Disclaimer: Kishimoto gak segila aku!

Summary : Gimana jadinya kalo anggota-anggota Akatsuki dikasih libur sehari? Bandingin sama kegiatan mereka sehari-hari!!!

Author's Note : Yaph...Here's come part 2 !!!

Chapter 1

A Long Day With Akatsuki-part II

Di suatu tempat di Amegakure...

"Pein..." Pein yang lagi enak-enak menyantap sarapannya menoleh ke arah suara.

"Hn?"

"Udah saatnya kamu ngumpulin yang lain di markas..."

"Kamu emang selalu terburu-buru ya, Konan. Lagian, Hidan ma Kakuzu,,,Aku dapat kabar mereka udah mati..." ujar Pein tenang. Jawabannya membuat Konan sedikit bersimpati.

"Hm...Banyak sekali korban kita akhir-akhir ini. Pertama Sasori. Sekarang duo itu...Itukah konsekuensi Akatsuki?"

"Apa maksudmu?" tanya Pein heran.

"Ah...nothing...Lupakan...! Aku akan ke markas dulu ngecek keadaan. Kita harus nyegel Yonbi kan?" Pein mengangguk. Konan segera melakukan bentuk segel dan sesaat kemudian...

"Aku udah sampai..." ujarnya.

"Gimana keadaannya?" tanya Pein.

"Ti..."

Kita liat keadaan di markas Akatsuki...

"Hosh! Hosh! Akhirnya kita sampai juga, Zetsu-san..." Suara Tobi.

"Hosh! Hosh! Tobi, kalo kamu anak baik, lain kali jangan lakukan itu lagi secara mendadak!!!" ancam Zetsu.

"Tenang,,,Tobi anak yang baik..." komentar Zeri.

"Diam, Zeri!" gertak Zetsu.

"Tenang,,,Tobi anak yang baik! Aku tidak akan mengulangnya!" Tobi memberi hormat. Zetsu hanya geleng-geleng.

"Hah...sama saja! Ng!?" Tiba-tiba ada yang menarik perhatiannya.

"Aah! Konan-san!" Tobi melambai pada bayangan Konan.

"Hn...Pein, lebih baik kamu cepat...Zetsu sepertinya punya laporan yang ingin diberitahukan kepadamu..." Konan berbicara pada Pein yang ada di Amegakure.

Di Amegakure...

"Huh...baiklah! Aku segera ke sana!" Ia langsung memakai jubah Akatsuki nya dan melakukan bentuk segel seperti Konan.

Back to Akatsuki's hideout...

"Jadi...apa laporanmu, Zetsu?" tanya Pein.

"Ergh! Bukan something important...Cuman terjadi sedikit keributan tadi pagi...dan kami bertemu arwah Sasori..." Tobi yang di sebelahnya mengangguk-angguk.

"Sasori?" Konan bertanya heran.

"Apa yang dia lakukan?" Giliran Pein yang bertanya.

"E to...Katanya dia salah tempat...Yah seperti itulah..."

"Hah...Memang bukan laporan penting..." Pein menghela napas.

"Baiklah...rasanya udah waktunya nyegel Yonbi. Zetsu, tugasmu!" ujar Pein.

"Wakata!" Zetsu langsung menghilang. Tak lama kemudian, bayangannya muncul lagi.

"Seperti biasa, gunakan tubuh aslimu dan ruang lingkup terluasmu!" perintah Pein.

"Aku udah tau!"

"Baiklah...Semuanya, berkumpul!"

Fuut! Syut! Syut!

Semua bayangan dari tubuh asli anggota Akatsuki tiba di tempat masing-masing.

"Hah...Apa sih?! Haruskah menyegel sekarang? Padahal lagi enak-enak pilih shampoo...!" Deidara menggerutu.

"..." Itachi cuman diam. Rasanya udah selesai urusannya sama Kisame.

"Fuh! Untunglah kita disuruh berkumpul... " Kisame menghela napas lega. Kelihatan mukanya agak bonyok-bonyok biru (AN: emang aslinya udah biru kan????). Pokoknya ada lukanya deh...

"Kisame,,,wajahmu kenapa?" Deidara yang ternyata memerhatikan bertanya dengan penasaran.

"Ah? E to...Yah...bekas pertarungan panjang lah...Hehe..." Kisame sepertinya gelagapan menjawabnya.

"Setauku...sejauh ini kamu belum ada pertarungan tuh...Ato emang benar ya kamu ada pertarungan dengan hiu-hiu jantan?"

"Deidara!!!" Kisame malu kedoknya dibuka Deidara.

"Udahlah! Lupain aja! Kita akan menyegel Yonbi sekarang! Bagi juga kesadaran untuk tubuh asli kalian! Zetsu..."

"Iya...iya!! Udah kulakukan dari tadi!! " Zetsu sepertinya jengkel juga diperingati terus. Apalagi dalam tugas yang sama. Nah lho!?! Siapa juga yang ga bakal jengkel?!

"Baiklah...Kita mulai! Akan makan waktu sedikit lebih lama dari biasanya...Karena kita kehilangan anggota lagi,,," Pein bersiap melakukan segel.

"Hidan-Kakuzu ya?" tanya Kisame.

"Fuuin jutsu, Genryuu Kyuu Fuujin!!!"

GRUUUUUUOOOOORRRRRR!!! Seketika juga sembilan ekor naga bayangan menyedot bijuu dari jinchuuriki yang dibaringkan di bawahnya. Ya, Yonbi... Penyegelan sudah dimulai.

"Jadi duo itu benar-benar udah..." Kisame melanjutkan pertanyaan yang tadi tidak dihiraukan Pein.

"So desu..."

"Keinginanmu terkabul, Kisame-senpai..." ujar Tobi.

"Haha...Jadi benar ya kedua monster itu...Haha..." Kisame sepertinya senang mendengar kabar itu.

"Jangan berbicara begitu tentang rekanmu, Kisame..." Pein menasehati.

"Jadi...siapa?" Itachi melontarkan rasa penasarannya juga. Sebenarnya ia sudah bisa menduga siapa yang membunuh kedua anggota Akatsuki itu.

"Orang-orang Konoha,,,Kopi Ninja no Kakashi dan...si bocah Kyuubi itu...Lalu, Nara Shikamaru..." kali ini Zetsu yang angkat bicara.

"Hn? Siapa tuh? Gak pernah dengar...Maksudku yang Nala ato Nara apalah..." tanya Pein.

"Dia Chuunin Konoha, ahli strategis yang punya IQ diatas 200...Lebih baik jangan diremehin..."

"Hm...aku rasa dia (Naruto) makin kuat saja! Apa kamu yakin bisa menangkapnya, Itachi-san?" tanya Kisame. Itachi menunjukkan wajah tidak senang. Kisame serasa meremehkannya.

"...Kisame...urusan kita belum selesai..."

"Ah,,,bercanda kok! " Kisame berusaha membela diri.

"Mereka kuat ya! Pantas saja Dei-senpai bisa dikalahkan ya!" Tobi memancing amarah Deidara.

"Tobi, diamlah!!" gertak Deidara.

"Kalo aku harus selalu bersabar dan memendam emosiku di dalam wadah, lama-lama akan meledak juga! Katakan sekali lagi dan aku akan buat kamu berharap gak pernah dilahirkan!!" lanjut Deidara. Tobi berkeringat dingin... ."

"A? Haha...Memendam emosimu dalam wadah? Seperti wadah tanah liat meledak mu? Tak heran kamu punya tabiat gampang marah ya?!?" Tobi melanjutkan dengan tampang tak berdosa.

"Tobi! Aku akan membu..."

"Diamlah, Deidara! Kecuali kamu ingin membuktikan kalo Tobi benar..." Pein menengahi.

"Rrrghh...!!" Deidara kehabisan kata-kata.

"Dan kamu, Tobi...kamu selalu kelewatan dalam membicarakan suatu masalah...Kamu membuat senpai-senpai mu marah...!" nasehat Pein.

"Ah ya! Benar! Gomenna, minna!" Tobi melambai kepada senpai-senpai nya. Pein hanya geleng-geleng.

Tak terasa sudah lewat 3 hari...

"Pein...apa masih makan waktu cukup lama?" Konan akhirnya buka suara. Padahal dia yang biasanya paling diam di Akatsuki...Maklum, paling ganteng sih.

"Ya, mungkin...Huh, Konan...kamu emang selalu tergesa-gesa ya..."

"Bukan gitu...tapi..."

"Ah! Konan-san benar juga! Kalo kelamaan aku jadi bosan dan capek juga! Jadi..." Tobi memotong omongan Konan. Tapi belum selesai, lagi-lagi omongannya dipotong Deidara.

"Tobi,,,kalo kamu emang anggota Akatsuki sejati, janganlah terlalu banyak mengeluh! Lagian..."

"Lagian, kamu sendiri juga banyak mengeluh kan, senpai? Haha..."

"Tobi! Ka...!"

"Yang ingin kukatakan, bagaimana kalo kita libur sehari, Pein-sama?" Tobi mengajukan usul.

"Libur sehari, katamu? Apa memang perlu?"

"Tentu saja! Bayangkan saja selama ini, tugas kita sehari-hari hanya mencari dan menangkap bijuu...Setelah itu menyegelnya. Itupun butuh kurang lebih 3 hari...Jadi...gimana kalo libur sehari saja? Beri kita kebebasan...Melepas sedikit penat..." Tobi menjelaskan panjang lebar.

"Gak perlu libur untuk menghilangkan penat segala kan? Cukup ada badut sepertimu, Tobi, kami udah terhibur sedikit..." ujar Kisame.

"Eh?" Tobi tampaknya tidak mengerti yang dikatakan Kisame.

"Hm...biar kupikir dulu..." Pein sepertinya tidak menghiraukan Tobi.

"Aku rasa Tobi ada benarnya juga...Itu juga sebenarnya yang ingin kukatakan..." Konan akhirnya angkat bicara. Semuanya menoleh ke arahnya.

"Konan?" Giliran Pein yang dipenuhi tanda tanya. Apa mereka bersekongkol ya?

"Emang seperti yang dikatakan Tobi, kenapa kita gak coba saja libur sehari? Kurasa itu bisa manambah sedikit pengalaman..."

"Aku nggak ngerti maksudmu..." (Pein)

"Ya...katakan kalo kita libur sehari...Janganlah terpikir akan tugas kita, menangkap bijuu, sehari saja. Biarlah kita bersenang-senang. Tapi jangan kelewatan. Dan tetap memegang nama sebagai anggota Akatsuki. Jadi gini...Kalopun kebetulan kita bertemu jinchuuriki ato bijuu sasaran kita saat liburan kita, tangkap saja. Mungkin akan sedikit menguras energi dan tidak bisa dibilang libur sepenuhnya. Tapi setidaknya, tidak ada yang rugi kan? Kita tetap bisa menjalankan tugas (secara kebetulan) sambil menikmati libur...Bukankah begitu lebih enak?" jelas Konan panjang lebar. Pein memikirkan kata-kata Konan.

"Hm...yarunjanai..."

"Tapi ada satu yang kukhawatirkan..." ucap Konan.

"Nan ta?"

"Kalo emang berhasil menangkap sasaran, apa kita membawanya ke markas?"

"Jelas lah!" jawab Pein mantap.

"Te mo...siapa yang akan menjaga?" Pertanyaan Konan membuat Pein jadi tutup mulut.

"Kalo memang gitu, ya resiko. Mereka harus membawanya sampai besoknya. Karena gak mungkin kalo ada yang jaga di markas kan? Nantinya tidak semua menikmati liburan..."

"Jadi...benar kamu setuju memberi kami libur sehari???" tanya Tobi girang.

"Yah...aku rasa idenya boleh juga...Tapi gimana dengan yang lain?" tanya Pein kepada Akatsuki lainnya. Sesaat semuanya tampak diam, mencerna kata-kata pemimpinnya.

"Aku DUKUNG 100 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" (sudah tau pasti siapa kan??)

"Gak keberatan..." ujar Deidara.

"Aku benci mengakuinya, tapi ini ide bagus..." Kisame menghela napas.

"Aku ikuti saja apa katamu..." (Zetsu)

"..." (Itachi)

"Bagaimana denganmu, Itachi? Kamu hampir-hampir nggak mengeluarkan suara dari tadi..." tanya Pein.

"Itachi-san! Jangan jadi bisu ya! Cukup katakan "ya" saja, masa gak bisa?" sahut Tobi. (nah mulai lagi nihhh...). Itachi memandangnya dengan tatapan "nanti kita beli peti mati untukmu".

"Bagaimana, Itachi?" Itachi terdiam sebentar.

"Hm!" Itachi mengangkat bahunya, tanda ia tak peduli.

"Baiklah kalo begitu! Kita akan libur sehari untuk besok! Usahakan tidak bertemu dengan sasaran kalian...Kalian tau sendiri resikonya. Tapi perlu diingat, kalo keadaan darurat aku akan tetap mengumpulkan kalian disini!" jelas Pein.

"Yay!!! Pein-sama!!! Aku memang suka denganmu!!!" seru Tobi. Yang lain hanya menghela napas sambil tersenyum pelan.

"Baiklah...Kumpulkan konsentrasi,sebentar lagi penyegelan selesai...Huh lebih cepat dari yang kubayangkan..." Semuanya mengumpulkan konsentrasi. Sesaat kemudian...Fut! 9 ekor naga bayangan itu menghilang. Jinchuuriki Yonbi tergeletak di lantai.

"Selesai sudah...Kalian istirahatlah...Kerja bagus, Zetsu. Oya satu lagi. Aku ingin kamu bereskan Kakuzu dan Hidan, kalo dia memang belum mati. Lalu, jinchuu ini..." ujar Pein.

"Baguslah...Memang aku belum makan dari kemarin lusa..." Zetsu kelihatannya senang.

"Kita bisa makan sepuasnya..." komentar Zeri.

"Baiklah! Semuanya bubar!" perintah Pein. Syut! Syut! Syut! Seketika markas Akatsuki jadi kosong.

-END OF PART II-

-END OF CHAP 1-

TBC

AN: Akhirnya!!! Selesai juga!!! Gimana? Lebih mendingan dikit ya? Hehe... 00 V Mungkin yang perlu dirubah tuh cara bicara Akatsuki yang terlalu gimanaahhhh gitu...Agak terlalu jauh gitu ya? haha...Oke2...aku usahain deh! yang penting...REVIEW yahhh!!! arigato,minna!!!