Chapter 2
Title : Mr. Lee
Author : Minki Elfishy
Starring :
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Kim Kibum
Lee Sungmin
Ft. another kpop icons
Genre : Romance, Comedy, Yaoi, BL
Rated : T
Summary : Lee Donghae; seorang pria yang disiplin, sangat kaku, dan bahkan menyeramkan, sehingga semua karyawan-karyawannya menjuluki ia dengan nama penyihir.
Hubungan cinta yang ia jalin selalu gagal, karena semua pria memilih mundur karena kepribadiannya.
Hingga muncul seorang pria dalam hidupnya.
Akankah pria tersebut mampu mengubah dirinya?
Minki Elfishy ####################
*Sebelumnya,
"oh… Ahjussi.. Joesongeyo. Jeongmal mianhaeyo.." pengemudi itu terus saja berucap dan menunduk.
Siwon yang mendengar itupun berbalik dan hendak memarahi pengemudi tersebut.
Tapi rasa marahnya hilang seketika saat pengemudi itu mengangkat wajahnya.
"Omo!" Siwon berkata sambil terkejut.
"Neo! Siwon-ssi?" Pengemudi itu berkata tak kalah kagetnya sambil melihat penampilan Siwon.
"Donghae-ssi?"…..
-Mr. Lee-
Seusai kejadian tadi, Siwon dan Donghae kini tengah duduk dalam sebuah kedai kopi dekat tempat kejadian tadi. Perasaan Siwon kini tak karuan. Ia merasa malu, bingung, dan ketakutan karena kebohongan yang ia lakukan semalam ternyata telah terbongkar hari ini. Rasa sakit dan nyeri yang menghampiri tubuhnya pun terabaikan; terkalahkan oleh semua perasaannya di atas.
Mereka berdua masih saja berdiam diri tanpa mengeluarkan suara. Donghae yang kini sedang terbakar api kemarahan karena ia telah dibohongi oleh seorang Choi Siwon ; orang yang menjadi teman kencannya semalam yang berpura-pura menjadi seorang dokter muda.
Bagaimana ia bisa mendiamkan ini? Ia ternyata telah dibohongi mentah-mentah. Padahal semalam ia telah berusaha mengunci pribadi aslinya dan mencoba bersikap manis. Dan itu semua hanyalah kebohongan belaka. Donghae kini menatap tajam kearah Siwon dan menarik sedikit napas. Seakan berada dalam serial animasi sekarang; Donghae kini bagaikan seorang ksatria pedang yang siap untuk memenggal kepala musuhnya itu.
Siwon pun mengangkat wajahnya dan memberanikan menatap Donghae yang kini duduk berhadapan dengannya.
"A… a.. Donghae-ssi. Nan jeongmal mianhae. Aku sama sekali tak bermaksud membohongimu. Tolonglah, jangan laporkan ini. Aku tak ingin teman baikku Yunho harus kehilangan pekerjaannya akibat kesalahan yang aku lakukan. Tolonglah Donghae-ssi. Tolong maafkan aku."Siwon berucap memohon kepada Donghae yang nyatanya kini hanya menatapnya dengan tatapan datar.
"Kau telah membohongiku Siwon-ssi! Dan hal ini tak dapat kumaafkan. Aku akan melaporkan ini kepada polisi sebagai kasus penipuan. Bersiaplah! Kau dan temanmu akan masuk ke dalam penjara untuk waktu yang lama."Donghae membalas dengan nada sedikit mengejek.
"Mworago? Maldo andweyo Lee-ssi. Aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu. Tolong bantulah aku. Aku bisa membuat kedua orangtuaku malu dan mereka bahkan tidak akan menganggapku sebagai putra mereka. Tolonglah Lee-ssi." Siwon berucap dengan nada bergetar.
"Baiklah Siwon-ssi. Aku bukanlah orang yang sepenuhnya jahat. Aku akan memaafkanmu." Donghae menjawab.
"Jeongmal? Oh… jeongmal gomawoyo Donghae-ssi. Aiissh! Aku sepenuhnya tahu, kalau kau bukanlah orang yang tega melakukan itu." Siwon berdecak gembira.
"Keundae… Ada satu syarat." Donghae melanjutkan perkataannya.
Wajah Siwon yang semula ceria, kini berubah khawatir setelah mendengar penuturan Donghae barusan.
"Waeyo? Apa persyaratannya?"
"Kau harus membayar ganti rugi kepadaku sebesar $4.000. Maka kuanggap masalah kita impas. Kalau tidak, dengan terpaksa kalian berdua akan kupenjarakan."Donghae berkata dengan nada serius.
Siwon yang mendengar itu terkejut dengan seketika. Ia lalu mulai berpikir untuk mencari jalan lain. Tidak akan mungkin ia punya uang sebanyak itu. Lagipula, uang yang diberikan ayahnya juga untuk keperluannya untuk meneruskan kuliah kedokterannya.
"Aigoo.. Dia ini sungguh pria yang licik." Siwon membatin.
"hey! Bagaimana? Apa kau setuju Siwon-ssi?" Donghae bertanya lagi.
"Oke oke.. aku akan membayar ganti rugi itu. Tapi setelah itu masalah kita impas! Oke?" Siwon menjawab dengan mantap.
"Oke!"
Mereka berdua pun berjabat tangan dan kembali berlalu ke tempat masing-masing. Saat hendak memasuki mobilnya lagi, Donghae yang melihat Siwon kini berjalan menghampiri motornya, berkata lagi,
"Hey!"
Siwon pun berbalik untuk melihat Donghae.
"Waktumu Cuma 24 jam untuk membayar ganti rugi itu. Kutunggu kau besok di kantorku. Jadi, gunakanlah waktumu itu dengan baik." Sambung Donghae sembari melempari kartu namanya dan memasuki mobilnya; berlalu meninggalkan Siwon yang sedang geram akan perkataannya itu.
"Aissh sialan! Dia itu benar-benar! Pantas saja tidak ada yang mau menjadi namjachingunya." Siwon berdecak sebal sambil menendang . Lucunya, ia malah menendang ban motornya, yang alhasil membuat ia mengerang kesakitan.
"Auw auw.. appoyo.. aissh! Sibal! Arrrgggghhh"
-Mr. Lee-
Waktu kini berlalu dengan begitu cepatnya. Indahnya langit sore kini berganti dengan langit malam yang ditemani dengan sinar rembulan yang menyinari seorang pria yang sedang berusaha menenangkan dirinya.
Dengan perasaan kesal, ia kini mengendarai motor menuju rumahnya. Tapi, rasa bersalah akan kejadian tadi membuat ia mengurungkan niatnya untuk memasuki rumahnya itu.
Ia pun memutar balik arah motornya dan pergi menjauh.
Beberapa waktu kemudian, ia tiba di depan sebuah rumah; mungkin tepatnya sebuah kos-kosan.
Ia menuruni motornya dan berjalan mendekati sebuah pintu. Lalu, diketuknya pintu itu yang tidak berselang lama muncul seseorang dari balik pintu dengan keadaan yang cukup memprihatinkan.
Wajah itu taka sing baginya, karena itu adalah Yunho hyung. Siwon pun belum sempat berkata, Yunho pun langsung memeluknya dan menangis dalam pelukan itu.
"Siwon-ah… Bagaimana ini? Aku sekarang sudah dipecat. Aku harus bagaimana? Aku tak bisa memberitahukan hal ini kepada keluargaku yang ada di Mokpo. Aku takut mereka akan khawatir. Bagaimana ini? Oh.. bagaimana ini?"ucap Yunho dengan suara serak karena mungkin ia sudah menangis sejak beberapa waktu yang lalu.
Rasa bersalah itupun semakin muncul dan membuat Siwon menjadi putus asa.
"Hyung… jangan menangis disini. Tidak enak kalau ada yang mendengar hal ini. Kajja! Kita masuk ke dalam saja." Siwon membalas sambil merangkul Yunho untuk masuk ke dalam.
-Mr. Lee-
Pagi yang indah mungkin kini menemani seorang Lee Donghae yang sedang duduk di ruang kerjanya. Bagaimana tidak? Ia baru saja menerima laporan dari Shindong, kalau proyek iklan yang dikerjakan oleh perusahaannya sukses besar. Makanya, ia sedari tadi selalu tersenyum sendiri.
Tanpa ia sadari, sejumlah karyawan sedang mengintipnya dari balik pintu kerjanya. Mereka bahkan terpesona akan senyuman itu.
"Aigoo.. Yeppoyo.. Bagaimana ia bisa semanis itu saat tersenyum?" kata seorang karyawan.
"Ternyata, Lee sajangnim juga punya pesona yang besar. Kenapa ia tak mau tersenyum selalu seperti itu setiap datang ke kantor? Sahut Ryeowook.
"Itu karena dia penyihir, bodoh!" Yoona mencela.
Merasa mendengar suara aneh dari balik pintu Donghae pun mendekati pintu dan membukanya dengan sekali tarikan. Alhasil, semua karyawan yang sedang asyik mengintip tadi spontan terkejut dan terjatuh ke belakang.
Donghae yang melihat itu hanya menatap mereka dengan tatapan datar. Mereka semua pun berdiri dan memberi hormat; lalu berpencar kembali menuju meja kerjanya masing-masing.
"Issh! Aneh." Donghae membatin.
-Mr. Lee-
Berkebalikan dengan apa yang dirasakan Donghae, Siwon kini sedang dilanda rasa bersalah yang besar.
Ia pun berangkat dengan perasaan ragu menuju bank untuk mengambil uang; untuk mengganti rugi kepada Donghae sesuai kesepakatan mereka kemarin.
Saat hendak memasuki bank, ia berdiri menatap pintu masuk yang terbuat kaca yang ada di depannya.
Ia berpikir sejenak,
"Abeoji, Eommonim. Maafkan aku. Aku terpaksa menggunakan uang kuliah itu. Tolong ampuni aku." Siwon membatin dan bergegas memasuki bank tersebut.
10 menit kemudian,
Siwon sudah keluar dari bank dengan membawa sebuah amplop coklat ditangannya.
Ia berjalan menuruni tangga dan bergegas menuju motornya. Tapi sayang, nasib buruk kini menimpanya lagi. Ia hendak memasukan uang itu ke dalam tasnya, tapi malah sebuah tangan tiba-tiba merebut amplop itu dengan cepatnya.
Ia berusaha mengejari perampok itu sambil meneriaki mereka. Sayangnya, mereka terlampau cepat menghilang dari pandangannya dengan motor yang dikendarai mereka.
"Yaakkk! Sibal! Kembalikan uangku! Kalian brengsek! Bajingan sialan! Argggghhhh!" Siwon terus saja memaki dan meneriaki mereka.
Dengan perasaan yang putus asa, ia mendekati motornya dan mengambil secarik kertas; mungkin tepatnya sebuah kartu nama.
"Lee Donghae! Kau pembawa kesialan dalam hidupku! Arggghhhhh!"ia meremas kartu nama itu.
-Skip Time-
Tak tahu apalagi yang harus ia perbuat, Siwon pun memutuskan untuk meminjam uang kepada orangtuanya. Ia bahkan semalam tak ingin mengangkat telpon dari ibunya. Ibunya ingin mengetahui apa ia sudah mengantar pesanan itu pada tempatnya atau belum; tapi ia tak menghiraukan hal itu.
Dengan tampang kusut, ia mendekati ayahnya yang sedang memasak pesanan pelanggan.
"Abeoji.. Bolehkah aku meminjam $4.000 ?" Siwon berkata pelan.
"Aigoo.. appa tidak punya uang sebanyak itu sekarang. Lagipula uangnya sudah ayah berikan semua kepadamu waktu itu." Sahut sang ayah; Hankyung.
"Waeyo? Apa uang pendaftarannya masih kurang? Cepat beritahu ibu." Sambung Heechul.
"Aniyo.. uang itu sudah sangat cukup. Hanya saja, aku ada keperluan lain lagi." Siwon menjawab sambil menunduk.
"Lalu apa?" kedua orangtuanya bertanya.
"A..a.. Gwaenchanayo." Ucap Siwon lagi sebelum berlalu meninggalkan kedua orangtuanya dan keluar dari restoran mereka.
"Anak itu…"Heechul berdecih dan menggeleng.
"A.. Siwon hyung. Mau kemana lagi kamu?" Minho yang baru datang bersama kekasihnya menegur Siwon.
"Aku masih ada urusan. Nanti baru kita bicarakan." Siwon menjawab sambil berlalu dengan motornya. Tampaknya ia akan menemui seseorang.
"Hyung-mu kenapa?" Tanya Taemin.
"Na mollayo chagiya. Kajja! Kita masuk dan bertemu dengan Appa dan Eomma." Minho menjawab sambil merangkul tubuh Taemin untuk masuk.
-Mr. Lee-
Ternyata, orang yang ditemui Siwon adalah Donghae. Dengan perasaan yang ragu, ia mulai berkata,
"Donghae-ssi. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa memberikan uang sesuai kesepakatan kita kemarin. Uangku dirampok di jalan saat aku hendak kesini. Tolonglah aku. Jangan masukkan aku dan temanku ke penjara."Siwon berucap sedih sambil berlutut dan memeluk kaki Donghae.
Donghae yang melihat itu menjadi risih karena kejadian itu dilihat oleh semua karyawannya.
"Apapun alasanmu, aku tak ingin mendengarkannya." Donghae berucap sambil melihat kearah karyawannya yang mungkin sedang membicarakannya sekarang.
"Aku tahu kamu adalah orang yang baik. Maka dari itu, tolonglah. Aku rela bekerja apa saja atau kau suruh apa saja tanpa dibayar sepersen pun. Asalkan kau tidak melaporkan aku ke polisi." Sambung Siwon sambil memohon.
Donghae kini tak tahan dengan keadaan ini. Ia sebenarnya malas sekali mempekerjakan Siwon sebagai seorang karyawan di kantornya. Hingga Shindong dan Ryeowook mendekatinya dan berbisik,
"Sajangnim. Sebaiknya, kau jadikan ia sebagai asisten pribadi di ia bisa membantumu meringankan pekerjaanmu disana. Mungkin ia bisa kau jadikan seorang pembantu. Bagaimana?"
Setelah mendengar penuturan dari kedua karyawannya itu, Donghae pun menyetujuinya.
"Baiklah. Sekarang juga, kau ikut aku ke apartemenku. Aku akan memberikan pekerjaan untukmu disana." Donghae berkata sambil berjalan keluar kantornya yang diikuti Siwon dibelakangnya.
Mungkin sekarang Siwon sedang mengucapkan kata syukur berulang-ulang dalam hatinya.
Ia pun melihat kearah Donghae yang sedang mengendarai mobil.
"Aku tahu, kamu adalah orang yang baik, Donghae-ssi."
"Sudahlah. Aku malas mendengar ocehanmu itu." Balas Donghae telak yang membuat Siwon jadi illfeel dibuatnya.
"Huh! Galak sekali dia.." batin Siwon kesal.
Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di apartemen milik Donghae. Siwon yang memang belum pernah masuk ke dalam gedung sebesar ini masih saja terkagum-kagum.
"wooahh.. Kau tinggal disini ya? Mewah sekali ya hidupmu."
Siwon yang merasa tak ada jawaban dari Donghae yang berjalan di depannya, hanya bisa bergurau.
"Pantas saja ganti ruginya mahal sekali."
Mereka kini sudah sampai di depan pintu apartemen Donghae, setelah keluar dari lift tadi.
Donghae pun membuka pintu apartemennya dan menyuruh Siwon untuk masuk. Siwon sempat ternganga akibat pemandangan yang ia lihat didepannya kini.
Lihatlah bagaimana berantakannya barang-barang yang ada dalam ruangan itu.
"Baiklah. Kamu sudah disini sekarang. Kita akan tanda tangani surat kontrak kerjamu dulu." Donghae berucap sarkatis.
"Ne Lee-ssi. Aku paham." Balas Siwon.
Donghae pun berlalu menuju kamarnya untuk mengambilkan sebuah surat kontrak kerja mereka.
Sementara menunggu Donghae keluar, ia pun mulai melihat-lihat foto-foto yang terpajang di atas sebuah meja nakas dengan aneka perabot hiasan lain.
"Apa ini dia? Dia manis juga ya." Siwon membatin.
Donghae tak berapa lama keluar dengan secarik kertas dan pulpen ditangannya.
"Ini… cepat tandatangani surat itu. Aku masih banyak pekerjaan di kantor." Ucap Donghae mengagetkan Siwon.
"Araesso." Balasnya sambil mulai menandatangani surat perjanjian mereka.
Setelah Siwon menandatangani surat kontrak itu, Donghae pun mengambilnya kembali dan berkata,
"Tugasmu sekarang adalah membersihkan tempat ini. A.. ne, jangan lupa isi kulkas itu dengan bahan makanan dan air mineral." Ucap Donghae seraya menunjukkan letak kulkas dan memberikan uang kepada Siwon.
"Ne, Lee-ssi. Selamat bekerja. Fighthing!" jawab Siwon sambil mengangkat tangannya tanda memberi semangat kepada Donghae yang kini berada diambang pintu.
Donghae yang melihat itu tak memberi tanggapan apapun, lalu bergegas keluar.
"Aigoo.. bagaimana mungkin ia bisa memliki kekasih kalau ia terus bersikap seperti itu. Aigoo… lihat ini. Berantakan sekali. Aisshhhh…!" Siwon kesal saat melihat pemandangan yang memang sudah ia lihat tadi.
Setelah memberi tugas dan meninggalkan Siwon di apartemennya. Donghae kini sedang mengendarai mobilnya untuk menuju kantornya lagi.
Tiba-tiba ponselnya berdering,
"Ne, Yeobseyo Shindong-ssi. Waeyo?"
"Ne Lee sajangnim. Ada seseorang yang ingin menemui anda." Ucap Shindong dari balik telepon.
"Nuguya?"Tanya Donghae heran. Karena setahunya, semua klien telah ia temui tadi siang.
"Nado molla sajangnim. Dia bilang, dia adalah kenalan anda."Shindong berucap lagi.
"Araesso. Aku sedang dalam perjalanan kesana sekarang." Sambung Donghae sembari menutup teleponnya.
"Kenalan?" Donghae membatin.
"A.. tuan. Silahkan tunggu sebentar. Lee sajangnim sedang dalam perjalanan kesini." Shindong berbicara kepada tamu itu.
"Araesso. Terima kasih." Tamu itu membalas.
-Mr. Lee-
Setelah beberapa waktu berkendara, Donghae kini telah tiba di kantornya. Ia turun dan kemudian berjalan memasuki kantor dengan ditemani Shindong yang telah menunggunya di depan tadi.
"Sajangnim, itu orang yang ingin menemui anda." Shindong berkata saat mereka tiba di sebuah ruangan.
"Ne, gomawo." Donghae membalas sambil mendekati orang yang sedang duduk membelakanginya sekarang.
Orang itu menyadari kehadiran seseorang lalu berdiri dan berbalik. Betapa terkejutnya Donghae saat senyuman lebar tergambar di wajah putih orang itu. Mata mereka saling bertemu dalam sebuah pandangan sekarang, hingga sebuah suara,
" Donghae-ssi…
To be continued…
Siapakah orang itu? Kenapa Donghae begitu terkejut saat melihatnya?
Tunggu kelanjutannya ya….?
MnR Please
Terima kasih saya ucapkan buat yang udah review pada chap. Pertama.
Semoga ttp setia membaca dan memberi masukan demi kesempurnaan FF ini.
Mhon bntuan dan dukungannya ya….
