lain sudah masuk. Segera Minseok dan Jongdae menempati tempatnya masing-masing dan Chanyeol menunggu dibagian belakang ruangan.
Setelah ekskul berakhir Jongdae segera merapikan tasnya dan bersiap pulang sebelum suara Minseok memanggilnya.
"Jongdae.." yang dipanggil menoleh dan terpaku. Hei Jongdae dipanggil oleh orang yang dia suka, dadanya berdebar abnormal. 'aduh jangan begini jantungku..' batin Jongdae gelisah.
"Aku..." belum Minseok menyelesaikan perkataannya untuk Jongdae (lagi), beberapa anak ekskul musik mengerubunginya.
Jongdae menghela nafas sedikit kecewa karena gagal mengobrol dengan Minseok. Dia memutuskan langsung segera pulang. Chanyeol mendekati Minseok yang terdesak dan seperti biasa mengeluarkan kata-kata tajamnya.
"Menyingkir dari Minseok atau kukurung kalian disini." Kerumunan tadi mendadak kaku.
"Chanyeol jangan begitu." Minseok mencoba menasehati. Chanyeol hanya diam dengan tatapan masih tertuju pada kerumunan didepannya.
"Kalian lebih baik segera pulang ya, sudah sore ini. Hati-hati dijalan." Minseok langsung menarik Chanyeol pergi dari ruang musik.
Kini Minseok dan Chanyeol sedang dalam perjalanan pulang dengan mobil Chanyeol.
"Aku tidak suka kalau kalian begitu." Minseok melancarkan aksi merajuknya di mobil Chanyeol. Kedua tangannya terlipat di depan dada dan wajahnya ditekuk. Tidakkah itu menggemaskan? Chanyeol melirik pada Minseok lalu menghela nafas.
"Aku jadi tidak punya teman selain kalian, aku kan ingin berteman dengan mereka semua."
"Kami menlindungimu Minseok, kami tidak bermaksud membuatmu tidak memiliki teman selain kami. Kalau kau dibebaskan berteman dengan siapa saja mereka akan memanfaatkanmu dan kami tidak mau itu terjadi. Kau sudah diberitahu berkali-kali tetap saja tidak paham. Intinya kamu sayang denganmu makanya kami begini." Jelas Chanyeol panjang lebar.
"Hehe iya kalian teman terbaikku, aku saja yang terkadang sedih karena tidak punya teman selain kalian."
"Jadi kau sedih berteman dengan kami?" terdengar suara dingin Chanyeol yang berarti dia sedang marah.
"Tidak begitu Chanyeol. " Chanyeol mendiamkan Minseok.
"Chanyeol ~~~" Minseok memeluk lengan Chanyeol dan mengusapkan pipinya disana. "Jangan marah Chanyeol~~~ aku senang berteman dengan kalian. Maaf kan aku ya sudah berkata begitu."
Chanyeol yang tidak tahan nendiamkan Minseok pun bersuara, "Aku tidak marah Minseok aku hanya merasa sedikit sedih karena kau tidak senang berteman dengan kami."
"Jadi Kau sudah tidak marah Chanyeol? " Chanyeol mengiyakan.
"Tapi kau harus mentraktirku susu pisang di kantin besok."
"Oke Chanyeol! Tapi Chanyeol laki-laki yang bersama Jongdae manis kan?" tiba-tiba Minseok membahas Baekhyun.
"Jangan mulai Kim Minseok." malas Chanyeol, Minseok terkekeh.
ooo
Jongdae berguling-guling diatas tempat tidurnya. Tadi hampir saja dia bisa mengobrol dengan sang pujaan hati tapi orang-orang tadi menghancurkannya. Ingin Jongdae marahi mereka, tapi dia siapa memangnya? Jongdae menghela nafas.
Kepalanya menoleh pada hp di atas nakas yang bergetar, segera diambil hpnya dan nama Baekhyun tampak dilayarnya. 'Untuk apa anak ini menelepon?' batinnya. Segera Jongdae angkat telepon itu.
"Jongdae kau sudah pulang ekskul kan?"
"Ya kenapa?" Jongdae menjawab malas-malasan.
"Aku mau curhat tentu saja."
'Laki-laki kok curhat?' batin Jongdae tak sadar diri.
"Aku senang sekali tadi ada Kak Chanyeol, aaaaaaaa.." Baekhyun berteriak.
"Berhenti berteriak ditelepon Baekhyun, suaramu meusak telingaku tahu!" sungut Jongdae kesal.
"Hehe, aku kan hanya mengekspresikan kebahagiaan.. Kau juga senang kan ada Kak Minseok."
"Dia kan memang satu ekskul denganku tentu saja aku senang hehe.." Jongdae tertawa pelan.
"Aduh aduh Kak Chanyeol tampan sekali jika dari jarak dekat begitu, jantungku berdebar abnormal sampai rasanya aku ingin memeluk Kak Chanyeol agar jantungku berhenti berdetak sekalian.."
"Perumpamaanmu tidak bagus sekali Baekhyun, kau ingin mati sedini itu?"
"Asalkan aku mati dipelukkan Kak Chanyeol aku rela kok.."
"Oke aku akan jadi pelayat pertamamu." canda Jongdae.
"Hei! Kau mendoakan aku mati Kim Jongdae?!" sungut Baekhyun.
"Bercanda Baekhyun."
"Ya sudah, aku tutup ya teleponnya. Aku mau menyiapkan susu pisang untuk Kak Chanyeol besok."
"Kau kan selalu menyiapkannya Baekhyun."
"Iya, ya sudah sampai bertemu besok Jongdae."
"Ya sampai bertemu besok juga." Jongdae kembali berguling diatas tempat tidurnya.
"Aku tidak bisa seberani Baekhyun yang menyiapkan susu pisang di loker Kak Chanyeol setiap pagi, aku terlalu pengecut." Dia menenggelamkan wajahnya pada bantal lesu.
ooo
Sekolah masih sepi dan Baekhyun sudah berdiri di depan loker Chanyeol, ada untungnya dia berusaha menyaingi Jongdae berangkat pagi. Dia jadi bisa menyalin tugas rumah pada teman juga menaruh kotak susu pisang yang memang disiapkannya untuk Chanyeol.
"Kira-kira diminum tidak ya?" Baekhyun menggumam.
"Ah diminum atau tidak yang penting aku sudah memberikannya, jadi sedikit lega hehe. Tapi bagusnya lagi sih kalau ini diminum dan aku melihat Kak Chanyeol meminumnya, duh aku pasti seperti akan meledak." Baekhyun melompat-lompat kecil yang terlihat lucu, lalu pergi menuju kelasnya sebelum ada yang melihatnya disana.
Sesampainya di kelas tentu saja Baekhyun sudah menemukan Jongdae duduk dibangkunya.
"Hai Jongdae!" sapa Baekhyun semangat.
"Hai Baekhyun." Balas Jongdae. "Kau terlihat bersemangat sekali hari ini."
"Aku kan bersemangat terus." Baekhyun mendudukkan tubuhnya di bangku depan Jongdae.
"Aku akan percaya jika kau bersemangat bukan karena kotak susu pisang di loker Kak Chanyeol." Ledek Jongdae.
"Ish! Jongdae~~~~" rengek Baekhyun yang ditanggapi tawa oleh Jongdae.
"Hai kawan-kawanku yang setia, Oh Sehun here~~" Sehun muncul dari pintu kelas dengan senyum seperti biasa. Baekhyun dan Jongdae membalas sapaan Sehun.
"Sudah dengan rutinitasmu Baekhyun?" pertanyaan Sehun merujuk pada kotak susu pisang yang Baekhyun taruh diloker Chanyeol.
"Tentu saja!" jawab Baekhyun bersemangat, lalu Baekhyun mulai berceloteh tentang Chanyeol yang tentu membuat Jongdae dan Sehun gemas sekaligus malas. Gemas karena Baekhyun akan sangat lucu jika sedang cerewet begini dan malas karena cerita Baekhyun tentang Chanyeol akan panjang sekali.
ooo
Chanyeol mengerutkan dahinya, dia menemukan kotak susu pisang lagi dilokernya lengkap dengan note yang bertuliskan semangat untuknya.
Sudah 2 bulan terakhir ini Chanyeol selalu menemukan sekotak susu pisang di lokernya dan sticky note yang berisi kata-kata penyemangat. Awalnya Chanyeol tidak suka tentu saja, hampir dia membuat pengumuman dengan speaker sekolah agar pemberi susu kotak ini berhenti melakukan hal sia-sia. Tapi 2 bulan ini Chanyeol sudah terbiasa dan tidak bisa dipungkiri kalau dia senang.
"Siapa yang memberikan ini padaku setiap hari? Apa dia tidak punya pekerjaan lain? Tidak berguna sekali." jangan lupakan Chanyeol dengan mulut pedasnya. Tapi tetap menyimpan kotak susu itu ditasnya lalu menuju kelasnya.
o
o
o
o
o
o
o
Tbc
Hehehe alurnya lambat jadi maafkan ya
Typo jelas tidak bisa dihindari
