(FANFIC: D.N ANGEL/CHAPTER 2/T)
A/N : chapter 2 up! Mian lama~~~ happy reading minna!
TITLE : D.N ANGEL
GENRE : ROMANCE, FRIENDSHIP, SHOUNEN AI
RATING : T
CHAPTER : 2
AUTHOR : 'STAR' YOORI
CASTS : ALL MEMBER SUPER JUNIOR, VICTORIA F(X)
PAIRING : SAPA YAA? #PLAKK XD. JUST READ! MANY MANY MANY PAIRS!
DISCLAIMER : STORY AND PLOT ARE MINE. CASTS ARE BELONG THEMSELVES
WARNING : GEJE, ABAL. TYPO BERTEBARAN, SALAH ALIH BAHASA (?), BORING KUADRAT, SHO-AI!
CHAPTER 2 : A PART OF PUZZLE
Sungmin melirik bingkai foto di samping tempat tidurnya. Potret dirinya dan seorang yeoja cantik yang lebih tua 10 tahun yang lalu.
"Hhh.."
Menghela nafas lalu segera beranjak. Hari ini pasti akan sulit. Sulit sekali.
•••••••••••••••
STAR PRESENTS…
"IT CALLED LOVE"
CHAPTER TWO
STAR YOORI ©2011
SUPER JUNIOR ©SM ENTERTAINTMENT
•••••••••••••••
"Sudah semua."
Ucap Sungmin sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Victoria meletakkan kembali cangkir tehnya dan menatap sang jurnalis muda.
"Yakin cuma itu yang ingin kau laporkan?"
Tanyanya memastikan. Sungmin mengangguk pasti.
"Sebenarnya ada satu hal…"
"Ya?"
Sungmin menghela nafas sejenak. Wajahnya yang manis tampak berpikir keras. Sedetik kemudian mata hitam bulat itu menatap lurus pada sosok cantik di hadapannya.
"Noona―
Masih menatap Victoria dengan amat sangat serius. Seakan harus mengabarkan berita pernikahan Yesung dengan author pada seluruh ELF di dunia. *dibantai tanpa ampun XD*
"Bisakah kau meminta pada OSIS untuk…
.
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
MEMBERI JABATAN YANG LEBIH BAIK PADAKUUU!"
Teriak Sungmin ga nyantai. Victoria cengoh sesaat. Lalu seketika itu juga tawanya meledak. Masih jelas di kepalanya sosok Sungmin yang tiba-tiba masuk ruang Terbit dengan muka bak kalah perang dan nangis bombay bawang segala rupa. Berceloteh ngalur ngidul tentang pemberian jabatan yang dirasanya tidak berperikesungminan. Victoria sih cuma menonton sambil sesekali tepuk tangan. Emangnya Sungmin topeng monyet? *seketika Eunhyuk bersin #plakk*
"Hhahahaha… sudahlah, Minnie… kurasa jabatan itu tidak buruk-buruk amat, kok."
Ucap Victoria berniat menghibur. Tapi memang karena tidak bakat, jadilah Sungmin malah semakin pundung. Elaah Vic… diem aja deh… *digampar Amber (?)*
"Ommona Vicky… bahkan di SM saja posisiku sebagai jurnalis utama sekaligus wakilmu. Mau ditaruh mana mukaku jika harus jadi pembantu umum?"
Dan lagi-lagi Victoria tertawa lepas. Sungmin mulai kesal (lagi). Bagaimana tidak… sedari awal Victoria nampak begitu bahagia melihat penderitaan uri BunnyMin ini. Sungmin yang mengira akan dapat dukungan langsung berniat bunuh diri saat mengetahui reaksi Victoria. Poor Min…
"Ha~ serah deh. Aku tak akan melanjutkan misi ini."
Sungmin melancarkan ancaman tingkat dewa. Bahkan berniat melakukan orasi besar-besaran di kantor kedutaan besar Indonesia. *apahubungannyacoba?* =,=
"Ihh~ gitu aja ngambek. Tambah manis lho, Min…"
Sungmin melotot. Vicky pun senang… hahaha
"Sialan kau, Vic. Sudahlah, aku harus ke ruang OSIS sekarang. Sampai jumpa."
Victoria tersenyum tipis menatap punggung hoobaenya yang semakin menjauh menuju pintu ruang terbit. Sedikit ketakutan yang sudah coba ia redam muncul lagi ketika Sungmin mulai melangkah keluar.
"Minnie!"
Sungmin menghentikan tangannya yang hendak menutup pintu. Mata bulat hitam itu menatap Victoria heran. Sementara yeoja itu hanya tersenyum samar dengan raut cemas yang kentara.
"Ya.."
"Kau tahu… 3 hari kau jadi anggota OSIS. Pasti ada kontra, 'kan?"
Tanya Victoria lirih. Sungmin terdiam sejenak lalu mengangguk kecil.
"Aku tahu kau bisa menghadapinya, Min. karena itu aku serahkan tugas ini padamu."
Ucap yeoja oriental itu sembari menatap dalam kea rah Sungmin yang belum beranjak seinci pun. Namja manis itu melempar tawa kecil lalu berbalik meninggalkan ruang Terbit. Victoria hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan dongsaeng kesayangannya itu. Awal yang mungkin sangat sulit ini tetap harus dilalui, 'kan?
Sementara Sungmin terus berjalan dengan langkah konstan menuju lokernya dilantai satu. Seulas senyum miris terlukis di wajahnya. Dan hanya desah angin yang semilir di pagi itu yang bisa mendengar seuntai kata penuh arti dari bibir Sungmin. Lirih. Sangat lirih.
"Terimakasih banyak,
Noona…"
•••••••••••••••
Sungmin mematung didepan lokernya selama beberapa detik. Menghirup nafas dalam-dalam karena ia tahu apa yang menantinya di balik pintu besi ini.
Hana…
Deul…
Set!
-SSRAAKKKKK!
Puluhan lembar amplop membludak keluar dari loker bernomor 137 itu. Amplop dengan warna hitam atau merah darah yang paling banyak, dan Sungmin tahu apa isinya tanpa membuka.
3 hari semenjak Leeteuk mengumumkan Sungmin sebagai anggota baru OSIS. Dan sejak itulah berbagai ancaman ia dapatkan. Bukan hanya surat-surat dengan segala macam kalimat kotor saja. Sungmin merasa sering diikuti stalker atau kotak bekalnya ditukar, dikunci di kamar mandi hingga dilabrak secara langsung. Berlebihan memang, tapi tidak jika bersangkutan dengan OSIS SouYo yang merupakan impian tiap remaja.
"Hh.."
Hanya dapat mendengus kecil dan merunduk membersihkan kekacauan yang ia perbuat―secara tidak langsung, sih. Susah payah mengumpulkan amplop yang bertebaran di lantai lorong.
"Merepotkan sekali."
Keluhnya sambil membuang sebagian amplop ke tong sampah. Sebagiannya lagi masih digenggamannya. Tidak perlu dibaca satu per satu toh ia tahu bahwa isinya pasti sama semua, 'kan?
Amplop pertama, berwarna hitam, tanpa nama pengirim, hanya di muka amplop laknat itu tertulis sebaris kalimat dengan tinta putih.
'FOR LEE SUNGMIN, YOU'LL DIE SOON!'
Dahi Sungmin berkerut ketika membaca kalimat ecek-ecek(?) itu. Sebenarnya ia ingin tertawa, tapi memikirkan kemungkinan bahwa pengirim surat ini mungkin saja adalah anak seorang paranormal, atau dukun, atau uka-uka(?), atau anak siapa saja yang bisa menyantetnya, Sungmin mengurungkan niat.
Baiklah, langsung buang saja amplop pertama untuk menghindari hal yang tidak-tidak.
Lanjut ke amplop berikutnya, yang ini berwarna merah maroon. Atau… merah darah?
'UNTUK LEE SUNGMIN YANG TIDAK AKAN SELAMAT JIKA TETAP DEKAT-DEKAT DENGAN MY PRINCE CHOI SIWON'
Dan Sungmin semakin heran membaca kalimat di sampul amplop itu. Apa-apaan coba? Sungmin yang merasa dirinya 'Ultimate Seme' jelas tersinggung. Pikirkan saja, jika ia dekat-dekat dengan putra saudagar kaya itu, berarti Sungmin akan menjadi uke. Tak peduli sebesar apa rasa narsisme Sungmin sebagai seme, jika disandingkan dengan namja berbadan kotak-kotak (?) itu tetap saja akan jadi uke.
Sungmin mendesis membayangkan hal itu benar-benar terjadi. Sudahlah, kita lupakan sejenak. Mari buang amplop tadi dan ambil amlpop berikutnya.
'UNTUK LEE SUNGMIN-SSI'
Hee? Sopan sekali untuk ukuran surat ancaman, 'kan? Sungmin yang malah jadi penasaran pun membuka amplop berwarna putih itu (yang biasa dipake author buat nyumbang orang kawinan #plakk). Dan seketika mata bulat indah namja manis itu membulat membaca isi surat yang cukup ringkas. Singkat, padat, jelas dan… umm… bagaimana, ya… kotor mungkin?
'HEI, U! I CALL U BAST*RD. F*CKING B*TCH. ASSH*LE!
STAY AWAY FROM DNA! HOW DARE U APPROACH OUR PRINCES!
U SMELLY MUD!
GOT IT? KAU TIDAK PANTAS JADI ANGGOTA OSIS! DASAR MURAHAN!'
Baiklah… ijinkan author sholat dan baca Istigfar dahulu. =,=
"Dasar tak beradab…"
Desis Sungmin setelah berhasil mengatasi shocknya meski sungguh mental namja manis itu mulai gentar. Meremas kertas putih itu menjadi tak berbentuk dan melemparnya ke tong sampah. Mari kita kuatkan diri. Dengan cepat, jari-jari lentik Sungmin memilah-milah tumpukan amplop di tangannya. Membaca dangan cepat apa-apa saja yang ditulis di amplop beraneka warna itu tanpa berniat membuka isinya.
'UNTUK SUNGMIN JELEK! Xp'
'LEE SUNGMIN. DARI ANTIFANSMU!'
'UNTUK SUNGMIN-AH YANG TIDAK TAHU DIRI'
'UNTUK SUNGMIN BABO!'
'SPECIAL FOR SUNGMIN UNYUU~' (?)
'UNTUK SUNGMIN: CEPAT KEMBALIKAN HUTANGMU!' (?)
'FOR MY BUNNY PRINCE'
Err~ yang itu tadi mungkin bisa disimpan. (=,=)a
'WITH LOVE, MALAIKAT PENCABUT NYAWAMU'
'FOR SUNGMIN-SSI, I HATE YOU SO WELL!' =,=
-SRAAKK!
Yak! Berakhir di tong sampah, saudara-saudara. Sepertinya inilah 'Kontra' yang disebutkan Victoria tadi.
"Hah~ kenapa jadi begini."
Desah Sungmin sambil meraih tasnya dan menutup pintu loker keras-keras. Setidaknya itu bisa sedikit melampiaskan kekesalan. =,=
Meski sebelumnya ia sudah tahu akan ada konsekuensi besar ketika menerima misi berat dari Victoria, sungguh Sungmin tidak menyangka akan seribet ini jadinya. Menerima beberapa kontra di hari-hari awal, sih wajar-wajar saja. Tapi sekarang jadi tidak wajar jika di hari ketiga, setengah dari jumlah siswa SouYo menolaknya mentah-mentah. Ancaman atau tindakan frontal seringkali harus Sungmin hadapai di 3 hari ini. Beruntung kemampuan martial arts-nya benar-benar befungsi sehingga sampai detik ini ia belum terluka. Belum. Entah akan jadi bagaimana nanti.
-Tap!
Sungmin yang mulai berjalan menuju ruang OSIS sedikit melambatkan langkahnya ketika mendengar seseorang sedang berbicara. Padahal ini masih jam pelajaran (terimakasih pada Leeteuk yang memanggil seluruh anggota OSIS untuk rapat dadakan saat kelas Sungmin akan mengadakan ulangan Fisika XD). Sungmin berhenti di tikungan lorong. Tubuhnya merapat di tembok, sedikit memiringkan kepalanya untuk mengintip dua orang yang sedang terlibat dalam pembicaraan itu . dua? Ya. Seorang yeoja cantik berambut coklat panjang yang membawa kotak bekal dan secarik surat berwarna pink sedang berbicara dengan nada gugup yang kentara. Di depannya, seorang namja tampan dengan tinggi 181cm, berambut hitam ikal dan ekspresi wajah yang datar. Super datar mungkin lebih tepat.
"Kyuhyun."
Desis Sungmin lirih ketika menyadari siapa namja yang sedang bersandar di tembok itu.
"Umm… K─Kyuhyun-ssi… bagaimana?"
Suara yeoja yang dikenali Sungmin sebagai Seo Joohyun, siswi kelas 1-4 yang menurut teman-teman sekelasnya adalah primadona sekolah. Sungmin sebenarnya sedikit heran ketika mendengar hal itu. Yang ia pikirkan saat itu adalah: 'Bukankah primadona sekolah itu Wookie?'
-Doeng~~
Elaahh, Min… =,= astajim… inget… Wookie itu namja, Min. Namja!
"Apanya?"
Kali ini suara bass Kyuhyun yang terdengar tidak tertarik. Sungmin menyipitkan matanya menatap Seohyun yang terlihat sangat tegang seperti akan meledak. Yeoja cantik itu meremas kotak bekal putih di tangannya. Wajahnya menunduk membuat poninya menutupi paras yang tengah merona hebat itu.
"Nn… ap─apa… k─kau menerima pernyataanku?"
Ucap Seohyun setelah sekian menit terdiam. Sungmin yang masih di balik tembok belokan laknat itu sedikit tertegun. Jadi tadi Seohyun sedang menyatakan perasaannya pada Kyuhyun?
Sungmin membayangkan kemungkinan yang bisa terjadi. Sudah pasti Kyuhyun akan menerima Seohyun. Itu yang dipikirkan Sungmin.
"Oh.."
Satu kata yang sontak membuat Seohyun mengangkat wajahnya dan membuat Sungmin sweatdrop ria. Masa Cuma itu komentarnya setelah ditembak the most wanted girl in SouYo?
Seohyun mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan jawaban Kyuhyun. Sementara namja itu masih belum menunjukan ekspresi apapun yang bisa dibaca. Kedua tangannya dimasukkan di saku dan tubuh tegapnya masih bersandar di tembok. Kyuhyun memutuskan untuk berdiri tegak setelah menghela nafas kecil. Tangan kanannya menepuk bahu kiri Seohyun singkat lalu berjalan menjauhi yeoja itu. Seohyun mematung. Sungmin sama.
"Seohyun-ssi, sebaiknya kau segera masuk kelas. Nanti Lee seonsaengnim bisa marah."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ha?
Sungmin melongo sapi mendengar jawaban asal-asalan Kyuhyun tadi. Bagaimana bisa ia mengacuhkan gadis sekaliber Seohyun dengan begitu mudahnya? Sementara namja-namja lain pasti rela masuk jurang hanya untuk menarik perhatian yeoja cantik itu.
Perlahan tapi pasti Sungmin mulai mendengar isakkan Seohyun. Namja manis itu menghela nafas dan berjalan mendekat. Seohyun yang tidak menyadari kehadiran Sungmin masih sibuk menangis.
"Sudahlah."
Ucap Sungmin singkat. Seketika Seohyun menatap Sungmin kaget. Matanya tampak gelisah karena pengakuan cinta gagalnya ternyata dilihat orang lain.
"Jangan menangis."
Ucap Sungmin sambil mengulurkan sapu tangannya. Seohyun menatap mata bulat Sungmin yang terlihat―entah kenapa―sangat tulus. Seulas senyum kecil terulas di wajah namja manis itu. Seketika semburat merah menguar di pipi Seohyun.
"Ga─gamsahamnida, Sungmin-ssi."
Tangan mungil yeoja itu meraih sapu tangan Sungmin malu-malu. Sedikit membungkuk menunujukkan rasa terimakasihnya.
"Ne."
Satu kata dan Sungmin berlalu dari hadapan Seohyun. Meninggalkan yeoja yang kini tengah menatap punggungnya penuh kekaguman.
•••••••••••••••
Sungmn's POV
Aku mempercepat langkah menuju ruang OSIS. Sudah dipastikan bahwa aku terlambat. Salahkan Victoria yang tadi tiba-tiba mengiterogasiku. Salahkan surat-surat ancaman laknat itu juga. Oh, ya, jangan lupa salahkan Kyuhyun dan Seohyun yang sempat jadi penghalang (?).
Hah~ sebenarnya aku lelah. Sungguh. Entah mengapa aku merasa tidak akan sanggup menyelesaikan misi ini. Kupikir semua akan membaik seiring berjalannya waktu. Tapi nyatanya malah semakin buruk. Akan lebih mudah jika saat ini aku tidak berjalan sendiri. Vicky noona tentu tidak bisa mengiringiku mengingat kesibukannya di SM. Teman-temanku menjauh, aku tahu alasan mereka. Popularitasku yang melonjak dan itu membuat mereka menyingkir. Sementara anggota OSIS lain sibuk dengan tugas mereka masing-masing dan aku yakin mereka tidak akan sanggup untuk sekedar membantuku mengatasi para 'AntiFans' yang menggila. Mereka sangat sibuk. Dan aku sendiri… aku benci… benci sekali ketika menyadari bahwa aku sendiri…
-Pik! Pik! Pik! Zing! Tulluliulilulilut… -,-a #apasih?ganggu suasana =,=
Aku menoleh ke arah suara gaje itu. Sesosok namja sedang duduk memeluk kakinya yang jenjang tepat di samping pintu ruang OSIS. Dagunya tertempel di lututnya yang ditekuk. Mata hitam obsidiannya menatap lekat pada benda hitam yang sedang dimainkannya, sumber suara gaje tadi. PSP. Aura sekitarnya entah kenapa suram sekali. Dia ini gamer atau paranormal sih?
-Pik!
Ah, dia mematikan PSP-nya dan menatapku dengan aneh. Apalagi sekarang…
"Hai, Bunny!"
Namja ini―si alien sakit jiwa―putra bungsu keluarga Cho, Kyuhyun yang baru saja menolak Seohyun. Ngapain juga ini anak malah pundung disitu.
"Hai, Kyu. Kenapa tidak masuk?"
Tanyaku basa-basi. Kyuhyun berdiri dan mengantongi 'pacar' kesayangannya itu. Sekali lagi ia melempar senyum manisnya padaku. Merinding, nih.
"Aku menunggumu."
"Kurang kerjaan…"
"Memang."
Ugh~ dia ini benar-benar… ah! Iya! Ada sesuatu yang harus kutanyakan padanya. Perihal kejadian tadi.
"Kyuhyun-ah? Boleh aku bertanya?"
"Ne ^^"
"Kenapa kau menolak Seohyun-ssi?"
Seketika senyum di wajahnya menghilang. Entah kenapa. Apa aku menyinggungnya?
"Aku?"
Dan dia tersenyum lagi. Senyum yang sedikit berbeda… tapi aku sendiri juga tidak tahu disisi mana perbedaan itu. Dan aku mulai merasa anak ini punya banyak sisi misterius. =,=
"Seohyun tidak menarik bagiku."
HWATS? Tidak menarik katanya? Yang benar saja! Dia ini bodoh atau sombong sih?
"Tid―tidak menarik? Lalu yang seperti apa yang menarik?"
Tanyaku pelan. Sedikit banyak aku penasaran dengan isi kepala alien ini. Apa ada otaknya? Atau ada PSPnya? Atau Cuma ada author dikepalanya? #kyaaaa ^/^ *dibantai*
"Yang menarik―
Perlahan Kyuhyun berjalan mendekatiku. Alamat ga enak lagi ini… =,=
Sebisa mungkin aku menjaga jarak dengannya. Kutatap matanya yang hitam menyejukkan. Eh? Apa yang kupikirkan? Sepertinya aku mulai gila karena dekat-dekat dengannya. Tidaaaak… mau ditaruh mana muka semeku? (?)
Kyuhyun semakin mencondongkan wajahnya padaku. Senyumnya kembali seperti semula. Mesum dan menyebalkan! DX
"―BunnyMinnie menarik kok"
.
Jlegerr~~ mulai deh… kuabaikan namja keturunan alien hijau itu dan kuteruskan langkahku membuka pintu ruang OSIS. Si alien mengikutiku dari belakang. Kami jadi seperti anak bebek dan induknya. =,=
"Annyeong…"
Sapaku pada seluruh penghuni ruangan. Leeteuk hyung tidak ada di tempatnya. Entah kemana. Heechul hyung dan Siwonnie yang sedang sibuk berbincang tersenyum ramah membalas sapaanku. Err.. sebenarnya hanya Siwon, sih. Karena Heechul hyung sepertinya belum mau berteman denganku. Poor me~ TT^TT
"Annyeong, Minnie-chan."
Aa~ sudah bisa ditebak, 'kan, siapa pemilik suara tenor yang barusan menyapaku. Aku menatap Ryeowook yang tersenyum ke arahku dan kembali menata arsip entah apa di lemari data. Yesung hyung membantunya mencapai tempat tinggi, mengingat tubuh Wookie-ku yang memang mungil itu. Sebenarnya aku tidak masalah. Yang jadi masalah adalah…
POSISI WOOKIE DAN YESUNG HYUNG TERLALU DEKAAAATTTTT! *caps lock jebuol*
Ahhh~ demi Bada~~ lihat saja! Wookie sibuk menata di rak tengah, sedangkan tepat dibelakangnya, Yesung hyung menata berkas-berkas di rak atas. Dengan posisi tubuh yang sangaaattt―bahkan terkesan menempel―dekat. Unyunyunyunyu (T3T)
"Heyo, Sungmin oppa…"
Xian Hua yang barusan masuk (dengan sedikit melabrak bahu Kyuhyun yang masih mematung di pintu -,-) menyapaku. Aku tersenyum menatap yeoja manis itu. Rambut coklat panjangnya dikuncir ekor kuda. Hari ini cantik sekali~~ *jiahh~ langsung lupa dia sama wookie =,=*
"Hi, Liu."
Kemarin sebelum pulang, Leeteuk hyung menyuruhku untuk memanggil seluruh member DNA tanpa embel-embel –ssi. Supaya lebih akrab katanya.
Xian Hua tersenyum. Matanya yang sipit terlihat menawan. Aa~~ kayanya bisa dijadikan pelarian nih… XD *dibantai strings*
"Eh? Wookie oppa, Yesung oppa… kalian ngapain?"
Tanya Xian Hua yang sweatdrop melihat kelakuan dua rekannya. Pertanyaanku terwakilkan… hahaha…
"Sedang menata arsip siswa, Xian Hua. Kau mau membantu?"
Wookie menjawab dengan tenang tanpa mengalihkan pandangannya. Dan kini, lengan Yesung hyung yang sedang terulur mengambil setumpuk data di rak atas terlihat seakan sedang memenjarakan Wookie... huweee… apa-apaan sih mereka?
"Ha? Tidak ah~ aku tidak mau jadi orang ketiga…"
Jawab yeoja berpipi tembem itu santai dan berjalan ke mejanya. Meraih biola. Ih? Apa coba maksudnya dengan orang ketiga? Mereka tidak ada hubungan apa-apa 'kan? Kalau memang ada… aku yang akan jadi orang ketiganya… hohohohohoho~~ *evilmin m.o*
"Wookie… mau kubantu?"
Aku menjajakan―eh, maksudnya menawarkan diri. Ryeowook berbalik sehingga kini ia berhadapan dengan Yesung hyung dengan jarak kurang dari 5cm. Yesung hyung sontak menjauhkan diri dan berjalan menuju meja Wookie untuk mengabil arsip lain.
Fiuh~ begitu lebih baik. Sekarang Wookie menatapku dan tersenyum manis semanis aku. Eh, tidak tidak… aku tidak manis, tapi manly! Author, tolong diperjelas, MANLY!
HAHAHAHAHAHAHA *lempar bakiak*
"Arigatou, Minnie. Tapi sepertinya tidak perlu. Aku sudah selesai… ^^"
=,=
Sudah selesai? Terus kenapa tadi dia minta bantuan Xian Hua?
"Oh, begitu ya…"
Wookie mengangguk pelan dan menghempaskan tubuhnya di sofa. Bulir-bulir keringat tampak memenuhi wajah manisnya. Kelelahankah?
"Kau pusing, Ao?"
-Deg!
Ao?
0.0
Sebentar… i-itu tadi? Yesung hyung? Suara serak bariton tadi milik Yesung hyung! Seseorang yang memanggil Wookie dengan sebutan 'Ao' tadi Yesung hyung!
Astagaa~ aku masih menganga karena terlampau shock. Untuk pertama kalinya aku mendengar suara asli milik Yesung hyung! Padahal aku sudah 2 tahun disini dan ini adalah kali pertama aku mendengar suaranya… #lebay deh ah =,=
"Ie, nii-chan. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah."
Yesung hyung yang mendengar jawaban Wookie segera meraih botol air mineral dan menyodorkannya. Namja mungil itu tersenyum dan meneguk airnya sedikit.
Dan aku? Masih shock!
"Heyo, Bunny… terpukau dengan suara Yesung hyung, um?"
Sekejap bulu romaku menegak. Suara bass yang barusan mendesah di telingaku masih terngiang-ngiang. Dan kurasakan panas tubuh seseorang tepat di belakangku.
"Diam dan menjauh, Kyuhyun."
Aku mendesis menahan marah. Namja ini… boleh tidak aku membunuhnya, thor?
*Author: He? Silakan XD #dirajam sparkyu*
-sret
Dan aku semakin merinding ketika kurasakan sepasang lengan kokoh melingkar lembut di leherku. Aku tahu betul siapa yang memakai jam tangan hitam merk Okley ini…
"Wah… padahal aku maunya dekat-dekat lho…"
Baiklah… mari kita ubah BunnyMinnie menjadi DevilMinnie.,
-SRAKK!
"AWW! Heiooohh… BunnyMinnie… sakit tahu…"
Hahahaha… selamat, Cho Kyuhyun. Kau akan mendapat sebuah memar di kakimu setelah ini. Jika masih berminat, silakan hubungi aku. Dengan senang hati akan kuinjak kakimu penuh cinta.. kkkkk~
"Nah, Chulie hyung. Sepertinya Minnie bisa menjinakkan Evil Magnae kita ya…"
Siwon tertawa senang sambil menatap si alien yang masih meringis kesakitan. Heechul hyung yang duduk di pinggir meja sang Seksi bag. Olahraga hanya tersenyum mengejek ke arah Kyuhyun. Aku sih… sebodo amat.
-Krieettt
"Annyeong…"
Sontak seluruh member DNA menoleh ke asal suara. Leeteuk hyung tersenyum manis di ambang pintu. Di tangannya terdapat kotak besar yang entah apa isinya. Jiwaku sebagai pembantu umum pun muncul. Kuraih kotak itu dan meletakannya di meja Leeteuk hyung. Ck! Sekali pembantu tetap pembantu. T^T
"Ah, gomawo, Sungmin-ah. Kau baik sekali…"
Ucap Leeteuk hyung sambil mengeluarkan jurus Angelic-and-powerful-smilenya. Aku balas tersenyum dan mengangguk kecil.
"Ada apa memanggil kami?"
Tanya Heechul hyung yang sudah duduk manis di bangkunya. Aku berjalan dan duduk di bangkuku, tepat disamping Xian Hua (yang berarti berseberangan dengan Kyuhyun =,=).
Kini semuanya sudah duduk manis layaknya anak TK akan makan bersama. #plakk
Termasuk Wookie dan Yesung hyung. Ah~ aku jadi memikirkan suaranya lagi =,=a
"Nah, karena kita sudah memasuki semester 2 tahun ajaran baru. Kepala sekolah sudah memberikan ijin untuk ekstrakulikuler berjalan."
Ah~ kepala sekolah itu. Bagaimana ya… sejujurnya kami, seluruh siswa di SouYo belum pernah melihat wajahnya. Kalian kaget? Aku juga =,=
Setiap ada even penting, pasti diwakilkan oleh seseorang siapalah itu. Jadi bisa dibilang ia bekerja di balik layar tak tersingkap #halah. Baik, lupakan sejenak masalah Ketua Sekolah nan misterus itu. Kembali ke topik…
"Karena itu, sekarang kita harus membagikan blangko option ekskul untuk siswa kelas 1."
Lanjut Leeteuk hyung.
"Kalau hanya membagi blangko, tidak harus semua anggota OSIS, 'kan, hyung?"
Tanya Xian Hua menginterupsi. Leeteuk hyung tersenyum kecil.
"Kau benar, Xian Hua. Tapi masalahnya… sekarang kita juga harus menempelkan pamflet promosi dari tiap klub ekskul."
"HWATT?"
Nah, Heechul hyung spontan terkejut. Aku juga sih. Klub di SouYo ini bejibun banyaknya! Bagaimana bisa…
"Begitulah, Chulie… ^^"
Heechul hyung makin terperangah menatap ekspresi santai Leeteuk hyung.
"Kenapa klub-klub itu tidak promosi sendiri?"
Tanya Siwon yang diikuti anggukan Wookie. Leeteuk hyung menghela nafas kecil dan melirik kotak besar yang ternyata berisi blangko serta pamphlet itu.
"Apa kau lupa, Siwonnie. Saat tahun lalu kita membiarkan tiap klub untuk menempelkan pamfletnya sendiri-sendiri? Hah~ mereka malah saling menyerang untuk mendapat tempat strategis. Dan ujung-ujungnya, kita malah tambah repot."
Ucap Leeteuk hyung sambil terkekeh geli. Seketika Siwon dan yang lainnya mengangguk mengerti. Kurasa ini memang langkah satu-satunya untuk menghindari insiden berdarah itu lagi… =,=a
"Baiklah, sekarang kita bekerja secara tim. Siwon dan Xian Hua, kalian tempel pamflet di bagian utara, Wookie dan Yesung, kalian ke bagian selatan. Kyu, kau dan Sungmin-ah membagikan blangko ke kelas 1-1 dan 1-2. Sementara aku dan Chulie akan membagi blangko ke kelas 1-3 dan 1-4. Mengerti semua?"
Hua? Apa? Aku satu tim dengan alien sakit jiwa inih? Demi Bada~~ apa dosaku? T^T
"Ok."
Ucap semua member kecuali aku. Aku tidak rela! Mending sama Wookie, deh… TT^TT
Kutatap Kyuhyun yang sedang menatapku juga. Masih setia dengan senyum mesum menyebalkan itu!
"BunnyMinnie… kita satu tim, lho…"
ARGHHH! BUNUH SAJA AKU! DX
•••••••••••••••
"Bunny, kau ke kelas 1-1, ya. Aku akan ke kelas 1-2."
Ucap Kyuhyun sambil menunjuk ruangan di depannya. Sungmin mengangguk kecil dan melangkahkan kakinya menuju kelas 1-1. Sedikit hawa tidak enak menguar dari tempat itu membuat bulu kuduk Sungmin berdiri.
-Tok! Tok! Tok!
Tak ada jawaban. Namja manis itu memutuskan untuk langsung membuka pintu. Seketika itu pula, seluruh mata milik murid kelas 1-1 terarah padanya. Sungmin menelan ludah.
"Annyeong…"
Sapanya kaku dan berjalan ke depan kelas. Perlu beberapa menit untuk Sungmin menyadari kejanggalan disana. Bahwa seluruh murid di kelas itu memandangnya dengan tatapan membunuh. Sungmin tahu jelas itu. Dan seketika itu juga, Sungmin menyesali keputusannya untuk masuk ke ruangan itu. Yang jelas-jelas adalah…
Kawasan terbesar dari kumpulan 'AntiFans'nya.
"Wah, wah… there's a b*tch in our class, gals."
Sungmin menatap dingin kea rah seorang yeoja pirang yang barusan berbicara. Namja manis itu mencoba bersikap setenang mungkin tanpa menunjukan ekspresi berarti.
"Punya nyali juga, ya. Babo."
Sambung yeoja lain berambut hitam pendek. Sungmin mulai tak sabar.
"Mianhamnida sebelumnya. Tapi saat ini, saya hanya ingin membagikan blangko option ekstrakulikuler sesuai yang diperintahkan Ketua OSIS."
Ucap Sungmin tenang sambil mulai membagikan kertas putih di tangannya. Beberapa bangku terlewati, hingga seorang namja bertubuh besar merebut tumpukan kertas itu dari tangan Sungmin dan menghamburkannya tepat di wajah sang jurnalis mata-mata (?).
Sungmin tersentak dan seketika suara gelak tawa membahana di tiap sudut ruangan itu. Namja bertubuh besar tadi tertawa terbahak-bahak sembari memegangi perutnya.
"HAHAHA… dasar idiot!"
Sungmin menghela nafas panjang dan menatap tajam kea rah namja tadi.
"Shut up, dummy."
Desis Sungmin penuh penekanan. Seketika namja bertubuh besar itu terdiam. Diikuti suasana kelas yang mendadak hening.
"Apa kau bilang?"
Seru namja itu dengan tatapan nyalang kea rah Sungmin yang jelas-jelas bertubuh lebih mungil.
"I said, ..DUMMY."
Ucap Sungmin dengan jelas. Sangat-sangat jelas.
-BRRAAAGGGG!
Dengan satu sentakan dan tubuh Sungmin terhimpit di tembok. Namja manis itu hanya diam tanpa ekspresi, seakan tidak merasa sakit sedikitpun.
"Wah, Jonghun, kau melukainya."
Ucap salah seorang dari mereka. Namja besar itu―Jonghun tersenyum meremehkan. Langkahnya konstan mendekati Sungmin yang masih bersandar di tembok.
"Kau yang dummy. Kau masih berani jadi anggota OSIS setelah mendapat penolakkan besar-besaran macam itu? Tidak tahu malu."
Desis Jonghun sambil mencengkeram kerah seragam Sungmin. Sekali lagi Sungmin hanya diam tanpa ekspresi. Membuat Jonghun naik pitam.
-BUAGGG!
Satu pukulan telak di pipi kanan Sungmin. Anyir darah mulai mengalir dari ujung bibirnya.
Sementara kelas itu kembali diliputi gelak tawa.
"Itu karena kau tidak mengindahkan peringatan dari kami, Sungmin-ssi."
Dengan nada muak. Sungmin tak bergeming meski sudah dipastikan pipinya akan memar. Meski dengan sekali sentak pun ia yakin bisa mengalahkan namja besar ini. Tapi ia urungkan niatnya. Saat ini ia tahu betul posisinya yang membawa nama OSIS. Sekali ia membalas, maka tercorenglah nama organisasi yang ia bawa.
"Bisakah kalian menerimaku?"
Tanya Sungmin dengan tatapan dingin. Intonasi bicaranya seakan menuntut keadilan. Yang sayangnya hanya dibalas senyum remeh dari murid 1-1. Jonghun tersenyum sinis lalu berniat melayangkan tinjunya ke pipi kiri Sungmin. Namja manis itu sontak menutup matanya. Hingga…
-BRAGGGG!
Tidak ada pukulan di pipi kiri. Sungmin membuka matanya perlahan. Seketika membelalak mendapati Kyuhyun berdiri membelakanginya, sementara Jonghun telah tersungkur di lantai dengan sangat tidak elit.
"Kyu…"
Bisik Sungmin sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. Kyuhyun menoleh. Wajah tampan yang biasa tersenyum evil itu kini tampak khawatir. Sosoknya yang biasa dingin tanpa ekspresi di hadapan orang lain (kecuali member DNA) kini tengah cemas menatap sosok yang tersenyum lemah di depannya.
"Bertahanlah, Minnie."
Bisik Kyuhyun sambil meraih tubuh lemas Sungmin ke dekapannya. Matanya memerah menahan emosi. Di tatapnya seluruh nyawa di kelas itu dengan tatapan membunuh. Seketika semua bergidik ngeri melihat sosok lain seorang Cho Kyuhyun. Kyuhyun yang selama ini mereka anggap sebagai the real prince, dengan pembawaan tenang, senyum menawan, kini menjelma menjadi sosok lain yang sungguh berbeda. Sangat berbeda.
"Kalian tidak berhak menentukan siapa yang akan jadi anggota baru OSIS. Apa yang kalian lakukan sekarang hanya akan menjadi refleksi buruknya latar belakang dan pengajaran yang kalian peroleh. Berubah atau kalian hanya akan menjadi seonggok sampah busuk."
Tajam menusuk. Kyuhyun menghentikan ceramah singkatnya dan menggendong Sungmin kembali ke ruang OSIS. Meninggalkan seluruh murid 1-1 yang terdiam menyadari kebodohan akibat rasa cemburu mereka. Kyuhyun benar.
•••••••••••••••
Kyuhyun sibuk menguap tanpa memperdulikan ocehan Heechul yang belum berhenti sejak setengah jam yang lalu. Sementara Heechul berdecak kesal.
"Kyu, bisakah kau bersikap dewasa? Demi Heebuuum… (?) kau membawa nama OSIS, Kyu. Kau harusnya berpikir jernih, bukan mengedepankan emosi dan fisik seperti itu."
Cuap sana cuap sini. Siwon, Xian Hua, dan Ryeowook yang menonton hanya terkikik kecil. Sedikit menggelikan melihat Heechul yang saat ini seperti ibu-ibu arisan.
Sungmin tersenyum kecil melihat pertengkaran dua rekannya. Tubuhnya masih tergolek lemah, bersandar di sofa ruang OSIS. Disisinya, Yesung sedang memeras handuk kecil di baskom air hangat lalu menempelkan handuk itu ke pipi kanan Sungmin.
"Gomawo…"
Ucap Sungmin lirih sambil memegangi handuk hangat itu agar tetap di posisinya. Yesung mengangguk kecil.
"Sungmin-ah…"
-Deg!
Walaupun Sungmin sudah pernah mendengar suara namja disampingnya ini, tetap saja kaget, 'kan?
"Ya?"
Yesung menatap mata Sungmin dalam.
"Memarmu akan hilang agak lama. 3 hari mungkin. Bisa cepat asal dikompres dengan air hangat secara rutin. Jangan dengan air es. Itu malah memperparah. Jangan dioleskan balsam atau salep. Itu juga memperparah. Semoga cepat sembuh."
Ucap Yesung cepat lalu meraih baskom dan beranjak keluar. Bahkan tanpa memberi kesempatan Sungmin untuk menjawab. Dan semua… mari kita lihat bagaimana kondisi uri Sungminnie… mata terbelalak, mulut menganga, dan shock berat. Ckckck… Yesungie… kau harus bertanggung jawab lho~~
"Minnie? kau baik-baik saja?"
Ryeowook mengguncang tubuh Sungmin pelan. Mengembalikan namja manis itu ke alam nyata.
"Ne, Wookie… aku hanya shock."
Jawab Sungmin diiringi senyum hangat. Ryeowook ikut tersenyum lega dan mendudukkan dirinya di samping Sungmin.
"Minnie-chan…"
"Umm?"
"Syukurlah kau baik-baik saja."
Dan seketika itu juga Sungmin membatu. Ketika tubuh mungil Ryeowook memeluknya erat. Wajahnya yang manis tenggelam di bahu anggota OSIS baru itu. Sungmin membatu… tubuhnya kaku tak mampu bergerak seincipun. Hanya degup jantungnya yang membabi buta yang masih bisa dijadikan tanda bahwa Sungmin belum mati #plakk XD
"Wo―Wookie?"
Sungmin mencoba mengendalikan dirinya ketika Ryeowook justru mempererat pelukan itu. Sepertinya setelah ini Sungmin akan masuk UGD~ hahaha *disaplak*
"Minnie, sebelumnya kami sudah tahu tentang kontra yang harus kau terima selama 3 hari ini. Sungguh aku khawatir, tapi Teuki hyung bilang semua akan baik-baik saja. Ia juga menyuruh Kyu untuk selalu menjagamu 3 hari ini…"
"EH?"
Sungmin terkejut bukan main mendengar penuturan Ryeowook. Kyuhyun? Menjaganya? Astaga… pipi Sungmin mulai memanas. Sementara Ryeowook melepas pelukannya dan menatap Sungmin lembut. Sangat lembut hingga entah kenapa perasaan Sungmin menjadi hangat. Ryeowook tersenyum manis dan meraih tangan Sungmin. Mengenggamnya erat.
"Kami pasti akan selalu membantu Minnie. Sesulit apapun itu. Jadi percayalah pada kami."
Ucap Ryeowook pasti. Sungmin tertegun, menatap seluruh mata yang kini memandangnya lembut. Heechul, Siwon, Ryeowook, Xian Hua, Kyuhyun, dan Yesung yang telah berada di ruangan itu. Ada sesuatu dalam diri Sungmin yang bergetar. Sesuatu yang baru kali ini ia rasakan. Perasaan aneh yang menguar ke seluruh hatinya, menyelimutinya dengan sesuatu yang sulit dijabarkan dengan diksi setinggi apapun. Sungmin perlahan menangis. Perasaan aneh tadi membuatnya ingin menangis.
"Kau bisa mengandalkan kami."
Ucap Siwon tanpa melepas senyumnya.
"Kau juga tidak perlu menangis seperti itu, babo."
Kali ini Heechul yang tengah mengalihkan wajahnya ke arah lain.
Sungmin tersenyum. Seakan beban berat yang ia tanggung dilepaskan begitu saja. Semuanya terasa jauh lebih baik.
"Terimakasih. Terimakasih banyak. Dan… maaf karena aku hanya menjadi beban."
Ucap Sungmin masih dengan airmata mengalir di kedua pipinya. Kyuhyun tersenyum lembut sambil menatap keluar jendela. Semua ikut tersenyum.
"Kau tidak pernah jadi beban, Minnie…"
Sontak semua mata menatap sosok Leeteuk yang entah sejak kapan telah bersandar di bingkai pintu. Lengannya bersedekap di depan dada, dengan tangan kiri yang membawa sepucuk amplop warna coklat keemasan yang terlihat ekskluif. Ketua OSIS itu tersenyum kearah 'adik' barunya. Senyum yang mampu melelehkan es sedingin apapun.
"Bagi kami… kau adalah keping puzzle yang tidak boleh terpisah. Kami tidak menjadikanmu beban karena kau anggota baru. Tapi kami menjadikanmu tanggung jawab kami. Karena itu, kami butuh kepercayaanmu. Bisa 'kan… Minnie?"
Sungmin terdiam mencerna kalimat demi kalimat hyung tertuanya. Seketika senyumnya mengembang. Perasaan aneh tadi kembali menyelimutinya…
"Ya, hyung. Pasti."
Leeteuk mengangguk kecil. Lalu menunjukkan amplop eksklusif tadi pada seluruh member DNA yang ada dihadapannya. Seketika Heechul tersenyum misterius.
"Jungsoo, biar kutebak. Misi baru?"
Sungmin menatap Heechul yang barusan berkata. Lalu menoleh kearah Leeteuk yang balas tersenyum pada Heechul. Misi? Maksudnya misi untuk DN Angel?
"Wah… sudah lama juga, ya. Sejak misi terakhir kita…"
Kali ini Siwon yang bangun dari duduknya. Memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
"Jadi siapa?"
Xian Hua bertanya dengan ekspresi tegang. Entah kenapa, ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang buruk.
"Dari siswa kelas 2-4 bernama―
Leeteuk tersenyum kecil pada Xian Hua, dengan sorot khawatir di matanya.
―Zhoumi."
Seketika Xian Hua menenggelamkan wajah manisnya ke dalam kedua telapak tangannya.
Ada apa, LIU XIAN HUA?
To be continued…
•••••••••••••••
Lee Sungmin's Project Journal
Date: February 10th 2011
Mood: affected
Hari ini terlalu luar biasa. Sepertinya Heechul hyung mulai menerimaku. Dan kurasa setelah 3 hari penyiksaan sebagai member baru OSIS, akhirnya aku tahu aku tidak sendiri. Hari ini aku diselamatkan oleh si alien sakit jiwa itu. Belum sempat berterimakasih. Akan segera kulakukan meski terpaksa… hahaha. Hari ini kami dapat misi. Sekaligus misi pertamaku. Siswa bernama Zhoumi yang kucurigai ada hubungan dengan Xian Hua.
Ada satu hal lagi yang cukup membebaniku. Aku menangis di depan semua member DNA. Ini akan sulit… aku harus bersikap professional, 'kan? Aku tidak boleh membawa perasaan dalam misi kali ini. Aku harus tetap mengumpulkan data tentang DNA!
Today results:
Cho Kyuhyun bisa beladiri (perlu diselidiki)
Yesung menguasai ilmu medis (perlu diselidiki)
Ryeowook memiliki kemampuan membaca kondisi psikis seseorang (perlu diselidiki)
Leeteuk adalah satu-satunya siswa SouYo yang bertemu langsung dengan Kepala Sekolah (sangat perlu diselidiki)
p.s: aku melihat Kyuhyun menolak Seohyun. Dasar gila
p.s.s: Kyuhyun bilang aku menarik. Apa coba?
p.s.s.s: untuk pertama kalinya aku melihat sisi lain seorang Cho Kyuhyun! Dia jadi agak seram… =,=
p.s.s.s.s: Aku mendengar suara Yesung hyung! Dan dia mengobatiku!
p.s.s.s.s.s: yang paling penting untuk hari ini, WOOKIE MEMELUKKU! XD
WRITTEN BY : SWEET PUMPKIN
•••••••••••••••
Yoo disini~
Yak… akhirnya saya update chapter ke2. Mianhae lama sekali. T^T
Akhir-akhir ini kondisi rumah saya tidak memungkinkan untuk ngetik FF. Dan karena menurut saya update kali ini terlalu lama, saya tidak berani mengharap maklum dari readers semua. Saya hanya ingin memberi alasan konkrit kenapa saya ga bisa apdet~~ hehehe #disaplak
Pasti udah pada lupa sama FF ini ya? *pundung, korek-korek tanah*
Sekali lagi Yoori minta maaf… T^T
Bener-bener ga professional… *hara-kiri*
Diketik di tengah kegalauan karena Unnie saya satu-satunya pergi ke Jakarta buat kerja. Karena selama ini kita jadi soulmate bikin onar… rasanya jadi sepi selepas dia pergi #halah
Mari kita nyanyi~~ beibi I'm so lonleh lonleh lonleh lonleh lonleeh~ *disaplak CL*
Sudahlah, curhat lagi 'kan? *headbang*
Buat LittleLiappe unnie… hehehehehehe *aura ga enak*
Saeng udah bikinin. Hampir selesei… tapi ada satu bagian yang gatau kenapa susah banget… *pundung* sabar ya, unn… besok ato lusa pasti udha jadi… *ga janji #plaaak*
Oya… tentang SWEET PUMPKIN, itu pen-namenya Sungmin. habis saya ga punya ide lain. Ck!
Saya sempet kaget karena ternyata ada juga yang review chapter kemarin. Wawawawawa
Gomawoo^^
It Called Love dalam proses. Saya ini bener-bener lemot kaya lintah(?).
Mian juga jika di chapter ini belum ada gregetnya, atau plotnya acak-acakan, atau terkesan buru-buru, atau kepanjangen… itu 'kan ciri khas saya… *malah bangga =,=* XD
Saya akan coba perbaiki. Sekali lagi saya minta maaf… *nunduk ampe kejedot*
Di chapter depan sepertinya akan mulai keluar keahlian member DNA. satu-satu juga akan ketahuan latar belakangnya… Sungmin juga. Saya harap reader tidak trauma untuk mengikuti jalan FF ini… *nangis Bombay*
Boleh saya bales ripiu dulu? *puppy eyes* *reader muntah-muntah*
AngelsTeuk : ini sudah chingu^^ mian ya lama… gomawo :D
pyuhyun : annyeong juga… makasi ya udah baca^^ ini sudah diapdet. Terimakasih banyak…
YuyaLoveSungmin : iyaa.. saya gag ngerti ada anime judulnya DN Angel hahaha saya ini memang manusia pedalaman(?). Minnie memang berjiwa pembantu kok, jadi jangan khawatir #geplaked XD. Henli? Umm… gimana ya? Akan terungkap di chappie selanjutnya… hhoho~~ *gentayangan* makasii yaa
sparkyuminnie : iya chingu… gawat banget. Makanya jangan kasi tahu sapa-sapa ya… *author gila*. Iya, Liu Xian Hua itu nama chinesenya Henli. Pacarnya Kyu? Chingu mau couple HenKyu? Apa KyuHen? Makasii ripiunya :D
richan chiii : makasii banyak chinguu~~ saya juga terlanjur cinta sama chingu^^ *dibuang kelaut* lah…saya aja ga tahu jalan ceritanya DN Angel yang asli =,=a kayaknya saya bakal liat animenya deh… jadi penasaran hahah makasii banyak yaa :D
HeeZeploveHoyaSparKyumin : ini sudah dilanjutkan, teh (?). di chap ini belum pada kliatan ya tugas-tugasnya… *dasar ga konsisten* tapi chap besok pasti udah kliatan kok… dikit-dikit sih #plakplikpluk hehehe makasii yaaa ;D
Jirania : wawawawa… gimana yaaa… *lirik Xian Hua* dasar Kyu! Bikin orang-orang pada curiga aja! #jduagg chapter depan bakal kejawab chinguu… ditunggu yaa… makasii :D
Kim Furisanchypo : ini sudah dilanjut dilanjut dilanjut! Makasii banyak yaa :D
Park Eun Jung : iya chinguu~ ini sudah diapdet… makasii :D
Pity Mbumkyumin Ekf4ever : chinguu =,=a saya gag ngerti itu maksudnya apa… XD but, makasii sudah ripiu :D
Yenni gaemgyu : henli? Yeoja apa namja yaa? #plakk lah ini Yesung ngomong hahhaha tapi jarang. Makasii ya chinguu :D
ElfishyShfly : ini ada part Yewooknya! Kyaa! Hahaha *menggila* habis muka Yesung kaya orang jepang sih… -,- makasi ripiunyaa :D
Kang Min Hyun : iyaa… emang ga elit =,= *pernah merasakan* mari kita siksa Sungmin dulu hahaha *dihajar* makasii chinguu :D
Sena : kyumin! Ga ada Minkyu! *toss sama chingu* hahaha iya itu si umin soksokan mau jadi seme.. kkk~ kisseu scene? Ada lahh tapi nanti yaaaaa… hahaha masalah henli akan terungkap di chapter depan. makasii :D
LittleLiappe: iyaa unn… ada yang judulnya sama T^T unnie mau sekul disini? Boleh… bayarnya 100 juta ke rekeningku #plakk hahai~~ makasii ya Unn ^^
Sakyu : iyaa \(^o^\) ini sudaahh. Makasii yaa :D
Kim Ryesha : oya? Makasii ya… aku suka karakter Sungmin yang ceria kaya gini hankyung masih belum jelas ntar kaya gimana… mari kita kuatkan Heechul #plakk pasti han balik kok! Gag janji deng #jduaggg hehehe makasii ya chinguu :D
Nikwon : IYYYYAAAA! MAKASIII BANYAKKK! :D HAHAHA
Minnie Chagiy4 : iya, makasi ya chingu. Kyu kan daridulu emang sarap *dibakar sparkyu* Liu Xian Hua itu emang nama chinesenya Henli. Masalah dia itu henli apa bukan… gimana yaa… #plakk hahaha makasi ripiunya :D
kiannielf : halo Ana… salam kenal juga :* chapter yang ini agak serius yaa.. hehehe.. jadi ga terlalu kerasa humornya. Kyumin scene? Pasti banyak! Habis Kyu genit #plakk hankyung di china chingu… alasannya masih rahasiaa hahaha…makasii ya chinguu :D
Yugana Ran : aduh chinguu… makasi banyak ya… saya ga tahu sampe ada kesalahan fatal kaya gini. Sekali lagi makasi koreksinya, sudah saya perbaiki. Silakan bilang saja jika ada kesalahan lagi… saya sangat terbantu :D. henli crossdressing? Chap besok ketahuan apa dia ini namja atau yeoja… ditunggu yaa makasii :D
Ikaluphbunnyuminforever : aku 96 chinguu.. boleh panggil saeng atau Yoori…. Silakan^^ aku panggilnya unnie aja yaa :D. aku juga suka kalau Kyu genit gitu hohohoh… makasi banyak ripiunyaa :D
Yukihime-sama : wah, syukur kalo bisa menghibur. Hihihi… ini diapdet ya, walau lama (sekali) haha… makasi banyak :D
leehaerin : salam kenal juga chingu~ :D ini dilanjut walau ga kilat… heheheh *disaplak* makasii y riviewnyaa :D
SuMaYeol : henli masih dirahasiakan sampai chapter depan :D. DN A punya misi buat bantuin siswa SouYo dalam hal apapun chingu. Tujuannya sudah cukup jelas kan? Makasi ya ripiunyaa :D
Sudah semua? Yoshh! Terima kasih yang udah ripiu, fave, maupun alert… saya terharu sekaliii :DDD
Saya usahakan untuk tidak molor (ga janji #plak XD)
Untuk chapter gaje ini… bersediakah untuk
eR-E-Ve-I-E-We ?
