~Brakh!~ Dengan kasarnya ia membuka pintu ruangan itu hingga menyebabkan Naruto terbangun dari tidurnya. "NARUTO!"

•••

••

The Chronicles Of Un-Sorcerer. © AWM S S.

•••

••

Disclaimer : NARUTO, BREAK BLADE , DAN EUREKA 7 BUKANLAH MILIK SAYA, TETAPI MILIK PENCIPTA MEREKA MASING-MASING.

•••

••

M (Untuk Jaga-Jaga)

•••

••

Naruto x ?

•••

••

Dihina, dikucilkan, dan tak diterima, itulah yang dialami oleh dirinya. Dia adalah seorang Un-Sorcerer, satu banding satu milyar orang didunia ini yang tidak memiliki sihir dalam tubuhnya. Dia adalah Uzumaki Naruto.

•••

••

Typo, Ooc, Oc, Mecha, bahasa berbelit, dan lain sebagainya.

•••

••

"NARUTO!" Teriak Kushina dengan air mata yang telah mengalir deras dari sudut-sudut matanya. ~grep!~ "Apa yang terjadi padamu, nak? hiks...hiks..." Tanya Kushina setelah memeluk Naruto.

"Ka-Kaa-san, a-aku baik-baik saja." Balas Naruto berusaha menenangkan Kaa-sannya dengan cara berbohong.

"Jangan berbohong pada, Kaa-san, Naruto!" Bujuk Kushina kembali agar Naruto mau berterus terang kepadanya.

"Aku akan sudah bilang kalau aku kenapa-napa, Kaa-san."

Kushina'pun melepaskan pelukannya pada Naruto. Dalam kepalanya, ia berpikur bahwa ia harus lebih tegas pada putra satu-satunya ini agar mau berterus terang padanya. "Katakan, apa yang terjadi padamu!" Tanya Kushina dengan nada yang lebih tegas tetapi dengan air mata yang terus mengalur dari kedua matanya dan dengan memegang kedua lengan Naruto Hal itu'pun mengakibatkan kedua mata violetnya bertemu dengan mata violet anaknya.

Tetapi, bukan jawaban yang didapat oleh Kushina, malainkan rintihan kesakitan dari Naruto. "Ughhhh~~"

Mendengar rintihan Naruto, Kushina secara refleks melepaskan pegangannya pada lengan Naruto. "Na-Naruto, ka-kau ti-tidak kenapa-napa kan?"

"A-aku ba-baik sa-saja Kaa-san. ughhh~~" Balas Naruto berbohong agar Kaa-sannya tidak panik dan kondisi kesehatannya menurun. Tapi, sepertinya usahanya sia-sia saja saat ia menyadari lengan baju pasien yang ia kenakan menjadi merah yang berarti lukanya kembali terbuka dan mengeluarkan darah.

Kushina yang melihat perubahan warna pada lengan Naruto, seketitka membulatkan matanya. "Na-Naruto tu-tunggu se-sebentar! A-aku akan men-mencari dokter." Dan Kushina'pun berlari keluar kamar Naruto guna mencari keberadaan satu-satunya dokter yang selama ini baik padanya dan juga Naruto. Tsunade.

Beberapa menit kemudian, Kushina akhirnya kembali ke kamar Naruto dengan membawa Dokter Tsunade.

Tsunade'pun segera memberi mengobati Naruto agar lukanya tidak semakin parah.

•••

•••

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Naruto?" Tanya Kushina kembali setelah Tsunade selesai mengobati Naruto.

"Aku hanya jatuh saat berlari, Kaa-san."

"Naruto! Kaa-san mohon, katakanlah yang sebenarnya pada Kaa-san!"

"Ba-baiklah. Se-sebenarnya a-aku di-ditembak." Kushina lagi-lagi harus melebarkan matanya.

"Siapa yang melakukannya, Naruto?" Tanya Khusina dengan menaikkan sedikit nada bicaranya.

"Dia." Terkejut. Kushina sangat terkejutsaat mengetahui siapa yang mengetahui siapa yang berani menyakiti anak satu-satunya ini. ~brakh!~ Dengan emosi yang telah mencapai batasnya, Kushina'pun akhirnya mengahantamkan kepalan tangannya di ranjang Naruto guna meluapkan seluruh emosinya.

"KENAPA KAU TIDAK MEMBERI TAHUKAN PADA KAA-SAN, NARUTO? KENAPA?" Air mata Kushina'pun kembali mengalir.

"Ka-Kakashi-nii melarang ku untuk menemui Kaa-san. Ka-katanya kondisi Kaa-san akan semakin buruk bila mengetahui a-apa yang terjadi padaku. " ~grep!~ Kushina kembali memeluk Naruto dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ia bendung. "Hiks...Hiks...Maafkan Kaa-san, Naruto. I-ini pasti gara-gara Kaa-san kan. hiks...hiks..."

Naruto'pun akhirnya membalas pelukan Kushina dan ikut menangis. "Hiks...hiks...I-ini bukan hiks...sa-salah Kaa-san...Hiks...Hiks..." Mereka berdua terus menangis hingga beberapa saat kemudian sampai Kushina melepaskan pelukannya terlebih dahulu.

"Naruto, kau tetap disini! Kaa-san akan memberi pelajaran pada orang itu." Ujar Kushina dengan nada dingin dan berjalan menuju pintu, meninggalkan Naruto yang masih terus mengeluarkan air matanya.

~cklek!~ Pintu kamar Naruto terbuka dan menampilkan sesosok pria berambut abu-abu melawan gravitasi yang mengenakan masker dan jubah khusus Jenderal, siapa lagi kalau bukan Hatake Kakashi. "Ne-Nee-san." Ujar Kakashi dengan tergagap karena melihat Kushina telah mengetahui keadaan Naruto yang sebenarnya.

"Kakashi, ikut aku, aku ingin meminjam komputermu." Ujar Kushina berjalan mendahului Kakashi.

"Ba-baiklah." Balas Kakashi dan berjalan mengikuti Kushina.

••••

••••

••••

Kakashi House.

Kini di rumah Kakashi atau lebih tepatnya di ruang kerja Kakashi, terlihat Kushina yang tengah mengetik setiap tombol yang ada di keyboard. Sedangkan dengan Kakashi, ia hanya menunggu di belakang Kushina dan menunggu sebuah perintah yang mungkin saja akan diberikan.

"Kakashi, bantu aku untuk menyambungkan antena itu ke komputer ini!" Perintah Kushina sambil menunjuk sebuah antena berbentuk seperti parabola berukuran kecil. "Dan taruhlah antena itu di luar!"

"Baiklah." Balas Kakashi segera melakukan instruksi yang diberikan Kushina. "Sebenarnya apa yang ingin kau buat, Nee-san?" Tanya Kakashi disela-sela tugasnya.

"Aku akan memanggil 'dia' kesini." Balas Kushina tanpa memalingkan matanya dari monitor komputer.

"Dia?" Kakashi'pun dibuat bingung sendiri dengan jawaban yang diberikan oleh Kushina.

"Kau akan tahu jika aku berhasil memanggilnya kemari, Kakashi." Kushina masih terus menekan tombol-tombol yang ada di keyboard hingga beberapa saat kedepan lalu diakhiri dengan menekan tombol enter. "Semoga saja berhasil."

••••

••••

••••

••••

Sementara itu di suatu tempat, terlihat lah sebuah robot berwarna hitam tiga tanduk dikepalanya yang sedang dibersihkan. ~dzzzttt! dzzztt! sling!~Tiba-tiba mata robot itu mengeluarkan sinar berwarna merah yang disusul dengan tangannya yang bergerak dengan sendirinya.

Para pekerja yang membersihkan robot itu dengan cepat pergi dari sisi robot itu dan mencari tempat yang aman. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan nya?"Tanya salah satu pekerja.

"Entahlah? Aku juga tidak tau." Balas temannya.

~grep!~ robot itu mencengkram besi penyangga yang menahan dadanya dan dengan sekali tarik, besi penyangga itu dapat dipatahkan dengan mudah. Robot itu berjalan keluar dari hanggar.

"Cepat! LAPORKAN INI PADA YOUNDAIME-SAMA!" Teriak salah satu pekerja.

~bwossshhh!~ Dua lubang dipunggung robot itu mengeluarkan api layaknya sebuah pesawat jet yang akan lepas landas. ~whusss!~ Dan benar saja, dengan sekali lompatan, robot itu langsung menyatukan kedua kakinya dan meluncur entah kemana, dia hanya meninggalkan semburan gelombang berwarna hijau dari ujung papan yang menyatu dengan kakinya.

••••

••••

••••

Kushina kini tengah mondar-mandir didepan rumah Kakashi dengan perasaan gelisah. Gelisah karena memikirkan rencana yang telah ia buat, berhasil atau tidak.

Sedangkan dengan Kakashi, ia hanya duduk di teras rumahnya sambil membaca buku kesayangannya. Ia juga ikut menunggu seperti Kushina karena ia sangat penasaran dengan sesuatu / seseorang yang di maksud oleh Kushina.

~cling! cling!~ Tanpa sadar Kushina melihat sebuah kedipan cahaya dilangit. Ia'pun langsung menajamkan matanya di arah sumber kedipan cahaya tadi. Sebuah senyuman tercipta di bibirnya saat kedipan cahaya tadi semakin mendekat ke arah nya dan menampakkan wujud aslinya. Yaitu, sebuah robot berwarna hitam yang menaiki sebuah papan yang di bawah nya terdapat gelombang berwarna hijau.

"Sudah lama aku tidak melihatmu, The End." Tepat setelah Kushina mengatakan itu, robot itu langsung mendarat di depan Kushina dengan posisi berlutut ala ksatria.

•••

•••

•••

~tap! tap! tap!~ Di koridor gedung hokage, terlihat seorang wanita berambut hitam sebahu sedang berlari. Tujuannya hanya satu yaitu ruangan Hokage.

~brakh!~ Tanpa mengetuk pintu, perempuan itu langsung membuka pintu ruangan Hikege dengan keras. "Lapor Hokage-sama. Sebuah benda terbang tak dikenali memasuki Konoha melalui jalur barat." Ujar Perempuan itu.

"Benda apa itu?" Tanya Minato.

"Saya kurang mengetahuinya, Hokage-sama. Yang pasti, bentuk dari benda itu mirip seperti golem."

"Kirimkan 10 Golem untuk mencarinya di seluruh penjuru Konoha. Lumpuhkan benda itu jika memiliki kesempatan. Langsung hancurkan bila benda itu membahayakan Konoha! Laksanakan." Ujar Minato tegas.

"Siap laksanakan, Hokage-sama." Balas perempuan itu dan pergi meninggalkan ruangan hokage.

"Golem yang bisa terbang? Apa mungkin ada golem yang bisa terbang?" Tanya Minato entah pada siapa. "Jika memang benar ada golem seperti itu maka Konoha dalam bahaya. Aku harus kesana." Ujar Minato dan berlari keluar ruangannya.

••••

••••

••••

"Ben-benda apa itu, Nee-san?" Tanya Kakashi terkejut karena seumur hidupnya, ia belum pernah melihat Golem yang bisa terbang.

"Ini adalah, Light Finding Operation atau LFO dengan type The End." Jelas Kushina sembari

memasuki Kokpit yang berada dipunggung dari benda yang ia sebut sebagai LFO. "Kakashi, jika terjadi apa-apa padaku, tolong bawalah Naruto ke Kerajaan Uzushio." Ujar Kushina sambil melemparkan sebuah gulungan ke Kakashi. "Peta itu akan memberi tahu mu dimana letak Uzushio."

"Tapi apa yang ingin kau lakukan, Nee-san?"

"Aku akan membalaskan semua yang pernah dia lakukan pada Naruto. Ayo The End!" Ujar Kushina dengan nada datar tetapi didalamnya tersimpan sebuah kebencian pada sosok yang selalu ia panggil dia. Siapa lagi kalau bukan Minato.

~whusss!~ Mata The End mengeluarkan cahaya merah dan dengan sekali lompatan, The End meluncur dengan cepat diudara. Entah tempat apa yang ingin ia tuju.

•••

•••

•••

Kini terlihat sekitar 10 unit Golem berwarna putih yang membawa sebuah Pressgun, sebuah prisai, dan ditambah dengan sebuah pedang yang menggantung di pundak mereka masing-masing, berjalan keluar dari pangkalan mereka yang satu tempat dengan gedung Hokage atau lebih tepatnya di sebut sebagai Kastil Hokage.

"Menyebar! Bentuk lima kelompok! Masing-masing dua unit! Laksanakan!" Perintah pemimpin mereka. Kesepuluh Golem itu segera menyebar keseluruh penjuru dengan berpasang-pasangan, sehingga mereka kini terbagi dalam lima kelompok kecil.

Kelompok pertama. Kelompok pertama ini mendapat tugas untuk menyisir kearah timur kerajaan Konoha. "Hey, apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan?" Tanya pilot Golem pertama.

"Negatif. Tidak a..." Ucapan pilot Golem kedua berhenti secara mendadak saat ia melihat sesuatu dilangit menukik dengan cepat kearahnya. "Di-Dia di- didepan." Lanjut pilot Golem kedua itu.

"Ha?" Golem pertama berputar 180 derajat. Dan ~Crashh!~ sebuah scythe knife berwarna silver menancap di kepala Golem pertama.

~dor! dor! dor!~ Golem kedua yang tak ingin mati segera menembakkan pressgunnya kearah The End.

~whuss! whuss! whuss!~ Dengan berbagai gerakan manufernya, The End'pun dapat menghindari setiap peluru yang menuju ke arah nya. ~grep!~ Masih meluncur dengan papannya, The End dengan cepat mengambil kembali pisaunya yang masih menancap di kepala Golem pertama dan langsung menebaskannya ke leher Golem kedua.

The End masih belum berhenti sampai disitu, ia kemudian berputar dan melesat meluncur kearah Golem kedua yang masih belum tumbang walau kepalanya sudah tidak ada. ~sring!~ Bagian atas dan bawah golem itu terpisah dan akhirnya jatuh ke tanah. Setelah lawannya tumbang, The End kembali menambah ketinggian nya dan meluncur dengan cepat, meninggalkan jejak berwarna hijau diudara.

•••

~whuss! crash! brak!~ The End kembali menghancurkan sebuah Golem yang menghalangi jalannya. ~whuss!~ Meluncurkan kedua cakar mekanik yang ada di kedua tangannya, The End berhasil menjerat kedua lengan Golem di depan nya.

Dengan sekuat tenaga, The End menarik Golem itu dengan cepat. Melihat musuh yang ia tarik dengan cepat menuju ke arah nya, The End kemudian mengangkat satu kaki kanannya dan ~brakh!~ Dada Golem itu berlubang akibat tertusuk oleh kaki The End yang kini telah berlumuran darah. ~brukh!~ Golem itu'pun akhirnya jatuh tak berdaya ke tanah.

The End / Kushina hanya melihat itu dengan wajah tanpa ekspresinya untuk beberapa saat hingga ia mendengar suara tapak kaki dari segerombolan Golem yang tengah berlari ke arah nya.

Kushina yang tak ingin tertangkap akhirnya sadar lamunnanya dan kembali menggerakkan tubuh besar The End untuk mengambil sebuah pisau yang tertanam di tangan kirinya sehingga kini ia memegang dua memegang dua pisau. Ia memposisikan kedua scythe knifenya itu untuk ditebaskan secara horizontal.

~bwoossshhh!~ Punggung The End kembali menyemburkan api dan berkat sebuah roda di masing-masing tumitnya, Ia dapat meluncur dengan cepat kearah Golem-Golem didepannya layaknya memakai sepatu roda.

~dor! dor! dor! dor!~ Pasukan Golem itu'pun tak tinggal diam, mereka langsung menembakkan pressgun mereka kearah The End. Tapi sayang nya, tak satu'pun dari peluru mereka yang berhasil mengenai The End bahkan menggores'pun tidak. Itu semua terjadi karena The End dapat menghindari semua peluru pressgun yang mengarah padanya dengan berbagai macam manuver yang dapat membuat seluruh pilot Golem tercengang.

~Crash! crash! crash!~ Dengan gerakan zig zag, The End dengan mudahnya memisahkan bagian atas dan bawah dari golem yang ia lewati.

~trank!~ Kedua pisau The End berhasil ditahan dengan pedang dan prisai oleh golem yang berada dibarisan paling belakang yang merupakan pemimpin pasukan golem.

Adu kekuatan terjadi diantara keduanya, tapi sepertinya kekuatan The End lebih besar dari golem itu, terbukti dari tubuh golem itu yang terdorong kebelakang. "HYAHHHH!" ~brukh!~ bersamaan dengan teriakan Kushina, The End'pun akhirnya berhasil menjatuhkan golem itu.

"Dimana Minato?" Tanya Kushina dengan nada yang masih datar sambil menodongkan pisau The End ke dada golem itu yang merupakan tempat kokpit dari Golem itu.

"Kau tidak akan mengetahuinya." Balas pilot golem itu dengan nada yang terkesan mengejek.

"Dimana Minato?" Ulang Kushina.

"Sudah kubilangkan. KAU TIDAK AKAN MENGETAHUINYA."

Karena kesabarannya telah habis, Kushina menggerakkan tangan The End untuk mengangkat pisaunya tinggi-tinggi dan dengan cepat ia menurunkannya karena ia ingin menusuk pilot golem itu.

"Berhenti!" Perintah sebuah suara dari belakang The End. "Kau mencari ku kan." Ujar suara itu lagi.

Kushina mengehentikan laju pisau The End yang hanya berjarak kurang dari 1 cm dari dada golem itu dan menggerakkannya untuk berbalik menghadap asal suara. Dilihatnya sebuah golem yang memiliki badan lebih besar dari The End dan memakai jubah bertudung warna putih.

"Siapa kau sebenarnya? Dan apa maksudmu membuat kekacauan di Konoha?" Tanya pilot golem besar itu yang diketahui berjenis Hycherion.

"Siapa aku? Baiklah aku akan memberitahumu siapa aku sebenarnya." Bagian pungung The End terbuka dan menampilkan Kushina yang berada didalam benda yabg berbentuk seperti badan lebah.

Pilot Hycherion itu'pun seketika melebarkan matanya. "Ku-Kushina." Ujar pilot Hycherion tergagap karena terkejut.

"Kenapa Minato? Kau terkejut?" Tanya Kushina pada Minato yang merupakan pilot Golem Hycherion itu.

Terkejut. sudah pasti itu yang dialami oleh Minato saat ini. Ia benar-benar tak menyangka bahwa dalang dibalik kekacauan ini adalah orang yang telah ia isolasikan tanpa sebab yang jelas. "Kenapa kau melakukan ini,Kushina?" Tanya Minato setengah berteriak.

Kushina'pun menundukkan kepalanya saat mendengar pertanyaan Minato. "Kenapa aku melakukan ini?" Tanya balik Kushina oleh menutupnya pintu kokpit The End perlahan-lahan. "TENTU SAJA MENGHABISI KALIAN YANG TELAH MENYAKITI NARUTO!"

|••••••|

|•••••|

|••••|

|•••|

|••|

|•|

TBC.

A/N:

Pertama, Saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya karena terlalu lama update dan maaf jika ch 2 terlalu pendek.

Kedua, Saya menggunakan 3 unsur anime untuk fict ini, yaitu Break Blade, Eureka 7, (Hanya Mechanya saja) dan Naruto.

Ketiga, Mungkin hanya itu saja yang ingin saya katakan. Saya sangat berterima kasih untuk para reader yang mau mereview fict GaJe ini.