" Isshuukan Love "

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Author: Akasha Eru

Genre: little bit romance, friendship

Rate: T

Pairing: NaruHina

Warning: typo's, tidak sesuai dengan EYD, bahasa acak-acakan, membuat seseorang pusing, OOC's, dan mungkin, di chapter ini akan lebih banyak dialognya daripada narasi.. dan lain-lain.

I hope, you enjoyed read my first fanfic.


Note:

"..." : dialog.

'...' : bicara dalam hati/inner.

Bold: pergantian latar tempat/waktu/ someone p.o.v.

Umm.. buat a/n sama area bales review nya di bawah yaaaa! Jangan lupa tinggalkan jejak.. hehehe..

Ok, Happy reading minna!

Previous chapter:

Di hari pertama latihan, Sakura bertanya pada Naruto gaun mana yang sebaiknya dia kenakan saat latihan pementasan cerpen. Karena tidak ingin terlibat perdebatan yang berlebihan dengan Sakura, Naruto pergi meninggalkan Sakura tanpa jawaban yang membuat Sakura bahagia.

Dan di lain tempat, di perpustakaan KAIGA

Terlihat di sudut perpustakaan, seorang gadis tengah melatih hafalan dialog miliknya dengan berlinang air mata.

Chapter 2: Pendekatan Bagian 1


Tampak seorang pemuda berjalan dengan tergesa-gesa menyusuri koridor sekolah yang terlihat sepi, karena jam sekolah memang telah usai sejak tiga puluh menit yang lalu.

Bila dilihat dari gerak-geriknya, terlihat sekali jika sang pemuda sedang mencari seseorang yang mungkin penting baginya.

-Naruto P.O.V-

Dimana dia sebenarnya? Sudah tiga puluh menit berlalu dan kenapa dia masih belum datang latihan? Lalu kenapa Shion juga mendadak hilang? Ada apa dengan mereka semua?. Apa mereka melupakan latihan hari ini? Aarrrgh! Sebenarnya kau sedang bersembunyi dimana Hinata-chan? Semoga tidak terjadi hal buruk padamu.

Coba pikir Naruto! Dimana biasanya Hinata-chan berada.. Di ruang klub? Di taman belakang? Di ruang kesehatan? Atau di kantin bersama teman-temannya?.

Tunggu, Hinata-chan itu bukan tipikal orang yang sering berada di keramaian. Mungkin saja sekarang dia tengah berada di suatu tempat yang tenang di sekolah ini, itupun jika ia masih berada di sekolah...

Tapi dimana?! Tempat yang tenang di sekolah ini kan hanya perpusatkaan dan ruang kesehatan! Arrrgh! Dengan kesalnya ku jambak rambutku frustasi. Eh?! Tunggu. Perpustakaan? Ah! Mungkin dia di sana!.

Dengan cepat ku langkahkan kedua kaki ku menuju perpustakaan yang berada di lantai dua sekolah ini. Semoga saja Hinata-chan belum pulang dan berada di sana. Yah, semoga saja..

.

.

.

.

Setibanya di sana, aku langsung berlari menyusuri puluhan rak-rak buku yang tingginya dua kali lebih tinggi dari tinggi tubuhku sambil berteriak memanggil nama Hinata-chan.

"Hinata-chan! Hinata-chan! Apa kau disini? Jawab aku! Kita ada latihan hari ini!" teriakku di sela-sela lari ku.

Kenapa itu yang kuteriakkan untuk memanggilnya? Bukankah aku malah terlihat seperti rentenir yang pelanggannya kabur dan tidak membayar? Aaah! Sebenarnya apa yang kupikirkan sih?. Tiba-tiba saja aku merasa mendengar suara orang dari arah belakang, dan ga-gawat! Bagaimana kalau aku sampai tertangkap oleh penjaga perpus itu? Hiii.. membayangkannya saja sudah ngeri..

"Hey! Nak, dilarang berlari di perpustakaan!" ucap guru penjaga perpustakaan yang bertugas saat itu sambil mengejarku karena melanggar peraturan.

"Maaf sensei!, sebentar saja ya! Aku sedang mencari temanku!" teriakku kepada penjaga perpustakaan itu lalu kembali berlari mencoba mencari Hinata-chan.

"Haah, dasar anak muda.. aku jadi merindukan masa muda ku.." ucap guru itu pelan lalu berhenti mengejar Naruto.

Sebenarnya kau dimana Hinata-chan?

"Hinata-chan! Jika kau disini jawab aku!"

Hiks.. Hiks..

Tunggu! Sepertinya aku mendengar suara tangis seseorang. Siapa yang menangis di tempat sepi seperti ini? Apa... jangan-jangan hantu? Tak ada hujan tak ada badai, kurasakan bulu kudukku tiba-tiba meremang.. Huaaaa! Lebih baik aku segera pergi dari perpustakaan ini!.

" Huaaa! Ternyata si teme itu benar tentang perpustakaan yang berhantu ini!." Ujar ku sambil berusaha lari secepat mungkin meninggalkan perpustakaan ini.

.

.

.

.

Di lain tempat, seorang pemuda berrambut raven bersin di tempatnya.

"Hacchi! Siapa yang membicarakanku? pasti baka dobe itu!"

.

.

.

.

"Hiks.. hiks.. mengharukan sekaliiii!"

Seketika aku menghentikan laju lari ku. "Eh? Memangnya hantu bisa terharu juga ya?" Apapun itu, Pasti sangat menyentuh sampai membuat hantu itu menangis terharu. Dan, apapun itu, kenapa aku bisa berpikir sebodoh ini?.

Pasti ada orang lain selain aku dan penjaga perpustakaan di tempat kenapa dia menangis di perpustakaan? Sudahlah, lebih baik langsung ku hampiri saja.. dan ketika aku sudah sampai di sudut ruangan,

aku terkejut..

"Na-naruto-kun?" ucap gadis itu sesenggukan.


Kembali ke atap sekolah.

"Huh! Kemana perginya si bakaruto itu? Sudah setengah jam tidak kembali juga. Awas bila dia kembali, akan ku cincang tubuhnya itu! Aku bahkan sudah membatalkan kencanku hari ini dengan Sasuke-kun demi latihan ini!" ucap Sakura dengan ekspresi siap membunuh orang yang tampak jelas di wajahnya.

"Te-tenang dulu Sakura, si-siapa tau Naruto punya urusan mendadak." Ucap Matsuri mencoba menenangkan Sakura, walaupun dia sendiri juga ketakutan dengan aura kemarahan Sakura.

"Bagaimana aku bisa te-"

"Mi-minna! Go-go-gomenasai aku terlambat! Su-sulit sekali mendapat izin dari nii-san" ucap Hinata yang terbata karena kelelahan mungkin.

"Ah! Hinata, akhirnya kau datang!. Tapi bukannya tadi si bakaruto pergi mencari mu? Apa kau tidak berpapasan dengannya dalam perjalanan menuju ke sini?" ujar Kiba.

"Na-naruto-kun? A-aku tidak be-bertemu dengannya"

"Yasudahlah! Daripada kita lama menunggu Naruto, lebih baik kita latihan masing-masing saja lah.. pemeran utama latihan dengan pemeran penggantinya ya.." ucap Matsuri.

"Hei! Bagaimana dengan ku? Naruto kan masih belum kembaliiii?" Tanya Kiba histeris

"Latihan saja sendiri. Ayo! Hinata!" ujar Sakura.

"Um!"

Dan latihan mereka tetap dilanjutkan walau tanpa Naruto, Shion, dan Kiba yang masih histeris sendiri.


In Library

Perlahan, gadis yang kulihat menolehkan kepalanya. Dan semakin bertambah pula keterkejutan ku.

"Shi-shion? Apa yang kau lakukan di sini? Dan, kau... menangis?"

"Hiks.. A-aku terharu hiks dengan hiks naskah ini hiks.. Peran adik romeo hiks di sini hiks sangatlah mengharukan! Bagaimana hiks.. bisa Hinata hiks.. membuat hiks.. naskah sebagus hiks.. ini.. Hiks.. Huaaaa!" ujar Shion sesenggukan dan semakin mengencangkan suara tangisannya.

"Ha? Naskah? Jadi.. kau menangis karena naskah itu?"

"Huaaaa! Romeo nii-samaaaaa!" ujar Shion sambil menghamburkan tubuhnya ke arah ku.

Yang tentu saja langsung kusambut dengan hindaran dan akhirnya Shion pun mendarat dengan mulus dengan pose mencium lantai perpustakaan. Hmm.. malangnya nasib mu ne, Shion..

"Hahahahaha.. gomen Shion"

"Huuh! Naruto-kun hidoiiii yo!"

"Gomen gomen.. Hey! Ayo ke atap.. yang lain pasti sudah menunggu" ucap ku sambil mengulurkan tanganku ke Shion yang masih terduduk di lantai.

"Wa-wakatta.." ucap Shion dengan wajah memerah sambil menangkap uluran tangan Naruto.

.

.

.

.

Kami akhirnya kembali ke atap sekolah setelah meminta maaf pada penjaga perpustakaan atas keributan yang sudah kami perbuat. Tentu saja kami mendapatkan hadiah berupa ceramah yang sangat luas dari sensei tersebut.

Setibanya di sana, aku tentu saja langsung di sambut dengan pukulan maut dari Sakura karena sudah membuat mereka yang berada di atap menunggu lama.

Setelah itu, latihan langsung dibubarkan tanpa aku dan Shion berlatih sedikit pun karena hari sudah terlalu sore. Pada akhrinya, rencana yang sudah kususun untuk mendekati Hinata-chan hari ini gagal total dan mendapat tawa penuh ejekan dari Kiba serta angan-angan Kiba karena sebentar lagi Hinata akan menjadi miliknya.

Yang tentu saja sukses membuat kekesalan ku memuncak. Dan bisa kalian tebak, berakhir dengan perdebatan keduanya yang mungkin, akan lama berakhir..

'Lihat pembalasan ku besok, Kiba!' aku membatin dengan kesal.

-Naruto P.O.V End-


Hari kedua.

Hari ketiga sejak pertaruhan antara Kiba dan Naruto pun hari ini juga merupakan hari kedua latihan cerpen kelompok mereka.

Beruntung bagi Naruto, karena hari ini cuaca sesuai dengan prakiraan cuaca yang dilihatnya dua hari yang lalu. Sehingga rencana yang sudah disusunnya mungkin bisa berjalan lancar.

"Arigatou kami-sama! Cuaca hari ini sangat membantuku! Wahai hujan, cepatlah dataaang" ucap Naruto dengan riangnya dari balik jendela kamarnya.

Dengan segera ia turun dari tempat tidurnya dan berlari kecil menyambar handuk yang tersampir di samping pintu toiletnya dan secepat mungkin, ia menyelesaikan urusannya di toilet.

.

.

.

.

"Aku sudah selesai dengan makananku, Otousan. Aku pamit ke sekolah dulu. Ittekimasu!"

"Hn, itterashai, Hinata."

Sekilas, gadis yang dipanggil Hinata itu menolehkan lagi wajahnya kearah Otousannya dan memberikan seyuman manis di tengah cuaca yang sama sekali tidak manis ini.

Dia segera berjalan kearah pintu masuk dan langsung duduk, berniat mengenakan sepatu sekolahnya. Dengan terampilnya ia ikatkan tali-tali pada sepatu tersebut sehingga memperlihatkan sebuah simpul pita yang manis.

Ketika selesai dengan sepatu sekolahnya, dengan cepat gadis itu langsung berdiri sambil membersihkan sedikit debu yang mungkin menempel pada rok sekolah yang dikenakannya. Sampai sebuah suara dari imoutonya, Hanabi yang seakan menarik dirinya untuk menolehkan kepala kearah belakang.

"Nee-chan?"

"Um? Ada apa Hanabi-chan?" ucapnya lembut sambil sedikit menolehkan kepalanya ke kanan.

"Nee-chan tidak membawa payung atau jaket? Kelihatannya nanti akan turun hujan.."

"Nee-chan sudah membawa jaket kok. Kalau payung, rasanya hari ini hanya akan mendung sampai jam pelajaran usai, tidak perlu khawatir, Hanabi-chan." Ucap Hinata sambil mengulum senyum manisnya sekali lagi.

"Kalau begitu, itterashai, Nee-chan."

"Um! Ittekimasu, Hanabi-chan.."

Setelah itu, Hinata langsung melangkahkan kakinya keluar rumahnya.

"Demi action figure limited edition!.." gerutu Hanabi kesal.

-Hinata P.O.V-

Dengan berlari, aku berusaha secepatnya sampai di halte bus dekat rumahku. Membutuhkan waktu kira-kira 10 menit untuk sampai di sekolah jika menggunakan bus. Tapi, sekarang waktuku hanya tinggal 8 menit lagi sebelum gerbang ditutup! Aduuuh! Bagaimana bisa hari ini aku bangun kesiangan? Haah.. bagaimanapun juga aku harus secepatnya sampai di sekolah!

-Hinata P.O.V End-

.

.

.

.

"Haaah! Apa yang sebenarnya kulakukan sejak 30 menit yang lalu di toilet itu! Kalau aku terlambat ke sekolah, tidak akan ada gunanya semua rencana yang sudah susah payah ku rancang! Aku harus cepaaaat!"

Jika kalian merasa bingung, akan ku jelaskan. Sejak 30 menit yang lalu, ketika Naruto masuk ke toilet dan berniat untuk membasuh dirinya, ia malah latihan apa yang harus diucapkannya ketika bertemu Hinata-chan nanti. Yang membuat dirinya tak percaya adalah dirinya menghabiskan banyak waktu di tempat seperti itu, seperti perempuan saja. Itu yang dikatakan kaasannya.

"Kaasan, Tousan, aku berangkat! Ittekimasu!" ujar Naruto dan langsung mengambil kunci motornya lalu segera pergi dari rumah tersebut.

"Hey! Naruto, setidaknya makanlah sedikit sarapan mu dulu!" teriak Kushina dari dalam rumah yang tentu saja tidak akan terdengar di telinga Naruto.

"Haah, anak itu." Gumam Kushina lirih.

"Kalau begitu, aku juga berangkat, Kushi-chan. Ittekimasu" ucap Minato sambil mengecup ringan dahi istrinya itu.

"Itterashai, Minato-kun."


"Haaah.. Haah.. 5 MENIT LAGIII!" ucap kedua orang itu bersamaan.

Mendengar ada seseorang yang mungkin meneriakkan kalimat yang sama dengan dirinya, kedua orang tersebut memberhentikan jalan dan laju kendaraan mereka sejenak dan menolehkan kepalanya dan saling berpandangan sejenak.

3..

2..

1..

"Eh?... Heeee?!" teriak mereka bersamaan lagi

"Hi-hinata-chan?"

"N-na-naruto-kun?"

Blusssh! Tanpa mereka sadari, wajah mereka memerah bersamaan.

'Tumben sekali anak teladan seperti Hinata-chan terlambat ke sekolah..'

'Apa Naruto-kun terlambat juga?'

"Se-sedang apa kau disini?" ujar mereka bersamaan sambil menunjuk wajah satu sama lain.

"Kau terlambat?" ucap mereka bersamaan lagi..

Mereka terdiam sejenak memikirkan bermacam-macam kemungkinan apa saja yang menyebabkan mereka terjebak di keadaan seperti ini. Terlalu sibuk, hingga melupakan sejenak masalah yang sebenarnya menjadi masalah bagi keduanya.

"Ga-gawat! Tinggal 3 menit lagi? Bagaimana caranya aku bisa sampai ke sekolah dalam waktu sesingkat itu?" ucap Hinata pelan dan tanpa sadar.

"Ah, etto.. Ka-kalau kau tidak keberatan, be-berangkat bersamaku saja, Hinata-chan.."

'Aduuuh.. Kenapa jadi gagap di situasi seperti ini? Apa aku malah terlihat seperti orang yang memenfaatkan kesempatan dalam kesempitan?'

"Eh?! Apa tidak merepotkan, Naruto-kun?"

"Tentu saja tidak! Kan aku yang mengajak mu.." sambar Naruto dengan cepat.

"Ayo, Hinata-chan. Sebentar lagi gerbang akan ditutup!" ujar Naruto sambil menepuk jok dibelakangnya.

"Um! Maaf merepotkan ya, Naruto-kun.."

'Kami-sama.. apa ini keajaiban?' batin keduanya di waktu yang bersamaan.

-Hinata P.O.V-

"Ah, etto.. Ka-kalau kau tidak keberatan, be-berangkat bersamaku saja, Hinata-chan.."

Apa ini mimpi? Yang sedang berdiri di hadapanku saat ini benar-benar Uzumaki Naruto yang kukenal itu, kan? Saat ini hanya satu kata yang terlintas dalam pikiranku.

'Kawaii'.

Bayangkan saja, dirinya, yang banyak diidolakan orang termasuk diriku, saat ini, detik ini, berdiri di hadapanku, dengan wajah yang sedikit merona, menawariku sebuah tumpangan?.

Wahai siapapun yang mengatur mimpi manusia, jika ini sebuah mimpi, tolong bangunkan aku sekarang juga! Aku tidak ingin terjebak dalam kebahagiaan semu ini..

Tapi, jika ini semua bukan mimpi..

Mimpi apa aku tadi malaaam?

Atau, jasa apa yang telah kuperbuat di masa lalu?, sampai mendapat keajaiban seperti ini?

Apakah aku menyelamatkan sebuah kerajaan dari serangan virus yang mematikan?

Sudahlah Hinataa! Saat ini bukan berfantasy ria dan bukan saatnya memikirkan itu!.

"Eh?! Apa tidak merepotkan, Naruto-kun?"

Jujur, tanpa kusadari kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku. Bagaimana inii? Aku tidak bermaksud menolak tawarannya..

"Tentu saja tidak! Kan aku yang mengajak mu.." sambar Naruto dengan cepat.

Eh?! Dia bicara apa tadi? Aku tidak bisa mendengarnya karena dia berbicara terlalu cepat.

"Ayo, Hinata-chan. Sebentar lagi gerbang akan ditutup!" ujar Naruto sambil menepuk jok dibelakangnya.

"Um! Maaf merepotkan ya, Naruto-kun.."

'Kami-sama.. apa ini keajaiban?' batinku.

Langsung saja aku menaiki jok bagian belakang motor Naruto-kun, tapi.. ada satu hal yang menjadi masalahku.

"Hei, Hinata-chan. Cuaca hari ini sedikit dingin. A-apa kau perlu jaket?"

Ha? Naruto-kun ini bicara apa sih?

"Bu-bukankah saat ini aku sudah mengenakan jaket yang cukup tebal?"

Bisa kurasakan saat ini dia melihatku dari ujung kepala sampai kaki secara terus menerus.

"Ahahaha.. Be-benar juga ya.." ujarnya sambil tertawa kikuk.

Tentu saja bukan itu masalahnya!

"Baiklah! Berpeganganlah Hinata, aku akan menggunakan kecepatan penuh!" ucap Naruto-kun sambil menyalakan motornya yang tadi dimatikan sejenak.

Tapi ini.. 'Berpegangan? Dimana? Bahkan besi yang biasanya ada di bagian belakang motor saja tidak ada.. bagaimana inii?!'

"Yosh! Kita berangkaaat!"

A-apa? Berangkat? Sekarang? Di-dimana aku harus berpegangan? Dan tanpa kusadari, saat Naruto-kun mulai melajukan motornya di kecepatan penuh, aku langsung melingkarkan lengan ku di pinggangnya. Aku tidak peduli dengan wajahku yang kuyakin saat ini telah berubah menjadi semerah tomat kesukaan Sasuke-san.

Hangat..

Entah mengapa perasaan itu datang ketika aku melingkarkan lenganku di pinggang Naruto-kun seperti ini. Ku hirup aroma parfum yang menguar dari jaket oranye miliknya. Menenangkan.. kalau saja aku tidak ingat sedang berada di tengah perjalanan extreme menuju sekolah, mungkin saat ini aku bisa dengan mudahnya tertidur disini.

Selama perjalanan yang sukses membuatku terkena serangan jantung itu, aku terus mengeratkan pegangan ku pada Naruto-kun dan tidak berani membuka mataku sedikit-pun. Dan, itu membuatku menyesal, karena..

Aku terlalu takut membuka mataku untuk melihat senyum Naruto-kun yang hanya ditujukan untukku saat itu, saat ia di depan ku, saat ia menolehkan sedikit wajahnya kearahku.

-Hinata P.O.V End-

.

.

.

"Hei, lihat itu! Bukankah itu Naruto dan Hinata-chan dari kelas X-1?"

"Ah! Kau benar. Apa mereka pacaran ya?"

"Tidak mungkin! Bukankah ada rumor kalau Naruto itu sebenarnya sudah memiliki orang yang disukainya?"

"Memang ada rumor seperti itu ya?"

"Tentu saja ada! Memangnya kau kemana saja sampai tidak tahu rumor seperti i- Na-narutoo?!"

"Daripada kalian menyebarkan rumor yang tidak memiliki sumber yang jelas, lebih baik kalian pergi dari hadapanku. SE-KA-RANG!"

"Ha-hai' " kedua siswa itu langsung lari terbirit-birit setelah itu.

"Haah.. mereka itu, darimana mereka dapat gossip seperti itu?" ucap Naruto sambil menghela nafas lalu menolehkan kepalanya pada gadis yang masih berada di atas motor miliknya. Apa dia mengemudikan motornya terlalu cepat?.

Disentuhnya dengan pelan pipi chubby sebelah kanan Hinata menggunakan jari telunjuknya.

" Hoi, Hinata-chan.. kita sudah sampai di sekolah.. Ayo kita segera ke kelas, jam pertama pelajarannya Kakashi-sensei"

"Engghh.. Sudah sampai ya? Maaf merepotkanmu ya Naruto-kun, Aku kurang terbiasa menaiki kendaraan yang melaju cepat.."

"Tidak apa-apa. Aku juga minta maaf, mungkin aku terlalu cepat mengendarainya.. Hehehe" ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal.

"Ayo ke kelas"

"Ayooo!" ucap Naruto dengan penuh semangat yang disambut kikikan kecil dari Hinata.


-Skip Time. Setelah Jam Sekolah Usai, Di Atap Sekolah-

Di cuaca yang masih sama seperti tadi pagi, terlihat dua orang pemuda duduk menepi dari teman-temannya yang lain.

"Hey Naruto! Kudengar, tadi pagi kau berangkat bersama Hinata yang kau anggap milikmu itu? Apa benar?"

"Memangnya kenapa kalau itu semua benar?"

Kedua pemuda itu sama-sama menyunggingkan seringai tipis yang tidak terlihat oleh satu-sama lainnya.

"Hoo.. Apa ini merupakan satu dari rencana yang sudah kau persiapkan?"

"Tentu saja.."

"Ooh, be-"

"Bukan"

"Ha? Apa maksudmu? Tadi kau bilang tentu saja?"

"Tentu saja itu bukan bagian dari rencanaku, baka!"

"Apa maksudmu dengan baka, heh?"

"Tentu saja karena kau baka, Kiba.."

"Awas saja setelah taruhan ini selesai, Naruto. Kau akan terima akibatnya.."

"Ha? Apa aku tidak salah dengar? Bukankah kau yang akan mendapatkan itu? Karena sekarang, aku merasa sudah dianggap pangeran berkuda putih oleh Hinata-chan."

"Mana ada pangeran berkuda putih sebodoh dirimu? Menawarkan jaket pada seorang gadis yang sudah mengenakan jaket tebal? Pangeran itu pasti akan sangat terhina jika disamakan denganmu!"

"Urusai, Kibaaa!"

"Hei, kalian berdua! Sesama laki-laki tidak berguna tidak boleh mengejek! Lebih baik jika kalian membantu kami disini!" teriak Sakura pada Naruto dan Kiba yang sukses menghentikan perdebatan diantara mereka.

"Ayo, Naruto! Akan lebih berbahaya jika dia sampai mengamuk disini. Sasuke saat ini tidak ada disini untuk menenangkannya."

"Kali ini aku setuju denganmu, Kiba!"

Kemudian, kedua pemuda tersebut mengakhiri perdebatan panjang mereka dan pergi membantu Sakura dan yang lainnya.

-Setelah selesai latihan-

"Hujan?" ucap seorang gadis yang memiliki rambut berwarna indigo sambil menjulurkan tangannya keluar, untuk sekedar merasakan setiap tetes hujan.

"Kau membawa payung, Hinata-chan?"

Sebuah suara seseorang didengarnya ketika Hinata sedang menikmati rintikan air hujan.

"Um.." jawab Hinata dengan menggelengkan kepalanya.

"Mau berbagi payung denganku? Akan ku antar kau sampai rumahmu."

"Apa tidak merepotkan? Aku kan sudah sangat sering merepotkanmu"

"Tenang saja, aku tidak merasa begitu kok, ayo!"

"Arigatou-

Gaara."

Sementara tak jauh dari mereka, terlihat seorang pemuda berrambut blonde yang tidak bisa menahan raut wajah kekecewaannya. Ia remas perlahan gagang kayu dari payung yang ia genggam. "Kenapa.. kenapa selalu saja ada seseorang yang menghancurkan rencana yang sudah kupersiapkan?" gumamnya lirih lalu segera berjalan menerobos hujan yang sedang mengguyur kota saat itu tanpa menggunakan payung yang dibawanya.

'Apa aku benar-benar tidak bisa berdiri disampingmu lagi, Hinata-chan?'

-To Be Continue_


A/N:

Fuaaah! Akhirnya bisa juga selesai-in chapter ini.. meskipun jadinya gaje sih.. Sha minta maaf ya, sha udah usaha mau update kilat, tapi lagi-lagi tugas manggil.. haah meskipun lagi puasa gini, tugas ngga pernah libur yaa.. (gomenasai! Sha jadi curcol).

Oh, iya! Sha mau nanya, chara yang ada di fict ini, kayaknya hampir semuanya OOC ya? Ini Cuma perasaan sha aja sih.. dan daripada itu, sha mau bales review dulu yaa! Oh iya, yang lewat pm, bisa cek pm inboxnya~

Utsukushi hana-chan: Maaf ya hana-san, Sha baru bisa update sekarang.. arigatou kalo hana-san suka ceritanya^^. Chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehehe

Anna . fitry: Menarik?! Waah.. arigatou anna-san! Ini udah update.. kira-kira chapter ini gimana? mau review lagi? Hehe

Juanda . blepotan: Sepertinya tebakan juanda-san benaaar! kalo buat kata 'isshuukan'nya sih, sha emang sempet mikir ke situ, hehe.. lagipula, isshuukan juga arinya satu minggu. Arigatou misalnya juanda-san suka ceritanya! Chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehe.

Namikaze TrueBlue PraZumaki: Yosh! Ini udah dilanjut dan udah update! Chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehe.

Zhufarghery: Sepertinya tebakan zhufarghery-san masih salah, hehehe.. tapi makasih udah review dan coba tebak.. chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehe.

Waffle R. Dewey: Sha juga sempet kepikiran ke isshuukan friends sih pas lagi bingung pilih judul.. lagian, isshuukan juga artinya satu minggu.. sebenernya bukan lupain juga sih, mungkin lebih ke narik perhatian? Chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehehe.

Bunshin Anugrah ET: Hahaha, ga tau kenapa sha seneng aja liat Naruto gitu.. kalo sasuke di chap ini udah ada keberadaannya dikit *endus endus sasuke*.. yap! Ini udah update.. chapter ini gimana? Mau review lagi? Hehe

Arigatou buat semua readers-sama yang udah sempetin baca fict ini.. dan makasih banget yang udah mau sempetin klik kotak review yang ada di bawah.. buat semua yang review yang log in maupun yang ngga log in, termasuk para silent readers sekalian.. Arigatou Gozaimasu, minna!

Okay, kayaknya, segitu dulu deh cuap-cuap dari sha, sampai ketemu di chapter selanjutnya, minna!

Jaa matta! Onegai~ klik kotak review yang ada di bawah yaaa (blink blink eyes) atau boleh review lewat pm dan mohon kritik dan saran dari para readers semuanya yaaa..


Sign: Akasha Eru-desu.