Halo…..! Chapter 2 datang!

Makasih banget buat reviewnya, walaupun sedikit tapi sangat berarti buat saya. Jadi tolong ya reviewnya please… _

Jujur saya tidak di bayar, tidak ada apapun,, tapi tolong reviewnya karena saat mempunyai review seperti ada kesenangan dalam diri saya, jadi tolong yah reviewnya.


From : pockykiss (Guest)

Makasih buat reviewnya. Dan kalau masalah tanda baca, saya masih baru, dan ini fanfic pertama saya, jadi maaf kalau ada kesalahan soalnya masih pemula, hehehe…

So? Let's start the chapter 2!


Boboiboy's life : Chapter II

*Boboiboy pov*

Aku berangkat menuju ke sekolahku, langkah ku terhenti saat aku mendengar langkah seseorang dari belakangku. Aku kemudian membalikan badan ku dan mendapati wajah yang sangat aku kenali, ini dia Gopal! Kawan baik aku yang berdarah india.

"Hai Boboiboy!" sahutnya,

"Hai Gopal!"

"Awal sekali kau berangkat? Atau karena kau takut kejadian semalam terulang lagi keh?" dengan sedikit ejekan pada nada bicaranya.

"Terserah kau je lah Gopal" jawabku dengan sedikit malas.

"hehehe.." ia tertawa sambil menunjukan giginya dan menutupinya sedikit dengan tangan.

Kemudian kami berangkat sekolah bersama. Tidak ada suara selama beberapa menit ke depan. Kemudian ia mulai bertanya sebuah pertanyaan kepadaku untuk memecah keheningan.

"Hei Boboiboy, ape kau tengok bola semalam?"

Aku kemudian sedikit terkejut saat ia bertanya pertanyaan yang sedikit menggangguku. Bagaimana tidak? aku jadi terlambat ke sekolah hanya demi melihat tim sepak bola kesayangan ku bermain di final. Meskipun sedikit kecewa karena aku mendapat hukuman atas apa yang aku perbuat, tetapi aku cukup senang karena aku tidak sia-sia menonton sampai larut malam demi melihat kapten tim idolaku mengangkat piala kemenangan.

"Ia Gopal, memangnye kenape kau tanyakan itu?"

"Sebenarnye, aku tak dapat tengok bola semalam. Maka dari itu aku merasa kecewa tak dapat tengok Amar Sidik mengambil piala kemenangan" ia menjawab dengan sedikit nada lesu.

(Sebenarnya Amar Sidik disini hanya nama rekaan, maklum author kurang suka bola. Lebih suka basket, lanjut!)

Aku merasa kaget setelah mendengar jawaban dari seseorang yang sangat suka dengan bola sama seperti ku, walaupun dia selalu bermain di gawang. Kemudian aku mulai bertanya-tanya kenapa ia tidak dapat menonton pertandingan tersebut, karena pertandingan itu sangat di tunggu oleh seluruh warga penyuka sepak bola karena pertandingan penentuan sebagai pemenang turnamen sepak bola.

"Apasal kamu tak tengok? Rugi besar kau tak tengok itu semalam, sebeb idolaku membuat hattrick!"

"Hah? Iyee kee?" dengan sedikit kaget ia menjawabnya.

"Betul lah Gopal, aku je sampai larut malam baru selesai tengok."

"Hasil pertandingannye berapa Boboiboy?" ia sangat penasaran dengan jawaban ku.

"Berape yee? Aku lupa, wlee" aku menjulurkan lidahku kepadanya untuk mengejeknya.

"Aku dah tengok sampai larut, sampai kena amukan yaya, sampai telat rehat sekolah karena dihukum, kau hanya tanya je ke aku? Enak betul lahh kau ni Gopal"

Ia kemudian menjawabnya dengan tertawa perlahan karena takut kalau aku marah. Kemudian ia berkata lagi kepada ku.

"Boboiboy, ape kau dah selesaikan tugas yang cikgu papa berikan semalam?"

"hm… sepertinya sudah Gopal"

"Kau tau jawaban nomor 23? Itu susah lahh, sampai penat aku pusing kepala"

"Aku semalam di ajarkan oleh Yaya dikedai tok Aba sepulang sekolah lah Gopal"

"Hah? Yaya? Apesal dia nak ajarkan kau? Bukannya dia tak mau ke mengajarkan orang lain karena takut ada yang menyainginya?" Gopal menjawabnya dengan sedikit terkejut.

Bagaimana tidak terkejut? Yaya dari dulu tidak pernah sedikit pun ingin mengajarkan orang lain, karena sifatnya yang sangat galak membuat siapa saja yang ingin di ajarkan olehnya lari ketakutan sebelum membuka bukunya untuk belajar. Aku kemudian menjawab pertanyaan Gopal.

"Sebab aku kan kemarin kena hukuman darinya, ia tidak tega melihat aku kena hukuman dan membuat aku tertinggal pelajaran yang diajarkan di kelas, lalu ia berkata minta maaf dan dia akan mengajariku sepulang sekolah" aku menjawab dengan percaya diri.

"Ohh… jadi Yaya mengajak kau kencan tidak langsung yee?" ia menjaawab dengan nada menyindirku.

"Hah? Apa maksud kau ni Gopal? Aku tidak mengerti apa yang kau cakap"

Dengan sedikit bingung aku bertanya kepadanya. Karena aku orang yang sangat tidak mengerti yang namanya percintaan maka aku belum sampai mengerti kata-kata gaul yang dipakai orang saat membicarakannya. Kemudian gopal menjawab dengan sedikit cengiran di wajahnya.

"Hahaha.. kau ni Boboiboy, massa kau tak tau maksud dari Yaya? Ia hanya ingin berdua dengan kau je. Sekarang kau cakap, pade masa Yaya mengajari kau, ada orang lain tak di kedai?"

Aku pun menjawabnya dengan santai karena tidak mengerti arah tujuan pembicaraan ini.

"Mase tu, Tok Aba dan Ochobot sedang rehat sebentar setelah mengantar pesanan koko langganan, lepas tu tak ada orang yang di kedai, dan anehnya pembeli tak ade satu pun yang datang saat kami belajar"

Gopal menjawab perkataankuntadi dengan cepat tanpa berpikir terlebih dahulu.

"Yaya sudah mengetahui pade jam tu Tok Aba dan Ochobot pasti sedang mengantar koko pesanan, dan hanya kau je yang ada di kedai. Dan ia pun memperhitungkan jam kau belajar dengan jam pelanggan koko, mungkin pada saat jam kau belajar dengannya adalah jam yang tidak banyak orang di sekitar taman dekat kedai"

Aku kaget dengan perkataan Gopal yang terluncur dari mulutnay begitu saja. Bagaimana tidak? seorang Yaya yang tidak mau mengajarkan orang lain yang tiba-tiba mengajarkan aku, serta perkataan Gopal yang berkata bahwa Yaya sudah memperhitungkan jam pada saat aku dan Yaya belajar bersama. Yaya memang pintar, tapi apa benar ia sampai memperhitungkan semuanya demi bersama ku?

"Aku rase itu hanya kebetulan je Gopal. Yaya tidak mungkin sampai memperhitungkan kerumitan hati pelanggan koko Tok Aba, kecuali kalau Yaya mengancam para pelanggannya dengan pukulan supernya! Hahaha…"

"Ehhmm…"

Kemudian suara dari arah depan terdengar, tidak terasa perjalanan sudah sampai di tempat tujuan kami. Sekolah! Dari arah pagar, aku dapat melihat seorang wanita manis dengan kerudung merah mudanya sedang berdiri sambil melihat ke bawah semenjak ia berdehem kecil tadi.

"Hei, kenape kau orang tak masuk ke sekolah? Sudah nak lambat nih!"

Terucap kata dari wanita tersebut sambil menunjuk arah jam supernya yang menunjukan jam 7:02am.

"Lambat? Ini baru jam 7 Yaya! Masih lama lahh" kataku sambil sedikit ketus.

Ya, bagaimana tidak ia bilang terlambat? Bagi seorang Yaya, ketepatan adalah hal yang nomer 1. Ia tidak pernah terlambat seumur hidupnya. Bahkan 1 jam sebelum pelajaran di mulai sudah ia hitung sebagai keterlambatan. Wanita yang sangat luar biasa pendiriannya!

"Kau berani menentangku? Kau nak aku tulis nama kau berdua ke?" dengan sedikit kemarahannya.

Aku dapat melihat siluet kemerahan yang terdapat pada wajahnya saat menatap wajahku, aku berpikir bahwa itu muncul saat ia benar benar marah kepada ku. Segera aku berlari meninggalkan Gopal yang masih berdiri di depan gerbang sekolah.

* Author pov*

"Hei Boboiboy! Tunggu aku lah!"

"Hei Gopal, tunggu sekejap!"

Yaya merogoh kantungnya dan mengabil sebuah hadiah yang sangat rapi. Kemudian dia menyodorkannya ke Gopal. Wajah Gopal langsung kaget setelah melihat Yaya memberikannya sebuah hadiah. Gopal kemudian bertanyta kepada yaya.

"Apesal kau nak berikan aku hadiah ni?"

"Siape bilang aku berikan ke kau! Aku nak kau berikan ini ke Boboiboy!"

"Huftt… Bagus lah! Mane hadiah tu?"

"Ini dia Gopal"

Yaya memberikan hadiah itu dengan sangat hati hati kepada gopal entah kenapa iya melakukannya agar tidak merusak bungkus dari hadiah tersebut.

"Kau cakap ke Boboiboy, bilang kalau ni hadiah khusus untuknya"

"Hmm.. Pasti yaya menyukai boboiboy" dengan ucapan sedikit berbisik namun pasti.

"Ape kau cakap Gopal?" Yaya mengepalkan tangannya degan kuasa gravity yang terkumpul di tangannya.

"Ehh tak ada ape ape! Emm… aku.. harus masuk kelas, dah lambat nih! Emm.. CAABBUUTT!"

Dengan secepat mungkin Gopal berlari dari amukan Yaya yang berdiri di depan gerbang dengan wajah yang masih kesal. Namun terdapat semburan warna merah serta sedikit senyuman saat hadiah tersebut dalam perjalanan menuju orang yang dituju.

Tak lama kemudian pria india tersebut sampai kekelasnya. Ia dapat melihat kawan baiknya sedang duduk sambil membaca buku yang akan di ajarkan cikgu papa nantinya. Kemudian Gopal sedikit berjalan dengan keadaan yang lelah sambil membawa pemberian Yaya di belakang tubuhnya. Ia menghadap ke arah meja boboiboy dan berhenti di depannya.

"Apesal kau ni Gopal? Senyum seperti orang tak waras je" kata boboiboy.

"Hehehe.. Cobe kau tebak apa yang ada di belakang tubuhku nih?" Kata gopal.

"Hmmm… Beg?" kata boboiboy

"Hmm.. tentu sajelah di belakangku ada beg, kau pikir aku tak nak sekolah ke? Maksudku ape yang aku pegang di tangan ku nih!"

"Ohh.. Cakaplah betul betul, aku mane ade mengerti? Aku kan tak pandai macam Yaya"

"Hmm.. Kenape kau tak sebutkan saje Ying yang pandai? Apesal kau sebut Yaya yang pandai?"

Wajah Boboiboy langsung memerah setelah mendengar ucapan Gopal tadi. Ia tidak menyangka bahwa ia akan mengucapkan nama Yaya, entah mengapa ia selalu memikirkan yaya sejak mereka belajar bersama.

"Boboiboy? Kau sakit ke? Wajah kau memerah" kata pria gempal itu.

"Aku baik baik saje lahh gopal, sekarang coba kau katakan ape yang ada di belakang tubuh mu?"

"Hahaha.. kau pasti tidak akan menyangkanya boboiboy, bersiaplah! Karena aku baru saja mendapat hadiah dari seorang wanita cantik!"

Boboiboy langsung tersentak kaget mendengar ucapan pria tersebut. Masalahnya tidak ada yang menyukai pria seperti dia, karena ia tidak popular seperti boboiboy. Belum lagi wajah serta kepribadiannya yang tidak menarik. Kemudian boboiboy mulai mengambil hadiah yang ia lihat tersebut.

"Coba sini aku tengok!"

"Hati hati boboiboy, nanti rusak hadiah untukku!"

"Yeellaaahhh" kata boboiboy sedikit iri.

Kemudian boboiboy melihat sekeliling hadiah tersebut, ia dapat mengetahui bahwa itu benar benar dari seorang wanita. Karena Gopal tidak mungkin membungkusnya dengan sangat rapi seperti ini, belum lagi bungkus hadiahnya memakai warna yang memanjakan mata. Ini pasti benar benar dari seorang wanita. Setelah boboiboy melihat sekeliling, terdapat tulisan kecil yang ada di sanah.

"Dari Yaya, untuk Boboiboy?" kata boboiboy sedikit bertanya.

Kemudian ia melihat dengan tatapan tajam ke arah pria gempal tersebut. Sementara itu pria tersebut membalasnya dengan sedikit tawa. Boboiboy kemudian mencoba melihat hadiah itu semakin jeli dan menggoyangkannya untuk dapat mengetahui apa yang ada di dalam haadiahnya tersebut.

"Tadi saat kau tinggalkan aku dengan yaya, ia memberikan ku ini. Katanya ini khusus buat kau boboiboy!" kata pria india tersebut.

"Kenape yaya tak berikan ini langsung ke aku ye?" boboiboy sedikit penasaran.

"Entahlah, aku pun tak tau" sambil mengangkat kedua pundaknya dan telapak tangannya.

"Triiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnggggg….!"

Suara bel pun berbunyi, menandakan bahwa sekolah sudah masuk dan semua murid masuk kedalam kelas termasuk wanita yang memberikan hadiah tersebut. Wanita itu masuk dengan sedikit menunduk seperti menyembunyikan sesuatu yang terdapat dalam wajahnya dan berlari dengan cepat ke mejanya yang berada di depan si penerima hadiah tersebut. Yaya langsung duduk, dan tak lama berselangf cikgu papa datang dan Yaya sebagai ketua kelas memberi salam dan memulai penbelajarannya.


Tolong ya Reviewnya, jangan Cuma baca aja. Soalnya para writer sangat menunggu hasil pendapat serta masukan yang di dapat. Agar dapat membuat fanfic yang lebih baik.

See you in the next chapter!