Nyaaaa! Kembali lagi! Selamat datang nyaaa! Selamat membaca chap 2 yang sebenernya udah selesai dari Kemaren2 (Habis selesai chapter 1, langsung buat chap 2 nya) Ini cuma sedikit perbaikan Dan perpanjangan kok =w= Seperti biasa Aja deh, author note diatas Dan dibawah =w= Habis, selama aku kayak gitu, aman2 Aja .. Oya, maaf ini gak sampe 2000 words.. Diusahakan, chap selanjutnya yang 2000an karena chap 2 udah di settting (?) semoga, gak kecewa T_T Yaudah! Ayo langsung aja!
Disclaimer : Eyeshield 21 buatan Riichiro Inagaki Dan Yusuke Murata! Author cuma nge buat fanfic nya sekalian minjem char nya!
Suzuna kembali menatap layar hp nya. Dengan tangan bergetar, Suzuna membalas sebisanya...
~0OooO0~
Mamori tidak bisa menahan malu dan debaran jantungnya untuk menunggu besok pagi. Tiba-tiba Hp Mamori bergetar dan ternyata balasan dari Suzuna!
"Ah, Suzuna-chan sudah membalasnya!" Mamori membuka sms nya.
[Suzuna] : Nee.. Mamo-nee, kpn kencannya? bsk jam brp? Mamo-nee butuh bantuan apa?
Setelah membacanya, Mamori pun berpikir.. Bener juga sih.. Gara-gara terlalu gugup, aku sampai lupa memberikan penjelasannya..
Ctik, ctik.. Mamori dengan cepat mengetik di hp nya.
~0OooO0~
[Mamo-nee] : Ahaha, iya, gomen! Iya! bsk kan libur, kncan-nya bsk pagi di ituloh, tmpt main2 yg ada bianglala-nya itu! (PS. bsk pagi jam 8..)
Suzuna menatap sms dari Mamori. Pagi-pagi kok ke taman hiburan begini sih? Siapa yang pilih ini?! You-nii ya?! Hah! Lagian kalo begini, aku jagonya!
~0OooO0~
[Suzuna] : Kalo tmpt kncanx bgitu, jgn pake rok! pake celana biar lbih bebas! spatu nya jgn hak tinggi, jgn jg pke sandal swallow! Pnampilan pke baju bebas yg rapi & krn akhir2 ini dingin, lbih baik pkai syall atau jaket! Pas kncan jgn trlalu gugup!
Mamori kaget saat selesai membaca SMS Suzuna. "Untung aku minta bantuan Suzuna-chan.. Rasanya jadi lebih rileks.. Haha.. Baiklah, siapkan dulu baju untuk besok.. Semoga besok gaada kesalahan! Amin!" Mamori segera menyiapkan keperluan untuk besok lalu bersiap-siap untuk tidur.
...
...
...
...
...
...
...
...
Hari H! Hari Kencan! (Besok paginya..)
Mamori mencari-cari orang 'itu'. Yang mempunyai tubuh tinggi, rambut kuning, pokoknya penampilan devilish begitu, tapi sebenernya Ia baik kok..
"HEY MANAJER SIALAN! AKU DISINI!"
Mamori tersentak. Siapa lagi kalau itu bukan orang yang Mamori cari-cari dari tadi! Ia mengikuti asal suara itu lalu ketemu deh!
"Lama sekali kau, Manajer Sialan!" Hiruma protes.
Mamori memandang Hiruma. Pakai baju bebas.. Syall.. Tiba-tiba muka Mamori jadi merah dan kepalanya mulai berasap!Hiruma yang melihat Mamori yang sedang memandangnya pun menegurnya.
"Kenapa kau memandangku dengan tatapan menjijikkan seperti itu, manajer sialan!" Mamori pun jadi kaget lagi.
Mamori melihat ke arah lain. Karena terlalu malu untuk memandang Hiruma. "Mou! Hiruma-kun! Tak bisakah kau jadi lembut sedikit! Kita kan pacaran! Lalu, ayo kita mulai !" Mamori menarik tangan Hiruma.
Mereka pun main-main.. Naik bianglala, ke rumah hantu, tangkep ikan, tembak-tembakkan, dll..
"Hiruma-kun.. Aku sudah capek, ayo kita istirahat dulu.. " Mamori yang hampir sudah habis napas akhirnya berhasil mengatakanya pada Hiruma.
Hiruma melihat ke Mamori. Tampak Mamori yang sudah kecapekkan dengan nafas terengah-engah. Hiruma yang terkenal tanpa belas kasih sedikitpun akhirnya duduk di bangku. "Kuberi kau 5 menit, manajaer sialan.." Hiruma mendengus. Tanpa sadar, Mamori memeluk lengan Hiruma.
"Makasih, Hiruma-kun! Kalau begitu kau mau nitip apa? Sekalian aku pingin beli kue sus!" Kata Mamori sambil tetap memeluk lengan Hiruma dengan kencang.
Hiruma sudah sesak napas gara-gara Mamori nih! "Terserah minuman apa atau pokoknya terserah dan singkirkan tangan sialanmu itu, manajer sialan!" Kata Hiruma yang setengah mati bernapas.
"Hehe, maaf deh.. Yasudah, kubelikan Kopi saja deh.." Mamori pun pergi meninggalkan Hiruma yang duduk di bangku sendirian.
~0OooO0~
"Untung saja semuanya pada ok-ok saja.. Tapi kenapa aku jadi seperti stalker begini ya!?" Suzuna yang dari tadi mengintip Hiruma dan Mamori seperti stalker akhirnya juga kecapekkan karena mengikuti mereka berdua. "Apa boleh buat, aku kan khawatir.." Suzuna manggut-manggut.
Tiba-tiba seseorang memegang bahu Suzuna..
Karena kekagetan, Suzuna pun teriak. "HYAAA!" Saat berbalik, ternyata seseorang yang begitu familiar di mata Suzuna menyapanya."Sena?! Sedang apa kamu!?" Suzuna melihat Sena.
"Kau sendiri ngapain? Aku cuma sedang refreshing disini.. " Ujar Sena yang lalu meneguk minumannya. Suzuna pun memberitahu Sena yang terjadi. "Apa?! Jadi Kau jadi stalker Hir..!"
"SSSSTTT!" Suzuna menutup mulut Sena. Sena pun manggut-manggut.
Lalu Suzuna menarik nafas panjang dan menghembuskannya. "Tapi sepertinya mereka baik-baik saja jadi aku tak perlu khawatir!" Suzuna tersenyum lebar. Sena yang melihat pun jadi santai (?). Tiba-tiba, Suzuna menarik tangan Sena. "Kalau begitu sudah jauh-jauh kesini, kita main saja yuuk!" Suzuna menarik Sena sampai ke rumah Hantu.
~0OooO0~
"Lama sekali kau Manajer Sialan.." Protes Hiruma setelah diberi minum oleh Mamori.
"Mou! Antriannya tadi panjang tahu.." Kata Mamori yang setelah itu mengunyah kue susnya.
...
...
...
...
Hening.
Karena Kue Sus Mamori sudah habis dan kopi Hiruma juga sepertinya sudah habis tapi Hiruma masih diam.. Mamori pun memberanikan diri bertanya. "Hiruma-kun?"
Hiruma menarik nafas, ingin berbicara. Sepertinya, Mamori berhasil memecahkan kecanggungan ini. "Manajer sialan, karena kau sudah menerimaku untuk menjadi pacar sialanku, kau ingin dipanggil apa? Aku tak ingin memanggilmu manajer sialan terus-terusan karena itu terdengar sial (?) dan menurutku itu terlalu panjang."
...
...
"Eh?" Mamori menatap Hiruma dengan bingung. Hiruma masih berpikir. "Pa..Panggil saja 'Mamori' kan..?" Mamori menatap Hiruma. Tetapi Hiruma masih menatap ke bawah sambil berpikir. Kupikir Hiruma ganteng juga kalau diam dan tidak nge-bully Sena.. Tanpa sadar, muka Mamori kembali merah. Mamori lalu menatap Hiruma.
"Bagusan Simori atau Mamolan?" Tanya Hiruma tiba-tiba. Mamori pun menjadi bingung lagi. Kok tiba-tiba Hiruma begini!? Dia makan apa kok jadi aneh begini?! Ah, sudahlah, Hiruma kan memang aneh! .. Pikir Mamori.
Mamori pun bertanya dengan kebingungan ke Hiruma. "Maksudmu..?" Mamori berusaha mencerna perkataan Hiruma.
"Dasar bodoh! Maksudku, Simori itu SIalan maMORI, atau Mamolan itu MAMOri siaLAN ?! Mana yang lebih bagus!" Kali' ini Hiruma menatap Mamori.
Mamori lagi-lagi dibuat bingung oleh Hiruma. "Mou! Hiruma-kun, tak bisakah kau memanggil namaku tanpa kata 'sialan'?" Mamori mencibir. Tapi Hiruma gak peduli. Setelah di cap-cip-cup, akhirnya Hiruma memilih..
"Sudah kuputuskan, Kupanggil kau Morisia! Yasudah Morisia, Aku ingin ke toilet sialan dulu! Jadi, kau cukup tunggu di bangku sialan ini, Morisia!" Hiruma tersenyum devil.
Mamori pun menunggu. "Mou! Jangan lama-lama! Aku juga tak dengar ada kata Morisia di pilihan tadi! Dan Morisia itu maMORI SIAlan kan! Hhh!" Mamori protes. Tapi setelah itu Mamori senyum-senyum sendiri. Orang-orang yang lihat pada sweat drop semua.
~0OooO0~
Mamori melihat jam tangannya untuk yang ke- 11 kalinya. "Hiruma-kun lama banget sih.. Sudah hampir 1 jam .." Mamori menghembuskan napas. "Kayaknya Hiruma tersesat, mungkin aku harus mencarinya lagi sekarang.." Pikir Mamori sambil cekikikan dikit.
Mamori lalu mencari-cari ..
Ke toilet cowok terdekat, Gaada Hiruma..
Toilet cewek juga gak ada.. (?) Setelah itu Mamori mencari ke seluruh toilet tapi tetep gak ketemu! Mamori pun kembali duduk ke bangku tempat semula saat Hiruma suruh menunggunya. Mamori masih celingak-celinguk mencari Hiruma sampai akhirnya Mamori menemukan sesuatu yang mirip Hiruma! Mamori pergi kesana, dan itu memang benar Hiruma! Kenapa Ia bisa berada disini? Ini jauh dari taman hiburan tadi..!
Hiruma seperti sedang bicara sama berberapa orang.. Mamori ingin kesana tetapi sepertinya mereka terlalu serius, membuat Mamori semakin gak berani kesana. Takutnya, nanti malah ngeganggu.
Hiruma memegang uang.. Uang untuk apa itu?
"HAHAHAHA BAYAR SEMUAAA! Cepat bocah-bocah sialan!"
"Mentang-mentang sudah menahklukkan hati Mamori, Dia jadi begini.. Baiklah, ini!"
"POKOKNYA BAYAAARR ! Berikan aku semua uang sialan itu!"
"Hiiiyy... Baiklah!"
...
...
...
Mamori menatap Hiruma. Mamori mengepalkan tangannya sementara air mata mulai berjatuhan. "Sebenarnya, aku ini.. Apanya Hiruma-kun.." Mamori pun lari meninggalkan Hiruma yang sebenarnya gak sadar kalau ada orang yang mencintainya sedang menatap nya untuk ke terakhir kalinya.
...
...
Setelah lari agak lama tanpa tahu arah dan tujuan,.. Di perjalanan, Mamori bertemu dengan Ikkyu.
Ikkyu tiba-tiba jadi blushing gaje lihat Mamori. Kenapa aku dipertemukan lagi dengan bidadari ini? Mungkin.. Aku pasangan takdirnya?
"Eh?" Ikkyu sekarang malah kaget melihat Mamori yang berlinang air mata. "Ha.. Halo? Kau kenapa?!" Ikkyu melihat Mamori.
Mamori masih mengusap-usah air matanya. Karena sudah terlalu sedih, Mamori pasti ingin curhat, karena sinyal jelek, gak ada Suzuna, dan cuma ada Ikkyu, Mamori pun curhat ke Ikkyu.
~0OooO0~
Hiruma kembali ke bangku tempat dia dan Mamori duduk-duduk tadi."Apa? Sekarang aku kembali, Morisia itu malah menghilang?" Hiruma menggaruk-garuk kepalanya. "Padahal aku ingin beri dia permen karet sebagai tanda terima sialan (kasih) karena sudah membelikkanku kopi sialan!"
Hiruma pun duduk. 20 Menit kemudian.. Hiruma udah gusar dan iritasi. Hiruma pun bertekad untuk mencari Mamori... Setelah berberapa lama ...
"Cih! Apa sih maunya Morisial (l?) itu! Aku sudah keliling taman hiburan sialan yang sebesar pulau (pulau..?) ini 5 kali tapi dia masih menghilang?! Mana sinyal sialan ini sedang jelek lagi..! Cuih!"
Hiruma pun keluar dari taman hiburan dan pergi mencari Mamori. "Makanya disuruh duduk, gak mau denger sih.. Dasar Morion! (Mamori Oon)."
~0OooO0~
Ikkyu sedang jalan dengan Mamori sambil gandengan tangan. Ceritanya, Ikkyu pengen antar Mamori pulang ke rumahnya (=w=). Tiba-tiba, Saat Mereka sedang jalan, ... Ikkyu melihat Hiruma! Untung saja Mamori tidak melihatnya karena sedari tadi, Mamori hanya menunduk terus. Karena Hiruma gak lihat Ikkyu, Ikkyu buru-buru narik Mamori masuk gang kecil.
"Loh? Disini bukan rumahku! Kan masih lurus kedepan!" Mamori yang udah lumayan sadar malah narik Ikkyu untuk keluar dari gang. Ikkyu jadi salting (salah tingkah).
Ikkyu menggaruk-garuk kepalanya."Bukan begitu aku.. Ehh.." Mamori udah keburu narik Ikkyu keluar dari gang sempit itu. Daaan.. mereka keluar...
PLOP!
Bunyi permen karet meletus. Seorang dengan tubuh tinggi dengan gigi-gigi yang tajam serta telinga yang lancip menyambut Ikkyu dan Mamori. Ikkyu dan Mamori baru saja memasuki neraka! Mamori melihat mata Hiruma. Sepasang mata yang menampilkan perasaan yang bercampur aduk. Sedih, kesal, marah, kecewa. Seharusnya.. Aku yang menampilkan mata seperti itu..! Mamori tidak berani menatap Hiruma lebih dalam lagi. Sampai sebuah suara mengagetkannya.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA MORISIA, DASAR SIAL!"
TO BE CONTINUED
Makasih udah baca sampe abis! jangan lupa review ya XD Oh iya, ini Hiruma dan Mamori pokoknya masih di deimon devil bats! xD Di chapter ini, Mamori mengira kalau Hiruma itu taruhan sama orang-orang itu, kalau Hiruma bisa menahklukkan Mamori, Hiruma dibayar 5000000000000000000-bzzt-000-pssshhhh (Yah, keyboard nya rusak (?)) Mamori pun akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Hiruma cuma pura-pura pacaran dengan Mamori. Padahal.. (Udah kebanyakan spoilernya nih..) yaudahlah,
Jaa neee~!
