Disclaimer: Ixchel tidak memiliki Naruto atau High School DxD, Yuzu cuma meminjam saja sama Om Masashi Kishimoto dan Om Ichiei Ishibumi.

(mereka berdua bener-bener om ku loh… jika dalam sebuah fanfiction… hihihi)

Yuzu terinspirasi dari fic The Golden Devil karya Oturan Namikaze dan sudah mendapatkan izin darinya.

Warning: Mungkin sedikit mainstream, Ooc, gaje dan garing. Disini Naruto masih Yuzu buat strong maunya sih godlike hehehe tapi kayaknya perstep aja deh, karna Yuzu tidak begitu menyukai jika Naru langsung Yuzu buat godlike.

Bagi yang tidak menyukai fic yang mainstream seperti fic Yuzu silahkan tekan tombol back, jangan repot-repot untuk membaca fic ini serta menulis flame dengan kata-kata yang kasar…

Jika ada beberapa kesalahan dan typo dimana-mana harap di maklumi, semoga kalian menyukainya…

The Story began

...

….

…..

….

.

"KOGANE NO AKUMA"

Author : Ixchel Avariella

Genre: Adventure/Romance

Berhubung Yuzu adalah Naruhina Lovers jadi Pairnya :

Naruto x Hinata x . . .

Mungkin juga Harem. . .

Hehehe

Chapter 2 - The Secrects Uncovered

Di sebuah kota di Inggris terlihat seorang gadis yang sangat cantik sedang berjalan melewati beberapa pertokoan dengan membawa beberapa buku di tangannya, dia sepertinya bergegas untuk sampai ke tujuannya. Surai indigo panjangnya melambai-lambai di terpa angin, sepasang iris amethyst yang indah serta bentuk tubuh yang sangat sempurna dan dua aset oppai yang sangat besar untuk ukuran gadis yang seumurannya sangat menggoda di mata lelaki yang melihatnya. Dia mengenakan Blus berwarna merah sedikit aksen cokelat dengan corak kotak-kotak dengan rok mini berwarna hitam dan sepasang boots yang menghias kaki jenjangnya sampai lutut berwarna cokelat sedikit tua.

"Semoga Otou-sama tidak memarahiku karna aku sedikit terlambat."

Setelah beberapa menit berjalan dengan tergesa-gesa akhirnya dia sudah sampai di sebuah rumah megah bergaya arsitektur Eropa modern, lalu gadis itu melangkah masuk kedalam rumah beberapa maid menunduk dengan hormat kearah gadis itu sedangkan sang gadis hanya membalas dengan sebuah senyuman tulus tercipta di wajah cantiknya, lalu gadis itu menuju ke sebuah ruangan khusus untuk latihan/dojo dimana sang ayah sedang menunggunya disana.

Akhirnya sang gadis tiba di depan sebuah pintu yang sangat besar, Dia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu itu,

"Tok"

"Tok"

"Tok"

"Masuk" terdegar suara berat dari dalam, lalu sang gadis memutar knop pintu untuk masuk ke dalam dojo, terlihat di dalam dojo sang ayah dan ibu nya sedang duduk santai dengan meminum teh. (ini ruang dojo apa ruang santai sih kenapa mereka meminum teh disana -_- mungkin mereka lelah Yuzu juga bingung hahaha oke kembali ke cerita)

"Sumimasen Otou-sama dan Okaa-sama aku sedikit terlambat" ucap sang gadis sambil ber-ojigi.

"Iie Daijoubu Hinata lain kali jangan kau ulangi lagi, duduk lah." Ucap sang ayah Hiashi Hyuuga seorang mantan exorcist Arc Knight, Hiashi sudah lama pensiun dari exorcist tetapi dari segi kekuatan ia masih sanggup untuk membasmi ratusan bahkan ribuan iblis. Hiashi Hyuuga memiliki surai cokelat yang panjang dan sepasang iris amethyst yang agak pucat, dia mengenakan sebuah kimono putih dengan aksen hitam di beberapa bagian.

"Ha'i Otou-sama."ucap Hinata, lalu menghampiri kedua orang tuanya yang sedang bersantai meminum teh.

"Berikan buku-buku itu kepada Kou, biar dia yang membawa itu ke kamarmu Hina-chan." Ucap sang ibu Harumi Hyuuga, dia adalah seorang mantan exorcist Arc Aria sama seperti Hiashi, Harumi juga sudah lama meninggalkan profesinya itu semenjak menikah dengan Hiashi. Dia memiliki surai yang sama dengan Hinata, indigo yang panjang sampai pinggang dengan sepasang iris amethyst yang sangat indah persis seperti milik Hinata, dia mengenakan sebuah kimono putih sama seperti milik suaminya hanya saja kimononya memiliki sedikit motif bunga matahari.

"Ha'i Okaa-sama, ini Kou maaf jika aku merepotkanmu." Kata Hinata dengan sedikit menyesal.

"Tak apa Hime-sama, ini memang sudah menjadi tugas saya, saya undur diri Goshunjin-sama, Ojou-sama dan Hime-sama."Ucap maid yang bernama Kou dengan ber-ojigi.

"Ya" ucap kompak mereka bertiga, setelah sang maid keluar dari dojo Hiashi mulai berdehem tandanya dia akan memulai bicara.

"Hinata apa kau yakin akan berangkat ke Jepang besok sendirian?" Tanya sang ayah dengan sorot mata khawatir terhadap putri tunggalnya itu.

"Tentu Otou-sama, aku akan berangkat ke Jepang besok tepatnya di Kota Kouh sudah saatnya aku kembali ke Jepang Otou-sama dan Okaa-sama setelah 10 tahun yang lalu."Jawab Hinata dengan sorot mata yang serius.

"Tapi Hina-chan kami mengkhawatirkanmu jika kau pergi ke Kota Kouh sendirian apalagi Kota Kouh itu merupakan Territory Iblis Klan Gremory serta Sitri apalagi banyak stray devil dan datenshi berkeliaran disana, kenapa kau tidak berangkat bersama kami minggu depan saja Hina-chan?" ucap sang Ibu dengan penuh kekhawatiran.

"Apa yang dikatakan Okaa-sama mu benar Hinata, sebaiknya kau berangkat bersama kami minggu depan ke Kota Kouh, bukannya Otou-sama meragukan kemampuanmu hanya saja jika kau lepas kendali melawan salah satu dari mereka kau bisa menghancurkan Kota itu dalam hitungan beberapa detik." Kata Hiashi mencoba membujuk putrinya.

Sedangkan Hinata dan Ibunya hanya terkikik geli mendengar kata-kata yang terakhir di ucapkan Hiashi. "Nee Otou-sama aku tidak mungkin menghancurkan Kota Kouh walaupun lepas kendali, aku masih bisa mengkontrol kekuatanku Tou-sama." Ucap sang putri yang masih terkikik geli.

Hiashi menghela napas melihat dua orang yang disayangnya itu sedang terkikik geli atas perkataannya yang terakhir. Sambil menyesap teh nya. Ia lalu berkata, "Mah mah mah jika memang seperti itu Otou-sama akan mengizinkanmu berangkat besok tetapi dengan satu syarat, kau tidak akan mengeluarkan atau memanggil [itu], kau hanya perlu memanggil [itu] ketika hidupmu dalam bahaya yang besar, Paham!"

"Ha'i Otou-sama, arigatou gozaimasu." Jawab Hinata dengan sangat bahagia, lalu Hinata mulai berdiri dan melangkahkan kaki jenjangnya ke tempat kedua orangtuanya duduk, setelah itu Hinata memeluk mereka dengan erat. Sambil berguman kata-kata terimakasih.

'Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Naru-kun, aku harap kau masih mengingat tentang diriku dan kata-katamu waktu itu"

Setelah melepaskan pelukannya Harumi tersenyum lembut kearah putri kecilnya itu, Harumi dan Hiashi sebelumnya telah tau bahwa putri kecilnya ini telah di lamar duluan oleh bocah blonde itu, Kushina dan Minato telah menceritakan semuanya, tinggal menunggu mereka berbesan dan menimang seorang cucu. (oohh Harumi andai dirimu tau bahwa bocah blonde itu akan memiliki banyak wanita di sekililingnya khu khu khu oke kembali ke cerita-)Sambil terus tersenyum Harumi berkata, "Nee Hina-chan kau jangan lupa apa yang telah Otou-sama katakan padamu oke, dan Okaa-sama akan menghubungi Kushina kami akan menitipkan dirimu bersama mereka tapi Kaa-sama ingin mereka tidak memberitaukan Naruto bahwa kau akan kembali menemuinya hihihi ini akan menjadi sebuah kejutan yang luar biasa."Sambil terkikik geli.

"Ha'i Okaa-sama, aku akan mengingatnya, aku juga ingin melihat wajahnya yang kaget itu ketika bertemu kembali denganku setelah 10 tahun yang lalu."Ucapnya dengan tersenyum penuh arti. Sedangkan Harumi hanya membelai surai warisannya itu dengan penuh kasih sayang.

"Satu lagi Hinata kau harus menekan energy suci mu itu sampai titik yang paling terendah sehingga iblis dan datenshi tidak akan mengincarmu. Dan Otou-sama akan memberitaukan sesuatu yang membuatmu selalu bertanya-tanya sejak kau masih kecil, kenapa kami tidak mendaftarkanmu ke akademi exorcist kau pasti masih penasarankan bukan?" Ucap sang ayah dengan sorot mata yang serius.

"Ha'i Otou-sama, aku akan menekan energy suciku sampai tidak ada makhluk lain yang dapat mendeteksi. Benar Otou-sama aku masih penasaran kenapa Otou-sama dan Okaa-sama tidak mendaftarkanku ke akademi exorcist sedangkan aku adalah anak dari kedua orangtuanya yang menjadi exorcist. Sungguh aku tak mengerti?" Jawab Hinata dengan penuh tanda tanya di pikirannya.

"Begini Hinata kami tidak mendaftarkanmu karna kami sebenarnya tidak ingin melibatkan putri kecil kami satu-satunya ini kedalam dunia supranatural cukup kami saja yang pernah terlibat, kami tidak ingin melihat putri kecil kami terlibat dalam sebuah pertarungan antar makhluk supranatural yang mengakibatkan putri kecil kami terluka parah. Kami hanya ingin Ohime-sama kami menjalani sebuah kehidupan yang normal seperti manusia yang lainnya. Tetapi ketika kami tau kau bisa memanggil [itu] dan [itu] telah memilihmu sebagai tuannya saat kau berumur 4 tahun, semuanya telah berubah kami harus melatih kemampuanmu dan tetap menjagamu sehingga kau tidak di incar oleh salah satu 3 fraksi itu, kami takut kau akan dimanfaatkan oleh mereka." Jelas Hiashi.

Respon Hinata hanya kaget tentang kebenaran yang sebenarnya agar dia tidak jatuh ke dalam salah satu 3 fraksi yang berseteru ketika great war yang lalu. Setelah mencerna semua penjelasan dari ayahnya tercipta senyuman nan tulus di wajah cantiknya menatap kedua orangtuanya lalu berkata "Rupanya begitu, kalian hanya takut jika aku jatuh ke tangan salah satu dari mereka dan terlibat dalam pertarungan yang membuatkku terluka parah. Arigatou gozaimasu Otou-sama dan Okaa-sama telah memberitauku semuanya, aku sangat menyanyangi kalian." Ucapnya dengan memeluk Hiashi dan Harumi sekali lagi dengan erat.

"Dou itashimashite Hina-chan kami juga sangat menyanyangimu." Bisik lembut Harumi tepat ke telinga putri kecilnya. Setelah mereka melepaskan pelukannya Harumi berkata "Nee Hina-chan sebaiknya kau berkemaslah besok pagi kau akan berangkat, Okaa-sama akan menghubungi Kushina terlebih dahulu."

"Ha'i Okaa-sama aku akan ke kamarku untuk berkemas, aku undur diri dulu Otou-sama dan Okaa-sama." Jawab Hinata dengan ber-ojigi.

"Ya" jawab serempak Hiashi dan Harumi. Setelah Hinata pergi ke kamarnya terjadi keheningan di antara mereka, Hiashi kemudian berbicara setelah cukup lama berdiam diri "Nee Haru-chan putri kecil kita sekarang sudah dewasa tak terasa usianya kini 17 tahun, padahal baru kemarin aku mengendongnya." Sambil mengingat-ingat kenangan indahnya dengan putri kecilnya

Harumi hanya terkikik mendengar ucapan suaminya."Ya putri kecil kita kini telah dewasa apalagi dia akan menikah nanti, aku tak sabar untuk menimang cucuku nanti." Ucapnya sambil terseyum-senyum gaje membayangkan cucunya nanti akan seperti apa.

Sedangkan Hiashi hanya menganga menatap istrinya seperti itu, ini adalah fenomena langka seorang Hiashi Hyuuga yang telah membantai ratusan bahkan ribuan iblis kini terlihat menganga serta air liurnya yang menetes seperti seorang idiot demi temannya yang bernama Minato yang sangat-sangat narsis dan sangat-sangat lebay yang selalu berseru "Hidup itu indah" apakah yang berada di sampingnya ini adalah istrinya atau makhluk dari dunia lain memikirkannya saja sudah membuat Hiashi frustasi… oke kita abaikan pasangan Hyuuga yang sedikit nyeleneh ini…

.

.

(Bandara Heathrow )

.

.

.Dalam bandara di Inggris terlihat ada tiga orang yang sedang berpelukkan dua orang dewasa dan satunya seorang remaja. Ya mereka adalah keluarga Hyuuga yang sedang mengantar putri kecil mereka ke bandara untuk terakhir kalinya, mereka akan bertemu kembali sekitar minggu depan atau bulan depan mengingat kesibukkan seorang Hyuuga Hiashi yang padat.

Setelah mereka melepaskan pelukkan masing-masing, kini tiba saatnya Hinata harus pergi, setelah mengucapkan salam perpisahan kepada orangtuanya dan beberapa wejangan kembali di latunkan oleh Hiashi.

Hinata hanya tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya kearah kedua orang tuanya sebelum melangkah menjauhi kedua orangtuanya setelah sedikit menjauh Hinata berbalik dan melambaikan tangannya kearah orangtuanya dan jangan lupakan senyum manisnya itu bisa membuat Shinigami mimisan XD.

"Akhirnya kita akan bertemu dan bersama kembali Naru-kun, aku sungguh merindukanmu"

Ӂ

℘~KOGANE NO AKUMA~℘

Ӂ

Sudah lebih dari satu bulan sejak Naruto dan Hime mulai bersekolah di Akademi Kuoh dan mereka berdua sudah terbiasa dengan semua aktifitas di Akademi Kouh. Berkat dorongan Naruto, Hime mampu mendapatkan beberapa teman-teman di kelasnya, meskipun dia masih malu-malu saat dia berbicara kepada mereka.

Anehnya Hime sebenarnya sedikit kaku berbicara dengan Koneko beberapa hari lalu setelah mereka bertemu, dan menurut Hime, Koneko itu sangat baik meskipun Koneko tampak sedikit dingin. Naruto menduga bahwa adiknya bisa mendapatkan keberanian untuk berbicara dengan gadis berambut putih itu karena wajah mereka nampak seumuran, tapi Naruto baik-baik saja dengan itu, asalkan adiknya tidak kesulitan dalam bergaul dengan teman-temannya.

Naruto menjadi idola baru di Akademi Kouh setiap dia memasuki gerbang Akademi banyak teriakkan histeris dari gadis-gadis dan berbagai sumpah serapah dari para lelaki. Dia tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tetapi hanya dalam seminggu ia tampaknya menjadi sangat populer, dan ketika Naruto mencoba untuk bertanya pada Rias tentang hal itu dia hanya memberinya senyum dan mengatakan bahwa itu karena tindakannya pada hari pertama. Rupanya rumor Naruto yang menolong Koneko dari preman telah menyebar ke penjuru Akademi Kouh sehingga membantu Naruto mendapatkan banyak poin di mata siswa lain.

Berbicara tentang Rias, dari hari kedua dan seterusnya mereka berdua telah menjadi teman yang sangat dekat. Itu aneh pada awalnya Naruto akan merasakan perasaan aneh ketika berada di dekat Rias, tapi segera perasaan itu menghilang dan Rias mulai bertindak sedikit berbeda, ramah dan lebih perhatian. Ia juga berteman dengan Akeno, yang bersama Rias kemana pun Rias pergi pasti ada Akeno di sampingnya, dan siswa-siswa lain terlihat penasaran melihat Naruto yang notabene nya adalah siswa pindahan bisa berteman dekat dengan Duo Great Onee-sama ... lagi-lagi julukkan yang aneh pikir Naruto.

Saat ini Naruto berada di ruang klub Kendo, untuk sparring yang dijanjikan Naruto pada Kiba. Naruto mengambil napas dalam-dalam sambil menatap lawannya, memegang bokken dengan kedua tangannya, "Kau siap Kiba?"

"Kapan pun kau mau Uzumaki-senpai." Ucap sesama blonde di depan Naruto menjawab dengan tersenyum dia juga memegang bokken di tangannya.

Kiba Yuuto adalah seorang siswa tahun kedua dengan rambut blonde pendek dan sepasang iris grey, seperti Naruto dia mengenakan seragam Akademi Kouh untuk siswa laki-laki. Mereka bertemu beberapa hari yang lalu saat Naruto berjalan melewati ruang klub kendo saat itu Kiba sedang latihan sendiri, setelah itu mereka berbicara dan merasa ada kecocokkan dalam berbagai hal.

"Baiklah kalau begitu ..." Naruto berkata sambil memasang sikap kuda-kuda, matanya menyipit dan fokus. Kiba memasang sikap sendiri sambil menatap senpai nya dengan fokus.

Udara di sekitar dua blonde itu seakan mencekam, dan mereka belum bergerak satu inci pun. Di sisi lain ruang Klub Kendo terlihat Anggota Klub Kendo yang kebanyakkan gadis-gadis dengan wajah yang memerah sedang menonton Naruto dan Kiba sparring. Mereka berdua dikenal sebagai dua orang paling tampan di Akademi Kouh, setiap gadis-gadis di Akademi ingin sekali menjadi pacar mereka.

"Jangan menahan diri Kiba!" Naruto berteriak sambil berlari ke depan, Kiba terkejut dengan kecepatan yang dilakukan senpai nya itu.

Kiba berhasil menghindari serangan Naruto, sebelum Kiba menyerang Naruto dengan miring ke samping, Naruto dengan cepat mengangkat bagian atas Bokkennya dan serangannya diblokir.

Setelah mengagalkan serangan Kiba, Naruto mengangkat bokkennya sampai senjata Kiba menyentuh gagang dan dengan sentuhan cepat Naruto mendorong bokken lawannya kembali sebelum menyerang dengan bokkennya lagi. Kiba melonggarkan cengkeramannya pada gagang bokkennya sebelum berputar ke bawah dan memblokir serangan Naruto, mendorong maju dan bergerak cepat ke samping sebelum menyerang dari samping. Naruto memutar kakinya dan membalas dengan spin 1-80, mengempaskan salah satu kakinya di tanah saat serangannya diblokir.

"TRAK"

"TRAK"

"TRAK"

Suara kayu bentrok terdengar keluar melalui ruang Klub Kendo. Anggota Klub Kendo kagum pada kecepatan dan teknik yang di tunjukkan mereka berdua. Keduanya terus mengirimkan serangan bolak-balik, mencoba untuk mendapatkan keuntungan di sisi lain.

"TRAK"

"TRAK"

"TRAK"

Bokken mereka bentrok sekali lagi, keduanya tampak mengukur kemampuan satu sama lain, mencoba untuk mencari tau langkah berikutnya.

Kiba mendorong Naruto menjauh sebelum melompat kembali, Kiba mengambil napas saat dia dengan cepat menganalisis lawannya. Keterampilan Naruto dengan pedang sangat mengesankan, setiap serangan yang dilakukan Naruto akurat dan efektif, gerakan yang tidak sia-sia. Kiba tau bahwa jika dia bukan Iblis maka akan jelas siapa yang akan kalah sekarang ... mungkin dia harus berlatih lebih cepat lagi. Kiba berjongkok sedikit dan kakinya menegang lagi.

Menyipitkan matanya sedikit, Naruto bergeser dan memindahkan bokkennya ke suatu sisi saat dia berjongkok juga, matanya mempelajari sikap Kiba sebelum melihat kembali wajah blonde muda itu. Keduanya tampaknya menunggu sesuatu, tidak bergerak dari tempat mereka berdiri masing-masing. Naruto mempererat genggamannya sebelum mengayunkan pedangnya ke samping dan menyerangnya ke depan dengan lompatan ke depan, Kiba bereaksi pada saat yang sama, membawa pedangnya tinggi saat dia menyerang ke depan juga.

Kiba terkejut, ketika Naruto mengayunkan Bokken nya yang semula menuju tubuhnya dengan cepat berubah arah dan membuat kontak dengan Kiba. Semua orang tampak takjub sebelum suara sesuatu memukul lantai terdengar dan berbalik untuk melihat bagian atas bokken Kiba dan bokken Naruto tergeletak di lantai.

"Tidak mungkin."

"Bokken mereka patah ..."

"Aku belum pernah melihat ini terjadi sebelumnya."

Kiba menatap bokkennya patah terkejut, tapi perhatiannya teralihkan ke Naruto yang berseru.

"Maaf tentang itu, aku tidak bermaksud untuk mematahkan bokken itu."Dia mengusap bagian belakang kepalanya sebelum menempel tangannya yang bebas ke pundak Kiba."Aku kira kita berakhir imbang, mudah-mudahan kita bisa melakukan sparring lagi ketika ada waktu senggang."

'Dia bertujuan mengincar bokkenku dengan jumlah kekuatan yang sama persis dengan kekuatanku dan ketika dua serangan bertemu, kekuatan di baliknya membuat pedang itu patah. Tapi baginya untuk mengetahui dan menjalankannyasangat begitu cepat, aku sungguh tidak menyangka ...'Kiba berpikir untuk dirinya sendiri, tapi di luar dia hanya tersenyum dan menjabat tangan Naruto.

"Ya Uzumaki-senpai, aku mengerti untuk itu."

"Mah mah, kau tidak harus begitu formal. Kau bisa memanggilku Naruto."

"Tentu Naruto-senpai." Kiba mengangguk sebelum beralih ke gadis-gadis yang telah menonton,

"Maaf untuk mengganggu kalian. Kita akan keluar sehingga kalian dapat kembali latihan."

Salah seorang gadis melangkah, "Oh kau tidak perlu khawatir tentang itu. Itu menakjubkan untuk melihat kalian berdua bertarung dengan sangat baik."

"Terima kasih, tetapi ada petarung yang jauh lebih baik dari kami." Naruto tersenyum sebelum melangkahkan kakinya keluar dari gedung, "Maaf untuk meninggalkan seperti ini, tapi aku harus pergi membantu adikku dengan PR-nya."Gadis-gadis itu tampak hampir pingsan pada saat itu, fakta bahwa Naruto kuat, tampan dan begitu peduli tentang adiknya tampaknya menjadi positif dalam pandangan mereka.

Kiba menyaksikan Naruto meninggalkan gedung, berpikir untuk dirinya sendiri dengan senyum.

"Aku mengerti sekarang mengapa Buchou begitu tertarik padanya."

.

.

(Sementara itu)

.

.

Terlihat seorang gadis yang sangat cantik baru keluar dari Bandara Kouh, sepasang iris amethyst nya nampak mencari sesuatu, sepertinya dia sedang mencari seseorang. Tak jauh dari dirinya berdiri terlihat seorang wanita dengan surai merah dan sepasang iris violetnya sedang bergegas berjalan untuk menghampiri gadis itu, sepertinya gadis itu tidak mendengar teriakkan dari wanita ini yang memanggil-manggil namanya berulang kali sehingga suaranya nyaris habis. (wajar sih si gadis itu ga bisa denger dia khan lagi pake earphone di telinganya hahaha XD Poor you Kushina oke kembali ke cerita)

Setelah menempuh perjalanan yang amat panjang serta lika-liku yang di hadapinya dan suara yang nyaris habis akhirnya wanita itu sampai di belakang gadis itu lalu di peluknya gadis itu dari belakang dengan sangat erat. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum manis sepertinya dia tau siapa yang memeluknya dari belakang. (Ooh Hinata-chan senyummu membuat beberapa pengunjung Bandara terutama laki-laki pingsan mendadak dan jangan lupakan genangan darah keluar dari hidung mereka)

Setelah pelukkan wanita itu sedikit melonggar gadis itu berbalik menghadap wanita itu sambil terus tersenyum dan melepaskan earphonenya. "Tadaima Kushina Baa-chan, aku sangat merindukkanmu." Ucap gadis itu riang lalu di peluknya lagi wanita itu dengan erat.

Sedangkan wanita itu hanya melongo ketika melihat gadis itu melepaskan sesuatu dari telinganya, wajar wanita itu teriak-teriak kesetanan sehingga nyaris habis suaranya tetapi gadis itu tidak mendengarnya ternyata dia memakai earphone. Setelah sadar dari pikiran nistanya wanita ini membalas pelukkan gadis itu. "Okaeri Hina-chan, Baa-chan juga sangat merindukkanmu mari kita pulang sekarang, dan memberikan kejutan untuk bocah itu hihihi." Ucap Kushina dengan menyerigai.

"Ara ara ara Baa-chan ternyata kau telah memiliki rencana khu khu khu."Ucap Hinata dengan mode menggodanya.

Sedangkan Kushina hanya cengo ketika melihat Hinata dengan mode menggodanya yang bisa membius para lelaki. 'sejak kapan Hina-chan bisa seperti ini ? setauku Hina-chan gadis polos dan pemalu? Ini akan menjadi menarik Na-ru-to khukhukhu.' Setelah sadar dari pikirannya Kushina lalu mengajak Hinata masuk kedalam mobilnya meninggalkan Bandara Kouh dengan tujuan ke rumahnya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka telah sampai di kediaman Uzumaki. Lalu mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. "Tadaima" Teriak Kushina riang. "Okaeri Kaa-chan" Terdengar jawaban dari ruang keluarga dan derap langkah kaki kecil menuju ruang tamu.

"Are Kaa-chan Nee-chan ini siapa?" tanya Hime dengan penasaran serta menatap Hinata dengan berbinar.

"Nee Hime-chan perkenalkan ini adalah calon istri Nii-chan mu Hinata Hyuuga." Jawab Kushina riang serta memeluk Hinata.

"NANI !"Hime berteriak sangat keras, dia sangat terkejut jika Nee-chan yang didepannya ini adalah calon istri Nii-chan tersayangnya.

"Konichiwa perkenalkan namaku Hinata Hyuuga senang bertemu denganmu, kau boleh memanggilku Nee-chan" Ucap Hinata tersenyum manis.

"K-Konichiwa N-Nee-chan namaku Kuroyukihime Uzumaki senang bertemu denganmu, Nee-chan juga boleh memanggilku Hime"Ucap Hime dengan sedikit tergagap saat melihat senyuman dari Hinata.

"Nee Hime-chan kau sangat cantik seperti Baa-chan."

"A-Arigatou Nee-chan, Nee-chan juga sangat cantik." Jawabnya dengan wajah yang memerah.

"Doita Hime-chan." Dengan senyum manisnya, lalu Hinata menghampiri Hime dan langsung di peluknya dengan erat.

"Arigatou Imouto-chan" Hinata berbisik tepat di telinga Hime, Hime hanya tersenyum lembut, akhirnya sekarang dia juga memiliki seorang Nee-chan.

"Nee Hina-chan kamarmu sudah Baa-chan siapkan di lantai kedua tepatnya di samping kamar Naruto khu khu khu."Ucap Kushina dengan tersenyum menyeringai.

"Ara ara Baa-chan rupanya kau telah mempersiapkan semuanya fufufufu." Dengan menyeringai serta tertawa dan tangan yang menutupi bibirnya (Entah mengapa Hinata jadi kayak Akeno deh jika dalam mode menggodanya -_- Hahaha XD oke abaikan itu...)

"Tentu Baa-chan telah mempersiapkan semuanya Hina-chan, sayangnya kalian masih sekolah ya apalagi besok kau akan Baa-chan daftarkan ke Akademi Kouh, jadi persiapkan dirimu oke, eh masih ada satu lagi jika kalian ingin melakukannya tidak apa-apa juga sih... khukhukhu." Jelas Kushina dan di akhiri tertawa anehnya.

Hinata hanya menganggukkan kepalanya serta wajah yang memerah menghiasi wajah cantiknya, sementara itu Hime hanya bingung dia tidak mengerti apa yang di bicarakan Kaa-chan dengan Nee-cha nya itu, lalu Hime menggenggam tangan Hinata, "Nee Nee-chan ayo aku antar ke kamarmu sekarang."

"Um, ayo Hime-chan." Mereka mulai mulai berjalan ke lantai dua meninggalkan Kushina yang sedang tertawa aneh dengan riangnya. Hime hanya mengelengkan kepalanya pasrah akan tingkah laku Kaa-chan nya itu.

"Ini Nee-chan kita sudah sampai." Hime membuka pintu kamar yang akan di huni Hinata selama berada di rumah keluarga Uzumaki, terlihatlah kamarnya yang di cat warna favorite Hinata lavender dan terlihat juga ukiran bunga lavender menghiasi tiap dinding, Meja belajar, rak buku, lemari pakaian dan bed ukuran Queen size nampak isi kamarnya kini dan sebuah kamar mandi terlihat di ujung kamarnya. Hinata tersenyum sepertinya Baa-chan telah berusaha dengan sangat keras pikirnya.

"Nee Hime-chan arigatou nee, sudah mengantar Nee-chan." Sambil mengelus surai merah Hime dengan senyum manis. "Nee-chan mau mandi dulu ya, badan Nee-chan terasa lengket."

"Doita Nee-chan, sebaiknya Nee-chan segera mandi, badan Nee-chan sangat bau."ujarnya dengan menutup hidungnya serta terkikik geli sambil terus mendorong tubuh Hinata ke arah kamar mandi.

Hinata hanya cemberut sepertinya Imouto nya ini mengerjainya. "Mou Hime-chan Nee-chan tidak bau'' dengan mulut yang di kerucutkan serta ekspresi yang kesal menatap Imoutonya. Hime sangat gemas dengan tingkah imut Nee-chan nya ini sepertinya mengerjai Nee-chan nya ini akan menjadi rutinitasnya kali ini. Tanpa sadar Hime tertawa tanpa memperdulikan Hinata yang sedang kesal menatapnya dengan raut wajah bingung dan aneh. "Kenapa sekarang kau tertawa Hime-chan?"

"Wajah mu sungguh menggemaskan dan lucu Nee-chan." Sambil menahan tertawanya.

"Mou Hime-chan , sekarang Nee-chan mau mandi, sekarang keluarlah dari kamar Nee-chan." Hinata masih cemberut dan mendorong Hime dari kamarnya, karna sekarang dia ingin mandi tubuhnya sangat lengket.

" Nee-chan ngambek ya... gomen Nee-chan. Hime menyesal." Hinata tersenyum tulus dan mengangkat kepala Hime dan menatap sepasang iris violet nya yang memerah menahan genangan air matanya. "Tak apa Hime-chan, jangan menangis, Nee-chan tidak ngambek dan marah denganmu Hime-chan adalah teman Nee-chan. Oke."

Hime menganggukkan kepalanya dan tersenyum penuh arti kearah Hinata. Lalu Hinata membuka tasnya terlihat dia sedang mencari sesuatu, terlihat sekarang di pegang Hinata sebuah lollipop yang cukup besar. "Nee Hime-chan ini untukkmu jangan menangis lagi ya."

Hime mengambil lollipop dari tangan Hinata dengan mata yang berbinar-binar serta menganggukkan kepalanya. "Arigatou nee Nee-chan, aku pergi dulu menonton tv, jaa ne."

"Doita Hime-chan, jaa ne." Setelah Hime turun ke lantai pertama, Hinata mulai melucuti seluruh pakaian yang ia kenakan, terlihatlah tubuh polos Hinata tanpa sehelai benang pun yang menutupinya, kulit putih porselen yang bersih, lengkuk tubuh yang begitu sempurna dan oppai yang sangat besar dengan nipples yang berwarna pink cerah begitu menggiurkan di mata para lelaki yang ingin menghisap dan meremas mereka serta surai indigo yang panjang mencapai punggungnya begitu sexy. (bagi reader yang lelaki banyangi sendiri aja ya Yuzu ga tanggung kalo kalian mimisan dan merasa tegang. okay Yuzu kaboor XD)

Selesai Hinata mandi dan telah mengenakan pakaiannya, Hinata turun kelantai pertama untuk menemui Baa-chan dan imoutonya di ruang keluarga. "Konnichiwa Baa-chan dan Hime-chan."

"Konnichiwa Hina-chan/Nee-chan."jawab mereka serempak. Lalu Hinata mendekat ke arah mereka, "Ano Baa-chan kapan Naru-kun pulang sekolah." Tanyanya sambil memainkan kedua jarinya menunjukkan dia sedang gugup.

"Ara ara Hina-chan sangat rindu ya sampai tidak sabar menunggu Naruto pulang." Goda Kushina

"Bu-Bukan be- begi-tu Baa-chan ha-hanya saja aku sedikit k-khawatir d-dengannya." Dengan tergagap serta wajar yang mulai memerah. Kushina hanya tersenyum geli dan gemas melihatnya, sungguh menggoda Hinata sangat menyenangkan apalagi jika bisa membuat wajahnya memerah... hihihi

"Biasanya Naruto sudah pulang bersama Hime-chan, entah mengapa dia menyuruh Hime-chan pulang duluan katannya dia ingin sparring pedang dengan kohainya.'' Jelas Kushina

"Ooh seperti itu, baiklah Baa-chan aku ingin meminta izin keluar untuk berkeliling sebentar."

"Hmm... Baa-chan mengizinkan tapi kau juga bisa membawa Hime-chan bersamamu Hina-chan"

Hinata menggeleng pelan dan menunjuk ke sebuah tempat yang bisa dibilang sofa terlihatlah seonggok anak kecil yang sedang tertidur dengan pulasnya di atas sofa, Hinata tidak ingin mengganggu tidur nyenyak Imoutonya itu, lebih baik dia berkeliling sendirian daripada mengganggu orang yang sedang tidur dengan pulasnya.

"Are sejak kapan bocah itu tertidur." Kushina sempat terkejut melihat putri kecilnya sedang tertidur pulasnya.

"Mungkin sejak kita sedang berbicang tadi Baa-chan." Jawab Hinata dengan innocent.

Kushina hanya menggangguk lemah sepertinya Hime menularkan virus tidur ke Kaa-channya juga. Karna Kushina sekarang sangat menggantuk, sepertinya dia akan tidur setelah ini.

"Baiklah Hina-chan, Baa-chan mengizinkanmu tapi kau bisa sihir kan? Tapi jangan mengeluarkan [itu]. Di luar sana banyak stray devils berkeliaran apalagi Baa-chan dengar dari Ojii-chan mu datenshi mulai berkeliaran di sekitar Kota Kouh.'' Dengan sorot mata khawatir menatap sepasang iris amesthyst yang indah nan teduh.

"Jangan khawatir Baa-chan, aku bisa sihir kok jadi Baa-chan tenang saja, oke Baa-chan aku tidak akan mengeluarkan [itu] lagi pula sebelumnya aku sudah berjanji dengan Otou-sama dan Okaa-sama tidak akan mengeluarkan [itu] kecuali diriku dalam bahaya yang besar. Aku juga menekan energi suciku ke titik yang paling rendah Baa-chan.

"Baiklah Hina-chan, rupanya Hiashi dan Harumi telan melantunkan beberapa wejangannya ya. Hihihi, sebenarnya Baa-chan masih merasakan energi sucimu Hina-chan walaupun samar-samar tetapi hanya makluk yang sangat kuat yang bisa mendeteksi energi sucimu itu, berhati-hatilah Hina-chan."

"Ha'i Baa-chan, aku mengerti mungkin aku harus menekannya lagi, iya Baa-chan, Otou-sama dan Okaa-sama telah memberitaukan semuanya kepadaku. Dan aku ingin bertanya Baa-chan apakah Naru-kun dan Hime-chan telah mengetahui bahwa mereka salah satu makhluk supranatural?"

Kushina hanya menganggukkan kepalanya dan setelah itu menggeleng pelan, "Mereka belum tau Hina-chan, mungkin malam nanti akan kami bicarakan bersama denganmu juga, sebenarnya sudah lama Baa-chan dan Oji-chan ingin membicarakannya tetapi belum ada waktu yang pas, sesungguhnya memiliki darah campuran itu dan mewariskan hampir semua kemampuanya sangat di incar oleh berbagai macam fraksi oleh sebab itu dengan berat hati Baa-chan dan Oji-chan menyegel semua kemampuan Naruto dan Hime-chan, sampai waktunya yang pas akan kami buka sedikit segelnya." Jelas Kushina

Hinata hanya mengganggukkan kepalanya dia mengerti apa yang di jelaskan oleh Kushina, untungnya kekuatan Naruto dan Hime disegel oleh Minato dan Kushina jika tidak pasti mereka berdua sudah jatuh dalam salah satu fraksi atau suatu organisasi teroris. Memikirkan itu membuat Hinata mengelengkan kepalanya. Melihat Hinata menggeleng Kushina mengangkat alisnya,"Nee Hina-chan kenapa kau menggeleng seperti itu?"

"Ano Baa-chan hanya saja tanpa sadar aku membayangkan Naru-kun dan Hime-chan jatuh ke salah satu fraksi atau organisasi teroris memikirkan itu membuatku sangat khawatir dan takut Baa-chan."

Mendengar jawaban dari Hinata, Kushina hanya terseyum lembut, "Jangan khawatir Hina-chan untuk sekarang tidak akan ada yang bisa mendeteksi kekuatan mereka berdua walaupun seorang Maou, Gubernur Malaikat Jatuh maupun Sang Seraph. Jadi jangan takut dan khawatir lagi oke!"

"Um Baa-chan" Sambil menganggukkan kepalanya dengan senyum tercipta di wajah nan cantik itu.

"Satu lagi Hina-chan, mulai sekarang kau harus memanggilku Kaa-chan dan Minato Tou-chan. Paham!" Tangan Kushina membelai surai indigo Hinata dengan senyum lembut yang masih melekat di wajahnya.

"Ha'i wakarimasu Kaa-chan." Kushina sangat senang tanpa sadar ia meneteskan air matanya lalu Kushina mendekap erat Hinata penuh kasih sayang.

"Ne Kaa-chan, bolehkah aku pergi sekarang?" Tanya Hinata dengan innocent di sela-sela adegan penuh haru antara sang ibu dan sang putri yang telah lama terpisah akhirnya di pertemukan kembali oleh takdir, karna sang putri telah lama hilang entah kemana dirinya terbang/?

"E-Eh hehehe gomen-gomen Kaa-chan terbawa suasana, ya kau boleh pergi sekarang Ohime-sama." Jawab Kushina di sertai tertawa kecil.

Hinata hanya tersenyum lembut. " Tak apa Kaa-chan, ne Kaa-chan aku pergi dulu, ittekimasu."

"Itteirasshai, berhati-hatilah Hina-chan." Ucap Kushina terdengar sangat khawatir.

Hinata berbalik menghadap Kushina lalu tersenyum manis, "Ha'i Kaa-chan."

'Mungkin aku akan bertemu denganmu Naru-kun di perjalanan nanti.' Hinata mulai menjauh dari kediaman Uzumaki tampak wajahnya berseri-seri penuh bahagia.

Ӂ

℘~KOGANE NO AKUMA~℘

Ӂ

Naruto kini sedang menikmati softdrink sambil menunggu lampu hijau, tak sengaja Naruto melihat di seberang sana ada kohai nya yang sangat-sangat mesum sedang bersama dengan seorang gadis perlu di perjelas dengan seorang gadis yang sangat imut. untuk perwujudan dari gumpalan-gumpalan hawa nafsu sedang bersama dengan seorang gadis apakah Naruto sedang bermimpi sekarang, mencoba mencubit pipinya yang sebelah kanan terasa sakit bearti dia tidak bermimpi sekarang kemudian Naruto mulai tersenyum aneh,

'Sepertinya tak masalah jika aku mengikuti bocah mesum itu khukhukhu lagi pula aku sangat penasaran dengan gadis itu kenapa dia mau jalan dengan gumpalan hawa nafsu itu dan kurasa Hime-chan sedang tertidur pulas sekarang malam nanti tak masalah membantu PR Hime-chan tebbayo'

Saber yang duduk di bahu kiri Naruto sedang menatap intens ke arah gadis itu dengan mata yang menyipit. 'Seorang Datenshi? Apa yang sedang dilakukan Datenshi itu bersama bocah mesum itu? Sebaiknya aku tetap waspada demi kesalamatan Master'

Lampu kini menunjukkan hijau, Naruto bergegas menyusul Issei, 'Sepertinya Master akan mengikuti bocah mesum itu' Saber mulai menunjukkan raut wajah pura-pura bingung, Saber menatap masternya untung Naruto tidak mengetahui Saber sedang berakting, "Naruto-sama kita mau kemana bukankah arah rumah Naruto-sama lurus?"

"Ne Saber aku ingin mengikuti Issei no ero itu, aku sangat penasaran dengan gadis itu kenapa dia mau jalan bersama bocah mesum itu, aku juga khawatir bisa-bisa gadis itu hamil jika bersama Issei Hahaha?" Naruto tertawa cukup keras.

Sementara itu Saber hanya sweatdrop melihat kelakuan masternya ini, masternya kali ini benar-benar berbeda dari master-master yang sebelumnya, saber menghela nafas dan mengelengkan kepalanya. "Baiklah Master jika itu kemauanmu."

Naruto menatap sekilas sepasang iris green Saber 'Hmm sepertinya ada yang di sembunyikan oleh saber, sebaiknya aku bertanya nanti.'

"Yosh ayo kita mengikuti bocah mesum itu tebbayo" Teriak Naruto penuh semangat. Saber hanya mengelengkan kepalanya pasrah/? Setelah itu dia tersenyum penuh arti.

.

.

Di tempat Issei

.

.

"Ne Yuuma-chan sekarang kita mau kemana?" Tanya Issei dengan muka yang memerah sesekali curi-curi pandang pada oppai gadis itu.

"Ano Issei-kun bagaimana kita ke taman saja hm? Jawab gadis yang bernama Yumma dengan sedikit menyeringai tetapi tidak di ketahui oleh Issei.

Dengan tersenyum Issei mengaggukkan kepalanya,"Baiklah Yuuma-chan jika itu maumu mari kita ke taman sekarang."

'Kau akan segera menemui ajalmu boya khu khu khu khu' Gadis itu tersenyum amat sadis.

'Semoga aku bisa meremas oppai Yuuma-chan hehehe atau menciumnya juga boleh.' Batin nista Issei dengan raut wajah yang menjijikkan dengan rona merah menghiasi wajah yang menjijikkan itu.

Sementara itu Naruto masih memata-matai Issei dengan gadis itu. 'Kurasa mereka akan pergi ke taman. A-Apaan itu... gadis itu mengandeng tangan bocah mesum itu. Sudah kuduga pasti gadis itu sudah di guna-guna oleh Issei, Gadis yang malang kurasa dia akan benar-benar hamil setelah bergandengan tangan dengan Issei /?'

Setelah menyusuri jalan beberapa menit akhirnya mereka telah sampai di sebuah taman yang agak sepi. Naruto bersembunyi di balik pohon sambil menatap intes gerak-gerik kohainya dengan gadis itu. Terlihat gadis itu melepaskan genggaman tangannya dan mulai berlari ke arah air mancur, gadis itu berbalik menghadap Issei dengan tersenyum amat manis gadis itu mulai berkata, "Ne Issei-kun apa kau tidak keberatan jika aku melakukan satu hal untuk merayakan date pertama kita?"

'Mu-Mung-kin kah dia me-minta ci-um' batin Issei

"Se-seperti apa itu?"

Lalu Yumma menyeringai melihat Issei, "Bisakah kau mati?" Jawab Yuuma dingin tidak seperti gadis yang imut bersama Issei beberapa detik yang lalu.

"Are, hah tunggu..."

"Gomenasai Yuuma-chan bisa kau ulangi lagi? Mungkin telingaku salah dengar. hahaha"

Yuuma mulai mendekati Issei lalu berbisik tepat di telinga Issei, "Bisakah kau mati" Yuuma mengulang perkataannya tadi. Reaksi Issei hanya terkejut dan melotot, dia tidak tau harus berkata apa lagi sekarang. Sementara itu Yuuma mulai menjauh dari Issei lalu baju yang di pakai Yuuma telah menghilang di ganti baju yang super minim yang hanya sedikit menutupi bagian intim Yuuma.

"Oppaiii Oppaii Oppaiiiiiii" Issei hanya berteriak kegirangan melihat tepat di hadapannya kini dia bisa melihat oppai secara live... dengan muka yang memerah serta darah yang keluar dari hidungnya.

'Aku melihatnya, aku jelas melihatnya! Walau hanya sekilas, tapi aku melihat oppai sungguhan! Aku melihat oppai sungguhan untuk pertama kali dalam hidupku! Dan seorang gadis yang kawaii! Bukankah ini yang disebut orang sebagai seni? Bukan begitu, ini bukan waktunya untuk itu... Sayap?

Naruto melotot sangat kaget apa yang dilihatnya dari balik sebuah pohon saat ini gadis itu berubah dan memiliki sebuah sayap seperti tenshi hanya saja berwarna hitam. "M-Makhluk a-apa i-itu..." Naruto berguman pelan, sambil menatap intens gadis itu... sedangkan saber menatap gadis itu waspada.

Gadis itu mulai berbicara "Meskipun sebentar, bermain cinta denganmu sangat menyenangkan. Aku akan merawat dengan baik hadiah darimu ini." Sambil menatap gelang berwarna pink di peegelangan tanganya.

"Karena itu... Matilah!" Gadis itu mulai mengeluarkan semacam tombak terbuat dari cahaya.

"Yu-Yuuma-chan" Panggil Issei

"JLEEBBB"

Terlambat tombak itu menusuk tepat di perut Issei lalu menghilang. Naruto melihat itu tubuhnya mulai bergetar hebat. "Ap-Apaan gadis itu menusuk Issei dengan tombak cahaya itu... aku harus menolong kohai ku yang mesum itu..."

"Jangan Naruto-sama kau akan terbunuh juga nanti." Saber menatap Masternya dengan sorot khawatir.

"Tidak Saber aku harus membantu Issei!" Ucap Naruto dengan sorot mata yang serius.

"Tapi Mast-" Perkataan Saber di potong Naruto dengan gerakan tangan Naruto.

"Shhttt diam dulu Saber"

Naruto hendak keluar dari persembunyiannya tapi diurungkannya ia menajamkan pendengarannya untuk menangkap apa yang gadis itu katakan pada Issei.

"Gomen ne, keberadaanmu adalah ancaman bagi kaum kami, jadi kami berencana dan bergerak untuk membunuhmu. Salahkan Tuhan yang telah menanamkan Sacred Gear di dalam tubuhmu."

"Sac apa?"

"BRUUKK" Issei jatuh dengan genangan darah yang sangat banyak keluar dari perutnya.

Naruto bingung mendengar apa yang di katakan gadis itu... "Are Sacred Gear? Ditanamkan Tuhan pada tubuh Issei... berbahaya bagi kaumnya apa yang sebenarnya terjadi...?" Naruto berguman cukup keras sayangnya Yuuma mendengar apa yang di gumankan Naruto.

Dengan tersenyum sangat sadis, gadis itu mulai berkata "Rupanya ada seekor tikus sedang mengintip kita sedang ngedate Issei-kun, sayangnya dia harus berakhir sepertimu juga Issei-kun... Matilah kau..." Yuuma membuat sebuah light spear yang sangat besar menerjang tempat persembunyian Naruto di salah satu batang pohon.

"DUUUAAARRR"

'Suara ledakan? Sepertinya ada yang bertarung, sebaiknya aku bergegas ke sana perasaanku sekarang sangat tidak enak' Batin seorang gadis yang kini sedang berlari sangat kencang memasuki taman.

Asap mulai perlahan hilang, terlihatlah Naruto kini sedang di dalam sebuah lapisan pelindung yang dibuat oleh saber. Nafas Naruto tercekat melihat di sekitarnya kini telah hancur. Saber mulai menghilangkan lapisan pelindungnya, terlihat tubuh Naruto tidak terluka sedikit pun. Yuuma melotot tak percaya bocah itu bisa melindungi dirinya sendiri dari light spear yang di buatnya.

Naruto melangkahkan kakinya ke tempat Issei berada, tubuh Naruto mulai menegang dan gemetar tepat di hadapannya kini Issei telah mati...

Merasa diabaikan oleh bocah itu, Yuuma menciptakan kembali light spear yang sangat besar mengarahkan kepada Naruto yang sedang menatap kosong ke arah tubuh Issei yang tak bernyawa lagi.

Gadis itu telah sampai di tempat ledakan yang didengarnya tadi. Dia melihat sekililimg tempat ini telah hancur, seketika tubuhnya menegang dan membatu tepat disana ada seorang Datenshi yang sedang terbang dia mengarahkan light spear nya ke arah pemuda yang sedang menunduk gadis itu sangat familiar dengan penampilan pemuda itu. Terlihat pemuda itu memiliki rambut yang jabrik berwarna blonde keemasan kini sedang menunduk. "Ja-jangan-ja-jangan pemuda i-tu Na-Naru-kun. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus cepat kesana." Gadis itu berlari dengan sekuat tenaganya tapi terlambat light spear Datenshi itu dengan telak menembus jantung Naruto.

"JLEEBBB"

"NARUUU-KUUNNNN..." Teriak sangat keras oleh gadis itu, lalu gadis itu berlari ke tempat Naruto.

"BRRUKKK" Naruto terjatuh tepat di samping Issei.

Light spear itu menancap tepat di jantung Naruto dan menghilang, Saber merutuki kecerobohannya kali ini dia terlambat membuat lapisan pelindung untuk Masternya. Saber sangat marah pada Datenshi itu, Saber telah bersiap mengubah bentuk tubuhnya kembali menjadi seperti manusia sayangnya diurungkannya. Dia mendengar seorang Gadis yang berteriak sangat kencang dari kejauhan memanggil nama Masternya. 'Ja-jangan gadis ini adalah Hi-Hinata H-Hyuuga.' Saber dengan cepat bisa mengetahui bahwa gadis ini adalah Hinata Hyuuga gadis yang dilamar oleh Masternya 10 tahun yang lalu dari surai Indigo dan sepasang iris amethyst nya hanya gadis inilah yang memiliki rambut dan mata yang unik serta indah ini, kini Hinata tengah menatap penuh khawatir terhadap Masternya.

Hinata memeluk Naruto dengan sangat erat, Hinata menatap kosong ke arah Datenshi yang tengah terbang dengan senyum penuh kemenangan tercipta di wajahnya. "Tak bisa di maafkan , benar-benar tidak bisa di maafkan. Kau harus lenyap DATENSHIIIIIIIIIIIII" Suara yang begitu dingin dan menusuk terdengar sangat menggelegar... suhu di sekitar taman itu kini menurun seketika tampak angin bertiup sangat kencang. Ledakan energi yang sangat besar berpusat pada Hinata kini menambah kehancuran di taman itu. Hinata mencium bibir Naruto pelan setelah itu di baringkannya kembali.

'Si-siapa sebenarnya Hinata Hyuuga ini, kenapa dia memiliki kekuatan yang sangat besar ini' Batin Saber terlihat kini dia berkeringat dingin menahan ledakan energi yang di buat oleh Hinata.

'A-Are s-siapa ga-gadis i-ini ti-tidak mung-kin ji-ka di-a ha-nya se-orang ma-manu-sia biasa, a-apa i-ini Sac-red Ge-ar ta-ta-pi a-aku ti-dak me-me-rasa a-apa-pun bah-wa ga-gadis i-ini me-memi-liki Sac-red Ge-ar?" Wajah Yuuma kini pucat pasih melihat gadis di depannya kini menatap tajam dirinya dengan hawa membunuh yang sangat besar keluar dari tubuhnya. Keringat kini membasahi tubuhnya berusaha menahan energi yang di keluarkan gadis itu.

Yuuma kini menatap sekiling berusaha mencari celah agar dia bisa kabur dari jeratan maut di depannya kini tapi sayangnya gadis itu telah terlebih dulu membuat kekkai yang sangat besar menutupi hampir seluruh taman ini. 'Kusooooo aku tidak bisa melarikan diri dari sini'

Sementara itu Hinata hanya menunjukkan senyuman sangat sadis dan semakin menaikkan hawa membunuhnya terhadap Datenshi itu. "Berusaha kabur dariku Malaikat terbuang, jangan berharap kau akan selamat. Aku akan melenyapkanmu..." Suara dingin nan menusuk itu membuat nyali Yuuma ciut, tubuhnya bergetar hebat dan sangat kaku. Entah dia bisa selamat atau tidak sekarang dia sudah sangat pasrah dengan malaikat maut di hadapannya ini.

"Kau akan merasakan bagaimana neraka yang sebenarnya wanita jalang! Khukhukhu" Hinata menunjukkan senyum yang sangat mengerikan bahkan lebih menyeramkan dari seorang akuma.

"Aku akan memanggilnya... aku tidak peduli jika aku menghancurkan kota ini yang penting kau lenyap Datenshi sialan..."

'Memanggil apa? Siapa sebenarnya gadis ini" Batin Saber dan Yuuma berusaha menahan ketakutan yang sangat dalam.

"Aku akan memanggilnya sekarang!"

Suhu di taman ini kembali menurun drastis angin berhembus sangat kencang, tanah di sekitar taman itu kini retak dan pohon-pohon kini telah tumbang. Hinata mulai melafalkan sebuah mantra. Tapi sayangnya mantra yang di ucapkan Hinata itu tidak terdengar oleh mereka.

"DATANGLAH SEKARANG AKU MEMANGGILMU...!"

.

.

.

.

~~~~~TBC~~~~~

.

.

.

Special thanks : Namikaze Ichza, Kazuni Kiba, Azriel Longinius, Tuxedo Hitam, Girang namikaze 666, The Black Water, , Red Devil Ngawi, , ShadouRyu-kun, Sandman212, .bs, . Dan semua yang telah mereview chappy 1 kemarin. Arigatou gozaimasu Minna...!

Gomenasai minna Yuzu baru bisa update, derita seorang mahasiswa yang sebentar lagi ujian, tugas yang menumpuk ditambah kerja sambilan Yuzu telah menguras banyak waktu Yuzu untuk menulis Fic Yuzu ini.#eehh jadi curhat Yuzu jadi malu nih... hehehe

Tapi Yuzu tidak akan menelantarkan Fic Yuzu ini..

Dan wowwww Yuzu sangat senang sekali untuk Fic pertama Yuzu telah mendapatkan 53 fav...

Arigatou Gosaimasu Minna...

Yuzu tidak tau harus berkata apa lagi... hehehe

Dan masalah update sepertinya tidak akan lama seperti chappy 2 ini...

Di tunggu aja ya~~~

Gomenasai Yuzu tidak bisa membalas review kalian tapi Yuzu baca kok dan sebagian lagi sudah Yuzu balas lewat pm~~

Untuk yg vote pair Naru-chan masih Yuzu buka. Silahkan vote kembali dan berikan alasan kalian masing-masing kenapa Yuzu harus memilih pair yang kalian sarankan. Untuk yang maniak lolicon manaa suaranyaa...

Oke fix ini adalah hasil dari vote chappy 1 untuk urutan pertama ada

Koneko Toujou nyaan~

Dan menyusul di tempat kedua ada Akeno Himejima

3. Ravel Penex (bener ga tulisannya Yuzu juga lupa XD)

4. Kuroka nyaan~~

5. Sona Sitri

6. Xenovia

7. Irina Shidou

8. Tsubaki Queen dari Sona Sitri ( Yuzu lupa nama klannya Yuzu juga lesu mau browsing lagi XD)

Okee itu adalah vote yang chappy 1. Silahkan vote kembali...

Untuk yang menyarankan Rias-chan... Rias-chan telah masuk pair Naruto bersama Hinata jadi tidak perlu di vote lagi.

Ada yang bertanya apakah Naruto akan menjadi iblis...

Jawabnya di chappy depan... Hihihi

Untuk kemanpuan Saber Lily, akan terjawab nanti di chappy2 yang akan datang.

Mungkin hanya itu aja yang Yuzu sampaikan.

Dan Yuzu tunggu review minna saran atau keripik yang membangun..

Bukan keripik tapi kritik XD...

tapi ingat bahwa semua flame dan penghinaan akan diabaikan, jadi jangan repot-repot menulis mereka… okay...

oh satu lagi Yuzu ini seorang Lady tulen ya bukan cowok -_- Yuzu cukup terhibur dan tertawa ga henti-hentinya baca salah satu review yang manggil Yuzu ini Mas-mas HAHAHA XD mungkinYuzu yang pake pen name Yuzuki Kei terdengar seperti cowo :p tapi sepertinya cewek... #oke lupakan itu..

Oke mungkin sampe disini aja bacotan dari Yuzu ~~~

Akhir kata Wassalam...

.

.

.

.

Ixchel Avariella Log Out ...

Bye bye bye Minna...

Sampe jumpa di chappy depan~~

syalalala~~