*From Okinawa to America* .
.
.
.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Minato x Kushina
Summary ( Full ) : Kata orang, beradaptasi pada lingkungan tempat tinggal yang baru itu sulit sekali. hal ini dialami oleh Kushina Uzumaki, istri dari Johnatan Namikaze atau Minato, yang berasal dari Prefektur kecil di Okinawa, Jepang. suatu hari, sang suami memboyongnya pindah ke rumah baru di kota Seattle, Amerika Serikat. karena masa dinasnya sebagai tentara di Okinawa sudah selesai. bagaimana usaha Kushina untuk beradaptasi dengan kota Seattle yang benar benar berbeda dari kampung halamannya di Okinawa? apakah dia bisa melewatinya? atau .. dia malah menyerah begitu saja?
Author Note : cerita ini mengambil Setting waktu sebelum fanfic PeacekeeperForce.
.
.
.
.
.
Awan mendung menyelimuti langit kota Seattle di pagi hari yang dingin itu. membuat para manusia manusia yang hendak beraktivitas di pagi itu memilih kembali ke ranjang mereka dan melanjutkan tidur. selain karena cuaca dan suhu udara pagi itu benar benar dingin menusuk tulang. hari itu adalah hari minggu, sehingga orang orang bisa kembali melanjutkan istirahatnya tanpa perlu memikirkan pekerjaan mereka di Kantor.
Tak terkecuali Minato dan Kushina. pasangan yang baru menikah 6 bulan yang lalu ini tengah asyik menonton TV di ruang keluarga rumah mereka. dengan menggunakan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua. sebagai penangkal rasa dingin yang melanda dan juga cokelat hangat yang baru saja Kushina buat di dapur, mereka kini tengah menonton sebuah film panas dengan tampang serius, mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh aktor dan aktris yang tengah beradu akting itu dengan cermat, seolah olah itu adalah gerakan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang master atau dewa.
Tunggu, Film..., apa? Film Dewasa? UNTUK APA MEREKA NONTON FILM DEWASA? DI PAGI HARI PULA, TAK SADARKAH MEREKA, KALAU MEREKA SUDAH MENIKAH?
Sebenarnya ini semua ide Minato yang kelewat gesrek dan ekstreme. dia dan Kushina sebenarnya bagun terlalu awal di pagi ini ( mereka bangun jam 6 pagi, sedangkan rata rata orang Amerika baru beraktivitas jam 8 pagi ) karena terlalu awal untuk sarapan, dan ditambah cuaca mendung yang melanda Seattle, membuat mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang dapat menghangatkan tubuh mereka dari udara dingin. Minato awalnya menggelar sebuah kasur mini di depan ruang TV dan juga menyelimuti tubuhnya dan tubuh Kushina dengan sebuah selimut tebal yang diambil dari kamar. hangat sih, tapi rasanya ada yang kurang. Kushina akhirnya memiliki inisiatif untuk membuatkan dua cangkir Cokelat hangat untuk ia dan Minato. hangatnya Cokelat panas itu membuat tubuh mereka jadi lebih hangat. rasa dingin juga berangsur angsur menghilang. yang ada hanya rasa hangat dan nyaman.
"Minato-kun, kita nonton Film yuk, kebetulan aku bawa kaset Super Sentai dari Okinawa. pasti keren deh kalau kita nonton ini pagi pagi" tawar Kushina dengan senyum 5 jarinya yang khas sambil menunjukkan 3 keping Kaset dengan cover yang memperlihatkan 5 orang Super hero tengah melakukan pose keren mereka. membuat Minato terkikik geli. Kushina memang seperti anak anak. dia masih menonton serial Super Sentai di usianya yang ke 20 tahun.
"Hm, bagus juga idemu Kushina-chan. menonton Film di cuaca buruk seperti sekarang pasti pas sekali. tapi jangan serial Super Sentai ya, kita kan sudah pernah nonton itu. pasti akan membosankan" balas Minato sambil mendekatkan tubuhnya pada Kushina. ia lalu mengelus elus perut Kushina yang sudah membesar itu dengan sayang.
Kushina menggembungkan pipinya, kesal karena idenya ditolak oleh sang suami. "Aku gak bakal bosan kok nonton Super Sentai. lagipula itu film anak anak Minato-kun, siapa tahu Naruto juga ikut senang melihatnya dari dalam perut ku!" rajuk Kushina pada Minato. membuat Minato tak kuasa menahan senyum gemasnya. ia benar benar gemas dengan wajah Kushina yang menurutnya sangat moe itu. demi Allah Bapa di Surga. kenapa kau menurunkan bidadari ke bumi ini? namun Minato tetap teguh dengan pendiriannya. ia ingin menonton film lain yang akan benar benar menghangatkan tubuh mereka pagi ini.
"Hehehe, kita akan menonton film lain. film ini bakal jauh lebih seru dari Super Sentai. sebentar ya, akan kuambilkan kasetnya dulu di kamar" ucap Minato sambil berlari menuju kamar. ia lalu kembali ke depan ruang TV sambil membawa satu keping kaset VCD yang tadi ia maksut. Kushina memandang Kaset itu dengan kesal. mana mungkin ada film yang lebih seru dari serial Super Sentai kesukaannya?
"Huummm, baiklah kita nonton film itu. tapi awas saja kalau sampai tidak seru! kupecahkan kaset itu jadi 2" ancam Kushina sambil memandang Minato dengan tatapan membunuh.
"Hehhehe, tenang saja, kau pasti suka kok" balas Minato santai sambil memasukkan kaset itu ke dalam VCD. ia lalu mengambil posisi memangku Kushina. membuat Kushina terkejut dengan perbuatan suaminya itu.
"Hei jangan cari kesempatan dalam kesempitan ah" ucap Kushina saat menyadari bahwa ia merasakan sesuatu yang aneh di pantatnya. seperti sebuah benda yang hangat dan keras. pasti itu ulah Minato.
"Sudah jangan mengomel, nikmati saja film itu" balas Minato. Kushina lalu menatap kayar TV itu dengan serius. Layar TV sedang menampilkan bagian opening dari film itu. lalu muncul sebuah tulisan di layar, 'Sensual Love'. yang merupakan judul dari film itu. Kushina mengerenyit heran. ini bukan film Action seperti Super Sentai. namun saat dia hendak bertanya pada Minato, sebuah adegan ciuman langsung menyambut indra penglihatan Kushina. membuatnya risih.
"Minato-kun, ini sebenarnya film apa?"
"Ssssttt, diam Kushina. sebentar lagi adegan serunya akan muncul" bisik Minato. ia lalu mulai memeluk pinggang Kushina erat. membuat Kushina semakin risih. ia mencoba melpaskan pelukan Minato dari pinggangnya tapi tak bisa, tenaga Minato jauh lebih besar darinya.
dan setelah beberapa menit mereka menonton Film yang diputar Minato, barulah adegan seru yang dikatakan Minato tadi muncul. ya sebuah adegan tidak senonoh yang dilakukan oleh Aktor dan Aktris yang beradu akting di film itu. adegan tidak senonoh itu benar benar ditampilkan dengan jelas. membuat Kushina bergidik ngeri melihat adegan di film itu. ia berkali kali memejamkan matanya agar tidak melihat adegan film itu, tapi telinganya terus mendengar suara desahan, erangan dan juga suara suara tak senonoh lainnya. wajah Kushina merah padam, ia benar benar merasa tak nyaman sekarang. ia lalu menoleh kepada Minato yang sedari tadi diam tak bersuara. membuat Kushina penasaran dengan keadaan suami kuning nya itu.
"Minato-kun kau baik baik saj-, YA AMPUN APA YANG KAU LAKUKAN! KENAPA KAU MENGGESEKKAN ***** MU PADA BOKONGKU? LEPAAASSSS" pekik Kushina histeris saat melihat Minato yang sedang melakukan tindakan mesum pada bokongnya. namun Minato sama sekali tak bergeming. ia malah meremas dada sang istri sambil mendesah. celana kolor yang tadi ia pakai sudah melorot setengah. membiarkan kemaluannya menjuntai bebas menantang Gravitasi.
"Aaaaaaahhhhh, aku sudah tidak kuat, maafkan aku Kushina-chan. aku terangsang. kumohon puaskan akuuuhhh" desah Minato sambil mengocok *****nya yang tegang pada bokong Kushina.
"MINATO MESUUUUUUMMMMMM, KAU BENAR BENAR BODOH DAN IDIIIOOOTTTTT" pekik Kushina sambil melepaskan diri dari pelukan Minato yang mulai melemah. tak puas sampai disitu, ia lalu mengayunkan kaki sebelah kirinya dengan kesusahan lalu mengarahkannya pada selakangan Minato. ia menendang telak kemaluan Minato yang masih tegak. membuat sang pemilik merasakan kesakitan yang luar biasa dalam di area kemaluannya itu bahakan saking kesakitannya, Minato sampai berguling kesana kemari sambil memegang kemaluannya yang mulai lemas itu.
"AAAARRRRRGGGGHHHHHH APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU TEGA MENENDANG *****KU KUSHINA ? SAAAAKKKIIIITTTTT!" jerit Minato sambil terus menahan sakit yang ia deita. sedangkan Kushina hanya menatap Minato dengan datar, seolah tak peduli dengan penderitaan yang ia alami. Kushina lalu pergi melengos ke dapur untuk menyiapkan sarapan. meninggalkan Minato yang kini tampak lemas di lantai. rasa sakitnya sudah mulai menghilang. namun rasa shock dan takutnya masih ada. ia khawatir tendangan spektakulerdari Kushina tadi bisa membuatnya mandul.
"Huhuhuh, aku tidak mau mandul..." ucap Minato dengan nada memelas.
Menyedihkan sekali nasibmu Minato, Minato...
.
.
.
.
"Maaf kalau menunggu lama, Minato-kun! ini sarapanmu, spesial dariku. hitung hitung sebagai permintaan maafku padamu soal kejadian tadi. habiskan ya, Minato-kun!" ucap Kushina sambil meletakkan semangkuk mie dengan kuah yang mengepul keatas. menggoda iman siapa saja yang melihatnya. Minato meneguk ludahnya kasar, mie itu tampak sangat lezat di matanya. apalagi di cuaca dingin seperti saat ini.
"WAAH TERIMAKASIH BANYAK KUSHINA-chan, MIE RAMEN BUATANMU KAN SELALU ENAK!" teriak Minato kegirangan layaknya anak kecil. ia lalu segera mengambil sebuah garpu dan mengambil beberapa helai mie itu dari mangkuk dan memakannya tanpa basa basi. berharap bahwa rasa gurih dan lezat yang akan memenuhi indra pengecapnya.
Namun ekspetasi tak sesuai realita. rasa Mie buatan Kushina itu benar benar hambar dan anyep. hanya ada rasa air panas di kuah Mie itu. Mie nya pun alot dan pendek pendek. seperti makan karet gelang. Minato menyunggingkan senyum miris. apakah Tuhan tengah memberinya azab? kenapa ia sial betul hari ini. sudah ditendang kemaluannya disuruh makan mie karet gelang pula. Minato lalu menatap Kushina yang tengah memakan roti bakar nya dengan nikmat. sejujurnya Minato lebih memilih makan roti bakar itu dibanding makan mie jahanam ini. namun mengingat mie itu buatan istrinya dan istrinya itu tengah memegang pisau yang tadi ia gunakan untuk mengoleskan mentega ke rotinya. pisau itu kelihatan lumayan tajam untuk menembus tubuh seseorang. membuat ia kembali berpikir 2 kali untuk melakukan protes.
"Ehm, Kushina-chan?"
"Iya, Minato-kun?"
"Kau tidak ikut makan mie ini? kenapa kau malah makan roti bakar itu?" tanya Minato hati hati sambil menunggu jawaban Kushina yang sekarang menatapnya dengan heran.
"Oh, soal sih, aku ingin buat dua porsi untuk kita berdua. tapi di rak dapur cuma ada satu bungkus ramen instant yang tersisa. jadinya aku buat satu saja untukmu. tak apalah aku mengalah. itukan bentuk permohonan maafku padamu. ngomong ngomong hebat juga Amerika, mereka mampu membuat Ramen Instant buatan sendiri" terang Kushina pada Minato padat dan jelas sambil terus menggigit potongan roti bakar miliknya dengan lahap.
"Ramen Instant? jadi ini bukan ramen buatan Kushina? tapi tunggu dulu, mana ada Ramen Instant di rumah ini. lagipula dari teksture mie nya, aku yakin ini bukan ramen" pikir Minato dalam hati.
"Eeerrr, Kushina. boleh aku melihat bungkus Ramen instant nya. aku hanya ingin memastikan saja" ucap Minato pada Kushina.
"Hahahaha, kau ini aneh aneh saja Minato-kun. bungkus Ramen Instant saja kau mau lihat. rasanya sangat enak ya? sampai sampai kau mau tahu nama mereknya. tunggu sebentar, akan kuambilkan di tong sampah" balas Kushina sambil menyeret tubuh berbadan duanya ke arah tong sampah. Minato yang tidak tega melihat Kushina harus membungkuk untuk mengambil bungkus Ramen instant pun spontan membantunya. ia ikut mengubek ubek isi tempat sampah untuk mencari bungkus Ramen Instant yang Minato minta.
"Nah yang itu, Minato-kun!" ucap Kushina sambil menunjuk bungkus plastik berwarna merah di dalam tong sampah.
"Yang ini?"
"Iya, yang itu, nama mie nya cukup keren sih. Spa-.. Spag-.. Spag.. gitu deh, susah diucapkan namanya!" seru Kushina sambil menyebutkan nama merek di bungkus mie yang baru saja diambil Minato.
"Oh, ahahaha. yang benar itu Spaghetti. dan ini bukan ramen Kushina. ini mie jenis lain, bukan merk." terang Minato jengkel pada Kushina. pantas saja Mie yang tadi dia makan rasanya aneh. ternyata Spaghetti dijadikan ala Ramen toh, pantas saja.
"Begitukah? ma-maaf Minato-kun. aku tidak tahu. kupikir itu Ramen instant buatan Jepang yang biasa aku beli di Okinawa. aku ini memang bodoh sekali, maafkan aku.." sesal Kushina sambil menundukkan Minato segera memeluknya, tak lupa mengelus rambut Kushina dengan lembut.
"Jangan bilang seperti itu, Kushina-chan. itu tidak apa apa, wajar kalau kau melakukan kesalahan di pagi pertamamu di negara baru. dulu waktu aku ngapel ke rumahmu untuk pertama kali bahkan lebih aku lebih memalukan lagi" hibur Minato pada Kushina. aaahh dia jadi mengenang masa lalu. dulu waktu pertama kali pacaran dengan Kushina di Okinawa. ia diundang oleh klan Uzumaki untuk makan malam bersama di rumah mereka. waktu itu hidangan yang disuguhkan adalah Gurita mentah segar yang masih hidup. Minato yang geli pun terpaksa memakannya. karena tidak mengunyahnya dengan benar salah satu tentakel gurita itu ada yang menempel di lorong tenggorokannya dan membuatnya tersedak membuat ia mengeluarkan kembali gurita itu dari mulutnya. sialnya potongan Gurita itu mendarat tepat di atas kepala Hashirama Uzumaki. ayah Kushina. sontak saja makan malam itu berubah menjadi adegan kejar kejaran antara Minato yang tengah melarikan diri dari amukan sang calon mertua yang tengah mengejarnya sambil membawa Katana miliknya. butuh waktu hampir 3 bulan bagi Minato untuk memulihkan kembali hubungannya dengan sang calon ayah mertua setelah kejadian itu.
"Hihihihi, kau masih ingat saja, Minato-kun"
"Ingat dong, untung kau menyelamatkanku. kalau tidak aku pasti sudah mati" ucap Minato sambil mengecup pelan pipi Kushina.
"Hihihih, kau ini bisa saja. oh ya Minato-kun, bisa kau antarkan aku ke Minimarket nanti? stok barang barang keperluan kita seperti minyak, Air mineral, sabun dan lain lain nampaknya sudah habis"
"Boleh saja Kushina-chan. tapi nanti siang ya! aku mau mengerjakan beberapa dokumen dulu untuk besok" ucap Minato sambil menangkup wajah Kushina dengan gemas. membuat Kushina meronta ronta minta dilepaskan.
"heeeehhhhh heeepassssss" ucap Kushina tidak jelas karena wajahnya sedang ditangkup oleh Minato.
"Kyaaaa, wajahmu imut sekali kalau begini! kalau begitu aku lakban saja wajahmu agar tetap imut seperti ini!" ujar Minato sambil terus menangkup wajah Kushina yang mulai memerah karena diapit dengan paksa oleh sang suami.
"Ah sudah ah, aku mau mandi dulu. sudah agak siang. habiskan Roti bakar milkku saja kalau Mie itu rasanya tidak enak" ucap Kushina setelah melepaskan wajahnya dari tangan Minato. ia lalu mebereskan sampah sampah yang tadi berserakan dan segera menuju kamar mandi utama.
"Aku temenin ya Kushina-chan" ucap Minato dengan tampang mesum yang langsung dibalas Kushina dengan tatapan bak iblis yang siap mencabut nyawa siapaun yang menghalanginya. Minato langsung kicep seketika ketika melihat sang istri yang sudah memasuki devil-mode itu.
Setelah Kushina masuk ke kamar mandi, Minato memutuskan untuk segera menuju ruang kerjanya di lantai atas. ia hendak mengerjakan laporan tugas dan dokumen kepindahan dinas militernya dari Okinawa yang harus diserahkan pada komandan Resimen besok. namun sebelum ia naik ke lantai tas untuk mengerjakan dokumennya, perhatiannya tertuju pada bekas bungkus Spaghetti yang tadi Kushina buatkan untuknya sebagai sarapan. ia terkekeh pelan karena menyadari betapa sembrononya sang istri karena membuatkannya semangkuk Ramen dengan menggunakan Spaghetti.
"Ada ada saja istriku itu, ngomong ngomong aku tidak pernah melihat Spaghetti merk ini di Supermarket atau di toko. dari bungkusnya ini terlihat seperti Spaghetti instant yang diproduksi tahun 80-an" ucap Minato sambil memeriksa kembali bungkus Spaghetti instant itu dengan seksama. sejauh ini tidak ada yang salah, semua bahan yang terkandung di Spaghetti instant itu masih normal. dan sudah mendapat ijin dari BPOM Federal Amerika serikat. namun ia kembali meneliti bungkus Spaghetti instant itu dengan teliti, hingga sampailah dia pada nomer seri dan tanggal kadaluarsa produk Spaghetti instant itu. tulisannya agak kecil dan terletak di lipatan bungkusnya, sehingga orang akan kesulitan membacanya.
Batas waktu konsumsi produk : 19 Januari 1992. PERINGATAN : Dilarang mengonsumsi produk melebihi jangka batas waktu konsumsi produk, efek samping : mual, muntah dan keracunan tidak ditanggung produsen bila Konsumen mengonsumsi di atas jangka waktu yang telah ditentukan.
"19 Januari 1992, itu artinya... 4 tahun yang lalu" ucap Minato pelan setelah membaca keterangan batas waktu konsumsi produk Spaghetti instant itu. ia lalu mengerjap ngerjapkan matanya berkali kali, berharap bahwa ia salah membaca tahun batas kadaluarsa produk itu. tapi tetap saja, keterangan di bungkus Spaghetti itu menunjukkan bahwa Spaghetti instant itu sudah kadaluarsa ppada tahun 1992 atau lebih tepatnya 4 tahun yang lalu.
"Ya Tuhan, sial betul aku hari ini... apa ini tanda darimu padaku agar aku lebih sering ke Gereja, ya Tuhan" lirih Minato sambil mendongakkan kepalanya ke atas., berharap Tuhan memberikan jawaban atas pertanyaanya itu. namun sedetik kemudian badannya melemas. Minato lalu jatuh tersungkur ke lantai. mungkin karena efek syok atau efek Spaghetti kadaluarsa yang baru saja ia konsumsi mulai menyebar ke tubuhnya. matanya terasa berat. nafasnya terasa cepat. namun disaat saat seperti ini ia masih menyungingkan senyum miris. miris karena sebagai seorang prajurit AD Amerika Serikat dia takluk bukan oleh musuh, namun oleh sebungkus Spaghetti instant kadaluarsa.
"Ya Tuhan, teganya Engkau, karena membiarkanku mati karena Spaghetti kadaluarsa" ucap Minato lirih sebelum akhirnya dia pingsan.
Suara terakhir yang Minato dengar sebelum ia pingsan adalah jeritan Kushina yang melihatnya tengah terbujur kaku di lantai Dapur sambil memegang bungkus Spaghetti instant, setelah itu ia tidak ingat apayang terjadi. semuanya gelap seperti di dimensi lain.
Benar benar pagi yang sial untuk seorang Kapten, heh? Minato.
.
.
.
.
.
"Waaahhhh, keren sekali alat ini. dia bisa mengambil minuman secara otomatis. tinggal masukkan uang, langsung jadi deh. benar benar canggih ya di Amerika!" pekik seorang Wanita berambut merah yang tengah hamil sambil berdiri di depan sebuah Vending Machine. disamping wanita itu ada seorang pria berambut kuning yang tengah mendorong sebuah trolli belanjaan di tangannya. ia tampak tersenyum menanggapi ujaran kagum sang wanita berambut merah yang merupakan istrinya itu.
"Ini namanya Vending Machine Kushina-chan. mesin ini dapat melayani kita secara otomatis, alat ini sudah menjadi fasilitas publik yang umum di Seattle bahkan di seluruh Amerika" terang Minato sambil sesekali memainkan troli yang ia pegang. sedangkan Kushina masih memandang Vending Machine itu dengan tatapan kagum, ia bahkan sesekali mengecek ke bagian belakang mesin itu. memastikan tidak ada orang yang mengendalikan mesin itu dari dalam. membuat Minato terkikik geli melihat tingkah Kushina yang 'ndeso' itu.
"Tapi tetap saja ini canggih, Minato-kun. di Okinawa mana ada mesin canggih seperti ini" ucap Kushina sambil mengelus elus Vending Machine itu dengan lembut "Minato-kun, bagaimana kalau kita membeli semua minuman yang ada di dalam mesin ini? siapa tahu ternyata ada orang yang mengendalikan mesin ini dari dalam dan ia akan keluar saat minuman minuman ini telah habis terjual. ayo kita lakuka!" kini Kushina meminta Minato untuk membeli semua minuman di dalam vending Machine itu untuk menjawab rasa penasarannya akan mesin berbentuk persegi panjang itu.
"Ah itu tidak mungkin Kushina, lagipula batas maksimal pembelian di Vending Machine ini hanya 20 dollar dalam sekali beli. jadi tidak mungkin kita bisa membeli semua minuman di dalamnya. ayo kita beli yang lain. katanya kau mau mencari Ramen Instant di Supermarket ini." ucap Minato menolak usul Kushina.
"Begitu ya? sayang sekali. tapi lain kali kita beli minuman di mesin canggih ini lagi ya, Minato-kun" balas Kushina sambil menunjukkan senyum 5 jarinya pada Minato.
"Iya, tapi sekarang kita cari dulu Ramen Instant kesukaanmu itu ya? setahuku di Supermarket ini ada deh. ayo kita cari ke rak bagian sebelah sana!" ucap Minato sambil menunjuk salah satu rak yang menjual makanan instant dan makanan kalengan. Supermarket Seattle adalah Supermarket terlengkap di Seattle. banyak makanan impor dari luar negeri yang dijual disana jadi merupakan keputusan yang tepat bagi Minato untuk membawa Kushina ke sini, apalagi Kushina tengah ngidam makanan khas jepang.
"Hm kau benar Minato-kun, banyak makanan instant buatan Jepang disini. bahkan kepting kalengan yang sangat langka di Okinawa pun banyak dijual disini. benar benar hebat" puji Kushina lagi setelah mereka sampai di rak makanan yang menjual makanan instant dan kalengan import. Kushina lalu segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari Ramen Instant yang sudah diidam idamkannya sejak tadi. namun cukup sulit menemukannya di balik deretan ratusan Produk makanan yang dijual di bagian rak ini. membuat Kushina harus benar benar jeli untuk bisa menemukan Ramen Instant yang ia inginkan itu.
"Haahhh, baiklah aku akan membantu-..
'KRING, KRING, KRING' Suara telephone genggam milik Minato yang ia simpan di saku celananya mengalihkan perhatiannya. ia lalu memutuskan untuk mengambil telephone genggam miliknya dari saku celananya dan memeriksa terlebih dahulu siapa orang yang meneleponnya sebelum ia menjawab panggilan telepon itu.
"Martinez?" ucap Minato dalam hati setelah melihat nama kontak yang memanggilnya via Telephone genggam itu. dari Martinez rupanya, salah seorang rekan bisnisnya. ia lalu menjawab panggilan telephone dari salah satu rekan bisnisnya itu.
"Hei, Kapten Martinez. ada apa? tumben kau menelponku siang siang begini" ucap Minato membuka pembicaraan lewat Telephone genggam itu. membiarkan Kushina yang masih tampak sibuk mencari cari ramen instant kesukaannya di antara rak rak supermarket itu.
"APA, BARANG KITA KENA? BAGAIMANA BISA?" pekik Minato membuat Kushina menolehkan kepalanya ke arah sang Suami yang tampak terkejut saat menerima telepo dari rekan bisnisnya itu. ia lalu menghampiri Minato yang tampak mengerutkan dahinya selama mendengarkan penjelasan dari rekan bisnisnya itu. mulutnya hendak bertanya sesuatu hal sebelum Minato akhirnya terlebih dahulu menginterupsi perkataanya.
"Kushina-chan, ehm begini. Komandan Resimen tengah menelepon, ia ingin berbicara sesuatu yang penting padaku. maukah kau menunggu sebentar disini, aku hanya akan pergi sebentar saja kok. sambil menunggu kau cari saja Ramen kesukaanmu itu terlebih dahulu. barang barang di Trolli ini biar aku yang bayar langsung di kasir ok? jangan kemana mana sebelum aku kembali!" ucap Minato sambil mengecup dahi Kushina lalu segera pergi meninggalkannya sambil membawa Trolli berisi barang belanjaan yang tadi mereka beli.
"Ta-tapi.. HEI, MINATO-KUN! JANGAN SEENAKNYA MENINGGALKANKU DONG!" teriak Kushina mencoba memanggil Minato. namun Minato tetap pergi dengan membawa Trolli berisi barang belanjaan mereka, ia tampak masih menjawab panggilan telephone genggamnya dengan serius. membuat Kushina semakin penasaran tentang isi pembicaraan Minato dengan orang yang meneleponnya itu. kelihatannya sesuatu yang amat penting, pikir Kushinadalam hati.
"Haaahhhh, ya sudahlah. aku cari Ramen Instant lagi saja"
Kushina kembali mengamati setiap rak makanan instant dan kalengan itu dengan teliti, sudah hampir 10 menit ia berjalan bolak balik menyusuri rak bagian makanan instant dan kalengan itu. semua sudah ia lihat dengan teliti. dan tidak ada satu pun tanda keberadaan Ramen Instant kesukaannya itu disini. ia benar benar lelah sekarang, tubuhnya yang dalam kondisi hamil besar memang membuat ia gampang kelelahan, kakinya sudah benar benar pegal sekarang. ia hendak memutuskan untuk menyerah sebelum iris violetnya itu menangkap keberadaan suatu benda yang familiar di pikirannya. benda itu memiliki bungkus bermotif bunga Sakura di bagian luarnya, tak ketinggalan dengan ilustrasi semangkuk ramen hangat nan mengepul yang ada di bmenutupi sebagian besar bungkusnya. di bungkusnya juga terdapat sebuah tulisan berwarna kuning cerah yang merupakan merk dari produk itu, tulisannya adalah Amaterasu Ramen.
Tak salah lagi, dari kemasannya, logo produknya, dan merk produknya. itu pasti adalah Amaterasu Ramen, Ramen kesukaan Kushina sejak masih sekolah di bangku SMU di Okinawa. Ramen Instant yang memiliki cita rasa yang gurih dan lezat mampu mebuat penikmatnya merasakan berada di Surga para Ramen. hiperbola memang, tapi itu yang Kushina rasakan selama ini.
"Akhirnya ibu menemukanmu nak! setelah penantian panjang dan melelahkan aku menemukanmu. kau lihat ini Naruto? ini Ramen terenak yang pernah ibu makan di dunia ini" pekik Kushina kegirangan sambil menunjukkan Ramen Instant itu di depan perutnya. berharap sang bayi dalam kandungan bisa melihatnya juga. ia lalu mengangkat Ramen Instant itu ke atas sambil sesekali melompat kecil, meluapkan ekspresi gembira yang muncul di dalam dirinya setelah berhasil menemukan Ramen Instant kesukaannya itu.
Namun karena terlalu bersemangat, Kushina tanpa sengaja menyenggol tubuh pengunjung Supermarket lain hingga ia terjatuh. untungnya Kushina tidak ikut jatuh karena reflek berpegangan pada rak di depannya. bisa gawat kalau dia terjatuh, bisa bisa bayi dalam kandungannya bisa terancam nyawanya. ingat umur kandungannya yang sudah memasuki umur 5 bulan membuat ia tengah melalui fase rawan bagi kandungannya itu.
"A-ah, Tuan apa kau tidak apa apa? ma-maafkan aku, aku tidak sengaja menyenggolmu. mari kutolong kau untuk berdiri" ucap Kushina sambil mengulurkan tangannya pada Pria yang tidak sengaja ia senggol sampai terjatuh itu. namun Pria itu malah menepis uluran tangannya itu dengan kasar membuat Kushina merasakan sakit yang amat sangat terasa di tangannya karena tepisan kasar pria itu.
"BRENGSEK KAU, MAKANYA JALAN ITU PAKAI MATA BODOH! LIHAT APA YANG KAU LAKUKAN PADA SERAGAM MILITERKU!" bentak Pria berambut perak itu pada Kushina yang tengah ketakutan sekarang. Pria itu nampak mengibas ngibaskan bagian depan seragamnya Milternya yang basah akibat kopi yang tumpah di seragamnya karena tersenggol badan Kushina tadi.
"A-aku benar benar minta maaf tuan, aku tidak sengaja"
"KAU PIKIR SEMUA HAL INI BISA DISELESAIKAN DENGAN KATA MAAF, HAH? LIHAT SERAGAM KU JADI BASAH SEMUA, PADAHAL AKU ADA APEL PAGI DI MARKASKU HARI INI. JIKA KOMANDANKU SAMPAI MELIHAT HAL INI, IA BISA MEMBUNUHKU KAU TAHU? bentak Pria itu lagi pada Kushina sambil menunjuk seragam militernya yang basah kuyup itu. "AKU TIDAK MAU TAHU, POKOKNYA KAU HARUS TANGGUNG JAWAB. CUCI ATAU GANTI SERAGAM MILITERKU SEKARANG JUGA, KUBERI KAU WAKTU 10 MENIT, PAHAM?" sambung pria itu lagi sambil menatap nyalang Kushina yang benar benar ketakutan karena dibentak bentak oleh pria itu.
"Ta-tapi kan aku kan sudah minta maaf, dan aku tak bisa mengganti seragam militermu, sekali lagi aku minta maaf..." balas Kushina, ia mulai menitikkan air mata sekarang. hatinya begitu sakit saat menerima caci maki dari pria yang tadi ia tabrak itu. "Tu-tunggu disini, a-akan kupanggilkan suami ku terlebih dahulu" sambung Kushina. Minato juga seorang tentara, pasti dia tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, pikirnya. namun saat dia hendak pergi mencari Minato. pria berambut perak itu terlebih dahulu mencengkram tangannya, mencegah Kushina untuk pergi.
"JANGAN LARI KAU, KAU PIKIR AKU BODOH APA? KAU PASTI MAU MELARIKAN DIRI. ATAU JANGAN JANGAN KAU INI PENGUTIL YA? KAU PURA PURA HAMIL AGAR BISA MENYEMBUNYIKAN BARANG BARANG HASIL MENGUTILMU DI BAJUMU ITU, YA KAN? MENGAKU KAU!" bentak Kakashi sambil terus mencengkram tangan Kushina dengan erat membuat ia merasa sangat kesakitan. bentakan Kakashi tadi juga memancing perhatian pengunjung lain untuk mengerumuni mereka berdua.
"Hiks.. Hiks.. aku bukan pengutil, tolong lepaskan tanganku tuan, rasanya sakit sekali.. hiks..hiks.." lirih Kushina sambil menangis. ia benar benar merasa malu dan kesakitan. cengkraman pria itu di tangannya benar benar kuat. membuat ia terus menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"HAHAHA, AKTING YANG BAGUS PENGUTIL, TAPI LIAT SAJA SAMPAI MEREKA MELIHAT APA YANG KAU SEMBUNYIKAN DI BALIK BAJUMU INI!" kini tangan Pria itu bersiap untuk membuka baju Kushina. hendak membuktikan bahwa Kushina adalah seorang pengutil dan berpura pura hamil untuk meneyembunyikan barang barang hasil mengutilnya. tangis Kushina pecah sekarang. ia benar benar berharap Minato segera datang. tapi Minato tidak segera datang. apa Minato meninggalkannya? pikir Kushina.
Namun sebelum tangan Pria itu berhasil menyingkap baju yang ia Kushina kenakan, sesorang terlebih dahulu memukul wajah pria itu, otomatis, cengkraman tangannya pada tangan Kushina pun terlepas, membuat ia tersungkur dan menabrak dinding pembatas supermarket. orang itu langsung menarik kerah pria berambut perak itu. mengangkatnya tinggi tinggi, lalu dengan tatapan murka ia menghardik pria berambut perak itu dengan ganas.
"Bangsat kau Kakashi, kenapa kau memperlakukan istriku seperti ini? apa kau sudah bosan hidup, HAH?" hardik Minato pada pria berambut perak yang ia panggil Kakashi itu.
"Ka-kapten Minato?" Kakashi menatap Minato dengan sorot mata ketakutan. "A-a-aku, tidak tahu bahwa wanita ini adalah istri anda Kapten Minato, kumohon... jangan salah paham dulu" sambung Kakashi dengan suara gemetar menahan takut. ia telah salah menuduh orang rupanya, wanita yang telah ia tuduh sebagai pencuri ternyata adalah istri dari Komandan kesatuannya ditambah Minato adalah salah satu orang paling berpengaruh di Seattle maka semakin suramlah nasib Kakashi selanjutnya.
"Huh? kaupikir aku akan terima alasan kekanak kanakan seperti itu?" tanya Minato angkuh, ia kemudia melayangkan sebuah tendangan telak ke kepala Kakashi membuatnya pingsan seketika. "INI YANG KAU DAPATKAN BILA BERANI MENGANGGU ISTRIKU!" bentak Minato pada Kakashi yang telah pingsan di tempat. para pengunjung supermarket yang awalnya mengerumuni mereka pun ketakutan dan mulai meninggalkan TKP. menyisakan Minato, Kushina, dan beberapa orang Security dan juga Kakashi yang telah pingsan.
"Kushina, ayo pulang. kita tinggalkan orang brengsek ini!" ucap Minato sambil menggandeng tangan Kushina yang masih syok karena melihat apa yang Minato lakukan pada pria berambut perak yang tadi tak sengaja ia tabrak dan malah menuduhnya sebagai maling itu.
"Ta-tapi, pria itu.."
"KUSHINA! JANGAN MEMBANTAH!" Minato membentak Kushina dengan nada tinggi, mood pria itu sedang jelek rupanya, tak ingin berdebat lebih lanjut, Minato langsung menarik tangan Kushina untuk segera pergi dari Supermarket itu. sedangkan Kakashi nampak digotong oleh pihak Security Supermarket menuju rumah sakit terdekat. nampaknya Kakashi harus menjalani perawatan yang cukup serius karena luka lukanya itu, ditambah dengan hukuman yang mungkin akan ia terima dari Komandan kompinya itu. mungkin Kakashi lebih memilih berada di rumah sakit lebih lama daripada harus bertemu komandannya itu.
.
.
.
.
Perjalanan pulang dari Supermarket ke rumah mereka lalui dengan diam. sunyi, dan dingin. hanya ada bunyi tuas kopling yang yang Minato gerakkan setiap kali mobil yang mereka tumpangi hendak berpindah gigi. Kushina pun hanya diam membisu sambil sesekali mengelus perutnya yang sudah membesar. ia masih tidak percaya dengan kejadian yang tadi terjadi di Supermarket Seattle tadi. yang mana ia melihat perubahan sifat Minato yang benar benar berbeda. Minato yang tadi ia lihat adalah Minato yang kejam, berhati dingin, dan emosian. bukan seperti Minato yang ia kenal, Minato yang baik, pengertian dan lemah lembut.
"Sampai kapan kau akan terus diam seperti ini, Kushina-chan?" Minato akhirnya memecahkan suasana hening itu dengan sebuah pertanyaan pada sang istri.
"." Kushina hanya diam, tidak mau menjawab pertanyaan sang suami. ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. melihat deretan ladang dan perkebunan yang seedang dalam masa panen, mengingatkannya pada kampung halamannya di Okinawa.
"Kushina..."
"Kau membentakku tadi... Kushina menjawab panggilan Minato dengan sendu. "Kau bukan Minato-kun yang kukenal, kau monster, kau monster, kau monster" sambung Kushina sambil menyamakan Minato dengan monster, tatapannya masih sendu.
"Kalau aku monster berarti kau ranger sentainya dong, ahahahaha" Minato menanggapi jawab Kushina dengan sebuah lawakan garing, namun Kushina tidak merespon, ia masih menatap sendu keluar jendela. Minato mendecak kesal, biasanya Kushina akan merespon setiap lawakan atau guyonan yang ia lontarkan, tapi sekarang beda, Kushina hanya diam.
"Kushina, kau masih marah ya? aku minta maaf deh, habis.. enak saja Kakashi menuduhmu maling dan membuatmu menangis, aku kan suamimu jadi aku mempunyai tugas untuk melindungimu dan anak kita yang ada di dalam perutmu, yaitu Naruto" terang Minato sambil sesekali menengok ke arah Kushina.
"Kau bukan suamiku, tapi kau monster"
"Apa? hahahaha lawakanmu lucu sekali Kushina" tawa Minato hambar sambil tersenyum keki. Kushina masih ngambek rupanya.
"Monster..Monster... Monster durian kuning" celoteh Kushina pada Minato.
"Kushina, hentikan.."
.
"Monster..Monster"
.
"Monster Kuning Jelek"
.
"Monster Namikaze, monster kuning t*i, monster Durian t*i" kali ini Kushina meledek Minato sambil mmenyeringai kecil, namun ia segera merubah ekspresi wajahnya menjadi datar kembali sebelum Minato melihat.
"Sialan, dia mengejek julukan kerenku" ucap Minato dalam hati, namun ia terus berusaha sabar, sabar Minato.. sabar... Tuhan sayang pada anak yang selalu sabar. untung saja Kushina itu istrinya, kalau bukan sudah pasti ia akan membuangnya di pinggir jalan sekarang. Minato menghela nafas panjang, setidaknya Kushina sudah mau berkomunikasi dengannya. tidak seperti tadi yang terus diam. tapi yaaa... begitu.
"~~Minato, Minatoo.. monster durian t*i... sukanya makan t*i... mukanya kaya t*i~~ HAHAHAHAHAHAHAHA" kali ini Kushina tak mampu menahan tawa ngakak yang dari tadi ia tahan. tawa Kushina sangat keras dan dan benar benar lepas, ia sampai harus mengatur nafasnya karena perutnya terasa pegal dan sakit karena terus tertawa. namun setelah itu ia akan tertawa lagi sambil menjambak rambut kuning Minato hingga membuatnya mengaduh kesakitan.
Sementara Minato hanya bisa tersenyum getir ketika sang istri kembali meledeknya dengan menggunakan nada Lagu, sesekali Kushina juga mengejeknya dengan kata kata kotor dan sangat menyakitkan hati. namun Minato terus bersabar, ia ikut tertawa ketika Kushina tertawa ngakak ketika meledek Minato. mood Kushina sudah kembali pulih, Minato menyunggingkan senyum tipis nya ketika melihat Kushina yang masih terus tertawa, mungkin ia harus menjaga emosinya lebih baik lagi. ia tak ingin Kushina tau siapa Minato yang sebenarnya, bisnis yang ia kelola, dan juga kehidupan pribadinya. biarlah Kushina mengenal Minato yang lain, Minato yang baik hati dan ramah. bukan Minato yang sesungguhnya.
"Oooooo... ~Minato suka makan babi... karena itu mukanya mirip babi... MUAHAHAHAHAHAHAHAHA, Minato-kun wajahmu kayak kayak babi gimana ya penampakannya?" Kushina masih terus meledek Minato. wajah Kushina benar benar memerah karena kebanyakan tertawa. wajah Kushina tampak sangat imoet di mata Minato, membuat Minato sempat tergoda untuk men-skidiskidipappap Kushina sekarang, namun ia ingat bahwa Kushina tengah hamil sekarang, sial.. bikin Minato frustasi saja.
Namun sekali lagi, hanya satu hal yang bisa Minato lakukan sekarang yaitu..
Sabar...
.
.
.
.
TBC
^Pojok Author
Yoooo... Minnaaaa,balik lagi ke Fanfiction From Okinawa to America buatan author buluk ini ( itu kenyataan )
Sorry banget baru bisa ngelanjutin ni cerita setelah 1 minggu gak diupdate, maklum sebagai seorang manusia yang memiliki tugas dan kewajiban, saya gak bisa fokus nyelesaiin update Chapter 2 ini secara tepat waktu.
Btw saya mau nerangin satu hal baru, disini Kakashi bakal punya peran vital di kehidupan rumah tangga Minato dan Kushina. lho kok bisa? karena nanti dialah yang akan mengungkap siapa Minato yang sebenarnya pada Kushina ( malah kayak fanfic Crime kan?) tapi... masih lama :V chapter depan masih membahas kepolosan Kushina di kota Seattle, kota yang sangat jauh berbeda dari kampung halamannya di Okinawa.
Ok mungkin segitu aja pesan dari saya dan sampai jumpa di Chapter selanjutnya, Bye bye Readers. selamat menikmati ceritanya ya!
Mohon Kritik dan Saran Tulis di kolom komentar ya!
Salam hangat
Author : Leopard2RI
