Drabble 2: BokuAka
Bokuto termangu melihat keramaian Owlland hari ini. Ia lupa bahwa sekarang adalah akhir pekan, sudah pasti seluruh orang berduyun datang kemari untuk bersenang-senang.
"Bokuto-san? Bagaimana?"
"Akaashi!" Bokuto membalikkan badan dan menatap mata hijau itu, "Yang lain pasti sudah menunggu di dalam. Ayo. Kita juga harus berjuang!"
Akaashi terdiam. Apanya yang diperjuangkan?
Tak ayal Bokuto menggapai tangan Akaashi. Kata si perak, "Kita jangan sampai terpisah! Mereka semua itu tembok besi berlapis, Akaashi! Perlu teknik khusus untuk menembus mereka."
Bokuto tak mendapati wajah semu malu Akaashi yang terkejut kala sang kapten menyentuh tangannya. Si perak tak menyadarinya karena ia sendiri sibuk tersipu jua dua detik setelah ia sadar bahwa kini ia dan Akaashi bergandengan tangan.
Akaashi mengutuk di dalam hati. Bokuto memegang tangannya, tapi yang telah dibawa si perak adalah hatinya.
