MY LOVE

Chapter 2

Yaya kini telah berada di taman belakang sekolah, pikirannya masih senantiasa mengingat peristiwa 'jatuh ke tangkapan Halilintar'.

"Uh! Apa-apaan sih Yang ku pikirkan ini?!" Ucapnya histeris. "Nggak, ini nggak boleh!" Sambungnya lagi. "Hei, Yaya!" Sapa seseorang, rupanya itu Ying.

"Eh, Ying. Hai juga, Kamu ngapain ke sini?" Tanya Yaya heran. "Nyariin kamu lah! Kamu kayaknya lagi mikirin sesuatu, kalo ada masalah cerita aja." Ujar Ying.

"Hhhh, nggak ada apa-apa kok Ying." Sanggah Ying. "Jangan bohong. Hayoooo! Kamu lagi mikirin Halilintar kan?" Goda Ying. Yaya terkejut. "Ng...nggak kok!" Tepis Yaya. "Ya ampun Yaya, ketahuan banget dari ekspresi kamu tau." Ujar Ying. "Perasaan itu nggak bisa di bohongi Yaya, aku yakin saat ini kamu hanya berusaha menyanggahnya. Aku, yakin suatu saat kamu nggak akan menyanggah itu lagi." Lanjutnya. "Kamu ini! Ngomong apa sih Ying?!" Ujar Yaya. "Ngapain main suka-sukaan, lagian kita juga masih SMP." Ucap Yaya menepis kenyataan.

TEEEET! TEEEET! TEEEET!

Tiba-tiba, bel masuk berbunyi dengan nyaringnya.

"Eh, udah bel nih. Masuk yuk!" Ajak Ying. "Terimakasih Ying, telah mengingatkanku". Ucap Yaya, pelan. "Eh! Tadi, kamu bilang sesuatu kah?" Tanya Ying kaget. "Eh, nggak kok Ying. Perasaan mu aja kali!" Ucap Yaya.

"Suka?! Apakah benar yang dibilang Ying ini?" Ucap Yaya membatin.

"Hey, Yaya! Yaya!" Panggil seseorang, dia Ying. "E...eh?! Apa Ying? Tanya Yaya gugup. "Kau memikirkan sesuatu?" Tanya Ying cemas. "Kita sudah sampai di kelas nih!" Sambungnya. "A...ah! Iya, ayo masuk Ying." Ucap Yaya. Saat Yaya berjalan ke kelas, ia kembali bertatap muka dengan Halilintar. Halilintar menatap Yaya, seolah dia berkata "ada-apa-denganmu?" Seolah mengetahui arti tatapan Halilintar, Yaya segera menggelengkan kepalanya.

SKIP AJA YA! (Author, males kalo soal pelajaran kayak gini. #diinjekgolemtanah#)

Sepulang sekolah...

"Ibu! Assalamu ' alaikum. Yaya pulang." Ucap Yaya. Tiba-tiba, datanglah seorang anak kecil seringgi lutut Yaya, diikuti seorang wanita paruh baya. Yang Yaya kenali, itu adalah sosok ibu dan adiknya (totoitoy).

"Eh, waalaikum ' salam sayang!" Ujar ibu Yaya gembira. "Anak ibu sudah pulang ya?" Tanya ibunya. "Iya bu!" Ucap Yaya, sambil berjalan menuju kamar. "Lho?! Yaya nggak mau makan dulu sayang?" Tanya ibunya khawatir.

"Nanti saja bu, Yaya capek mau langsung tidur." Ucapnya lesu. "Oh, ya sudahlah. Tapi anak ibu sholat dulu ya." Ujar ibunya. "Baik bu!" Ucapnya masih lesu.

Di kamar...

Kini, Yaya telah terbaring di kasurnya. Tentu saja dia sudah melaksanakan perintah ibunya untuk sholat. Masih terngiang-ngiang di pikirannya kejadian selepas, istirahat tadi."

Flashback on:

Yaya, kini tengah mengikuti Ying berjalan ke bangkunya. Namun tanpa di duga Yaya, Tiba-tiba Ying berdiri tepat di depan meja Halilintar. "Eh, Ying? Apa yang kau lakukan?" Tanyanya heran. "Hehehe, kau liat saja lah Yaya." Ucapnya penuh rahasia.

"Ekhem! Hei, Halilintar. Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Ying.

Sedangkan yang di sebut namanya, hanya menoleh dan berkata "ada apa?" Tanyanya.

"Ish! Ramah dikit kek! " Tegur Ying. "Hhh, memangnya ada apa sih?" Tanyanya ketus.

Ying pun melanjutkan ucapannya, "Yaya suka padamu lho!" Ucap Ying. "Eh?!" Yaya hanya terkejut, mendengar itu semua dari Ying.

Sontak, seluruh murid yang tengah bercengkrama, segera menoleh.

" Cih! Apa-apaan, kau ini! Ucapan mu sungguh TAK MASUK AKAL! Dengar ya! AKU ITU TIDAK MENYUKAI YAYA! Paham?!" Ucap Halilintar ketus.

Serasa di tusuk ribuan jarum, Yaya segera duduk dan menenggelamkan kepalanya di meja. Ying pun merasa bersalah, dan segera menghampiri Yaya. "Yaya, maafkan aku!" Ucap Ying penuh penyesalan.

Hiks! Hiks! T... tinggalkan aku sendiri Ying.

Semua, siswa yang berada di situ pun sontak terkejut dengan PENOLAKAN Halilintar.

Flashback off.

"Hiks! Sebegitu bencinya kah' Halilintar padaku?" Tanya Yaya. "Jika ia, mengapa alasannya?

Dan hari itu pun, dihabiskan dengan suara tangisan penuh penyesalan. Menyesal karena Yaya menyukai laki-laki tak berperasaan.

.

.

.

~To Be Continued~

Holaaa! Chapter 2 dari 'My Love' udah terbit. Horeee! *nari samba*

Yaya: Author! Aku nista banget sih!

Author: hehehe! Maaf Yaya, sifat menistakan tokoh Author mulai kumat.

Yaya: ish! Jaga kau! Tumbukan padu, Hyaaa!

Author: *tepar*

Halilintar: yaaaah! Karena Author, udah pingsan. Dan kami nggak tau harus ngomong apa...

Readers,

REVIEW PLEASE...

Salam, coklatkeju.