Trouble Maker Innoncent
Tittle: Trouble Maker Innoncent
Author : Afreylia Jung (AfreyJ)
Main Cast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Jung (Shim) Changmin
Park Yoochun
Kim Junsu
Kim (choi) Seunghyun
Kim Jiyoung
others
Pair : Yunjae, Yoosu, and others
Rated : T+
Genre : Romance, Humor, Family, School Life, Mpreg
Summary : Kim Jaejoong, seorang namja cantik pembuat onar. Dimanapun dia berada selalu ada tingkahnya yang membuat orang kalang kabut. Apalagi di tambah dengan kepolosannya lengkaplah sudah. / .. Omo, dia sexy sekali../ .. Hei, lihat! dia kesini../ .. Oppa, mau kutemani../ oops, ini lucu oppa, hihihi makin 'membesar'/ Woi.. Kim jaejoong jangan kabur, cepat kembalikan seragam yeoja yang kau pakai kepada temanmu, sekarang!../ aishh menyusahkan.. sepertinya aku harus pergi, annyeong oppa../ MWO.. j-j-jadi d-d-dia itu Kim jaejoong, si trouble maker sexy itu/ OMO... bagaimana ini 'adik ku' menegang.. / hei, Jaejoong KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB, jangan lari/ KYAAAAAAA/
Disclaimer : this story is mine. Kalau cast milik orang tua dan agensinya masing-masing. Tapi khusus yunho dia milik jaejoong seorang. Semua milik YME.
Warning! This story is Boys Love, Man X Man, Shounen Ai, Yaoi,
Male pregnancy (Mpreg), typo(s).
Don't Like, Don't Read!
Ok!
Happy reading!
Setelah insiden 'pencurian seragam' yang di lakukan oleh seorang Kim Jaejoong. Membuat namja cantik ini harus merelakan dirinya untuk di hukum oleh Hyung nya tercinta. – Tidak boleh keluar rumah selama satu minggu, tanpa boleh menggunakan jaringan komunikasi –. What The Hell! Ini sungguh bahaya menurutnya. Bayangkan, kau akan berdiam di rumah yang membosankan tanpa ada obyek yang bisa di jadikan 'mangsa'. Oh, itu tidak akan terjadi selama seorang Kim Jaejoong berteman dengan Jung Changmin. Sedikit – sedikit Changmin akan mengkontaminasi otaknya menjadi 'Jenius '.
"kekeke... keluar itu hal mudah" kekehnya setelah memutar otaknya mencari ide agar bisa keluar dari Mansion mewahnya. 'Untung saja, aku pernah melihat Changmin melakukan hal ini. Kau memang Pintar Jae' batinya sambil menyeringai imut.
"Saatnya Beraksi"
ARRRGGGGHHH . . . . . HYUUUNGGGG . . .
PERUTKU . . AKU TAK KUAT. .
AARRGHHH...
Kim jaejoong berteriak kesakitan. Teriakannya begitu keras membahana ke seluruh ruangan. Membuat Top berjalan tergopoh – gopoh dari lantai atas. Beberapa maid tampak mengerubuni Jaejoong.
"J-J-JOONGIE KAU KENAPA? HAN AJJUSHI, tolong siapkan mobil. Palli!" teriak Top. Dia sungguh khawatir melihat adik kesayangannya kesakitan seperti ini. Segera di angkatnya tubuh mungil Jaejoong ala Bridal Style munuju Mobil yang sudah siap di depan pintu Utama.
Jiyoung yang mendengar suara gaduh di teras depan rumah kekasihnya. Tanpa ba bi bu Langsung mendatanginya. Betapa terkejutnya melihat calon adik iparnya terkapar tak berdaya di gendongan kekasihnya.
"Tabi.. d-dia kenapa?" tanya Jiyoung terbata – bata.
"Ji, kau ikutlah ke rumah sakit . . . sudah tidak ada waktu lagi." Ucap Top berusaha tenang agar Jiyoung tidak semakin panik namun tak di pungkiri jika dirinya sendiri juga panik. Jaejoong yang tadinya asyik tidur – tiduran mendadak bangun. Matanya melotot tatkala melihat Jiyoung ikut masuk ke mobil.
"ANDWAEEEEEE.." teriak Jaejoong. 'bisa gagal rencanaku kalau Jiyoung Hyung ikut. Dia kan paling peka. Berpikirlah Jae' batinnya.
"Jiyoungie Hyung, biar khaann aku.. dan uhukk.. Hyung yang .. kerumahhhh.. sakit uhukk.. Ji Hyungie nanti menyusul.. bawa barang – barang.. Joongiie uhukk" ucap jaejoong lemah sambil terbatuk – batuk. Tunggu ada yang aneh? Batin jiyoung.
"MWOYA.. KAU SAKIT PERUT. Tapi kenapa batuk – batuk, kau ber –"
Ucapan Jiyoung terhenti saat Jaejoong menyela pembicaraannya.
"Ini karena bau badanmu Hyungie.. hiks Appo perutku Topi Hyung" sela Jaejoong sambil menangis. Berharap jika Top Hyungnya tak mengulur waktu. Untung, otak Jaejoong cepat bekerja, meski alasannya tidak masuk akal setidaknya dia dapat bernafas lega. Ketika melihat Jiyoung memasuki rumahnya meskipun rasa curiganya sudah di ambang batas.
"Khe, tabbi kau terpedaya oleh adikmu lagi. Ck. Orang bodoh pasti mengerti. Mana ada sakit perut tapi terbatuk – batuk. Dan apa tadi, karena bau ku, ck, padahal jaejoong yang memberiku farfum ini" gerutunya.
– Trouble Maker Innoncent –
Di tengah – tengah perjalanan menuju Seoul International Hospital Kim Jaejoong sudah tidak mengeluh sakit lagi. Tapi Hyungnya memaksa agar Jaejoong tetap diperiksakan. Memang dasarnya polos, jaejoong mau saja. Padahal dia sakit pura – pura. Tentu saja dokter akan tahu semuanya. Dan siapkanlah mentalmu Jae, menghadapi amukan mantan Trouble maker itu. Tapi tidak semudah itu. Ingatlah jika otak evil Changmin masih bersemayam di kepalanya. Tentu saja dia memiliki rencana lain.
Ketika melewati sebuah pusat perbelajaan Kim Jaejoong meminta untuk berhenti, ia melihat boneka Gajah. Dengan jurus Puppy eyes andalannya, akhirnya Hyungnya mengijinkan dan menyuruh sopirnya untuk membelinya. 'satu lagi sudah pergi, tinggal satu lagi, aku bisa bebas' batinya, sepertinya jaejoong sangat berkeinginan untuk pergi keluar. Setelah beberapa saat berpikir. Jaejoong mendapatkan sebuah ide. 'Aha, kau memang tampan Joongie' ucapnya dalam hati. Hei, apa hubungannya dengan mendapatkan ide dengan kata 'tampan'. Ck, Kim Jaejoong benar – benar narsis.
"Hyung.. perut Joongie sakit. Lapar Hyung" rengek Jaejoong manja.
"B-baiklah, Kajja kita ke Restoran depan"
"Hyuung, Joongie tidak bisa jalan. Hyung saja yang pergi. Palliwaa!"
"Gwaenchanha ? kalau Hyung tinggal nanti tiba – tiba perutmu kambuh, bagaimana? Hyung Gendong saja ne?"
"Anniyo, Gwaenchanha Hyung. Palli !"
"Kau mencurigakan Joongie"
"Lapar Hyungie hiks.. hiks.." dalam keadaan terdesak seperti ini muncul lah air mata Gajah ala Kim Jaejoong. cara paling ampuh untuk mebuat Hyungnya kelabakan.
"Ne.. Hyung pergi. Jangan kemana – mana"
Dengan berat hati Top meninggalkan Jaejoong. meskipun sedikit curiga, tapi ia berusaha untuk menyangkalnya. 'Mana mungkin Joongie seperti itu, dia kan begitu polos.' Batinya. Kau salah besar Top, jika menilai Jaejoong seperti itu. Tidak ingatkah jika Jaejoong memiliki teman yang begitu Evil. Bukan tidak mungkin, Jaejoong yang begitu polos akan langsung mengikuti langkah sahabatnya, tanpa mempertimbangkannya.
Jaejoong tersenyum senang ketika Top menuruti kemauannya. Hatinya bersorak gembira. Tak menyia – nyiakan kesempatan. Jaejoong langsung kabur. Menyelinap di antara kerumunan orang pejalan kaki. Dia terus melangkah tanpa tahu kemana arah tujuannya. Yang terpenting dia harus bebas dari Hyungnya terlebih dahulu.
– Trouble Maker Innoncent –
Sampailah Jaejoong pada sebuah taman yang begitu ramai. Mungkin karena hari ini weekend jadi taman yang tidak di ketahui Jaejoong dimana lokasinya sangat penuh dengan orang – orang.
Jaejoong tersenyum tipis. Ia merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan matanya. Kelakuannya ini menarik perhatian banyak orang. 'ada malaikat jatuh, ya?' guman mereka serentak.
"ASSA.. AKU BEBAS" teriaknya. Lagi – lagi penghuni taman tercengang. 'suaranya begitu merdu, seperti nyanyian surga' guman mereka lagi. Berlebihan tapi memang begitulah kenyataannya.
Sepertinya pesona seorang Kim Jaejoong sedang menyebarkan virusnya. Sedangkan Jaejoong sendiri merasa tak peduli atau tidak tahu jika ia tengah menjadi pusat perhatian. Dugaan yang kedualah yang benar, alasannya, karena jaejoong itu tidak terlalu peka.
Kruyuuukkkk
"Joongie lapar.. tapi tak punya uang" ratap jaejoong sedih. Seketika maat bulatnya menemukan sebuah objek yang bisa membuatnya kenyang.
"Hehehe.. tidak ada salahnya mencoba, sepertinya asyik." Ucapnya. Iapun langsung melesat pergi. Apa yang kau lakukan. Calon ny. Jung?
– Trouble Maker Innoncent –
Di sisi lain. Top kebingungan mencari adiknya. Setelah ia kembali membeli makanan, ia tak menemukan Jaejoong dimanapun. Dan sopirnya juga baru kembali. Bahkan mereka sudah berlarian kesana kemari, bertanya – tanya kepada seluruh orang yang lewat, tapi hasilnya menggeram kesal dan mengacak – acak rambutnya. Tiba – tiba handphone Top bergetar. Dengan kesal ia mengangkatnya tanpa melihat nama pemanggilnya.
"YEOBOSEO, KALAU TIDAK ADA YANG PENTING. TUTUPLAH TELEPONNYA"
"Apa – Apaan ini, Tabi, ada apa denganmu, huh.. bagaimana dengan Joongie, apa parah, sampai kau marah – marah begitu" Jiyoung yang sudah mengerti dengan keadaan Jaejoong, hanya bersmirk ria di seberang sana.
"EH, Mianhae, Chagy! Argghh Pusing, Joongie kabur."
"khekhekhe.. kau kena lagi, Chagya ku sayang."
"Mwoya, ne,ne,ne, aku mengakui kalau aku tertipu lagi oleh Gajah kecil itu. Tapi masalahnya Jaejoong hilang. Kau masih sempat menertawakanku"
"Berhenti mengomel Top. Sekarang tunjukkan aku posisimu dimana. Aku akan kesitu, membantu mencari adikmu. Sekarang telponlah seluruh bodyguard suruh mencarinya. Dan hubungi teman – temannya satu persatu, mungkin sekarang adikmu bersama dengan teman – temannya. Dan satu lagi, ingatlah, Joongie mudah sekali terkena tipuan. Jadi cepat cari!"
"yak, kenapa sekarang kau yang panik. Alamatnya aku kirim melalui pesan."
"ne,,"
"Ji.. poppo"
-Tuuuuuttttttt -
Top melotot. Sambungan tiba – tiba terputus. Ck, salah sendiri. Dalam keadaan genting masih sempat – sempatnya meminta poppo. Teringat dengan keadaan adiknya. Top langsung menghubungi sesuai instruksi dari Jiyoung sesudah mengirim pesan kepadanya.
– Trouble Maker Innoncent –
Seorang namja tampan tengah berjalan dengan santai menuju pintu keluar Incheon Airport. Tanpa menghiraukan tatapan para yeoja yang memandangnya antara kagum dan terpesona. Dengan pakaian kasual yang begitu pas di tubuh kekarnya serta kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, ia telah sukses membuat para yeoja tak mengalihkan perhatian dari sosoknya yang begitu sempurna, ya, dia adalah Jung Yunho.
Setelah sampai di area parkir Jung Yunho segera mengeluarkan Handphonenya.
"yeoboseo. Changmin/ ne, aku sudah sampai/ Mwoya/ baiklah/"
Yunho mendengus. Ck, baru saja sampai di Seoul, sudah di suguhi berita jika Boojaenya Hilang. Padahal rencananya dia akan langsung pergi menemui tunangan tercintanya. Rasa rindunya sudah tak terbendung. Bayangkan saja sudah empat tahun mereka terpisah.
"hahh... gagal sudah kejutan kepulanganku. Justru dia yang memberikan kejutan. Ck, kenapa semenjak aku pergi Boojaeku semakin 'nakal'." Ucapnya.
Memang semenjak Yunho pergi. Sedikit demi sedikit Jaejoong menjadi usil. Itu dikarenakan otaknya yang polos sering melihat 'kejahatan' yang di lakukan Changmin. Namja itu –Changmin – sengaja pindah dari Jepang atas suruhan Hyungnya untuk menjaga Jaejoongie tercinta.
Sekarang cepat bantu menemukan Jaejoong. jika tidak. AWAS KAU. Sekarang aku ada di hadapanmu. Dongsaeng tercinta.
- sent -
Pesan terkirim. Yunho segera melajukan mobilnya menuju ke arah pertama kalinya Jaejoong menghilang. Darimana dia tahu? Ayolah, Jung Yunho memasang banyak mata – mata untuk mengawasi Boojaenya dari Jauh. Hanya saja, entah ini keberuntungan bagi Jaejoong atau tidak, tapi mata – mata Yunho kehilangan jejaknya.
"Lihat saja, kau Boo. Kau akan ku tahan di kamarmu. Saat ketemu nanti. Hehehe.." ucap Yunho. Tapi memang begitulah cara 'menjinakkan' Jaejoong versi Jung Yunho. Tidak berubah eoh Jung?
– Trouble Maker Innoncent –
Neon nareul wonhae neon naege ppajyeo
Neon naege michyeo He eo nal su eobseo
I got you ̃ under my skin
Lantunan lagu Mirotic menggema di taman ini. Seorang namja cantik sedang asyik meliuk – liuk kan tubuhnya. Sedangkan namja lainya berkeliling di area penonton sambil membawa bungkus makanan guna menampung uang yang di berikan pengunjung. Ne, Jaejoong saat ini sedang mengamen.
Wooooo...
Para penonton bersorak ketika namja cantik – Jaejoong – mengangkat tangannya membuat kaosnya terangkat memperlihatkan pinggangnya yang sexy. Banyak namja maupun yeoja yang menatapnya kelaparan. Satu persatu pengunjung taman tersebut berkumpul di tempat Jaejoong beraksi. Hingga tak terasa jika seluruh pengunjung berada disitu.
Jung yunho, namja itu menatap geram. Ya, dia sudah sampai di taman 5 menit yang lalu berkat mata – matanya. Lalu menyuruh Seunghyun untuk pulang, tidak perlu khawatir. Karena adiknya Kim jaejoong akan aman bersamanya, mungkin hanya 'sesuatunya' yang kurang
Dan di suguhi oleh pemandangan menyegarkan seperti ini. Dimana Boojae nya sedang menari dengan sexynya. Tapi kenapa namja Jung ini geram? Ayolah, jika Jaejoong menari di depannya, dia akan senang. Tapi ini?
Yunho segera turun dari mobilnya lalu menghampiri kerumunan tersebut. Matanya yang tajam sedang sibut memberikan deathglare kepada para penonton hingga secara perlahan mereka mundur. Tapi ada juga yang tidak mempan dengan Aura – aura membunuh seorang jung yunho. Dalam benak mereka 'memang siapa namja itu, kalau memang terpesona, kita juga, kenapa harus memberikan deathglarenya.' Hohoho sepertinya mereka belum mengetahui siapa itu Jung Yunho. The King of Devil.
Tanpa menghiraukan decakan kesal atu ketakutan dari penonton. Yunho mendatangi Kim Jaejoong dan memeluknya dari belakang. 'kau nakal Boo' bisiknya seduktif di telinga Jaejoong.
Jaejoong secara reflek langsung berhenti. Lalu berbalik membuat namja itu memeluknya dari depan. Mulutnya menganga melihat sosok yang paling di rindukannya ada di depan matanya. Namun dia teringat jika dia lebih memilih study ke luar negeri dan meninggalkannya. Membuat Jaejoong mengurungkan niatnya untuk balas memeluknya .segera tangan lentiknya menurunkan tangan yang melingkar di pinggang rampingnya. Matanya memandang sosok di depannya dengan berkaca – kaca antara sedih, marah, kecewa, rindu, semua terbendung menjadi satu.
"Masih ingat jika masih punya kekasih, huh?" ucap Jaejoong dingin. Hei, kemana sifat Jaejoong yang polos dan usil itu?
"Boo.. ak – "
"Sudahlah, aku lelah"
Jawaban Jung Yunho terpotong dengan pernyataan Jaejoong barusan. Lelah? rasanya Yunho ingin melompat ke jalan raya dan menubrukkan dirinya pada mobil Audy yang melaju kencang. Kenapa harus mobil Audy? Tentu saja. Jung Yunho adalah orang elit tentu saja matinya harus elit. Tapi itu hanyalah perumpamaan. Lupakah dengan siapa kita berhadapan. Jung Yunho! Namja tampan ini tidak mungkin memiliki pemikiran yang dangkal. Dia – Jung Yunho – memiliki segudang cara untuk menaklukkan Boojaenya. Sia – sia saja perjuangannya di Amerika selama ini, Jika harus menyerah. Itu tidak akan terjadi. Kim Jaejoong hanya Milik Jung Yunho.
Kerumunan di taman tersebut akhirnya bubar setelah melihat Kim Jaejoong berlari menjauh dari mereka. Namja yang di ajak Jaejoong mengamen tidak mau ikut – ikutan urusan Jaejoong. yang penting uang yang di dapat kali ini begitu banyak berkat tarian Jaejoong. mungkin lain kali ia harus minta jaejoong untuk mengajarinya.
Yunho masih membatu di tempat tadi. Belum menyadari jika Jaejoong telah berlari meninggalkannya. Ia masih memikirkan cara agar Boojaenya takluk dan kembali kepadanya. tapi kenapa saat – saat seperti ini otaknya yang jenius itu blank tiba – tiba. Setelah mengacak – acak rambutnya, yunho segera lari mencari Jaejoong. Biarlah semua ini berjalan seperti air yang mengalir. Itulah keputusan akhir seorang Jung Yunho. Pasrah pada takdir, eh?
– Trouble Maker Innoncent –
Hahh.. hahh.. hahh..
Nafas Jaejoong tersengal – sengal setelah berlari bermeter – meter menjauhi taman. Di tolehkan kepalanya ke belakang guna melihat apakah Jung Yunho masih mengejarnya. Ia mendesah lega. Ternyata Jung Yunho tidak terlihat sama sekali. Namun tak dipungkiri jika Jaejoong juga nampak kecewa. Segera di sandarkan tubuhnya pada batang pohon yang besar dan rindang. Mengamati keadaan di sekelilingnya. Ternyata ia tengah berada di wahana bermain anak – anak.
Kim Jaejoong teringat sesuatu. Spontan ia berdiri dan merogo saku celananya. Lalu mengeluarkan cermin mini bergambar Hello Kitty.
"Tadi bagaimana penampilanku ya? Apakah jelek? Padahal ada Yunnie bear. Huh menyebalkan" rutuknya sambil membenahi tampilan rambutnya. Ck, bukannya tadi kau marah – marah bertemu Yunniemu, huh? Kenapa jadi seperti ini?
Kalian tertipu lagi. Alasannya kabur karena malu di lihat Yunnienya dalam keadaan seperti tadi. bau keringat dan rambutnya acak – acakan. Tapi mengenai pertanyaannya memang benar di tanyakan oleh Jaejoong. tapi pernyataan 'lelah' nya itu tidak benar. Tentu saja ia dengan setia menunggu Yunho tanpa melirik laki – laki atau wanita lain. Menggoda sih iya. Itu hanyalah untuk mengurangi kebosanan semata. Setelah di rasanya cukup. Tampilannya juga sudah tidak separah tadi. Ia memasukkan kembali cerminnya.
"Boo"
"Ahhh"
Jaejoong terlonjak kaget. Nama panggilan yang begitu di kenalnya. Hanya Yunnienya yang bisa memanggil seperti itu.
"Wae?" jawabnya sambil memalingkan muka. 'beraktinglah Jae, seperti di drama – drama. Biasannya pertemuan pertama seperti ini. Bisa memainkan langsung pasti seru. Hihihi' ucapnya dalam hati. Kka, Jung Yunho kau jadi korban.
"Boo, kau tak serius bukan mengatakannya?" tanya Yunho dengan sendu
"menurutmu?"
Greeppppp
Jung Yunho yang sudah tidak tahan langsung memeluk Jaejoong.
"Bogoshippo" bisik Yunho sambil mengeratkan pelukannya. Di tenggelamkan wajahnya yang tampan di ceruk leher kekasihnya. Menunggu balasan dari Jaejoong. satu menit, dua menit. Tidak ada balasan. Matanya terpejam rapat. Tangannya perlahan turun dari pinggang Jaejoong. tiba – tiba..
Greeepppp
"nado" bisik Jaejoong. 'kau berhasil jae. Kau memang hebat'. Yeah, hebat hampir membuat kekasih sekaligus tunanganmu ingin mati.
"Jadi? Sudah tidak lelah"
"hu'um."
Yunho begitu bahagia saat ini. Perlahan wajahnya mendekat ke arah Jaejoong. "Sarangahae" ucapnya. "Nado" jawab jaejoong. hidung mereka sudah bersentuhan. Perlahan mata indah jaejoong terpejam.
"Yunho Oppa" seorang wanita berbedak tebal langsung nyelonong memeluk Yunho hinnga membuat pasangan ini menunda kegiatannya.
"Oppa" panggil wanita itu manja. Tangannya masih bergelayut manja di lengan Yunho. Jaejoong yang melihat adegan itu penuh tanya. 'siapa wanita ini?' 'kenapa memeluk Yunnie seenaknya?' 'dan kenapa Yunnie diam saja'.
"Noona siapanya Yunnie?" tanya jaejoong.
"Ah, Adik kecil. Perkenalkan Goo Ahra. Kekasih Yunho Oppa"
Seperti tersambar petir. Jaejoong melihat yunho dengan tatapan berkaca – kaca. Yunho yang baru sadar dari rasa terkejutnya memandang horor Goo Ahra. Lalu tatapan beralih kearah Jaejoong.
DEG
"BOO"
Jaejoong langsung berlari meninggalkan Yunho. Kali ini bukan berakting lagi. Jaejoong benar – benar sakit. Perlahan air matanya meluncur.
"BooJaejoong, tunggu. Boojae, kau salah paham"
Jung Yunho terus mengejar Jaejoong. tugasmu kali ini begitu berat. Kim Jaejoong sulit sekali menerima penghianatan. Siapkan strategi khusus untuk meluluhkan tunanganmu. Kka, semoga sukses Jung.
– Trouble Maker Innoncent –
"Ne, aku kekasih Yunho Oppa. Tapi hanya kekasih pura – pura untuk menyingkirkan Tiffany yang tak tau malu itu. Mana mungkin aku manjadi kekasih Sepupuku sendiri" omel Goo Ahra setelah melihat kedua pasangan tersebut berkejar – kejaran. Tak lama senyumnya mengembang.
"Tapi asyik juga mengerjai mereka. hihihi, aigoo tunangannya Yunho sungguh imut. Kyaaaa. Membayangkan kalau anak ku nanti seperti itu. Hihihi" goo Ahra cekikikan sendiri. Mukannya mendadak horor teringat sesuatu.
"sebentar lagi, Wanita itu akan kembali. Khe, tenang saja tak akan ku biarkan wanita itu mengganggu sepupuku" ucap Ahra menggebu – gebu. Tiba – tiba terbayang wajah jaejoong. "Kyaaa.. Kyeobta".
Pengunjung taman bermain memandang Ahra denga tatapan kasian. 'cantik – cantik tapi gila'. Tentu saja mereka berpikiran seperti itu. Ahra berteriak 'kyeobta' tak jelas dan mengomel – omel sendiri.
Tbc
Mianhae, untuk sone sekaligus penggemar Tiffany. Gak ada maksud. Ini hanyalah fanfict dan peran yang di dapat Fany memang seperti itu. Okey! Jangan masukin hati.
Terimah kasih banyak bagi yang sudah Review, follow atau memfavorite cerita abal – abal milik Afrey. Mian, tidak bisa membalas Review satu satu. Tapi menjawab pertanyaaan secara keseluruhan saja.
A : Sebenarnya Yunjae sudah tunangan langsung dan sama – sama tahu atau gimana? Jae kayaknya gak peduli
B : Ehm.. Mereka sudah bertunangan Resmi. Tapi hanya keluarga dan kerabat dekat yang tahu. Di rahasiakan karena keluarga mereka berdua begitu tersohor. Mengenai Jaejoong. sebenarnya dia peduli. Hanya saja karena ditinggal empat tahun oleh Yunho membuat dia kesepian. Sehingga dia menjadi seperti itu. Alasannya hanya untuk menghilangkan kebosannya dan sedikit melupakan bayangan yunhonya. Apalagi semenjak bertemu dengan changmin – adik Yunho – yang sering melakukan tindak 'kejahatan'. Jadi otaknya yang polos akhirnya terkontaminasi lebih parah lagi. Termasuk menggoda para namja itu juga karena Changmin sering menggoda Hoobaenya. Tapi perasaan Jaejoong ke Yun tetaplah seperti dulu.
A : pindah rate M ?
B : Bagaimana ya, lihat nanti sajalah. Kalau pikiran Yunho seperti itu bukan tidak mungkin pindah rate. Hehehe
A : Emang selama ini Yunho dimana? Kok gak kuliah di Korea aja biar Boojae gak lepas dari pengawasan.
B : Yunho selama ini di Amerika kuliah di sana. Tentu saja ini karena permintaan orang tuannya dan orang tua Jaejoong. kenapa? Karena tidak ingin anak mereka hamil saat masih SMP. Makanya Yun di ungsikan dulu hingga lulus kuliah dan Jae Lulus SMA. Ingatlah dengan sifat pervert Yun yang mendarah daging ketika bersama Boojaenya. Dan sekarang Umma Kim sendiri yang menyuruhnya pulang. Meskipun Kuliahnya masih kurang satu tahun lagi dan Jae lulus juga kurang setahun lagi *Jae sekarang kelas 2 SMA*. Tapi lampu hijau sudah menyala. Yang artinya Umma Kim sudah mengijinkan anaknya untuk di grepe – grepe beruang pervert. Untuk pengawasan. Yunho sendiri menyewa mata – mata yang tersebar di seluruh pelosok(?) korea . dan mendapatkan laporan setiap hari tentang Boojaenya. Dia juga menyuruh Changmin pindah sekolah dari jepang ke sekolah Jaejoong untuk mengawasi dan melindungi Boojaenya dari dekat. Jadi, kesimpulannya, Jaejoong tetap tidak lepas dari pengawasan seorang Jung Yunho.
Big thanks for :
Lytaimoet812|guest.05|JJ Lover|kyuminring|BooFishy|chidorasen|Himawari Ezuki|BooBear|Guest|AnieJOY'ERS|Kim Selena|okoyunjae|jiraniat|SimviR|marcia rena|Yjshinki|Ddeokbokki|jennychan|nin nina|Andriana SR|Shikawa| |mino|PR|anne|Guest|dhian930715ELF|pumpkinspakyumin|reaRelf|I was a Dreamer|ichigo song|kim Ryokie|yunjaelover|meybi|J-Twice|HeroKittyJae|mitatitu|YunHolic|kyoko|tiikka|Widia kesumowardani|AKTForever|
Give me review ne.. kritik. Bash. Terserah saja. Bukankah itu membangun untuk kedepannya. Hehehe =.=
AfreyJ
