Broken
Cast :
Xi Luhan
Oh Sehun
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Kyungsoo
Kai
Genre :
Angst, Romance & Drama
Rated :
M
Warning :
GS, Typo bertebaran. NO PLAGIAT! NO COPY!
.
Bersamamu, membuatku selalu dalam bahaya. Tapi, aku tidak peduli! Aku akan selalu bersamamu. Meskipun nyawaku taruhannya.
.
Music :
Exo-Moonlight
.
Luhan bangkit berdiri. Menatap namja di hadapannya dengan pandangan nanar.
"Sehun!" panggilnya serak. Sebulir air mata mengalir begitu saja. saat ia memanggil nama namja yang teramat ia cintai.
Sedangkan namja di hadapannya, tampak diam tak bergeming. Seolah membenarkan apa yang Luhan pikirkan.
Luhan maju selangkah, namun segera menghentikan langkah berikutnya. Saat namja itu dengan sigap, mengacungkan pistol dalam genggamannya ke arah kepala Luhan.
Tubuhnya membeku.
"maju selangkah lagi. Aku tembak kau!" ancam namja itu tajam. Membuat Luhan terdiam, tanpa memalingkan wajahnya. Ia tetap menatap wajah namja bertopeng hijau itu. Begitupun dengan namja itu.
Mereka saling menatap, dalam keheningan yang mulai terasa dingin dan semakin mencekam. Siap membekukan mereka berdua, kapan saja.
Dalam keterdiaman itu, tiba-tiba kilasan memory kebersamaannya bersama Sehun muncul. Menyerangnya tanpa ampun.
~Broken~
.
Flashback
6 tahun yang lalu
Masih Luhan ingat, dengan sangat jelas. Bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Sehun.
Saat itu, musim panas. Namun dengan anehnya, tiba-tiba hujan turun begitu lebatnya. Membuat Luhan yang tanpa persiapan, yaitu tidak membawa payung. Segera berlari, mencari tempat untuknya berteduh.
Lalu ia menemukan Toko bunga yang sedang tutup. Namun beranda luarnya mampu melindunginya dari hujan. Membuatnya tanpa berpikir panjang, berlari menuju Toko bunga itu.
Sampai wajahnya yang tadinya pucat akibat kedinginan, mulai memerah. Saat ia merasakan wajahnya memanas, ketika melihat ada seorang namja seumuran dengannya, yang telah lebih dulu berteduh disana.
"disini saja! kau bisa basah kuyup jika berlari lagi." kata namja itu. Membuatnya tadi berbalik, berniat mencari tempat berteduh lain. Menjadi urung, dan tetap berdiri disana.
"kalau diam disitu, kau bisa terkena cipratan air hujan." kata namja itu. Kini menariknya mendekat kesampingnya, sambil tersenyum hangat.
Senyuman, yang membuat jantungnya tiba-tiba berdetak lebih keras dari biasanya.
"pakai ini!" kata namja itu. Saat melihatnya yang terus menggigil kedingan. Tanpa canggung, namja itu memakaikan jaketnya pada Luhan. Membuat wajahnya yang sudah memerah, semakin merah.
"te-terima ka-kasih." katanya gagap, akibat gugup yang melandanya. Ia benar-benar malu, ingin segera pergi dari sana. Namun ntah mengapa, hatinya menjerit menyuruhnya untuk tetap disana.
"tidak perlu sungkan. Kita kan teman sekelas."
Apa ? teman sekalas?
Luhan menatap namja itu kaget. "kau tidak tahu? Kau benar-benar tidak tahu aku?" tanya namja itu, tampak syok sekali.
"ma-maaf a-aku ti-tidak me-me-menyadarinya." kata Luhan, dengan kegagapan yang lebih parah. Akibat kegugupannya yang semakin besar.
"tidak apa-apa." kata Sehun, sambil tersenyum maklum. "lagi pula, baru beberapa hari kan kita masuk sekolah, setelah masa ospek. Jadi wajar saja, kau belum mengetahui semua teman-teman yang ada di kelas." lanjut Sehun.
Luhan tercenung. Ia memang yeoja pemalu, yang tidak mudah bergaul. Membuatnya selalu tidak memiliki teman. Dari jaman sekolah dasar, bahkan sampai sekolah menengah pertamanya saat ini pun, ia masih tidak memiliki teman satu pun.
"jangan sedih begitu." kata namja itu, sambil menepuk lembut bahunya. Serta senyuman hangat yang tak pernah lepas, dari wajah tampannya.
Kini Luhan memberanikan diri, memperhatikan namja di depannya lebih teliti. Ia bisa melihat, namja itu juga memakai seragam yang sama dengannya. Begitupun dengan wajahnya yang terasa tak asing lagi.
Wajahnya tampan, sangat tampan. Di lengkapi dengan tubuhnya yang tinggi kurus, serta kulitnya yang putih pucat.
Namja itu berdehem pelan, dengan wajahnya yang seketika berubah warna menjadi pink. Akibat di perhatikan oleh Luhan dengan lekat.
"aku Oh Sehun." katanya memperkenalkan diri. Luhan tersenyum, sambil menyambut uluran tangan Sehun. "aku Xi Luhan." katanya.
"mulai sekarang, kau temanku Xi Luhan."
~Broken~
.
Luhan tidak pernah menyangka. Jika Sehun benar-benar menjadikan dirinya sebagai temannya. Teman yang benar-benar teman. Tak ada kepalsuan atau hanya label pertemanan. Namja itu, benar-benar tulus menjadikannya sebagai temannya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sudah hampir setahun mereka berteman. Banyak yang mereka lalui bersama. Bahkan Sehun mengenalkannya kepada sahabat-sahabatnya. Sehingga mereka menghabiskan waktu, tak hanya berdua.
Ada Chanyeol, Baekhyun, Kai, dan Kyungsoo. Mereka berempatpun menjadi sahabatnya. Sama-sama melukiskan cerita di setiap lembaran kehidupannya, yang mulai berwarna, tak monoton lagi.
Luhan tersenyum, itu semua berkat Sehun. Tanpa Sehun, mungkin ia tak akan pernah merasakan rasanya indahnya persahabatan juga cinta.
Yeah, perihal cintanya. Ia benar-benar jatuh cinta pada Sehun. Sahabat sekaligus cinta pertamanya, yang mungkin juga menjadi cinta terakhirnya. Karna ia ragu, apa bisa ia mencinta namja lain selain Sehun? Jawabannya tentu saja tidak.
Sehun, hanya Sehun namja yang selamanya akan ia cintai.
"jadi bagaimana?" kata Baekhyun semangat. Memecahkan lamunannya. Ia menatap bingung, kepada kelima sahabatnya yang tampak serius berpikir.
"Ada apa? Apa aku ketinggalan sesuatu?" tanya Luhan, berbisik pada Sehun yang duduk di sampingnya.
"makanya jangan melamun terus!" kata Sehun, sambil menyentil kening Luhan. Membuat yeoja itu mengembungkan pipinya sekilas.
"iya iya. Jadi, apa yang sedang di bicarakan?"
"kau semakin cantik." kata Sehun, malah menggoda Luhan. Membuat Luhan seketika blushing ria. Menggoda Luhan sampai wajah yeoja itu memerah, adalah kegiatan yang paling Sehun sukai.
"Hei! Hei! Dua sejoli yang disana. Bisa tidak menunda kemesraan kalian." kata Chanyeol sebal. "dengarkan dulu pacarku ini bicara, baru kalian bebas bermesraan!" lanjut Chanyeol, yang langsung di hadiahi cubitan sayang dari Baekhyun.
"dasar tiang listrik! Sejak kapan aku jadi pacarmu?" kata Baekhyun keras. Namun wajahnya memerah. Luhan tahu Baekhyun mencintai Chanyeol, begitupun dengan Chanyeol. Namun sampai saat ini, keduanya tak pernah berjalan maju.
Sama sepertinya dengan Sehun.
Chanyeol hanya cengengesan. Padahal kalau dia bilang, 'ya sudah, kau mau jadi kekasihku?' pasti detik berikutnya, mereka akan menjadi sepasang kekasih.
"aku setuju saja. aku rasa malam ini kita semua free." kata Kyungsoo, memotong perkataan Baekhyun yang siap adu mulut dengan Chanyeol. Karna kalau dibiarkan, mereka berdua bisa-bisa perang adu mulut berjam-jam.
"iya, menurut ramalan cuaca juga. Malam ini cuacanya bagus." tambah Kai cepat. Duh, dia benar-benar gak mau menghabiskan jam istirahatnya, hanya untuk mendengar adu mulut ala Chanyeol dan Baekhyun. Ia ingin segera memastikan jadi nggaknya, rencana mereka malam ini, yang akan pergi ke pasar malam di pusat kota. Jadi ia bisa memakan makan siangnya dengan tenang.
"bagus, kau tahu dari mana Kei Kai?" tanya Baekhyun, sepenuhnya melupakan niatan adu mulutnya. Sedangkan Chanyeol mendelik sebal pada Kai.
"pertama, berhenti memanggilku Kei Kai. Hanya Kyungsoo yang boleh. Kedua, aku melihatnya di internet barusan."
"seperti sudah jadian saja." cibir Baekhyun.
"memang sudah."
"MWO" teriak mereka berempat kaget.
"kau benar-benar berpacaran, dengan mahluk hitam itu?" tanya Sehun, pada Kyungsoo yang segera mengangguk dengan wajah memerah.
"kasihan kau Kyungsoo, keturunanmu nanti pasti mengerikan." lanjut Sehun kejam.
"YA!"
"iya, mana mesum lagi." lanjut Chanyeol.
"WAE? WAE? Bilang saja kalian sirik!" teriak Kai marah.
"sirik? Ogah banget." kata Sehun dan Chanyeol bersamaan.
"lagian kenapa pikiran kalian kolot banget. Mau berpacaran saat sekolah menengah atas saja, lalu menikah ketika mapan. Memangnya Baekhyun dan Luhan masih mau menunggu kalian." kata Kai membongkar rahasia kelam, kedua sahabatnya yang kini memandangnya tajam.
Kai menyeringgai belum puas. "kau tahu Luhan, Sehun selalu bermimpi basah tentangmu. Oh ya Baekhyun, Chanyeol lebih parah lagi. Dia selalu melukismu sedang telanjang." kata Kai cepat. lalu segara berlari kabur dari kedua sahabatnya, yang siap menerjangnya dan mengulitinya.
"KAI! MATI KAU!" teriak Chanyeol dan Sehun. Kedua namja itu Bersiap berlari mengejar, mahluk hitam nan tampan itu.
"sebelum kau membunuh Kai, kau lebih dulu yang aku cekik sampai mati." kata Baekhyun pada Chanyeol. Membuat namja tinggi itu, segera berlari cepat keluar dari kantin, di susul Sehun dan Baekhyun.
Sementara Luhan, yeoja itu sedang bertanya-tanya apa artinya mimpi basah, yang dimaksud Kai tadi.
"ayo! Kita kejar mereka!" kata Kyungsoo, sambil menarik lengan Luhan.
Membuat pemandangan lapangan sekolah yang sepi. Sekarang di penuhi sekumpulan ke enam murid, yang saling mengejar satu sama lain. serta di lengkapi umpatan dan tawa mereka yang menggema.
Semua murid yang melihat itu, merasa sedikit iri saat melihat persahabatan mereka yang menyenangkan.
~Broken~
.
Sesuai rencana. Mereka sepakat akan bertemu di pasar malam pusat kota, pukul enam malam nanti. Jadi, sepulang sekolah mereka akan pulang dulu ke rumah masing-masing, untuk bersiap=siap dan meminta ijin.
Meminta ijin?
Luhan yakin, jika ia pulang dan meminta ijin pergi di jam malam begitu. Pasti orang tuanya tak akan mengijinkannya.
Luhan menghela nafas, satu-satunya cara adalah dia tidak akan pulang dulu. Ia akan pulang kerumah, setelah selesai bermain di pasar malam nanti. Yeah dengan resiko di kuliahi habis-habisan, oleh kedua orang tuannya.
"kenapa belum pulang?" tanya Sehun. Saat melihat Luhan masih duduk di bangkunya. Padahal semua murid sudah keluar kelas dan pulang.
"kau juga, kenapa belum pulang?" tanya Luhan, malah berbalik bertanya.
"karna kau, tetap diam disini" jawabnya sambil tersenyum, membuat Luhan langsung blushing ria lagi. "jadi, kenapa belum pulang?" lanjut Sehun, mempertahankan pertanyaannya.
"kalau aku pulang. Besar kemungkinan, aku tak akan bisa ikut kalian nanti malam" jawab Luhan, dengan wajah tertekuk.
"begitu ya." kata Sehun mengangguk mengerti. "kalau begitu, ikut saja denganku!" lanjut Sehun. Tanpa menunggu jawaban Luhan. Namja itu segera menarik lengan Luhan, lalu menautkan jemari mereka sambil berjalan keluar dari sekolah.
Sementara Luhan terdiam, dengan jantung yang semakin berdebar menggila.
"ki-kita mau kemana?" tanya Luhan. Saat mereka terus berjalan, melewati halte. Sehun terdiam lama, ia tidak memiliki tujuan.
Inginnya membawa Luhan ke rumahnya lagi. Namun niatan itu segera ia tepis. Saat ia mengingat perkataan kedua orang tuannya. Untuk menyuruhnya tidak lagi berteman dengan Luhan. Kenapa? Alasan klise. Hanya karna kedua orang tua Luhan, adalah detektif.
"Sehun!" panggil Luhan. "kita mau kemana?" tanya Luhan. Membuat Sehun segera berpikir keras.
"Toko Buku." jawab Sehun, saat melihat Toko Buku di sebrang mereka. Mereka menyebrang, dan memasuki toko buku itu.
Luhan tampak senang, ia bawa kesana. Yeah Luhan dan Buku memang satu paket. Seperti nasi dan lauk pauknya. Bahkan beberapa saat kemudian, yeoja itu sudah tenggelam dalam buku yang terbuka lebar di depan matannya. Benar-benar melupakannya seratus persen.
Sehun mendengus sebal. Ia tak suka di acuhkan. Namun namja itu tersenyum, saat melihat Luhan yang serius tengah membaca buku. Wajah yeoja itu selalu cantik dimatanya, dalam keadaan dan ekspresi apapun.
Merasa di perhatikan, Luhan menoleh kesamping. Membuat matanya langsung bersi bobrok dengan mata hitam Sehun. Lagi, jantungnya menggila. Ia kembali membaca lagi, namun ia kehilangan fokus.
Luhan mendesah, lalu menyimpan buku itu di rak lagi. Lalu pandangannya terpaku pada buku yang ada di baris atas rak. Ia berusaha menjangkaunya, namun karna tubuhnya yang mungil. Membuatnya kesusahan membawanya, dan Sehun langsung berdiri di belakangnya. lalu membawa buku itu untuknya.
Reflek ia berbalik, dan langsung berhimpitan dengan Sehun yang menunduk menatapnya. Lagi, jantungnya semakin menggila. Membuat Luhan buru-buru menjauh dan keluar dari toko.
"kenapa keluar? Tak jadi membeli bukunya?" tanya Sehun. lalu terkekeh pelan, saat melihat wajah Luhan yang merah seperti tomat kesukaannya.
"kenapa tertawa? Ada yang lucu?" tanya Luhan kesal. Lalu terkesiap, saat tiba-tiba Sehun meraup wajahnya, dan
Cup
Cup
Mencium kedua pipinya gemas. Membuat jantung Luhan, serasa akan keluar dari sarangnya.
Sadar akan perbutaan nistanya, Sehun segera membungkuk dalam berkali-kali pada Luhan. "mianhe, jeongmal mianhe Lu." katanya sambil terus membungkuk.
"sudah, tidak apa-apa" kata Luhan. Sambil menahan Sehun, untuk tidak membungkuk lagi.
"mian." kata Sehun. Dengan wajah pink karna malu. Luhan yang melihat itu hanya terkekeh pelan. Saat melihat wajah pink Sehun yang menggemaskan.
"cih, anak-anak jaman sekarang. Kecil-kecil udah berani berbuat mesum di depan umum." kata ibu-ibu di dekat mereka yang sedang ngerumpi asik. Membuat Luhan menunduk malu, dan Sehun yang dongkol.
"cih, dari pada ngurusin orang lain. Urus saja lemak-lemak kalian." kata Sehun keras. Membuat para ibu-ibu itu melotot padanya.
"kau bicara apa bocah?" teriak salah satu dari mereka, yang paling gendut. Kini menghampirinya sambil membawa sapu.
"LARI!" pekik Sehun, sambil menarik lengan Luhan dan berlari cepat.
"YA! BERHENTI BOCAH TENGIK!"
"KYAAAA"
~Broken~
.
Mereka terduduk, disalah satu bangku taman dekat komplek sekolah. Masih dengan nafas yang memburu. Akibat berlari gila-gilaan, menghindari ahjumma yang murka pada Sehun.
Mereka berpandangan, lalu detik berikutnya mereka tertawa bersama. Mengingat kekonyolan mereka, beberapa saat yang lalu.
"lain kali. Jaga bicaramu pada seorang Ahjumma!" ucap Luhan menasehati. Saat tawanya sudah reda. Lalu Menatap beberapa pasangan remaja, yang sedang asik bermain sepeda, melewati mereka.
Tampak menyenangkan.
"Ahjumma itu menyebalkan." dengus Sehun. Lalu namja itu bangkit, tak lupa menautkan jemari mereka lagi.
"mau kemana lagi? Aku cape." kata Luhan, sambil mengembungkan pipinya. Sehun terkekeh, mengacak poni Luhan dengan sayang. Hal itu sukses, membuat wajah Luhan memerah lagi.
"ayo, kita bermain sepeda seperti pasangan lain. Kita jangan mau kalah." bisik Sehun, membuat wajah Luhan semakin memerah lagi.
~Broken~
.
"pegangan yang erat ya!" kata Sehun. Saat Luhan sudah duduk di kursi boncengan sepeda, yang berhasil ia sewa di tempat penyewaan.
"i-iya" kata Luhan. Memeluk kedua sisi tas punggung Sehun. Membuat Sehun cemerut seketika.
"itu nggak bener." kata Sehun, mulai evil mode on. Lalu membingbing kedua lengan Luhan untuk memeluk perutnya.
Luhan hanya menurut. Masih dengan jantungnya yang menggila. Luhan hanya berharap, Sehun tidak merasakan debar jantungnya yang semakin menggila ini.
Sepeda yang mereka kendarai. Terus berkeliling, menelusuri setiap jengkal jalanan taman itu. Mereka saling diam, tak saling bicara.
Hanya diam, saling menikmati kebersamaan mereka dalam diam. Yang menyalurkan rasa hangat di sekujur tubuh mereka. Terutama hati mereka.
Luhan memejamkan mata, bersandar pada punggung Sehun dengan nyaman. Jika ia bisa memutar waktu, ia ingin menghentikan waktu. Ia ingin tetap seperti itu, bersama namja yang teramat ia cintai.
~Broken~
.
Setelah bermain sepeda, dan mengisi perut mereka. Sehun dan Luhan segera pergi ke pasar malam di pusat kota, dengan menaiki bus.
Sesampainya disana, hari memang sudah gelap. Mereka tepat waktu. Kedua mata mereka berkeliling dan menemukan keempat sahabatnya.
"YO!" kata Sehun. Membuat keempat sahabat itu mendekati mereka. Lalu berebut saling bicara. Wahana apa yang akan mereka naiki satu persatu.
setelah saling berdiskusi. Mereka mulai menaiki satu persatu wahana bersama-sama, memainkan pancing ikan, dan permainan taruhan.
Canda dan tawa tak pernah lepas dari mereka. Mereka bahagia. Namun, Tawa dan canda itu berakhir sudah. Saat tiba-tiba Kyungsoo mendapat telpon dari rumah. Sang penelepon pasti memberikan kabar buruk. Karna yeoja cantik bermata owl itu, tampak kaget juga sedih. Air mata dengan cepat meluncur membasahi wajahnya. Membuat kelima orang itu khawatir dan panik.
"ada apa?" tanya mereka bersamaan. Bukan menjawab, yeoja itu dengan cepat menarik lengan Sehun dan Chanyeol.
"kita harus pulang sekarang!" katanya cepat, dan tergesa. Sehun dan Chanyeol saling berpandangan. Bingung itulah yang kedua namja itu rasakan.
"Kyung-"
"tidak ada waktu lagi. Kita harus pulang sekarang!" kata Kyungsoo cepat, sambil menarik Sehun dan Chanyeol dengan tangan gemetar.
"oke-oke" kata kedua namja itu. Lalu Sehun menoleh kebelakang, menatap Luhan sejenak. "sebentar Kyung, aku bicara dulu dengan Luhan." kata Sehun. Melepas cengkraman Kyungsoo, lalu menghampiri Luhan.
"kau tidak apa-apa pulang sendiri?" tanyanya menatap Luhan khawatir. Luhan tersenyum, mencoba menenangkan Sehun. Walaupun hatinya tak tenang. Ntah kenapa perasaan tak enak itu muncul begitu saja.
"tidak apa-apa. Aku akan pulang dengan Baekhyun dan Kai." kata Luhan.
"ya sudah. Sampai jumpa besok di sekolah." katanya sambil tersenyum. Namun Luhan rasa, senyuman Sehun kali ini terasa berbeda. Sehun tampak gelisah.
Luhan melambai pada ketiga sahabatnya. Yang kini berjalan cepat keluar dari sana. Luhan menatap punggung Sehun, yang semakin lama semakin menjauh.
"jangan cemburuan begitu!" kata Kai. Menggoda Luhan dan Baekhyun. Membuat Baekhyun berdecak keras.
"ogah banget." kata Baekhyun. Namun pandangannya, tetap menatap punggung Chanyeol.
"Kyungsoo, Chanyeol, dan Sehun. Mereka dari jabang bayi pun sudah bersahabat. Karna kedua orang tua mereka saling bersahabat. Jadi jangan khawatir. Mungkin ini menyangkut kedua orang tua mereka masing-masing" kata Kai menjelaskan.
Aku tidak cemburu pada Kyungsoo. Aku hanya merasa, aku seperti tidak akan melihat Sehun lagi. Loh kok aku berpikir begini. Luhan segera menggeleng keras. Yang disalah artikan oleh Kai.
"tenang saja. Sehun hanya mencintaimu seorang." katanya. Lalu merangkulnya dan Baekhyun. "ayo! Kita pulang!" lanjutnya ceria. Benar-benar namja berpikiran positif si Kai ini. Luhan tersenyum, mencoba mengambil energy positif dari Kai.
~Broken~
.
Ke esokkan paginya. Setiba di sekolah. Luhan langsung di hadiahi pengumuman kepindahan tiga siswa. Tiga siswa yang melainkan ketiga sahabatnya. Sehun, Chanyeol, dan Kyungsoo.
Berita itu membuat seantero sekolah heboh, serta membuat dirinya, Baekhyun, dan Kai terluka. mereka berusaha mencari ketiga sahabatnya. Namun hasilnya nihil. Mereka bertiga menghilang, bagai di telan bumi dan tak mau kembali.
Mereka pergi dan menghilang begitu saja. tanpa ada satu patah katapun yang terucap. Menyisakan luka dan kerinduan.
Flashback End
~Broken~
.
"Sehun!" panggilnya lirih. Ia sangat yakin, bahwa namja beropeng hijau di depannya ini adalah Sehun. Bukan tanpa alasan ia meyakini hal itu. Suara dan debaran jantung menggila ini buktinya.
"berhenti memanggilku, dengan nama sialan itu!" kata namja itu dingin, Sambil menatap Luhan tajam.
"Sehun sudah mati. Yang sekarang ada hanya Mr. Black." lanjut namja itu. Kini membuka topeng hijaunya. Hingga Luhan bisa melihat lagi wajah Sehunnya. Ia benar-benar Sehun. Sahabat sekaligus cintanya.
Ia kembali.
Luhan bisa melihat, Sehun tidak banyak berubah. Namja itu tetap tampan, bahkan lebih tampan. Dengan wajah yang lebih dewasa, tanpa adanya lagi raut kekanakannya, juga tubuhnya yang semakin tinggi.
Saking senangnya, Luhan tanpa sadar melangkah kedepan menghampiri Sehun. Berniat untuk memeluk Sehun. Namun …
Sehun melepas pelatuk pistolnya, dan
Dorrrrr
~TBC~
dududu Sehun bener ga sih nembak Luhan? Jawabannya ya ada di ch depan #evillaugh #plak
okay, gimana chinggu masih mau nih FF di lanjut? Kalian tulis aja di kolom Review ne. #kedip2barengKyungsoo
yang penasaran kenapa Hunhan bisa saling kenal, terjawab sudah di ch ini kkk~
dan
untuk pertanyaan lainnya, akan terjawab di ch2 berikutnya #Plak
ehm ehm, aku tambahin tuh pair Chanbaek ama Kaisoo. Karna rasa2nya berasa ada yang kurang deh kalau tanpa mereka hhe
oh iya, di flashback itu mereka ber-enam masih kelas satu smp. Kyaaa pasti unyu-unyu deh haha.. aku ngebayanginnya aja ampe mimisan. Jiahh lebay #Plak
tapi coba deh kalian bayangin, betapa unyunya mereka haha udah cinta2 an llagi haha.
Aku pas tulis Flashback mereka. Sambil inget2 kenangan masa smp. Dimana jaman itu ya kebanyakan cinta pertama bersemi haha
Terima kasih untuk cinggu-deul yang udah me-review, Fol/Fav
Review kalian penyemangatku
Lalalala
RnR
Pleaseee
