"..."diam tanpa kata

HUEEEEE! GOMEN MINNA SAN, AUTHOR BLEGUG UDAH PUBLISH FIC GAJE BANYAK TYPO!/nangis-nangis dijalan raya

Tapi beneran ga nyangka bakal ada yang riview, hiks! TAT

Saya bener-bener minta dan mohon maaf for you all yang udah baca ni fic, udah tahu ni fic jelek tapi masih dilanjut ck ck! Saya emang nekat.

Maaf atas kesalahan di chap 1, di chap ini saya berusaha untuk lebih baik lagi dan mengurangi typo juga kalau bisa.

Saya lama update karena harus merombak dan mengobrak abrik jalan ceritanya dulu karena salah satu riview. Saya terimakasih udah diberi kritik membangun dari riview itu.

Mengenai riview yang log in maaf kan saya karena tak membalas riview anda balik saya masih kurang mengerti/bilang aja gaptek-bocorin rahasia-p

Jadi saya bales disini aja ya ! ga papakan. Yah! Yah? Yah?

Balas riview

Jamcomaria: ItaNaru? SasuNarunya aja belom kliatan tuh. Disini saya ngebuat naru aja yang kepribadian ganda dan bukan Cuma satu lho!

Bagus ya? Makasih, fic banyak typo dibilang bagus! /author hug#ditempeleng.

Makasih udah riview

Anami Hime: untuk kenapa naruto bisa punya kepribadian ganda, nanti ada penjelasannya qo. Kayanya mah flashback! Tapi masih entah chapter berapa dijelasinnya. Disini sang seme udah muncul! Jeng jeng jeng! Hayooo siapa nih yang muncul?

Baca sendiri!#digetok hime-san

Soal kilatan apdet kayanya kagak bisa, author udah sibuk skolah. Tapi diusahain!

Makasih udah riview!

Rui : makasih riviewnya!^^ ni udah lanjut!

Uke Naruto: hadoh lemon? What the-?/author kejang baca riviewnya.O.O

Ada!/smirk #dilempar sapi!

Tapi jangan tanya chap berapa, soalnya saya kan author baru lagian sekarang ceritanya lagi fokus ama naru chan dulu.

Ini udah ta baca ya!^^

Makasih udah riview!

Mey: /nangis-nangis dipojokan liat riview mey san.

makasih atas kritik dan saran, saya juga sadar atas ke dodolan saya untuk tidak mengedit terlebih dahulu. Setelah 4 jam nulis saya langsung publish,/AMPUN AUTHOR MACAM APA SAYA INI?!-HISTERIS guling-guling dilantai!

Makasih udah riview!^^

Louisia vi Duivel:Yeah mereka kembar. Dan yeah tega#digaplok! dan liat aja lanjutannya siapa disini yang disiksa.

Disosiative Identity Disorder/kepribadian ganda disebut juga alter ego, dichap ini saya tulisin sedikit tentang pengertiannya qo tapi yang lebih jelas cari aja di google wokeh!

Emang di chap 1 saya ga jelasin ya?/pura-pura lupa#diceburin empang!

Rumahnya super gede emm...mansion malahan, tapi saya ga pinter deskripsiin mengenai tempat gitu dan naruto super kaya. Ya iyalah anaknya mamih kushina ama papih minato!

Makasih udah riview!^^

Sora asagi:Gomeeeeeen ! udah buat kamu bingung dengan typo yang disetiap kalimat ada, author langsung publish tanpa edit sih. Makasih banget udah dibilang keren!^^b

Oh y q mau tanya apa ada perbedaan antara naruto saat jadi kitsune sama naruto yg biasa, oke tolong di perbedaan saya jawab dengan perbedaan menurut saya. Kalau berasa beda dengan yang saya tulis ini harap maklum, saya nih kan baru gitu!

Kitsune adalah kpribadian yang bebas, seorang yang tidak peduli pada dirinya sendiri, dingin, kpribadian yang paling menginginkan seutuhnya tubuh milik naruto-ingin naruto lenyap-, seorang pemimpin yakuza, kepribadian yang tercipta dari rasa kecewa, kebencian pada diri sndiri-naruto-, kesedihan yang mendalam yang membuat kitsune itu sendiri tidak pernah tahu apa itu cinta dan kasih sayang.

makasih udah riview! Ni dah lanjut!^^

Sasunaru's lover: hu um! Emang banyak typo!/author watados#dimasukin panci direbus!

Makasih riviewnya! Ini udah apdet^^

Yang udah ngeFavs thank to you all

/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/

DID(Disasiative Identity Disorder/Multhype Identity Disorder)atau kepribadian ganda adalah pemecahan kepribadian atau biasa disebut dengan alter ego, merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Dan kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.

Menurut Colin Ross yang menulis buku The Osiris Complex (1995), proses disosiasi pada anak yang mengarah kepada kelainan DID terdiri dari dua proses psikologis.

Proses Pertama: seorang anak yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.

Proses Kedua,sebuah penghalang memori kemudian dibangun antara anak itu dengan identitas baru yang telah diciptakan.

Sekarang, sebuah kesadaran baru telah terbentuk. Pelecehan seksual tersebut tidak pernah terjadi padanya dan ia tidak bisa mengingat apapun mengenainya.

Apabila pelecehan seksual terus berlanjut, maka proses ini akan terus berulang sehingga ia akan kembali menciptakan banyak identitas baru untuk mengatasinya. Ketika kebiasaan disosiasi ini telah mendarah daging, sang anak juga akan menciptakan identitas baru untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pengalaman traumatis seperti pergi ke sekolah atau bermain bersama teman.

/-/-/-/-/-/-/-/-/-/-/

cairan silver dalam suntikan yang diberikan kitsune adalah obat pemicu agresifitas-bikinan sasori-. maksudnya jika masuk kedalam tubuh akan menyebabkan otak bekerja atas perintah agresifnya seperti menyakiti atau membunuh orang yang ada didekatnya siapapun itu

Disclaimer : Naruto bukan punya saya. Naruto punyanya Kishimoto sama

Genre: Romance, Family,Crime.

Rated: masih T tapi M aja biar aman

Pairing: SasuNaru slight SasoDei,PainNarudan akan berkembang sesuai jalannya cerita

Warning: yaoi, BoyXBoy, sho-ai,BL,Alur kadang cepat kadang lambat,Typo(moga aja sekarang udah ga aga ada),aneh,gaje etc.

Menurut fic yang udah-udah DON'T LIKE DON'T READ

Saya mau ngingetin fic ini lebih panjang dari yang chapter 1 jadi maaf kalau nanti jadi ngebosenin^^

Happy reading ^^V

Chapter 2

"Bagaimana?" Tanya sasori yang sedang menyenderkan punggungnya ketembok pada kitsune.

"Panggil ukon kemari." hanya itu yang diucapkan kitsune.

Tak lama seorang pemuda dengan perawakan sama dengan sakon pun datang.

"Anda memanggil saya kitsune sama" ujarnya sopan seraya membungkuk.

"Masuk kedalam." perintah kitsune pada ukon, tanpa menunggu ukon pun masuk kedalam ruangan

Itu. Setelah pintu ditutup kitsune memerintahkan untuk mengunci pintu itu, tak lama terdengar jeritan-jeritan memilukan dari dalam. Jeritan kesakitan yang sangat ngeri untuk didengar

CHAPTER 2

Lima belas menit kemudian pintu dibuka dantampaklah suasana ruangan yang sangat kacau, dinding penuh dengan cipratan-cipratan darah, lantai yang tergenang oleh cairan merah.

"Henti hiks hentikan. A aku mohon hentikan, a aku ti tidak sanggup la lagi hiks." Tangisan seseorang disudut ruangan, isakan itu terdengar dari bibir sakon yang kini seluruh tubuhnya telah ternoda oleh darah. Ya darah tapi bukan darahnya melainkan milik ukon yang kini tergeletak tak berdaya disisi sudut ruangan yang lain.

keadaannya sangat mengenaskan,seluruh tubuhnya dipenuhi luka, cakaran, gigitan dan lebam memenuhi tubuhnya dan napas yang terputus-putus.

"Kutanya sekali lagi, siapa sakon?" Tanya kitsune pada sakon.

"…" lagi- lagi diam

"Cu cukup. Ja jangan sakiti ukon lagi. Ki kitsune sa sama?" pinta-mohon sakon, isakan masih terdengar dari bibirnya.

"Bukankah kau yang telah melukainya?" Tanya kitsune.

"…"

"baiklah sakon, aku bisa memberimu dosis lebih tinggi lagi dan mungkin bukan hanya luka berat yang akan dialami saudaramu" kitsune memberi jeda"bahkan dia bisa mati ditanganmu."lanjutnya.

"…maru."

"Hmm..?"

"Orochi…maru yang menyu…ruhku." Sakon menjawab dengan nada lemah, setelah itu dia jatuh tak sadarkan diri.

"…" kitsune diam setelah mendengar jawaban sakon lalu melirik kearah deidara dan sasori.

"Rawat luka-luka mereka" perintah kitsune.

"Baik" patuh deidara,lalu menoleh kebelakang dan memerintahan beberapa anak buahnya untuk membawa sakon dan ukon.

Setelah kepergian sakon dan ukon dan menyisakan tiga orang diruangan itu, kitsune, deidara dan sasori. Cukup lama mereka terdiam sampai sasori memecahkan keheningan itu.

"Jadi apa yang harus kita lakukan pada ulah bodoh itu?" Tanya sasori.

"Cari informasi tentangnya dan jangan sampai kita kecolongan seperti ini lagi" perintah kitsune pada kedua orang kepercayaannya itu.

"Baiklah, kalau begitu sebaiknya aku memilih orang untuk tugas itu" ucap sasori yang akan langsung melenggang pergi sebelum terhenti karena tiba-tiba kitsune ambruk jatuh berlutut dilantai.

"KITSUNE!"

Kedua orang itu langsung menghampiri kitsune .

"Kitsune, anda baik-baik saja?" Tanya deidara yang sekarang nada disamping kanan kitsune.

"Ugh..host host host" napas kitune memburu seperti menahan sakit.

'Ada apa ini, tubuhku…sial! Kenapa terbangun disaat seperti ini?' batin kitsune yang berusaha mempertahankan kesadarannya.

NARUTO POV

'Ugh..sakit. kepalaku, ada apa ini? Mataku..buram. Siapa? Siapa yang bicara itu? Pikirku saat mendengar sayup-sayup seseorang memanggil-manggil.

Tak lama penglihatanku mulai normal, aku bisa melihat dengan jelas 'tapi ini dimana? Ini bukan kamarku. Tangan? Tangan siapa yang menyangga tubuhku?'

"Kitsune anda baik-baik saja. Kitsune bicaralah pada saya!" terdengar lagi suara itu.

Aku mendongakkan kepalaku kekanan, kudapati seorang laki-laki berambut pucat memandangku dengan wajah cemas.

"Si siapa ka kalian?" aku bertanya dengan wajah yang menyiratkan kebingungan, kulihat orang itu terkejut. Kenapa? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku barusan.

"Kitsune, apa maksud anda? Saya deidara." kata laki-laki itu.

"Ki kitsu… AKH!" kepalaku tiba-tiba sakit lagi dan pandanganku menjadi kabur dan gelap.

NARUTO POV END

"Kitusne! Hey kau kenapa?" Tanya sasori, yang rasa khawatirnya tak lagi bisa disembunyikan.

"Host host host" nafas kitsune masih memburu mencoba menarik udara masuk sebanyak yang dia bisa.

'Berhasil, berhasil aku bisa mengendalikan diriku' batin kitsune.

"Tidak. Aku baik-baik saja." Jawabnya yang sudah kembali dengan nada dinginnya.

"Anda yakin? Perlu saya panggilkan dokter untuk anda?" Tanya deidara, kecemasannya belum hilang nsepenuhnya.

"Hn" setelah menjawab kitsune langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

FLASHBACK END

Tin tin tin

Suara klakson membuyarkan lamunan naruto. Terlihat mobil yang melaju tepat kearahnya, naruto membelalakan matanya tak bisa menghindar, lalu dia memejamkan matanya bersiap untuk menerima benturan yang akan terjadi.

Grep

"Woy! Bastard! Mau mati ya!" terdengar cacian dari si pengendara mobil.

'Eh? Kok tidak sakit ya? Tadikan aku ketabrak mobil.' batin naruto heran karena seharusnya ia merasakan sakit karena tertabrak mobill tapi yang ia rasakan sekarang 'hangat'pikir naruto.

"Hn,dobe."

Twich

Sekarang sudut siku mampir dikening naruto, perlahan ia membuka matanya menampakan iris saphirenya.

Naruto mendongak keatas.

Shaphire bertemu onyx, sejenak naruto terpaku pada mata itu. Begitu kelam, menenggelamkan apa yang terpantul dari onyxnya.

"Kau memang dobe yang menyebrang jalan nsambil melamun, sekarang kau bengong sambil menatapku" kata orang yang tadi ditatap oleh naruto.

Twich twich

Sudah cukup, pesonanya hilang sudah.

"Heh teme! Apa maksudmu dengan dobe itu! Aku bukan dobe aku punya nama tahu. Namaku uzumaki naruto!" kesal narutokarena orang asing ini tiba-tiba saja mengatainya dengan dobe.

'Eh? Tapi kok rasanya wajahku dekat amat sama si teme ini?'batin naruto yang masih tidak sadar dengan posisinya saat ini.

Loading..

11%

25%

30%

50%

70%

90%

99%

"HUAAAH! Teme mesum! Om om pedophile!" teriak naruto gaje sampai orang-orang yang lewat didekat mereka memandang sambil berbisik-bisik.

Twich

Sekarang empat siku itu muncul dijidat om om pedo#plak!

Ekhm, maksudnya laki-laki dihadapan naruto yang tidak terima dibilang seperti itu langsung menatap tajam bocah pirang yang tak tahu terima kasih ini.

"Dobe .aku .bukan .orang .mesum .bukan .pula .om .om .pedofil .aku .sudah .menyelamatkan .nyawamu .dari .tabrakan .mobil . tapi .kau .malah .menuduhku!" ucap pemuda onyx itu dengan penuh penekanan disetiap katanya. Sungguh bocah pirang didepannya ini sudah membuatnya kesal, baru bertemu beberapa menit saja sudah bisa membuatnya bicara panjang x lebar x tinggi kalau bisa sisi x sisi x sisi xsi-#duakk! Author dilempar kulkas lima ada?

"Eh? Bukan ya?" Tanya naruto dengan wajah bodohnya.

"Ehehehe, gomen kalau begitu. Oh iya, arigatou sudah menyelamatkanku!" ucap naruto sambil tertawa garing sambil menggaruk belakang kepalanya. Yang pasti bukan karena ketombe.

"Hn. Dobe"

"Heh teme! Sudah ku bilang aku bukan dobe, dasar teme jelek!" sungut naruto kesal dari tadi dipanggil dobe terus.

Pemuda itu menaikan alisnya, heran ya heran baru kali ini ada yang memnggilnya dengan sebutan jelek, selama ini dia akan dipanggil tampan, ganteng, keren dan sebangsanya tapi bocah satu ini bilang dia jelek. What the- apa matanya somplak atau malah buta.

"Hn." Akhirnya hanya kata itu yang keluar darinya.

"Gaaah! Kalau ngomong gunakan bahasa manusia, aku tidak mengerti dengan bahasa alien ayammu itu!" cerocos naruto sambil mengacak- ngacak rambutnya.

Twich

'A apa katanya? Alien ayam!' batin pemuda itu syok meski dari luar terlihat biasa-biasa saja, tersembunyi dengan baik oleh wajah stoiknya.

"Hn, kau benar-benar dobe." kata pemuda itu lalu melangkahkan kakinya berjalan menjauhi naruto.

"Gaah, teme sialan aku sudah bilang aku bukan dobe dan aku sudah mengucapkan terima kasih setidaknya katakana sesuatu untuk membalasnya, jangan ngelengos pergi gitu saja!" Teriak naruto dengan wajah acak kadut masih sangat kesal meski orang yang di teriaki sudah tidak terlihat lagi.

"Menyebalkan sekali sih orang itu." naruto, ketika matanya tertuju pada jalanan, naruto melihat sekumpulan kertas yang dijepit menjadi satu.

"Eh? Apa ini?" diambilnya kertas itu lalu dibacanya tulisan yang tertera disana.

"Uchiha corp?"

"…apa ini punya si teme itu ya?" lalu menengok kearah perginya pemuda tadi.

"Ya sudahlah. Nanti kalau ketemu aku kasih saja!" naruto memasukan kertas itu dalam tasnya dan berjalan pulang kerumahnya.

.

.

.

Uchiha mansion

Seorang pemuda berambut raven hitam kebiruan dengan mata onyx dan kulit seputih porselen(bener ga tulisannya?) berjalan memasuki mansion megah.

"Selamat datang sasuke sama" sapa seorang pelayan yang diikuti oleh beberapa puluh pelayan lain yang berjejer membuat barisan pemuda itu a.k.a sasuke hanya terus berjalan tanpa mempedulikan sapaan yang ditunjukan padanya.

"Dimana aniki?" Tanya sasuke pada salah satu pelayan.

"Itachi sama sedang berada diruang kerjanya sasuke sama. Apa pelu saya beritahukan kedatangan anda?" jawab dan Tanya pelayan itu.

"Hn" setelah tahu dimana kakaknya berada sasuke pun segera melengos pergi.

.

Cklek

"Aniki kenapa kau menyuruhku pulang. Kau tahu aku sibuk!" kata sasuke dengan nada datar tapi tak menutupi rasa tak sukanya.

"Haah, otouto aku kan hanya memintamu membawa proposal perjanjian kerja dan aku tidak mau proposal itu dipegang oleh siapapun selain uchiha. Proposal itu sangat penting bagi perusahaan." Jelas sang kakak a.k.a uchiha itachi.

"Kau kan bisa minta kakashi atau obito untuk mengantarnya, jangan aku!" protes sasuke.

"Sudahlah otouto yang pentingkan kau ssudah disini, sekarang mana proposalnya?" Tanya itachi.

"In-"

'Tunggu dulu. Proposalnya kemana? Bukankah tadi ada ditanganku.' batin sasuke.

"Mana otouto, aku harus mempelajarinya sebelum pertemuan minggu depan." tagih itachi.

"…"

'Tadi aku pulang dengan mobil, apa tertinggal dimobil ya?'

"Otouto?"

"…"

'Tapi tadi saat aku dimobil dan sedang membaca proposal aku turun karena melihat bocah yang hampir tertabrak mobil'

"kenapa malah diam?"

"…"

'Aku sedikit rebut-ribut dengan bocah itu lalu pergi. Hanya it- tunggu dulu, jangan jangan terjat-'

"Sasuke!" panggil itachi dengan suara sedikit tinggi yang berhasil menyadarkan sasuke dari berbengong rianya.

"Huh?"

"Mana proposalnya? Kau itu kenapa sih malah melamun?" Tanya itachi sedikit hetan karena tak biasanya adiknya itu melamun.

"Tidak ada." kata sasuke.

"Apanya yang tidak ada?" Tanya itachi sedikit menaikkan alisnya.

"Hn." jawab sasuke lalu berlalu keluar ruangan, tak mempedulikan kakaknya yang sudah mencak-mencak tidak mjelas mmenanyakan proposal.

##*####*####*####*####*##

"Tadaima…"

"Okaeri , ah naruto" jawab seseorang a.k.a iruka yang kepalanya menyembul dari dapur, meski jarak dapur dan pintu depan agak jauh(10 meter)

"lho paman kok sudah pulang?" Tanya naruto karena biasanya pamannya itu pulang agak malam.

"Paman tadi hanya menghadiri rapat dengan perusahaan lain lalu langsung pulang."'selain itu aku takut sesuatu terjadi padamulanjut iruka dalam hati.

"Oh,hehe"

Groouuk

Suara gemuruh petir pun terdengar#plak!

"Aku lapar pama~n"kata naruto yang memegangi perutnya yang sedang berkeroncong ria.

Iruka hanya bisa geleng kepala melihat remaja childish didepannya itu.

"Ya sudah sana mandi, paman mau kedapur. Kau mau makan apa hari ini?" Tanya iruka.

"Ramen ttebayo..!"

"Apapun selain ramen" ucap iruka.

"Pokoknya ramen,ramen,ra-"

"sana mandi atau seminggu tanpa ramen!" ancam iruka yang sukses membuat naruto ngacir kekamarnya.

.

.

Setelah mandi dan berganti pakaian naruto turun kebawah.

"Naruto sini." kata iruka yang sedang duduk menunggui naruto.

Naruto pun langsung duduk berhadapan dengan iruka wajahnya terlihat sangat masam.

"I ni paman masakan ramen"kata iruka

"Paman kau baik sekaliii ttebayo! Aku sayang padamu!" seketika raut wajah naruto berubah terlihat berbinar-binar melihat ramen dihadapannya.

"Nyam nyam nyam"

.

.

Mereka makan dalam diam dan hanya terdengar suara naruto yang kadang tersedak ramen.

" Emm…paman?" naruto memecah keheningan.

"Hm?" gumam iruka menjawab panggilan dari naruto.

"Ano itu.." naruto terlihat bimbang.

"Ada apa naruto? Kau mau tambah, hari ini cukup satu mangkuk saja tidak lebih-" ucapan iruka terpotong karena dengan segera naruto membantah.

"Bukan itu!" kata naruto, matanya menatap lurus pada iruka.

"Lalu apa? Kenapa kau jadi gugup begini sih?" iruka memandang heran kearah naruto.

"Emm, itu aku.." naruto gugup'tanya tidak ya?'batin naruto.

"Ada apa?" tanya iruka sekali lagi merasa mulai penasaran dengan tingkah gugup dari 'anaknya' ini.

" A ano itu..ekhm, paman tahu tentang...kitsune?" tanya naruto akhirnya eajahnya memancarkan rasa keingin tahuan yang dalam.

"UHUK!uhuh!" dan karena pertanyaan itu,iruka tersedak makanan yang sedang dikunyahnya.

"E eh! Paman minum ini! Ayo minum!" naruto yang gelagapan melihat pamannya yang tersedak makanan pun segara menyodorkan segelas air bening padannya. Iruka langsung meminum air dari naruto untuk meredakan rasa sakit ditenggorokan dan dadanya.

"Hah hah" iruka pun mengambil napas lega ketika rasa tersedaknya itu hilang.

"a apa maksudmu de dengan kitsune , naruto?" iruka memandang naruto dengan pandangan menyelidik.

"I itu ano.." narutao ragu untuk menceritakan hal ini pada iruka.

"Jawab aku naruto!" nada meninggi dan wajah serius ditampakan iruka sekarang, naruto menelan ludah secara paksa tak menyangka pertanyaannya telah membuat pamannya ini menjadi seserius ini untuk menanggapinya.

"I itu, beberapa hari yang lalu aku bermimpi" jawab naruto

"Mimpi?" ucap iruka dengan nada bertanya, masih belum puas dengan jawaban yang dilontarkan naruto.

'Tidak belum saatnya kau tahu naruto. Bagaimana ini' batin iruka mulai gelisah, takut jika naruto mengetahui sesuatu yang selama ini disembunyikan olehnya rapat- rapat.

Naruto mengangguk "Ya, didalam mimpi itu aku merasakan pusing yang amat sangat menyerang kepalaku, mataku buram tapi sayup- sayup aku mendengar ada yang memanggil nama seseorang. Seperti memanggil nama kitsune, saat aku sudah bisas melihat dengan jelas aku merasakan ada dua orang yang menopang tubuhku mereka memanggil- manggil nama kitsune tapi mata mereka terarah padaku. Saat aku ingin bertanya kepada mereka pusing kembali menyerang kepalaku dan semuanya menjadi gelap" jelas naruto, kepalanya tertunduk yakin dan tidak yakin atas penjelasannya barusan pada iruka.

"..." iruka diam, berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk meyakinkan bocah dihadapannya kalau yang diceritakannya tadi hanya murni mimpi, bunga tidur belaka.

Naruto mendongakan kepalanya menatap wajah iruka, ingin tahu respon apa yang akan dilontarkan oleh pamannya itu.

"Itu hanya mimpi naruto, jangan terlalu memikirkannya. Sekarang kerjakan pr mu sana, jangan Cuma menjiplak pekerjaan orang lain. Apalagi milik gaara sama" ucap iruka, berusaha untuk mengalihkan pikiran naruto.

"Tapi, aku merasa mimpi itu sangat nyata paman. Seperti..seperti bukan mimpi" ucap naruto ragu.

"Sudahlah naruto. Paman mau pergi sebentar, ada dokumen perusahaan yang harus paman serahkan pada pemegang saham. Kau tidak apa- apa kan paman tinggal sendiri?" tanya iruka, berdiri dari duduknya dan membereskan meja makan.

"Aku bukan anak kecil paman,huh." sebal naruto.

"Kau mau aku menyuruh maid menemanimu selama paman pergi?" tnya iruka yang sekarang berjalan menuju dapur sambil menenteng piring-piring kotor ditangannya.

"Aah~, paman aku bilang aku bukan anak kecil jadi tidak perlu dijaga segala. Aku dikamar saja, telponan sama gaara dan kiba"

"Ya sudah, paman mungkin kembali agak malam, jangan pergi kemana-mana ok?" tanya iruka dari arah dapur.

"Ya baik-baik, paman cerewet" ucap naruto, berdiri dan membalikan tubuhnya menuju ingin mendengar ocehan dari pamannya lagi.

"Paman itu, kenapa sih selalu menganggapku anak kecil" gerutu naruto yang sekarang sedang membaringkan tubuhnya diranjang king sizenya.

Kamar yang didominasi warna orange dan sedikit aksen merah dan kuning itu terlihat sangat menyolok mata. Dari dinding yang dilapisi cat warna oranye, ranjang king size berwana orange kemerahan dan pernak pernik lainnya yang berwarna senada.

"Tapi...reaksi paman saat aku menyebut nama kitsune kenapa seperti dia tahu sesuatu ya?" tanya naruto entah kepada siapa. Selugu dan polosnya naruto, dia pasti merasakan perubahan yang terjadi pada iruka saat dia mengucap dan menceritakan 'mimpi'nya itu.

"Kitsune.." gumamnya, perlahan rasa kantuk menyerang naruto, dan tanpa sadar dia sudah terlelap ke alam mimpi.

Skip skip skip skip time skip skip skip skip

Siluet seseorang keluar dari balik pintu yang baru saja dibuka, seorang pemuda berambut pirang,T-shirt hitam dan kemeja orange tua kotal-kotak terpakai dibadannya, jeans donker menutupi kaki jenjangnya dan sepasang sepatu berwarna putih sebagai alas. Kesan cool and cold terpancar darinya terlebih saat wajah pemuda itu tersinari cahaya, wajah tampan, iris mata shappire yang indah namun terkesan dingin.

Pemuda itu mulai melangkahkan kakinya, nenuruni tangga dan beberapa ruangan untuk mencapai pintu depan.

"Kau mau kemana?" sebuah suara dari belakang menghentikan langkah pemuda itu.

Membalikan badan pemuda itu berhadap- hadapan dengan sumber suara tadi.

"Bukan urusanmu" ucap pemuda itu, nada datar dan dingin terdengar mengalun dari bibir tipisnya.

"Haah" helaan napas terdengar,berjalan mendekat dan berada tepat didepan pemuda itu lalu kembali berujar "semua yang berhubungan denganmu akan selalu menjadi urusanku kitsune."

Kitsune, pemuda tadi hanya menatap datar orang didepannya.

"Apa yang sudah kau lakukan? kenapa 'dia' sampai tahu tentangmu?" tanya orang itu.

"Bukankah sudah kubilang, itu bukan urusanmu iruka." jawab kitsune lalu membalikan badannya untuk meneruskan langkahnya.

"Jika kau berani membuat dia dalam bahaya, kau akan berurusan denganku" iruka terdengar mengancam.

"Hanya tersadar disaat yang tidak tepat dan itu tidak akan terjadi lagi" ucap kitsune.

"Aku akan mengawasimu kitsune" ucap iruka menatap punggung kitsune yang sudah berjarak agak jauh karena sekarang kitsune sudah berada didepan pintu siap membukanya.

"Terserah, aku juga tidak akan membiarkan dia tahu. Aku tidak ingin eksistensiku kacau hanya karena seorang anak terlantar macam dia"

Blam

Dan pintu pun tertutup sesaat setelah kitsune berucap.
iruka masih berdiri ditempatnya, masih menatap pintu yang tertutup. Wajahnya keliatan sendu, tersirat kesedihan, penyesalan dan berbagai rasa yang campur aduk yang kini memenuhi batinnya.

"Naruto..." gumamnya lirih

.

.

Kitsune menuju tempat penyimpanan mobil dimansion itu, membuka pintu besar ruangan itu. Didalamnya, berjejer rapih mobil-mobil dengan berbagai jenis dan warna, entah itu bmw, ferari sport dan sebagainya.

Menuju salah satu mobil, kitsune membuka pintu mobil itu. Sebuah mobil sport orange dengan gambar kyuubi dengan aksen darah pada setiap sisi memenuhi body mobil itu.

"Kupinjam mobilmu kyuu" gumamnya entah pada siapa.

Ia menaiki mobil itu dan segera setelah menyalakan mobil itu dia lajukan dengan kecepatan tinggi meninggalkan mansion megah milik keluarga namikaze itu.

###*###*##*###*###*##*###

"Hey, tak ku sangka orang sepertimu akan mengajakku ketempat seperti ini sasuke!" kata seorang pemuda berambut abu- abu dan beriris unggu pada pemuda lain disebelahnya.

"Hn"

"Hey, ayolah katakan sesuatu selain hn kesayanganmu itu." geruto pemuda tadi a.k.a suigetsu/bener ga mata sui sayang warnanya ungu?*author ditebas pedang pemenggal kepala milik zabu zabu/diinjek rame-rame readers

"Berisik" jawab pemuda lain a.k.a sasuke

"Ck! Makanya ku tanya kenapa kau mengajakku ke bar, yang sudah jelas-jela berisik. Kau itukan anti sosial." sindir-kenyataan- suigetsu yang langsung bungkam setelah diberi deathglarE dari sang uchiha bungsu seram juga melihat langsung tatapan mematikan khas uchiha.

"Aku hanya kesal" ucap sasuke menjawab pertanyaan dari suigetsu tadi.

"Dasar. Ya sudah, karena kita sudah disini, bagaimana kalau kita sekalian bersenang-senang eh?" suigetsu melirik pada sekumpulan wanita yang sedang cekikikkan melihat mereka-sasuke dan suigetsu- dari tadi dengan tampang lapar/makan aja laper mah

"Kau saja,aku malas" ucap sasuke sambil menenggak minuman yang ada ditangannya.

"Kau sudah" suigetsu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri segeriombolan wanita tadi.

Sasuke mendengus melihat temannya itu, wanita yang kecentilan pikir sasuke.

Tinggalah sasuke sendiri, duduk didepan meja bar.

'Kenapa aku bisa berada disini, apa yang ku pikirkan sampai mengajak hiu itu kemari?' pikir sasuke kesal. Telinganya serasa tuli mendengar alunan musik yang kerasnya sudah mencapai ambang batas pendengaran manusia?

Ketika itu, sasuke melihat kearah pintu masuk bar matanya sedikit menyipit untuk memperjelas penglihatannya. Disana didepan pintu masuk, baru saja seseorang melewatinya dan orang itu'tidak mingkin..dobe'batin sasuke saat melihat surai kuning keemasan yang sedang berjalan menuju tempat disudut bar.

'Anak itu..'

Sasuke terus menerka-nerka kenapa bisa anak yang ditemuinya beberapa waktu lalu bisa berada di bar. Pemuda bersurai kuning itu pun sampai disudut bar, terlihat beberapa orang yang sudah berada disana. Tapi dari mata sasuke terlihat ada yang aneh, aneh karena beberapa orang yang duduk disofa itu.

Tak terasa, sasuke terus memperhatikan gerak gerik dari pemuda itu.

.

.

"Bagaimana?" tanya kitsune pada dua orang didepannya.

"Aku sudah menyusupkan anggota kita. Tapi yah, hasilnya belum bisa kita dapatkan." Jawab pria berambut merah, sasori.

"Saya juga sudah menghack data dan juga keberadaan markas-markasnya, masih sekitar sepuluh persen yang saya dapatkan" sambung pemuda disebelahnya, deidara.

"Hn" kitsune melirik seseorang yang duduk disebelah deidara.

"Ah! Kitsune ini pain, dia ketua akatsuki." Sasori memperkenalkan orang itu.

Pain, penampilannya sangat amat menarik perhatian. Rambut orange, wajah penuh dengan tindikan, dan mata aneh berbentuk spital yang sudah pasti hanya rekayasa mungkin?

"Ada perlu apa denganku?" to the point kitsune.

Senyum sinis tergambar diwajah pain.

"Tak ku sangka ternyata kitsune adalah seorang bocah labil berumur belasan tahun." Ucapnya.

"..." kitsune diam.

"Haah, kau ini tak bisa diajak bercanda" ujar pain menyandarkan punggungnya pada sofa.

"Hey hey, kan sudah ku bilang dia itu dingin." kata sasori dengan penekanan pada kata terakhir.

"Ya,sepertinya" ucap pain menanggapi sasori.

"Danna bukankah sebelum bergabung dengan jinchuriki kau adalah anggota akatsuki?" tanya deidara

"Y, begitulah." jawab sasori singkat.

"Jadi?" tanya kitsune.

"Ah iya! Aku ingin menawarkan kerja sama dengan jinchuriki" pain mengembalikan fokusnya pada kitsune.

"Apa untungnya bagiku?"

"Oto bagian barat dan iwa akan menjadi wilayah kekuasaanmu" jawab pain.

Matanya menatap lurus shappire kitsune.

"Imbalannya?" kitsune terdengar menyelidik.

"Tidak ada" jawab pain, kali ini lebih santai

"Tidak ada yang gratis dalam dunia ini, apalagi dunia hitam" ucap kitsune.

"Heh, ya itu benar" pain menyeringai "Tapi bukankah tidak pantas bila kita membahasnya disini?" ucapnya kembali.

"Baiklah" ucap kitsune.

Pain mengulurkan tangannya, menunggu "Jadi kita sepakat?" tanya pain.

Kitsune melihat tangan yang menggantung diudara itu sejenak, lalu dia pun mengangkat tangannya menyambut dengan sebuah jabatan.

"Baiklah" ucapnya.

"Dan kalau bisa aku juga ingin...memilikimu" pain mengecup punggung tangan kitsune dan menggenggamnya lebih erat.

Dua orang yang menjadi kambing conge#plak! Ekhm ulangi dua orang yang sedari tadi diam disamping mereka hanya melongo cengo melihat apa yang ada didepan mereka.

"..." kitsune menundukan kepalanya.

Sekarang satu hal yang harus selalu diingat kitsune tidak suka disentuh secara berlebihan.

'Brengsek berani sekali wajah paku itu mencium tanganku'

'Hentikan'

'Ku bunuh dia'

'Aku bisa mengatasinya, kau jangan keluar'

'Aku! Sekali lagi kau biarkan dia menyentuhmu aku akan benar- benar tidak akan mengampunimu'

"Aku tidak suka disentuh" ujar kitsune seraya menarik paksa tangannya yang masih setia digenggam pain.

"Baiklah, sasori, dan deidara serta kitsune sama sebaiknya aku pergi" pain berdiri dari duduknya dan sedikit membungkuk dan berlalu pergi, seringai masih tetap setia diwajahnya.

"..." kitsune masih diam.

"Kitsune anda baik-baik saja?" tanya deidara sedikit bergidik ngeri karena aura tidak menyenangkan masih berada disekitar kitsune.

"Hn" jawabnya.

"Sepertinya pain tertarik padamu" celetuk sasori.

Kitsune hanya menatap sasori dengan wajah datar, bosan.

"Baiklah sepertinya kita juga tidak bisa berlama-lama disini, lalu apa perintahmu selanjutnya kitsune?" tanya sasori lagi.

"Terus selidiki ular itu, soal akatsuki ku serahkan padamu dei" perintah kitsune, berdiri dari duduknya kitsune beranjak pergi tapi sebelum itu ia berujar'

"dan.. dei cari tahu tentang orang yang terus mengawasi pertemuan kita" katanya lalu kembali melangkahkan kakinya keluar dari bar.

"Haah, dasar! Kukira dia tidak menyadarinya." gerutu sasori, matanya melirik kearah samping. Disana seorang pemuda raven yang sedang menatap kearah pintu keluar yang tadi dilewati kitsune.

"Kau tahu kan kitsune memang sangat teliti dan sensitif dengan hal yang seperti ini" ujar deidara berdiri dan mulai berjalan meninggalkan bar dengan sasori dibelakangnya.

"Jadi bagaimana?" tanya sasori sesaat setelah mereka keluar bar.

"Apanya yang bagaimana, danna?" tanya balik deidara.

"Tentang pemuda tampan yang terus memperhatikan kitsune tadi." jawab sasori.

"Sesuai perintah dari kitsune, aku harus mencari informasi tentangnya. Memangnya apa lagi yang harus kulakukan lagi danna?" jawab deidara.

"Haah, kurasa pemuda itu hanya tertarik pada pheromon ketua kita" ucap sasori mengingat apa yang dilakukan pain tadi.

"Tetap saja aku harus melaksanakan perintah kitsune" kata deidara.

Sasori membuka kan pintu mobil mempersilahkan deidara masuk.

"Terserahmulah" ucap sasori setelah berada dibelakang kemudi, menyalakan mesin dan melajukan mobil sport merah batanya menjauhi bar.

To be continue````~~~

Riview okeh!^^d