YOSH! chapter 2 datang! mari baca :)

oh ya tinggalkan saran atau kritik atau kue juga boleh :p hehhehhe


"Haaah...haaah haaah haaaah, terima kasih banyak telah menolongku." Karin tersengal-sengal.
"Hai, apa kamu masih ingat aku?"
"Wayo! Renji-kun rupanya! Hahaha! Makasih Renji-kun."
"Ya, sama-sama. Hei aku cukup kaget loh ketika mendengar kamu menyebutkan namamu."
"Hooo? Segitunya kah?"
"Tidak juga, hanya saja kamu berani. Eh gimana dengan Ichigo?"
"sedang menjalani masa kritis dan kebebasan dari takdirnya."
"Lho? Memangnya zaman sekarang masih perlu takdir ya?"
"Menurutmu?"
"Demi Tuhan, apa yang terjadi dengan sikutmu?"
"Oh, tenang saja. Aku sudah mengobat..."Karin menoleh kearah lukanya yang tadi.
"SINIKAN LENGANMU!" Karin hanya merinding dan memberi lengannya yang dilumuti darah.
"Tch,"
"Apa?"
"Sudah malam, bagaimana aku kembali mencari tasku?"
"Oh, tenang saja. Di rumahku banyak tas kok."
"Oh, tapi di rumahmu ada barang berharga milikku?"
"Tentu tidak"
"Nah, itu dia yang aku pikirkan."
"Oh, itu masalahmu."
"Ya."
"Bagaimana kalau besok saja?"
"Semoga." 'Semoga tidak dibuang, aku berjanji akan menggantinya dengan yang bagus.'
"Hei, kamu mau nginap dimana?"
"Tidak memikirkan, yang penting dimana aku bisa tidur, ya disitulah aku bermalam." si Kurosaki menjawab tegas.
"Oh, bagaimana kalau ke penginapanku saja?"
"Oh, baiklah. Terima kasih." 'Ada yang ganjal. Tapi apa?'
"Karin, kalau lurus terus bisa menabrak tembok lho."
"Wha!... Hampir..." Karin mendapati sebuah ruangan untuk ukuran pria dewasa.
Dilain sisi
"Shiro-chan, dimana Karin?" Hinamori yang terbangun dari 'kendi' nyaman miliknya.
"Pergi."
"Kemana?"
"Aku bukan emaknya."
"Ukh! E! Itu tas Karin,kan?"
"Ya."
"Mana orangnya?" Hitsugaya bangkit dan segera menuju pintu keluar.
"Kurosaki ada di luar rumah."
"WHA! Aku menyusul."
"Hinamori-san tinggal, saya yang pergi." "Tidak bisa." Hitsugaya menunduk sebentar untuk mencari ide
"Momo-chan, Shiro-chan pergi sebentar saja." Wajah hinamori menjadi lembut sangat.
"Oh, oke. Hati-hati ya Shiro-chan."
"Ya." Toushiro keluar dari rumah, untuk mencari Kurosaki, sedangkan Hinamori.
"Aaaah, Shiro-chan makin hari imut, fuwa, tumben banget dia nunjukin dengan sengaja wajah imutnya. Sayangnya... Aku tidak sempat memotretnya."
Tempat Renji
"Ji ji, aku pinjam bantalmu ya?"
"... Karin, kamu ngomong sama siapa?"
"Dengan hantu. Nih hantunya, kamu lihat gak? Ini nah hantunya yang pakai sarung dan didalamnya berisi kapas khusus bantal."
"Oh! Silahkan saja, buat apa?"
"Bantal kaki."
"Heeeeeh! Tuh kasur apa tidak cukup, huh? Aku tidur pakai apa, Kurosaki?" Renji memakai raut muka jengkel.
"Ho, tidak perlu jengkel. Logikanya kamu masih tidur didalam ruangan."
"He-eh, dan kamu sangat mirip dengan Ichigo, wueh mestinya aku yang ngomong itu."
"Wueh! Sudah tahu, pergilah keluar mencari kumbang."
"Hoh, memangnya buat apa?"
"Menyumpel mulutmu."
"Tch,"
"... Selamat tidur." Karin meletakkan dirinya.
"Mbeh, ya sudahlah. Toh kalau kamu sakit karena aku, bisa-bisa terjadi perang dunia ke III dengan Ichigo." Dua jam berlalu setelah itu, sampai...
'Zreeek!' "Renji abarai, hentikan suara berisikmu."
"Byakuya-sama, maafkan saya."
"Hem. Sebagai gantinya kamu harus berenang."
'Tidur sebentar deh mumpung si berisik tidak ada'."!"
"AH!" Karin berteriak karena kaki Byakuya menginjak tubuh Karin.
"Maaf!" Byakuya segera membuka selimut yang menyelimuti Karin.
"Kok berhenti? Lanjutin aja injeknya, enak banget. Lanjutin dong."
"Tidak bisa, saya butuh kasur itu,"
"Ho, kalau mau pijitin Saya dulu."
"Baiklah, itu kesepakatan."
"Oke." Byakuya memulai gerakan kakinya.
"Ah... Belajar dari mana sih? Kok bisa enak gini?"
"Hoam.. Dari Kakekku."
"Oh... hoam.." Setelah beberapa jam. "Sip, makasih. Nah kasurnya."
"Grr.. Diperjanjiankan nggak ada acara pijit sambil tidur!"
"Ah! Badanku enak banget! Nah Renji-san, ada tukang pi... Renji?" Karin mengelilingi tempat renji hingga ke halaman."Oh, iya-ya. Maaf kucuekin." Karin pergi.
"ASTAGA NAGABONAR! Karin, ada apa denganmu? Terlihat berantakan, sangat!"
"Hoho, Takeshi-san, sedang apa?" Mereka pun ngobrol ditengah hutan yang menghubungkan tempat Toushiro dengan tempat Renji,Soi fon, Takeshi dan yang lainnya.
"Cari makan."
"Oh,"
"Hei! Aku dapat! Aku dapat!"
"A-apa? Kebakaran?" Karin yang tertidur itu bangun.
"Hei! Jangan tarik aku pakai pengail itu.". Gaduh pria itu.
"MA! Mata' mu, wong aku cuma memancing. Hooh malah dapat yang ƍäª berguna, pergi sana hush-hush."
"Renji-kun ngapain jadi ikan?"
"Aku enggak jadi ikan, lagipula lebih baik kamu kembali bisa sakit nanti."
"Hoam, ya ya."
Tempat Toushiro berada

Angin malam ini, menyejukkan orang-orang hingga
'Buak!'
'Apa itu Karin?' Batin Toushiro. "Karin kurosaki, apa itu anda?"
"Ah, Hitsugaya-sama, ini saya Soi fon."
"Oh. Saya permisi."
"Tunggu, tadi sore saya bertemu Karin Kurosaki didekat sungai."
"Terima kasih informasinya, Soi fon-sama."
"Dingin."Karin mengosok-gosok tubuhnya. Buak!
'Siapa kali ini? Karin atau Soi-fon?' Batin Toushiro."Karin?"
"Ya."
"Segera kembali, Momo Hinamori mencarimu."
"Ide bagus!"
"Kamu dari mana saja, Kurosaki?"
"Hm.. Ng?"
"Kamu seharian tadi dari mana saja?"
"Ng... ... ..."Karin terus berjalan hingga.
Bulan purnama muncul.
"Grr..."
"Apa?"
"Grr-Toushiro! LARI! SEGER-Grr." Toushiro menarik tangan Karin. Tapi Karin malah menarik dirinya kembali.
"Hm, Hitsugaya Toushiro. Sudah lama aku menantimu. Darah yang nikmat."
"Karin?"
"Hm, bukan. Tapi Aizen?"
"Kau! Keluar dari dia!"
"Kau berbohong dan aku tahu sebenarnya kamulah yang terkuat atau yang menjadi pemimpin sesungguhnya'kan? Huh?" Mata Toushiro membesar.
"Siapa kamu sebenarnya."
"Aizen, orang yang terkunci ditubuh ini."
"Kamu apa?"
"Weleh, banyak banget pertanyaannya."
"Jawab!"
"Haha, santai TUAN Hitsugaya." Toushiro duduk dan menopang Karin."Kurosaki. Kamu pasti kenal'kan? Sebenarnya gadis ini bertekat untuk mengalahkanmu. Dia sudah tahu, tapi mencoba untuk menyembunyikannya. Dan jangan pernah memandang rendah Karin Kurosaki." Aizen melipat tangannya.
"Hei, kamu belum menjawab pertanyaanku. Siapa kamu."
"Bulan purnama habis."
"Kau!" Toushiro menatap tajam Aizen
"Apa?"
"Enggak." Hitsugaya melepas Karin.
"Hm.. UA!UA!UA!"
"Apa? Aizen lagi?"Toushiro memrhatikan Karin. "Kuso! Aku lupa tentang kutukan itu! Maaf Karin!"
"Hoh? Kutukan apa?"
"Kutukan tengah malam, itu diciptakan pertama kali tahun 2011 tgl 13 Juli."
"Oh, lebih baik segera pulang atau aku kena untuk kedua kalinya."
"Baik. Tapi kamu tahu darimana tentang kutukan itu?"
"Diberitahu teman."
"Memangnya apa?"
"Kutukan yang diberikan kegadis yang sedang bersama pria selama 1 jam."
"O-ok."


Bersambung! Ja mata :p

saran=review=kritik#kue