Title: My Pretty Girl

Author : Dae Lee Moon

Genre : Romance, Family dan temukan sendiri ne xD

Rate : T (GS)

Cast :

Do Kyungsoo a.k.a Kim Kyungsoo

Kim Jongin a.k.a Kim Jongin

Oh Sehun a.k.a Kim Sehun

Choi Siwon a.k.a Kim Siwon

And others!

Warning: GS (mianhae for DKS), Typo's Bertebaran, Cerita Pasaran, GAJE, Alur Kecepetan, OOC.

Summary :Apa salah jika aku jatuh cinta padanya?/ "Aku tidak pernah berbohong padamu Kim Jongin!"-Kyungsoo/ "Mianhae.. jika aku harus menyingkirkanmu"- Jongin/ "Apa dia benar-benar ingin membunuhku..hiks"/ Bad Summary/ GS!/KaiSoo in here. RnR plis!^^

.

.

Sebelumnya saya mau minta maaf karena lama update dan di chap 1 saya melakukan kesalahan! Umur Kim Sehun bukan 10 tahun, tapi sekarang umurnya sudah 20 tahun mianhae.. semoga kalian bisa memaklumi.^^

Cerita ini hanya untuk orang yang menyukainya. Kalo nggak suka ya jangan dibaca. Don't be a plagiator! Tidak terima bash.. this is just my imajination. RnR please^^

Let's be a good reader and happy reading^^

.

.

My Pretty Girl

#Chapter 2#

.

.

Hari ini Kyungsoo tidak mempunyai rencana apapun. Setelah pekerjaan di kampus selesai Kyungsoo memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Tapi saat dirinya akan pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya, dia melihat Jongin sedang duduk di atas bemper mobilnya. Kyungsoo sangat malas jika harus bertemu lagi dengan namja itu. Akhirnya dia meminta teman-temannya untuk membantunya. Dan Kyungsoo akan menunggu mereka di depan gerbang sekolah.

"Kyungsoo eoddiga?" tanya Jongin yang masih setia bersandar di mobil Kyungsoo.

"Apa tadi kau tidak melihatnya, dia sudah pulang" dusta mereka.

"Bukankah ini mobilnya?" tanya Jongin.

"I-Ini? Tentu saja ini mobil kita..." jawab mereka agak sulit untuk mencari alasan yang tepat. Kemudian mereka pergi menggunakan mobil Kyungsoo. Dan benar saja, di depan gerbang kampus Kyungsoo sudah menunggu mereka. Kemudian mereka pulang bersama-sama. Saat Kyungsoo hendak masuk ke dalam mobil, mereka berpapasan dengan mobil yang di dalamnya ada Kim Soo Man, kakek Jongin. Namun Kyungsoo tidak melihatnya. Karena kaca mobil itu gelap.

Ternyata Kakek Jongin datang ke kampus untuk menghampiri Jongin yang masih berada di sekitar mobilnya.

"Kenapa kau masih ada di sini? Kau tidak bersama dengan Kyungsoo lagi?" tanya kakek.

"Ani! Aku tidak peduli lagi denganya" Jongin terlihat malas untuk menjawab pertanyaan kakeknya.

"Tadi kakek sempat melihatnya" kata kakak Jongin kemudian.

"Eoddi? Dimana kakek melihatnya" tanya Jongin antusias.

"Mwo? Kau bilang tidak peduli padanya?" bukannya menjawab, Kim Soo Man malah menggoda cucunya.

"Wae? Kenapa kakek jadi seperti ini?" Jongin merengek untuk menutupi rasa malunya.

"Tadi dia pergi bersama teman-temannya" jawab kakek singkat.

"Mwo!" Jongin kaget. 'Rupanya mereka semua telah membohongiku' batin Jongin.

"Apa kalian sedang ada masalah?" kakek mencoba menerka apa yang ada di dalam pikiran Jongin sekarang.

"Eobseo!" Jawab Jongin singkat.

"Ayo ikut kakek" pinta kakek sambil menggandeng tangan Jongin.

"Kemana?" tanya Jongin.

"Ke rumah Kyungsoo" jawab kakek.

"Mwo!"

Kemudian Jongin masuk ke dalam mobil kakeknya walaupun masih bingung dengan perkataan kakeknya. Rupanya Jongin belum bisa mencerna perkataan kakeknya dengan baik.

"Apa kalian sedang ada masalah?" tanya kakek lagi.

"Eobseo!" jawab Jongin singkat.

"Jangan bohong...sejak orangtuamu meninggal, kakeklah yang mengurusmu. Bagaimana kakek bisa tidak tahu jika sekarang kau sedang berbohong?" tanya kakek.

"Dia membohongiku" jawab Jongin.

"Dia sudah menggodaku dan sekarang pergi meninggalkanku begitu saja" katanya lagi.

"Jadi sekarang kamu sudah menyukainya?" tanya kakek. Jongin hanya diam karena memang itulah yang sedang ia rasakan. Akhirnya mereka sampai di rumah Kyungsoo. Jongin melihat mobil merah yang terparkir di depan rumah Kyungsoo.

'Cih, benar dugaanku. Dia kabur dengan mobil itu' batin Jongin.

TOK TOK TOK

Kakek mengetuk pintu rumah Kyungsoo. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka dan nampaklah gadis mungil bermata bulat dengan senyum ramahnya menyapa sang tamu.

"Oh! Haraboji.. annyeong" namun senyum ramahnya menghilang setelah dilihatnya sesosok namja berkulit tan di samping kakeknya. Yah, tamu itu memang kakeknya. Kakek kandung yang baru saja diketahuinya.

'Dasar sok ramah! Rasanya aku ingin muntah' batin Jongin. Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam. Awalnya Appa Kyungsoo tidak bisa menerima kedatangan Appanya. Tapi, dia pikir Appanya tidak bersalah padanya. Karena dia tidak tahu apapun selama 22 tahun belakangan.

"Jongin, ini Appa Kyungsoo. Kim Siwon, kakak Appamu" kata kakek.

"Mwo?" Jongin kaget mendengarnya, kemudian dia melihat ke arah Kyungsoo untuk mencari kebenarannya.

"Siwon, appa datang kesini karena appa ingin meminta maaf padamu. Appa tidak tahu kalau adikmu yang sudah mengusir kalian. Setelah Appa tahu yang sebenarnya, setiap hari Appa tidak pernah berhenti memikirkan kalian. Appa harap, kalian mau kembali lagi ke rumah" kata kakek.

Setelah mendengar perkataan kakeknya, Jongin bangkit dari tempat duduknya. Dia berjalan keluar. Dia benar-benar bingung sekarang. Apa benar ayahnya sejahat itu? Tak lama kemudian Kyungsoo menyusulnya.

"Jongin.." sapa Kyungsoo.

"Apa kau sudah mengenalku sebelumnya?" tanya Jongin, ia menatap tajam ke arah Kyungsoo. Sikap Jongin jadi tidak ramah seperti sebelumnya. Bukannya menjawab pertanyaan Jongin, Kyungsoo malah tertawa.

"Kau terlalu percaya diri Kim Jongin .."
"Jadi ini yang kau inginkan setelah berhasil mendekatiku?" tanya Jongin terlihat marah. Kyungsoo diam sejenak lalu berkata "Bukan ini yang ku inginkan!" jawab Kyungsoo.

"Sekarang apa? Ternyata kau sudah tahu semuanya, pasti kau sangat membenciku sekarang. Apa sekarang kau mau menertawaiku lagi?" tanya Jongin yang sedang terlihat sangat marah.

"Bukan begitu maksudku, aku juga baru mengetahui tentang hal ini kemarin" jawab Kyungsoo.

"Kemarin? Jangan mencoba berbohong untuk menutupi kebohonganmu yang lain" teriak Jongin.

"Kenapa kau selalu berteriak dan menganggapku selalu membohongimu!" Kyungsoo sudah tidak tahan dengan semua tuduhan Jongin padanya.

"Pertama kali kita bertemu, kau sudah merencanakan ini semua untuk balas dendamkan?" jawab Jongin sinis.

"Pertemuan itu adalah pertemuan yang tidak sengaja!" tegas Kyungsoo.

"Aku tidak percaya padamu! Kau bilang, kau salah masuk mobil karena warnanya sama, apa mobil kita terlihat sama?" tanya Jongin sambil menunjuk pada mobil Kyungsoo yang terparkir di halaman rumah. Karena kesal dengan tingkah Jongin, Kyungsoo menyeret Jongin ke garasi mobil dan membuka pintu garasi itu.

"Lihatlah, hari itu aku memakai mobil ini. Sama persiskan?" kata Kyungsoo.

"Dan hari ini aku menggunakan mobil yang itu. Itu karena mobil yang ini sedang disewa dan baru saja dikembalikan siang tadi. Kenapa? Karena Appaku bekerja di rental mobil" jelas Kyungsoo.

"Lalu kenapa tadi kau menghindariku?" tanya Jongin masih tidak mau kalah.

"Itu bukan karena aku membencimu dan bukan karena masalah Appamu. Tapi ini karena masalahku sendiri" jawab Kyungsoo.

"Apa maksudmu?" tanya Jongin dengan tatapan tidak mengerti.

"Ini karena aku menyukaimu. Tapi ini akan sangat berat untukku karena Appaku sangat membenci Appamu dan kau mungkin juga akan membenci Appaku" jawab Kyungsoo. Ya. Kyungsoo menyukai namja itu. Siapa yang tidak tertarik dengan namja tampan seperti Jongin? Sejak pertama kali bertemu dengan Jongin, Kyungsoo tidak bisa menghilangkan bayang-banyang namja itu di dalam pikirannya. Tapi sekarang apa? Dia harus segera melupakannya.

Awalnya Jongin tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kyungsoo. Tapi kemudian dia berkata. "Memang aku membenci Appamu, dan aku juga membencimu. Jadi, ku harap kau tidak akan menerima tawaran kakek untuk tinggal di rumahnya".

"Mwo!" Kyungsoo tidak percaya dengan pernyataan Jongin, dia memandangi kepergian Jongin dengan sedih. Kemudian dia mengikuti Jongin masuk ke dalam dan duduk seperti sebelumnya.

"Bagaimana Kyungsoo? Apa kau mau tinggal di rumah kakek? Appamu sudah menyerahkan semuanya padamu" tanya kakek.

Kyungsoo belum bisa menjawab pertanyaan kakaknya. Kemudian dia melihat ke arah Jongin. Mereka saling menatap, seperti sedang berbincang melalui sebuah tatapan. Kakeknya merasa diantara mereka sudah terjadi sesuatu.

"Eum.. sepertinya Kyungsoo belum siap. Kyungsoo merasa belum pantas tinggal di rumah kakek. Lagi pula, sejak kecil Kyungsoo sudah ada di tempat ini. Banyak kenangan Kyungsoo dengan eomma disini." Jawab Kyungsoo.

"Tapi kenapa Kyungsoo? Kakek akan menyekolahkanmu sampai kamu berhasil. Apa ada yang mengancammu?" tanya kakek sambil melirik ke arah Jongin.

"Aniya! Kyungsoo masih nyaman tinggal di rumah yang sederhana ini bersama Appa dan adikku" jawab Kyungsoo.

"Ngomong-ngomong dimana adikmu? Dia pasti sudah besar yah" tanya kakek sambil tersenyum.

"Ne, dia tumbuh menjadi pria yang sangat tampan" Siwon yang tadinya diam menjawab pertanyaan appanya. Sedangkan Kyungsoo masih tetap berpegang pada pendiriannya.

"Ya sudahlah. Tapi kakek akan tetap menunggumu di rumah sampai kamu mau datang ke rumah kakek" kata kakek kemudian pergi.

"Apa yang sudah kau katakan pada Kyungsoo?" tanya kakek saat mereka dalam perjalanan pulang.

"Maksud kakek apa?" Jongin balik bertanya.

"Kau pikir aku tidak tahu Kim Jongin! Kakek tahu kau sudah mempengaruhi Kyungsoo, hingga dia takut untuk tinggal di rumah kakek" jawab kakek. Jongin hanya bisa diam.

"Apa kamu tidak mau mengakuinya? Bukankah kau menyukainya" tanya kakek.

" Kalau sampai besok Kyungsoo tidak juga datang ke rumah kakek, kamu yang akan kakek usir dari rumah kakek" lanjut kakek. Jongin kaget mendengar perkataan kakeknya itu.

"Tapi kenapa kek? Kakek tidak adil. Aku juga cucu kakek" tanya Jongin.

"Kau bukan cucuku!" jawab kakek mantap.

"Mwo!" Jongin kaget mendengarnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Kau bukan cucu kandungku, kau dan aku sama sekali tidak ada hubungan darah. Karena Appamu menikahi ibumu saat usiamu 6 bulan" kata kakek.

"Jika kau ingin tetap tinggal di rumahku, kau harus membawa Kyungsoo kembali ke rumahku!" kata kakek final.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya, Kyungsoo berangkat ke kampus dengan mobil merahnya. Rupanya Jongin sudah menunggunya di parkiran (lagi). Kyungsoo memutar bola matanya malas. Kenapa namja itu selalu seperti ini, apa dia mau mengancamku lagi. Pikir Kyungsoo.

"Morning! pretty girl..." sapa Jongin. Kyungsoo tidak menghiraukannya, dia langsung pergi. Kemudian Jongin berlari menghampirinya.

"Hei, kenapa kau menghindariku?" tanya Jongin.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Apa jawabanku kemarin belum cukup? Aku tidak gila harta sepertimu Tuan Kim!" jawab Kyungsoo masih melanjutkan langkahnya.

"Tinggallah di rumah kakek" kata Jongin.

"Mwo ?!" Kyungsoo menghentikan langkahnya kemudian berbalik karena merasa kaget.

"Tinggallah di rumah kakek" jawab Jongin lagi.

"Shireo! Sudah ku bilang aku tidak tertarik" Kyungsoo hendak melangkah kembali namun Jongin cepat-cepat menghentikannya.

'Kalau dia tidak mau, aku akan di usir dari rumah kakek' batin Jongin.

"Tidak bisakah kau memenuhi permintaan kakek?" Jongin menatap tajam Kyungsoo.

"Mwo! Jangan bawa-bawa nama kakek. Aku tahu yang kau pikirkan Kim Jongin, dasar licik" Kyungsoo membalas tatapan Jongin.

"Geurom! Aku tidak perlu susah-susah berpura-pura di depanmu. Apapun yang terjadi jangan pernah kau menginjakkan kakimu di rumah kakek" jawab Jongin sambil menghempaskan tangan Kyungsoo yang tadi ditahannya.

'Kau bilang kau menyukaiku. Apa itu juga sebuah kebohongan?' batin Jongin sebelum pergi meninggalkan Kyungsoo.

"Geurom! Kau juga jangan pernah menemuiku lagi!" teriak Kyungsoo yang tidak mendapat respon apapun dari Jongin.

'Ada apa denganku.. rasanya sakit ketika mendengar dia berkata seperti itu padaku' batin Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Beberapa hari kemudian tiba-tiba ada kabar yang mengatakan bahwa Pemilik Group SM, Kim Soo Man jatuh pingsan dan sekarang keadaannya sedang kritis di rumah sakit. Dan pada saat itu juga, sekretarisnya datang ke rumah Kyungsoo. Karena Kyungsoo dan Appanya belum pulang, sekretaris menitipkan amplop besar yang dibawanya kepada Kim Sehun, adik Kyungsoo. Dan sekretaris itu berpesan jika Kyungsoo dan Appanya sudah pulang, Sehun harus segera menghubunginya.

Sehun terlihat tidak tertarik dengan amplop itu. Dia melemparnya begitu saja di atas meja. Walaupun saat itu dia sedang tidak berada di rumah, Sehun tahu betul apa yang sedang terjadi pada keluarganya baru-baru ini. Umurnya yang hanya berjarak satu tahun dengan Kyungsoo membuatnya terlihat lebih dewasa. Setelah Kyungsoo dan Appanya pulang, walau sedikit malas tapi Sehun segera menghubungi sekretaris itu. Malam harinya, sekretaris kakekpun datang ke rumah mereka.

Sesampainya dirumah, sekretaris itu langsung mengatakan maksud kedatangannya. Yaitu membacakan surat wasiat dan amanat dari Kim Soo Man yang sekarang sedang sakit kepada keluarganya. Termasuk juga Jongin, tapi dia tidak mau pergi ke rumah Kyungsoo. Dan saat ini dia sedang menemani kakeknya di rumah sakit.

"Baiklah saya akan mulai membacakan isi surat wasiatnya. Mohon untuk diperhatikan baik-baik" Sekertaris itu mulai membacakan surat wasiat yang di bawanya.

-SKIP-

"Di dalam surat wasiat ini menyatakan bahwa seluruh harta kekayaan Tuan Kim Soo Man akan diberikan kepada cucu kandungnya apabila mereka memang benar-benar mampu mengelolanya. Namun, jika cucu kandungnya tidak mampu, maka harta tersebut akan diberikan kepada anggota keluarga yang lain termasuk Jongin dan yang setengahnya akan disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan" mereka masih setia mendengarkan sekretaris itu sambil menunggu kelanjutannya.

"Sedangkan cucu yang bukan darah dagingnya (Jongin) juga akan mendapatkan bagian dari harta kakek dengan syarat jika dia dapat berdampingan atau membantu cucu kandungnya dalam mengelola semua bisnisnya. Atau lebih baiknya jika Jongin juga harus menikah dengan salah satu cucu kandungnya apabila memang mereka saling mencintai. Dan jika Kim Jongin tidak mau menikahi cucunya, maka dia hanya bisa mendapatkan bagiannya sesuai dengan bantuan yang diberikan Jongin untuk perusahaan" lanjutnya.

Bukan hanya itu, wasiat ini akan berlaku jika kakek sudah meninggal. Dan untuk saat ini, Kyungsoo dan adiknya harus menjalani pelatihan dan pembelajaran untuk menentukan apakah mereka mampu mengelola seluruh kekayaan kakek.

Kemudian sekretaris kakek berkata "Selain surat wasiat ini, saya juga sudah memberikan amanat dari kakek yang sudah saya berikan kepada Tuan muda Kim Sehun. Mohon untuk dibaca dan dijalankan dengan baik".

"Apa itu Hun-ah?" tanya Appanya. Kemudian Sehun beranjak mengambil amplop besar itu.

Amplop itu berisi selembar kertas yang isinya "Cucu-cucu kakek yang cantik dan tampan, kalian sekarang pasti sudah mengetahui isi dari surat wasiat kakek. Untuk itu kakek mohon kepada kalian, supaya kalian bisa tinggal lagi di rumah kakek. Kalaupun kalian tidak mau, Kyungsoo sebagai cucu kandung kakek yang tertua tetap harus menjalani pelatihan dan harus tinggal dirumah kakek minimal selama 6 bulan seperti yang tertera pada surat wasiat kakek. Dan kakek mau Kyungsoo yang menangani semua pekerjaan kakek selama kakek tidak ada di rumah".

Setelah mereka sama-sama membaca amanat dari kakek, sekretaris kakekpun berpamitan untuk pulang. Sebelum pulang dia berkata bahwa besok pagi Kyungsoo harus sudah berada di rumah kakek.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Kyungsoo sudah dijemput oleh sekretaris kakek yang kemarin menemui keluarganya. Saat itu Kyungsoo belum bangun dari tidurnya. Kemudian Kyungsoo pun segera bangun dari tidurnya. Dia terpaksa harus ikut dengan sekretaris kakek sendirian karena Appa dan adiknya tidak mau ikut tinggal di rumah kakeknya. Kyungsoo tidak tega melihat adiknya yang terus saja melarangnya untuk tinggal dirumah kakeknya. Tapi kemudian Kyungsoo memberikan pengertian kepada adiknya yang sejak kecil sudah tumbuh bersama dengannya bahwa dia tinggal dirumah kakeknya hanya untuk belajar, jika belajarnya sudah selesai maka dia akan kembali lagi ke rumahnya.

Dengan sangat terpaksa dia pun meninggalkan Appa dan adiknya dan pergi ke rumah kakeknya.

Sesampainya disana, Kyungsoo sangat terkejut melihat rumah kakeknya yang sangat besar. Walaupun dulu Kyungsoo pernah tinggal disana, tapi dia tidak terlalu bisa mengingatnya karena masih sangat kecil.

Kyungsoo disambut oleh para maid yang bekerja disana. Kemudian Kyungsoo duduk di ruang tengah bersama dengan Jung ahjumma (kakak dari ibunya Jongin) dan Krystal (teman Jongin dari amerika).

"Pasti ini yang namanya Kyungsoo" kata Jung ahjumma sambil menatap atau lebih tepatnya mengamati Kyungsoo dari atas sampai bawah.

"Ne ahjumma" jawab Kyungsoo.

"Mwo! Ahjumma? Krys.. apa aku tidak salah dengar?" kata Jung Ahjumma kemudian.

"Ye?" Kyungsoo bingung.

"Kau harus memanggilku Nyonya Jung, arra!" jawab Jung ahjumma mengeja setiap kalimatnya.

"Uh? Ne, arraseo.." Kyungsoo hanya bisa menuruti perintahnya.

"Dia bisa merusak semua rencana kita tante.." biisik mega.

"Kalau boleh tahu kalian ini siapa?" tanya Kyungsoo polos.

"Siapa? Saya ini tantenya Jongin, pewaris SM Group!" jawab Jung ahjumma tegas.

"Dan naega, Krystal. Pacar Kim Jongin" kata Krystal kemudian.

"Benarkah? Kalian semua sama saja" gerutu Kyungsoo.

"Mwo?" tanya Jung ahjumma.

"Ahh,, gwaenchana" jawab Kyungsoo.

'sama-sama mata duwitan. Aku jadi nggak rela jika semu harta kekayaan kakek diambil sama mereka. Aku harus membantu kakek' kata Kyungsoo dalam hati.

Tiba-tiba, Jongin keluar dari kamarnya yang tak jauh dari ruang tengah. Dia tidak menyangka jika Kyungsoo sudah berada di rumahnya.

"Ternyata kau hebat juga yah, pagi-pagi sudah berada disini" kata Jongin menatap sinis Kyungsoo.

"Mwo!" Kyungsoo sedikit jengkel mendengar perkataan Jongin.

"Nona Kyungsoo datang kesini bersama saya atas perintah dari Tuan Besar Kim Soo Man" kata sekretaris kakek yang sudah kembali ke dalam.

"Dasar munafik.." kata Jongin sambil melenggang pergi meninggalkan mereka semua. Jongin yang marah karena Kyungsoo benar-banar tinggal di rumah kakeknya segera pergi menemui kakeknya di rumah sakit.

"Hei kamu mau kemana? Aku ikut chagi.." Krystal mengejarnya dari belakang.

"Bukan urusanmu" jawab Jongin kemudian pergi tanpa menghiraukan panggilan Krystal.

"Mari saya antar ke kamar anda nona..." katanya kemudian. Kyungsoo pun mengikuti sekretaris itu.

"Seharusnya anda tidak memanggil saya seperti itu, cukup dengan nama panggilan saya saja" kata Kyungsoo.

"Keundae.." sekretaris mencoba menolaknya.

"Saya tidak biasa di panggil dengan sebutan 'nona', jika saya mendengarnya lagi maka saya akan pulang ke rumah" ancam Kyungsoo.

"Baiklah jika itu memang kemauan anda" jawab sekretaris.

"Kita sudah sampai sekarang, beberapa pelayan akan datang untuk mengurusi semua keperluan anda. Jika perlu sesuatu, anda bisa menghubungi saya" katanya lagi. Kyungsoo pun masuk ke dalam kamar barunya. Begitu terkejutnya Kyungsoo saat melihat kamarnya yang seluas garasi mobilnya dengan interior yang sangat mewah.

"Nggak heran, rumahnya aja kayak istana, apalagi ruangan yang ada di dalamnya..." Kyungsoo bergumam.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ternyata Jongin memang benar-benar pergi ke rumah sakit untuk menemui kakeknya. Dan ternyata kakeknya sudah bangun dari komanya.

"Kakek sudah baikan?" tanya Jongin sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah ranjang.

"Ne, apa Kyungsoo sudah sampai? Kenapa kau tidak membantunya?" jawab kakek.

"Mwo? Kenapa aku harus membantunya?" tanya Jongin. kemudian kakek meminta asistennya untuk memberikan sebuah kertas untuknya (surat wasiat) yang sama seperti yang diberikan kepada Kyungsoo dan keluarganya. Jongin kaget setelah selesai membaca surat itu.

"Sekarang kau sudah tahu kan? Jika kau mau dapat bagiannya, maka kau harus membantu Kyungsoo" kata kakek tiba-tiba. Jongin langsung pergi sambil membawa surat itu setelah mendengarkan penjelasan dari kakeknya.

"Dasar anak itu! Tidak sopan sekali" gerutu kakeknya.

"Apa anda tidak terlalu berlebihan?" tanya asisten kakek.

"Hahaha..ini benar-benar menarik" kakek tertawa, dan bangun dari tempat tidurnya. Ternyata dia tidak benar-benar sakit.

"Apa anda ingin keluar?" tanya asistennya lagi.

"Hmm..jika berbaring di sini terus, lama-lama aku bisa benar-benar sakit" kata kakek.

"Apa anda ingin pulang?" tanya asistennya lagi.

"Oh, tidak. Aku ingin lihat apa yang akan terjadi setelah ini, aku akan pulang ketika waktunya sudah tepat" jawab kakek disertai dengan seringainya.

Jongin pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri, kemudian dia meminggirkan mobilnya di pinggir jalan secara tiba-tiba.

'Apa yang harus aku lakukan? Jika aku tidak membantu perempuan itu, aku akan diusir dari rumah' pikir Jongin.

"Baiklah, tentu saja aku akan membantunya. Membantunya untuk segera pergi dari rumah kakek" kata Jongin sebelum ia kembali memacu mobilnya kembali menuju rumah kakek. Sepertinya Jongin benar-benar sudah lupa jika sebelumnya ia telah menyukai Kyungsoo hanya karena kebutaannya akan harta.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ada apa kalian berkumpul disini?" tanya Jongin setelah sampai dirumah dan melihat para pelayan yang terlihat sedang bingung.

"Kami sedang bingung menentukan siapa yang akan mengajari nona Kyungsoo" jelas mereka. Tiba-tiba terlintas sebuah pikiran brilliant di kepalanya.

"Tidak usah bingung, aku yang akan mengajarinya" kata Jongin meyakinkan mereka.

"Mwo!" meraka kaget mendengarnya. 'Bukannya dia sangat membenci nona?' batin mereka.

"Wae? Aku dapat perintah langsung dari kakek" dustanya.

TBC

Mian klo chap ini mengecewakan. Maaf juga klo chap kemaren ada kata-kata yang buat kalian jadi bingung. Saya masih dalam proses pembelajaran. Semoga besok bisa lebih baik dari sekarang.

Brigitta Bukan Brigittiw : ia, emang sejujurnya aku juga dapet inspirasi dari situ. Gomawo udah baca n' review, semoga chap ini tidak mengecewakan.

: ne nih udah lanjut. Review again ne!

aqila k : ia nggak jadi gua delete. Jongin sepupunya Kyungsoo, tapi secara nggak langsung/? *nah loh bingung kan*

Ryeolasoo : Ne! Eonni.. gomawo, semoga tidak mengecewakanmu.^^

kyungiNoru : ne, ini udah lanjut. Jawabannya bisa dilihat di chap-chap selanjutnya...

Lady Soo Jong : ne, mian klo alurnya kecepetan. Gomawo atas sarannya~

Dyofanz : Thank you~ Review again Please!

guest : ne ini udah lanjut

Desta Soo : Nih udah dilanjut, gomawoyo~ Fighting!

t.a : ne, gomapta. Review again^^

REVIEW JUSEYO~